Anda di halaman 1dari 9

2017

PRA RENCANA KESELAMATAN


DAN KESEHATAN KERJA
KONTRAK (PRA RK3K)
PRA RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN
LOGO PERUSAHAAN KERJA KONTRAK (PRA RK3K)

KEBIJAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Kami Berkomitmen Untuk :


(We are committed to :)
1. Menjamin Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tenaga Kerja dan orang lain (kontraktor, pemasok,
pengunjung dan tamu) di tempat kerja.
(Ensure Safety and Health of all employees including contractors, visitors, suppliers on workplace)
2. Memenuhi semua peraturan perundang-undangan pemerintah yang berlaku dan persyaratan
lainnya yang berkaitan dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja.
(Complu with Government Legislation and Regulation related to Occupational Safety and Health
(OSH) issues)
3. Melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap Sistem Manajemen dan Kinerja K3 guna
meningkatkan Budaya K3 yang baik di tempat kerja.
(Make continual improvement in ISH Management and Performance to Improve OSH Awareness on
workplace)

Untuk Mencapainya, kami akan :


(To achive our committments, We Shall:)
1. Membangun dan memelihara Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
berkelanjutan serta sumber daya yang relevan.
(Establish and maintain continual Occupational Safety and Health Management System (OSHMS)
including the relevant resources)
2. Membangun tempat kerja dan pekerjaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan
persyaratan lainnya terkait K3.
(Design workplace and the job comply with government legal, regulation and other requirements
related to OSH)
3. Memberikan pendidikan ataupun pelatihan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada
tenaga kerja untuk meningkatkan kinerja K3 Perusahaan.
(Provide OSH training and education and awareness to all employees to improve companys OSH)

Pontianak, 18 Mei 2017


PT. ---------------------------------

----------------------------
Direktur Utama
PERENCANAAN K3

1). Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko K3 dan Biaya K3

PERALATAN TENAGA PENILAIAN RESIKO


N IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA PENANGGUNG
URAIAN PEKERJAAN KERJA KERJA PENGENDALIAN RESIKO
O & RISIKO K3 JAWAB

PELUANG AKIBAT RESIKO


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Mobilisasi dan Demobilisasi 1. Concrete Mixer 1. Pekerja 1. Kecelakaan pada saat Jarang Cidera Sedang - Bekerjasama dengan Pihak Berwajib untuk Project Manager
mobilisasi dan demobilisasi Ringan pengamanan jalan raya.
(Transportasi dan Ekspedisi 2. Dump Truck 3,5 2. Tukang
Biofilter) Ton 2. Terjatuh Sampai
3. Kepala Berat
3. Pick Up Tukang 3. Tertusuk
4. Waterpass 4. Mandor 4. Terluka
5. Peralatan
Tukang
2 - Pekerjaan Pembuatan Bak 1. Concrete Mixer 1. Pekerja 1. Terjatuh Jarang Cidera Sedang - Pelaksanaan pengukuran dan pematokan harus Petugas K3 dan
dan Kolam Ringan dilakukan oleh pekerja yang terampil serta Seluruh pekerja
2. Pompa Air 2. Tukang 2. Tertusuk berpengalaman dibidangnya,
Pekerjaan terdiri dari : Sampai
3. Peralatan 3. Kepala Berat - Pekerja harus memakai pakaian dan perlengkapan
1. Pekerjaan tanah (galian Tukang Tukang kerja yang sesuai (sarung tangan, sepatu boot dan
dan urugan) 4. Mandor helm) serta memenuhi syarat,
2. Pekerjaan bekisting - Memasang rambu-rambu pada lokasi pekerjaan untuk
melindungi personel yang bekerja dari kendaraan
3. Pekerjaan pembesian yang melintasi proyek dan menempatkan petugas
4. Pekerjaan pembetonan bendera di semua tempat kegiatan pelaksanaan
5. Pekerjaan Bata / - Pekerja harus memakai pakaian dan perlengkapan
Dinding kerja yang sesuai dan memenuhi syarat,
- Menutup material dengan plastik sehingga debu tidak
6. Pekerjaan Plesteran
beterbangan,
- Mengecek alat concrete mixer sebelum digunakan
termasuk penguat-penguatnya, dijalankan oleh orang
yang ahli dibidangnya,
- Memasang rambu-rambu pada lokasi pekerjaan untuk
melindungi personel yang bekerja dari kendaraan
yang melintasi proyek dan menempatkan petugas
bendera disemua tempat kegiatan pelaksanaan
- Pemasangan bekisting harus dilakukan oleh pekerja
terampil yang telah berpengalaman dibidangnya,
pemasangan bekisting di daerah galian harus
memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut ini :
Memakai pakaian dan perlengkapan kerja terutama
helm yang sesuai dengan standar,
Dinding galian harus diberi penahan dinding
secukupnya,
Pada daerah pemasangan bekisting harus diberi
penerangan secukupnya,
Dilarang menyimpan/menempatkan tanah galian
dipinggir pembuatan bekisting, tanah galian harus
dibuang pada tempat yang aman yang telah
ditentukan,
Disediakan jalan keluar untuk menyelamatkan diri
bila terjadi bahaya,
Dipasang tangga yang sesuai dan memenuhi syarat
dari segi kekuatanya,

