Anda di halaman 1dari 46

DOMAN PELAYANAN

LAUNDRY
RSU IMANUEL SUMBA

RSU IMANUEL SUMBA


JL. Nangka No.04 Matawai
Telp . (0387) 62980 Fax. (0387) 62980
Email : rsuimanuel@yahoo.com
Melayani Bukan Dilayani
DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................ i
Daftar Isi .................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN ......................................................... 1
1.1. Latar Belakang ................................................................. 1
1.2. Tujuan Pedoman............................................................... 1
1.3. Ruang Lingkup Pelayanan................................................ 1
1.4. Batasan Operasional ......................................................... 1
1.5. Landasan Hukum ............................................................. 2
BAB II. KETENAGAAN........................................................... 3
2.1. Kualifikasi Sumber Daya Manusi ....................................... 3
2.1.1. Pola Ketenagaan Laundry ................................................. 3
2.1.2. Distribusi Ketenagaan Dan Pengaturan Jaga..................... 4
BAB III. STANDAR FASILITAS ............................................. 5
3.1. Denah Ruang ....................................................................... 5
3.2. Pembagian Ruang Laundry Dan Sediaan Fasilitas ............... 5
3.3. Lingkup Sarana Pelayanan................................................... 6
3.4. Persyaratan Khusus ............................................................. 7
3.5. Peralatan Dan Bahan Pencuci .............................................. 7
BAB IV. TATA LAKSANA PELAYANAN ............................. 9
4.1. Manajemen Laundry............................................................ 9
4.1.1. Administrasi Dan Pengelolaan.......................................... 9
4.1.2. Pelayanan Laundry ........................................................... 9
4.1.3. Staf Laundry..................................................................... 10
4.2. Alur Masuk Dan Keluar Laundry ........................................ 10
4.3. Pembersihan Laundry .......................................................... 10
4.4. Pengolahan Linen ................................................................ 10
4.5. Pemakaian Mesin ....................................................................... 11
4.6. Pelaporan .................................................................................... 12
4.7. Perawatan Alat Dan Medis ........................................................ 12
4.8. Pelayanan Laundry ..................................................................... 12
BAB V. LOGISTIK .......................................................................... 13
5.1. Pengadaan Alat Dan Bahan Di laundry ..................................... 13
5.2. Persediaan Barang ...................................................................... 13
BAB VI. KESELAMATAN PASIEN .............................................. 14
6.1. Pengertian ................................................................................... 14
6.2. Tujuan ........................................................................................ 14
6.3. Tata Laksana Keselamatan Pasien ............................................. 14
BAB VII. KESELAMATAN KERJA .............................................. 16
7.1. Pengertian ................................................................................... 16
7.2. Tujuan ........................................................................................ 16
7.3. Tata Laksana .............................................................................. 16
BAB VIII. PENGENDALIAN MUTU............................................. 18
BAB IX. PENUTUP ......................................................................... 19
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.
Salah satu usaha peningkatan mutu pelayanan kesehatan Rumah Sakit
adalah mencegah terjadinya infeksi nosokomial di Rumah Sakit. Salah satu usaha
pencegahan terjadinya infeksi nosokomial di Rumah Sakit adalah penyehatan
laundry dan linen. Penyehatan laundry dan linen juga menambah kenyamanan
bagi pasien untuk tinggal di Rumah Sakit, sebab pasien hampir 24 jam berada di
tempat tidurnya. Selain itu juga dengan tersedianya linen yang baik dalam arti
bebas kuman patogen, bersih dan rapi akan menambah citra suatu Rumah Sakit.
Untuk menjaga kualitas linen yang baik sangat tergantung pada
pengelolanya. Juga sangat dipengaruhi oleh sarana dan prasarana yang ada pada
suatu Rumah Sakit. Oleh karena itu penyehatan laundry dan linen perlu ditangani
secara professional oleh pengelolanya.

1.2 Tujuan Pedoman.


Tujuan pedoman ini dibuat sebagai acuan/ standar bagi laundry dalam
melakukan pelayanan linen di Rumah Sakit.

1.3 Ruang Lingkup Pelayanan.


Laundry RSU Imanuel Sumba memberikan pelayanan pengelolaan linen
untuk kebutuhan pelayanan Rumah Sakit dan pelanggan dari luar, linen rumah
tangga.

