Anda di halaman 1dari 12

PAPER ANALISIS STUDI KASUS TENTANG

FENOMENA PENDIDIKAN KEJURUAN

Mata Kuliah : Pendidikan Teknologi Kejuruan


Dosen Pengampu : Prof. Dr. Samsudi
Ari Dwi Nur Indriawan M., M.Pd

Disusun oleh:
Nama : Amirudin
NIM. : 5201414027
Prodi : Pendidikan Teknik Mesin

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang Pemilihan Jurnal
Fenomena pendidikan kejuruan di Indonesia sangat beragam. Salah satunya
adalah tingkat pengangguran lulusan SMK yang tinggi. Usaha pemerintah dalam
mengatasi tingkat pengangguran yang tinggi tersebut adalah meningkatkan jumlah
sekolah kejuruan. Menurut Pambayun dan Wagiran (2014:247) Pendidikan
menengah yang sebelumnya lebih berorientasi pada Sekolah Menengah Atas (SMA)
sekarang mulai diubah ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal ini dibuktikan
dengan upaya pemerintah untuk mengubah perbandingan proporsi jumlah SMA
dengan SMK menjadi 30:70. Sudira (2012:38) menyatakan perubahan proporsi
tersebut memiliki tujuan salah satunya adalah dengan pengembangan SMK,
diharapkan dapat meningkatkan daya saing SDM di Indonesia dan terjadinya
penurunan jumlah pengangguran.
Pambayun dan Wagiran (2014:247) menyatakan bahwa tujuan memperbanyak
SMK untuk mengurangi dan menekan angka pengangguran masih belum sesuai
dengan yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pengangguran lulusan
SMK yang saat ini masih besar jumlahnya. Maka dari itu, dibutuhkan usaha lain
untuk mengurangi tingkat pengangguran. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan
bimbingan kejuruan pada SMK.
Sukardi (2009:101) menyatakan bahwa ada tiga maksud yang tersirat dari
pendidikan kejuruan. Salah satunya adalah memberi layanan bimbingan karir dan
kejuruan. Oleh karena itu dibutuhkan layanan bimbingan kejuruan untuk siswa SMK,
karena SMK merupakan sekolah kejuruan yang bertujuan untuk mendidik siswanya
supaya memiliki skill yang memadai agar kelak setelah siswa lulus, siswa tersebut
dapat siap bekerja di dunia industri dengan keterampilan yang mereka miliki. Terkait
dengan hal tersebut, layanan bimbingan yang harus diberikan oleh guru kepada siswa
adalah bimbingan yang berhubungan dengan pekerjaan atau karir yang lazim disebut
bimbingan kejuruan.
Berdasarkan permasalahan dan kutipan diatas, maka saya tertarik untuk
menganalisis jurnal yang berhubungan dengan layanan bimbingan kejuruan untuk
siswa SMK. Karena dengan adanya bimbingan kejuruan tersebut angka
pengangguran tingkat SMK diharapkan dapat berkurang. Saya memilih jurnal
dengan topik impleentasi bimbingan kejuruan di salah satu SMK.
2. Nama Jurnal
Nama Jurnal yang saya analisis adalah Jurnal Penelitian dan Evaluasi
Pendidikan Vol. 12, No. 1, Tahun 2009 dengan judul artikel adalah Implementasi
Bimbingan Kejuruan di Jurusan Mesin SMKN 2 Wonosari.

B. Resume Jurnal
1. Nama Peneliti
Nama peneliti yang melaksanakan penelitian tersebut adalah Th. Sukardi, dosen
Fakultas Teknik UNY.
2. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di bengkel kerja praktik jurusan teknik mesin SMKN 2
Wonosari, selama 4 bulan mulai April sampai dengan Juli 2008. Populasi dalam
penelitian ini adalah siswa jurusan mesin SMKN 2 Wonosari, dengan sampel siswa
kelas 2 yang berjumlah 108 siswa, yang dipilih dengan teknik stratified sampling,
dan dibantu 8 orang pelaksana pembelajaran (6 guru, 1 kepala bengkel, 1 kepala
bidang).
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan bentuk bimbingan kejuruan yang
tepat, mengetahui dampak bimbingan kejuruan tersebut terhadap prestasi
pembelajaran produktif, dan mengetahui kendala dan pemecahan atau solusinya di
Jurusan Teknik Mesin SMKN 2 Wonosari.
4. Metode Penelitian
Jenis penelitian tersebut adalah expost facto dengan metode diskriptif kualitatif
dan korelasional. Data pemahaman bimbingan kejuruan dari siswa dikumpulkan
dengan menggunakan metode angket (reliabilitas diestimasi dengan Cronbachs
Alpha sebesar 0,750), data prestasi kerja praktik dikumpulkan dengan dokumentasi
guru praktik, dan data yang lain dikumpulkan dengan teknik wawancara pada subjek
yang berkompeten pada bidangnya (dalam hal ini 6 orang guru, 1 kepala bengkel, 1
kepala bidang. Observasi lapangan dilakukan untuk melihat langsung proses
pembelajaran produktif. Data dari angket dan data prestasi hasil kerja praktik siswa
(untuk mengetahui dampaknya) dianalisis dengan teknik korelasional, sedangkan
data hasil wawancara dan observasi di lapangan dianalisis dengan teknik deskriptif
kulitatif.
Mulai

