Anda di halaman 1dari 5

PERJANJIAN KERJA SAMA SERVICE

No. 000 /PKS- DHT/LGL HO/III/2011

Pada hari ini, hari, tgl bln thn kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. ZAINUDDIN, Chief Operation Officer, selaku kuasa dari Direktur Utama PT.TUNAS
MOBILINDO PERKASA, berdasarkan surat kuasa No. 0008/SK-TMP2/LGL-HO/VIII/2010 (No.
Surat Kuasa Legal) tanggal 24 Agustus 2010 yang bertindak untuk dan atas nama PT.TUNAS
MOBILINDO PERKASA, yang berkedudukan di Jalan Pecenongan No.80, Jakarta Pusat, selanjutnya
disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

2. PT. ........, Suatu Perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum dan peraturan perundang
undangan Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta, beralamat di .................................,
dalam hal ini diwakili oleh ................ ,..................... dari dan oleh karena itu sah bertindak untuk dan
atas nama Kuasa Direksi (surat kuasa terlampir) PT. ............... , untuk selanjutnya disebut dengan
PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut Para Pihak

Sebelumnya Para Pihak menerangkan hal-hal sebagai berikut:

1. Bahwa PIHAK KEDUA menunjuk PIHAK PERTAMA untuk Merawat dan atau memperbaiki dan
mengganti suku cadang kendaraan milik PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA (selanjutnya disebut
Pekerjaan);

2. Bahwa PIHAK PERTAMA menerima penunjukkan PIHAK KEDUA untuk melakukan Pekerjaan;
dengan ketentuan sebagai berikut:

PASAL 1
MAKSUD DAN TUJUAN KERJASAMA

1. PIHAK KEDUA bermaksud untuk melakukan pembelian suku cadang dan/atau perawatan dan/atau
perbaikan kendaraan bermotor merk Daihatsu (selanjutnya disebut Kendaraan) milik PIHAK KEDUA
kepada PIHAK PERTAMA.

2. PIHAK PERTAMA akan menyediakan suku cadang dan/atau perawatan dan/atau perbaikan Kendaraan
sesuai Surat Perintah Kerja (selanjutnya disebut SPK) yang telah ditandatangani pejabat yang berwenang
dari PIHAK KEDUA.

3. Pelaksanaan penyediaan suku cadang dan perawatan atau perbaikan Kendaraan oleh PIHAK PERTAMA
akan dikerjakan di PT. Tunas Mobilindo Perkasa.

4. PIHAK KEDUA wajib mengisi Formulir Aplikasi Permohonan Surat Perjanjian Kerja sama Service
(selanjutnya disebut Lampiran 1 yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari
Perjanjian kerjasama Service ini) dengan lengkap dan benar untuk keperluan PIHAK PERTAMA.
Kebenaran pengisian formulir tersebut diatas menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA

PASAL 2
DAFTAR KENDARAAN BERMOTOR
YANG TERCANTUM DALAM PERJANJIAN KERJASAMA

1. Daftar Kendaraan milik PIHAK KEDUA yang mencakup Type Kendaraan, Tahun Pembuatan, Nomor
Polisi dan Nomor Rangka yang akan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA untuk dirawat dan/atau
diperbaiki oleh PIHAK PERTAMA, tercantum pada Lampiran I Perjanjian Kerjasama ini yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerjasama ini.
2. Setiap pengurangan dan penambahan daftar Kendaraan seperti tercantum pada ayat 1 Pasal ini, dapat
dilakukan oleh PIHAK KEDUA dengan mengganti dan menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA daftar
Kendaraan seperti tercantum pada Lampiran I yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dari
PIHAK KEDUA.

PASAL 3
PENERIMAAN KERNDARAAN BERMOTOR

1. Penyerahan Kendaraan seperti tercantum pada Pasal2 Perjanjian Kerjasama iniharus dilengkapi dengan
Surat Perintah Kerja (SPK) yang ditandatangani oleh pejabat perusahaan yang berwenang untuk
menandatangani SPK tersebut kepada PIHAK PERTAMA dengan dibubuhi cap perusahaan.

2. Pejabat PIHAK KEDUA yang berwenang untuk menandatangani SPK tersebut adalah sebagai berikut :

No. Nama Jabatan Tanda Tangan/Paraf

3, PIHAK PERTAMA akan membuat dan menginformasikan kepada PIHAK KEDUA perkiraan (estimasi)
biaya perbaikan atas Kendaraan Bermotor sesuai SPK apabila diminta PIHAK KEDUA.

4, PIHAK PERTAMA akan menyerahkan tembusan SPK kepada PIHAK KEDUA sebagai bukti penerimaan
Kendaraan dan kesepakatan atas perawatan dan/atau perbaikan Kendaraan milik PIHAK KEDUA.

