Anda di halaman 1dari 27

UNIVERSITAS MEDAN AREA

Magister Agribisnis

Tutorial Ekonomi Mikro.


Oleh : Dr. M. Akbar Siregar.

1. Permintaan / Demand .

Teori permintaan membahas jumlah barang yang diminta oleh konsumen pada
berbagai tingkat harga pada periode tertentu dalam suatu pasar tertentu.
Perubahan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik dengan perubahan harga,
sehingga kurva permintaan slopenya negatif yaitu bergerak dari kiri atas ke kanan bawah.

Tanya : mengapa pergerakan kurva demand ( permintaan ) mengarah dari kiri atas ke
kanan bawah sampai berslope negatip (< 0 ) ? ( lihat gambar 01).

price Gambar 01. demand curve.

0 quantity
demand
Jawab : kurva demand menunjukkan perilaku ( gelagat ) dari konsumen atas perubahan
berbagai harga didalam kaitan berbagai jumlah barang yang diminta, dimana jika harga
suatu barang atau jasa bergerak turun maka permintaan atas quantity barang tersebut akan
bergerak naik, dan sebaliknya ( lihat tabel 01 ).

Tabel 01. Permintaan harga jeruk di pasar.


Kesepakatan harga jeruk per Kg qty / unit, dibeli
A Rp 10.000.- 1 Kg
B Rp 5.000.- 2 Kg
C Rp 2.500.- 4 Kg
Sumber : estimasi harga jeruk.

Keterangan : Jikalau harga jeruk dipasar Rp 10.000 perkilogram maka calon pembeli
hanya mampu membelanjakan uangnya sebesar Rp 10.000.- untuk - 1 kilogram jeruk
hal ini dinotasikan sebagai kesepakatan A, kemudian jika harga jeruk turun menjadi
Rp 5.000. perkilogram maka calon pembeli akan mampu -membeli 2 kg jeruk, disebut

1
kesepakatanB namun jika harga jeruk turun lagi menjadi Rp 2.500.- perkilogram
maka calon pembeli akan dan senang membeli 4 kg jeruk. atau disebut kesepakatan C
prihal perubahan permintaan tersebut digambarkan seperti gambar 02 perubahan
permintaan jeruk, berikut ;

PriceGambar 02. change demand curve untuk jeruk.

10.000 A

5.000 B

2.500 C

0 1 2 3 4 5 Quantity
Sumber tabel 01. demand

Keterangan gambar 02.


dari titik kesepakatan A ke B dan C menunjukkan gelagat konsumen yang
meningkatkan konsumsinya (Q) akibat dari turunnya harga (P) barang dan jasa kemudian
dari titik C sampai akhir (garis putus-putus) meskipun harga menjadi sangat murah
namun konsumen tidak lagi sudi lagi untuk menambah belanjanya akibat dari hukum
kepuasan yang menurun.
( nb: kasus disampaikan tidak berlaku untuk barang berharga mis, emas.)

Teori pemintaan menerangkan sifat pemintaan yang dilakukan pembeli terhadap


suatu barang. Dapat diartikan bahwa pemintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang
diminta oleh konsumen pada berbagai tingkat harga tertentu dan dalam waktu tertentu,
serta pada pasar tertentu.

Sesuai bunyi hukum pemintaan, apabila harga suatu barang semakin meningkat,
maka jumlah barang yang diminta akan semakin menurun. Demikian juga sebaliknya,
apabila harga suatu barang semakin menurun, maka jumlah barang yang diminta akan
semakin meningkat. Jika jumlah barang yang dibeli tergantung pada berbagai
kemungkinan tingkat harga, maka disebut "pemintaan harga", jika jumlah barang yang
dibeli tergantung pada berbagai kemungkinan tingkat pendapatan, maka disebut
"pemintaan pendapatan ", dan jika jumlah barang yang dibeli tergantung pada berbagai
kemungkinan tingkat harga barang lain, maka disebut "permintaan silang".

Analisa tersebut didasari asumsi ceteris paribus, yaitu keadaan lain dianggap
tetap sehingga tidak ikut mempengaruhi besar kecilnya permintaan barang, seperti harga
barang itu sendiri, harga barang lain yang berkaitan erat, pendapatan rumah tangga,
pendapatan rata-rata masyarakat, corak distribusi pendapatan dalam masyarakat, citarasa
masyarakat jumlah penduduk, dan prediksi dari keadaan di masa yang akan datang.

2
1.1 . Income effect dan substitution effect.

Perubahan jumlah barang yang diminta ditentukan oleh efek pendapatan (income
effect) dan efek pengganti (substitution effect).

Income effect : Adalah akibat berubahnya jumlah barang yang diminta karena perubahan
pendapatan riil, artinya apabila harga suatu barang naik, maka jumlah pendapatan yang
digunakan untuk membeli barang tersebut turun atau semakin berkurang pendapatan
seseorang, maka ia harus mengurangi pembelian suatu barang dan sebaliknya apabila
jumlah pendapatan yang digunakan untuk membeli barang tersebut naik atau semakin
meningkat pendapatan seseorang, maka ia akan menambah pembelian suatu barang.

