Anda di halaman 1dari 11

Jenis Penangkal Petir, Surge arrester, Mekanisme Prinsip Kerja,

dan Cara Pemasangan Skala Rumahan dan Bangunan Tinggi

RUSTOP TOMY UTOP 00.18

Petir adalah fenomena alam yang sering muncul pada saat musim hujan. Yakni dimana langit
memunculkan sebuah kilatan cahaya yang sangat terang kemudian disusul dengan suara gemurung
keras (geluduk / geledek). Mengapa petir sering terjadi pada musim penghujan? Sederhana saja, pada
saat musim penghujan, udara banyak mengandung kadar air lebih tinggi. Hal ini menyebabkan daya
isolasinya turun serta arus lebih mudah mengalir, ingat dengan teori tentang air sebagai penghantar
listrik yang baik. Dengan adanya awan yang bermuatan negatif serta awan bermuatan positif, maka
dari itu petir juga bisa terjadi pada antar awan yang berbeda muatan.

Namun, sering kali para ilmuwan menganalogikan petir sebagai kapasitor besar dimana lempeng
pertama adalah awan yang dianggap lempeng negatif maupun lempeng positif serta lempeng kedua
adalah bumi yang dianggap netral. Pada dasarnya petir terjadi hanya karena adanya perbedaan
diantara potensial awan serta bumi maupun dengan awan lainnya, yangmana menyebabkan adanya
perbedaan waktu signifikan dari kemunculan kilatan petir dan suara gemurung lantaran antara
kecepatan suara (340 m/s) dan kecepatan cahaya (300.000.000 m/s).
Indonesia termasuk negara yang
memiliki kepadatan sambaran petir didunia, hal ini dibuktikan dengan data dari stasiun geometrologi
dan fisika mencatat indonesia mengalami guruh sebanyak 30hari /tahunnya, bahkan ada stasiun yang
mencatat hingga 200hari guruh/tahunnya. Yakni dengan kecepatan petir berkisar 5 - 15 sambaran
petir perkilometer persegi.

Sambaran petir dibedakan menjadi 2 jenis, yakni sambaran petir langsung dan tak langsung. Kalo
sambaran petir langsung, artinya petir langsung merusak objek yang disambarnya seketika itu juga,
misalnya seperti pohon yang terbelah sambaran petir. Namun kalo sambaran tak langsung yakni,
sambaran yang menghasilkan induksi petir yang dapat mengakibatkan kerusakan alat elektronik
dirumah, akibat kuat arus yang mendadak meingkat akibat energi yang terpancar disekitaran
sambaran petir itu. Dan langkah terbaik untuk meminimalisir hal tersebut adalah perlunya
pemasangan perangkat Surge Arrester / (Pelepas tegangan lebih ).
Prinsip kerja Surge Arrester adalah membuang tegangan berlebih kedalam bumi / kutub netral,
sehingga tegangan yang ada didalam peralatan akan cenderung stabil. Instalasi listrik perrumahan
saat ini kebanyakan sudah menggunakan teknik sejenis ini, namun tanpe penggunaan alat surge
arrester yang ditandai dengan penggunaan kabel listrik 3 pin (3kawat dalam 1 kabel yangmana
salahsatunya adalah ground/earth/bumi sebagai penetral tegangan berlebihnya) yangmana
dibutuhkan ground <1 (ohm)
Baca juga : Mengenal berbagai jenis pondasi bangunan

Namun, apabila kita berniat memasang penangkal petir / surge arrester ini, baiknya dihubungkan
kedalam panel induk rumah atau bangunan yang akan digunakan, karena akan percuma bila hanya
memasang internal protection, sedangkan tanpa penangkal petir eksternalnya, tentunya pemasangan
penangkal eksternal ini membutuhkan keterampilan khusus, seperti misalnya dibutuhkan ground
< 5 (ohm). Saat ini penangkal petir sudah menggunakan teknologi modern yang terbukti mampu
menangkal sengatan petir dan mencegah keruskan hebat yang dapat disebabkan oleh sambaran petir.
Teknologi ini bekerja sebagai penyedia jalan bagi aliran listrik untuk langsung menuju ke permukaan
bumi, yangmana teori penangkal petir bersumber dari 2 cara kerja yakni :

