Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PEDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Teknik relaksasi adalah salah satu bentuk terapi yang berupa pemberian
instruksi kepada seseorang dalam bentuk gerakan-gerakan yang tersusun
secara sistematis untuk merilekskan pikiran dan anggota tubuh, seperti : otot-
otot dan mengembalikan kondisi dari keadaan tegang ke keadaan rileks,
normal dan terkontrol, mulai dari gerakan tangan sampai kepada gerakan
kaki. Terapi relaksasi dilakukan untuk mencegah dan mengurangi ketegangan
pikiran dan otot-otot akibat stres karena ketegangan dapat mempengaruhi
keseimbangan tubuh. Bila ketegangan terjadi maka tubuh akan menjadi lemah
dan akibatnya tubuh tidak dapat melakukan fungsinya secara optimal.

Pada dasarnya, kecemasan merupakan hal wajar yang pernah dialami


oleh setiap manusia. Kecemasan sudah dianggap sebagai bagian dari
kehidupan sehari-hari. Kecemasan adalah suatu perasaan yang sifatnya
umum, dimana seseorang merasa ketakutan atau kehilangan kepercayaan diri
yang tidak jelas asal maupun wujudnya (Sutardjo Wiramihardja, 2005:66).

Kecemasan adalah sesuatu yang menimpa hampir setiap orang pada


waktu tertentu dalam kehidupannya. Kecemasan merupakan reaksi normal
terhadap situasi yang sangat menekan kehidupan seseorang. Kecemasan bisa
muncul sendiri atau bergabung dengan gejala-gejala lain dari berbagai
gangguan emosi (Savitri Ramaiah, 2003:10).

Untuk mengurangi rasa cemas dapat dilakukan dengan terapi salah


satunya Guide Imegery. Guided imagery sebagai sebuah teknik yang
memanfaatkan cerita atau narasi untuk mempengaruhi pikiran, sering
dikombinasi dengan latar belakang musik. Guided imagery adalah teknik
untuk mengarahkan individu untuk fokus dan berkhayal atau berimajinasi.

Breathing exercise adalah sebuah metode bernapas dengan cara tertentu


untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja pernapasan (respirasi).

1
Effleurage adalah tipe pijat yang terdiri atas gerakan menggosok yang
panjang, lambat dan luwes. Penelitian menunjukkan bahwa pijat punggung
memiliki kemampuan untuk menghasilkan respons relaksasi (Gauthier, 1999).
Gosokan punggung sederhana selama 3 menit dapat meningkatkan
kenyamanan dan relaksasi klien serta memiliki efek positif pada parameter
kardiovaskular, seperti tekanan darah, frekuensi jantung dan frekuensi
pernafasan. Rowe dan Alfred (1999) menemukan bahwa pijatan dengan
getaran lambat dapat mengurangi perilaku agitasi pada individu penderita
penyakit Alzheimer.

1.2 Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Diharapkan kepada mahasiswa dapat memahami dan mengaplikasikan


prosedur dari teknik relaksasi dan pijat punggung.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk menjelaskan tentang teknik relaksasi.


b. Untuk mengetahui cara dan pelaksanaan dari guided imagery.
c. Untuk mengetahui cara dan pelaksanaan dari breathing exercise.
d. Untuk menjelaskan tentang pelaksanaan dari cara memijat punggung.

1.3 Manfaat Penulisan

1. Menambah wawasan dan khasanah ilmu tentang pijat punggung dan


teknik relaksasi : guided imagery dan breathing exercise.

2. Memberikan sumbangan pemikiran secara teoritis di dalam


mengembangkan pengetahuan tentang pijat punggung dan teknik
relaksasi : guided imagery dan breathing exercise.

3. Sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu


pengetahuan di bidang kesehatan khususnya dalam bidang keperawatan
tentang pijat punggung dan teknik relaksasi : guided imagery dan
breathing exercise.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi adalah salah satu bentuk terapi yang berupa pemberian
instruksi kepada seseorang dalam bentuk gerakan-gerakan yang tersusun
secara sistematis untuk merilekskan pikiran dan anggota tubuh, seperti : otot-
otot dan mengembalikan kondisi dari keadaan tegang ke keadaan rileks,
normal dan terkontrol, mulai dari gerakan tangan sampai kepada gerakan
kaki.

