Anda di halaman 1dari 2

1.

Kepala Ruang Kamar Bersalin


a. Nama Unit Kerja : Unit Kamar Bersalin
b. Nama Jabatan : Kepala Ruang Kamar Bersalin
c. Pengertian : Seorang tenaga Kebidanan profesional yang bertanggung
jawab dan berwenang dalam mengelola kegiatan pelayanan
kebidanan di ruang Unit Kamar Bersalin
d. Persyaratan dan Kualifikasi
1. Pendidikan Formal : DIII Kebidanan, berpengalaman 2 Tahun.
2. Pendidikan Non Formal : Memiliki Sertifikat
3. Pengalaman Kerja : Mempunyai pengalaman kerja di Kamar Bersalin minimal
3 Tahun.
4. Ketrampilan : Memiliki kemampuan dan kepemimpinan.
5. Usia : Usia antara 25 - 35 Tahun berbadan sehat jasmani dan rohani

e. Tanggung Jawab :
a. Secara fungsional bertanggung jawab kepada Sub Bidang PelayananKebidanan.
b. Secara operasional bertanggung jawab kepada Kepala Unit kamar bersalin / Bidang
Pelayanan Medik dan Kebidanan
f. Tugas Pokok : Mengawasi dan mengendalikan semua kegiatan pelayanan
perawatan diruang Unit Kamar Bersalin
g. Uraian Tugas :
1. Melaksanakan fungsi kebidanan :
a. Menyusun rencana kegiatan berdasarkan jenis, jumlah, mutu tenaga kebidanan serta
tenaga lainnya sesuai kebutuhan di Kamar bersalin
b. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga bidan yang berlaku tiap minggu.
c. Membagi tugas harian dengan memperhatikan jumlah dan tingkat kemampuan
bidan
e. Merencanakan jumlah dan jenis peralatan di Kamar Bersalin
f. Menyusun program pengembangan staf di Kamar Bersalin.
g. Bersama staf menentukan jumlah pegawai yang dibutuhkan di ruang perawatan
Kamar bersalin
2. Melaksanakan fungsi penggerakan pelaksanaan meliputi :
a. Memantau seluruh staf dalam penerapan dan pelaksanaan tugas yangdibebankan.
b. Mengadakan pelatihan untuk pega!ai secara berkesinambungan.
c. Memberi orientasi kepada pegawai baru.
d. Mengadakan pengadaan, pemeliharaan dan penggunaan alat-alat maupun obat-
obatan.
e. Menciptakan suasana kerja yang harmonis
f. Menilai hasil kerja pegawai dan memberikan penghargaan yang berprestasi baik
3. Melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian dan penilaian meliputi :
a. Mengawasi pelaksanaan tugas masing-masing pegawai.
b. Mengawasi penggunaan alat-alat agar digunakan secara tepat
c. Mengatur supaya alat-alat tetap dalam keadaan siap pakai.
d. Mengawasi pelaksanaan inventaris secara periodik.