Anda di halaman 1dari 14

ANTER BUNGA SEPATU

Andresium Bunga Sepatu

ks

fl
ks

tf

A tf B

Andresium bunga kembang sepatu dengan banyak stamen yang


saling berlekatan menjadi satu dan tersusun melingkar.
A. Andresium dengan kepala sari yang masih tertutup, dan
kepala putik pada bagian ujungnya,
B. Andresium dengan kepala sari yang telah terbuka dan terlihat
butir-butir serbuk sarinya. Terlihat bahwa filamen dari masing-
masing kepala sari berlekatan menjadi satu membentuk tabung
filamen, ks: kepala sari, tf: tabung filamen, fl: filamen
Perkembangan dinding kepala sari

ar

pr

16 m

Inset: Penampang melintang kuncup bunga kembang


sepatu.
Anter dengan tahap awal pembentukan dinding,
pr=protoderm, ar=arkhesporium
pp

pr
js

A
16 m 16m

A. Inset : Penampang membujur kuncup bunga


kembang sepatu, kepala sari dengan dua lapis sel
dinding (epidermis dan parietal primer) dan jaringan
sporogen, (tanda panah menunjukkan sel sporogen
primer yang sedang membelah),
psl

pr psd

js

B 16 m

B. Inset : Penampang melintang kuncup bunga kembang


sepatu, kepala sari dengan tiga lapis sel penyusun
dinding (epidermis, parietal sekunder dalam dan parietal
sekunder luar) dan jaringan sporogen. Terlihat pula suatu
sel parietal sekunder dalam yang mengalami
pembelahan antiklinal,
ep=epidermis, pp=parietal primer, js=jaringan
sporogens, psd=parietal sekunder dalam, psl=parietal
sekunder luar
lp tp
en 16m
ep

Inset : Penampang melintang kuncup bunga kembang sepatu


dengan dua buah kepala sari, kepala sari dengan empat lapisan
dinding (epidermis, endotesium, lapisan tengah dan tapetum).
Ketiga lapisan sel selain epidermis masih memiliki ukuran yang
relatif sama, sedangkan sel-sel epidermis memiliki ukuran yang
lebih besar daripada sel yang lain, ep=epidermis,
en=endotesium, lp=lapisan tengah, tp=tapetum
en

ep

Kepala sari dengan dinding yang tinggal tersusun atas


dua lapis sel, en=endotesium, ep=epidermis
lp

en
ep

tp

16 m
A

en

lp

ep
tp

16 m
B

Kepala sari dengan perkembangan dindingnya yang telah terdeferensiasi,


A. Kepala sari dengan dinding yang terdiri atas epidermis, endotesium,
lapisan tengah yang mulai tertekan, serta tapetum dengan inti sel yang lebih
dari satu, B. Kepala sari dengan dinding yang terdiri atas epidermis,
endotesium, lapisan tengah yang terdesak dan memipih, serta tapetum yang
mengalami perkembangan optimal dengan ukuran yang besar dan inti sel
yang lebih dari satu,
ep=epidermis, en=endotesium, lp=lapisan tengah, tp=tapetum

ep en
lp

tp

16 m

tp

en

16 m

B
Perkembangan lanjut dari tapetum A. Kepala sari dengan lapisan dinding
terdiri atas epidermis, endotesium, lapisan tengah yang telah memipih dan
tapetum yang masing-masing selnya telah memisah dan strukturnya tampak
memanjang, B. Kepala sari dengan epidermis, endotesium dan tapetum yang
mulai terdegradasi. Pada tahap ini lapisan tengah telah terdegradasi,
ep=epidermis, en=endotesium, lp=lapisan tengah, tp=tapetum
Perkembangan serbuk sari

mik

16 m

Inset : Penampang melintang kuncup bunga kembang sepatu,


Kepala sari dengan tahap mikrosporosit. Tampak bahwa
mikrosporosit dicirikan oleh adanya sitoplasma yang padat dan sel
dengan ukuran yang lebih besar daripada sel-sel yang lain,
Mik=mikrosporosit
tp

