Anda di halaman 1dari 93

BISNIS

DALAM ISLAM
ARTI BAI (BUYU)
Bahasa:
Tukar menukar sesuatu dg lainnya; saling menukar/ pertukaran

Istilah Syari:
Perikatan (akad) yg mengandung pengertian pertukaran harta
benda atau jasa atas dasar saling rela; atau pemindahan milik
dg ganti yang dapat dibenarkan.
HUKUM BERUSAHA DAN JUAL BELI
Hukum Mencari Rezki

wajib,

tetapi tidak mewajibkan


jenis usaha dan pekerjaan
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (Q.s.
al-Baqarah (2):275)
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah
tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan
selalu berbuat dosa. (Qs. aL-Baqarah (2(: 276)
HUKUM JUAL-
BELI
Hukum Jual Beli

Halal/Jaiz

Dalam kondisi
tertentu

=
wajib
Dasarnya

Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia


(rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. (QS. al-
Baqarah 2: 198)
RUKUN JUAL-
BELI
RUKUN JUAL-BELI
1. Pembeli dan Penjual
Syarat:
Berakal dan tamyiz
Yg melakukan orang berbeda.
2. Barang yg diperjualbelikan
Syarat:

Milik sah penjual atau orang yg diberi kuasa


untuk menjualkannya.
Halal, suci/tidak najis:
Jual Beli Barang Najis:
Tidak boleh (Jumhur).
Boleh (Hanafi dan Zhahiri):
Syaratnya:
Dapat dimanfaatkan.
Tidak untuk dimakan/diminum.
Bermanfaat.
Dalam kekuasaan pemilik/penjual.
Dapat diserahterimakan (levering).
Menjual Barang tidak di tempat
Syaratnya:
Sesuai dg informasi = transaksi sah
Jika tidak sesuai:
Pembeli punya hak pilih: Menerima atau menolak
Jelas ukuran atau timbangannya.
Jelas harganya.
Dapat disaksikan oleh pembeli dan penjual
Setiap tubuh yang tumbuh dari yang haram maka Neraka
lebih layak baginya)
Kemudahan merupakan salah sebab turunnya rahmat

Allah merahmati seseorang yang mudah dalam menjual, membeli dan dalam
memutuskan
3. Alat dan Nilai Tukar/Harga

Syaratnya:
Kejelasan harga yg disepakati.
Menggunakan alat tukar yg sah (uang cash, cek, kartu
kredit, dsb.)
Bisa diserahkan saat akad, atau pada waktu yg
disepakati.
Jika dg sistem barter, barangnya bukan yg diharamkan.
Uang pembayaran milik sah pembeli atau yg diberi
tugas untuk membeli/membayarnya.
4. Ijab-kabul (Serah - Terima)
Syaratnya:
Suka rela
Ungkapan kabul sesuai dengan ijab
Ijab dan kabul disampaikan dalam satu majlis,
tanpa ada pemisahan yg merusak.
Bentuk Penyampaian Ijab-Kabul:

Lisan atau isyarat


Melalui surat, telpon, email, faksimile,
internet, dan Sejenisnya.

Permasalahan:
Barang yg dilihat di brosur, internet, dsb ternyata
tidak seperti kondisi barang ?
SISTEM SWALAYAN
Sistem Swalayan:
Pembeli mengambil langsung barang dan
membayarnya dg uang kontan/kartu
kredit, atau sejenisnya.
Penjual mengambil uang pembayaran dan
menyerahkan barang

Disebut:
Bai al-Muathah
()
Permasalahan:
Transaksi tidak diucapkan
Catatan:
Jika sudah merupakan kebiasaan yg berlaku, karena
sudah memenuhi unsur ridha dari kedua belah pihak

Boleh (Jumhur).
Harus diucapkan secara jelas atau tersirat.
(Sebagian Ulama)
Batasan Satu Majlis
(Syarat sahnya ijab dan kabul)

- Berhadapan secara fisik?


atau
Satu situasi atau satu kondisi, meskipun
antara keduanya berjauhan?
JUAL-BELI
HARAM
BARANG, USAHA/PRAKTEK
JUAL BELI YG TERLARANG