Identifikasi materi bimbingan kejuruan


melalui berbagai kajian kepustakaan,
jurnal-jurnal yang relevan, dan sumber
lain yang sesuai.

Menyeting materi dengan memilih dan


memilah materi bimbingan kejuruan
yang akan digunakan sesuai dengan
waktu dan topik yang dipilih.

Menyeting materi dengan memilih dan


memilah materi bimbingan kejuruan
yang akan digunakan sesuai dengan
waktu dan topik yang dipilih.

Implementasi bimbingan kejuruan


dengan seting pemberian materi pada
awal dan akhir pertemuan dengan
durasi waktu total 20 menit.

Evaluasi, revisi dan pembenahan jika


ada ketidakcocokan pada
implementasi bimbingan kejuruan.

Penjajagan pemahaman bimbingan


kejuruan.

Melakukan analisis data.

Selesai

Gambar. Tahapan-tahapan Penelitian


5. Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bimbingan kejuruan
dilaksanakan secara klasikal, selama 10 menit diawal dan 10 menit diakhir
pembelajaran praktik. Tingkat pemahaman siswa tentang bimbingan kejuruan sangat
memuaskan dan kinerja, mental, disiplin dan sosialisasi kerja terbentuk dengan baik.
Ada hubungan positip antara prestasi praktik dengan bimbingan kejuruan. Kendala
yang dihadapi adalah siswa masih canggung dan kurangnya komitmen, kompetensi,
dan pengalaman guru.