Sistem Penangkal Petir Thomas (Banyak digunakan untuk skala rumahan)

sistem penangkal petir thomas adalah sebuah jalur rangkaian kabel tembaga yang difungsikan
sebagai jalan atau aliran bagi petir menuju ke permukaan bumi atau ground, sehingga petir tidak
akan merusak benda-benda yang dilewatinya. Sistem penangkal petir thomas berupa batang
tembaga murni yang ujung tembaganya runcing. Batang sistem penangkal petir thomas dibuat
menjadi runcing karena muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung
logam sistem penangkal petir thomas. Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik
menarik dengan muatan listrik yang ada di awan. sistem penangkal petir thomas ini dipasang
pada bagian puncak sebuah bangunan atau gedung.
Kabel konduktor atau kabel tembaga dibuat dari jalinan kawat tembaga. Diameter jalinan kabel
konduktor tembaga ini sekitar 1 cm hingga 2 cm . Kabel konduktor tembaga berfungsi
meneruskan aliran muatan listrik dari batang sistem penangkal petir thomas yang bermuatan
listrik ke tanah. Kabel konduktor sistem penangkal petir thomas dipasang pada dinding di bagian
luar bangunan. Tempat pembumian (grounding) berfungsi mengalirkan muatan listrik dari kabel
konduktor sistem penangkal petir thomas ke batang pembumian (ground rod) yang ditanam di
tanah. Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapis baja, dengan diameter 1,5 cm dan
panjang sekitar 1,8 3 m .
Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif di
tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera merambat naik melalui kabel
konduktor sistem penangkal petir thomas, menuju ke ujung batang sistem penangkal
petir thomas pada saluran transmisi. Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di
atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-
ujung sistem penangkal petir thomastertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan
menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik yang melewati kabel tembaga sistem penangkal
petir thomasitu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor sistem penangkal
petirthomas dengan demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan sistem penangkal
petir thomas pesawat. Tetapi sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan melalui
kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang
terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.
Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan
dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik (surge arrestor), yaitu semacam internal
proteksi sistem penangkal petir thomas.
Sistem penangkal petir thomas adalah memberikan saluran elektrik dari atas bangunan ke tanah
menggunakan kawat tembaga dengan tujuan bila ada sambaran petir yang mengenai atas
bangunan maka arus petir bisa mengalir ke bumi atau ground dengan baik. Standart kabel yg di
gunakan adalah minimal 50 mm (SNI), untuk memilih kabel di bawah 50 mm tidak di
sarankan walau kenyataan di lapangan banyak di gunakan dan dipastikan penangkal petir tersebut
tidak akan bekerja efektif dan efisien. Ingat sistem penangkal petir thomas yang bekerja
sempurna harus mempunyai nilai hambatan jauh dibawah satu ohm atau mendekati nilai nol ohm.

Sistem Penangkal Petir Neoflash (Banyak digunakan untuk Gedung tinggi)


