Anda di halaman 1dari 4

1.

Judul : Perlindungan peralatan listrik dari sambaran petir oleh arrester 20 kv yang di
parallel dengan kapasitor
Latar Belakang : Listrik merupakan kebutuhan pokok manusia yang tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia, hal ini dapat dilihat dari sector
rumah tangga, insdustri, dan lainnya yang sangat membutuhkan listrik.
Pada proses system tenaga listrik mulai dari pembangkitan, saluran
transmisi, saluran distribusi, hingga sampai ke pelanggan, penyaluran
listrik ini memerlukan perlakuan yang benar.
Petir merupakan salah satu penyebab gangguan dominan pada
system distribusi, terutama pada jaringa overhead line. Menyadari
konsisi tersebut, perlu dirancang system proteksi petir yang handal agar
tidak mengganggu kestabilan listrik di sisi konsumen.
Penelitian yang runut membuktikan bahwa masih kurang
efektifnya kinerja arrester akibat tegangan tinggi. Oleh sebab itu,
diperlukan sebuah penelitian untuk mengetahui karakteristik kinerja
arrester akibat penambahan kapasitor secara parallel. Apakah akan
meningkatkan keefektifannya atau malah sebaliknya.
Rumusan masalah : 1. Karakteristik kinerja arrester setelah dan sebelum dipasangnya
kapasitor
2. Kompatibilitas pemasangan kapasitor secara parallel dengan
arrester.
3. Kehandalan system proteksi setelah pemasangan kapasitor
parallel dengan arrester
Tujuan : manfaat penelitian adalah untuk mengetahui kearakteristik kinerja arrester setelah
pemasangan kapasitor.
1. Mengevaluasi karakteristik kinerja arrester setelah dan seblum pemasangan
kapasitor.
2. Memberikan gambaran, tambahan pengetahuan mengenai karakteristik arrester
dan kapasitor saat dihubungkan parallel.
Kesimpulan :
Dari hasil simulasi ATP Draw dan percobaan laboratorium yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa :
1. Pemasangan arrester parallel dengan kapasitor dapat memotong Amplitudo gelombang
impuls sebesar 92-97 persen dari tegnagan impuls yang ada.
2. Rating yang tertera pada kapasitor yang diuji adalah rating tegangan untuk gelombang
DC bukan gelombang impuls.
3. Semakin besar nilai kapasitans (C) yang diparalel dengan arrester, semakin besar pula
tengan potong yang akan di dapatkan.
4. Perbedaan jenis kapasitor yang di gunakan akan berpengaruh pada waktu pengisian
(charging time)
5. Pemasangan kapasitor menimbulkan riak tegangan pada gelombang output, sehingga
akan mengganggu peralatan yang berfrekuensi tinggi.
6. Kapasitor juga kurang handal jika dipakai dalam waktu yang lama, karena nilai
impedansnya semakin lama semakin naik saat diberikan tegangan impuls terus
menerus.
7. Kapasitor juga menimpulkan spike tegangan sebelum melakukan pemotongan
sehingga sangat berbahaya mengingat ytegangan spike yang ditimbulkan sangat besar
nilainnya.
Saran
Pemasangan kapasitor parallel terhadap arrester memiliki efek tambahan berupa riak
tegangan dan ini memiliki efek negative bagi peralatan yang berfrekuensi tinggi. Oleh
sebab itu diharapkan butuh studi lebih lajut untuk mengkompensasi riak yang
ditimbulkannya.

Oleh : IKHWAN LUTHFI SYAFJON (UGM)

