Anda di halaman 1dari 24

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

MEMPRODUKSI BAHAN BAKAR BENSIN DAN SOLAR


DENGAN TUMBUHAN SINGKONG DAN JARAK
UNTUK MENGATASI KELANGKAAN BBM

BIDANG KEGIATAN
PKM-GAGASAN ILMIAH

Diusulkan oleh:

I Nyoman Edi Jayantara NIM.1315051085 /TA: 2013


Ida Ayu Ratnasari Kemenuh NIM.1215051162 /TA: 2012
Made Ade Agung Indrayana NIM.1315051076 /TA: 2013

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA


SINGARAJA
2013
HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1. Judul Kegiatan : Memproduksi Bahan Bakar Bensin Dan Solar Dengan


Tumbuhan Singkong Dan Jarak Untuk Mengatasi Kelangkaan
BBM
2. Bidang Kegiatan : PKM-GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : I Nyoman Edi Jayantara
b. NIM : 1315051085
c. Jurusan : Pendidikan Teknik Informatika
d. Universitas : Pendidikan Ganesha
e. Alamat Rumah dan No. Tel./HP : Sambangan, Singaraja /08563885238
f. Alamat Email : edijayantara@yahoo.co.id
4. Anggota Pelaksanaan Kegiatan : 2 orang
5. Dosen Pendamping:
a. Nama Lengkap dan Gelar : I Made Gede Sunarya, S.Kom, M.CS
b. NIDN : 0025078303
c. Alamat Rumah dan No. Tel./HP : Jl. Srikandi, Singaraja/081916464864

Singaraja, 28 November 2013

Menyetujui,
Ketua Jurusan, Ketua Pelaksana Kegiatan,

(Made Windu Antara Kesiman, S.T., M.Sc.) (I Nyoman Edi Jayantara)


NIP. 198211112008121001 NIM. 1315051085

Pembantu Rektor III UNDIKSHA, Dosen Pendamping,

(Drs. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes) (I Made Gede Sunarya, S.Kom, M.CS )
NIP. 19601231 198603 1 003 NIDN. 0025078303

ii
DAFTAR ISI

HALAM JUDUL ................................................................................................ i


PENGESAHAN .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................iii
RINGKASAN ..................................................................................................... 1
BAB 1. PENDAHULUAN ................................................................................. 2
1.1. Latar Belakang ..................................................................................... 2
1.2. Tujuan .................................................................................................. 3
1.3. Manfaat ................................................................................................ 3
BAB 2. GAGASAN ............................................................................................ 4
2.1. Telaah Pustaka ..................................................................................... 4
2.2. Solusi Yang Pernah Ditawarkan .......................................................... 6
2.3. Solusi Bahan Bakar Bensin Dan Solar dengan
Tumbuhan Singkong Dan Jarak ........................................................... 7
a. Bahan Bakar Bensin (Bioethanol) dengan
Tumbuhan Singkong ................................................................. 7
b. Bahan Bakar Solar (Biodisel) dengan Tumbuhan Jarak ........... 9
BAB 3. KESIMPULAN ...................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 16
LAMPIRAN - LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

iii
1

RINGKASAN

Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi energi.
Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan
dimanipulasi. Jenis - jenis bahan bakar salah satunya yaitu Bahan bakar minyak
(BBM), Minyak (petroleum) berasal dari kata-kata: Petro = rock (batu) dan leaum =
oil (minyak) Minyak dan gas sebagian besar terdiri dari campuran molekul carbon
dan hydrogen yang disebut dengan hydrocarbons. Bahan Bakar Bensin (Bioethanol)
dengan Tumbuhan Singkong Bioethanol adalah ethanol yang bahan utamanya dari
tumbuhan dan umumnya menggunakan proses farmentasi. Ethanol atau ethyl alkohol
C2H5OH berupa cairan bening tak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable),
toksisitas rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yg besar bila bocor. Ethanol yg
terbakar menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air. Bioethanol dapat dibuat dari
singkong. Singkong (Manihot utilissima) sering juga disebut sebagai ubi kayu atau
ketela pohon, merupakan tanaman yang sangat populer di seluruh dunia, khususnya
di negara-negara tropis.
Bahan Bakar Solar (Biodisel) dengan Tumbuhan Jarak (Jatropha curcas L)
merupakan jenis tanaman semak atau pohon yang tahan terhadap kekeringan
sehingga tahan hidup didaerah dengan curah hujan rendah. Jarak pagar dapat
diperbanyak dengan stek. Sesuai dengan namanya, tanaman ini secara luas ditanam
sebagai pagar untuk melindungi lahan dari serangan ternak.
Jarak pagar mempunyai beberapa nama, antara lain Purging Nut (Inggris);
Pourghere, Pignon dInde (Perancis); Gernoot (Belanda); Habel meluk (Arab);
Pinoncillo (Mexico); Kadam (Nepal); Yu-lu-tzu (Cina); Sabudam (Thailand);
Tubang-bakod (Filipina); Jarak budeg,jarak pagar (Indonesia); Tempate (Costa Rica);
Tar Tago (Puerto Rico); dan Pinol (Peru).Jarak pagar merupakan tanaman semak
besar dengan cabang yang tidak teratur.
2

