Anda di halaman 1dari 1

Pemeriksaan traktus respiratorius ditemukan busa pada trakea dan bronkus serta eksudat

kataralis pada trakea dan gumpalan darah disekitar bronkus. Adanya busa pada trakea dan
bronkus mengindikasikan terjadinya edema pulmonum. Edema pulmonum adalah akumulasi
cairan plasma dalam alveoli akibat peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah oleh agen
toksik atau rendahnya oksigen dalam darah. Secara fisiologis edema pulmonum diklasifikasikan
menjadi 2 yaitu kardiogenik (hidrostatik; hemodinamik) dan non-kardiogenik (permeabiltitas).
Edema tipe hemodinamik terjadi jika ada kenaikan dari tekanan hidrostatik pembuluh darah atau
penurunan tekanan osmotik dalam darah. Penyebab edema pulmonum tipe hemodinamik adalah
congestive heart failure (peningkatan tekanan hidrostatik), iatrogenik dari cairan yang
berlebihan, dan penurunan tekanan osmotik darah seperti hipoalbunemia (penyakit hati, gagal
ginjal dan protein losing enteropathy). Edema tipe hemodinamik terjadi akibat tumor pembuluh
limfe. Edema tipe permeabilitas terjadi ketika ada kerusakan pada endotel pembuluh darah atau
pneumosit tipe 1. Kerusakan endotel sebagai respon peradangan, sedangkan kerusakan
pneumosit tipe 1 terjadi akibat virus yang bersifat pneumotropik (virus influenza), zat toksik
(toksin bakterial, zat kimia) dan radikal bebas. Edema tipe permeabilitas menghasilkan cairan
dengan kadar protein yang lebih tinggi dibanding edema tipe hemodinamik. Cairan yang
dihasilkan oleh edema tipe permeabilitas digolongkan kedalam eksudat sedangkan cairan yang
dihasilkan edema hemodinamik digolongkan ke dalam transudat (Lopez 2007).

Lopez A. 2007. Respiratory system. Di dalam: McGavin MD, Zachary JF, Editor. Pathologic
Basis of Veterinary. Ed ke-4. Philadelphia: Mosby Elsevier.