PASAL 4
PENGERJAAN DAN PERBAIKAN
DAN PENYERAHAN KENDARAAN BERMOTOR

1. PIHAK PERTAMA akan memberitahukan Kepada PIHAK KEDUA secara lisan, segera setelah pengerjaan
atau perbaikan Kendaraan milik PIHAK KEDUA telah selesai dilaksanakan.

2. PIHAK PERTAMA memberikan garansi service selama 15 hari atau 1.000 Km, part maintenance garansi 3
bulan atau 5.000 Km serta part General repair garansi selama 6 bulan atau 10.000 Km (mana yang tercapai
terlebih dahulu) terhitung sejak tanggal kendaraan diterima oleh PIHAK KEDUA.

3. PIHAK PERTAMA akan memberikan Diskon atau Potongan kepada PIHAK KEDUA atas JASA
PEKERJAAN 10 % untuk pekerjaan umum atas pemeliharaan dan atau perbaikan dan atau penggantian
suku cadang kendaraan dan sebesar 2,5 % untuk Spare Part.( Kecuali Busi )

4. Para Pihak dengan ini menjamin untuk tidak akan memberikan apapun baik secara langsung maupun tidak
langsung dari karyawan dan/atau pejabat Pihak yang satu kepada karyawan dan/atau pejabat Pihak yang
lainnya.

5. Para Pihak menyatakan dan menjamin bahwa Perjanjian ini terjadi secara langsung antara PIHAK
PERTAMA dan PIHAK KEDUA tanpa adanya keterlibatan pihak ketiga sebagai perantara. Oleh karena itu
Para Pihak menyatakan dan menjamin sepenuhnya tidak akan memberikan komisi, imbalan, pembayaran
kembali atau pemberian uang potongan harga atau hal-hal sejenis lainnya atau kesepakatan lainnya kepada
pihak ketiga.
PASAL 5
PEMBAYARAN

1. PIHAK PERTAMA akan menerbitkan bukti penagihan berupa Kwitansi / Invoice asli, beserta lampirannya
termasuk dengan SPK serta Estimasi Biaya yang telah disetujui oleh PIHAK KEDUA yang wajib
dilampirkan sebagai bukti untuk penagihan.

2. PIHAK KEDUA akan melakukan pembayaran paling lambat 12 ( dua belas ) hari kalender sejak tanggal
invoice diterima lengkap oleh PIHAK KEDUA.
3. PIHAK PERTAMA akan menerbitkan Invoice dan Faktur Pajak sesuai nama Perusahaan yang tercantum di
STNK.
4. PIHAK PERTAMA akan menyerahkan kepada PIHAK KEDUA Dokumen dokumen penagihan, berupa
Faktur asli dan lampiran lampirannya setelah Kendaraan selesai di rawat dan/atau diperbaiki dan PIHAK
KEDUA akan memberikan tanda terima faktur yang telah distempel dan ditandatangani setelah Kendaraan
diserahkan.

5. Atas dasar Faktur yang diterima oleh PIHAK KEDUA tersebut, PIHAK KEDUA berkewajiban membayar
sesuai dengan yang tercantum pada Ayat 2 diatas.

6. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan kepada PIHAK PERTAMA, yaitu berupa bukti potong PPH atas
nama PIHAK PERTAMA untuk tiap tiap pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA dan

7. Bukti potong PPH wajib diterima PIHAK PERTAMA paling lambat tanggal 20 (dua puluh) pada bulan
berikutnya setelah tanggal diterbitkannya Faktur oleh PIHAK PERTAMA.

8. PIHAK KEDUA dapat melakukan pembayaran dalam bentuk sesuai dengan Lampiran 1 ke rekening Bank
PIHAK PERTAMA

Nama Bank : BCA Cabang Menara Imperium ;


No.Rekening : 2213028197
Atas Nama : PT.TUNAS MOBILINDO PERKASA

dengan menyebutkan nomor faktur dan nama cabang bengkel Pihak Pertama yang melakukan Pekerjaan.

PASAL 6
SANKSI - SANKSI

1. Apabila PIHAK KEDUA lalai untuk melakukan pembayaran sebagaimana diatur dalam Pasal 5 (lima)
Perjanjian ini, PIHAK KEDUA akan dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu permil) per hari dari total
invoice terhitung sejak tanggal jatuh tempo.

2. PIHAK PERTAMA berhak tidak mengerjakan seluruh perintah kerja sesuai SPK PIHAK KEDUA
untu sementara sampai dengan PIHAK KEDUA melakukan pelunasan atas tunggakan berikut denda
kepada PIHAK PERTAMA.

PASAL 7
PERNYATAAN DAN JAMINAN

1. Para Pihak adalah perseroan yang didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan Negera Republik
Indonesia dan memiliki ijin-ijin yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usahanya dan melaksanakan
kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini.

