Anda di halaman 1dari 23

TUGAS OBSERVASI

MEMBANDINGKAN KUDAPAN DI PASAR KRANGGAN DAN


ALMOND BAKERY

MAKALAH KELOMPOK
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengolahan Kue
Nusantara 1

Oleh

1. WIDAD ZULAIFA (15511241028)


2. LUTHFI MARATIL QISTHI (15511241037)
3. NILA AWFATAMA (15511241038)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BOGA


JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BOGA DAN BUSANA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb.

Puji syukur hanya layak tercurahkan kepada Allah SWT, karena limpahan
karunia-Nya yang luar biasa tiada putusnya. Shalawat serta salam semoga
tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad Shallallahualaihi wa sallam.
Manusia istimewa yang seluruh perilakunya layak diteladani, seluruh perkataannya
adalah kebenaran. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
MEMBANDINGKAN KUDAPAN DI PASAR KRANGGAN DAN ALMOND
BAKERY ini tepat waktu. Dengan selesainya makalah ini, saya mengucapkan
terima kasih kepada:

1. Ibu Prihastuti E, M.Pd. dan Ibu Titin Hera Widi H, M.Pd. selaku dosen mata
kuliah Pengolahan Kue Nusantara 1. Semoga ilmu yang diberikan berkah
dan menjadi tabungan amal ibadah.
2. Bapak, Ibu dan semua Saudara kami yang selalu mendoakan dan
mencurahkan segala kasih sayangnya kepada kami dengan tulus.
3. Semua teman-teman kami Pendidikan Teknik Boga kelas A 2015 yang luar
biasa.
Dengan terselesaikannya makalah ini, kami menyadari bahwa masih banyak
kekurangan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan
agar kelak dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.
Akhirnya dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki, penulis
meminta maaf dan semoga makalah ini dapat membawa manfaat.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Yogyakarta, 08 September 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................ ii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Identifikasi Masalah ......................................................................... 1
C. Rumusan Masalah ............................................................................ 2
D. Tujuan ............................................................................................... 2
E. Manfaat ............................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pasar Tradisional dan Modern ......................................................... 3
B. Perbandingan Jenis Produk ............................................................. 20
C. Perbandingan Penampilan/Penyajian Produk.................................. 25
D. Perbandingan Harga Produk............................................................ 25
E. Perbandingan Rasa Produk.............................................................. 25
F. Perbandingan Display/Layout Produk (Penataan,Kebersihan) ....... 25
G. Perbandingan Sanitasi Hygiene ....................................................... 25

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan...................................................................................... 31
B. Saran ................................................................................................ 31
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 32
LAMPIRAN GAMBAR ............................................................................. 33
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang sangat
banyak. Dengan banyaknya penduduk tersebut maka banyak pula keragaman-
keragaman yang dimiliki negara ini. Mulai dari budaya, tradisi, kesenian,
sampai kuliner yang sangat banyak jenisnya. Mulai dari Indonesia bagian timur
sampai Indonesia bagian barat, hampir semua daerah memiliki makanan khas
masing-masing.
Jika menengok tentang kue nusantara yang beredar di pasaran sangatlah
banyak macamnya di Indonesia. Jenis produk tersebut mulai dari kudapan,
minuman dan aneka jenis bubur. Seiring perkembangan zaman yang semakin
maju akan banyaknya pengaruh globalisasi, produk-produk kue nusantara telah
banyak mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Pasar tradisional seperti Pasar Kranggan dan pasar modern seperti Almond
Bakery tentu memiliki perbedaan-perbedaan dalam menjajakan produk olahan
kue nusantara. Perbedaan tersebut terletak pada beberapa faktor yang ada.
Mulai dari soal penampilan atau penyajian, harga, rasa, display dalam pasar dan
sanitasi hygiene produk yang dijual tersebut. Oleh karena itu kami pun tertarik
ingin mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut secara langsung. Setelah
mengetahui perbedaan dalam kedua pasar tersebut, kami pun menuangkan
informasi yang ada pada makalah observasi ini.

B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut
1. Pasar Tradisional dan Modern
2. Jenis Produk
3. Penampilan atau Penyajian Produk.
4. Harga Produk.
5. Rasa Produk.
6. Display atau Layout Produk.
7. Sanitasi Hygiene.