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Saat ini, banyak sekali kegiatan masyarakat Indonesia yang menggunakan
energi dari bahan bakar minyak (BBM). Bahkan di setiap kegiatan masyarakat
Indonesia menggunakan energi dari minyak, sebut saja yang sering kita lihat yaitu
kendaraan bermotor yang menggunakan energi dari minyak. Kendaraan bermotor
sangatlah banyak menggunakan bahan bakar dari minyak karena kendaraan bermotor
salah satu alat transportasi yang sering di gunakan masyarakat Indonesia untuk
barang dari satu tempat ke tempat lainnya ataupun alat transportasi umum yang
memindahkan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Oleh karena itu Negara
Indonesia yang banyak memiliki sumber daya minyak bumi, haruslah bisa mengolah
sumber minyak bumi itu dengan sebaik-baiknya supaya bermanfaat bagi masyarakat
Indonesia.
Dengan melimpahnya sumber daya minyak bumi di Indonesia, masyarakat
indonesia mulai khawatir akan habis/hilangnya sumberdaya ini apabila dieksploitasi
secara terus-menerus. Kekhawatiran ini dikarenakan manusia masih kesulitan
menemukan sumber energi lain yang serupa manfaatnya maupun ekonomisnya
dengan minyak bumi. Sehubungan dengan kurangnya bahan bakar minyak (BBM) di
Indonesia, harga barang dan jasa menjadi melonjak akibat dari naiknya biaya
produksi dari barang dan jasa. Ini adalah imbas dari kenaikan harga BBM. Hal ini
sesuai dengan hukum permintaan, Jika harga suatu barang naik, maka jumlah barang
yang diminta akan turun, dan sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yang
diminta akan bertambah (Jaka, 2007). Masalah-masalah lainnya yang akan muncul
akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak BBM adalah kekhawatiran akan
terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Ini terjadi karena dampak kenaikan harga
barang dan jasa yang terjadi akibat komponen biaya yang mengalami kenaikan.
Kondisi perekonomian Indonesia juga akan mengalami masalah, yang nantinya
berdampak kepada masyarakat. Oleh karena itu daya beli masyarakat akan menurun
sehingga munculnya pengangguran baru di Negara Indonesia.
3

Pemerintah secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM)


bersubsidi jenis premium dan solar mulai Sabtu (22/6/2013) pukul 00.00 WIB. Harga
premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter dan harga solar naik Rp 1.000
menjadi Rp 5.500 per liter. Keputusan itu tertuang dalam Pengumuman Nomor
07.PM/12/MPM/2013 tentang penyesuaian harga eceran BBM bersubsidi, sesuai
ketentuan pasal 4, pasal 5 dan pasal 6 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun
2013, tentang harga jual eceran dan konsumen penggguna jenis BBM tertentu dan
peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2013 tentang harga jual eceran jenis
BBM tertentu untuk konsumen pengguna tertentu. "Penyesuaian harga BBM subsidi
telah ditetapkan harga bensin premium (gasoline) Ron 88 seharga Rp 6.500 per liter
dan minyak solar Rp 5.500 per liter. Harga tersebut berlaku serentak di seluruh
wilayah Indonesia terhitung tanggal 22 Juni 2013 Pukul 00.00 WIB, " kata Menteri
Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik di Kantor Kementerian
Koordinator Bidang Keekonomian, Lapangan Banteng Jakarta, Jumat (21/6/2013)
(Liputan6.com, 2013).

1.2. Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan dari PKM ini yaitu:
1. Agar masyarakat bisa menggunakan energi minyak dari tumbuhan
singkon dan tumbuhan jarak supaya tidak lagi menunggu bahan bakar
minyak (BBM) dari minyak bumi.
2. Untuk memudahkan masyarakat Indonesia yang kesulitan mencari
bahan bakar minyak (BBM).
1.3. Manfaat
Manfaat utama dari gagasan ini yaitu:
1. Perekonomian Indonisia bisa berjalan dengan lancar dengan adanya
penemuan bahan bakar minyak (BBM) dari tumbuhan singkong dan
tumbuhan jarak.
2. Masyarakat bisa lebih efisien dengan menggunakan bahan bakar
minyak (BBM) dari tumbuhan singkong dan tumbuhan jarak.
4

