Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Seiring dengan meningkatnya usia maka penyakit kronis juga semakin

meningkat, sehingga usia lanjut lebih banyak membutuhkan terapi dengan obat

untuk penatalaksanaan berbagai penyakit yang diderita. Hipertensi merupakan

suatu penyakit yang prevalensinya meningkat dengan bertambahnya usia. Sekitar

90% usia dewasa dengan tekanan darah normal akan berkembang menjadi

hipertensi pada usia lanjut.(1)

Hipertensi pada usia lanjut mempunyai beberapa kekhususan, umumnya

disertai dengan faktor resiko yang lebih berat, sering disertai penyakit penyakit

lain yang mempengaruhi penanganan hipertensi seperti dosis obat, pemilihan obat,

efek samping atau komplikasi karena pengobatan lebih sering terjadi, terdapat

komplikasi organ target, kepatuhan berobat yang kurang sering tidak mencapai

target pengobatan dan lain lain. Kesemua ini menjadikan hipertensi usia lanjut

tergolong dalam risiko kardiovaskular yang tinggi atau sangat tinggi. Oleh karena

itu penanganan hipertensi pada usia lanjut membutuhkan perhatian yang jauh lebih

besar. (1)

Banyak dokter tidak mengobati hipertensi pada usia lanjut sampai optimal (

mencapai target kurang dari 150/90 mmHg ) mengingat kekuatiran terjadinya efek

samping pengobatan yang lebih besar dibandingkan manfaatnya.Selain itu ada juga

beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan, yaitu faktor yang turut mempengaruhi

respon pasien usia lanjut terhadap terapi anti hipertensi, seperti aterosklerosis,

1
perubahan kardiovaskular akibat proses degeneratif, penurunan respons baroreflex

dan lain- lain. (1)

Tekanan darah sistolik (TDS) akan terus meningkat seiring dengan

pertambahan usia, akan tetapi peningkatan Tekanan Darah Diastolik (TDD) seiring

pertambahan usia hanya terjadi sampai sekitar usia 55 tahun, yang kemudian

menurun oleh karena terjadinya proses kekakuan arteri akibat aterosklerosis. (1)

Makin meningkatnya harapan hidup makin kompleks penyakit yang diderita

oleh orang lanjut usia, termasuk lebih sering terserang hipertensi. Hipertensi pada

lanjut usia sebagian besar merupakan hipertensi sistolik terisolasi (HST), dan pada

umumnya merupakan hipertensi primer. Adanya hipertensi, baik HST maupun

kombinasi sistolik dan diastolik merupakan faktor risiko morbiditas dan mortalitas

untuk orang lanjut usia. Hipertensi masih merupakan faktor risiko utama untuk

stroke, gagal jantung dan penyakit koroner, dimana peranannya diperkirakan lebih

besar dibandingkan pada orang yang lebih muda. Pada kelompok usia 60 tahun,

hanya 2/3 pasien hipertensi menderita hipertensi sistolik terisolasi (HST),

sedangkan pada kelompok 75 tahun lebih dari pasien menderita HST.(2)

Pemberian obat anti hipertensi pada usia lanjut dengan TDS atau TDD yang tinggi

telah menunjukkan keberhasilan dalam menurunkan angka morbiditas dan

mortalitas.

I.2. Rumusan masalah

Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana patofisiologi penyakit hipertensi pada geriatri ?

2. Bagaimana gejala penyakit hipertensi pada geriatri ?

3. Bagaimana pengobatan penyakit hipertensi pada geriatri ?

2
I.3. Tujuan

Tujuan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui patofisiologi penyakit hipertensi pada geriatri.

2. Mengetahui gejala penyakit hipertensi pada geriatri.

3. Mengetahui pengobatan penyakit hipertensi pada geriatri.

I.4. Manfaat

Makalah ini diharapkan berguna Sebagai dasar informasi terkait penyakit

hipertensi pada geriatri, termasuk patofisiologi, gejala dan pengobatan penyakit

hipertensi pada geriatri.

Beri Nilai