C. Rumusan Masalah
Dari identifikasi masalah di atas dapat dirumuskan sebagai berikut
1. Apa pengertian dan perbedaan-perbedaan yang ada di pasar tradisional
dan modern?
2. Apa saja jenis produk kue nusantara yang dijual di Pasar Kranggan dan
Almond Bakery?
3. Bagaimana perbandingan penampilan atau penyajian produk tersebut di
Pasar Kranggan dan Almond Bakery?
4. Bagaimana perbandingan harga produk di Pasar Kranggan dan Almond
Bakery?
5. Bagaimana perbandingan rasa produk di Pasar Kranggan dan Almond
Bakery?
6. Bagaimana perbandingan display atau layout produk di Pasar Kranggan
dan Almond Bakery?
7. Bagaimana perbandingan sanitasi hygiene di Pasar Kranggan dan
Almond Bakery?
D. Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan
1. Untuk mengenal lebih banyak aneka jenis kue nusantara secara langsung
di pasar tradisional seperti Pasar Kranggan dan pasar modern seperti
Almond Bakery.
2. Untuk mengetahui perbandingan-perbandingan kue nusantara yang dijual
di Pasar Kranggan dan Almond Bakery dari segi penampilan, harga, rasa,
display dan sanitasi hygienenya.
3. Sebagai media pembelajaran secara langsung bagi mahasiswa.
E. Manfaat
Dengan adanya makalah hasil observasi ini, diharapkan pembaca dapat
mengambil banyak manfaat
1. Lebih memahami jenis-jenis kue nusantara yang ada di pasaran.
2. Mengerti perbedaan produk kue nusantara yang dijual di pasar tradisional
seperti Pasar Kranggan dan pasar modern seperti Almond Bakery.
3. Menjadikan sumber pertimbangan jika ingin berbelanja kue nusantara
anatara di pasar tradisional seperti Pasar Kranggan atau pasar modern
seperti Almond Bakery.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pasar Tradisional dan Modern


B. Perbandingan Jenis Produk
Kue adalah kudapan atau makanan ringan yang bukan makanan utama.
Kue biasanya bercita rasa manis atau ada pula yang gurih dan asin. Kue
seringkali diartikan sebagai makanan ringan yang dibuat dari adonan
tepung, baik tepung beras, tepung sagu,tapioka, ataupun terigu.
Kue Nusantara di Indonesia sangat banyak ragamnya. Di Indonesia, kue
biasanya dikategorikan berdasarkan kadar airnya, yaitu kue basah dan kue
kering.
Jika dilihat dari segi jenis atau macamnya, kue-kue nusantara yang
dijajakan di Pasar Kranggan lebih banyak jenis produk olahannya
dibandingkan di Almond Bakery. Di Pasar Kranggan, kue-kue nusantara
yang masih tradisional asli pun masih bisa ditemui. Berbeda dengan
Almond Bakery, disini hanya bisa ditemukan beberapa jenis kue-kue
nusantara. Di Almond Bakery lebih banyak menjajakan aneka produk
olahan roti dan pastry yang telah banyak mengalami modifikasi.

Gambar 2.1 Aneka Jenis Jajanan Pasar Kranggan


Sumber: doc.pribadi

Gambar 2.2 Aneka Jenis Jajanan Almond Bakery


Sumber: doc.pribadi
C. Perbandingan Penampilan/Penyajian Produk
Penampilan atau penyajian produk sangatlah penting dilakukan untuk
menarik minat konsumen untuk membeli suatu produk makanan.
Penampilan atau penyajian produk yang melibatkan atribut produk
memegang peran yang sangat vital, karena atribut produk merupakan salah
satu faktor yang dijadikan bahan pertimbangan oleh konsumen ketika akan
membeli produk tersebut. Semakin menarik atribut yang diberikan pada
suatu produk, maka akan semakin tinggi pula tingkat ketertarikan pembeli.
Di dalam menyajikan produk yang dijual, baik itu di Pasar Kranggan
maupun di Almond Bakery, ada beberapa produk yang dibungkus
menggunakan plastik, daun pisang atau bahkan hanya dibiarkan terbuka
saja.
Dalam hal pengemasan semua produk yang dibeli konsumen, antara
Pasar Kranggan dan Almond Bakery memiliki perbedaan. Di Pasar
Kranggan, jika pembeli hanya membeli produk dalam jumlah kecil, maka
pengemasannya hanya menggunakan kantong plastik saja.
Gambar 2.3 Pengemasan Produk di Pasar Kranggan
Sumber: doc.pribadi
Berbeda dengan di Almond Bakery, strategi pemasaran sudah sangat
canggih dan mendetail. Walaupun pembeli hanya membeli sedikit produk,
maka pengemasan tetap memakai kardus berukuran kecil, yang mana kardus
tersebut didesain semenarik mungkin dan dicantumkan nama toko Almond
itu sendiri. Secara tidak langsung dengan memberikan kardus berlabel
Almond sebagai alat untuk pengemasan seperti membagikan sebuah iklan
gratis kepada masyarakat luas.