1.4 Batasan Operasional.


Pengelolaan linen di laundry RSU Imanuel Sumba
1. Pengelolaan linen infeksius
Linen yang terpapar cairan tubuh pasien
2. Pengelolaan linen non infeksius
Linen kotor berasal dari ruang perawatan, unit/bagian yang ada di Rumah
Sakit di luar perawatan.
1.5 Landasan Hukum.
1. Undang undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Pedoman Manajemen Linen di Rumah Sakit, Departemen Kesehatan RI
tahun 2004
3. Pedoman Teknis Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit Kelas C,
Departemen Kesehatan RI Tahun 2007
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

2.1 Kualifikasi Sumber Daya manusia.


Kualifikasi tenaga :
1. Tenaga perawat : minimal D III
Tenaga non medis : minimal pendidikan SMU
2. Tenaga penunjang : minimal SMU

JUMLAH
NAMA JABATAN PENDIDIKAN SERTIFIKASI
KEBUTUHAN
Pengalaman kerja 1
Ka. Sub. Unit Laundry D3 keperawatan
minimal 5 tahun
Tenaga non medis Minimal SMU - Pelatihan interna 4
- Minimal kerja 3
tahun
Tenaga penunjang Minimal SMU - Pelatihan interna 1

2.1.1. Pola Ketenagaan Laundry


No. Jenis Pendidikan Pendidikan/sertifikasi Jumlah Tenaga
1. Ka. Sub. Unit Laundry D3 Keperawatan 1
2. Tenaga non medis Minimal SMU 4
3. Tenaga penunjang Minimal SMU 1
2.1.2 Distribusi Ketenagaan Dan pengaturan Jaga
No. Jabatan Fungsi Jadwal kerja
1. Manajerial Senin- sabtu
(mengikuti jam Jam 07.00 14.00
Ka. Sub. Unit Laundry
dinas Kamar
operasi)
2. Tenaga non medis Tenaga laundry Senin minggu
Pagi 1 jam 6.00 14.00
Pagi 2 jam 7.00 - 14.00
Siang 9.00 16.00
Dalam 1 minggu libur 1
hari
3. Tenaga penunjang Cleaning service Tenaga dari luar
BAB III
STANDAR FASILITAS

3.1. Denah Ruang.


Ada pada lampiran.

3.2. Pembagian Ruang Laundry Dan Sediaan Fasilitas


1. Ruang penerimaan linen kotor
a. Meja pencatatan
b. Timbangan
c. Tempat kereta linen kotor diberi alas dan tutup kedap air
2. Ruang pemilahan linen kotor
a. Bak, timba untuk tempat hasil pilahan
b. APD ( sepatu, google, scoret plastik, kaos tangan, masker, penutup
kepala )
3. Ruang pencucian dan pengeringan
1) Ruang pencucian dan pengeringan linen RS
a. Mesin cuci ( non infeksius dan infeksius )
b. Mesin peras
c. Mesin pengering
d. Timba untuk hasil cucian kering
2) Ruang pencucian linen luar
a. Mesin cuci
4. Ruang penyeterikaan linen
a. Seterika biasa
b. Seterika roll
c. Meja lipat
5. Ruang penyimpanan linen
a. Rak penyimpan
6. Ruang distribusi linen
a. Kereta distribusi
b. Penutup kedap air
3.3. Lingkup Sarana Pelayanan
Kegiatan pencucian terdiri dari :
1) Pengumpulan
a. Pemilahan antara linen infeksius dan non infeksius dimulai dari
sumber dan memasukkan linen dalam tempat yang berbeda. Kresek /
bak kuning untuk linen infeksius, linen non infeksius ditempatkan
pada tempat yang berbeda.
b. Kotoran seperti feses, muntahan di bersihkan di ruangan.
c. Linen dari ruangan khusus IGD dan rawat inap akan diambil oleh
sirkulair laundry
d. Selain IGD dan rawat inap linen diantar dan diambil sendiri oleh
petugas ruangan
2) Penerimaan
a. Menimbang linen dari tiap ruangan ( infeksius dan non infeksius )
b. Memilah disesuaikan dengan jenis linen, bentuk linen, tingkat
kekotorannya, warna, untuk dilakukan penghitungan jumlah dan
pencatatan.
c. Setelah pemilahan selesai, linen ditimbang ulang untuk disiapkan
masuk mesin cuci sesuai kapasitas mesin.
3) Pencucian
a. Linen dimasukkan mesin sesuai jenis linen infeksius dan non infeksius
b. Mesin cuci terbagi 2 : khusus infeksius, dan non infeksius
4) Pengeringan
Setelah proses pencucian linen dikeringkan
5) Penyeterikaan
Setelah proses pengeringan selesai, linen diseterika dan dilipat
6) Penyimpanan
a. Linen dipisahkan sesuai jenis
b. Linen baru disimpan di bagian bawah
c. Pintu / selambu selalu tertutup
7) Distribusi
a. Linen diantar berdasarkan kebutuhan ruangan
b. Linen diambil berdasarkan kebutuhan ruangan
8) Pengangkutan
a. Kantong untuk membungkus linen bersih harus dibedakan dengan
kantong untuk membungkus linen kotor
b. Menggunakan kereta dorong yang berbeda
c. Waktu pengangkutan linen kotor dan linen bersih tidak boleh
bersamaan