Terapi relaksasi dilakukan untuk mencegah dan mengurangi ketegangan


pikiran dan otot-otot akibat stres karena ketegangan dapat mempengaruhi
keseimbangan tubuh. Bila ketegangan terjadi maka tubuh akan menjadi lemah
dan akibatnya tubuh tidak dapat melakukan fungsinya secara optimal.

Relaksasi tidak baik digunakan untuk Asthma bronkhiale karena


penurunan dari kegiatan simpatetik dapat menimbulkan resistensi dari jalan
nafas. Tidak dianjurkan pula pada pasien-pasien dengan Psikosis akut, depresi
agiatif, atau mereka yang mudah terkena disosiasi.

a. Tujuan Relaksasi
1. Melegakan stress untuk penyakit darah tinggi, penyakit jantung,
susah tidur, sakit kepala disebabkan tekanan dan asma.
2. Membantu orang menjadi rileks dan dapat memperbaiki berbagai
aspek kesehatan fisik.
3. Membantu individu untuk dapat mengontrol diri dan memfokuskan
perhatian sehingga ia dapat mengambil respon yang tepat saat berada
dalam situasi yang menegangkan.
b. Manfaat Relaksasi
Burn (dikutip oleh Beech dkk, 1982) melaporkan beberapa
keuntungan yang diperoleh dari latihan relaksasi, antara lain :

1. Relaksasi akan membuat individu lebih mampu menghindari reaksi


yang berlebihan karena adanya stress.

3
2. Masalah-masalah yang berhubungan dengan stress, seperti :
hipertensi, sakit kepala, insomnia dapat dikurangi atau diobati
dengan relaksasi.

3. Mengurangi tingkat kecemasan.

4. Mengurangi kemungkinan gangguan yang berhubungan dengan


stress dan mengontrol anticipatory anxiety sebelum situasi yang
menimbulkan kecemasan, seperti : pada pertemuan penting,
wawancara atau sebagainya.

5. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku tertentu dapat lebih sering


terjadi selama periode stress, misalnya naiknya jumlah rokok yang
dihisap, konsumsi alkohol, pemakaian obat-obatan, dan makanan
yang berlebih-lebihan.

6. Meningkatkan penampilan kerja, sosial dan penampilan fisik.

7. Kelelahan, aktivitas mental atau latihan fisik yang tertunda dapat


diatasi dengan menggunakan keterampilan relaksasi.

8. Kesadaran diri tentang keadaan fisiologis seseorang dapat meningkat


sebagai hasil dari relaksasi, sehingga memungkinkan individu untuk
menggunakan keterampilan relaksasi untuk timbulnya rangsangan
fisiologis.

9. Relaksasi merupakan bantuan untuk menyembuhkan penyakit


tertentu dalam operasi, seperti : pada persalinan yang alami, relaksasi
tidak hanya mengurangi kecemasan tetapi juga memudahkan
pergerakan bayi melalui cervix.

10. Konsekuensi fisiologis yang penting dari relaksasi adalah bahwa


tingkat harga diri dan keyakinan diri individu meningkat sebagai
hasil kontrol yang meningkat terhadap reaksi stress.

11. Meningkatkan hubungan antar personal.

4
2.1.1 Guided Imagery

a. Definisi Guided Imagery

Guided imagery adalah metode relaksasi untuk mengkhayalkan tempat


dan kejadian berhubungan dengan rasa relaksasi yang menyenangkan.
Khayalan tersebut memungkinkan klien memasuki keadaan atau pengalaman
relaksasi (Kaplan & Sadock, 2010). Guided imagery menggunakan imajinasi
seseorang dalam suatu yang dirancang secara khusus untuk mencapai efek
positif tertentu (Smeltzer & Bare, 2002). Imajinasi bersifat individu dimana
individu menciptakan gambaran mental dirinya sendiri atau bersifat
terbimbing. Banyak teknik imajinasi melibatkan imajinasi visual tapi teknik ini
juga menggunakan indera pendengaran, pengecap dan penciuman (Potter &
Perry, 2009).
Guided imagery mempunyai elemen yang secara umum sama dengan
relaksasi, yaitu sama-sama membawa klien ke arah relaksasi. Guided imagery
menekankan bahwa klien membayangkan hal-hal yang nyaman dan
menenangkan. Penggunaan guided imagery tidak dapat memusatkan perhatian
pada banyak hal dalam satu waktu oleh karena itu klien harus membayangkan
satu imajinasi yang sangat kuat dan menyenangkan (Brannon & Feist, 2000).