Gambar 2.4 Pengemasan Produk di Almond Bakery


Sumber: doc.pribadi
Gambar 2.5 Perbandingan Penyajian Produk Pasar Kranggan (kanan)
dan Almond Bakery (kiri)
Sumber: doc.pribadi

D. Perbandingan Harga Produk


Suatu barang yang dijual, pasti tidak lepas dari yang namanya harga.
harga adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk
mendapatkan produk atau jasa yang dibelinya guna memenuhi kebutuhan
maupun keinginannya dan umumnya dinyatakan dalam satuan moneter
(Rupiah, Dollar, Yen dll).
Dalam menjual barang atau jasa, produsen atau penjual harus melakukan
penetapan harga. Penetapan harga sendiri merupakan suatu proses untuk
menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima
oleh produsen atau penjual dari produk atau jasa yang dihasilkan.
Penetapan harga oleh produsen harus dipikirkan secara matang.
Penetapan harga memiliki fungsi yang sangat luas di dalam program
pemasaran. Menetapkan harga berarti bagaimana mempertautkan produk
kita dengan aspirasi sasaran pasar, yang berarti pula harus mempelajari
kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen.
Harga-harga produk kudapan kue-kue nusantara yang dijual di Pasar
Kranggan dan Almond Bakery faktanya memang memiliki perbedaan harga
di setiap jenis produk yang dijualnya. Tentu hal ini disebabkan karena
adanya banyak faktor. Mulai dari bahan baku yang digunakan, jenis
pelayanannya, sasaran konsumennya, tingkat kenyamanan tempat
berbelanja, dan lain sebagainya.
Di Pasar Kranggan harga-harga produk kue nusantara yang ditawarkan
cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan produk yang dijual di
Almond Bakery. Berikut rincian perbedaan harga dari kedua pasar tersebut
saat kami melakukan observasi.
PASAR KRANGGAN ALMOND BAKERY

Dengan modal uang Rp 18.500 Dengan modal uang Rp 18.100


didapatkan 12 jenis produk: didapatkan 8 jenis produk:

1. Kue Lumpur Kentang Rp1.500 1. Kue Lumpur Kentang Rp2.700


2. Kue Lapis Rp1.000 2. Kue Lapis Rp1.300
3. Kue Talam Rp1.000 3. Kue Talam Ubi Jalar Rp1.300
4. Risol Mayo Rp2.000 4. Risol Mayo Rp3.400
5. Risol Ragout Ayam Rp1.500 5. Risol Ragout Ayam Rp2.800
6. Pastel Rp2.000 6. Pastel Rp2.500
7. Dadar Gulung Rp1.500 7. Dadar Gulung Rp2.200
8. Lemper Bakar Rp1.500 8. Semar Mendem Rp1.900
9. Agar Coklat Rp1.000
10. Tahu Bakso Rp1.500
11. Moci Rp2.500
12. Kue Ku Rp1.500

TOTAL HARGA Rp18.500 TOTAL HARGA Rp18.100

E. Perbandingan Rasa Produk


Rasa menjadi faktor utama penentu konsumen menggemari suatu
produk makanan. Selain rasa, faktor lain yang menentukan diantaranya ada
warna, ukuran/porsi, dan juga komposisi bahan yang digunakan untuk
pembuatan produk makanan tersebut.
Berikut ini adalah hasil dari analisis yang telah kami lakukan terhadap
beberapa sampel produk-produk kudapan kue nusantara di Pasar Kranggan
dan Almond Bakery.
Keterangan Gambar
NO Nama Produk
P. Kranggan Almond B.
1. Kue Lumpur
Kentang
a. Rasa Amisnya terasa Enak
b. Warna Terlalu cerah Putih pucat
c. Tekstur Kurang lembut Lembut
d. Porsi Besar (tebal) Sedang