3.4. Persyaratan Khusus


1) Tersedia keran air bersih dengan kualitas dan tekanan aliran yang
memadai, air panas untuk desinfeksi dan desinfektan yang ramah
lingkungan. Suhu air panas mencapai 70oC
2) Peralatan cuci dipasang permanen dan diletakkan dekat saluran
pembuangan air limbah
3) Mesin cuci dibedakan sesuai jenis linen yang berbeda ( infeksius dan non
infeksius )
4) Tersedia saluran air limbah tertutup yang dilengkapi dengan pengolahan
awal, (pre treatment) khusus laundry sebelum dialirkan ke IPAL RS
5) Tidak disarankan untuk penyimpanan linen kotor
6) Standart kuman bagi linen bersih setelah keluar dari proses tidak
mengandung 6 x 103 spora spesies Bacillus per inci persegi
7) Prasarana listrik yang memadai

3.5. Peralatan Dan Bahan Pencuci.


1) Peralatan
a. Mesin cuci / washing machine
b. Mesin peras / washing extractor
c. Mesin pengering / drying tumbler
d. Mesin penyeterika / flatwork ironer
e. Mesin penyeterika press / presser ironer
2) Bahan pencuci
a. Alkali
Mempunyai peran meningkatkan fungsi atau peran detergent dan
emulsifier serta membuka pori dari linen
b. Detergent
Mempunyai peran menghilangkan kotoran yang bersifat asam secara
global
c. Emulsifier
Mempunyai peran untuk mengemulsi kotoran yang berbentuk
minyak dan lemak
d. Bleach / pemutih
Mengangkat kotoran / noda, mencemerlangkan linen, berlaku
sebagai desinfektan. Linen berwarna (ozone), line putih (chlorine)
e. Penetral / sour
Menetralkan sisa dari bahan kimia pemutih sehingga PH menjadi 7
atau netral
f. Softener
Melembutkan linen, diberikan pada akhir proses pencucian
g. Kanji / starch
Digunakan pada proses pencucian, supaya linen menjadi kaku, juga
sebagai pelindung linen terhadap noda sehingga noda tidak sampai
ke serat linen
BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

4.1. Manajemen Laundry


4.1.1. Administrasi Dan Pengelolaan
a. Rumah sakit menetapkan Instalasi kamar operasi sebagai koordinator
pelayanan laundry sesuai dengan struktur organisasi laundry
b. Pengorganisasian selengkapnya diatur dalam pedoman organisasi
laundry
c. Tindakan pencucian di Laundry dilaksanakan kerjasama antara laundry
dan unit terkait yang membutuhkan pencucian linen
d. Pelayanan di Laundry dikoordinasi dan dikepalai oleh perawat kamar
operasi.
e. Peyananan pencucian linen dilakukan oleh petugas / pekerja laundry
sesuai dengan tugasnya.

4.1.2. Pelayanan Laundry


a. Pelayanan laundry berada dibawah koordinasi instalasi kamar operasi
b. Koordinator laundry bertanggung jawab terhadap pengembangan
implementasi dan memelihara atau menegakkan kebijakan serta
prosedur yang ditetapkan dan dilaksanakan
c. Penanggung jawab koordinator laundry mempunyai tanggung jawab
untuk memelihara atau mempertahankan program pengendalian mutu
yang telah ditetapkan dan dilaksanakan.
d. Mempunyai tanggung jawab untuk memantau dan menelaah seluruh
pelayanan laundry yang ditetapkan dan dilaksanakan.
e. Bilamana penanggung jawab laundry berhalangan maka ditunjuk
koordinator dri tenaga / petugas laundry
1) Tugas
(a) Mengkoordinasi kegiatan pelayanan laundry sesuai dengan
sumber daya manusia, sarana, prasarana dan peralatan yang
tersedia
(b) Melakukan koordinasi dengan bagian/ instalasi terkait.
(c) Mengawasi pelaksanaan pelayanan laundry setiap hari.
(d) Mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan
laundry
(e) Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dan membuat laporan
kegiatan berkala.
2) Tanggung Jawab
(a) Menjamin kompetensi sumber daya manusia yang
melaksanakan pelayanan laundry
(b) Menjamin sarana, prasarana dan peralatan sesuai dengan
kebutuhan pelayanan dan standar.
(c) Menjamin dapat terlaksananya pelayanan laundry yang
bermutu dengan mengutamakan keselamatan pasien.
(d) Meningkatkan dan mengembangkan kompetensi sumber daya
manusia pelayanan laundry secara berkesinambungan.
(e) Pelaksanaan pencatatan, evaluasi dan pembuatan laporan
kegiatan di dalam rumah sakit.
(f) Pelaksanaan program menjaga mutu pelayanan laundry dan
keselamatan pasien di dalam rumah sakit.