BAB 2. GAGASAN

2.1. Telaah Pustaka

Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi energi.
Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan
dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses
pembakaran dimana bahan bakar tersebut akan melepaskan panas setelah direaksikan
dengan zat CO2 di udara. Proses lain untuk melepaskan energi dari bahan bakar
adalah melalui reaksi eksotermal dan reaksi nuklir (Anonymous, 2013).
Hidrokarbon termasuk di dalamnya bensin dan solar merupakan jenis bahan
bakar yang digunakan manusia. Bahan bakar lainnya yang sering dipakai oleh
manusia yaitu bahan bakar minyak terutama solar, premium dan pertamax menjadi
bahan bakar minyak yg sangat diincar masyarakat luas dan menjadi bahan bakar
unggulan yang di beli setiap hari sebagai bahan bakar kendaraan, maka oleh karena
itu kenaikan harga bahan bakarminyak (BBM) sangat berpengaruh terhadap
masyarakat yang golongan menengah kebawah terutama untuk bahan bakar premium.
a. Jenis - jenis bahan bakar
1. Bahan bakar minyak (BBM)
Minyak (petroleum) berasal dari kata-kata: Petro = rock (batu) dan leaum =
oil (minyak) Minyak dan gas sebagian besar terdiri dari campuran molekul carbon
dan hydrogen yang disebut dengan hydrocarbons. Minyak dan gas terbentuk dari
siklus alami yang dimulai dari sedimentasi sisa-sisa tumbuhan dan binatang yang
terperangkap selama jutaan tahun. Pada umumnya terjadi jauh dibawah dasar lautan.
Material-material organik tersebut berubah menjadi minyak dan gas akibat efek
combinasi temperatur dan tekanan di dalam kerak bumi. Kumpulan dari minyak dan
gas tersebut membentuk reservoir-reservoir minyak dan gas. Bahan Bakar Minyak
(BBM) terdiri dari berbagai jenis hydrocarbons yang berasal dari minyak bumi, dan
sering pula terdiri dari campuran-campuran lain. Sifat mudah menguap di dalam
mesin menentukan jenis hydrocarbons dan campuran yang digunakan pada BBM.
Sifat mudah menguap tersebut disebut dengan volatility.
5

Karena minyak bumi mentah mempunyai kadar volatility yang lebih rendah
dan tinggi dari bahan bakar minyak (BBM), maka bahan bakar minyak (BBM), harus
dipisahkan dari minyak bumi mentah melalui proses destilasi, namun karena
dengan proses tersebut jumlah BBM yang dipe oleh sangat sedikit maka minyakk
bumi mentah harus melalui proses penyulingan yang lebih komplek. Penyulingan
minyak bumi mentah tersebut akan mengubah kadar volatility hydrocarbons yang
lebih rendah atau lebih tinggi dari bahan bakar minyak (BBM) menjadi sama dengan
bahan bakar minyak (BBM). Bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan merupakan
campuran dari hydrocarbon-hydrocarbon dengan kadar volatility yang sama.
Komposisi dan sifat dari bahan bakar minyak (BBM). ditentukan dari jenis
dan kandungan minyak bumi mentah asalnya, metode penyulingan yang digunakan
dan tergantung dari sifat zat-zat campuran yang ditambahkan untuk meningkatkan
mutu bahan bakar minyak (BBM). Minyak bumi terdiri dari bermacam-macam jenis
hidrokarbon, namun hanya beberapa jenis yang dominan antara lain:
a. Jenis Paraflin (CnH2n+2) mempunyai sifat sangat stabil, reaksi dengan gas
chloor, banyak terdapat hampir pada semua jenis minyak bumi. Paraffin
wax (lilin) adalah rangkaian yang lurus dan bercabang.
b. Jenis Olefin atau jenis Ethylene (CnH2n) terdiri dari senyawa tidak jenuh,
mudah bereaksi dengan gas chloor, asam chlorida dan asam sulfat. Olefin
yang titik didihnya rendah tidak terdapat dalam minyak bumi tetapi
biasanya terdapat pada minyak hasil perengkahan (cracking).
c. Jenis Naphthene (CnH2n) meskipun mempunyai tipe sama dengan
Olefin, namun memiliki sifat yang berbeda. Naphthene memiliki senyawa
cincin (cyclic compounds) yang jenuh, sedangkan Olefin senyawa lurus
yang antara karbonnya ada senyawa tak jenuh.
d. Jenis Aromatik (CnH2n-6) biasa disebut jenis benzene, jenis ini mudah
bereaksi dengan senyawa organik lain. Minyak bumi jarang yang
mengandung senyawa benzene atau toluene, tetapi minyak bumi dari
Sumatra dan Kalimantan mengandung senyawa aromatik.
6

e. Jenis Diolefin (CnH2n-2) sifatnya hampir sama dengan olefin tetapi lebill
aktif, bahkan dapat membentuk polimer dengan senyawa tidak jenuh
lainnya menjadi molekul yang besar semacam karet (gum). Jenis diolefin
tidak ada dalam minyak bumi, hanya ada pada hidrokarbon rengkahan.