b. Tujuan Guided Imagery


Guided Imagery atau imajinasi terbimbing merupakan penciptaan kesan
dalam pikiran klien dan dapat berkonsentrasi pada kesan tersebut sehingga
secara bertahap dapat menurunkan persepsi terhadap nyeri. Sehingga memiliki
tujuan, yaitu :
1. Untuk memelihara kesehatan atau rileks melalui komunikasi dalam tubuh
melibatkan semua indra (visual, sentuhan, penciuman, penglihatan dan
pendengaran) sehingga terbentuklah keseimbangan antara pikiran, tubuh,
dan jiwa.
2. Dapat mempercepat penyembuhan yang efektif dan membantu tubuh
mengurangi berbagai macam penyakit, seperti : depresi, alergi dan asma.

5
3. Untuk mengurangi tingkat stres, penyebab dan gejala-gejala yang
menyertai stres.
4. Guided imagery music dapat untuk menggali pengalaman pasien depresi.
c. Manfaat Guided Imagery
Manfaat dari guided imagery menurut Townsend (1977) :
1. Mengurangi stress dan kecemasan.
2. Mengurangi rasa nyeri.
3. Mengurangi efek samping.
4. Mengurangi tekanan darah tinggi.
5. Mengurangi level gula darah (diabetes).
6. Mengurangi alergi dan gejala gangguan pernapasan.
7. Mengurangi sakit kepala.
8. Mengurangi biaya rumah sakit.
9. Meningkatkan penyembuhan luka dan tulang.

d. Indikasi Guided Imagery


Dossey, et al (dalam Potter & Perry, 2009) menjelaskan aplikasi klinis
guided imagery yaitu sebagai penghancur sel kanker, untuk mengontrol dan
mengurangi rasa nyeri, serta untuk mencapai ketenangan dan ketentraman.
Guided imagery juga membantu dalam pengobatan, seperti : asma, hipertensi,
gangguan fungsi kandung kemih, sindrom pre-menstruasi dan menstruasi.
Selain itu, guided imagery juga digunakan untuk mereduksi nyeri luka bakar,
sakit kepala migrain dan nyeri pasca operasi (Brannon & Feist, 2000).
Indikasi dari guided imagery adalah semua pasien yang memiliki pikiran
negatif atau pikiran menyimpang dan mengganggu perilaku (maladaptif).
Misalnya : over generalization, filter mental, stress, cemas, depresi, nyeri,
hipokondria, loncatan kesimpulan dan lain-lain.

e. Macam-Macam Teknik Guided Imagery


Macam-macam teknik Guided Imagery berdasarkan pada
penggunaannya terdapat beberapa macam teknik, yaitu :
1. Guided Walking Imagery

6
Teknik ini ditemukan oleh psikoleuner. Pada teknik ini pasien
dianjurkan untuk mengimajinasikan pemandangan standar, seperti :
padang rumput, pegunungan, pantai, dll.
2. Autogenic Abstraction
Dalam teknik ini pasien diminta untuk memilih sebuah perilaku
negatif yang ada dalam pikirannya kemudian pasien mengungkapkan
secara verbal tanpa batasan. Bila berhasil akan tampak perubahan dalam
hal emosional dan raut muka pasien.
3. Covert Sensitization
Teknik ini berdasarkan pada paradigma reinforcement yang
menyimpulkan bahwa proses imajinasi dapat dimodifikasi berdasarkan
pada prinsip yang sama dalam modifikasi perilaku.
4. Covert Behaviour Rehearsal
Teknik ini mengajak seseorang untuk mengimajinasikan perilaku
koping yang dia inginkan. Teknik ini lebih banyak digunakan.