4.1.3 Staf Laundry


(b) Untuk semua staf laundry harus disiplin tinggi terhadap ketaatan
peraturan yang ada di laundry
(c) Menjaga kesehatan dan kebersihan diri
(d) Petugas laundry harus bebas dari kuman-kuman yang mudah
ditularkan ( karena sangat sulit ditentukan).
(e) Perlengkapan petugas laundry ( baju kerja dan APD lengkap)

4.2 Alur Masuk Dan Keluar Laundry


1. Alur Masuk untuk Petugas
a. Petugas laundry masuk lewat pintu linen bersih
b. Masuk ruang ganti sesuai dengan jenis kelamin (ruang ganti pria dan
perempuan) .
c. Petugas mengganti baju luar dengan baju khusus laundry
d. Mengenakan topi / penutup kepala
2. Alur Keluar untuk Petugas
a. Untuk alur keluar petugas kamar operasi sesuai dengan alur masuk
petugas
b. Sandal disimpan di rak sepatu yang telah disediakan di ruang ganti
dan tidak boleh dipakai keluar.
3. Alur masuk untuk pengantar linen kotor : masuk lewat pintu terima linen
kotor
4. Alur masuk pengambil linen bersih : masuk lewat pintu ruang linen
bersih

4.3 Pembersihan Laundry


1. Pembersihan rutin/harian
Pembersihan rutin yaitu pembersihan sebelum dan sesudah penggunaan
laundry agar siap pakai
2. Pembersihan sewaktu
Pembersihan bila ada kotoran, tumpahan dari linen infeksius,
pembersihan mesin setelah menuangkan chemical, pembersihan setelah
pemakaian ruang pemilahan linen selesai

4.4 Pengolahan Linen


Pembagian jenis linen : infeksius dan non infeksius
Pembagian warna linen : putih dan berwarna

4.5 Pemakaian Mesin


Mesin terbagi 2 : mesin untuk linen infeksius dan linen non infeksius.
4.6 Pelaporan
Pelaporan hasil laundry dalam bentuk hard copy dan soft copy. Dibuat
dalam laporan kinerja laundry dan laporan bulanan

4.7 Perawatan Alat Dan Mesin


Perawatan dan perbaikan dilakukan oleh BPS bila tidak memungkinkan
dilakukan perbaikan sendiri maka memanggil tekhnisi dari luar

4.8 Pelayanan Laundry


1. Melayani kebutuhan Rumah Sakit
2. Melayani cucian/laundry luar ( cucian linen rumah tangga )
BAB V
LOGISTIK

5.1 Pengadaan Alat Dan Bahan Di Laundry


1. Pengadaan barang medis
Alur : kepala instalasi menulis permintaan di buku order non stock
disesuaikan anggaran yang sudah dibuat di TOR dan bila ada alat atau
bahan diperlukan di luar TOR. Meminta persetujuan dari Wakil
Direktur pelayanan. Kemudian dibawa ke bagian inventory.
Bila pemakaian barang/ alkes rutin bisa langsung di order dari farmasi.
Barang medis : masker, topi
2. Pengadaan barang non medis
Alur : kepala instalasi menulis permintaan di buku order non stock
disesuaikan anggaran yang sudah dibuat di TOR dan bila ada alat atau
bahan diperlukan di luar TOR. Meminta persetujuan dari Wakil
Direktur pelayanan. Kemudian dibawa ke bagian inventory.
Bila pemakaian barang rutin bisa langsung di order dari gudang
logistik.
Barang medis : alat tulis, barang cetakan, keperluan rumah tangga,
bahan chemical, sabun

5.2 Persediaan Barang


1. Bahan pencuci / chemical untuk linen RS
2. Bahan pencuci untuk linen rumah tangga
3. Perlengkapan alat tulis, pengepakan
BAB VI
KESELAMATAN PASIEN

6.1. Pengertian.
Keselamatan Pasien / Patient Safety adalah keadaan dimana pasien bebas dari
harm atau cedera, yang dapat meliputi penyakit, cedera fisik, psikologis, sosial,
penderitaan, cacat, kematian dan lainnya, yang seharusnya tidak terjadi.
Di Laundry , Keselamatan Pasien bertarti semua standar prosedur
operasional yang sudah dibuat untuk kegiatan pelayanan laundry harus ditaati,
tidak ada kesalahan pemberian bahan chemical, pencucian yang bersih sehingga
pasien merasa nyaman dan bebas dari efek samping yang ditimbulkan dari
pengelolaan linen yang tidak benar

6.2 Tujuan.
Memenuhi standar keselamatan pasien melalui pemakaian linen oleh
pasien tanpa menimbulkan efek samping yang ditimbulkan dari pengelolaan linen
yang tidak benar.

