Anda di halaman 1dari 9

SAP Kanker payudara

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Pokok Bahasan : CA Mammae

Sub Pokok Bahasan : Pencegahan Penyakit CA Mammae

Sasaran : Keluarga Pasien

Hari/Tanggal : Jumat, 14 Juli 2017

Waktu : 25 Menit

I. ANALISIS SITUASI
a. Peserta
Sasaran penyuluhan adalah pasien
Peserta telah memiliki pengetahuan :
- Membaca dan menulis.
b. Ruang Pembelajaran
- Di RSUD Pirngadi Medan
- Penerangan dan ventilasi cukup memadai
- Prasarana yang tersedia : Leaflet
c. Pemateri/Promotor
Mahasiswa Akper Dharma Husada Kediri.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM


Setelah mengikuti proses penyuluhan diharapkan peserta dapat
mengetahui tentang Kanker payudara.
III. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
1. Setelah diadakan penyuluhan keluarga memahami pengertian Kanker
Payudara.
2. Setelah diadakan penyuluhan keluarga memahami penyebab Kanker
Payudara.
3. Setelah diadakan penyuluhan keluarga memahami Gejala yang timbul pada
Kanker payudara.
4. Setelah diadakan penyuluhan keluarga memahami Pencegahan Kanker
Payudara.
5. Setelah diadakan penyuluhan keluarga memahami Pemeriksaan Sendiri
terhadap payudara mereka.

IV. MATERI
1. Pengertian CA Mamae
2. Penyebab CA Mamae
3. Gejala dan tanda CA Mamae
4. Proses penyakit CA Mamae
5. Pemeriksaan untuk CA Mamae
6. Menjelaskan cara pencegahan CA Mamae
7. Menjelaskan cara pengobatan CA Mamae

V. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
VI. KEGIATAN

TAHAP KEGIATAN
WAKTU Pengajar Peserta Pelatihan
Persiapan Pembukaan : Menjawab salam
5 menit Memberi salam Mendengarkan dan
Menjelaskan tujuan penyuluhan memperhatikan
Menyebutkan materi/pokok bahasan
yang akan disampaikan.
Pelaksanaan Pelaksanaan : Menyimak dan
15 Menit Menjelaskan materi penyuluhan secara memperhatikan
berurutan dan teratur.
Materi :
1. Pengertian CA Mamae
2. Penyebab CA Mamae
3. Gejala dan tanda CA Mamae
4. Proses penyakit CA Mamae
Pemeriksaan CA Mamae
Penutup Evaluasi : Menyimak dan
5 menit Menyimpulkan inti penyuluhan. mendengarkan
Menyampaikan secara singkat materi
penyuluhan.
Memberi kesempatan kepada peserta
untuk bertanya.
Memberi kesempatan kepada ibu-ibu
untuk menjawab pertanyaan yang
dilontarkan.

VII. MEDIA
1. Materi SAP
2. Leaflet

VIII. EVALUASI
1. Prosedur : Evaluasi dilakukan setelah selesai penyuluhan
2. Jenis tes : Flasback pertanyaan lisan
3. Waktu : 10 menit

IX. PENUTUP
Kesimpulan
Kanker Payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara
yang disebabkan oleh berbagai hal dan ditandai dengan berbagai gejala. Gejala
tersebut bisa dideteksi lebih dini sebelum membesarnya sel kanker dengan
Pemeriksaan sendiri maupun pemeriksaan yang lain. Pencegahan Kanker
Payudara bisa dilakukan dengan tes pemeriksaan payudara sejak dini.

MATERI

v Pengertian CA Mamae
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara ini adalah jenis
kanker paling umum yang di derita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang
kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000.
Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu
dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi. Kanker adalah suatu adalah suatu
kondisi dimana ssel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya,
sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.
Selain itu, kanker payudara (Crasinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu
penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parencyma. Penyakit ini oleh
Word Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International
Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 17.
v Faktor-Faktor Penyebab
a. Faktor risiko
Menurut Moningkey dan Kodim, penyebab spesifik kanker payudaramasih
belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakanmempunyai
pengaruh terhadap terjadinya kanker payudaradiantaranya:
1. Faktor Reproduksi
Karakteristik reproduktif yang berhubungandengan risiko terjadinya kanker
payudara adalah nuliparitas, menarchepada umur muda, menopause pada umur
lebih tua, dan kehamilanpertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara
adalahbertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haidpertama
dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window ofinitiation
perkembangan kanker payudara. Secara anatomi danfungsional, payudara akan
mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara
terjadi pada masa sebelummenopause sehingga diperkirakan awal terjadinya
tumor terjadi jauhsebelum terjadinya perubahan klinis.
2. Penggunaan hormon :
Hormon estrogen berhubungan denganterjadinya kanker payudara. Laporan
dari Harvard School of PublicHealth menyatakan bahwa terdapat peningkatan
kanker payudara yangsignifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement.
Suatumetaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko
kankerpayudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakanobat
ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untukmengalami kanker
payudara sebelum menopause. Sel-sel yangsensitive terhadap rangsangan
hormonal mungkin mengalamiperubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.
3. Penyakit fibrokistik :
Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma,dan fibrosis, tidak ada
peningkatan risiko terjadinya kanker payudara.Pada hiperplasis dan papiloma,
risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik,
risiko meningkat hingga 5 kali.

