Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

KOMUNIKASI KELAS MAYA

Disusun Oleh :

Riki Sobur
Susy Alpa
Wiarsih
Rini Garini
Nersih

SMK TRI MITRA 2 CIKAUM


2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
KELAS MAYA.

Adapun makalah ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan
bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
kami dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan
baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada
dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran
dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diambil


hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.

Cikaum, Agustus 2017


Team Penulis

Riki Sobur
Susy Alpa
Wiarsih
Rini Garini
Nersih

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul ...................................................................................................... i


Kata Pengantar ..................................................................................................... ii
Daftar Isi .............................................................................................................. iii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
C. Tujuan ............................................................................................................. 2
BAB II. PEMBAHASAN
A. Pengertian ...................................................................................................... 2
B. Penerapan Sistem Virtual Class ..................................................................... 3
C. Jenis-jenis kelas maya .................................................................................... 4
D. Pemanfaatan Social Learning Network ......................................................... 5
E. Perbedaan Edmodo dan Facebook ................................................................. 7
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan ..................................................................................................... 11
B. Saran .............................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Teknologi informasi telah merambah pada hampir seluruh spektrum kehidupan manusia.
Percepatan perkembangan teknologinya semakin meningkat secara berlipat sebagai akibat
pertumbuhan pembaharuan dan penyelarasan kebutuhan manusia.
Pada tataran penggunaan teknologi sebagai media pengelolaan informasi, teknologi
informasi telah mulai diajarkan bagi siswa SMA/SMK sejak tahun 2000, dalam kemasan Mata
Pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI). Mata pelajaran KKPI,
dalam sebutan nama mata pelajaran lain sejenis, juga mulai tumbuh pada jenjang pendidikan di
bawah dan yang setingkat dengan SMA/MK.
Pengenalan fungsi komputer bagi siswa dan terutama, mahasiswa, serta masyarakat luas
sudah lebih dari sekadar pengelolaan informasi sebagai langkah awal mendapatkan informasi
lebih cepat. Siswa pada jenjang pendidikan menengah di lokasi tertentu, kota besar atau sekolah
yang sudah memberikan mata pelajaran KKPI, tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk
memanfaatkan kemudahan dan percepatan teknologi informasi, terlebih pada masa yang sudah
memasuki era digital. Pertumbuhan dan percepatan teknologi harus dimanfaatkan. Justru
pemanfaatan kemudahan dan percepatan teknologi informasi ini akan menjadi bumerang yang
merugikan siswa bila tidak diarahkan pada materi yang bermanfaat bagi siswa dan masyarakat
luas.
Pada tataran pengelolaan informasi untuk mendapat informasi lebih cepat, mata pelajaran
KKPI telah berhasil mengubah kesadaran siswa memasuki era informasi. Kesadaran
tersebut masih bersifat pasif, masih sebagai penerima informasi. Peningkatan tataran ini adalah
kesadaran menggunakan teknologi informasi sebagai media berbagi (sharing) informasi kepada
pihak lain. Di luar kendali pendidikan, media sosial juga berkembang cepat dan justru lebih
merebak, sangat
luas.
Karya-karya digital demikian dekatnya dengan, bahkan masuk dalam, kehidupan kita
tanpa kita sadari pada masa sekarang. Pemanfaatan digitalisasi tersebut harus diberi warna
pendidikan. Salah satu bentuk karya digital tersebut adalah buku digital yang nirkertas, yang
justru dapat diperkaya dengan media dengar-pandang (audio-visual).
Berbagai upaya tersebut, bagi siswa SMK dikemas dalam Mata Pelajaran Simulasi Digital
pada Kurikulum 2013. Mata pelajaran ini menjadi bagian dari Kelompok Kejuruan, pada

1
subkelompok Dasar Kompetensi Kejuruan. Bentuk akhir yang terukur dari mata pelajaran
ini adalah:
1. Keterlibatan siswa dan guru dalam kelas maya yang memanfaatkan media sosial terbatas.
2. Presentasi gagasan produk benda jadi atau konsep layanan lain dalam bentuk buku digital
yang nirkertas dan dilengkapi media dengar-pandang.