6.3 Tata Laksana Keselamatan Pasien.


Langkah-langkah penerapan keselamatan pasien rumah sakit :
a. Mulai dengan membuat standar prosedur operasional (SPO)
b. Melakukan SPO di semua segi pelayanan laundry
c. Mencatat dan menuliskan laporan kejadian bila terjadi kejadian yang
tidak diharapkan (KTD)
d. Kepala Instalasi bersama pihak yang terkait melakukan penyelidikan
terhadap KTD, mencari jalan keluar bila perlu merubah system
sehingga lebih baik dan lebih aman untuk pasien, membuat tindak
lanjut dan mensosialisasikan tindak lanjut untuk dilakukan bersama dan
mengevaluasi system yang baru tersebut
e. Melaporkan Indikator keselamatan pasien setiap bulan dalam rapat
kerja bulanan dengan direksi yaitu :
a. Kejadian yang berhubungan dengan efek samping yang ditimbulkan
dari pengelolaan linen
b. Kejadian yang berhubungan dengan satndar pengendalian infeksi ( cuci
tangan )
f. Melakukan semua standar pengendalian infeksi
g. Memilih chemical yang bermutu dan aman bagi linen yang dipakai
pasien
BAB VII
KESELAMATAN KERJA

7.1 Pengertian

Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah salah satu bentuk


upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman , sehat, bebas dari pencemaran
lingkungan, sehingga dapat mengurangi atau bebas dari kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan
produktifitas kerja .

Penyakit Akibat Kerja ( PAK ) dan Kecelakaan Kerja ( KK ) di kalangan


petugas kesehatan belum terekam dengan baik. Jika kita pelajari angka kecelakaan
dan penyakit akibat kerja dibeberapa negara maju dari beberapa pengamatan
menunjukkan kecenderungan peningkatan prevalensi.Sebagai factor penyebab
adalah kurangnya kesadaran pekerja, serta kualitas ketrampilan pekerja yang
kurang memadai , sehingga meremehkan resiko kerja, contohnya tidak
menggunakan APD pada saat pengambilan chemical, pemilahan linen

7.2 Tujuan
Tujuan dari Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah supaya
setiap pekerja laundry aman dari kecelakaan akibat kerja, termasuk aman dari
paparan cairan tubuh yang infeksius dan zat-sat kimia lainnya.

7.3 Tata Laksana.


1. Gedung.
a. Laundry harus memiliki system ventilasi yang memadai dengan
sirkulasi udara yang adekuat.
b. Laundry harus mempunyai alat pemadam api yang tepat bahan
kimia berbahaya
c. Dua pintu / jalan harus disediakan untuk keluar dari kebakaran
dan terpisah sejauh mungkin
d. Tempat penyimpanan chemical didesign untuk mengurangi resiko
sampai sekecil mungkin
e. Harus tersedia alat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ( P3K )
f. Sistem pembuangan limbah yang aman
2. Peralatan Laundry
a. Semua alat di laundry memiliki kemanan sedemikian rupa
sehingga pekerja tidak terpapar aliran listrik
3. Alat Pengaman Diri.
a. Cuci tangan harus dijadikan budaya dalam setiap melakukann
pekerjaan di laundry
b. Penggunaan Alat pengaman wajib dilakukan.
4. Monitoring Kesehatan
a. Monitoring Kesehatan pekerja laundry dilakukan setiap 1 tahun
sekali
b. Bila terjadi luka tusuk, akibat tertinggalnya benda tajam di linen
maka setiap pekerja wajib melakukan pemeriksaan / tes Panel
Hepatitis dan HIV.
BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

JENIS PELAYANAN INDIKATOR STANDAR


Pelayanan Input 1. Ketersediaan pelayanan Tersedia
laundry laundry
2. Adanya Penanggung Ada SK Direktur
jawab pelayanan laundry
3. Ketersediaan fasilitas dan Tersedia
peralatan laundry
Proses 4. Ketepatan waktu 100 %
penyediaan linen untuk
ruang rawat inap dan
ruang pelayanan
5. Ketepatan pengelolaan 100 %
linen infeksius
Output 6. Ketersediaan linen 2, 5 - 3 set x
jumlah tempat
tidur
7. Ketersediaan linen steril 100 %
untuk kamar operasi
BAB IX
PENUTUP