1. Barang yg haram 1. Riba


dimakan. 2. Pelacuran
2. Minuman keras 3. Peramalan nasib/
3. Alat-alat maksiat 4. Perdukunan
4. Anjing, kucing 5. Perjudian
5. Menjual milik umum (air 6. Pengangkutan barang
laut, hujan) haram
6. Buah-buahan yg belum 7. Menadah barang hasil
dapat dimakan. rampokan, curian, dan
7. Barang yg samar. sejenisnya.
8. Menjual binatang yg 8. Jual beli di masjid.
menjadikan terpisahnya 9. Jual beli saat adzan
induk dari anaknya.. Jumat
10. Penimbunan dan melakukan tindakan
yg dapat melambungkan harga.
11. Mengurangi timbangan, takaran, dan ukuran.
12. Menyembunyikan cacat barang dagangan
13. Banyak sumpah
14. Reklame palsu (najasy)
15. Jual beli yg samar
16. Persaingan tidak sehat
17. Tidak jujur
18. Mengingkari janji
19. Menipu.
20. Pemaksaan
21. Bertindak yg dpt menimbulkan kerusakan.
22. Memonopoli
23. Menawar barang yg sedang ditawar orang yg
sudah disepakati
Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual-beli khamar,
bangkai, babi dan patung berhala
PENIMBUNAN
PENIMBUNAN
)(
Membeli sesuatu dan menyimpannya agar
barang tersebut langka di masyarakat, maka
harganya meningkat sehingga orang akan
kesulitan mendapatkannya.
Jenis dan Batasan Penimbunan yg
Diharamkan

Komuditas yg ditimbun melebihi persiapan


kebutuhan setahun (Hadits Nabi).
Penjualan dilakukan setelah barang langka di
pasaran, dg harga tinggi.
Jenis komuditas yg sangat diperlukan masyarakat:
Sembako, pakaian, bahan bakar, dsb.
JUAL-BELI
GHARAR
JUAL BELI GHARAR
)(

Semua transaki jual beli yg


mengandung unsur (berpura-
pura) tidaktahu )(, spekulasi
)(, atau (taruhan/gambling
)).
Contoh

Membeli buah masih berbentuk bunga


di pohon
Beli kucing dalam karung.
Membeli tanah yg tidak jelas batasnya
MEMILIH
MEMILIH
)(
Perjanjian/perakadan antara
pembeli dan penjual untuk
menentukan jadi atau tidaknya
jual beli dalam tempo tertentu.
Pembagian Khiyar
1.Khiyar Majlis
Memilih jadi atau batal, disepakati saat proses
transaksi berjalan; atau jadi tidaknya beli/jual
disepakati saat transaksi, kecuali ada perjanjian.

Contoh:
Akan mengembalikannya jika nanti ukurannya tidak
cukup (Khiyar majlis bagi pembeli).
Tertulis dalam faktur penjualan:
Barang-barang yg telah dibeli, tidak dapat
ditukar/dikembalikan (khiyar majlis bagi pedagang)
2. Khiyar Syarat
Salah satu pihak mempersyaratkan
diperbolehkan memilih dlm waktu tertentu, jadi
atau tidaknya.

Contoh:
Saya menjual dg harga , saya memberi
tempo selama-lamanya 3 hari untuk berfikir.
Masa Khiyar:
Tidak lebih dari 3 hari (Abu Hanifah
dan Syafii).
Dalam waktu tertentu (Hanbali).
Sesuai kebutuhan (Maliki)
3. Khiyar Aibi (Barang Cacat)
Memilih meneruskan atau membatalkan
jual beli disebabkan adanya cacat pada
barang yg dibeli yg tidak diketahui saat
transaksi, dan cacatnya bukan oleh
pembeli.
Catatan:
Khiyar Aibi hanya bagi pembeli yg belum
mengetahui cacatnya saat transaksi
Hukum
Menjual Barang Cacat
Haram:
Jika tanpa penjelasan/pemberitahuan
SISTEM
PESANAN
SISTEM PESANAN
((

Memesan barang yg belum ada saat


transaksi, tetapi dijamin akan ada atau
bisa ada pada saat yg ditentukan bersama.
SYARAT SALAM
1. Barang yg dipesan ada dalam tanggungan, belum
ada saat transaksi.
2. Barang yg dipesan telah diketahui kriteria dan
spesifikasi (jenis dan kadarnya)nya dengan jelas.
3. Limit waktunya jelas.
4. Barang diserahkan di majlis transaksi atau sesuai dg
perjanjian.
5. Ijab kabul, melalui lisan; tulisan; atau berdasarkan
kebiasaan yg berlaku.
JUAL-BELI KREDIT
JUAL- BELI KREDIT

Syarat Keabsahannya:

Harga barang ditentukan dg jelas, pasti, dan diketahui


oleh kedua belah pihak.
Pembayaran cicilan serta tempo pembayaran dibatasi
sehinga terhindar dari praktik gharar/penipuan.
arga yg disepakati tdk boleh dinaikkan di tengah jalan.
Tidak dikenai bunga.
RIBA
RIBA
((

Tambahan (haram) tanpa imbangan yg


disyaratkan kepada salah satu di antara
dua pihak yg melakukan muamalah
utang-piutang atau tukar-menukar
barang.
Dasarnya, (antara lain):

dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan


riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu
tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya
(Qs al-Baqarah: 279)
, , ,
Allah mengutuk riba, (baik) yg memberi, saksi, maupun
penulisnya (HaditsNabi)
Jenis-jenis Riba
Riba Nasi`ah (jahiliyah)
Pertambahan bersyarat yg diperoleh oleh
pihak yg menghutangkan dari orang yg
berhutang karena adanya penangguhan
pembayaran
Riba Fadhl
Jual beli barter komoditas sejenis tanpa adanya
kesamaan kuantitas.

Bidang Riba

Jual beli
Pinjam-meminjam
BERHUTANG
BERHUTANG
)(
Meminjamkan sesuatu kepada seseorang dg sarat
harus dikembalikan lagi semisalnya

Hukumnnya:
Wajib:
Jika yg berhutang sangat perlu.
Sunnah:
Sesuai anjuran Nabi.
Berikan upahnya sebelum keringatnya kering
Rukun Berhutang

Shighat/Ijab kabul.
Orang yg berhutang dan yg berpiutang.
Benda yg dihutangkan:
Barang/benda, bahan pangan, pakaian,
hewan/kendaraan, dsb.
Uang atau surat-surat berharga.
Ketentuan Berhutang
Barang yg dihutangkan menjadi hak milik sah
pihak yg berhutang.
Pihak yg berhutang wajib mengembalikan atau
membayar piutang pada waktu yg telah
ditentukan dg barang atau nilai yang sama.
Pihak yg meminjamkan berhak menegur
peminjam jika dianggap perlu.
Pihak debitur wajib memberikan tambahan
tempo jika pada saat yg ditentukan peminjam
belum mempunyai kemampuan mengembalikan.
Sekiranya pihak penghutang tidak ada
kemampuan, debitur disunnahkan
membebaskannya.
Pihak berhutang berhak menerima zakat.
Kreditur berhak memejahijaukan pihak
penghutang sekiranya penghutang malas atau
menolak membayar
Pihak pengadilan berhak memaksa atau menyita
sejumlah aset milik penghutang untuk
membayarkan hutangnya.
Disunnahkan pihak penghutang memberikan
hadiah kepada penghutang dg catatan tidak
dijanjikan pada saat transaksi.
Semua qiradh yg
menegenakan bunga
=
RIBA
GADAI
GADAI
((
Menjadikan sesuatu sebagai jaminan
(borg/agunan) utang dan dapat dijual
manakala pihak yg menggadaikannya tidak
sanggup menebusnya kembali.

Hukumnya:
Jaiz
RUKUN GADAI
1.Ijab qabul/transaksi
2.Pihak yg berakad.
Syarat:
Dewasa, berakal, suka rela.
3. Barang yg digadaikan:
Bentuknya:
Barang/benda, pakaian, hewan/kendaraan, dsb.
Uang atau surat-surat berharga.
Tidak sedang dlm penyitaan pengadilan.
Dapat diserahkan pada pihak penerima gadai.
Berada saat transaksi.
Ditetapkan jumlahnya.
Diketahui oleh kedua belah pihak yg bertransaksi.
PENYITAAN
PENYITAAN
Menahan menggunakan harta untuk
sementara waktu oleh pemiliknya.
Alasan Pembolehan Penyitaan
Untuk menyelesaikan utang pihak yg
membandel membayar.
Untuk memelihara keutuhan barang
karena tak ada pemiliknya (belum
dewasa, sakit, gila, atau yg
sejenisnya) atau sedang sengketa.
Orang yg boleh disita Hartanya dan
yg berhak menyitanya

Yg Boleh disita yg berhak menyita


Anak kecil yg belum
baligh Walinya, jika
Orang gila yg belum tidak ada oleh
sembuh Pemerintah
Orang yg cenderung
meng- hambur-
hamburkan harta
semasa belum sadar
Pemerintah

Pihak yg sedang
pailit /bangrut
Ahli waris, Jika
tidak ada:
Pemerintah
Orang sakit yg
tak ada harapan
sembuh
PEMINDAHAN
UTANG
MEMINDAHKAN UTANG
)(
Perakadan untuk memindahkan utang dari seseorang
kepada lainnya.
Hukumnya:
Sunnah (Jumhur)
Wajib (Sebagian Ulama)