- Dilarang menempatkan atau menggerakkan beban


mesin atau peralatan lainnya dekat pemasangan
bekisting/disisi galian yang dapat menyebabkan
runtuhnya sisi galian dan membahayakan setiap
orang di dalamnya,
- Paku-paku yang menonjol keluar perlu dibenamkan
atau dibengkokan
- Pelaksanaan penulangan harus dilakukan oleh pekerja
yang terampil dan berpengalaman dibidangnya,
dilengkapi dengan helm, sarung tangan, sepatu boot
yang sesuai dan memenuhi syarat serta
memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut :
Sisa-sisa besi/kawat baja di tempatkan sedemikian
rupa sehi nggati dak menimbulkan bahaya,
Besi tulangan yang menjorok ke luar dari lantai atau
dinding harus diberi pelindung,
Bila melakukan penyambungan besi tulangan maka
ujungnya menjorok ke luar tidak boleh menimbulkan
bahaya,
Besi tulangan tidak boleh disimpan pada perancah
atau papan acuan yang dapat membahayakan
kestabilannya,

- Untuk pemasangan tulangan dibawah permukaan


tanah/didaerah galian harus diperhatikan ketentuan-
ketentuan berikut ini :

Memakai pakaian dan perlengkapan kerja terutama


helm yang sesuai dengan standar,
Dinding galian harus diberi penahan dinding
secukupnya,
Pada daerah pemasangan bekisting harus diberi
penerangan secukupnya,
Dilarang menyimpan /menempatkan tanah galian
dipinggir pembuatan bekisting, tanah galian harus
dibuang pada tempat yang aman yang telah
ditentukan,
Disediakan jalan keluar untuk menyelamatkan diri
bila terjadi bahaya,
Dipasang tangga yang sesuai dan memenuhi syarat
dari segi kekuatanya.

- Pelaksanaan pengecoran harus dilakukan oleh tenaga


terampil yang berpengalaman dan dalam
melaksanakan pekerjaan, harus memakai pakaian dan
perlengkapan kerja sesuai dengan standar,
- Semua gigi, rantai-rantai dan roda pemutar dari
pengaduk beton harus dilindungi sedemikian
sehingga aman,
- Penyangga pengaduk beton harus dilindungi oleh
pagar pengaman untuk mencegah para pekerja lewat
di bawahnya ketika alat yang bersangkutan sedang
diangkat,
- Operator mixer beton tidak diperkenankan
menurunkan penyangga sebelum semua pekerja
berada di tempat yang aman,
- Pada waktu membersihkan tabung pengaduk,
tindakan-tindakan pengamanan harus diambil untuk
melindungi para pekerja di dalamnya, misalnya
dengan mengunci tombol dalam posisi terbuka
melepaskan sikring-sikring atau dengan cara
mematikan sumber tenaga,
- Ketika beton sedang dituang dari bak muatan, pekerja
harus berada pada jarak yang aman terhadap setiap
percikan beton,
- Bahan-bahan kering dari beton harus dicampur pada
ruang yang tertutup :

Debu harus tersalur/terbuang ke luar,


Bila debu tidak dapat terbuang, maka para pekerja
harus menggunakan alat pernapasan,

- Selama pengecoran papan acuan dan penumpunya


harus dicegah terhadap kerusakan,
- Pengoperasian alat pengaduk, penggetar dan ember
air harus dilakukan oleh orang yang ahli dan
berpengalaman dan harus selalu dijaga agar tidak ada
orang luar maupun pekerja lain yang tidak
berkepentingan berada di tempat pengecoran beton,
- Membatasi daerah pekerjaan pengecoran dengan
pagar atau rambu yang informatif,
- Menyiapkan penerangan apabila harus bekerja pada
malam hari,