C. Analisis Jurnal
1. Analisa Penelitian
a. Populasi
Menurut Sudjana (1996:6) populasi adalah semua anggota kumpulan yang
lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. Populasi dalam penelitian
oleh Sukardi tersebut adalah seluruh siswa jurusan teknik mesin SMKN 2
Wonosari. Jadi pengambilan populasi dalam penelitian tersebut sudah tepat karena
populasi merupakan seluruh anggota yang terlibat yaitu seluruh siswa jurusan
teknik mesin SMKN 2 Wonosari. Lain halnya dengan sampel, jika sampel dapat
dipilih kelas 1, 2, dan 3 dari seluruh siswa jurusan tersebut.
b. Instrumen
Menurut Suharsimi Arikunto (2000:134) instrumen pengumpulan data adalah
alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya
mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah
olehnya. Jenis-jenis instrumen yaitu kuesioner, observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Pada penelitian tersebut peneliti menggunakan keempat jenis
instrumen tersebut.
Jenis intrumen yang digunakan oleh peneliti sudah tepat, yaitu instrumen
angket atau kuesioner digunakan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap
bimbingan kejuruan, instrumen dokumentasi digunakan untuk mengukur prestasi
kerja praktik, instrumen wawancara digunakan untuk mewawancarai subjek yang
berkompeten pada bidangnya, dan instrumen observasi digunakan untuk melihat
langsung proses pembelajaran produktif.
c. Hasil Penelitian
Hasil penelitian sudah baik, sudah sesuai dengan tujuan penelitian yang
hendak dicapai. Pembahasan dari hasil tersebut sudah detail/rinci sehingga tidak
menimbulkan salah penafsiran oleh pembaca namun analisis datanya yang kurang
detail. Sebaiknya analisis data hasil penelitian dibuat lebih detail lagi.
2. Critical Appraisal For Quantitative Research
a. Judul dan Abstrak
Judul penelitian sudah sesuai dengan kriteria, karena judul yang baik
menggunakan kata kurang dari 20 kata. Judul diatas terdiri dari 9 kata. Jadi judul
tidak perlu direvisi karena sudah baik dan sesuai ketentuan.
Sukardi (2003:72) menyatakan bahwa abstrak penelitian umumnya terdiri
dari 75-300 kata. Abstrak penelitian ini terdiri dari 170 kata. Jadi sudah sesuai
dengan kriteria atau ketentuan abstrak. Menurut Sukardi (2003:73) abstrak
menyangkut uraian tentang tujuan penelitian, metode dan hasil yang diperoleh
dari penelitian tersebut. Pada abstrak tersebut penulis sudah menjabarkan tujuan
penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian secara jelas. Jadi abstrak
tersebut sudah baik dan sesuai dengan kriteria abstrak.
b. Justifikasi
Artikel yang baik adalah penulisan kutipan dan daftar pustaka yang sesuai
dan koheren. Pada artikel tersebut tidak semua kutipan dicantumkan pada daftar
pustaka. Sebaiknya penulis/peneliti melengkapi daftar pustaka sesuai dengan
kutipan-kutipannya. Contohnya, penulis mengutip dari internet dengan laman web
(http://www.pagesyourfavorite.com/ppsupi/disertasi 2004.html.08-2006) namun
laman tersebut tidak dicantumkan dalam daftar pustaka. Laman
(http:/nces.ed.gov/pubs92/92669.pdf.08-2006) dan kutipan (Permen 22, Tahun
2006) juga tidak ditulis dalam daftar pustaka. Sebaiknya penulis/peneliti lebih
teliti dalam penulisan kutipan dan daftar pustaka agar karyanya lebih baik.
Penulisan daftar pustaka yang digunakan di Indonesia pada umumnya adalah
dengan menggunakan metode Hardvard. Dalam penulisan artikel hasil penelitian
tersebut penulis/peneliti telah menggunakan metode tersebut.
Kesimpulan yang baik adalah yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Kesimpulan harus memuat seluruh tujuan yang akan dicapai pada penelitian dan
menjawab semua tujuan tersebut. Apabila tujuan penelitian ada 5, maka
kesimpulan juga harus ada 5. Pada penelitian tersebut terdapat 3 tujuan penelitian,
maka kesimpulan juga harus ada 3. Kesimpulan yang ditulis oleh peneliti sudah
sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Tujuan penelitian sudah ada 3 dan telah
menjawab tujuan penelitian.
Pada paragraf pertama bagian pendahuluan, telah disebutkan kepanjangan
dari SMK maka pada paragraf selanjutnya tidak perlu disebutkan lagi kepanjangan
dari SMK. Pada paragraf kedua penulis/peneliti masih menyebutkan kepanjangan
dari SMK.
c. Metode dan Desain
Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian tersebut ialah metode
diskriptif kualitatif dan korelasional. Sukardi (2003:75) menyatakan bahwa
penggunaan media pengumpulan data dapat dipilih satu macam, atau gabungan
antara dua media tersebut, tergantung macam data yang diharaplan oleh para
peneliti. Pada penelitian tersebut peneliti menggunakan banyak media
pengumpulan data yaitu kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data
dari angket dan data prestasi hasil kerja praktik siswa (untuk mengetahui
dampaknya) dianalisis dengan teknik korelasional, sedangkan data hasil
