Anda di halaman 1dari 3

Nama : Dinda Amelia Tifani

NPM : 07160200040

Kelas : C1

Mata Kuliah : Administrasi Pendidikan dalam Pelayanan Kebidanan

Soal

Buat 1 kasus tentang unsure pokok administrasi dalam pelayanan kesehatan dan
aplikasinya ( berdasarkan unsur pokonya sesuai dengan yang pernah di temui di
lahan praktik atau kehidupan sehari-hari ). Dibuat dengan tulisan tangan.

Kasus

Rumah sakit A mempekerjakan tenaga kesehatan yang sebagian besar belum


memiliki STR dan SIP.

Analisa kasus :

Permasalahan disini terdapat pada bagian input yaitu pada sumber tenaga ahli
yang tidak memenuhi syarat dalam peraturan perundang-undangan yaitu STR dan
SIP yang seharusnya harus dimiliki oleh setiap tenaga ahli kesehatan dalam
menjalankan praktik.

STR merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh menteri kepada tenaga
kesehatan yang telah diregistrasi. Sementara itu, SIP adalah bukti tertulis yang
diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota kepada tenaga kesehatan
sebagai pemberian kewenangan untuk menjalankan praktik.
Sedangkan pada UU no. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pada pasal 7 ayat 1
dijelaskan bahwa Rumah Sakit harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan,
prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian, dan peralatan. Dan dilanjutkan
lagi pada pasal 13 ayat 1 dan 2 yang berbunyi (1) Tenaga medis yang melakukan
praktik kedokteran di Rumah Sakit wajib memiliki Surat Izin Praktik sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.(2) Tenaga kesehatan tertentu
yang bekerja di Rumah Sakit wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

Pada UU no 36 tahun 2014 pasal 44 ayat 1 berbunyi bahwa Setiap Tenaga


Kesehatan yang menjalankan praktik wajib memiliki STR. Dan pada pasal 46
ayat 1dan 2 (1)Setiap Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik di bidang
pelayanan kesehatan wajib memiliki izin. (2) Izin sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) diberikan dalam bentuk SIP.

Berdasarkan peraturan yang disebutkan diatas Rumah Sakit A jelas melanggar


peraturan dan akan mendapatkan sanksi hokum yang tegas.

Pada UU No. 44 tahun 2009 tentang rumah sakit Pasal 27 dijelaskan bahwa :

Izin Rumah Sakit dapat dicabut jika:


a. habis masa berlakunya;
b. tidak lagi memenuhi persyaratan dan standar;
c. terbukti melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan;
dan/atau
d. atas perintah pengadilan dalam rangka penegakan hukum.

Sebagai sanksi yang tegas kepala daerah melakukan penutupan Rumah Sakit A
setelah penerbitan surat peringatan ketiga. Rumah sakit tersebut dianggap tidak
memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan.
Rumah Sakit A dapat melakukan pembukaan lagi rumah sakit dengan melengkapi
kekurangan dan memberikan bukti kepada dinas kesehatan tentang persyaratan
yang seharusnya.