f. Prosedur Pelaksanaan Guided Imagery


Waktu yang digunakan untuk pelaksanaan guided imagery pada orang
dewasa dan remaja biasanya 10-30 menit, sementara kebanyakan anak-anak
mentoleransi waktunya hanya 10-15 menit (Snyder, 2006). Anak tidak suka
menutup mata mereka saat berimajinasi (Snyder, 2008).
Guided imagery dapat disampaikan oleh seorang praktisi/pemandu, video
atau rekaman audio. Rekaman audio dalam guided imagery berisi panduan
imajinasi atau membayangkan hal-hal yang menyenangkan bagi anak terkait
dengan tempat yang menyenangkan, misalnya : pantai, aktivitas yang
menyenangkan bagi anak, misalnya : makan ice cream. Melalui rekaman audio
tersebut anak dipandu relaksasi menarik nafas dalam dan pelan (Snyder, 2006).
Relaksasi membuat pikiran lebih terbuka untuk menerima informasi baru yang
diberikan (Benson, 1993 dalam Snyder, 2006).
Menurut Snyder (2006) teknik guided imagery secara umum, antara lain :
1. Membuat individu dalam keadaan santai, yaitu dengan cara :
a. Mengatur posisi yang nyaman (duduk atau berbaring).

7
b. Silangkan kaki, tutup mata atau fokus pada suatu titik atau suatu
benda di dalam ruangan.
c. Fokus pada pernapasan otot perut, menarik napas dalam dan pelan,
napas berikutnya biarkan sedikit lebih dalam dan lama dan tetap fokus
pada pernapasan dan tetapkan pikiran bahwa tubuh semakin santai dan
lebih santai.
d. Rasakan tubuh menjadi lebih berat dan hangat dari ujung kepala
sampai ujung kaki.
e. Jika pikiran tidak fokus, ulangi kembali pernapasan dalam dan pelan.

2. Sugesti khusus untuk imajinasi, yaitu :


a. Pikirkan bahwa seolah-olah pergi ke suatu tempat yang
menyenangkan dan merasa senang di tempat tersebut.
b. Sebutkan apa yang bisa dilihat, dengar, cium dan apa yang dirasakan.
c. Ambil napas panjang beberapa kali dan nikmati berada ditempat
tersebut.
d. Sekarang, bayangkan diri anda seperti yang anda inginkan (uraikan
sesuai tujuan yang akan dicapai/diinginkan).

3. Beri kesimpulan dan perkuat hasil praktek, yaitu :


a. Mengingat bahwa anda dapat kembali ke tempat ini, perasaan ini, cara
ini kapan saja anda menginginkan.
b. Anda bisa seperti ini lagi dengan berfokus pada pernapasan anda,
santai dan membayangkan diri anda berada pada tempat yang anda
senangi.

4. Kembali ke keadaan semula, yaitu :


a. Anda telah siap kembali ke ruang dimana anda berada.
b. Anda merasa segar dan siap untuk melanjutkan kegiatan anda.
c. Anda dapat membuka mata anda dan ceritakan pengalaman anda
ketika anda telah siap (Snyder, 2006).

8
2.1.2 Breathing Exercise
a. Pengertian Breathing Exercise
Breathing exercise adalah sebuah metode bernapas dengan cara tertentu
untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja pernapasan (respirasi).

b. Tujuan Breathing Exercise


1. Meningkatkan ventilasi.
2. Meningkatkan efektifitas mekanisme batuk.
3. Mencegah atelektasis.
4. Meningkatkan kekuatan, daya tahan dan koordinasi otot-otot
respirasi.
5. Mempertahankan atau meningkatkan mobilitas chest dan thoracal
spine.
6. Koreksi pola-pola nafas yang tidak efisien dan abnormal.
7. Meningkatkan relaksasi.
8. Mengajarkan pasien bagaimana melakukan tindakan bila terjadi
gangguan
nafas.
9. Meningkatkan kapasitas paru.
10. Mencegah kerusakan paru.

c. Manfaat Breathing Exercise


1. Menstabilkan tekanan darah.
Menstabilkan tekanan darah juga dapat mencegah hipertensi (darah
tinggi) atau hipotensi (darah rendah). Latihan pernapasan memperbaiki
kinerja respirasi, sehingga oksigen yang diambil oleh paru-paru semakin
banyak dan organ-organ peredaran darah dapat mengedarkan darah dengan
kandungan oksigen yang lebih banyak pula.
2. Membuang racun (toxin) dalam tubuh.
Latihan pernapasan ini akan mendorong sistem ekskresi untuk
bekerja mengeluarkan racun dalam tubuh melalui urin, keringat, feses, dsb.
3. Menghilangkan stress.