2.2. Solusi Yang Pernah Ditawarkan


Jika tugas-tugas pemerintah tadi tidak dilaksanakan dengan baik hingga kini,
maka yang disalahkan bukan kenaikan harga minyak mentah, tetapi ketidakmampuan
pemerintah dalam melaksanakan rencana yang sebenarnya sudah ada untuk
meminimalisir ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak BBM dari luar
negeri. Melaksanakan secara konsisten dari bahan bakar minyak BBM kepada bahan
bakar gas (BBG) sebenarnya merupakan hal paling realistis yang dapat dilakukan
oleh pemerintah saat ini, tentu saja harus ditunjang oleh pembangunan SPBG di
tempat-tempat strategis. Selain itu, pemerintah juga dapat mensyaratkan bahwa
minimal kendaraan umum dan mobil pemerintah menggunakan bahan bakar gas
sebagai bentuk keteladanan dan subsidi diperuntukkan bagi pengguna bahan bakar
gas tersebut. Kalaupun hal tersebut dianggap masih membutuhkan waktu, maka
kembalI kepada pernyataan di awal tulisan ini yaitu opsI yang dipilih oleh pemerintah
seharusnya tidak pukul rata menaikkan seluruh harga bahan bakar minyak BBM.
Apabila alasan tidak efektif jika ada 2 harga, sebenarnya alasan tersebut terkesan
dibuat-buat dan bertele-tele.

Jika mengambil opsi 2 harga, maka tidak perlu ada SPBU khusus untuk BBM
bersubsidi. Jika di satu SPBU terdapat 5 titik pengisian bahan bakar minyak BBM,
maka tinggal dibagi saja, 3 untuk non subsidi, dan 2 untuk bahan bakar minyak BBM
bersubsidi yaitu motor dan kendaraan umum serta mobil plat kuning. Harga untuk
yang bersubsidi tetap Rp 4.500, sedangkan nonsubsidi menjadi Rp 6.500 misalnya.
Setelah itu ditetapkan oleh pemerintah bahwa setiap tahun akan ada kenaikan berkala
sebesar Rp 500,- baik bagi subsidi maupun non subsidi hingga nantinya mencapai
harga pasar.
7

Akan tetapi tugas pemerintah tidak berhenti hanya disitu saja, beban subsidi
yang berkurang harus dialihkan untuk membangun atau mengimplementasikan
rencana-rencana seperti yang telah penulis kemukakan sebelumnya. (Danny Prasetyo,
2013)

2.3. Solusi Bahan Bakar Bensin Dan Solar dengan Tumbuhan Singkong Dan
Jarak

a. Bahan Bakar Bensin (Bioethanol) dengan Tumbuhan Singkong


Bioethanol adalah ethanol yang bahan utamanya dari tumbuhan dan umumnya
menggunakan proses farmentasi. Ethanol atau ethyl alkohol C2H5OH berupa cairan
bening tak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan
tidak menimbulkan polusi udara yg besar bila bocor. Ethanol yg terbakar
menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air.
Ethanol adalah bahan bakar beroktan tinggi dan dapat menggantikan timbal
sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin. Dengan mencampur ethanol dengan
bensin, akan mengoksigenasi campuran bahan bakar sehingga dapat terbakar lebih
sempurna dan mengurangi emisi gas buang (seperti karbonmonoksida/CO).
Bioethanol dapat dibuat dari singkong. Singkong (Manihot utilissima) sering
juga disebut sebagai ubi kayu atau ketela pohon, merupakan tanaman yang sangat
populer di seluruh dunia, khususnya di negara-negara tropis. Di Indonesia, singkong
memiliki arti ekonomi terpenting dibandingkan dengan jenis umbi-umbian yang lain.
Selain itu kandungan pati dalam singkong yang tinggi sekitar 25-30% sangat cocok
untuk pembuatan energi alternatif. Dengan demikian, singkong adalah jenis umbi-
umbian daerah tropis yang merupakan sumber energi paling murah sedunia. Potensi
singkong di Indonesia cukup besar maka dipilihlah singkong sebagai bahan baku
utama.
Teknologi proses produksi ethanol/bioethanol tersebut dapat dibagi dalam tiga
tahap, yaitu Persiapan Bahan Baku, Liquefikasi dan Sakarifikasi, Fermentasi,
Distilasi dan Dehidrasi.
8

1. Persiapan Bahan Baku


Dalam mempersiapkan bahan baku untuk proses produksi ethanol maka
terlebih dahulu dilakukanan pengupasan kulit singkong kemudian dihancurkan untuk
memecahkan susunan tepungnya agar bisa berinteraksi dengan air secara baik.

2. Liquefikasi dan Sakarifikasi


Kandungan karbohidrat berupa tepung atau pati pada bahan baku singkong
menjadi gula komplex menggunakan Enzym Alfa Amylase melalui proses pemanasan
(pemasakan) pada suhu 90 derajat celcius (hidrolisis). Pada kondisi ini tepung akan
mengalami gelatinasi (mengental seperti Jelly). Pada kondisi optimum Enzym Alfa
Amylase bekerja memecahkan struktur tepung secara kimia menjadi gula komplex
(dextrin). Proses Liquifikasi selesai ditandai dengan parameter dimana bubur yang
diproses berubah menjadi lebih cair seperti sup. Sedangkan proses Sakarifikasi
(pemecahan gula kompleks menjadi gula sederhana) melibatkan tahapan sebagai
berikut:

Pendinginan bubur sampai mencapai suhu optimum Enzym Glukosa


Amylase bekerja.

Pengaturan pH optimum enzim.

