Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN PATI

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS WINONG I
Jl. Winong Jakenan Km. 0,5 Winong Kode Pos 59181 Telp. 0295.4101466

KERANGKA ACUAN PENYALAHGUNAAN NAPZA


PUSKESMAS WINONG I

I.PENDAHULUAN

Masih banyak orang belum mengetahui apa sebenarnya narkoba itu, karena bersimpang
siurnya pemakaian dari istilah dan penafsirannya. Hal ini bisa terjadi karena istilah ini baru
saja disosialisasikan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan bahan adaktif lainya,yaitu
nama seglongan zat alamiah, semi sintetik maupun sintetik. Kadang disebut juga Napza
(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif).
Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan
efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau
dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumi dengan cara dihisap adalah Opium yang
menggunakan pipa hisapan.
Narkoba pada prinsipnya adalah zat atau bahan yang dapat mempengaruhi kesadaran,
fikiran dan prilaku yang dapat menimbulkan ketergantungan kepada pemakaianya. Bila hal
terakhir ini kejadian pada seseorang, maka dapat dipastikan berakhirlah semua masa depan
gemilangnya. Dari itu dihimbau kepada seluruh putra/putrid tercinta anak bangsa, jangan
sentuh itu narkoba.
Dampak kejahatan Narkoba akan terimbas kepada seluruh keluarga. Merusak tatanan dan
tata karma yang pernah ada. Angka kejahatan narkoba berkembang pesat diseluruh Indonesia,
kejahatan tersebut tidak hanya dilakukan warga Indonesia tapi juga orang asing. Itu berarti
sindikat internasinal sudah menjadikan Indonesia tidak saja sebagai transit atau peredaran
saja melainkan sebagai sarang produksi Narkoba internasional.
II.LATAR BELAKANG

Terlepas dari berbagai alasan mendukung atau menolak penggunaan narkoba, tahukah anda
berapa banyak jumlah pengunaan narkoba? Berdasarkan Laporan Akhir Survei Nasional
Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba tahun anggaran 2014, jumlah penyalahguna
narkoba diperkirakan ada sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta orang yang pernah memakai
narkoba dalam setahun terakhir (current users) pada kelompok usia 10-59 tahun di tahun
2014 di Indonesia. Jadi, ada sekitar 1 dari 44 sampai 48 orang berusia 10-59 tahun masih atau
pernah pakai narkoba pada tahun 2014. Angka tersebut terus meningkat dengan merujuk hasil
penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Puslitkes UI dan
diperkirakan pengguna narkoba jumlah pengguna narkoba mencapai 5,8 juta jiwa pada tahun
2015. Jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah ganja, shabu dan ekstasi.
Jenis narkoba tersebut sangat terkenal bagi Pelajar/mahasiswa, pekerja, dan rumah tangga.
Sebagian besar penyalahgunaan berada pada kelompok coba pakai terutama pada kelompok
pekerja. Alasan penggunakan narkoba karena pekerjaan yang berat, kemampuan sosial
ekonomi, dan tekanan lingkungan teman kerja merupakan faktor pencetus terjadinya
penyalahgunaan narkoba pada kelompok pekerja.
Kepala Bagian Humas BNN, Kombes (Pol) Sumirat Dwiyanto, menyampaikan, pelajar
dan mahasiswa masih menjadi kelompok rentan pengguna narkoba. Lemahnya pengawasan
orangtua serta labilnya psikologi remaja membuat mereka mudah terjerumus menggunakan
narkotika.
Artinya dari empat juta orang di Indonesia yang menyalahgunakan narkoba, 22 persen di
antaranya merupakan anak muda yang masih duduk di bangku sekolah dan universitas.
Umumnya pengguna yang berada di kelompok 1520 tahun menggunakan narkotika
jenis ganja dan psikotropika seperti Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Megadon.
Sejak 2010 sampai 2013 tercatat ada peningkatan jumlah pelajar dan mahasiswa yang
menjadi tersangka kasus narkoba. Pada 2010 tercatat ada 531 tersangka narkotika, jumlah itu
meningkat menjadi 605 pada 2011. Setahun kemudian, terdapat 695 tersangka narkotika, dan
tercatat1.121tersangkapada2013.
Menurutnya, naiknya angka pengguna narkotika di kalangan pelajar dan mahasiswa
akibat minimnya keinginan melakukan rehabilitasi.Setiap tahun, baru ada sekitar 18 ribu
pengguna yang mendaftarkan diri ke program rehabilitasi. Untuk kelompok pelajar sendiri,
pada 2013 tercatat ada 456 pelajar dan 391 mahasiswa yang mengikuti program rehabilitasi
dariBNN.

III.TUJUAN

a.Tujuan Umum
Penyuluhan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi secara konferhensif kepada
masyarakat tentang narkoba dan bahayanya bagi generasi muda. Sehingga para generasi
muda mengetahui pengaruh buruk dari narkoba, sebab narkoba dapat merusak masa depan
generasi muda yang menjadi tumpuan harapan orangtua, agama, bangsa dan negara.

b.Tujuan Khusus

Penyuluhan ini juga diharapkan, masyarakat terutama para pengajar, orang tua serta
generasi muda lebih mengenali narkoba sehingga dapat mengetahui solusi dan upaya
penyembuhan narkoba,serta untuk memberikan informasi tentang narkoba dan bahayanya
agar kita tidak terjerumus didalamnya serta kita bisa menjadi penerus bangsa yang bersih dari
narkoba.

IV.SASARAN
Semua desa di wilayah kerja Puskesmas Winong I sebanyak 18 desa,yaitu setiap desa
mengirimkan 20 orang terdiri dari kader,tokoh masyarakat,tokoh agama,siswa serta karang
taruna.

V.METODE
Ceramah dan Tanya jawab

VI.WAKTU PELAKSANAAN
Pekalsanaan sosialisasi penyuluhan tentang penyalahgunaan NAPZA dilaksanakan di 18
desa Waktu : 08.30 WIB
Tempat : Balai Desa
VII.MATERI
Materi disampaikan oleh dokter puskesmas dan pemegang program.(Materi terlampir)
VIII.ANGGARAN
Pembiayaan kegiatan ini dibebankan pada DIPA Satker Dinas Kesehatan Kabupaten Pati
(BOK) tahun 2016.
Dengan rincian sbb:
Transport petugas : 2 org x 3 desa x Rp.90.000 = Rp. 540.000
Snack peserta : 20 org + 2 ptgs x 18 desa x Rp.10.000 = Rp.3.960.000
Total = Rp.4.500.000

IX.PENUTUP
Demikian kerangka acuan sosialisasi penyalahgunaan NAPZA Puskesmas Winong I tahun
2016,semoga dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaannya.

Mengetahui
Kepala Puskesmas Winong I Pelaksana

Dr.Agung Setyo Widiyanto,MM Mulyani,S.Kep


NIP.19690809 200212 1 005 NIP.19750119 200604 2 012