Sumber: doc.pribadi
2. Risol Mayo
a. Rasa Enak Kurang
b. Porsi Kecil Besar
c. Kulit Lunak Keras
d. Isi Mayonaise Mayonaise
Sosis Smokebeef
Telur Telur
Onion

Sumber: doc.pribadi

3. Dadar
Gulung
a. Rasa Kurang Enak
b. Warna Hijau pucat Hijau cerah
c. Isi Enten-enten Pisang
Keju

Sumber: doc.pribadi
4. Kue Lapis
a. Rasa Kurang Enak
b. Warna Pucat Cerah
c. Komposisi Tepung beras Tepung
lebih banyak ketan lebih
banyak

Sumber: doc.pribadi

5. Pastel Ayam
a. Rasa Gurih Manis
b. Porsi Kecil Besar
c. Kulit Tebal Tipis
d. Warna Cerah Pucat

Sumber: doc.pribadi

F. Perbandingan Penataan Produk (Display Produk)


Penataan produk atau sering kita kenal dengan istilah display adalah
suatu cara penataan produk, terutama produk barang yang diterapkan oleh
perusahan tertentu dengan tujuan untuk menarik minat konsumen.
(Kusmawan Rusmandi;2010). Melihat kutipan ahli tersebut mengingatkan
bahwasannya melakukan display produk yang akan dijual semenarik
mungkin sangatlah penting dilakukan mengingat banyaknya manfaat yang
akan didapatkan. Menjual produk dengan penataan yang teratur dan rapi,
tentu akan memudahkan calon pembeli dalam memilih produk yang
diinginkannya. Selain itu calon pembeli juga pasti merasa lebih nyaman.
Display produk kudapan kue-kue nusantara yang ditata di Pasar
Kranggan dan Almond Bakery memiliki perbedaan. Di Pasar Kranggan,
banyak penjual aneka jajanan kue nusantara dan mereka membuka lapak di
area yang berdekatan. Hal ini menyebabkan tingkat persaingan di pasar
tradisional tinggi. Produk kue nusantara yang dijajakan di Pasar Kranggan
diletakkan di sebuah keranjang ataupun nampan plastik tanpa alas atau
dengan alas kertas minyak. Tidak ada penutup untuk produk-produk tesebut.
Kudapan ditata sesuai jenisnya. Satu keranjang bisa berisi satu jenis atau
bahkan ada yang sampai lima jenis kudapan dengan jumlah yang sedikit.
Dengan banyaknya penjual yang ada di Pasar Kranggan, tentu makin banyak
pula variasi kue-kue nusantara yang bisa ditemukan di pasar tersebut.

Gambar 2.6 Display Produk di Pasar Kranggan


Sumber: doc.pribadi
Penataan produk kudapan kue nusantara di Almond Bakery sangat rapi.
Hampir semua produknya didisplay menggunakan wadah plastik berwarna
pink dan ada penutupnya yang berwarna putih bening, jadi pembeli juga bisa
melihat produk tersebut dalam keadaan tertutup. Pembeli bisa membuka
penutupnya jika akan membeli produk tersebut. Ada juga yang diletakkan
di nampan kaca berbentuk bulat yang terdiri dua tingkat, digunakan untuk
meletakkan produk kue nusantara yang telah dibungkus menggunakan kap
plastik sebelumnya. Sistem memilih produk sendiri dan ada kasir yang
melayani proses pembayaran adalah ciri pasar modern seperti halnya di
Almond Bakery ini. Karena pasar modern telah mengalami banyak
akulturasi budaya, maka produk olahan kue nusantara disini sangatlah
minim jumlahnya.