B. RUMUSAN MASALAH
a. Apa yang dimaksud dengan kelas maya ?
b. Bagimana penerapan virtual class ?
c. Apa saja fitur dan jenis kelas maya ?
d. Apa yang dimaksud dengan Edmodo ?
e. Apa perbedaan Edmodo dan Facebook ?

C. TUJUAN
a. Untuk mengetahui dimaksud dengan kelas maya
b. Untuk mengetahui penerapan Virtual Class
c. Untuk mengetahui fitur dan jenis kelas maya
d. Untuk mengetahui Edmodo
e. Untuk mengetahui perbedaan Edmodo dan Facebook

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN.
Kelas maya atau yang biasa disebut virtual class merupakan bentuk penerapan
teknologi informasi di bidang pendidikan, merupakan perubahan proses belajar mengajar
konvensional menjadi bentuk digital.
Proses pembelajaran kelas maya dapat berjalan apabila didukung dengan
pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai alat dukung.
Peran guru dalam proses pembelajaran yang mengintegrasikan Teknologi
Informasi diharapkan sebagai fasilitator ( penyedia ), kolaborator, mentor, pelatih, pengarah
dan teman belajar serta dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar
kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar yang real.
Sementara itu, peran siswa sendiri dalam proses pembelajaran yang
mengintegrasikan Teknologi ini memungkinkan siswa menjadi partisipan aktif. menghasilkan
dan berbagi (sharing) pengetahuan/keterampilan serta berpartisipasi sebanyak mungkin
sebagaimana layaknya seorang ahli dalam bidangnya, belajar secara otodidak dan
berkolaboratif dengan siswa lain.

FITUR KELAS MAYA.

1. Konten yang relevan dengan tujuan belajar.


2. Menggunakan metode instruksional seperti contoh dan praktek untuk membantu
belajar siswa.
3. Menggunakan elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan
konten dan metode belajar.
4. Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur (synchronous) ataupun belajar
secara individu atau otodidak (asynchronous).
5. Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.

3
B. PENERAPAN SYSTEM VIRTUAL CLASS.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan virtual class agar mendapatkan
hasil yang maksimal adalah sebagai berikut:
a) Virtual Class harus mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif. Selain itu juga
menciptakan suasana belajar di kelas yang lebih interaktif dan dinamis. Hal tersebut
antara lain dapat diwujudkan dengan merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas dan
spesifik, menyusun bahan belajar yang baik, dan memfasilitasi terjadinya komunikasi
timbal balik antara siswa dan guru.
b) Virtual Class harus dapat menyediakan berbagai fasilitas kelas yang terintegrasi (bahan
ajar rencana pembelajaran,tugas-tugas dan penilaian hasil belajar) dan dapat mengukur
pencapaian kompetensi siswa.
c) .Virtual Class juga perlu dirancang supaya siswa dapat berbagi (share) hasil karya dan
bertukar pengalaman dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehnya. Misalnya
konferensi jarak jauh atau desktop video conference dapat digunakan untuk ceramah atau
penyajian Dapat juga dilakukan simulasi secara online mengenai penerapan pengetahuan
tentang prosedur melakukan sesuatu yang baru dipelajari. Simulasi seperti ini harus
dirancang untuk dapat memperoleh umpan balik, sehingga dapat diketahui apakah
penerapan pengetahuan yang disimulasikan tersebut benar atau salah.
d) virtual Class harus dapat meningkatkan motivasi sekolah siswa.

C. JENIS-JENIS PENGOLAAN KELAS MAYA


1. Learning Management System
LMS atau yang lebih dikenal dengan Learning Management System adalah suatu
perangkat lunak atau software untuk keperluan administrasi, dokumentasi, laporan
sebuah kegiatan, kegiatan belajar mengajar dan kegiatan secara online (terhubung ke
internet), E-learning dan materi-materi pelatihan. Dan semua itu dilakukan dengan
online.
2. Learning Content Management System
Aplikasi komputer yang digunakan untuk membuat, memperbaharui, mengelola atau
mempublikasikan isi dalam sebuah sistem yang teroganisir dan konsiten yang bisa
diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet.. LCMS digunakan untuk
menyediakan, mengawasi, memperinci dan mempublikasikan dokumen-dokumen
spesifik seperti artikel, manual operator, manual teknis, panduan penjualan dan brosur

4
penjualan. Sebuah LCMS dapat berisi file komputer, gambar, audio, video, dokemen
elektronik dan isi website.
3. Social Learning Network (SLN)
SLN adalah jejaring social untuk pembelajaran yang terjadi pada skala yang lebih
luas daripada kelompok belajar. Menginggal skala sosialnya yang lebih besar, media
ini bagi sebagian peserta dapat menyebabkan perubahan sikap dan perilaku,
sedangkan bagi sebagian yang lain tidak menimbulkan dampak apa-apa.