Contoh : Tuan A, dengan gaji Rp 1 juta per bulan selalu membeli barang X seharga Rp
100.000,-, apabila harga barang X naik dua kali lipat maka ia harus membayar Rp
200.000,-, sehingga tuan A harus menyediakan tambahan sebesar Rp 100.000,- Berarti
keadaan pendapatan tuan A sebenarnya turun 10%. maka disini tuan A hanya bisa
mendapatkan barang X setengahnya seharga Rp 100.000,-

Substitution effect : Adalah penggantian barang lain sebagai akibat berubahnya harga
barang tertentu, artinya apabila harga barang tertentu naik sedangkan harga barang lain
tetap, maka konsumen berusaha mengganti barang harganya lebih mahal dengan barang
yang harga lebih murah.
Dari kedua hal tersebut dapat disimpulkan bahwa turunnya harga suatu barang
mengakibatkan jumlah barang yang diminta akan naik dan sebaliknya naiknya harga
suatu barang mengakibatkan jumlah barang yang diminta akan turun. Di samping itu ada
beberapa keadaan yang merupakan pengecualian, sehingga kurva permintaan mempunyai
slope positif, yaitu naiknya harga suatu barang mengakibatkan bertambahnya jumlah
barang yang diminta dan juga sebaliknya turunnya harga suatu barang mengakibatkan
berkurangnya jumlah barang yang diminta pengecualian itu yakni :

a.barang Giffen. Disampaikan oleh Robert Giffen Irlandia, menyatakan bahwa harga
naik akan mengakibatkan jumlah barang yang diminta naik dan sebaliknya apabila harga
turun, maka jumlah barang yang diminta akan turun. Kasus ini teIjadi bila income effect
negatif bagi barang inferior begitu besar sehingga substitution effect selalu positif tidak
dapat menutup income effect yang negatif Turunnya harga barang secara riil maka
mengakibatkan pendapatan naik dan konsumen mengurangi pembelian barang tersebut,
kemudian akan menambah pembelian barang lain sebagai substitusi,sehingga dapat
dikatakan barang Giffen tentu barang inferior, tetapi barang inferior belum tentu barang
giffen.

b. barang spekulasi. Kasus spekulasi terjadi karena adanya sesuatu harapan atau
kekhawatiran tentang perubahan kenaikan harga yang akan diikuti dengan naiknya
permintaan atas jumlah barang spekulasi tersebut. Bentuk dari kurva permintaan barang
spekulasi akan naik dari kiri bawah ke kanan atas.

3
c. barang prestise. Keadaan barang prestise akan terjadi bila kenaikan harga barang
diikuti dengan kenaikan jumlah barang yang diminta. Dasamya adalah konsumen akan
semakin puas / menaikan prestise seseorang, apabila memiliki atau membeli barang yang
lebih berkualitas, lebih banyak atau lebih mahal harganya, misal emas, permata
kendaraan mewah. Bentuk kurvanya akan naik dari kiri bawah ke kanan atas.

2. Penawaran / Suply.

Teori penawaran membahas jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual pada
berbagai tingkat harga pada periode tertentu. Perubahan jumlah barang yang ditawarkan
berbanding lurus dengan perubahan tingkat harga, sehingga kurva penawaran berslope
positif, yaitu bergerak dari kiri bawah ke kanan atas.

Tanya : Mengapa pergerakan kurva suply ( penawaran ) mengarah dari kiri bawah
ke kanan atas ? ( lihat gambar 03) ( sehingga memilki slope positif >0 ).

price Gambar 03. Suply curve.


suply

0 quantity

Jawab : kurva suply menunjukkan perilaku ( gelagat ) dari produsen atas berbagai
perubahan harga didalam kaitan berbagai jumlah barang yang ditawarkan, dimana jika
harga dari suatu barang atau jasa bergerak naik maka quantity atas penawaran barang
tersebut akan bergerak naik. ( lihat tabel 02 )

Tabel 02. penawaran harga jeruk di pasar.


kesepakatan harga jeruk per kg unit dijual
D Rp 2.500.- 1 Kg
E Rp 5.000.- 2 Kg
F Rp 10.000.- 4 Kg
Sumber : estimasi harga jeruk.

Keterangan : Jika harga jeruk dipasar Rp 2.500 maka penjual hanya rela untuk menjual 1
kg jeruk hal ini dinotasikan sebagai kesepakatan D, kemudian jikalau harga jeruk naik
menjadi Rp 5.000.- maka penjual rela untuk menjual 2 kg jeruk, ini kita sebut
kesepakatan E,namun jika harga jeruk naik lagi menjadi Rp10.000 maka penjual
mampu menjual 4 kg jeruk. Atau disebut kesepakatan F prihal tersebut jika digambar
dengan menghubungkan titik kesepakatan menjadi kurva sebagaimana pada gambar 04 ;

4
Teori penawaran menunjukkan sifat dari penawaran atas barang yang dilakukan
oleh penjual pada berbagai tingkat harga dan periode tertentu. Fungsi penawaran
menunjukkan hubungan antara jumlah barang atau jasa yang ditawarkan dengan berbagai
perubahan tingkat harga. Sesuai bunyi hukum penawaran, semakin tinggi harga semakin
tinggi pula jumlah barang yang ditawarkan, dan sebaliknya semakin rendah harga maka
semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan.

Kombinasi jumlah dan harga tersebut ekspresikan kedalam bentuk angka pada
tabel 02 penawaran dan kemudian dari angka tersebut digambarkan ke dalam kurva
perubahan penawaran gambar 04. Dimana harga ( price) sebagai variable independent
digambarkan dalam sumbu vertikal dan jumlah (quantity) sebagai variable dependent
digambarkan ke dalam sumbu horizontal.

price Gambar 04. change suply curve untuk jeruk.


suply
F
10.000
E
5.000
D
2.500

0 1 2 3 4 quantity
Sumber : tabel 02.

Dari titik kesepakatan D ke E dan F menunjukkan gelagat produsen yang


meningkat produksinya akibat dari naiknya harga barang dan jasa sehingga dari titik F
sampai akhir (garis putus-putus) meskipun harga menjadi sangat mahal untuk setiap
unitnya namun produsen masih bersedia menambah produksinya. Sehingga kurva
penawaran memiliki slope positif.