Head terminal Penangkal Petir NeoFlash adalah alat penerima sambaran petir yang berbasis
kerja ESE ( Early Streamer Emission Lightning Conductor) atau
istilahlainnyaelektrostatic system, yakni ujung penerima petir dengan sistem kerja
Mengumpulkan dan menyerap energi awan yang mengandung energi statik. Ujung penerima
NeoFlash bekerja dengan mengumpulkan muatan awan (energi statik) yang dihasilkan
proses induksi elektromagnetis dan menghimpunnya . Bila muatan yang disimpan ini
cukup besar kemudian melepasnya di ujung utama , akibat proses ini maka terminal
mengeluarkan lidah api penuntun keudara (disebut streamer).
Setelah streamer tertembak ke udara dengan muatan netral akan memancing
pengarahan sambaran dari petir , pada akhirnya mengarahkan Sambaran di satu titik
dengan meniti jalur streamer kemudian Penangkal Petir Neoflash menerima seluruh
Hantaman energi petir dan menyalurkannya ke tanah melalui kabel penurunan, dengan
demikian maka sistem ini akan menghilangkan kemungkinan kemungkinan sambaran
liar dari akar akar petir.
Penangkal petir neoflash ini Memiliki 4 seri tipe :Head NeoFLASH TZ 03Head
NeoFLASH TZ 04Head NeoFLASH TZ 05Head NeoFLASH TZ 06
dari ke 4 type diatas memiliki spesifikasi yang dibedakan berdasarkan radius
perlindungan area :

H(m) 3 4 5 6 7 8 9 10 20

TZ.03 67 78 87 95 103 110 117 123 174

TZ.04 78 90 100 110 119 127 135 142 204

TZ.05 87 100 112 123 133 142 151 159 225

TZ.06 95 110 123 135 146 156 166 175 247


Ketika awan bermuatan listrik melintas diatas sebuah bangunan yang terpasang penangkal
petir neoFlash ini mengumpulkan dan menyimpan energi listrik awan pada unit
kapasitornya. Setelah energi ini cukup besar maka dilepas dan diperbesar beda
potensialnya pada bagian Ion Generator. Kabel Penghantar harus minimal 50mmGrounding
maksimal 5 Ohm. Dari tabel diatas akan tampak bahwa semakin Tinggi Posisi Terminal Neoflash
dari Tinggi Areal sekitar maka akan menghasilkan Radius yang panjang

Head terminal NeoFLASH sangat cocok untuk Penangkal Petir Gedung bertingkat atau di
install di lokasi yang memiliki areal luas sebab memiliki proteksi petir yang berfariasi dan
cukup luas. semisal Kawasan Pergudangan , Pertambangan , Lapangan Golf etc.
MEKANISME KERJAPelepasan muatan listrik pada unit Ion Generator ini dipicu oleh
sambaran, yakni ketika lidah api menyambar permukaan bumi maka semua muatan listrik
dibagian ion generator dilepaskan keudara melalui penuntun keatas (Stremer Leader) untuk
menyambut sambaran petir yang terjadi kemudian menuntutnya masuk kedalam satu titik
sambar yang terdapat unit neoFlash ini
KERJA SIMULTANPada unit Penangkal Petir NeoFlash secara simultan bekerja
bergantian dari masing-masing unit penerima induksi, jumlahnya tergantung dari tipe dan
modelnya. Bekerjanya secara bergantian dimana bila salah satu bagian unit melepaskan
muatan ke udara / streamer maka ada bagian lain yang dalam proses pengisian muatan
awan. Tentu akurasi dan kemampuan Penangkal Petir Neoflash masih tergantung dari 2 hal
pendukung installasi yaitu :
Bila 2 syarat pendukung ini sudah terpenuhi maka kemampuan Penangkal Petir
Neoflash akan maksimal.
Beberapa keuntungan penangkal petir NeoFlash adalah sbb
Lebih Estetik, di rancang oleh ilmuwan petir Indonesia dan Arsitek dari Jerman
Mempunyai Unit Terminal yang Kokoh, di rancang agar tidak ada rongga yang
menyebabkan masuknya air hujan sebagai penyebab korosi
Bebas Perawatan, tidak ada Power Supply or Solar Cells, No Radio Aktif, discharge
Current 150 kA
Lebih Praktis, di rancang agar mempermudah kita dalam hal instalasi penangkal petir di
lapangan
Bahan Baku Berkualitas, bahan dan material untuk memproduksi penangkal petir
NeoFlash adalah bahan dan material pilihan sesuai standar SNI dan IEC
Lebih Ekonomis, dengan harga yang cukup bersaing bahkan jika di bandingkan dengan
produk lain bisa lebih murah
Di rancang khusus untuk daerah tropis yang cocok untuk di pasang di Indonesia
Lebih terpercaya dan bisa diandalkan
Pada prinsipnya, ada tiga bagian dari penangkal petir, yaitu batang penangkal yang diletakkan di
puncak banguan, kabel konduktor yang menghubungkan batang penangkal dengan permukaan bumi,
serta tempat pembumian sebagai media untuk meredam sengatan petir yang tertanam di bawah
tanah.Berikut adalah jenis-jenis penangkal petir yang banyak digunakan masyarakat saat ini.