pro

met

16 m 6 m
A B

tp
tp
an

tel
16 m 16 m
D C

Proses pembelahan meiosis pada mikrospora, A. Mikrospora dalam


tahap profase, B. Mikrospora dalam tahap metafase, C.
Mikrospora dalam tahap anafase, D. Mikrospora dalam tahap
telofase. Tampak pula dalam tahap ini sel tapetum yang juga sedang
mengalami pembelahan,
pro=profase, met=metafase, an=anafase, te=telofase, tp=tapetum
kl

tt
60 m 16 m
A B

kl
kl 16 m 16 m
D C

Gambar 4.10 Kepala sari dalam tahap mikrospora tetrad dan diad, A. Penampang melintang
kuncup bunga kembang sepatu dalam tahap tetrad dan diad, B. Mikrospora diad, C.
Mikrospora tetrad tipe isobilateral, D. Mikrospora tetrad tipe tetrahedral,
jt=tetrad, dd=diad, kl=kalose
ss
ss

6o m 6o m
A B

6m
D

ss

6o m
C
Mikrospora yang telah terlepas dari struktur tetrad dan berkembang menjadi
serbuk sari, A. Serbuk sari muda yang masih terbungkus kalose, B. Serbuk sari
berinti satu dengan kalose yang mulai menghilang, dan spina dari lapisan
terluar serbuk sari mulai tampak jelas, C. Serbuk sari berinti satu yang
spinanya telah terlihat dengan jelas, Tanda panah menunjukkan nukleus atau
inti sel dari serbuk sari, D. Serbuk sari yang telah terlepas dari kepala sari,
terlihat lapisan terluarnya yang berspina (tanda panah),
ss=serbuk sari

Tabel Tahap pembentukan dinding kepala sari dan butir


serbuk sari bunga kembang sepatu dalam berbagai ukuran
andresium

No. Tahapan pembentukan Tahap pembentukan serbuk Diameter


gambar dinding sari Andresium
4.2 Pada kepala sari muda Masih berupa arkhespora, 0,5 mm
tersebut (ukuran 0,5 mm) belum terdapat deferensiasi
telah terdapat epidermis sel
yang mengelilingi
sekumpulan massa sel
yang belum
terdeferensiasi
4.3A Terdapat kepala sari Pada kepala sari berukuran 0,7 mm
dengan 2 lapisan dinding. 0,7 mm tersebut mulai
Lapisan terluarnya adalah terlihat adanya sel yang
epidermis dan lapisan sel berukuran lebih besar
dibawahnya merupakan daripada sel-sel di
lapisan parietal primer sekitarnya dan
diiinisiasikan sebagai sel-
sel sporogen
4.3B Pada kepala sari telah Terdapat sel-sel sporogen 0,9 mm
terdapat 3 lapis dinding, pada bagian yang
dari luar ke dalam, dikelilingi parietal
epidermis, parietal sekunder dalam
sekunder luar dan parietal
sekunder dalam
4.4, 4.8 Kepala sari telah memiliki Telah terbentuk 1,5 mm
4 lapis dinding, yaitu mikrosporosit yang
epidermis, endotesium, dikelilingi tapetum
lapisan tengah dan
tapetum. Epidermis mulai
mengalami pertambahan
ukuran
4.6A, Terdapat empat lapis Mikrosporosit mengalami 1,6 mm
4.9 dinding, tapetum mulai meiosis
membesar sedangkan
lapisan tengah mulai
menyempit
4.6B, Tapetum mencapai ukuran Terbentuk mikrospora diad 2,7 mm
4.10 optimal, lapisan tengah dan tetrad
semakin terdesak dan
menyempit. Antar sel
tapetum mulai memisah.

4.7A, Sel-sel tapetum saling Masing-masing 2,7 mm


4.11A- memisah dan strukturnya mikrospora terlepas dari
B terlihat semakin panjang struktur tetrad dan
(memanjang) terbentuklah serbuk sari
muda
4.7B, Tapetum tidak dapat Terbentuk serbuk sari yang 2,9 mm
4.11C dikenali bentuk selnya memiliki spina pada
karena luruh ke dalam struktur eksinnya, serta
sporangium, lapisan memiliki satu inti
tengah juga terdegradasi.
Lapisan dinding yang
tersisa adalah epidermis
yang juga mulai rusak
serta endotesium

Anda mungkin juga menyukai