2.1 Penyimpangan bentuk kurva penawaran.


Penyimpangan bentuk kurva penawaran adalah bentuk kurva penawaran yang
menyimpang dari keadaan kurva normal penawaran, penyimpangan itu ;
a. Kurva penawaran horizontal.
Apabila terjadi perubahan harga yang naik atau turun sedikit saja, maka jumlah barang
yang akan ditawarkan akan segera bertambah atau berkurang dengan cepat, sehingga
duantara harga dan kuantiti barang saling merespons . Perhatikan gambar 05.

Gambar 05. kurva penawaran horizontal.


Price

Suply

0 quantity

5
b. Kurva penawaran vertikal.

Kurva ini menunjukkan bahwa berapa saja perubahan harga yang terjadi dipasar, maka
jumlah barang yang ditawarkan akan tetap (OQ). Misalnya, petani menghasilkan padi
selama 4 bulan, maka meskipun harga padi naik tinggi pada saat itu namun petani tidak
dapat berbuat apa-apa untuk menambah hasil atau menggenjot produksi padinya untuk
dijual. Demikian pula halnya jika harga padi turun, para petani juga tidak dapat berbuat
untuk mengurangi hasil padinya. Untuk hal dimaksud digambarkan dalam gambar 06.
kurva penawaran vertikal.

price suply Gambar 06. kurva penawaran vertikal.

0 quantity

c. kurva penawaran membalik ( backward bending)


Kurva penawaran membalik atau berbentuk lengkung disebabkan oleh harga naik, jumlah
barang yang ditawarkan naik hingga pada saat tertentu harga terus naik, tetapi jumlah
barang yang ditawarkan justru menurun. perhatikan tabel 03.
TabeI 03 Daftar penawaran barang Y.
Harga (Price =P) Jumlah barang Point
dalam rupiah yang ditawarkan (quantity= Q) Dalam
dalam unit gambar
100 50 A
200 100 B
300 150 C
400 100 D
500 50 E

Berdasarkan angka dari tabel 03 dibentuk gambar 07 dibawah ini,

6
price
Gambar 07. kurva penawaran membalik.

500 E
D

300 C suply backward

B
100 A

0 50 100 150 quantity

Dari gambar 07 dapat kita lihat jika dipasar harga sesuatu dari Rp 100,-
sampai Rp 300,- jumlah barang yang ditawarkan meningkat dari 50 unit sampai 150
unit, sehingga slopenya positif, kemudian karena keadaan tertentu, misal selera
konsumen berubah, pada harga yang semakin tinggi, jumlah barang yang ditawarkan
menurun. Contoh barang dimaksud buah-buahan yang memiliki musiman, seperti
durian, rambutan.
3. Keseimbangan pasar / market equilibrium.

Selanjutnya apabila kita menggabungkan tabel 1 dan tabel 2 dalam suatu kurva
yang baru maka diperoleh gambar 08 yakni sbb :

Price Gambar 08. ( equilibrium curve untuk jeruk )

suply curve
10.000 A F
B/E
5.000

2.500 D C
demand curve
0 1 2 3 4 5 quantity
Sumber : tabel 1 dan tabel 2.

Keterangan : titik B/E adalah titik equilibrium ( keseimbangan ) untuk permintaan


dan penawaran jeruk, atau titik temu antara kurva demand dan suply.
Lebih jauh mengenai pasar lihat bahagian 10, pasar dan seterusnya.

4. Elastisitas / elasticity.

7
Elasticity, atau Elastisitas, ialah persentase dari tingkat perubahan atas akibat
sesuatu perubahan harga barang atau jasa yang diikuti oleh perubahan jumlah quantity
barang dan jasa. Elastisitas dapat berlaku dari sisi demand atau dari sisi suply,
penjelasannya sebagai berikut ;

4.1 Elasticity of demand.

Elasticity demand (ED) atau elastisitas permintaan bertujuan untuk menjelaskan besar
persentase perubahan akibat dari perubahan harga barang atau jasa yang dikonsumsi
segera diikuti oleh perubahan jumlah permintaan quantity unit barang dan jasa tersebut.
rumusnya adalah sbb:

ED = % perubahan quantity demand maka..,


% perubahan price

ED = perubahan quantity demand + perubahan price atau..,


quantity price

ED = QD + P
(Q1 + Q2) /2 (P1+ P2) /2

Contoh : Andai harga telur puyuh turun dari Rp 30 kepada Rp 20 perbutir.


akibatnya permintaan telur bertambah sebanyak 40 persen yakni
dari 100 kotak menjadi 140 kotak maka perubahan elastisitasnya -,

ED = 40 + 10
(100 + 40) /2 (30 + 20) /2

ED = 40 + 10 = 1,428
70 25
4.2 . Jenis elastisitas permintaan. / kind of elasticity demand.
Jenis elastisitas permintaan ada lima macam yakni digambar 9A - 9E, sbb :
price Gambar : 09.a price elastic demand.

- elastisitas demand (ED) > 1.


- perubahan kurva landai
- jikalau ada sedikit penurunan
p1 harga p1 p2, penambahan
permintaan banyak q1 q2.
p2 d - misal : sembako, sabun. dll.
( barang konsumsi umum )

0 quantity
q1 q2
price Gambar : 09.b price inelastic demand.

8
- elastisitas demand (ED) < 1.
p1 - perubahan kurva curam.
- jika penurunan harga banyak
p1 p2, maka penambahan
permintaan sedikit, q1 q2.
p2 - misal : beras, sayur , ikan dll.
d ( barang hasil pertanian)

0 quantity
q1 q2

price Gambar : 09.c unitary price elasticity.

- elastisitas demand (ED) = 1.


- perubahan kurva sebanding
p1 - jikalau ada penurunan harga
p1 p2, maka penambahan
p2 permintaan sebanding q1 q2.
d misal : sepatu,televisi dll.
( barang hasil industri )
0 quantity
q1 q2

price Gambar : 09.d perfectly elastic demand.