9
Latihan pernapasan ini dapat membuat saluran pembuluh darah
menjadi lentur dan tidak mudah keras (tegang), serta distribusi oksigen
dan sari-sari makanan dapat menjadi lebih lancar dan diterima oleh otak
dengan baik. Efeknya, ketegangan pikiran dan emosional akan menurun.
Anda pun juga dapat tidur dengan nyenyak.
4. Membakar lemak dan memperindah tubuh.
Saat anda melakukan latihan pernapasan, cobalah untuk menahan
napas di bawah perut (abdomen). Dalam latihan ini otot-otot perut akan
mengencang dan timbunan lemak di perut akan ikut terbakar.

d. Indikasi Breathing Exercise


1. Penyakit paru akut atau kronis.
a. Penyakit paru obstruktif kronis.
b. Pneumonia.
c. Atelectasis.
d. Emboli pulmo.
e. Gangguan respirasi akut.
2. Nyeri pada area thorax dan abdomen setelah pembedahan atau trauma.
3. Obstruksi jalan nafas akibat bronchospasme atau menahan sekresi.
4. Penyakit CNS (Central Nervous System) yang mengarah kepada
kelemahan otot :
a. High spinal cord injury.
b. Myophatic progresif akut dan kronik atau penyakit nurophatic.
5. Abnormalitas orthopedic berat yang mempengaruhi fungsi respirasi seperti
scoliosis dan kiposis.
6. Penanganan stress.

e. Jenis-jenis Breathing Exercise


1. Diafragma Breathing.
Diberikan pada penderita gangguan respirasi yang sedang
mengalami serangan sesak nafas. Contoh : penderita asma yang sedang
kambuh. Pada saat serangan asma, otot nafas atas akan mengalami

10
kekelahan karena bekerja keras untuk bernafas. Maka perlu diistirahatkan
agar sesak tidak bertambah. Oleh karena itu penggunaan teknik ini akan
membantu mengurangi serangan sesak.
2. Purse Lips Breathing.
Diberikan pada pasien yang sedang tidak mengalami serangan
sesak nafas. Contohnya : penderita asma yang sedang tidak kambuh.
Tujuannya untuk mengurangi sesak napas, mengatur pola napas dan
relaksasi.
3. Segmental Breathing.
Segmental breathing adalah suatu latihan nafas pada segmen paru
tertentu dengan tujuan melatih pengembangan paru persegmen.

f. Prosedur Pelaksanaan
1. Diafragma Breathing.
a. Posisikan klien dengan keadaan duduk/telentang/setengah
duduk/tidur miring ke kiri atau ke kanan/mendatar atau
setengah duduk.
b. Tarik nafas melalui hidung secara bersamaan.
c. Alirkan nafas ke diafragma yang terletak diperut bagian atas tepat
dibawah dada sehingga mengembang.
d. Lalu tahan sekaligus tekan ke atas sehingga diafragma bisa seperti
batu selama 10 detik.
e. Kemudian buang nafas melalui mulut yang mengalir dari diafragma
yang terletak di perut bagian atas tepat dibawah dada sehingga
mengempis kembali dalam kondisi biasa.

2. Pursed Lips Breathing.


a. Posisi pasien rileks.
b. Pasien tarik nafas melalui hidung dan tahan 2-3 detik.
c. Lalu pasien diminta hembuskan nafas lewat mulut (mulut
dimonyongkan) selama 6-8 detik.
3. Segmental Breathing.