Penambahan Enzym Glukosa Amilase secara tepat dan


mempertahankan pH serta temperatur pada suhu 60 derajat celcius
hingga proses Sakarifikasi selesai (dilakukan dengan melakukan
pengetesan kadar gula sederhana yang dihasilkan).
3. Fermentasi
Pada tahap ini, tepung telah telah berubah menjadi gula sederhana (glukosa
dan sebagian fruktosa) dengan kadar gula berkisar antara 5 hingga 12 %. Tahapan
selanjutnya adalah mencampurkan ragi (yeast) pada cairan bahan baku tersebut dan
mendiamkannya dalam wadah tertutup (fermentor) pada kisaran suhu optimum 27 s/d
32 derajat celcius selama kurun waktu 5 hingga 7 hari (fermentasi secara anaerob).
Keseluruhan proses membutuhkan ketelitian agar bahan baku tidak terkontaminasi
9

oleh mikroba lainnya. Dengan kata lain,dari persiapan baku, liquifikasi, sakarifikasi,
hingga fermentasi harus pada kondisi bebas kontaminan. Selama proses fermentasi
akan menghasilkan cairan etanol/alkohol dan CO2. Hasil dari fermentasi berupa
cairan mengandung alkohol/ethanol berkadar rendah antara 7 hingga 10 % (biasa
disebut cairan Beer). Pada kadar ethanol max 10 % ragi menjadi tidak aktif
lagi,karena kelebihan alkohol akan beakibat racun bagi ragi itu sendiri dan
mematikan aktifitasnya.

4. Dehidrasi atau penyulingan


Tahap yang terakhir yaitu tapah fermentasi dimana ethanol disaring supaya
ethanol berkadar 95 % belum dapat larut dalam bahan bakar bensin. Untuk substitusi
BBM diperlukan ethanol berkadar 99,6-99,8 % atau disebut ethanol kering. Untuk
pemurnian ethanol 95 % diperlukan proses dehidrasi (distilasi absorbent)
menggunakan beberapa cara,antara lain :
1. Cara Kimia dengan menggunakan batu gamping
2. Cara Fisika ditempuh melalui proses penyerapan menggunakan Zeolit
Sintetis. Hasil dehidrasi berupa ethanol berkadar 99,6-99,8 % sehingga dapat
dikatagorikan sebagai Full Grade Ethanol (FGE),barulah layak digunakan sebagai
bahan bakar motor sesuai standar Pertamina. Alat yang digunakan pada proses
pemurnian ini disebut Dehidrator.
Akhir proses penyulingan (distilasi) ethanol menghasilkan limbah padat
(sludge) dan cair (vinase). Untuk meminimalisir efek terhadap pencemaran
lingkungan, limbah padat dengan proses tertentu dirubah menjadi pupuk kalium,
bahan pembuatan biogas, kompos, bahan dasar obat nyamuk bakar dan pakan ternak,
sedangkan limbah cair diproses menjadi pupuk cair.

b. Bahan Bakar Solar (Biodisel) dengan Tumbuhan Jarak


Jarak pagar (Jatropha curcas L) merupakan jenis tanaman semak atau pohon
yang tahan terhadap kekeringan sehingga tahan hidup didaerah dengan curah hujan
rendah. Tanaman dari keluarga Euphorbiaceae ini banyak ditemukan di Afrika
10

Tengah dan Selatan, Asia Tenggara, dan India. Awalnya, tanaman ini kemungkinan
didistribusikan oleh pelaut portugis dari Karibia melalui pulau Cape Verde dan
Guinea Bissau ke negara lain di Afrika dan Asia.
Jarak pagar dapat diperbanyak dengan stek. Sesuai dengan namanya, tanaman
ini secara luas ditanam sebagai pagar untuk melindungi lahan dari serangan ternak.
Seperti jenis jarak lainnya, jarak pagar merupakan tanaman sekulen yang meranggas
pada musim kemarau. Tanaman yang sering digunakan sebagai pengendali erosi ini
beradaptasi dengan baik didaerah gersang dan agak tandus.
Jarak pagar mempunyai beberapa nama, antara lain Purging Nut (Inggris);
Pourghere,Pignon dInde (Perancis); Gernoot (Belanda); Habel meluk (Arab);
Pinoncillo (Mexico); Kadam (Nepal); Yu-lu-tzu (Cina); Sabudam (Thailand);
Tubang-bakod (Filipina); Jarak budeg,jarak pagar (Indonesia); Tempate (Costa Rica);
Tar Tago (Puerto Rico); dan Pinol (Peru).Jarak pagar merupakan tanaman semak
besar dengan cabang yang tidak teratur. Umur tanaman jarak pagar bisa mencapai 50
tahun. Cabang pohonnya mengandung getah (lateks). Daunnya lebar berbentuk
jantung dan bertangkai panjang.Tanaman ini juga bisa tumbuh cepat hingga mencapai
ketinggian 3-5 meter. Pada musim kemarau yang panjang tanaman ini menggugurkan
daunnya. Umumnya seluruh bagian tanaman beracun sehingga tanaman ini hampir
tidak memiliki hama. Tanaman ini mulai berbuah mulai umur 5 tahun. Buahnya
berbentuk elips, panjangnya sekitar 1 inchi(sekitar 2,5cm) dan mengandung 2-3 biji.
Beberapa varietas jarak pagar yang dikenal saat ini adalah Cape verde, Nicargua, Ife
Nigeria, dan Non toksik Mexico. ( Syarief,E.2004.Melawan Ketergantungan pada
Minyak Bumi.Insist Press.Yogyakarta. )
Manfaat Tanaman Jarak Pagar yaitu digunakan sebagai pembersih perut
(pencahar), mengobati penyakit kulit dan untuk mengobati rematik. Sari pati cairan
rebusan daunnya digunakan sebagai obat batuk dan antiseptik pasca melahirkan.
Bahan yang berfungsi meredakan luka dan peradangan juga telah diosilasi dari bagian
tanaman jarak pagar. Berbagai ekstrak dari biji dan daun jarak pagar menunjukkan
sifat antimoluska, anti serangga dan anti jamur. Phorbol ester dalam jarak pagar
diduga merupakan salah satu racun utamanya.
11