- ( ED ) = ( baca infinity ).
- perubahan kurva tidak ada.
sebab harga tidak terpengaruh
berapa saja jumlah permintaan
p1 maka kurva datar / horizontal.
d - misal : rekn listrik, air, BBM dll.
( barang diawasi pemerintah ).
0 q1 q2 quantity

price Gambar : 09.e perfectly inelastic demand.

9
d
- elastisitas demand (ED) = 0.
- perubahan kurva tidak ada.
p2 sebab quantity permintaan tidak
dipengaruhi oleh harga berapa
p1 maka kurva tegak / vertikal.
- misal : obat insulin, narkotik dll
( barang sifat ketergantungan).
0 q1 quantity

Elastisitas permintaan lainnya adalah elastisitas pendapatan, EDY dimana


menunjukkan gelagat dari konsumen atas perubahan pendapatan kepada jumlah barang
dan jasa yang akan dikonsumsinya, rumusnya sbb :

EY = % perubahan quantity
D
% perubahan pendapatan

EY = perubahan quantity + perubahan pendapatan


D
quantity pendapatan

EY = Q + Y
D
(Q1 + Q2) /2 (Y1+ Y2) /2

4.3 Elasticity of suply.

Sama halnya dengan elastisitas permintaan dimana elastisitas penawaran


(elasticity of suply) menyatakan persentase perubahan dalam penawaran akibat dari
perubahan harga memberi pengaruh perubahan quantity barang ditawarkan.
Rumusnya adalah sbb :

E S = % perubahan quantity suply


% perubahan harga

EY = perubahan quantity suply + perubahan harga


S
quantity harga

EY = QS + P
S
(Q1 + Q2) /2 (P1+ P2) /2

Dalam kesempatan ini ada 3 model elastisitas penawaran disampaikan sbb :

a. Priode penawaran pasar.

10
Priode penawaran pasar adalah priode waktu dimana sejumlah barang / jasa
tersedia dipasar. Dalam waktu ini umumnya produsen tidak dapat segera merespons
terhadap perubahan jumlah permintaan sekaligus perubahan harga. Sehingga penawaran
dipasar menjadi tidak elastis sempurna. Sebagai contoh : Bahan keperluan untuk sekolah
seperti berbagai buku, pensil, pulpen, tas, dan pakaian seragam, serta sepatu dimana
meski pada saat awal libur sekolah dipasar telah tersedia jumlah barang lebih daripada
biasanya namun dalam kenyataannya menjelang hari sekolah karena tingginya
permintaan maka baik stok maupun harga bahan untuk sekolah tersebut sering tidak ada /
kehabisan akibatnya harganya naik tinggi. Namun saja karena waktu yang sangat sempit
produsen tidak akan mampu berbuat banyak sehingga penawaran kehilangan
elastisitasnya.Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 10 yang menjelaskan priode
penawaran pasar sempurna tidak elatisitas.

Gambar 10. market periods, suply is perfectly inelastic.

price suply

p2
p1 d2
d1
0 quantity
q1
b. elastisitas penawaran jangka pendek.

Didalam penawaran jangka pendek produsen lebih memiliki flexibilitas untuk


merespon perubahan jumlah quantity dan harga,sebab ada persediaan sumberdaya telah
dipersiapkan dalam jumlah tertentu, meskipun elastisitas penawaran jangka pendek tidak
dapat merubah jumlah total persediaannya.
Contoh : Permintaan ayam potong 100 ekor perhari,harga Rp 10.000. perekor. jika saja
permintaan ayam meningkat menjadi 125 ekor perhari ( peningkatan permintaan 25 %)
namun harga hanya naik menjadi Rp 11.000 atau naik 10 %. Ini disebabkan
mencukupinya stok persediaan ayam namun jika permintaan melonjak jauh diatas stok
maka yang terjadi adalah priode penawaran pasar. Sehingga dapat dikatakan penawaran
jangka pendek bersifat lebih elastis.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar 11 dibawah.

11
Gambar 11. Short run suply is more elastic.
price

suply
p2
p1
d2
d1
0 q1 q2 quantity

c. elastisitas penawaran jangka panjang.

Dalam penawaran jangka panjang seluruh input dari produksi dapat dipersiapkan
dengan waktu cukup sehingga lonjakan perubahan quantity permintaan umumnya tidak
direspons dengan perubahan harga yang drastis.
{ Apabila tidak terjadi hal tak terduga (force majeur) } ini terlihat di gambar 12.

Gambar 12. suply is increasingly and maybe perfectly elastic .


price

p2 suply
p1 d2 SL
d1

0 Q1 Q2 quantity

5. Teori utiliti kardinal.

Tujuan : Menjelaskan perilaku gelagat konsumen DD (kurva permintaan).

Dasar : Konsumen mau mengkonsumsi barang / jasa karena ingin


memperoleh total kepuasan maksimum (utilitas).

Asumsi : 1. Utility dapat diukur secara kardinal (angka).


2. Dengan pendapatannya dan tingkat harga tertentu maka
konsumen akan memilih barang / jasa dalam jumlah yang
memberinya total kepuasan maksimum (utilitas).

Rumus maksimisasi Tu : Mux = Muy

12
Px Py
Notasi :

Tux = Total utility dari barang x. Tuy = Total utility dari barang y.
Mux = dTux = Marginal utility barang x Muy = dTuy = Marginal utility barang y
dQx dQy
Aux = Tux = Average utility barang x Auy = Tuy = Average utility barang y
Qx Qy

Tabel 04, Utiliti kardinal..