2. Pihak-Pihak yang menandatangani Perjanjian ini adalah pihak yang berwenang bertindak untuk dan atas
nama Para Pihak dan telah memperoleh persetujuan yang diperlukan untuk mewakili masing-masing Pihak
untuk menandatangani dan melaksanakan Perjanjian ini.
3. Pihak Kedua menyatakan dan menjamin bahwa PIHAK KEDUA akan melakukan pembayaran tepat pada
waktunya sesuai dengan Pasal 4 di atas dan akan menerima sanksi sesuai Pasal 7 di atas apabila terlambat
dalam melakukan pembayaran.

4. Suku cadang / spare parts yang digunakan adalah original /genuine / asli yang dikeluarkan oleh ATPM,
Kecuali ada permintaan dari PIHAK KEDUA.

PASAL 8
FORCE MAJURE

1. Force Majeure adalah suatu keadaan yang terjadi karena kerusuhan sosial, terror, huru hara, keadaan darurat
sipil atau militer, perang, demonstrasi, pertikaian antar suku atau golongan atau agama, bencana alam
(antara lain: banjir, kekeringan, kebakaran, gempa bumi, angin topan), keputusan pemerintah dan/atau
kebijakan pejabat pemerintah, ijin usaha dicabut oleh instansi yang berwenang dan/atau tidak berlaku lagi
karena alasan apapun juga.

2. Dalam hal terjadi suatu Force Majeure yang langsung dan/atau tidak langsung secara material akan atau
telah mempengaruhi pelaksanaan Perjanjian ini, maka para pihak akan saling berkonsultasi dan mengambil
keputusan bersama mengenai Perjanjian Kerjasama ini dan pelaksanaannya.

3. Para pihak akan menanggulangi dan bertanggung jawab secara bersama-sama di dalam mengatasi keadaan
Force Majeure tersebut.

PASAL 9
BERAKHIRNYA PERJANJIAN KERJASAMA

1. Perjanjian ini berlaku 1 (satu) tahun sejak ditandatanganinya Perjanjian ini dan bisa diakhiri oleh kedua
belah pihak atas kesepakatan bersama.

2. PIHAK KEDUA maupun PIHAK PERTAMA dapat mengakhiri Perjanjian bila salah satu pihak berlaku
tidak sesuai dengan pasal pasal yang sudah diatur dalam Perjanjian ini dengan memberitahukan kepada
pihak lainnya secara tertulis paling lambat 30 hari sebelum tanggal diakhirinya Perjanjian ini.

3. Dengan adanya pengakhiran Perjanjian ini PIHAK KEDUA maupun PIHAK PERTAMA tetap berkewajiban
untuk menyelesaikan seluruh kewajiban kewajibannya yang belum dan harus dilaksanakan berdasarkan
Perjanjian ini.

PASAL 10
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Dalam hal terjadi perbedaan pendapat atau sengketa sebagai akibat adanya Perjanjian Kerjasama Service ini
atau dalam pelaksanaannya, Para Pihak setuju dan sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah untuk
mencapai mufakat.

2. Apabila tidak tercapai mufakat dalam musyawarah tersebut, maka Para Pihak setuju dan sepakat untuk
menyerahkan penyelesainnya melalui Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Jakarta.

PASAL 11
KORESPONDENSI

Setiap koresponden dalam Perjanjian Service ini dilakukan dalam bahasa Indonesia dialamatkan kepada :

PIHAK PERTAMA : PT. TUNAS MOBILINDO PERKASA


Alamat : JL. BANDENGAN UTARA NO. 40 40A JAKARTA UTARA
Telepon : 021-6606162
Faksimili : 021-6606166
Up : KUSWANTO, HP. 081212114926 - 087887315171
PIHAK KEDUA :
Alamat :

Telepon :
Faksimili :
Up :

Atau kepada alamat seperti yang dinyatakan secara tertulis oleh salah satu pihak sesuai dengan yang disebut di
atas. Setiap pemberitahuan, korespondensi pos tercatat dianggap telah diterima pada hari kelima hari kerja
setelah tanggal pengiriman, dan pemberitahuan dengan penyerahan langsung akan dianggap telah diterima pada
saat diserahkan.

PASAL 12
LAIN - LAIN

1. Perjanjian ini berlaku untuk seluruh cabang secara Nasional.

2. Perjanjian kerjasama Service ini berlaku sejak tanggal di tanda tangani oleh Para Pihak dan akan dapat
diakhiri oleh kedua belah pihak atas kesepakatan bersama, untuk semua kendaraan yang tercantum dalam
Lampiran 1, tanpa menghapuskan piutang berikut denda yang masih terhutang dan pekerjaan perbaikan
kendaraan yang masih tertunda.

Hal hal lain yang belum diatur dalam Perjanjian ini, akan diatur dikemudian hari sesuai kebutuhannya yang
disepakati secara bersama sama oleh para pihak dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari
Perjanjian ini.

Perjanjian Kerja Sama Service ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) dibubuhi dengan materai yang cukup dan
masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

Zainuddin
Chief Operation Officer