Tahap proses produksi biodiesel yaitu sebagai berikut:


A. Penentuan Kapasitas Katalis
1. Ukur 1 gr soda api kedalam petri dish diatas timbangan
2. Ukur 1 liter air distilat kedalam labu 1500 litrr air
3. Tuangkan 1 gr soda api kedalam 1 liter air
4. Beri label labu dengan secarik kertas label dan tandai dengan Larutan soda
api/air, jangan diminum
5. Ukur 10 ml isopropil alkohol kedalam labu 20ml
6. Larutkan 1 ml minyak nabati bekas kedalam isopropil alcohol
7. Beri label labu 20 ml Larutan minyak/alkohol
8. Gunakn pipet gradual untuk meneteskan larutan soda api/air kedalam larutan
minyak/alcohol
9. Setelah 1 ml larutan soda api/air ditambahkan, periksa pH minyak nabati yang
dilarutkan. Lakukan hal ini dengan menyisipkan kertas lakmus kedalam
wadah minyak/alkohol. Bandingkan garis warna kertas lakmus dengan
diagram warna atau gunakan pH meter untuk membaca pH secara langsung.
10. Ulangi tahap 8 dan 9, hitung ml soda api/air yang ditambahkan sampai
minyak atau alkohol mencapai pH antara 8 dan 9. Peningkatan pH biasanya
akan terjadi secara tiba-tiba. Biasanya akan ditambahkan tidak lebih dari 3 ml
larutan soda api/air.

B. Pengukuran Reaktan Reaktan diukur dengan wadah yang terpisah


1. Pengukuran minyak nabati baru:
1 liter minyak baru kedalam labu 1500 ml
200 ml metanol kedalam labu 500 ml
3,5 gr soda api ke atas petri dish diatas timbangan garam
2. Pengukuran munyak nabati bekas:
1 liter minyak bekas yang disaring kedalam labu 1500 ml
200 ml metanol ke dalam labu 500 ml
1 gram soda api ke atas petri dish diatas timbangan garam
12

C. Pelarutan soda api kedalam methanol


Tahap ini adalah menggabungkan metanol dengan soda api untuk menghasilkan
natrium metoksida, yaitu suatu basa yang sangat kuat. Sekali soda api dilarutkan
kedalam metanol, natrium metoksida harus dicampur dengan minyak nabati baru
dengan cara yang benar.
D. Mencampur Reaktan
1. Bukalah blender secara hati-hati, ambil bagian atasnya. Jauhkan wajah anda
dari permukaan atas blender.
2. Tuangkan minyak nabati secara hati-hatikedalam blender
3. Tutup kembali blender. Campur dengan kecepatan sedang/tinggi selama 15
menit. Jika motor blender terasa sangat panas, matikan blender.

E. Biarkan Gliserol Tenang


Jika sekitar 35% pemisahan terjadi pada jam pertama setelah reaksi, hasil
sementara kemungkinan dilihat. Dalam 8 jam, gliserol akan jatuh kebagian dasar
blender. Lapisan atas bagian atas gliserol adalah metil ester atau biodiesel. Bakal
terdapat perbedaan yang tampak antara lapisan atas dan bawah. Lapisan atas akan
berwarna lebih terang daripada bagian dasar. Kemungkinan 5-20% gliserol menuju
kebagian dasar blender.

F. Pemisahan Gliserol dan Biodiesel


1. Dengan bejana yang mempunyai keran pengeluaran
Ambil labu 50 ml/bejana yang serupa dan letakkan dibawah bejana. Buka
keran bejana secara perlahan. Keluarkan semua gliserol sudah keluar. Cairan yang
tertinggal dalam bejana adalah biodiesel yang diperoleh.
2. Dengan blender
Jika membiarkan biodiesel ke dalam blender, jangan tuangkan biodiesel
keluar karena biodiesel dan gliserol akan tercampur. Untuk memompa biodiesel
keluar dari blender, gunakan pompa elektrik kecil. Pastikan pompa dalam keadaan
bersih. Pompa biodiesel kedalam labu 1500 ml.
13