Qx Tux Mux Mux Mux Qy TUy MUy Muy Muy
Px Px Py Py
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 10 10 10 5 1 12 12 12 6
2 18 8 8 4 2 27 15 15 7,5
3 24 6 6 3 3 37 10 10 5
4 28 4 4 2 4 45 8 8 4
5 30 2 2 1 5 51 6 6 3
6 30 0 0 0 6 51 0 0 0
7 26 -4 -4 -2 7 45 -6 -6 -3

Keadaan 1 : Keadaan 2 :
Px = 1 Qx = 4 Px = 2 Qx = 2
Py = 2 Qy = 4. Py = Tetap Qy = 4.
M = 12 (4x1) + (4x2) =12. M = Tetap (2x2) + (4x2) = 12.

6. Teori utiliti ordinal.

Tujuan : Menjelaskan perilaku gelagat konsumen DD (kurva permintaan).


Dasar : Konsumen mau mengkonsumsi barang / jasa karena ingin
memperoleh total kepuasan maksimum (utilitas).
Asumsi : Barang yang satu harus dikonsumsi bersamaan dengan barang
lainnya untuk dapat menghasilkan utility ( interdependency )
misal : kopi + gula + susu atau beras + ikan + sayur.
utility cukup diurut berdasar selera misal harus ada, tidak harus.
konsumen selalu berupaya memaksimumkan total utility (TU ).
Istilah :
Indeference curve ( IC) : Kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi barang x
dan barang y dan memberikan total utilitas yang sama.
Budget line ( BL) : Garis yang menunjukkan berbagai kombinasi barang x
dan barang y dan memberikan total pengeluaran
sama
Rumus maksimisasi TU : Pada titik singgung antara IC dan BL atau slope IC =
Slope BL atau MUx = MUy = equlibrium konsumen.

13
Px Py
Slope IC : MUx = du = u dx + u dy = 0 = dy = MUx
MUy x y dx MUy
Slope BL : Px = M/Py = Px
Py M/Px Py
Jika disatukan IC dan BL, maka : MUx . MUy = equilibrium konsumen.
Px Py
Gambar 13.
Dari equilibrium konsumen kepada kurva demand berslope negatip.
Qy

6
5 Eo
4 E1 IC2
3 IC1
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Qx
Px

2 B

1 A

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Qx

7. Fungsi permintaan.

Jikalau pada kurva permintaan biasanya hanya menghubungkan sumbu Qx dan


Px saja maka pada fungsi permintaan dapat menghubungkan berbagai sumbu atau semua
variabel yang dinyatakan mampu memberi pengaruh terhadap Qx dan Px. Fungsi
permintaan di dalam model persamaan ( linear ) dituliskan ;

Qx = f ( Px , Py , M , T , S , Gr , ) ..(i)

notasi model (i) :


Qx = quantiti permintaan terhadap barang x.
Px = Harga barang x.
Py = Harga barang lain yakni disini harga barang y.
M = Income / Pendapatan.
T = Taste / selera konsumen.
S = Seasson / musim.

14
Gr = Government rule / Peraturan pemerintah ( mis : pajak penjualan dll ) .
= error term (baca miu) variabel lain yang memberi pengaruh tetapi tidak
disertakan dalam model mis : variabel kurs, budaya setempat, agama dll.

Bila model (i) ingin diubah kedalam model logarithma linear menjadi ;

Log Qx = 1 - 2 Log Px + 3 Log Py + 4 Log M + 5 Log T + 6 Log S +


7 Log Gr + ..(i)

notasi model (ii) :


Log = Logarithma.
1 7 = Konstanta Koefisien.

Bila model (ii) ingin diubah kedalam model non linear misalnya disederhanakan
menjadi ; Log Qx = 1 - 2 Log Px + 3 Log Py + 4 Log M + (ii)

oleh sebab Mt = f (FCEt , EIGt , EXt, Pt , )


dimana Qx diwakili oleh M, Px dan Py diwakili oleh FCE dan P
serta EX kemudian M diwakili oleh EIG

notasi M = Import. FCE = Final consumpstion expenditure


EIG = Expenditure on investement goods. EX = Export
P = Relative Price. T = tahun t.

Maka model non linear diperoleh :

Ln Mt = 1 2 Ln FCEt + 3 Ln EIGt + 4 + .(iii)

8. Fungsi produksi.

Dalam bahagian fungsi produksi ini akan melihat dan mempelajari sikap para
produsen dalam menawarkan barang yang diproduksinya. Di sini faktor yang sangat
berperan adalah biaya produksi karena hal ini sangat menentukan fungsi produksi.

1A. Fungsi produksi.

Menunjukkan sifat hubungan dan perkaitan di antara faktor-faktor produksi dan tingkat
produksi dalam menciptakan barang dan jasa yang diciptakan. Oleh Cobb Douglas
dituliskan dalam persamaan linear yaitu sebagai berikut ;

Fungsi produksi Q = f ( K, L, R, T )

Notasi :
Q = jumlah produksi yang dihasilkan oleh berbagai jenis faktor-faktor produksi

15
K = kapital jumlah stok modal.
L = labour jumlah tenaga kerja, tenaga kerja kasar, keahlian ,kewirausahaan
R = resources sumber daya kekayaan alam
T = teknologi tingkat teknologi yang digunakan

8.1. Teori produksi dengan satu faktor berubah.

Di sini dianggap tetap jumlahnya adalah faktor modal, tanah dan teknologi, sedangkan
faktor tenaga, kerja adalah faktor yang turut mengalami perubahan dalam hal jumlahnya.
Dalam hal ini berlaku "hukum hasil lebih yang semakin berkurang" ya:itu apabila faktor
produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terns menurus dio tambah
sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya,
tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu, produksi tambahan akan semakin
berkurang dan akhimya mencapai nilai negatif dan ini menyebabkan pertambahan
produksi total semakin lambat dan akhimya mencapai tingkat yang maksimum dan
kemudian menurun.