Penangkal petir konvensional


Tidak lepas dari sosok Benjamin Franklin, ilmuwan dan politikus terkenal yang menemukan
penangkal petir pertama . Alat penangkal petir menjadi populer, terutama digunakan untuk
dipasang pada gedung-gedung tinggi seperti perkantoran, hotel maupun gedung yang menaungi
perangkat vital. Pada dasarnya penangkal petir bukanlah alat yang rumit dan memiliki
komponen yang komplek. Penangkal petir hanyalah merupakan rangkaian jalur yang memiliki
fungsi sebagai jalan bagi kilatan petir untuk menuju ke arah permukaan bumi, tanpa merusak
benda-benda sekitar yang dilewatinya. Sistem penangkal petir semacam ini dianggap sebagai
penangkal petir konvensional dan dikenal memiliki 3 bagian terutama, yakni batang penangkal
petir, kabel konduktor serta tempat pembumian/grounding

Untuk bagian batang penangkal petir biasanya berupa bahan tembaga yang didirikan tegak
berdiri dengan ujung runcing. Ujung runcing tersebut bukan tanpa sebab dan alasan. Hal ini
karena muatan listrik mempunyai sifat yang mudah berkumpul serta lepas pada ujung logam
yang runcing. Selain itu ujung runcing batang mampu memperlancar proses tarik-menarik
dengan muatan listrik pada awan. Batang ini sering dipasang pada bagian teratas bangunan
gedung. Untuk bagian kedua adalah kabel konduktor. Masih sama yakni dengan bahan tembaga
dan biasanya memiliki diameter jalinan sekitar 1 cm sampai 2 cm, tergantung
kebutuhan.Fungsi kabel konduktor tentu adalah untuk meneruskan aliran muatan listrik yang
masuk ke batang muatan listrik ke tanah. Bagian ini sering terpasang dibagian luar dinding
gedung. Untuk yang ketiga adalah tempat pembumian atau sering disebut dengan istilah
Grounding. Fungsi Grounding adalah "mengubur" muatan listrik dari petir ke tanah. Itulah
mengapa bagian Grounding sering dipasang didalam tanah dengan bahan yang terbuat dari
bahan tembaga berlapis baja.

Penangkal petir Radioaktif


Penangkal petir diatas merupakan yang konvensional. Dan kali ini penangkal petir Radioaktif
menjadi metode yang kurang populer dan bahkan terlarang. Kinerjanya adalah dengan
menggagalkan proses ionisasi menggunakan zat beradiasi karena penelitian terbaru
menyebutkan bahwa muatan listrik pada awan disebabkan oleh proses ionisasi. Bahan zat
beradiasi yang mampu menggagalkan proses ini adalah Radium 226 serta Ameresium 241.
Kedua bahan ini dianggap bisa menghamburkan ion radiasinya serta menetralkan muatan listrik
awan. Metode ini sudah terlarang untuk mengurangi pemakaian zat beradiasi.

Penangkal petir Electrostatic


Penangkal Petir Electrostatic tidak terlarang, tetapi kurang populer digunakan. Prinsip kerjanya
penangkal dianggap meniru sebagian dari metode dan sistem penangkal petir Radioaktif, yaitu
dengan menambah muatan pada bagian ujung finial atau splitzer agar petir selalu menuju ujung
komponen ini untuk disambar. Komponen kondukor dan Gounding tetap dibutuhkan untuk
mengubur muatan listrik.