D. PEMANFAATAN SOCIAL LEARNING NETWORK


1. Pemanfaatan pada jejaring sosial Edmondo
Edmodo adalah program jejaring sosial untuk guru, siswa dan orang tua yang berbasis
sekolah. Sebenarnya program jejearing sosial ini telah dikembangkan mulai
September 2008 oleh Nicolas Borg dan Jeff OHara. Edmodo merupakan representasi
institusi virtual yang berkantor pusat di San Mateo, California.
2. Pengertian Edmodo
Edmodo adalah platformmedia sosial yang sering digambarkan sebagai Facebook
untuk sekolah dan dapat berfungsi lebih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan.
Edmodo merupakan aplikasi yang menarik bagi guru dan siswa dengan elemen sosial
yang menyerupai Facebook, tapi sesungguhnya ada nilai lebih besar dalam aplikasi
edukasi berbasis jejaring sosial ini.

Edmodo (dirancang oleh pendidik) yang juga berbasis cloudkolaborasi merupakan


aplikasi yang cukup aman digunakan oleh guru dan siswa. Seorang guru, sekolah,
kabupaten/kecamatan dapat dengan mudah mengelola sebuah sistem yang
menyediakan fitur terbaik dan praktis menghilangkan kecemasan kita
terhadap aktivitas yang biasa siswa lakukan dengan internet khususnya facebook.

Dengan platformini Anda akan lebih mudah untuk memonitor interaksi siswa Anda
dalam edmodo learning environment. Tidak ada yang bisa masuk ke ruang edmodo
Anda tanpa undangan, dan siswa tidak dapat menggunakannya untuk berhubungan
dengan orang asing seperti yang terjadi di Facebook. Anda dapat dengan mudah
mengetahui jika ada pelanggar/penyusup/orang asing yang terdaftar di kelas yang
Anda kelola dengan edmodo.

5
Edmodo sangat komprehensif sebagai sebuah course management systemseperti
layaknya Moodle, bedanya adalah aksesnya lebih cepat dan lebih mudah
penggunaannya dengan beberapa fitur yang fungsinya sama seperti layaknya sebuah
course management system.
3. Kelebihan Edmodo
Dibandingkan dengan media sosial maupun LMS lainnya, edmodo memiliki beberapa
kelebihan sbb
a) Mirip facebook, mudah digunakan.
b) Closed group collaboration : hanya yang memiliki group code yang dapat
mengikuti kelas.
c) Free, diakses online, dan tersedia untuk perangkat smart phone (android dan
Iphone).
d) Tidak memerlukan server di sekolah.
e) Dapat diakses dimanapun dan kapanpun.
f) Edmodo selalu diupdate oleh pengembang.
g) Edmodo dapat diaplikasikan dalam satu kelas, satu sekolah, antar sekolah dalam
satu kota/kabupaten.
h) Edmodo dapat digunakan bagi siswa, guru, dan orang tua.
i) Edmodo digunakan untuk berkomunikasi dengan menggunakan model sosial
media, learning, material, dan evaluasi.
j) Edmodo mendukung model team teaching, co-teacher, dan teacher collaboration.
k) Terdapat notifikasi
l) Fitur Badge dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan motivasi siswa.

Kenapa harus Edmodo ?


Karena Edmodo merupakan jejaring sosial yang dapat diakses dimana saja asal ada internet,
aplikasinya gratis, interfacenya mirip facebook(familiar dengan dunia anak saat ini), support
sistemnya bagus dan tersedia dalam beberapa bahasa diantaranya Bahasa Inggris, Spanyol,
Portugis, Belanda, Yunani dan Perancis.

Keunggulan Edmodo, antara lain menyediakan fasilitas yang mudah dan aman dalam
mengembangkan kelas sesuai dengan keinginan, memberi kesempatan terjadinya

6
pembelajaran sesuai karakteristik murid yang berbeda secara personal, dan menyediakan
sarana komunikasi bagi guru,siswa dan orang tua/wali murid secara personal.