G. Pembersihan
1. Ambil sisa metanol kedalam sebuah botol yang sudah diberi label
2. Simpan sisa soda api kedalam tempat yang sejuk dan kering
3. Letakkan sisa minyak bekas kedalam kontainer gelap dan simpan ditempat
yang sejuk dan kering
4. Biarkan gliserol terkena cahaya dan sinar matahari selama 1 minggu dan dapat
digunakan sebagai sabun cuci setelah dimurnikan
5. Bersihkan semua peralatan. Jangan gunakan blender sebagai bahan makanan
lagi.
H. Setruktur Pembuatan Biodisel

BIJI JARAK

2001- 2007- 2010-


2007 DIKUPAS
2010 2013
2001- 2007- 2010-
DIPRESS BUNGKIL
2007 2010 2013
2001- 2007- 2010- 2001- 2007- 2010-
2007 DISARING
2010 2013 2007 BIOGAS
2010 2013
(HASIL SAMPING)
2001- 2007- 2010-
MINYAK
2007 MENTAH
2010 2013
METHANOL
2001- 2007- 2010-
TRANSESTEREFIKASI
2007 2010 2013 METHOXIDE 2001- 2007- 2010-

2001- 2007- 2007


2010- 2001- 2007- 2010- 2010 2013
NaOH
SETLING
2007 2010 2013 2007 2010 2013
2001- 2007- 2010-
2001- 2007- 2010-
2007 2010 2013
2007 2010 2013 CRUDE BIODIESEL

2001- 2007- 2010-


WASTE CRUDE OLYCERINE
2007 WASHING
2010 2013 WATER

2001- 2007- 2010- 2001- 2007- 2010- 2001- 2007- 2010-


2001- 2007- 2010-
2007 AIR,
2010SISA 2013 2007 GLYCERINE
2010 2013 2007 DRYING
2010 20132007BIODIESEL
2010 2013
KATALIS, FFA
2001- 2007- 2010- 2001- 2007- 2010-
2001- 2007- 2010-
2007 2010 2013 2007 2010 2013
2007 2010 2013
14

BAB 3. KESIMPULAN

Gagasan yang diajukan

1. Bioethanol adalah ethanol yang bahan utamanya dari tumbuhan dan umumnya
menggunakan proses farmentasi. Ethanol atau ethyl alkohol C2H5OH berupa
cairan bening tak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas
rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yg besar bila bocor. Ethanol yg
terbakar menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air.
2. Bioethanol dapat dibuat dari singkong. Singkong (Manihot utilissima) sering
juga disebut sebagai ubi kayu atau ketela pohon, merupakan tanaman yang
sangat populer di seluruh dunia, khususnya di negara-negara tropis.
3. Jarak pagar (Jatropha curcas L) merupakan jenis tanaman semak atau pohon
yang tahan terhadap kekeringan sehingga tahan hidup didaerah dengan curah
hujan rendah. Tanaman dari keluarga Euphorbiaceae ini banyak ditemukan di
Afrika Tengah dan Selatan, Asia Tenggara, dan India. Awalnya, tanaman ini
kemungkinan didistribusikan oleh pelaut portugis dari Karibia melalui pulau
Cape Verde dan Guinea Bissau ke negara lain di Afrika dan Asia.
4. Umur tanaman jarak pagar bisa mencapai 50 tahun. Cabang pohonnya
mengandung getah (lateks). Daunnya lebar berbentuk jantung dan bertangkai
panjang.Tanaman ini juga bisa tumbuh cepat hingga mencapai ketinggian 3-5
meter.
Teknik implementasi yang akan dilakukan

1. Memanfaatkan tumbuh tumbuhan yang bisa digunakan untuk membuat bahan


bakar minyak.
2. Pembuatan teknologi yang lebih canggih terhadap produksi minyak dari
tumbuh-tumbuhan.
3. Mengajarkan masyarakat cara memproduksi minyak dari tumbuhan singkong
maupun jara agar masyarakat tidak lagi kesulitan mencari bahan bakar minyak
(BBM).
15

Manfaat dari gagasan tumbukan singkong dan jarak menjadi minyak


1. Negara Indonesia bisa lebih maju dan tentram dengan adanya teknologi ini
dan per ekonomian Indonesia bisa lebih maju
2. Masyarakat bisa mempelajari cara memproduksi minyak dari tumbukan
supaya tidak kekurangan minyak setiap harinya.
3. Dengan adanya teknologi ini kita bisa mengembangkan dan memproduksi
minyak yang sangat banyak tergantung kebutuhan kita.

Prediksi hasil yang akan diperoleh

1. Konsep ini memberikan solusi dalam mempertahankan aset negara berupa


pertumbuhan ekonomi yang sangat bagus.
2. Terciptanya pengetahuan baru terhadap masyarakat yang belum tau mengenai
manfaat dari sebuah tumbuhan sing kong dan jarak.
3. Terciptanya teknologi baru dan bisa berguna bagi masyarakat menengah ke
bawah
4. Perekonomian di Negara Indonesia bisa lebih maju dan tidak menurun seperti
sekarang ini.
16

DAFTAR PUSTAKA

Syarief, E.2004. Melawan Ketergantungan pada Minyak Bumi. Insist Press.