Gambar 2.7 Display Produk di Almond Bakery


Sumber: doc.pribadi
G. Perbandingan Sanitasi Hygiene
Pengertian Higiene dan sanitasi merupakan suatu tindakan atau upaya
untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan melalui pemeliharaan dini
setiap individu dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya, agar individu
terhindar dari ancaman kuman penyebab penyakit (Depkes RI, 1994). Jika
membandingkan antara pasar tradisional dan pasar modern, tentu dalam hal
sanitasi hygiennya memiliki perbedaan.
Seperti pada pasar tradisional umumnya, di Pasar Kranggan banyak
sekali pedagang yang menjajakan aneka macam produk. Mulai dari bahan
pokok, keperluan rumah tangga dan masih banyak lagi macam dan jenisnya.
Oleh sebab itu banyak orang yang keluar masuk di dalam pasar untuk mencari
apa yang menjadi tujuan mereka. Menurut hasil observasi yang telah kami
lakukan di Pasar Kranggan, kompleks pedagang yang menjajakan aneka
kudapan kue nusantara lumayan bersih. Lantai beralaskan mistar. Namun
dilihat dari segi usaha pedagang menjaga makanan supaya tetap higienis
sangat kurang. Pertama, makanan dibiarkan dalam kondisi terbuka, hal ini
memicu hewan seperti lalat dan semut berdatangan. Kedua, pembeli maupun
penjual sendiri terbiasa mengambil makanan yang tidak ada bungkusnya
menggunakan tangan terbuka, padahal penjualnya sendiri telah menyediakan
alat penjepit untuk mengambil makanan tersebut. Kedua faktor tersebut
memicu adanya kuman penyebab penyakit.

Gambar 2.8 Kondisi Tempat Jualan di Pasar Kranggan


Sumber: doc.pribadi
Saat observasi dilakukan di Almond Bakery, sanitasi hygiene disini
sangatlah diutamakan. Petugas kebersihan selalu membersihkan lantai jika
kotor. Lantai disini juga sudah beralaskan mistar dan selalu dijaga
kebersihannya. Selain itu untuk menjaga kue-kue yang dijual tetap bersih dan
higienis, kue dilengkapi dengan wadah yang selalu ada penutupnya. Ada yang
terbuat dari plastik dan ada pula yang terbuat dari kaca. Selain itu pembeli
juga bebas memilih sendiri produk yang akan dibelinya. Sudah disediakan
nampan dan juga alat penjepit untuk mengambil produk kue-kue tersebut.
Dengan adanya banyak upaya menjaga kebersihan produk makanan,
diharapkan konsumen terhindar dari kuman yang mendatangkan suatu
penyakit.

Gambar 2.9 Kondisi Tempat Jualan di Almond Bakery


Sumber: doc.pribadi

Gambar 2.10 Pembeli Memilih Produk Sendiri


Sumber: www.openrice.com
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kue-kue nusantara memang banyak jenis dan ragamnya. Tidak
hanya berjenis kudapan saja, namun ada juga yang berjenis minuman
sampai ada yang berbentuk bubur. Produk-produk itu semua masih bisa kita
temui di pasaran. Peminat dari konsumen yang masih besar menjadi alasan
yang sangat kuat produk-produk tersebut masih beredar di pasaran. Tidak
hanya produk yang masih orisinil, produk-produk itu telah banyak yang
dimodifikasi sehingga menjadikan daya tarik bagi konsumen.
Di pasar tradisional seperti Pasar Kranggan, keberadaan kue-kue
nusantara bisa kita jumpai dengan mudah. Disini masih banyak penjual
yang menjajakan aneka macam kue-kue nusantara. Beda halnya dengan
pasar modern seperti Almond Bakery, disini keberadaan produk-produk
tersebut hanya sedikit saja. Selain itu, dengan adanya perbedaan tempat
jualan ternyata mempengaruhi harga jual dari kue-kue nusantara tersebut.

B. Saran
Ada banyak macam jenis kue-kue nusantara yang bebas dijual di
pasaran. Sebagai konsumen, sebaiknya lebih selektif lagi dalam memilih
produk-produk tersebut. Terutama jika membeli di pasar tradisional yang
kurang jelas perijinannya.
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Kue

http://www.pendidikanekonomi.com/2012/07/pengertian-dan-manfaat-
atribut-produk.html

https://ekonomiana.wordpress.com/2013/06/19/penetapan-harga-tujuan-
strategi-dan-berbagai-macam-pendekatannya/
http://linario.blogspot.co.id/2013/05/menata-produk.html

http://www.landasanteori.com/2015/08/pengertian-higiene-sanitasi-
makanan.html
LAMPIRAN GAMBAR

Lemper Bakar dari Pasar Kranggan

Kue Ku (kiri), Moci (tengah), Talam (kanan) dari Pasar Kranggan

Semar Mendem dari Almond Bakery


Kue Talam Ubi Jalar (kiri) & Isian Dadar Gulung (Pisang Keju) dari Almond Bakery

Jenis dan Display Kue Nusantara di Almond Bakery

Sumber Gambar: doc.pribadi