Anda di halaman 1dari 4

Identitas Jurnal

Judul : Effectiveness of hypnosis therapy and Gestalt Therapy as depression


treatments

Peneliti : Elizabeth Gonsales Ramires, Teresita Carillo Montoya, Maria L. Garcia


Vega, Chaterine E. Hart, Cesar P Ley Quinonez.

Tanggal terbit : 27 Januari 2017

Pembahasan Jurnal

A. Latar Belakang

Depresi dianggap sebagai salah satu gangguan psikologis paling banyak di dunia.
Diperkirakan bahwa depresi mempengaruhi 350 juta orang, dan bisa berubah menjadi
masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama bila berlangsung lama dan berasal dari
intensitas sedang hingga berat; Hal itu juga bisa menyebabkan penderitaan yang besar dan
mengganggu aktivitas kerja, sekolah, dan keluarga. Dalam kasus terburuk depresi bisa
menyebabkan bunuh diri; Tak heran bila gangguan jiwa ini menyebabkan 804.000 kematian
setiap tahunnya (OMS, 2012).
Meskipun ada perawatan depresi yang efektif, kurang dari separuh orang yang terkena
dampak di dunia mendapat perawatan semacam itu. Hambatan untuk perawatan yang efektif
mencakup kekurangan sumber daya dan penyedia layanan kesehatan terlatih, dan stigma
sosial yang terkait dengan gangguan mental. Hambatan lain untuk perawatan yang efektif
adalah penilaian yang tidak akurat. Bahkan di beberapa negara berpenghasilan tinggi, orang-
orang yang mengalami depresi tidak selalu didiagnosis dengan benar, dan orang lain yang
tidak menderita kelainan ini kadang salah didiagnosis dan diberi resep antidepresan (OMS,
2012).
Terapi psikologis, salah satu komponen kunci terapi perilaku kognitif untuk gangguan
kecemasan, menunjukkan bahwa perhatian mungkin memainkan peran penting dalam
kepunahan rasa takut dan kecemasan; Namun, penyebab pasti depresi tidak diketahui dan
tumbuh dengan cepat. Saat ini ada berbagai macam alternatif terapeutik, seperti terapi
perilaku kognitif, terapi hypnosis dan terapi gestalt. Belum banyak penelitian yang
menunjukkan hasil yang efektif untuk menangani depresi.
B. Metode
Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan membagi ke dalam 3
kelompok intervensi pada partisipan yang terdiagnosis depresi. Dari 300 calon responden,
diambil 30 responden untuk memenuhi jumlah sampel grup dengan dilakukan screening
MINI (International Neuropsychiatric Interview). Kriteria inklusi responden yaitu responden
yang menderita depresi ringan atau sedang dengan rentang skor 10-29. Pengukuran level
depresi menggunakan Back Anxiety Inventory (BAI) yang terdiri dari 21 item pertanyaan
dengan 4 alternatif jawaban. Total skor pertanyaan tiap item adalah 0-3, sedangkan total skor
BAI 0-63 poin. Klasifikasi depresi yaitu tidak depresi (0-9), depresi ringan (10-18), depresi
sedang (19-29) dan depresi berat (30-63).
Responden kemudian terbagi ke dalam 3 kelompok perlakuan, dimana kelompok
pertama dilakukan terapi hypnosis, kelompok kedua dilakukan terapi kombinasi hypnosis-
gestalt dan kelompok ketiga adalah kelompok kontrol.
30 responden berada pada rentang usia 23-35 tahun, terdiri dari 9 laki-laki dan 21
perempuan. Setiap kelompok terdiri dari 10 responden.
Responden penelitian berpartisipasi dalam terapi selama kurang lebih 1 jam setiap sesi
selama 1 minggu. Pada kelompok dengan terapi hypnosis, responden dijelaskan mengenai
informasi, proses dan prosedur hypnosis agar menurunkan asumsi terkait hypnosis. Di sesi
pertama, terapis membahas kontrak waktu yang tepat antara terapis dan responden untuk sesi
terapi selanjutnya. Setiap responden dijelaskan mengenai jenis terapi yang didapatkan,
karakteristik dan prosedur hypnosis, perekaman video setiap sesi dan etical clearance
partisipan yang ditandatangani. Pada akhir sesi pertama responden diberikan buku berjudul
Hypnosis Therapy yang mencangkup jawaban dari pertanyaan pertanyaan sekitar hypnosis.
Waktu yang diperlukan setiap sesi adalah 40 menit untuk kelompok terapi hypnosis.
Terapi hypnosis atau hipnoterapi adalah terapi yang menggunakan sugesti positif
melalui alam bawah sadar untuk penyembuhan suatu gangguan psikologis atau untuk
mengubah pikiran, perasaan dan perilaku seseorang menjadi lebih baik. Syarat seseorang
dapat dilakukan hipnoterapi adalah secara sadar tidak melakukan penolakan, dapat
berkomunikasi dengan bahasa yang sama, berkemampuan untuk focus ditambah dengan
kreativitas dan fantasi visualisasi.
Teknik hipnoterapi mencakup beberapa tahap, diantaranya tahap pre induksi, tahap
induksi, depth level test, post hypnotic suggestion, termination, dan post hypnotic. Indikasi
terapi hypnosis ini bisa digunakan pada pasien dengan katagoro gangguan psikosomatik,
gangguan psikiatrik dan gangguan lain seperti anastesi, nyeri persalinan, ekstraksi gigi, dalan
lainnya. Sedangkan kontra indikasi terapi ini adalah pada pasien dengan kondisi tidak tenang,
gaduh dan gelisah. Kemudian pada pasien yang tidak mengerti apa yang akan dilakukan, dan
tidak mengerti terhadap apa yang dikatakan oleh terapis. Pasien dengan gejala paranoid dan
obsesif kompulsif juga bukanlah calon yang baik untuk dilakukan hipnoterapi.
Tiap sesi dalam kelompok terapi Gestalt membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Terapi
gestalt memfokuskan pada konseling tentang pemikiran dan perasaan yang responden alami
pada saat sekarang bukan masa lalu atau masa depan. Pada sesi pertama, konselor akan
membangun hubungan terapetik kolabioratif dengan responden, menciptakan suasana aman,
membuat rencana- rencana untuk menghadapi kondisi-kondisi dialami responden saat ini.
Sesis kedua, konselor mulai membntu dan mendorong responden untuk mengatasi urusan
yang belum selesai dengan melakukan eksperimentasi perilaku baru dan memperluasa
pilihan-pilihan bagi responden. Sesi ketiga, konselor memotivasi dan memberikan dukungan
responden dalam menghadapi kecemasan, ketakutan dan ketidakpastian yang terpendam,
membantu membuat keputusan untuk terus berjalan. Sesi keempat, konselor memantau
responden yang sudah mulai mengatasi krisis yang dialami sebelumnya, memfokuskan
responden untuk terus menerima ketidakpastian dan kecemasan dan tanggung jawab untuk
terus berjalan. Di sesi terakhir, konselor mulai mempersiapkan responden untuk hidup
mandiri tanpa sepervisi, memberikan reward terhadap apa yang sudah dicapai dan berusaha
menerima terhadap apa yang belum dicapai.
Teknik yang dipakai dalam terapi gestalt untuk tiap responden/ individual adalah teknik
bermain peran yang sering disebut empty chair . Pada teknik empty chair ini, responden
diminta untuk membayangkan sesorang/ sesuatu yang menjadi fokus masalahnya berada pada
kursi kosong di depaannya. Kemudian konselor mengarahkan responden untuk menyatakan
emosi terpendamnya pada kursi kosong di depannya sebagai versi imajenari masalahnya.