Pedoman pelayanan laundry mempunyai peranan penting untuk pedoman kerja bagi
laundry dalam memberikan pelayanan pengelolaan dan pencucian linen untuk memenuhi
kebutuhan pasien, sehingga mutu dan keselamatan pasien yang memakai linen RS dapat
terjamin. Pedoman ini dapat digunakan juga sebagai acuan kerja bagi tenaga laundry.
Penyusunan pedoman pelayanan laundry ini adalah merupakan langkah awal
sebagai suatu proses yang panjang sehingga memerlukan dukungan dan kerja sama dari
berbagai pihak dalam penerapannya untuk mencapai tujuan laundry dan tujuan rumah
sakit.
KEPUTUSAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PROF. .DR. H. M . FARID

Nomor: 002/SK/002.11/RSIA-PF/X/20016

TENTANG

PEDOMAN PENGORGANISASIAN LINEN DAN LAUNDRY

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PROF. DR. H. M. FARID

MAKASSAR

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Ibudan Anak.
Prof.Dr. H. M. Farid, maka diperlukan pengelolaan linen dan laundry rumah
sakit yang bermutu tinggi

b. Bahwa agar pengelolaan linen dan laundry di Rumah Sakit Ibu Dan Anak
Prof .Dr. H. M.. Dapat terlaksanakan dengan baik, perlu adanya panduan
direktur Rumah Sakit Ibu Dan Anak Prof. Dr. H. M. Farid. Sebagailandasan
bagi penyelenggara pengelolah linen dan laundry.
c. Bahwa berdasarkan penimbangan sebagaimana di maksud dalam a dan b, perlu
ditetapkan dengan keputusan Direktur Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Prof . Dr.
H.M. Farid.

Mengingat: 1 . Undang-undang Repoblik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah


sakit
2. Peraturan Mentri Kesehatan Nomor 012/MenKes/per /III /2012 tentang Akreditasi
Rumah Sakit

MEMUTUSKAN
Menetapkan : DAN LAUNDRI : PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN
ANAK TENTANG PEMBERLAKUAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINEN RUMAH
SAKIT IBU DAN ANAK PROF . DR. H. M. FARID
KESATU : Memberlakukan kebijakan pengelolaan linen dan laundry rumah sakit ibu dan
anak prof.Dr. H. M. Farid sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.
KEDUA : peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apa bila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Di terapkan di : Makassar
Pada tanggal : 22 Ooktober 2016

DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK


PROF. DR H. M. FARIED

(dr. Imam Ahmadi Farid,SpOg }


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah yang maha kuasa karena dengan rahmatNya
sehingga buku pedoman pengorganisasian laundry Rumah sakit ibu dan anak Prof.dr.H.M.Farid
ini dapat kami selesaikan.

Buku pedoman pengorganisasian laundry Rumah sakit ibu dan anak Prof.dr.H.M.Farid ini
diharapkan dapat membantu para staf laundry Rumah sakit ibu dan anak Prof.dr.H.M.Farid untuk
mengetahui berbagai macam informasi tentang struktur organisasi.uraian tugas, prosedur/alur,
tata hubungan kerja,pola ketenagaan dan lain-lain dalam kegiatan unit laundry .Bahan pedoman
ini merupakan bahan acuan yang digunakan oleh unit laundry rumah sakit ibu dan anak
Prof.dr.H.M.Farid dan unit yang terkait di rumah sakit ibu dan anak Prof.dr.H.M.Farid

Manajemen Rumah Sakit mengharapkan semoga dengan adanya Pedoman ini para staf unit
laundry Rumah sakit ibu dan anak Prof.dr.H.M.Farid dapat mengetahui serta mempraktekkan
dalam kegiatan sehari-hari di Rumah sakit.

Besar harapan kami semoga pedoman ini dapat memberikan manfaat yang maksimal
untuk semua staf Rumah sakit pada umumnya dan staf unit laundry pada khususnya dalam
melakukan pengorganisasian laundry di Rumah sakit Ibu anak Prof.dr.H.M.Farid .

Kami menyadari bahwa banyak kekurangan yang ada dalam pedoman ini.oleh karena itu,
saran dan kritik konstruktif sangat kami harapkan untuk penyempurnaan di masa yang akan
datang.

Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan pedoman ini.yang
banyak memberikan saran dan masukannya kami ucapkan banyak terima kasih
DAFTAR ISI

Halaman Judul.........

Surat Keputusan Direktur Rumah sakit Ibu anak Prof.dr.H.M.Farid

Kata pengantar...

Daftar isi.

BAB I. Pendahuluan.

BAB II. Gambaran Umum Rumah sakit Ibu anak Prof.dr.H.M.Farid.