Keunggulan lainnya adalah Edmodo akan memudahkan guru, siswa dan orang tua dalam
berbagai ide /gagasan, berbagi file, penugasan PR, penilaian, kuis/ulangan, polling, diskusi,
mengingatkan tugas dll.

4. Edmodo Framework
Edmodo dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan kelas berbasis
kelompok dan media sosial. Fitur utama dari Edmodo adalah dukungan aktif terhadap
model komunikasi dari media sosial daring, yang ditambahi dengan fitur bahan ajar
daring (online learning material), dan evaluasi daring (online evaluation).
Beberapa fitur utama Edmodo yang dapat digunakan dalam mengembangkan kegiatan
pembelajaran adalah sebagai berikut.
A. Kelas maya dengan sistem closed group collaboration; hanya mereka yang
memiliki kode grup yang dapat mengikuti kelas.
B. Komunikasi menggunakan model media sosial.
C. Manajemen konten pembelajaran.
D. Evaluasi pembelajaran.

Selain fitur utama di atas, Edmodo juga mendukung team teaching, co-teacher, dan
teacher collaboration dan akses bagi orang tua Anda untuk memantau kegiatan
pembelajaran Anda ikuti.

E. PERBEDAAN SITUS EDMODO DENGAN SITUS JEJARING SOSIAL


FACEBOOK
Akhir-akhir ini saya selalu disibukkan dengan Ulangan Online dimana murid
diwajibkan melakukan ujian pada hari Sabtu dan Minggu secara online. Ulangan Online yang
saya lakukan juga ditentukan oleh guru menggunakan situs bernama Edmodo. Situs yang
beralamatkan www.edmodo.com ini menjadi sarana guru saya dengan murid-murid untuk
melakukan ujian secara online. Tapi, kali ini saya akan membahas mengenai perbedaan dari
Situs Edmodo dengan situs jejaring sosial terbesar, yaitu Facebook. Apa sajakah
perbedaan itu? Simak ulasannya di bawah ini.

7
1. "Siswa membangun jaringan pembelajaran
pribadi"
Edmodo : Siswa tidak dapat membangun jaringan pembelajaran pribadi. Keanggotaan
Edmodo terbatas di ruang kelas yang ditentukan oleh guru.
Facebook : Facebook memungkinkan siapa saja untuk membuat jaringan pertemanan maupun
jaringan pembelajaran sendiri dengan mereka yang mempunyai semangat atau minat serupa.

2. "Guru membangun jaringan pembelajaran


pribadi"
Edmodo : Guru membuat kelas, kemudian membagikan kode kelas kepada para siswa yang
akan digunakan sebagai password untuk masuk kelas. Hanya mereka yang terdaftar yang
dapat saling berbagi sumber belajar.
Facebook : FB adalah tempat terbuka bagi guru atau siapa saja untuk membuat jejaring
pembelajaran pribadi menggunakan kelompok (group) atau halaman. Pencarian dapat
dilakukan dengan mengetik kata kunci yang diminati pada kotak search.

3. "Pengguna dibatasi minimal berumur 13 tahun"


Edmodo : Edmodo tidak memerlukan informasi tersebut karena siswa di bawah pengawasan
seorang guru.
Facebook : FB mengumpulkan informasi pribadi para peserta/siswa.

4. "Akses dari sekolah"


Edmodo : Situs Edmodo dapat diakses dari sekolah.
Facebook : Kebanyakan situs seperti FB diblokir oleh sekolah.

5. "Iklan"
Edmodo : Edmodo memiliki model pendanaan dari sumber lain alias tanpa iklan.
Facebook : FB didanai oleh iklan sehingga FB dipenuhi banyak iklan.

6. "Kelompok terbuka dimoderasi"


Edmodo : Edmodo adalah kelompok tertutup. Hanya yang terdaftar yang dapat menjadi
peserta. Edmodo dimoderasi oleh guru.
Facebook : FB adalah kelompok yang terbuka, tanpa dimoderasi, dan memberi kemungkinan
kepada siapa saja untuk menemukan kelompok dan bergabung dalam FB.