3 - Pekerjaan Pemasangan 1. Peralatan 1. Pekerja 1. Tertimpa Bahan Bangunan Jarang Cidera Ringan - Harus menggunakan perlengkapan kerja yang standar Petugas K3 dan
Tangki Biofilter Penunjang Ringan - Pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan Seluruh pekerja
2. Tukang 2. Terjatuh meteran yang sesuai dengan standar
Pasangan Batu dengan Mortat 3. Kepala 3. Terluka - Alat dan cara menggunakan harus benar sesuai
Tukang dengan standar
4. Mandor - Metode pelaksanaan harus sesuai dengan persyaratan
- Pekerjaan sesuai SOP
4 - Pekerjaan Mekanikal 1. Peralatan 1. Pekerja 1. Terjatuh Jarang Cidera Sedang - Harus menggunakan perlengkapan kerja yang Petugas K3 dan
Elektrikal Tukang Ringan standar, Seluruh pekerja
2. Tukang 2. Tersengat Listrik - Alat dan cara menggunakan harus benar dan sesuai
2. Peralatan Listrik Sampai
3. Kepala Berat dengan standar,
Tukang
4. Mandor - Saat Pemasangan Alat listrik, maka :
Dihubungkan ke tanah (earthed),
Bagian-bagian yang penting harus cukup diberi isolasi,
Arus listrik harus dimatikan bila sedang tidak
digunakan,

5. Pekerjaan Atap 1. Peralatan 1. Pekerja 1. Terjatuh Jarang Cidera Sedang - Harus menggunakan perlengkapan kerja yang Petugas K3 dan
Tukang Ringan standar, Seluruh pekerja
2. Tukang 2. Tertimpa bahan atap - Alat dan cara menggunakan harus benar dan sesuai
Sampai
3. Mandor Berat dengan standar,

- Saat Pemasangan Atap, maka :


Penggunaan APD bagi pekerja di bawah atap
Tempat pijakan tukang harus kuat
b. PEMENUHAN UNDANG-UNDANG DAN PERSYARATAN LAINNYA

Daftar perundang-undangan dan persyaratan K3 yang diwajibkan dipunyai dan dipenuhi dalam
melaksanakan pekerjaan ini adalah :
- UUD 1945
- UU No. 1/1970 Keselamatan Kerja
- UU No.13/2003 Ketenaga Kerjaan
- Permenaker No.1/1980 Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada kegiatan Konstruksi
- Keputusan Bersama Menaker-MenPU No. 174/MEN/1986 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
pada kegiatan Konstruksi
- Permenaker No. 5/1996 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
- Permen PU No. 09/2008 Pedoman Sistem Manajemen K3 Konstruksi
- UU No. 14/1969 Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja
- UU No. 23/1992 Tentang Kesehatan
- UU No. 3/1992 Tentang Jaminan Sosisal Tenaga Kerja
- UU No. 18/1999 Tentang Jasa Konstruksi
- UU No. 28/2002 Tengang Bangunan Gedung
- UU No. 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan

c. SASARAN K3
- Kecelakaan Kerja = 0, baik dikantor maupun di proyek
- Compile perundangan = 75%
- Mengembangkan Sistem Manajemen K3 berdasarkan OHSAS 18001:2007 dan meraih
Sertifikat OHSAS 18001:2007

d. PROGRAM K3
- Menetapkan Rencana Program K3 untuk mencapai tujuan dan sasaran K3 yang menjelaskan
sistem pertanggung jawabannya
- Peninjauan secara berkala dan dikembangkan secara berkesinambungan yang berkaitan
dengan kegiatan, produk, jasa dan kondisi operasional perusahaan
- Penyiapan sumber daya yang ditunjuk untuk mendokumentasikan, dan
mengkomunikasikan struktur dan penanggung jawaban K3 serta wewenang untuk
bertindak.
- Menetapkan prosedur untuk identifikasi penyediaan sumber daya lainnya termasuk
pendanaan dan teknologi yang sesuai kebutuhan operasi
- Melakukan konsultasi dan melibatkan tenaga kerja dalam penerapan, pengembangan dan
pemeliharaan SMK3
- Mendokumentasikan setiap kegiatan SMK3
- Membuat prosedur pengendalian semua dokumen dan data SMK3 dalam bentuk tertulis
maupun data elektronik
- engidentifikasi bahaya serta resiko dari setiap proses kerja untuk kemudian dilakukan dan
ditetapkan prioritas tindakan pengendalian yang akan diambil.
- Menetapkan prosedur untuk menghadapi keadaan darurat atau bencana yang teridentifikasi
(Tanggap Darurat)
- Menetapkan prosedur untuk inspeksi, pengujian, pemantauan dan pengukuran yang
berkaitan dengan tujuan dan sasaran K3 secara teratur.
- Menetapkan prosedur untuk mengevaluasi penerapan SMK3 terhadap kebutuhan peraturan
perundang-undangan secara berkala.
- Semua hasil temuan dri pelaksanaan dan pemantauan, audit dan tinjauan ulang SMK3
didokumentasikan dan digunakan untuk identifikasi tindakan perbaikan dan pencegahan.
- Untuk menunjukkan kesesuaian penerapan SMK3, perusahaan melakukan pencatatan
informasi K3 yang telah dilaksanakan.
- Menetapkan prosedur audit internal SMK3 yang dilaksanakan secara sistematik, independen
dan berkala untuk mengetahui keefektifan penerapan SMK3
- Melaksanakan tinjauan ulang SMK3 secara berkala untuk menjamin kesesuaian dan
keefektifan yang berkesinambungan dalam pencapaian kebijakan dan tujuan K3