Di sini dikenal ada tiga tahap perubahan yaitu :


Tahap I : produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat.
Tahap II : produksi total pertambahannya semakin kecil.
Tahap III : produksi total semakin lama semakin berkurang.
Hal dimaksud dapat dijelaskan melalui tabel 05.

Tabel 05 . Pengaruh perubahan tenaga kerja atas tingkat produksi total suatu
barang pertanian.
1
tanah tenaga produksi produksi produksi tahap
kerja total rata-rata marginal produksi
1 1 100 100 - tahap
1 2 300 150 200 pertama
1 3 600 200 300
1 4 880 220 280 tahap
1 5 1.050 210 170 kedua
1 6 1.140 190 90
1 7 1.190 170 50
1 8 1.190 150 0 tahap
1 9 1.100 120 -90 ketiga
1 10 700 70 -700
28.2 Teori produksi dengan dua faktor berubah.
Dalam hal ini yang mengalami perubahan adalah tenaga kerja dan modal. Analisis
tentang bagaimana perusahaan akan meminimumkan biaya di dalam usahanya untuk
mencapai suatu tingkat produksi tertentu dapat diketahui :
0 1. kurva produksi sama ( isoquant )

16
suatu kurva yang menggambarkan titik kemungkinan kombinasi penggunaan beberapa
input untuk menghasilkan sejumlah output tertentu perhatikan tabel 06
TabeI 06. kombinasi tenaga kerja dan modal untuk menghasilkan 1000 unit.
kombinasi tenaga kerja modal
A 1 6
B 2 3
C 3 2
D 6 1

modal Gambar 14 kombinasi tenaga kerja dan modal.

tenaga kerja
0 2 4 6 8 10 12 14 16

0 2. Garis biaya sama ( isocost )


1
Kurva yang menunjukkan kemungkinan kombinasi penggunaan beberapa input
dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu. Garis ini digunakan untuk menganalisis
tentang peminimuman biaya produksi untuk mencapai sejumlah keuntungan yang
maksimum. Untuk dapat membuat garis biaya sama ini diperlukan data :

a. harga faktor produksi yang digunakan


2
3b. jumlah uang yang tersedia untuk membeli faktor produksi yang dibutuhkan.
Misalnya :
4 - upah tenaga kerja = Rp. 2.000.
- ongkos modal per unit = Rp. 4.000.
- jumlah uang yang tersedia : Rp. 16.000.
: Rp. 20.000.
: Rp. 24.000.
: Rp. 28.000.

modal

17
12

10

2
tenaga kerja
02 4 6 8 10 12 14

Gambar 15 kurva biaya sama.

Jika kurva isoquant dan isocost digabungkan maka akan terjadi kasus sebagai
berikut :

a. Apabila jumlah pengeluaran untuk membiayai produksi sudah ditentukan,


keadaan bagaimanakah yang akan memaksimumkan produksi ?

b. Apabila jumlah produksi yang ingin dicapai telah ditentukan, maka keadaan
bagaimanakah yang meminimumkan biaya produksi.?

Sebelum menjawabnya, perhatikan dahulu gambar 16.

modal

18
tenaga kerja
0 2 4 6 8 10 12 14
Gambar 16. Gabungan kurva isoquant dan isocost.
Dimana jumlah tenaga kerja : 28.000.
upah : 2.000.
harga modal : 4.000.

9. Teori biaya produksi.

1 A. Pengertian Dasar

Biaya produksi ialah semua pengeluaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan
untuk memperoleh faktor produksi dan bahan mentah yang akan digunakan untuk
menciptakan barang yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.
teori biaya produksi, dalam hal ini dapat dibedakan dalam dua analisis yakni :
analisis jangka pendek :
Analisis mendasarkan sebagian faktor produksi tidak dapat berubah (tetap) jumlahnya,
sehingga produsen tidak dapat mengubah faktor produksi yang dianggap tetap
tersebut..misal faktor produksi yang dianggap tetap : faktor modal faktor produksi yang
dianggap berubah : faktor tenaga kerja.

analisis jangka panjang :


Suatu analisis di mana perusahaan dapat merubah jumlah dan kombinasi dari faktor
produksi yang dibutuhkan untuk menciptakan barang yang diproduksi.

B. Pengelompokan analisis jangka pendek.

19
2
Dalam analisis jangka pendek dapat dibedakan lagi menjadi :

1. Biaya total.

a. total fixed cost (TFC) = biaya tetap total:


Jumlah biaya tetap yang harus dibayar perusahaan tanpa melihat besar kecilnya
barang yang dihasilkan, misalnya : sewa gedung, penyusutan, gaji tetap pimpinan.

b. total variable cost (TVC) = biaya berubah total:


Jumlah biaya yang berubah-ubah menurut banyak sedikitnya barang yang dihasilkan,
misalnya : upah tenaga kerja, biaya bahan mentah.

c. total cost (TC) = biaya total.


Keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan untuk
menghasilkan jumlah barang tertentu. TC = TFC +
TVC

2. Biaya rata-rata jangka pendek.

Biaya rata-rata dapat juga disebut sebagai biaya per unit,


terdiri dari :

a. APC : biaya tetap total untuk memproduksi sejumlah


barang tertentu dibagi dengan jumlah produksi tersebut.
APC = TFC
Q
b. APC : biaya berubah total untuk memproduksi sejumlah
barang (Q) dibagi dengan jumlah produksi.
AVC = TVC
Q
c. AC : biaya total untuk memproduksi sejumlah barang (Q)
tertentu dibagi dengan jumlah produksi tersebut.
TC
AC = Q atau AC = AFC +AVC

d. MC : kenaikan biaya produksi yang dikeluarkan untuk


menambah produksi sebanyak satu unit. MCn = TC
Q

20
10. Fungsi penawaran pasar.