11
a. Posisi tidur pasien miring dan diganjal bantal dengan posisi paru
kanan berada diatas.
b. Tangan fisioterapis berada pada segment paru-paru kanan (atas, tengah
atau bawah), kemudian instruksikan pasien untuk menarik napas.
c. Tangan fisioterapis pada akhir inspirasi diberikan tekanan ke arah atas
dalam dan saat akhir ekspirasi berikan tekanan ke arah luar bawah.

2.2 Pijat Punggung

Effleurage adalah tipe pijat yang terdiri atas gerakan menggosok yang
panjang, lambat dan luwes. Penelitian menunjukkan bahwa pijat punggung
memiliki kemampuan untuk menghasilkan respons relaksasi (Gauthier, 1999).
Gosokan punggung sederhana selama 3 menit dapat meningkatkan
kenyamanan dan relaksasi klien serta memiliki efek positif pada parameter
kardiovaskular, seperti tekanan darah, frekuensi jantung dan frekuensi
pernafasan. Rowe dan Alfred (1999) menemukan bahwa pijatan dengan
getaran lambat dapat mengurangi perilaku agitasi pada individu penderita
penyakit Alzheimer.

Tujuan :

1. Untuk mengurangi ketegangan otot.


2. Untuk meningkatkan relaksasi fisik dan mental.
3. Untuk meredakan insomnia.

PENGKAJIAN

Kaji :

1. Perilaku yang menunjukkan kemungkinan kebutuhan akan pijat punggung,


seperti : keluhan tubuh kaku, ketegangan otot di punggung atau bahu, atau
kesulitan tidur terkait dengan ketegangan atau ansietas.
2. Apakah klien ingin dipijat, karena beberapa individu mungkin tidak suka
dipijat.
3. Kontraindikasi pijat punggung (misal : gangguan integritas kulit,
pembedahan punggung, vertebra dan fraktur tulang rusuk).

12
PERENCANAAN

Pastikan bahwa anda memiliki waktu penuh untuk memijat. Walaupun


teknik aktual mungkin hanya memerlukan 5 menit, keseluruhan proses harus
dilakukan dengan tenang dan tidak terburu-buru.

a. Delegasi
Perawat dapat mendelegasikan keterampilan ini ke staf bantu yang belum
memiliki izin; namun, pertama kali perawat harus mengkaji setiap
kontraindikasi dan keinginan klien.
b. Alat
1. Lotion.
2. Handuk untuk losion yang berlebih.

IMPLEMENTASI

Persiapan

Tentukan :

a. Pengkajian kulit sebelumnya.


b. Losion khusus yang digunakan.
c. Posisi yang dikontraindikasikan untuk klien.
d. Atur lingkungan yang tenang tanpa interupsi untuk meningkatkan efek
pijat punggung yang maksimal.
Kerja
1. Jelaskan kepada klien mengenai apa yang anda akan lakukan,
mengapa perlu dilakukan dan bagaimana ia dapat bekerja sama.
Dorong klien untuk memberikan umpan balik kepada anda tentang
jumlah tekanan yang dapat anda gunakan selama menggosok
punggung.
2. Cuci tangan dan pantau prosedur pengendalian infeksi lain yang tepat.
3. Berikan privasi kepada klien.
4. Persiapan klien.
a. Bantu klien untuk berpindah ke dekat sisi tempat tidur agar
terjangkau oleh anda dan sesuaikan tinggi tempat tidur agar
nyaman untuk bekerja guna mencegah ketegangan punggung.
b. Tentukan posisi mana yang lebih disukai klien. Posisi
prone/tengkurap direkomendasikan untuk menggosok punggung.
Posisi miring dapat digunakan jika klien tidak dapat tengkurap.