e. ORGANISASI K3
STRUKTUR ORGANISASI K3 DAN TANGGUNG JAWAB

Struktur Organisasi K3 (Panitia Pembina K3)


Pihak perusahaan juga telah membentuk organisasi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan
Kerja atau P2K3 sebagai wadah kerja sama antara pengurus dengan tenaga kerja mengenai
masalah-masalah K3 di tempat kerja.

METODE KERJA
1. Prosedur
a. Rencana K3
b. Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko, dan Penetapan pengendalian
c. Pengelolaan Peraturan Perundangan K3 dan Persyaratan Lainnya
d. Komunikasi
e. Konsultasi K3
f. Ijin Kerja
g. Pengangkatan dan Pengangkutan secara manual dan Mekanis
h. Penanganan Material B3
i. Alat Pelindung diri
j. Kesiagaan dan Tanggap Darurat
k. Pelaporan dan Penyelidikan Kecelakaan dan Insiden
l. Pemantauan dan pengukuran K3

2. IKA (Instruksi Kerja)


a. Keadaan Darurat
b. Petunjuk Praktis K3

3. Form/Check List
a. Identifikasi Bahaya dan Evaluasi Resiko
b. Ringkasan peraturan perundngan dan Peraturan Lain
c. Catatan Konsultasi K3
d. Laporan dan penyelidikan kecelakaan dan insiden

4. RENCANA FASILITAS K3
1. Peralatan Kesehatan (Kotak P3K)
a. Pengadaan dan penempatan kotak P3K disesuaikan dengan Area yang beresiko
kecelakaan
b. Kotak P3K minimal berisi :
Obat Merah, Yodium
Pembersih Luka
Alkohol
Kapas
Kain Kasa Steril
Plester
c. Obat-obat Generic dan obat obat umum yang bersifat sementara hanya disediakan di
ruang OHSAS

2. Rambu-rambu Pengaman dan Peringatan


Penempatan rambu-rambu atau tanda-tanda peringatan ditempatkan sesuai dengan area
atau daerah atau lintasan-lintasan yang mempunyai resiko kecelakaan dataupun yang
berpotensi akan terjadi kecelakaan.

Adapun pembagian area tersebut meliputi :


a. Area Pemotongan dan Perakitan Besi adalah :
DAERAH INI HARIS TETAP BERSIH DAN RAPIH Jagalah kebersihan sebelum, selama dan sesudah
bekerja, Buanglah sampah pada tempatnya, Letakkan Peralatan Sesuai Tempatnya
AWAS LISTRIK dan pemasangan aliran listrik
HATI-HATI BANYAK BENDA TAJAM DAN RUNCING
Pemasangan Logo Sarung Tangan

b. Area Kerja adalah :


SELAIN YANG BERTUGAS DILARANG MASUK DAERAH BERESIKO KECELAKAAN
HATI-HATI DAERAH LINTASAN KENDARAAN BERAT
HATI-HATI BANYAK BENDA TAJAM DAN RUNCING
DAERAH WAJIB HELM dan Pemasangan Logo Helm

c. Area Workshop Adalah :


DAERAH INI HARIS TETAP BERSIH DAN RAPIH Jagalah kebersihan sebelum, selama dan sesudah
bekerja, Buanglah sampah pada tempatnya, Letakkan Peralatan Sesuai Tempatnya
DILARANG MEROKOK Pemasangan Logo Bahaya Api

d. Area Masuk Site


DILARANG MASUK KECUALI YANG BERKEPENTINGAN, KARYAWAN PROYEK
DAERAH WAJIB HELM DAN SEPATU
SELAIN YANG BERTUGAS DILARANG MASUK DAERAH BERESIKO KECELAKAAN
HATI-HATI DAERAH LINTASAN KENDARAAN BERAT
Pemasangan Papan Himbauan KETENTUAN BEKERJA DIPROYEK
Pemasangan Rambu Dilarang Masuk
Pagar Seng dan Portal

e. Area Base Camp


DAERAH INI HARUS TETAP BERSIH DAN RAPIH

f. Area Site
HATI-HATI ANDA BEKERJA DIKETINGGIAN