Anda di halaman 1dari 3

SPO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

BAGI PETUGAS
No. Kode : Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas Jetis
Terbitan :

No. Revisi :
Puskesmas SPO Tgl. Mulai Berlaku :
Jetis Dr. Ira Rachmasari
NIP:
Halaman : 1- 2

1. Pengertian Upaya kesehatan dan keselamatan kerja di ruang laboratorium Puskesmas Jetis

2. Tujuan Menjadi pedoman petugas laboratorium didalam penanganan keselamatan dan


kecelakaan kerja
3. Kebijakan Penanganan keselamatan dan kecelakaan kerja di ruang laboratorium Puskesmas
Jetis

4. Referensi
5. Prosedur Kesehatan Kerja:

1. Setiap orang yang bekerja dilaboratorium dianjurkan melakukan


pemeriksaan kesehatan secara berkala.
2. Setiap orang yang bekerja dilaboratorium dianjurkan melakukan vaksinasi
Hepatitis secara rutin.
3. Setiap orang yang bekerja dilaboratorium berhak mendapat makanan
penambah daya tahan tubuh tambahan untuk menunjang kesehatan
(Perwal No.81 th 2014)

Keselamatan Kerja :

1. Setiap petugas laboratorium hendaknya menyadari bahwa sedang bekerja


dengan bahan-bahan yang berbahaya karena itu harus mengenakan alat
pelindung diri yang lengkap (APD) antara lain yaitu masker/pelindung
wajah, sarung tangan, dan jas laboratorium
2. Hanya orang-orang yang berkepentingan/berwenang memiliki akses ke
laboratorium.
3. dilarang makan,minum,atau merokok di dalam ruangan laboratorium
4. dilarang memakai perhiasan pada tangan selama bekerja dan dilarang
menyentuh wajah dengan tangan atau peralatan laboratorium
5. dilarang menggunakan pipet dengan mulut
6. setelah selesai kerja, bersihkan meja kerja,peralatan dan lantai dengan
disinfektan
7. bersihkan tangan setelah melakukan kegiatan. Setelah menyelesaikan
semua pekerjaan cucilah tangan dengan sabun sampai bersih
8. tanggalkan jas lab sebelum meninggalkan ruangan laboratorium dan cuci
tangan kembali
9. ruangan harus mempunyai ventilasi yang baik. Bila ruang memakai AC,
exhaust fan/respirator harus dipasang.

Pengelolaan Limbah

1. Buang aplikator bambu, lidi lancip bekas pakai , dan kaca sediaan yang
sudah tidak dipakai ke dalam ember yang telah dilapisi kantung plastik dan
diisi disinfektan
2. buka tutup pot dahak bekas , isi dengan desinfektan sama banyak dengan
sisa dahak, tutup kembali lalu masukkan ke dalam ember yang telah
dilapisi kantung plastik yang telah didisi desinfektan untuk dibuang
3. untuk limbah cair ( bekas pewarnaan ) ditampung dulu dalam wadah yang
diberi desinfektan sebelum dibuang
4. semua bahan pakai direndam dalam desinfektan selama minimal 12 jam ,
kemudian bakar di tempat pembakaran khusus atau kubur kantung plastik
dan isinya dalam lubang sedalam minimal 1,5 meter
5. apabila terjadi tumpahan dahak , bersihkan segera dengan desinfektan

Penanganan Kecelakaan pada :

A.KULIT

1.jika terkena luka tusuk segerta bilas dengan air mengalir + 1 menit

2.Bersihkan dan cuci dengan sabun/antisptik

3.Lakukan desinfeksi luka dan daerah sekitar kulit dengan desinfektan berupa
Betadin selama 5 menit atau alkohol 70% selama 3 menit.

4.Jika terkena tumpahan reagen/Sampel segera bilas dengan air mengalir sampai
bersih.

5.Bilas dengan sabun/antiseptik.

B.MATA

1.Jika terkena percikan reagen/sampel segera lakukan irigasi dengan air mengalir +
15 menit.

2.Bilas dengan anti septik

3.Keringkan
C.MULUT

1.Jika tertelan, reagen / sampel segera ludahkan

2.Segera kumur-kumur dengan air bersih + 1 menit.

3.Jika diperlukan bisa kumur-kumur dengan antiseptik.

D.HIDUNG

1.Jika terhisap, reagen/sampel segera hembuskan keluar.

2.Segera bersihkan dengan air mengalir.

3.Jika perlu bilas dengan antiseptik

4.Keringkan

6. Distribusi
7. Dokumen
Terkait