4. Obesitas :
Terdapat hubungan yang positif antara berat badan danbentuk tubuh dengan
kanker payudara pada wanita pasca menopause.Variasi terhadap kekerapan kanker
ini di negara-negara Barat danbukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah
migrasi menunjukkanbahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan
ini.
5. Konsumsi lemak :
Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktorrisiko terjadinya kanker
payudara. Willet dkk. melakukan studi prospektifselama 8 tahun tentang konsumsi
lemak dan serat dalam hubungannyadengan risiko kanker payudara pada wanita
umur 34 sampai 59 tahun.
6. Radiasi :
Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudahpubertas
meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Daribeberapa penelitian yang
dilakukan disimpulkan bahwa risiko kankerradiasi berhubungan secara linier
dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.
b. Faktor Terkait Gaya Hidup & Resiko Kanker Payudara
1. Tidak memiliki anak atau hamil diusia tua
Wanita yang tidak memiliki anak atau memiliki anak pertama diatas usia
30 tahun memiliki resiko terkena kanker payudara sedikit lebih tinggi daripada
yang bukan. Sering hamil pada usia muda, menurunkan resiko terkena kanker
payudara. Mengapa ? karena kehamilan menurunkan jumlah total siklus
menstruasi wanita dalam hidupnya, inilah alasannya.
2. Penggunaan Pil KB
Studi menemukan bahwa wanita yang menggunakan pil KB dalam jangka
panjang memiliki resiko agak lebiih besar terkena kanker payudara daripada yang
bukan. Resiko ini kelihatannya menurun ke normal ketika penggunaan Pil KB
tersebut dihentikan.

v Perbedaan Tumor Ganas dengan Tumor Jinak


Tumor jinak adalah jika gangguan proliferasi sel-sel ini tidak menyerang
jaringan di dekatnya atau menyebar ke bagian dalam tubuh. Tumor ganas adalah
kenker, dan kanker belum tentu berbentuk tumor, di mana sel-sel kaker dapat
menyerang dan menyebar dan merusak jaringan dan organ.

v Tanda Umum Kanker Payudara


Tanda paling umum kanker payudara adalah benjolan atau massa baru.
Benjolan yang tidak menyakitkan, keras, dan memiliki batas tepi tidak merata
lebih cenderung kanker. Tetapi bebrapa kanker lunak, lembut, dan bulat. Jadi,
penting untuk segera memriksakan diri ke dokter bila anda menemukan sesuatu
gejala yang tidak biasa di payudara anda.
Tanda-tanda lain dari kanker payudara adalah sebagai berikut :
o Bengkak pada seluruh atau sebagian payudara
o Kulit iritasi
o Payudara nyeri
o Puting susu nyeri atau puting melesak ke dalam\
o Kulit pada payudara atau puting susu bewarna: kemerahan, kulit besisik, menebal
o Keluarnya cairan/darah dari puting (selain ASI)
o Kadang-kadang kanker payudara dapat menyebar kelenjar getah bening di bawah
lengan dan menyebabkan benjolan atau pembengkakan di daerah ketiak, bahkan
sebelum tumor/benjolan pada payudara jelas terlihat/teraba.

v GejalaKlinis
Gejala klinis kanker payudara dapat berupa:
a. Benjolan pada payudara
Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolanitu
mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekatpada kulit atau
menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau padaputing susu.

b. Erosi atau eksema puting susu


Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi),
berwarnamerah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hinggakulit
kelihatan seperti kulit jeruk (peau d'orange), mengkerut, atau timbul.
Borok itu semakin lama akan semakinbesar dan mendalam sehingga dapat
menghancurkan seluruhpayudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. Ciri-
ciri lainnyaantara lain:
o Pendarahan pada puting susu.
o Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah
o besar, sudah timbul borok, atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang.
o Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak,bengkak (edema)
pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruhtubuh (Handoyo, 1990).
Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahuikriteria
operbilitas Heagensen sebagai berikut:
o terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit
o payudara);
o adanya nodul satelit pada kulit payudara;
o kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;
o terdapat model parasternal;
o terdapat nodul supraklavikula;
o adanya edema lengan;
o adanya metastase jauh;
o serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasikulit, edema
kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getahbening aksila berdiameter
lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah beningaksila melekat satu sama lain.
c. Keluarnya cairan (Nipple discharge)
Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara
spontan dan tidak normal. Cairan yang keluar disebut normal apabilaterjadi pada
wanita yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi.Seorang wanita harus
waspada apabila dari puting susu keluar cairanberdarah cairan encer dengan
warna merah atau coklat, keluar sendiritanpa harus memijit puting susu,
berlangsung terus menerus, hanyapada satu payudara (unilateral), dan cairan
selain air susu.

v Pencegahan Kanker Payudara/ CA Mammae


Kanker payudara bisa dicegah dengan beberapa cara, yaitu :
Dari Segi Medis :
1. Obat pencegah kanker payudara
Pencegahan Alami :
1. Berolah raga secara teratur
2. Kurangi lemak
3. Makan lebih banyak buah dan sayuran
4. Bila anda mengonsumsi daging, jangan dimasak terlalu matang
5. Berjemur dibawah sinar matahari

v Pengobatan Kanker Payudara/ CA Mammae


1. Penggunaan anti esterogen, yaitu tamoxifien
2. Pendekteksian sejak dini
3. Mencari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga
4. Kuratif (Pembedahan)
5. Paliatif (Non Pembedahan)
v Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksan payudara sendiri
2. Mammografi
3. Ultrasonografi
4. CT-Scan
5. Sistolosi Biopsi
6. Pemeriksaan Hematologi