2.1. Deskripsi Rumah sakit Ibu anak Prof.dr.H.M.Farid..

2. 2. Visi, Misi.Falsafah,Nilai dan tujuan Rumah sakit Ibu anak


Prof.dr.H.M.Farid

2.3. Visi..

2.4. Misi.

2.5. Falsafah..

2.6. Nilai-nilai..

2.7. Tujuan

3.6. Motto.

BAB III. Struktur Organisasi Rumah sakit Ibu anak Prof.dr.H.M.Farid

BAB I V. Struktur Organisasi Unit Laboratorium

BAB V. Uraian Jabatan.

6.1. Kepala Unit Laboratorium..


6.2.

BAB VI. Tata hubungan kerja.

BAB VII.Pola Ketenagaan dan Kualifikasi Personil.

BAB VIII. Pertemuan/rapat.

9.1.Rapat rutin

9.2. Rapat Insidentil..

BAB IX. Pelaporan..

10.1. Laporan rutin..

10.2.Laporan insidentil
BAB I
PENDAHULUAN

Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan
dalam suatu kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi adalah
suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang terdapat pada suatu perusahaan
atau organisasi, dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur
organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan
yang lain dan bagaimana hubungan aktifitas dan fungsi tersebut di batasi. Dalam struktur
organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan horizontal maupun vertikal yang jelas antar
bagian.
Organisasi rumah sakit menurut Undang-Undang No.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
Pasal 33 Ayat 2 disebutkan bahwa paling sedikit terdiri atas kepala rumah sakit, unsur pelayanan
medik, unsur keperawatan dan unsur penunjang medik, komite medik dan satuan pemeriksaan
internal serta administrasi umum dan keuangan.
Unsur administrasi umum diantaranya, IPSRS, Loundry, Cleaning Service, dan Kamar
Jenazah. Unit loundry adalah unit yang bertanggung jawab terhadap pencucian linen, baik linen
infeksius dan non infeksius.
Dengan adanya susunan organisasi dalam lingkup rumah sakit maka diharapkan segala
kegiatan pelayanan kesehatan dapat berfungsi dengan baik dan terarah sebagaimana mestinya.
Sehingga akan meningkatkan kualitas akan sumberdaya dari masing-masing pelaksana kesehatan
rumah sakit itu sendiri.
BAB II
GAMBARAN UMUM, VISI,MISI,FALSAFAH,NILAI,TUJUAN,DAN
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT

A.Gambaran umum
RSIA Prof dr. H. M. Farid berdiri sejak tahun 2002 di bawah naungan Yayasan Dika
berdasarkan Akte notaris No. 2 Tanggal 03 November 1997 oleh Notaris Endang Soelianti, SH.
Sebelumnya RSIA Prof dr. H. M. Farid bernama Rumah Sakit Bersalin Adika lalu berganti
nama menjadi Rumah Sakit Bersalin Prof dr. H. M. Farid. Dan untuk memberikan pelayanan
yang lebih luas terhadap Ibu dan Anak maka statunya ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Ibu dan
Anak berdasarkan Surat Keputusan No.Skep.01/SK/YD/X.2014 Tanggal 09 Oktober 2014
Tentang Pendirian Rumah Sakit Ibu dan Anak.
RSIA Prof dr. H. M. Farid berdiri di atas tanah seluas 1613 m dengan luas bangunan
1280 m, terdiri dari 2 lantai yang masing-masing terdiri dari :
1. Lantai I, untuk kamar bersalin, kamar OK, kamar RR, kamar Rekam Medik, kamar
Penelitian, Kantor, Dapur, kamar Poli Anak dan Poli Kandungan , kamar Perawatan,Aula
serta parkiran dan taman.

2. Lantai II, terdiri dari kamar Perawatan, kamar untuk Kelas Belajar ( Pelatihan dan
Pendidikan ), kantor dan laundry serta ruang terbuka untuk jemuran.

II.2. VISI
Menjadi Rumah Sakit yang terpercaya dan dambaan masyarakat
II.3. MISI

1. Memberikan pelayanan yang profesional dan aman.


2. Meningkatkan kemampuan professional SDM Rumah Sakit
3. Mengembangkan dan meningkatkan teknologi sarana dan prasarana Rumah Sakit
4. Melaksanakan pola pembiayaan yang efektif, efisien dan terjangkau.
5. Upaya meningkatkan kesejahteraan karyawan

II.4. FILOSOFI
Kenyamanan dan kepuasan pelanggan dengan pelayanan sepenuh hati
II.4. NILAI

S : Sinergi
I : ikhlas
G : Gigih
A : Amanah
P : Profesional

II.5. TUJUAN

1. Tercapainya pelayanan yang bermutu tinggi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
2. Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Prof.dr.H.M.Farid terus meningkat dan berkembang
3. Tercapainya peningkatan produktivitas pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak Prof.dr.H.M.Farid
4. Terbentuknya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi, memiliki integritas,
komitmen yang kuat terhadap organisasi melalui upaya pendidikan dan pelatihan,serta upaya
peningkatan kesejahteraan yang adil dan manusiawi
STRUKTUR ORGANISASI RS