Yogyakarta.

Jaka, Nur dkk. (2007). Intisari Ekonomi untuk SMA. Bandung: CV Pustaka Mandiri.

Fiki Ariyanti & Pebrianto Eko W. (2013). Premium Rp 6.500, Solar Rp 5.500 Mulai
Sabtu Pukul 00.00. Tersedia: http://bisnis.liputan6.com/read/619242/premium-rp-
6500-solar-rp-5500-mulai-sabtu-pukul-0000 [24 November 2013].

Anonymous. (2013).Pengertian Bahan Bakar Minyak. Tersedia:


http://kumpulanmakalah-kedokteran-psikologi.blogspot.com/2013/06/makalah-
kenaikan-dan-pembatasan-bbm.html [24 November 2013].

Danny Prasetyo. (2013).Solusi Sederhana Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).


Tersedia: http://politik.kompasiana.com/2013/05/04/solusi-sederhana-kenaikan-bbm-
552913.html [25 November 2013].
LAMPIRAN LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota

1. Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap I Nyoman Edi Jayantara
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Pendidikan Teknik Informatika
4 NIM 1315051085
5 Tempat dan Tanggal Lahir Werdhi Agung, 28 September 1995
6 E-mail edijayantara@yahoo.co.id
7 Nomor Telepon/HP 08563885238

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD N 4 Jehem SMP N 3 Tembuku SMK N 1 Bangli
Jurusan - - TKJ
Tahun Masuk-
2001-2007 2007-2010 2010-2013
Lulus
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apa bila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya biat dangan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Program Kreativitas Mahasiswa.
Singaraja. 28 November 2013
Pengusul,

(I Nyoman Edi Jayantara)


2. Biodata Anggota

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Nyoman Jaya Wardhana
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Pendidikan Teknik Informatika
4 NIM 1315051065
5 Tempat dan Tanggal Lahir Denpasar, 27 November 1993
6 E-mail Jwarudhana41@yahoo.com
7 Nomor Telepon/HP 085792751251

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SD N 3 SMP N 4 SMA N 2
Nama Institusi
Sambangan Singaraja Singaraja
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-
2001-2007 2007-2010 2010-2013
Lulus

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apa bila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya biat dangan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Program Kreativitas Mahasiswa.
Singaraja. 28 November 2013
Pengusul,

(Nyoman Jaya Wardhana)


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Made Ade Agung Indrayana
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Pendidikan Teknik Informatika
4 NIM 1315051076
5 Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 16 Desember 1995
6 E-mail indrayanaade@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 087863080924

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SD NO 1 & 2 SMP N 1 SMA N 1
Nama Institusi
Paket Agung Sukasada Sukasada
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-
2001-2007 2007-2010 2010-2013
Lulus

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apa bila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya biat dangan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Program Kreativitas Mahasiswa.

Singaraja. 28 November 2013


Pengusul,

(Made Ade Agung Indrayana)


Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas
Program Bidang Alokasi waktu
No Nama/NIM Uraian Tugas
Studi Ilmu (jam/minggu)
Menginformasikan
manfaat dari
Pendidikan tumbuhan
I Nyoman Edi Jayantara/ 25jam/
1 Teknik Teknologi singkong dan jarak
1315051085 minggu
Informatika kepada pemerintah
maupun
masyarakat
Menginformasikan
manfaat dari
Pendidikan tumbuhan
Made Ade Agung 50jam/
2 Teknik Teknologi singkong dan jarak
Indrayana/1315051076 minggu
Informatika kepada pemerintah
maupun
masyarakat
Menginformasikan
manfaat dari
Pendidikan tumbuhan
Ida Ayu Ratnasari 25jam/
3 Teknik Teknologi singkong dan jarak
Kemenuh/1215051162 minggu
Informatika kepada pemerintah
maupun
masyarakat
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Alamat: Jalan Udayana No. 11 Singaraja
Telepon : (0362)22570 Fax.: (0362)25735 Email : www.undiksha.ac.id
humas@undiksha.ac.id

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini


Nama : I Nyoman Edi Jayantara
NIM : 1315051085
Program Studi : Pendidikan Teknik Informatika
Fakultas : Teknik dan Kejuruan

Dengan ini menyatakan bahwa usulan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang


Gagasan Ilmiah dengan judul Memproduksi Bahan Bakar Bensin Dan Solar
Dengan Tumbuhan Singkong Dan Jarak Untuk Mengatasi Kelangkaan BBM yang
diusulkan untuk tahun anggaran 2013 - 2014 bersifat original dan belum pernah
dibiayai oleh lembaga ataupun sumber dana lain.

Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidak sesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dengan mengembalikan seluruh biaya Pelaksanaan yang sudah diterima ke kas
negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-


benarnya.

Mengetahui, Singaraja, 28 November 2013


Pembantu Rektor III Yang menyatakan,

( Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes) (I Nyoman Edi Jayantara)


NIP.196013119860310003 NIM: 1315051085