wawancara dan observasi di lapangan dianalisis dengan teknik deskriptif kulitatif.
Jadi, peneliti dalam hal ini mengkombinasikan atau menggabungkan antara media
pengumpulan data dengan angket dan dokumentasi dengan menggunakan teknik
korelasional serta media wawancara dan observasi dengan menggunakan teknik
deskriptif kulitatif. Jadi diperbolehkan untuk penggabungan dua media
pengumpulan data tersebut sesuai dengan pendapat dari Sukardi dalam bukunya
tersebut diatas.
d. Sampling
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis teknik
stratified sampling. Menurut Narbuko dan Achmadi (2007:115) teknik stratified
sampling adalah salah satu jenis teknik sampling yang biasa digunakan apabila
populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat.
Bertingkat-tingkat maksudnya adalah ada tingkatan kelas 1, 2, dan 3. Peneliti
memilih kelas 2 Jurusan Teknik Mesin SMKN 2 Wonosari yang berjumlah 108
siswa. Menurut saya teknik sampling yang digunakan oleh peneliti sudah tepat
karena sudah sesuai dengan konsep dari teknik stratified sampling.
e. Pengumpulan Data
Banyak metode pengumpulan data dalam penelitian. Metode pengumpulan
data umumnya menggunakan instrumen. Menurut Sukardi (2003:75) ada empat
instrumen penelitian atau media pengumpul data yaitu kuesioner, observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan keempat
instrumen tersebut. Peneliti sudah tepat dalam memilih instrumen sesuai dengan
fungsi dari masing-masing instrumen tersebut. Instrumen kuesioner digunakan
untuk mengukur pemahaman siswa tentang pentingnya bimbingan kejuruan,
kemudian instrumen observasi digunakan untuk melihat secara langsung proses
pembelajaran produktif, instrumen wawancara digunakan untuk mewawancarai
subjek yang berkompeten pada bidangnya (dalam hal ini 6 orang guru, 1 kepala
bengkel, 1 kepala bidang), dan instrumen dokumentasi digunakan untuk
mengukur prestasi kerja praktik. Jadi penggunaan instrumen sudah tepat sesuai
kegunaannya.
f. Pertimbangan Etik
Menurut Shamoo dan Resnik (2003) etika penelitian meliputi kejujuran,
obyektivitas, integritas, ketelitian, keterbukaan, penghargaan terhadap Hak Atas
Kekayaan Intelektual (HAKI), penghargaan terhadap kerahasiaan (responden),
publikasi yang terpercaya, pembinaan yang konstruktif, penghargaan terhadap
kolega/rekan kerja, tanggung jawab sosial, tidak melakukan diskriminasi,
kompetensi, legalitas, rancang pengujian dengan hewan percobaan dengan baik,
dan mengutamakan keselamatan manusia.
Pada penelitian tersebut peneliti sudah memperhatikan etika dalam penelitian
yaitu penulisan artikel tersebut telah mencantumkan berbagai literatur atau
sumber dan ada kutipannya. Jadi, penulis memperhatikan HAKI. Selain itu,
peneliti sudah memperhatikan etika penelitian kepada lembaga pendidikan yang
dijadikan sebagai objek peneliti yaitu SMKN 2 Wonosari. Penulis telah
mendapatkan izin untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut. Jadi dapat
disimpulkan peneliti sudah memperhatikan pertimbangan etik penelitian.
g. Analisa Data dan Hasil
Hasil analisis data pada penelitian didapatkan bahwa dampak implementasi
bimbingan kejuruan pada prestasi pembelajaran produktif cukup positif. Namun,
analisa data tersebut tidak dijelaskan secara detail/rinci hanya langsung hasil akhir
saja tidak dusertai dengan perhitungan dan tidak disajikan dalam bentuk tabel
maupun grafik. Hasil analisis data yang baik seharusnya disajikan ke dalam
bentuk tabel maupun grafik agar pembaca lebih tertarik dan jelas untuk membaca
hasil penelitian.
Contohnya, dalam hasil penelitian disebutkan bahwa hasil penjaringan
penguasaan teori bimbingan kejuruan, yaitu kelas 3MA didapat skor rata-rata
76,86; kelas 3MB skor rata-rata 83,09; dan kelas 3MC mendapat skor 83,71. Data
tersebut tidak jelas didapatkan dari mana karena perhitungan datanya tidak
dicantumkan.
Dalam hasil penelitian disebutkan bahwa nilai praktik yang dicapai siswa
dengan adanya bimbingan kejuruan cukup memuaskan, hal ini didukung oleh
hasil korelasi antara nilai praktik dengan bimbingan kejuruan yaitu untuk kelas
3MA rxy 0,862; kelas 3MB rxy 0,862; dan untuk kelas 3MC rxy 0,951. Sebaiknya
peritungan data tersebut harus dicantumkan secara detail agar tidak terjadi salah
tafsir oleh pembaca.
h. Hasil dan Keterbatasan Penelitian
Hasil penelitian sudah sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh
peneliti. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu hanya meneliti tentang bentuk
implementasi bimbingan kejuruan yang tepat, dampak yang ditimbulkan akibat
dari implementasi bimbingan kejuruan khususnya pada prestasi pembelajaran
produktif siswa, dan kendala-kendala yang dihadapi pada implementasi materi
bimbingan kejuruan pada siswa jurusan teknik mesin SMKN 2 Wonosari.
i. Hubungan Hasil Penelitian dengan Kondisi Riil di Lapangan
