Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyakit menular sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di
seluruh dunia, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Insidens maupun
prevalensi yang sebenarnya di berbagai negara tidak diketahui dengan pasti. World Health
Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2009 di seluruh dunia terdapat sekitar 340
juta kasus baru penyakit menular yang salah satunya adalah penyakit herpes. Penyakit herpes
ini disebabkan oleh virus Herpes simpleks (HSV) tipe 1 dan tipe 2. Penyakit herpes adalah
penyakit yang sangat umum. HSV berpotensi menyebabkan kematian pada bayi yang
terinfeksi. HSV paling mungkin kambuh pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang
lemah. Ini termasuk orang dengan HIV, dan siapapun berusia di atas 50 tahun.
HSV tidak termasuk infeksi yang mendefinisikan AIDS. Namun orang yang terinfeksi
dengan HIV dan HSV bersamaan biasanya mengalami jangkitan herpes kambuh lebih sering.
Di Indonesia, sampai dengan saat ini belum diketahui yang terinfeksi oleh virus herpes. Hal
ini akan menjadi penyebab terjangkitnya penyakit herpes, disamping itu dengan kemajuan
sistem transportasi pada saat ini, tidak menutup kemungkinan virus herpes bisa mewabah di
Indonesia. Untuk itu, diperlukan usaha pencegahan yang bisa diterapkan untuk mencegah
masuknya virus Herpes di Indonesia mengingat virus ini sangat mudah menular dan

pengobatan yang dilakukan kepada masyarakat kita jika sudah terinfeksi oleh virus Herpes.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana mekanisme terjadinya herpes?

2. Bagaimana upaya pencegahan dan pengobatan virus herpes?

C. Tujuan

1. mampu mengetahui mekanisme terjadinya herpes

2. mampu mnegetahui upaya pencegahan dan pengobatan virus herpes


BAB II
PEMBAHASAN

Herpes dapat terjadi melalui kontak kulit dengan penderita. Jika seseorang
mempunyai herpes di mulutnya kemudian ia mencium orang lain, maka orang itu dapat
terkena herpes pula. Jika ia melakukan oral seks, maka herpes tersebut dapat menular ke
kelamin walaupun kemungkinan menularnya lebih kecil dibandingkan jika terjadi kontak
antar kelamin (hubungan seksual). Virus herpes mempunyai sifat yang berbeda-beda, ada
yang menyukai daerah mulut dan ada pula yang menyukai bagian kelamin. Herpes zoster
adalah radang kulit akut yang bersifat khas seperti gerombolan vesikel unilateral, sesuai
dengan dermatomanya (persyarafannya). Herpes zoster adalah sutau infeksi yang dialami
oleh seseorang yang tidak mempunyai kekebalan terhadap varicella (misalnya seseorang
yang sebelumnya tidak terinfeksi oleh varicella dalam bentuk cacar air).

Akibat yang ditimbulkan dari penyakit herpes ini adalah berupa luka pada kulit yang
terkena virus, disertai dengan rasa nyeri serta panas, kemudian diikuti dengan lepuhan
seperti luka bakar. Lepuhan-lepuhan kulit yang menjadi ciri khas herpes akan mengelupas
dengan atau tanpa pengobatan. Terkadang penderita tetap merasa nyeri dan panas
meskipun lepuhan-lepuhan itu sudah kering dan mengelupas. Hal itu disebabkan karena
virus herpes menyerang bagian saraf.
Secara periodik, virus ini akan kembali aktif dan mulai berkembangbiak, seringkali
menyebabkan erupsi kulit berupa lepuhan pada lokasi yang sama dengan infeksi
sebelumnya. Virus juga bisa ditemukan di dalam kulit tanpa menyebabkan lepuhan yang
nyata, dalam keadaan ini virus merupakan sumber infeksi bagi orang lain. Timbulnya
erupsi bisa dipicu oleh pemaparan cahaya, demam, stres fisik atau emosional, penekanan
system kekebalan, dan obat-obatan atau makanan tertentu.
Pada beberapa kasus, herpes genital biasanya tidak tidak menunjukka gejala sehingga
penderita tidak mengetahui bahwa ia menghidap herpes.