Anda di halaman 1dari 2

Feokromositoma

Feokromositoma terjadi pada kurang dari 1 diantara 1.000 orang. Bisa terjadi pada
pria maupun wanita usia berapapun, tetapi paling sering terjadi pada usia 30-60
tahun. Feokromositoma biasanya berukuran sangat kecil, jarang menyebabkan gejala
akibat penekanan atau penyumbatan dan biasanya tidak dapat diraba oleh dokter.
Tetapi feokromositoma yang kecil bisa menghasilkan sejumlah katekolamin yang bisa
menyebabkan berbagai gejala. Katekolamin terdiri dari hormon adrenalin (epinefrin),
norepinefrin, dopamin dan dopa, yang kesemuanya merangsang tekanan darah tinggi.

Penyebab / Etiologi Feokromositoma


Beberapa penderita memiliki penyakit keturunan yang disebut sindroma endokrin
multipel, yang menyebabkan mereka peka terhadap tumor dari berbagai kelenjar
endokrin (misalnya kelenjar tiroid, paratiroid dan adrenal). Feokromositoma juga
bisa terjadi pada penderita penyakit von Hippel-Lindau, dimana pembuluh darah
tumbuh secara abnormal dan membentuk tumor jinak (hemangioma); dan pada
penderita penyakit von Recklinghausen (neurofibromatosis, pertumbuhan tumor
berdaging pada saraf).
Gejala / Manifestasi Klinis / Terapi Feokromositoma
Gejala yang paling menonjol adalah tekanan darah tinggi, yang bisa sangat berat. Pada
sekitar 50% penderita, tekanan darah tinggi ini bersifat menetap. Pada 50% lainnya,
tekanan darah tinggi dan gejala lainnya hilang-timbul, kadang dipicu oleh penekanan
pada tumor, pemijatan, pengobatan (terutama obat bius dan beta bloker) dan trauma
emosional.
Gejala lainnya adalah:
- jantung berdebar-debar dan berdenyut lebih cepat
- berkeringat berlebihan
- pusing jika berdiri
- pernafasan cepat
- muka kemerahan
- kulit dingin dan lembab
- sakit kepala hebat
- nyeri dada dan perut
- mual
- muntah
- gangguan penglihatan
- jari tangan kesemutan
- sembelit.
DIAGNOSA
Dilakukan pemeriksaan air kemih untuk mengetahui kadar katekolamin tertentu. CT
scan atau MRI bisa membantu menentukan lokasi feokromositoma.
Pengobatan / Penanganan / Penatalaksanaan / Terapi Feokromositoma
Biasanya pengobatan terbaik adalah pengangkatan feokromositoma. Pembedahan
seringkali ditunda sampai pelepasan katekolamin dapat dikendalikan dengan
pemberian obat-obatan, karena kadar katekolamin yang tinggi bisa membahayakan
proses pembedahan. Biasanya fenoksibenzamin dan propanolol diberikan secara
bersamaan; metirosin atau obat lainnya seringkali perlu diberikan untuk
mengendalikan tekanan darah.
Jika feokromositoma merupakan suatu kanker yang belum menyebar, maka untuk
membantu memperlambat pertumbuhannya bisa diberikan kemoterapi berupa
siklofosfamid, vinkristin dan dakarbazin.
Efek bahaya akibat katekolamin yang berlebihan bisa dihambat dengan melanjutkan
pemakaian fenoksibenzamin dan propanolol