Anda di halaman 1dari 3

Assalamualaikum wr.

wb

Puji syukur kita sampaikan kehadirat Allah S.W.T atas berkat rahmat dan kesehatan yang telah
diberikan sehingga kita dapat melakukan aktifitas seperti biasanya.

Yang terhormat bapak Tulus Ariyadi, SKM, M.Si sebagai penguji satu, yang saya hormati ibu
Herlisa Anggraini, SKM, M.Si, Med sebagai penguji kedua dan ibu Andri Sukeksi, SKM, M.Si
sebagai penguji ketiga. Terima kasih banyak atas waktu dan kesempatan untuk dapat hadir
pada kesempatan ini.

Baiklah, pada kesempatan ini saya akan mempresentasikan proposal tugas akhir saya dengan
judul HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN KADAR ALPHA AMILASE
PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG OBESITAS.

Proposal tugas akhir ini berisi 3 BAB utama, yaitu BAB I tentang latar belakang, tujuan,
manfaat, rumusan masalah dan keaslian penelitian. BAB II tinjauan pustaka yang berisi teori-
teori yang berhubungan dengan penelitian ini dan BAB III metode penelitian yang berisi jenis
penelitian dan bagaimana penelitian ini akan dilaksanakan.

Adapun yang menjadi latar belakang proposal ini adalah DM merupakan penyakit yang sangat
berbahaya, jumlah penderita DM yang banyak dan terus meningkat dari tahun ke tahun,
terdapat beberapa jenis DM yang masing-masing berbeda penyebabnya.

Sedikit saya akan memaparkan tentang latar belakang yang telah disebutkan tadi. Pertama DM
merupakan penyakit gangguan metabolik yang terjadi secara kronis dengan ciri khas kadar
glukosa darah yang tinggi (hiperglikemia). Penyakit DM menyebabkan gejala-gejala yang juga
khas untuk penyakit DM dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang berbahaya dan
dapat berakibat fatal bahkan kematian. Oleh karena itu, DM menjadi penyakit yang sangat
berbahaya.

Menyinggung tentang jumlah penderita DM yang banyak dan terus meningkat dari tahun ke
tahun. Data dari WHO tahun 2016 menyebutkan bahwa jumlah penderita DM di dunia adalah
422 juta yang jauh meningkat dari tahun 1980 yang hanya berjumlah 180 juta. Data dari IDF
tahun 2013 juga menyebutkan bahwa negara di wilayah regional western pacifik merupakan
wilayah yang paling tinggi angka penderita DM dan Indonesia adalah salah satu negara di
regional tersebut. Jumlah penderita DM di Indonesia menurut data dari IDF tahun 2013 adalah
9,1 juta atau 5,7 % dari total penduduk. Saat ini Indonesia menempati posisi ke-5 negara dengan
jumlah penderita DM tertinggi di dunia.

DM juga dibedakan menjadi beberapa jenis yang tentunya tiap jenis dari DM akan
mempngaruhi tindakan terapi dan pencegahan. DM dibedakan berdasarkan penyebabnya. DM
dibagi menjadi 4 yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lain dan gestasional. Penyebab dari
masing-masing jenis DM tersebut berbeda, seperti DM tipe 1 yang disebabkan oleh tubuh yang
tidak memproduksi cukup insulin.

Selanjutnya, yang menjadi latar belakang adalah karakteristik DM tipe 2. DM tipe 2 adalah tipe
DM yang banyak diderita di Indonesia. 90-95 % penderita DM di Indonesia adalah penderita
DM tipe 2. DM tipe 2 ini disebabkan oleh resistensi insulin dan defisiensi insulin. Selain itu,
DM tipe 2 dapat didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan kadar glukosa dan melihat gejala
khas pada penderita. DM tipe 2 mempunyai beberapa faktor risiko dan yang menjadi ciri dari
DM tipe 2 adalah penderita yang umunya mempunyai berat badan yang tidak ideal atau
obesitas.