2. Judul : Kinerja Arrester Akibat Induksi Sambaran Petir Pada Jaringan Tegangan Menengah
20 KV
Abstrak : Di masa sekarang kebutuh an energy listrik semakin meningkat sejalan
dengan berkembangnya teknologi. Perkembangan yang pesar ini harus diikuti
dengan perbaikan mutu energy listrik yang dihasilkan, yaitu harus memiliki
kualitas dan keandalan yang tinggi.
Gangguan yang terbesar dalam system tenaga listrik terjadi di daerah
penyaluran ( transmisi dan distribusi), karena hamper sebagian besar sistem
terdiri dari penyaluran dan diantara sekian banyak gangguan yang terjadi, petir
merupakan salah saru penyebabnya, hal ini dikarenakan letak Indonesia pada
daerah katulistiwa dengan iklim tropis dan kelembaban yang tinggi,s ehingga
menyebabkan kerapatan sambaran petir di Indonesia jauh lebih besar
dibandingkan dengan negara lainnya.
Terdapat dua macam sambaran petir, yaitu sambaran petir langsung (direct
stroke) dan sambaran petir tidak langsung ( indirect stroke). Sambaran petir
langsung terjadi apabila petir menyambar langsung kawat fasa atau kawat
pelindungnya. Sedangkan sambaran petir tidak langsung terjadi apabila petir
menyambar objek di dekat saluran. Dalam penelitian ini akan membahasa
gangguan sambaran petir tidak langsung (indirect stroke).
Untuk mengurangi pengaruh buruk dari petir pada saluran biasanya
digunakan kawat tanah dan lighting arrester ( arrester). Salah satu yang akan
dibahas dalam penelitian ini adalah lighting arrester, karena alat ini memiliki
tingkat proteksi yang lebih baik dibandungkan menggunakan kawat tanah.
Untuk membantu dalam menganalisis gangguan induksi sambaran petir pada
saluran distribusi kV serta kinerja arrester dalam mengatasi gangguan, maka
digunakan program EMTP ( Elektromagnetic Transient Program). Sebagai studi
kasus diambil data dari penyulang 1 Gardu Induk Mojosongo Boyolali.
Oleh : UNDIP
3. Judul : Analisa Rating Lighting Arrester Pada Jaringan Transmisi 70kV Tomohon-Teling
Abstrak : Dalam pendistribusian energy listrik, terkadang mengalami gangguan
dalam proses penyalurannya sehingga berpengaruh dengan kontiunuitas
pelayanan distribusi daya listrik ke konsumen, salah satu penyebabnya adalah
gangguan yang disebebakan oleh petir. Petir merupakan suatu peristiwa alam yang
terjadi karena proses pemuatan energy listrik di awan. Karena ada awan
bermuatan negative dan awa lainnya bermuatan positif. Pada tugas akhit ini ,
dibahas tentang analisa proteksi petir pada gardu distribusi 20 kV PT PLN
(persero) Rayon Inderalaya, maka akan di analisa proteksi petir yang digunakan
berdasarkan jarak anatar arrester dan transformator. Dengan jumlah hari guruh
142, dan data-data kontruksi saluran udara, maka didapat lebar baying-bayang
sebesar 50,06208 meter dan luas baying-bnayang 5,006208 km2 per 100 km
saluran, jumlah sambaran ke saluran sebanyak 106,63223 sambaran per 100 km
per tahun, dan besarnya tegangan induksi ke saluran sebesar 225,08706 kV. Jarak
ideal antara arrester dan transformator adalah 2,06573 m, sedangkan yang
terpasang di lapangan adalah 1,5 m. kondisi ini bias dikatakan aman. Pada saat
diaplikasikan dalam diagram tangga, besarnya tegangan yang dirasakan
transformator dibawh nilai BIL tranformator pada pantulan pertama selama 0,005
mikro sekon.
Oleh : Univ. Sriwijaya
4. Judul : Perancangan Arrester tegangan rendah
Latar belakang : Listrik merupakan kebutuhan pokok manusia yang tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia, hal ini dapat dilihat dari sektro rumah tangga, industry,
dans ektor lainnya yang sangat membutuhkan listrik. Pada proses system tenaga lsitrik
mulai dari pembangkiran, saluran transmisi, saluran distribusi, hingga sampai ke
pelanggan, penyaluran listrik ini memerlukan perlakuan yang besar agar system tersebut
tetap terjamin kamanannya.
Petir merupakan salah satu penyebab gangguan dominan pada system distribusi,
terutama pada jaringan overhead line. Menyadari kondisi tersebut, perlu dirancang system
proteksi petir yang handal agar tidakk mengganggu kestabilan dan keamanan listrik di sisi
konsumen.
Penelitian ini dilakukan untuk merancang arrester pada tegangan rendah 400 volt
pada bangunan agar peralatan-peralatan listrik terlindung dari sambaran petir, dan
mengetahui karakteristik kerja arrester pada tegangan rendah.