C. Hasil
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden di ketiga kelompok mengalami depresi
sedang. Pada akhir terapi, kelompok kontrol menunjukkan tidak ada perbedaan yang
signifikan antara hasil pre test dan post test (F(1,18)=0,00, P=1,00), sedangkan kedua
kelompok intervensi menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pre test dan post
test yaitu (terapi hypnosis; F(1,18)= 12,19, P=0,03; Terapi Gestalt; F(1,18)= 15,65, P= 0.01)
dimana hasil tersebut menunjukkan penurunan level depresi.
Pada sesi pre test, skor antara grup analisis menun jukkan tidak ada perbedaan statistic
yang berarti (F(2,27)= 1,02, P=0,376). Sedangkan pada hasil post test menunjukkan
perbedaan statistic pada kelompok terapi hypnosis dibandingkan dengan dua kelompok
perlakuan yang lain, dan tidak ada perbedaan yang berarti pada hasil post test antara
kelompok terapi gestalt dan kelompok control (F(2,27)=11,82, P<0,00). Hasil tersebut
menunjukkan bahwa kelompok terapi hypnosis memiliki efektifitas yang lebih baik untuk
digunakan pada pasien depresi pada semua level depresi.
Hal ini sejalan dengan penelitian Besterio Gonzalez dkk (2000) dimana pasien setelah
dilakukan terapi hypnosis menunjukkan skor yang lebih rendah pada penilaian level
gangguan mental. Penelitian ini juga menunujukkan hasil bahwa terapi kombinasi hypnosis
gestalt bukan terapi yang efektif untuk menurunkan level depresi dibandingkan dengan terapi
hypnosis murni. Kemungkinan waktu terapi yang lebih lama pada kelompok terapi gestalt-
hipnosis dapat mempengaruhi hasil penelitian.