Obesitas pada DM tipe 2 dapat menyebabkan suatu gangguan fungsi pankreas. Obesitas itu
sendiri adalah penumpukan jaringan lemak yang berlebihan di dalam tubuh. Hal ini dapat
terjadi karena tidak keseimbangan antara energi yang masuk dan yang digunakan. Status
obesitas dapat diketahui dengan mengukur IMT. Genetik, nutrisi, stress dan lain-lain menjadi
faktor risiko dari obesitas.
Obesitas dapat menyebabkan gangguan fungsi pankreas. Pankreas yang merupakan organ yang
tampak panjang, lunak dan berlobus yang dalam keadaan normal berfungsi untuk mensekresi
hormon dan enzim. Gangguan fungsi pankreas dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan
kadar alpha amilase di laboratorium. Beberapa teori yang menyebutkan bahwa obesitas dapat
menyebabkan gangguan fungsi pankreas antara lain :

- Frossard, obesitas dapat menginduksi peradangan di pankreas yang ditandai dengan


peningkatan produksi IL pada penderita obesitas.
- Clement dan langing menyebutkan bahwa penumpukan lemak disekitar dan didalam
pankreas memicu terjadinya nekrosis dan peradangan pada pankreas.
- Mikrosirkulasi yang rendah pada penderita obesitas meningkatkan terjadinya cidera
iskemik dan infeksi lokal. Cidera iskemik dapat menyebabkan kematian pada sel
pankreas.
- Penderita obesitas juga mengalami imunodefisiensi yang menyebabkan penderita
obesitas mudah terinfeksi bakteri dan virus. Kemungkinan juga bakteri dan virus
tersebut menyerang pankreas dan merusak pankreas.
- Penelitian oleh keun di korea, menyebutkan bahwa obesitas menjadi salah satu
penyebab dari kerusakan pankreas atau pankreatitis.

Gangguan fungsi pankreas menyebabkan pankreas tidak dapat melakukan fungsinya dengan
baik. Sehingga kadar insulin menjadi rendah di dalam tubuh. Keadaan ini selanjutnya
menyebabkan kadar glukosa darah meningkat dan tetap tinggi dalam tubuh.

DM yang menjadi penyakit berbahaya, angka penderita yang tinggi, jenis DM yang berbeda-
beda, karakteristik DM tipe 2 dan adanya teori bahwa obesitas dapat menyebabkan glukosa
darah tetap tinggi membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian.

Dari latar belakang ini, peneliti kemudian merumuskan suatu masalah yaitu apakah ada
hubungan antara kadar glukosa darah dengan kadar amilase pada penderita DM tipe 2 yang
obesitas?

Penelitian yang akan dilakukan ini mempunyai tujuan yang terdiri dari tujuan umum dan tujuan
khusus. Tujuan umumnya adalah untuk menganalisis hubungan antara kadar glukosa darah
dengan kadar amilase pada penderita DM tipe yang obesitas. Sedangkan tujuan khususnya
adalah untuk mengukur, mendeskripsikan masing-masing variabel penelitian.
Penelitian yang akan dilakukan ini mempunyai beberapa manfaat yaitu pengetahuan baru untuk
akademik dan peneliti lainnya, informasi penting tentang manfaat pemeriksaan amilase
khususnya untuk pada penderita DM tipe 2 bagi masyarakat dan menjadi informasi yang dapat
digunakan oleh klinisi untuk tindakan, pencegahan dan terapi pada penderita DM tipe dan
informasi yang digunakan untuk mengembangkan parameter pemeriksaan laboratorium
khususnya untuk penderita DM tipe 2.

Penelitian dengan judul yang sama belum ada dilakukan di Indonesia. Beberapa penelitian
pernah dilakukan di luar negeri yang menjadi keaslian penilitian proposal ini. Penelitian yang
akan dilakukan ini tentunya berbeda dengan penelitian yang telah dilakukan di luar negeri.
Perbedaan terdapat pada sampel, metode dan variabel dan metode analisis.