Jelas terdapat hubungan yang positif antara hasil penelitian tersebut dengan
kondisi riil di lapangan. Dengan adanya layanan bimbingan kejuruan dapat
meningkatkan prestasi belajar praktik siswa SMKN 2 Wonosari, dan jika layanan
bimbingan kejuruan dapat diterapkan di semua sekolah kejuruan terutama SMK
sederajat maka dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam praktik, karena
dengan layanan bimbingan kejuruan tersebut akan membuat siswa termotivasi
untuk giat belajar dan membuat siswa lebih disiplin dalam melakukan praktik
serta membentuk sikap kerja yang baik sehingga hasil kerja praktik akan
meningkat dan memuaskan.
3. Kelebihan Jurnal
a. Dalam abstrak telah dijelaskan tujuan penelitian, metode yang digunakan,
dan hasil penelitian. Karena saya pernah menjumpai terdapat abstrak yang
salah satu dari ketiga komponen tersebut tidak ditulis dalam abstrak.
b. Literatur atau sumber sudah sesuai atau berhubungan dengan topik
penelitian.
c. Penulisan sudah rapi, rata kanan kiri dan margin sudah rapi.
d. Hasil penelitian dan kesimpulan yang diambil sesuai dengan tujuan
penelitian yang hendak dicapai oleh peneliti.
e. Penulisan abstrak sudah menggunakan dua bahasa yaitu bahasa indonesia
dan bahasa inggris.
4. Kekurangan Jurnal
a. Tidak semua kutipan dicantumkan dalam daftar pustaka, padahal artikel
jurnal yang baik adalah kesesuaian dan kelengkapan antara kutipan dengan
daftar pustaka.
b. Pengujian validitas instrumen dan reabilitas instrumen tidak dijelaskan secara
detail pada artikel jurnal tersebut. Sebaiknya dicantumkan uji validitas dan
reabilitas karena kedua pengujian tersebut sangat penting karena melalui uji
tersebut dapat diketahu layak atau tidaknya instrumen yang dibuat oleh
peneliti.
c. Tidak dijelaskan saran untuk penelitian ke depannya. Mungkin
penulis/peneliti dapat menambahkan saran untuk peneliti berikutnya yang
ingin mengembangkan penelitian tersebut.
d. Hasil analisis data tidak disajikan dalam bentuk tabel maupun grafik.
e. Hasil analisis data kurang jelas karena tidak dicantumkan perhitungannya.
D. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis studi pada artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa
artikel tersebut sudah cukup baik, terdapat kekonsistenan antara judul penelitian
dengan isi. Tujuan yang akan dicapai sudah jelas dan kesimpulan yang diambil sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai pada penelitian tersebut. Hasil penelitian dan
pembahasan telah dijabarkan dan dijelaskan secara rinci dan sesuai dengan tujuan
penelitian. Teknik sampling yang dipilih sudah sesuai dengan kondisi populasi di
SMKN 2 Wonosari. Metode penelitian sudah tepat yaitu metode diskriptif kualitatif
dan korelasional. Jenis intrumen yang digunakan oleh peneliti sudah tepat, yaitu
instrumen angket atau kuesioner digunakan untuk mengukur pemahaman siswa
terhadap bimbingan kejuruan, instrumen dokumentasi digunakan untuk mengukur
prestasi kerja praktik, instrumen wawancara digunakan untuk mewawancarai subjek
yang berkompeten pada bidangnya, dan instrumen observasi digunakan untuk
melihat langsung proses pembelajaran produktif.
2. Saran
Saran saya tujukan kepada peneliti bahwa peneliti sebaiknya mencantumkan dan
menjelaskan uji validitas instrumen dan uji reliabilitas instrumen, karena dengan
pengujian tersebut dapat diketahui dan diukur instrumen yang digunakan oleh
peneliti sudah valid atau belum, dan layak digunakan atau tidak.
Sebaiknya hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel maupun grafik, peneliti
harus menampilkan hasil analisis data ke dalam bentuk tabel maupun grafik agar
lebih jelas. Sebaiknya hasil analisi data juga dijelaskan secara detail bagaimana
perhitungannya.

Kepada peneliti agar mencantumkan atau menuliskan saran ke dalam artikelnya.


Saran dapat ditujukan kepada lembaga, siswa, dan guru. Saran juga dapat ditujukan
kepada peneliti berikutnya yang ingin mengembangkan penelitian tersebut agar ilmu
dan wawasan dapat berkembang.
DAFTAR PUSTAKA

Narbuko, C. dan Abu Achmadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Pambayun, N. dan Wagiran. 2014. Kinerja Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri Bidang
Keahlian Teknologi dan Rekayasa di Kabupaten Sleman. Jurnal Pendidikan Vokasi.
Vol. 4, No. 2, hal. 246-261.

Shamoo A, dan Resnik D. 2003. Responsible Conduct of Research. New York: Oxford
University Press.
Sudira, P. 2012. Filosofi dan Teori Pendidikan Vokasi dan Kejuruan. Yogyakarta: UNY
Press.

Sudjana. 1996. Metoda Statistika. Bandung: PT Tarsito.

Suharsimi Arikunto. 2000. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Sukardi, Th. 2009. Implementasi Bimbingan Kejuruan di Jurusan Mesin SMKN 2 Wonosari.
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan .Vol. 12, No. 1, hal. 97-110.