Fungsi penawaran pasar untuk sebuah produk


adalah pernyataan hubungan diantara jumlah yang
ditawarkan dari semua faktor yang memberi pengaruh
jumlah penjualan, atau menjelaskan hubungan diantara
penawaran dari semua faktor yang mempengaruhi tingkat
penjualannya. Biasanya ditulis kedalam bentuk fungsional
yang umum sbb :

Jumlah f ( harga X, harga barang


terkait ).
Produk X = Q = pencapaian tingkat teknologi
saat ini.
Yang ditawarkan ( harga masukan, selera,
cuaca dan lainnya )

Fungsi penawaran digeneralisasi tersebut mengikutkan


variabel-variabel yang mempengaruhi penawaran dipasar.
Jika dicontohkan kedalam model linear menjadi :

Q= 1 P + 2 Pr+ 3 PL + 4 I + 5 T +

Notasi Q = fungsi linear,variabel bebas, mewakili harga


rata-rata perunit.
Untuk variabel tidak bebas :
P = harga rata-rata barang lain. Pr = upah
tenaga kerja.
PL = upah tenaga kerja rata-rata. T = pajak
pemerintah.
I = tingkat suku bunga ( biaya modal ). 1 - 5 =
konstanta variabel.
= error term (baca miu) variabel lain yang memberi
pengaruh tetapi tidak
disertakan didalam model mis : variabel kurs,
budaya, agama dll.
Selanjutnya jikalau kita memasukan nilai data untuk
setiap variabel yang diamati minimal n = 20. ( Damodar
Gujarati 1996), lalu me-regresi-nya kita akan memperoleh
hasil nilai estimasi fungsi penawaran pasar atas produk
yang akan dijual dipasar.

21
11 Pasar.

Pasar, dalam ilmu ekonomi, adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli.
Transaksi jual-beli yang terjadi tidak selalu memerlukan lokasi fisik. Pasar yang
dimaksud dapat merujuk kepada suatu negara dimana tempat suatu barang dijual dan
dipasarkan.

Fungsi dari pasar adalah media bertemunya pembeli dan penjual dalam
mempertukarkan asset dengan uang atau juga dengan asset lainnya.
kategori pasar : 1. pasar monopoly sempurna.
2. pasar duopoly dan oligopoly.
3. pasar persaingan monopoly.
4. pasar persaingan sempurna (bebas).

Pasar dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu pasar barang, pasar tenaga kerja, pasar
uang, pasar modal, dan pasar luar negeri.

1. Pasar barang, menggambarkan pertemuan antara permintaan dan penawaran


akan barang. Sebuah perusahaan atau individu dapat beroperasi di pasar barang
dengan menawarkan barang hasil produksi atau pula melakukan permintaan akan
produk.
2. Pasar tenaga kerja, merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran
tenaga kerja. Pertemuan ini akan menghasilkan konsep upah dan jumlah tenaga kerja
yang dibutuhkan. Biasanya yang melakukan permintaan adalah badan usaha
(perusahaan), lembaga-lembaga, instasi-instasi, atau dapat juga perseorangan,
sedangkan yang melakukan penawaran tenaga kerja adalah angkatan kerja yang
tersedia di pasar kerja.

3. Pasar uang, adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran uang. Dalam
pasar uang yang ditransaksikan adalah hak menggunakan uang untuk jangka waktu
tertentu. Di pasar uang terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya
menimbulkan hubungan utang piutang. Pihak yang melakukan penawaran uang
adalah otoritas moneter (Bank sentral dan pemerintah) dan lembaga keuangan (bank
dan bukan bank), sedangkan pihak yang melakukan permintaan adalah masyarakat
(rumah tangga dan perusahaan).

4. Pasar modal, dalam arti sempit identik dengan bursa efek. Dalam arti luas, pasar
modal adalah pertemuan antara mereka yang mempunyai dana dengan mereka yang
membutuhkan dana untuk modal usaha. Jika pasar uang lebih memfokuskan pada
penggunaan jangka pendek, maka pasar modal lebih memfokuskan pada penggunaan
jangka panjang.

5. Pasar luar negeri, menggambarkan hubungan antara permintaan dalam negeri


akan produk impor dan penawaran ke luar negeri berupa produk ekspor.
Dilihat dari sifat / karakteristik maka pasar memiliki sifat sbb :
Tabel 07. karakteristik pasar.
spesifikasi monopoly duopoly / monopoly persaingan
pasar sempurna olygopoly persaingan sempurna
jumlah tunggal jamak jamak jamak
penjual
jumlah khusus bebas khusus,bebas bebas
pembeli
jenis produk khusus berbagai tidak ada ada substitusi
macam substitusi
contoh listrik, air bika ambon, dealer mobil barang / jasa
barang /jasa bersih durian. kain broadcast/provi umum, sepatu,
dagangan telephone. angkutan der band TV, jam, baju, tk
transportasi radio pangkas dll
GSM, CDMA
dll
akses kepasar tidak bebas bebas bebas tetapi bebas
tidak mudah
penetapan ditentukan Interaksi dari Interaksi dari interaksi dari
harga penjual pasar setempat penjual pasar umum
/asosiasi
tingkat harga tinggi sedang rendah rendah
laba penjualan tinggi sedang sedang rendah
efisiensi niaga rendah sedang sedang tinggi
marketing rendah sedang tinggi tinggi
promosi
hubungan P = AC
price & P < AC P > AC Kecuali penjual P = AC
average cost baru, dilarang
jangka masuk
panjang

Jika dilihat dari sudut jumlah pembeli dan jumlah penjual maka istilahnya :

sudut jumlah pembeli : monopsony, duopsony, olygopsony.


( tunggal, jamak / ganda, bebas / banyak pembeli.)

sudut jumlah penjual : monopoly, duopoly, olygopoly.


