Anda di halaman 1dari 2

Kandungan Kimia Aren

Aren memiliki kandungan kimia yang berguna dan dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Kandungan
yang dapat ditemukan adalah sukrosa. Menurut Pontoh (2007) nira aren mengandung sukrosa
dan gula reduksi yaitu glukosa, fruktosa dan polisakarida. Adapun komposisi kimia pada 100
gram nira menurut Susanto dan Saneto (1994) adalah air sebanyak 87,2 gram; protein sebanyak
0,2 gram; lemak sebanyak 0,02 gram; karbohidrat sebanyak 12,34 gram dan abu sebanyak 0,24
gram. Sedangkan menrut Rumokoi (1990) komposisi kimia aren dapat dilihat pada tabel
berikut
No Komponen Kandungan (%)
1 Karbohidrat : 11.18
Glukosa 3.70
Fruktosa 7.48
2 Protein 0.28
3 Lemak kasar 0.01
4 Abu : 0.35
Kalsium (Ca) 0.06
Posfor (P2O5) 0.07
5 Vitamin C 0.01
6 Air 89.23
Nira aren segar digunakan sebagai minuman yang dikonsumsi secara langsung dikenal dengan
sebutan legen. Berbagai manfaat nira diantaranya adalah (Wisnuwati 1996) :
1. Sebagai obat tuberkulosis, paru, disentri, wasir dan dapat melancarkan buang air besar
2. Sebagai campuran membuat adonan di perusahaan roti dan jamu tradisional
3. Sebagai bahan pembuat gula merah
4. Sebagai bahan pembuat tuak dan cuka
Nira aren segar merupakan bahan baku utama pengolahan gula aren. Gula aren memiliki
kandungan gizi yang baik untuk tubuh yaitu kandungan nutrisi mikronutrient, antioksidan,
indeks glikemik serat dan manfaat yang baik untuk kesehatan. Beberapa kandungan nutrisi
mikronutrient pada gula aren adalah thiamine, nicotinic acid, riboflavin, niacin, ascorbatic acid,
vitamin C, vitamin B12, vitamin A, vitamin E, asam folat, protein kasar dan juga garam
mineral. Kandungan gizi yang terdapat pada gula aren menurut Depkes RI tahun 1981 disajikan
tabel berikut
No Komponen Kandungan (%)
1 Kalori 368 kalori
2 Karbohidrat 95 g
3 Kalsium 75 mg
4 Fosfor 35 mg
5 Besi 3 mg
6 Air 4 mg

Kandungan gizi yang baik pada gula aren dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.
Suheri (2016) megemukakan manfaat gula aren untuk kesehatan tubuh yaitu sebagai sumber
antioksidan, mengobati dan mencegah penyakit anemia, meningkatkan sistem kekebalan
tubuh, menstabilkan kadar kolestrol didalam darah, meningkatkan sistem pencernaan,
menghangatkan tubuh, baik untu diet, mengobati sariawan dan dapat diajdikan sebagai
campuran ramuan obat. Menurut Safari (1995) gula aren yang mengandung glukosa cukup
banyak mempunyai khasiat, salah satunya dapat membersihkan ginjal sehingga terhindar dari
penyakit ginjal. Selain gula aren dan nira aren, akar aren juga memiliki kandungan kimia yaitu
saponin, flavonoid dan polifenol (Hidayat dan Hutapea 1991). Akar aren berkhasiat sebagai peluruh
air seni dan peluruh haid.

Buah aren banyak dimanfaatkan sebagai kolang-kaling. Kolang-kaling kaya akan serat dan mineral.
Setiap 100 gram kolang-kaling mengandung energi 27 kkal, protein 0,4 gram, lemak 0,2 gram,
karbohidrat 6 gram, serat 1,6 gram, kalsium 91 mg, fosfor 243 mg dan zat besi 0,5 mg. Kadar air kolang-
kaling mencapai 94%. Tingginya kandungan mineral seperti kalsium, besi dan fosfor berkhasiat
menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Kandungan gizi kolang kaling bermanfaat bagi kesehatan dan
bisa memulihkan stamina dan kebugaran badan. Kolang-kaling kaya kandungan mineral seperti
potasium, iron, kalsium yang bisa menyegarkan tubuh, serta memperlancar metabolisme tubuh.
Selain itu, juga mengandung vitamin A, vitamin B dan vitamin C (Julianto, 2014). Buah kolang-kaling
mengandung pula senyawa hidrokoloid yaitu polisakarida galaktomanan dimana termasuk senyawa
hidrokoloid alam. Hidrokoloid dapat berupa protein (kolagen, gelatin, protein kacang kedelai, corn
zein, dan wheat gluten) atau polisakarida serta turunannya.

Hidayat, S.S. dan Hutapea, J.R., Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I), Departemen Kesehatan dan
Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, Jakarta. 1991.

[Depkes] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1981. Profil Kesehatan Indonesia.

Hidayat S S, Hutapea J R. 1991. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I). Jakarta (ID): Departemen
Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia.

Julianto. 2014. Khasiat Tersembunyi Kolang Kaling. Jakarta (ID): Sinar Tani

Pontoh J. 2007. Analisa komponen kimia dalam gula dan nira aren. Laporan pada Yayasan Masarang.
Tomohon.

Safari A. 1995. Teknik Membuat Gula Aren. Surabaya (ID): Karya Anda.

Susanto T, Saneto B. 1994. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Surabaya (ID): Bina Ilmu.

Wisnuwati. 1996. Manfaat aren. Jakarta (ID): Balai Pustaka.