Penangkal petir EF Lighting Protection System


yang memiliki prinsip menyalurkan arus petir dengan menggunakan terminal receiver serta
kabel penghantar khusus yang mempunyai sifat isolasi tegangan tinggi.

Cara Pasang Penangkal Petir


Secara garis besar, cara pemasangan instalasi penangkal petir/anti petir Viking sebagai berikut :

Pada tahap awal pengerjaan di mulai dengan mengerjakan bagian grounding system
terlebih dahulu, dengan pertimbangan keamanan dan kemudahan. Kemudian
dilakukan pengukuran resistansi/tahanan tanah menggunakan Earth Testermeter,
apabila hasil pengukuran tersebut menunjukan < 5 Ohm maka tahapan kerja
berikutnya dapat dilakukan. Seandainya hasil resistansi/tahanan tanah menunjukan >
5 Ohm maka di lakukan pembuatan atau penambahan grounding lagi di sebelahnya
dan di pararelkan dengan grounding pertama agar resistansi/tahanan tanahnya
menurun sesuai dengan standarnya < 5 Ohm.

Setelah selesai membuat grounding, langkah berikutnya adalah memasang kabel


penyalur (Down Conductor) dari titik grounding sampai keatas bangunan, tentunya
dengan mempertimbangkan jalur kabel yang terdekat dan hindari banyak
belokan/tekukkan 90 derajat sehingga kebutuhan material dan kualitas instalasi dapat
efektif dan efisien. Kabel penyalur petir yang biasa di gunakan antara lain BC (Bare Copper),
NYY atau Coaxial. Untuk tempat - tempat tertentu sebaiknya di beri pipa pelindung
(Conduite) dengan maksud kerapihan dan keamanan.

Bila kabel penyalur petir telah terpasang dengan rapih, maka tahap selanjutnya pemasangan
head terminal petir tentunya harus terhubung dengan kabel penyalur tersebut sampai ke
grounding system.

Standart Tinggi Pemasangan

Terminal Penerima Petir Neoflash haruslah di pasang minimal lebih tinggi sejauh 3 mtr dari
rata rata tinggi bangunan disekitarnya , hal ini sudah menjadi standart dari kerja perangkat
ini.Bila pemasangan bisa lebih tinggi akan lebih baik sebab secara otomatis pengumpulan
energi akan semakin terpusat yang akan menghasilkan radius perlindungan lebih besar.

Standart Kabel Pemasangan

Secara teknis penggunaan besar kawat penghantar 50 mm sudah mencukupi untuk


menghantarkan arus petir , Bila memperbesarnya akan jauh kami sarankan sebagai bentuk
antisipasi overload arus . Untuk daerah terbuka yang kurang pengawasannya atau rawan
pencurian ( tower BTS ) kami menyarankan untuk menggunakan kabel Alumunium sebab
kawat ini tidak laku di pasar loak.

Penggunaan penghantar berisolasi dan isolator berperisai induksi juga bisa dipakai ( NYY ,
Coaxial , HVSC )
Standart Hambatan Grounding
Titik berat pembuatan grounding ada di nilai tahanan sebaran di sebuah lokasi , bila nilai
hambatan grounding di bawah 5 ohm maka nilai ini sudah di anggap baik tapi bila diatasnya
jelek. Material grounding bisa berbahan logam apa saja asal tahan korosi di daerah
tersebut tingkat korosif di sebuah lokasi berbeda beda . Daerah berkadar garam tinggi
memiliki tingkat korosif yang sangat tinggi tetapi daya hantar listriknya sangat bagus.

Penggunaan Pipa Galfanise Hotdif mampu bertahan di kisaran 10 tahun pada lahan payau ,
bila menggunakan bahan dengan standart atas akan lebih baik ( kawat Tembaga , As
Tembaga , Stainles )