( tunggal, jamak / ganda, bebas / banyak penjual.)
Jika dilihat dari kurva permintaan maka elastisitas pasar (Elasticity Demand Curve ) ada
4 bentuk kurva yakni sbb ;

Gambar 18.A Pasar monopoly.


Price
Sifat : in elastis, disimbolkan < 1.
Bentuk : kurva curam.

0 quantity

Gambar 18.B Pasar olygopoly.


Price
Sifat : kinked, (kacau) disimbolkan > 1 , < 1
Bentuk : kurva landai, curam.

0 quantity

Gambar 18.C Pasar monopsony.


Price
Sifat : elastis, disimbolkan >1.
Bentuk : kurva landai.

0 quantity

Gambar 18.D Pasar persaingan sempurna.


Price
Sifat : elastis sempurna, disimbolkan =1.
Bentuk : kurva datar.

0 quantity

jika dinotasikan atas ekuilibrium konsumen, Mu = Mux = Muy (teori permintaan)


Px Py
jika dinotasikan atas ekuilibrium produsen, Lcc = Mpx = Mpl (teori penawaran)
Px PL
maka keseimbangan pasar ( eqilibrium market ) adalah demand = suply.

untuk keseimbangan perusahaan marginal revenue = marginal cost.


11.1 Pasar Monopoly.

Penyebab terjadinya pasar monopoly adalah sbb :

1. Ketetapan pemerintah / undang-undang negara. mis : pasal 33 UUD 1945.


Sehingga terbentuk perusahaan Pertamina untuk BBM, PLN untuk listrik dll.
2. Faktor alam kepada penguasaan bahan baku misal alumunium mutu terbaik
Dari biji bauksit bangka, rokok mutu terbaik dari tembakau deli, dst.
3. Hak patent (intelectual property right) apalagi bersifat hi-tech, hi-risk,hi-cost
mis : Microsoft windows sebagai hak paten software komputer. Pentium
sebagai hak paten hardware komputer, hak intelektual, dst.
4. Penggabungan hak kepemilikan (merger), pemindahan hak kepemilikan
( akuisisi ) misal: PT.Indosat Tbk sahamnya diakuisisi oleh Faralon ltd. int.
sehingga pelayanan satelit asean mayoritas dikuasai oleh Faralon ltd. int.

a. Dampak negatif dari pasar monopoly :

1. Tidak mementingkan kepuasan konsumen. Akibat dari harga relatif tinggi,


kwalitas mutu barang / jasa apa adanya, pelayanan konsumen buruk.
2. Laba bagi perusahaan besar karena harga jauh diatas average cost.
3. Efisiensi perusahaan buruk.
4. Perusahaan akan terpuruk jika dihadapkan persaingan bebas.

b. Dampak positif dari pasar monopoly :

1. Dengan penguasaan pasar yang mutlak maka jika dikelola dengan benar dan
baik akan menciptakan perusahaan berskala besar.
2. Menjadi andalan masyarakat dan pemerintah dalam penyediaan barang dan
jasa sekaligus menciptakan lapangan kerja dan penguasaan teknologi tinggi.
3. Sebagai sumber dana segar bagi pemerintah untuk membiayai pembangunan
( lazimnya di Indonesia adalah BUMN )

c. Mengurangi dampak negatif pada pasar monopoly :

1. Pasar monopoly hanya dilaksanakan oleh pemerintah atau perpanjangan dari


pemerintah (BUMN) yang menyediakan barang/jasa bersifat primer.
2. Pemerintah menetapkan kebijakan harga (price regulation).
3. Pemerintah dapat melakukan subsidi silang misal : harga konsumsi untuk
masyarakat yang berpenghasilan tinggi dibedakan dengan harga konsumsi
untuk masyarakat berpenghasilan rendah. ( diskriminasi harga )
11.2 Pasar oligopoly.

Asosiasi beberapa perusahaan Non Asosiasi perusahaan

Koalisi penjualan Aksi jual bebas

Koalisi sempurna Koalisi tidak sempurna

kartel dagang perang harga


- sentralisasi
sistem
perusahaan - sistem kekuasaan. - penggabungan
pemenang - pendominasian sarana
persaingan pasar. dan prasarana
(modal besar)

Gambar 19. persaingan pasar oligopoly.

Glosary
Average Cost (AC) = Biaya rata-rata, total biaya dari berbagai macam
bahan produksi dibagi jumlah unit produksi.
Marginal Cost (MC) = Penambahan biaya produksi akibat penambahan
setiap satu unit produksi.
Marginal Product (MP) = Perubahan dari total output akibat dari penambahan
satu unit faktor variabel produksi.
Marginal Revenue (MR) = Perubahan dari total pendapatan yang dihasilkan dari
setiap penambahan satu unit faktor variabel produksi
Marginal Utility (MU) = Penambahan kepuasan konsumsi oleh sebab setiap
penambahan satu unit barang / jasa konsumsi.
Price (P) = Harga jual atau harga beli.
- Buku bacaan -
Domonick Salvatore, Teori mikro ekonomi, Jakarta, Penerbit Erlangga, 1992.
Damodar Gujarati, Dasar Ekonometrika, Alih bahasa, Sumarno Zain,
Jakarta,Penerbit Erlangga, 1978.
Sadono Sukirno, Pengantar teori mikro ekonomi, Jakarta, Raja grafindo persada,1994.
Sritua Arief, Teori ekonomi mikro dan makro lanjutan, Jakarta, Raja Grafindo Persada,
1996.
Sudarsono. Pengantar ekonomi mikro, Jakarta, LP3ES, 1986.
Solmon.C.Lewis, Economics, first edition, second printing, addison wesley published and
Co, 1980.
Winardi. Pengantar IImu Ekonomi, Bandung, Tarsito. 1992.