Tujuan:
Untuk memudahkan penyelesaian hutang-piutang,
terutama bisnis besar dg menggunakan cheque
Contoh:

Si A berhutang kepada B, B berhutang kepada


C.
B meminta C agar memindahkan pembayaran
utang dari A.
C menerima piutang tsb.
Jika jumlahnya sama:
B tidak berhutang lagi kepada C.
A tidak berhutang lagi kpd B.
A membayar hutang kepada C.
Rukun Hawalah

Ada pihak yg memindahkan utang


Ada pihak yg menerima pemindahan utang.
Ada yg dipindahkan piutangnya.
Adanya utang oleh pihak yg memindahkan utang.
Adanya utang oleh pihak yg dipindahkan
pitangnya.
Adanya transaksi/ijab dan qabul dari pihak yg
memindahkan utang dan yg menerima
pemindahan utang.
WAKALAH
WAKALAH
)(
Menyerahkan mandat sesuatu urusan yg dapat
digantikan kepada orang lain untuk dikerjakan
olehnya

Bertindak atas nama yg diwakilinya untuk:


mengerjakan sesuatu,
mengambil sesuatu,
menanggung kewajiban,
dsb.
Syarat Wakalah

Ada yg mewakilkan (muwakkil).


Ada yg menerima kewakilannya (Wakil).
Ada tugas/pekerjaan tertentu untuk
diwakili pengerjaannya (Muwakkal Fih).
Ada ijab-kabul.
Ketentuan bagi Pihak
Penerima Kewakilan

Tidak boleh mewakilkannya lagi kepada pihak yg lain,


kecuali seizin pemberi perwakilan.
Bertanggung jawab terhadap tugas yg diembannya.
Berhak diberhentikan, jika:
Diberhentikan oleh pihak yg mewakilkannya.
Mati atau gila
Barang atau pekerjaan tidak beres.
Jika terjadi perselisihan pengakuan, tidak ada bukti
dan saksi, yg dibenarkan adalah pengakuan pihak yg
mewakilkan (muwakkil)
MUDHARABAH
KONGSI DAGANG
((

Transaksi antara dua pihak, pemilik modal dan


yg menjalankannya, bekerja sama dalam
usaha bisnis dg ketentuan keuntungan dari
usaha itu akan dibagi bersama sesuai dg
kesepakatan.
Prinsip dalam Mudharabah:

PROFIT AND LOSS SHARING


(Untung dan laba ditanggung bersama)
Hukumnya:
Jaiz (Ijmak)

Rukun Mudharabah
Ada dua pihak yg berakad,
Ijab dan qabul/ Transasksi
Ada modal/barang modal.
Ada pekerjaan/bisnis
Kejelasan pembagian hasilnya.
SYIRKAH
PERSEKUTUAN BISNIS
( (

Transaksi yg menetapkan adanya hak milik


bersama antara dua orang/pihak pemilik
modal atau lebih yg bersekutu/bersero
Hukumnya:

Mubah
Rukun Syirkah

Adanya 2 pihak atau lebih yg bertransaksi


untuk bersyarikat.
Adanya modal yg digabungkan.
Penentuan jenis/obyek perusahaannya.
Adanya ijab dan kabul.
Pembagian Syirkah
Syirkah tanpa akad:
Misalnya:
Harta warisan, pembelian barang untuk umum
Syirkah dg akad:
Misalnya
Memborong rumah, bersama-sama
mengeluarkan modal,
Utang/membeli bersama-sama, menjual
bersama-sama.
Prinsip dalam Syirkah

PROFIT AND LOSS SHARING


PINJAM-MEMINJAM
PINJAMAN
((

Meminjamkan sesuatu kepada orang lain dg


ketentuan wajib mengembalikannya lagi barang
itu kepada pemiliknya.
Hukumnya

Tergantung
Keperuntukan-
nya

Wajib Sunnah Haram Mubah


Wajib
Meminjamkan pakaian untuk shalat, menutup aurat.
Sunnah
Meminjamkan sesuatu yg berguna bagi yg memerlukan.
Haram
Meminjamkan sesuatu untuk kejahatan
Mubah
Meminjamkan sesuatu kpd org yg mampu.
Rukun Ariyah

Yg Meminjam

Syaratnya:
Baligh dan berakal.
Benda itu milik sah pihak yg meminjamkan.