8
7. "Pesan pribadi antarsiswa (chatting)"
Edmodo : Edmodo tidak memungkinkan pengiriman pesan antarsiswa (chatting)
Facebook : Pengguna FB dapat mengatur profil pribadinya untuk menerima atau tidak
menerima pesan pribadi.

8. "Agenda dalam bentuk planner atau kalender"


Edmodo : Ada, tetapi tidak memiliki fitur RSVP (sistem reply).
Facebook : Ada, dilengkapi dengan fitur RSVP (sistem reply).

9. "Hubungan Global"
Edmodo : Anda hanya dapat terkoneksi dengan kawan-kawan di kelas maupun kelas lain
yang diarahkan oleh rekan Anda.
Facebook : Anda dapat terkoneksi secara bebas kepada kawan-kawan yang
dikehendaki.

10. "Posting tugas siswa"


Edmodo : Sangat mungkin. Edmodo memang dirancang untuk pembelajaran dengan sistem
yang rapi dan lebih baik.
Facebook : Dapat dilakukan, tetapi pada FB agak kurang nyaman karena terlalu
terbuka.

11. "Pengawas (Kepala Sekolah, dll)"


Edmodo : Jika dikehendaki, dapat diikutsertakan dalam kelas untuk melihat aktivitas kelas.
Facebook : Tersedia, namun jarang diikutsertakan.

12. "Orang tua"


Edmodo : Jika dikehendaki, dapat diikutsertakan untuk melihat aktivitas kelas.
Facebook : Orang tua hanya melihat informasi umum.

13. "Integrasi Google Docs"


Edmodo : Google Docs terintegrasi langsung ke dalam platform Edmodo.
Facebook : Google Docs tidak terintegrasi dengan FB, tetapi tautan (link) tetap dapat dimuat
pada Google Docs.

14. "Pembuatan Polling"


9
Edmodo : Dimungkinkan, pilih "Create Poll".

10
Facebook : Dimungkinkan, pilih "Ask Question".

15. "Pembuatan Kuis"


Edmodo : Pembuatan kuis melekat pada platform Edmodo, cukup dengan memilih "Create
Quiz".
Facebook : Tidak tersedia, tetapi dapat disisipkan kuis pada FB.

16. "Akses setelah lulus"


Edmodo : Edmodo adalah platform berbasis kelas dan biasanya tidak dilanjutkan setelah
pergantian tahun ajaran atau kelulusan.
Facebook : Tersedia, karena semua kegiatan di FB masih tersedia meskipun Anda telah
meninggalkan kelas atau kelulusan, kecuali jika grup dihapus.

17. "Buku nilai dan tugas"


Edmodo : Edmodo memang LMS (Learning Management System) yang dapat menangkap
dan merekam karya siswa.
Facebook : Tidak ada, FB tidak memiliki fitur tersebut.

18. "Informasi pribadi para pengguna"


Edmodo : Edmodo tidak memerlukan.
Facebook : FB memerlukan informasi pribadi dan menggunakannya untuk pengiklanan.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
a. Keberadaan ICT dengan fasilitas internet dapat dikembangkan sebagai media
pembelajaran
b. Salah satu bentuk pemanfaatan internet dalam pembelajaran adalah dalam bentuk
e-learning dengan format pembelajaran kelas maya (virtual class)
c. Edmondo merupakan media pembelajaran kelas maya dalam platform berbasis
social yang cocok untuk dikembangkan di SMK.
d. Keberadaan edmondo lebih mudah dipelajaran karena mirip dengan facebook
yang sudah umum digunakan oleh para siswa.

B. Kesimpulan
Sebuah akun jejaring social seperti facebook dan twiter saat ini sudah bukan erupakan
hal yang asing bagi para siswa SMA/SMK di Indonesia. Namun jejaring social tersebut
selama ini beum bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran secara maksimal. Oleh karena itu
sebuah solusi memanfaatkan social Learning Network dengan edmondo dalam pembelajaran
perlu dikembangkan.

12
DAFTAR PUSTAKA

Seamolec. 2013. Mengenal lebih dekat edmondo sebagai media E-learning.


Departemen Pendidikan Nasional (2008). Keputusan Direktur Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 251/C/Kep/MN/2008 tentang spektrum
keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.
Departemen Pendidikan Nasional (2006). Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Nomor 22
tahun 2006 tentang Standar Isi.

13