13
c. Buka bagian punggung dari bahu sampai area sakralis interior.
Tutupi bagian tubuh yang lain untuk mencegah kedinginan dan
meminimalkan pemajanan.
5. Pijat punggung.
a. Tuangkan sedikit losion ke telapak tangan anda dan biarkan
selama satu menit. Botol losion dapat juga ditaruh dalam waskom
mandi yang diisi dengan air hangat. Preparat gosokan punggung
yang dingin cenderung dirasa tidak nyaman bagi individu.
Menghangatkan larutan dapat memfasilitasi kenyamanan klien.
b. Dengan menggunakan telapak tangan anda, mulai di area sakralis
dengan menggunakan pijatan lembut yang memutar.
c. Gerakkan tangan anda ke atas menuju pusat punggung dan
kemudian ke kedua skapula.
d. Pijat dengan gerakan memutar pada skapula.
e. Gerakkan tangan anda menuruni bagian sisi punggung.
f. Pijat area pada krista iliaka kanan dan kiri.
g. Berikan tekanan berkelanjutan yang mantap tanpa memutuskan
kontak dengan kulit klien.
h. Ulangi gerakan di atas selama 3 sampai 5 menit dengan lebih
banyak lotion sesuai kebutuhan.
i. Saat memijat punggung, kaji kemerahan pada kulit dan area
penurunan sirkulasi pada kulit.
j. Keringkan lotion yang berlebih dengan menggunakan sebuah
handuk.
6. Dokumentasikan bahwa gosokan punggung dilakukan dan
dokumentasikan respons klien. Catat adanya temuan yang tidak biasa.

EVALUASI

Bandingkan respons klien saat ini dengan respons sebelumnya.


Apakah ada hasil positif pada klien, seperti : peningkatan relaksasi dan
penurunan nyeri serta penurunan ansietas setelah pijat punggung ?

14
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Teknik relaksasi adalah salah satu bentuk terapi yang berupa pemberian
instruksi kepada seseorang dalam bentuk gerakan-gerakan yang tersusun
secara sistematis untuk merilekskan pikiran dan anggota tubuh, seperti : otot-
otot dan mengembalikan kondisi dari keadaan tegang ke keadaan rileks,
normal dan terkontrol, mulai dari gerakan tangan sampai kepada gerakan
kaki.

15
Imagery merupakan pembentukan representasi mental dari suatu objek,
tempat, peristiwa, atau situasi yang dirasakan melalui indra (Snyder, 2006).
Saat berimajinasi individu dapat membayangkan melihat sesuatu, mendengar,
merasakan, mencium dan menyentuh sesuatu (Snyder, 2006). Istilah guide
imagery merujuk pada berbagai teknik termasuk visualisasi sederhana, saran
yang menggunakan imaginasi langsung, metafora dan bercerita, eksplorasi
fantasi dan bermain game, penafsiran mimpi, gambar dan imajinasi yang
aktif dimana unsur-unsur ketidaksadaran dihadirkan untuk ditampilkan
sebagai gambaran yang dapat berkomunikasi dengan pikiran sadar (Academic
for Guide Imagery, 2010).

Breathing exercise adalah sebuah metode bernapas dengan cara tertentu


untuk meningkatkan dan memperbaiki kinerja pernapasan (respirasi).
Effleurage adalah tipe pijat yang terdiri atas gerakan menggosok yang
panjang, lambat dan luwes. Penelitian menunjukkan bahwa pijat punggung
memiliki kemampuan untuk menghasilkan respons relaksasi (Gauthier, 1999).

3.2 Saran

Diharapkan kepada mahasiswa agar mampu untuk melakukan teknik


relaksasi dan melakukan pijat punggung kepada pasien dengan benar agar
pasien tidak merasa stress dan cemas.

DAFTAR PUSTAKA

Brannon Linda and Feist, Jess. (2000). Healthy Psychology : an introduction to


behavior and health. United States America Matrix Production Inc.

Kaplan H.I, Sadock B.J, Grebb J.A. 2010. Sinopsis Psikiatri Jilid 2. Terjemahan
Widjaja Kusuma. Jakarta: Binarupa Aksara. p. 17-35.

Kozier. Erb, Berman. Snyder. (2010). Buku Ajar Fondamental Keperawatan :


Konsep, Proses & Praktik, Volume : 1, Edisi : 7, EGC : Jakarta

16
Potter, Patricia A. dan Anne G. Perry. (2009). Fundamental Keperawatan Buku 1
Ed. 7. Jakarta: Salemba Medika.

Savitri Ramaiah. (2003). Kecemasan Bagaimana Mengatasi Penyebabnya.


Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Smeltzer, C. S. dan Bare, G. B. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah


Brunner & Suddarth. Jakarta: EGC.

Sutardjo Wiramihardja. (2005). Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung: Refika


Aditama.

17