Anda di halaman 1dari 6

PERSEBARAN ETNIS MELAYU

Disusun untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester (UTS)


mata kuliah Kebudayaan Melayu Klasik

Dosen Pengampu: Prof.Dr. Bani Sudardi, M.Hum

Disusun oleh:

Aini Nahdlia Puspita (B0216004)

SASTRA INDONESIA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2017
BAB I

PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
2. RUMUSAN MASALAH
3. TUJUAN
BAB II

PEMBAHASAN
1. Definisi Melayu

Istilah melayu cukup banyak ragamnya, seorang cendikiawan melayu bernama


Bahanuddin Elhulaimy yang juga pernah menjadi ketua umum partai islam tanah
melayu dalam bukunya asas falsafah kebangsaan melayu, terbit pertama kali pada tahun
1950, mencatat beberapa istilah kata tersebut.

Ada pendapat yang mengatakan kata melayu berasal dari kata mala (yang
berarti mula) yu (yang berarti negeri) seperti dinisbahkan kepada Ganggayu yang
berarti negeri Gangga. Pendapat ini bisa dihubungkan dengan cerita rakyat Melayu
yang paling luas dikenal, yaitu cerita si Kelambai atau sang Kelambai.

Dalam cerita itu disebutkan berbagai negeri, patung, gua, dan ukiran dan
sebagainya, yang dihuni atau disentuh oleh si kelembai, semuanya akan mendapat
keajaiaban. Ini member petunjuk bahwa negeri yang mula-mula dihuni oranag melayu
pada zaman purba itu, telah mempunyai peradapan yang cukup tinggi.

Kemudian kata melayu atau melayur dalam bahasa Tamil berarti tanah tinggi
atau bukit, disamping kata mala yang berarti hujan. Ini bersesuaian dengan negeri-
negeri orang melayu pada awalnya terletak pada perbukitan, seperti tersebut dalam
sejarah melayu, bukit Siguntung Mahameru. Negeri ini sebagai negeri yang banyak
mendapat hujan, karena terletak antara dua benua, yaitu Asia dan Australia.

Selanjutnya dalam bahasa jawa, kata melayu berartilari atau berjalan cepat.
Lalu kita kenal pula ada sungai Melayu, diantara dekat johor dan Bangkahulu. Semua
istilah dan perkataan itu dapat dirangkumkan sehingga melayu dapat diartikan sebagai
suatu negeri yang mula-mula didiami, dan dilalui oleh sungai, yang diberi pula nama
sungai Melayu.

Mereka membuat negeri diatas bukit, karena ada pencairan es kutup utara yang
menyebabkan sejumlah daratan atau pulau yang rendah jadi terendam oleh air. Banjir
dari es kutub itu lebih dikenal dengan banjir atau topan Nabi Nuh. Untuk menghindari
banjir mereka berlarian mencari tempat yang tinggi (bukit) lalu disitulah mereka
membuat negeri.

Istilah melayu baru dikenal sekitar tahun 644 Masehi, melalui tulisan Cina yang
menyebutkan dengan kata Mo-lo-yeu. Dalam tulisan itu disebutkan bahwa Mo-lo-yeu
menngirimkan utusan ke cina, membawa barang hasil bumi untuk dipersembahkan
kepada kaisar cina. Jadi, kata melayu menjadi nama sebuah kerajaan dewasa itu.
Banyak pertelingkahan, dimana kerajaan yang bernama melayu itu. Tapi banyak yang
berpendapat, kerajaan itu berada di jambi sekarang ini.
Nenek moyang melayu itu ternyata juga beragam, baik asalnya yang mungkin
dari suku Dravida di india, mungkin juga Mongolia atau campuran Dravida dengan
Aria yang kemudian kawin dengan ras Mongolia. Kedatangan mereka juga
bergelombang ke Nusantara ini.[1]

Secara umum, dapat dikatakan bahwa pengertian melayu merujuk kepada


bangsa yang berbahasa melayu yang mendalami semenanjung Tanah Melayu, pantai
timur Sumatra, dan beberapa tempat lainya di wilayah Nusantara. dalam arti sempit
yang terdapat dalam pelembagaan Malaysia yakni perkara 153 mengatakan bahwa
seseorang itu dapat di katagorikan sebagai melayu apabila memiliki ciri-ciri seperti :

1. Lazimnya berbahasa melayu


2. Berkebudayaan melayu
3. Beragama islam

Pengertian melayu menurut pengertian suku bangsa lebih berdasarkan etnis,


walupun begitu syarat bangsa melayu dan kebudayaan melayu masih diperlukan, tetapi
tidaklah semestinya beragama islam. Berdasarkan ini orang-orang melayu adalah :

1. Orang-orang melayu yang mendiami kawasan Thai, pesisir Sumatra


(utara medan, deli, sedang, Palembang, riau lingga)
2. Ada yang beragama budha dan Kristen
3. Orang-orang melayu di Brunai dan sabah

Pengertian melayu berdasarkan Ras, yaitu menerangkan penduduk seluruh


Nusantara berdasarkan kajian Geldara dan Kern. Mereka berasal dari satu kelompok
bangsa kemudian terebar keseluruh nusantara. pengertian mengikut ras ini lebih
bertumpu kepada suatu rumpun bangsa yang besar berkaitan.

Jadi dapat disimpulkan, sehingga melayui dapat diartikan sebagai suatu negeri
yang pertama didiami oleh seluruh penduduk yang ada di nusantara oleh sungai yang di
beri nama dengan sungai melayu.

2. Asal-Usul Melayu
3. Penyebaran Rumpun Melayu
BAB III

PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Shaharir Mohamad Zain, (2003) Penyebaran orang rumpun Melayu pra-Islam dan
perkembangan tulisan bahasa melayu.SARI: Jurnal Alam dan Tamadun Melayu, 21 . pp.
129-149. ISSN 0127-2721

Shaharir bin Mohamad Zain. 1992. Asal-Usul Melayu dan Hubungan Bahasa dengan
Peradaban Bangsa. Jurnal Dewan Bahasa Mac: 270-278

Mohamed Anwar Omar Din, (2011) Asal usul orang Melayu : menulis semula sejarahnya
(The Malay origin : rewrite its history). Jurnal Melayu, 7 . pp. 1-82. ISSN 1675-7513

http://atikasaputri.blogspot.co.id/2014/04/melayu-dan-asal-usul-melayu.html