YAYASAN DIKA

PEMBINA

DIREKTUR RSIA

KOMITE SPI

DAN PELAYANAN MEDIK BIDANG UMUM BIDANG PENUNJANG BIDANG PENGEMBANGAN


- RAWAT JALAN - ADMITRASI - FARMASI - PEMASARAN

- RAWAT INAP - KEUANGAN - LABOLATORIUM - PENDIDIKAN DAN


PELATIHAN
- KAMAR OPERASI - PERSONALIA - REKAM MEDIK
- HUKUM DAN
- IGD - PEMELIHARAAN - GIZI HUMAS
SARANA
- KAMAR BERSALIN - LAUNDRY - JAMINAN
- KEAMANAN
- KAMAR BAYI KESEHATAN
- STERILISASI
- LOGISTIK
BAB III

BAB III
GAMBARAN UMUM,VISI, MISI, MOTTO, TUJUAN, NILAI DAN
STRUKTUR ORGANISASI UNIT LOUNDRY

A. GAMBARAN UMUM

B. VISI
Mewujudkan penanganan linen yang profesional demi kenyamanan dan keamanan
pasien Rumah Sakit.
C. MISI
Menyelenggarakan pencucian yang sesuai standar yang berlaku
Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia

D. MOTTO
Melayani Dengan Hati

E. TUJUAN
Terselenggaranya manajemen rumah sakit yang baik
Tersedianya SDM berkualitas
Terakreditasinya pelayanan Rumah Sakit
Terpenuhinya sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar pelayanan rumah
sakit
Terciptanya kepuasan dan kenyamanan pasien

F. NILAI
AMANAH ( Andalan, Mutu, Aman, Nurani, Akurat, Harmoni )

STRUKTUR ORGANISASI UNIT LOUNDRY

DIREKTUR

MANAGER PENUNJANG UMUM

KEPALA UNIT LOUNDRY

PETUGAS LOUNDRY
BAB IV
URAIAN JABATAN

A. KEPALA UNIT IPSRS


1. Nama jabatan : Kepala Unit Loundry
2. Persyaratan jabatan :
1. Persyaratan kemampuan
Teknis :
a. Memahami UU Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
b. Memahami aturan dan kebijakan RS
c. Memahami sistem dan prosedur penanganan Loundry sebagai Memiliki
kemampuan untuk melakukan tugas dan fungsi manajemen Unit Loundry Kepala
Manajerial :

a. Memiliki jiwa kepemimpinan


b. Mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat
c. Mampu berkomunikasi dan menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak
d. Mampu memberikan motivasi dan membangun etos kerja karyawan
e. Mampu mengelola konflik (conflict management) dan keluhan (complaint
management)
Fisik :

a. Sehat jasmani dan rohani


b. Cepat dan tanggap dalam melakukan segala hal
c. Memiliki daya tahan tubuh yang kuat
d. Tidak buta warna
e. Berpenampilan sopan, rapih dan menjunjung tinggi norma dan etika yang berlaku
umum

2. Persyaratan pengetahuan dan pengalaman


a. Pendidikan minimal SMA
b. memiliki pengalaman minimal 2 tahun dibidang yang sama
c memiliki pengetahuan dan kemampuan tentang manajemen Loundry Rumah Sakit
secara menyeluruh
d.Memiliki kemampuan dasar manajemen umum
e. Memiliki pengetahuan dan kemampuan tentang Service Excellence
Memiliki kemampuan kepemimpinan (leadership)

3. Persyaratan Mental
a. Inisiatif : Tinggi
b. Objektifitas : Tinggi
c. Daya adaptasi : Cukup
d. Daya konsentrasi : Tinggi
e. Konsistensi : Tinggi
f. Kreatifitas : Cukup
g. Ketelitian : Tinggi

3. Bertanggung jawab kepada : Manager penunjang umum.


4. Mengkoordinasi kegiatan :
a) Pelaksanaan dan pengembangan pelayanan unit Loundry.
b) Pelaksanaan dan pelayanan pendidikan di unit Loundry.
5. Tugas Pokok :
1. Memimpin Unit IPSRS untuk pencapaian Visi dan Misi RS
2. Memimpin dan mengembangkan SDM Unit Loundry
3. Mengatur, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan rutin dan berkala manajemen dan
administrasi Unit Loundry
4. Membina hubungan baik intern dan ekstern RS
6. Uraian Tugas :
1. Menyebarluaskan dan membangun pengetahuan dan kesadaran mengenai visi (shared
vision), misi, tujuan dan value RS kepada seluruh staf Unit Loundry
2. Melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi
(POACE) dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Unit Loundry
3. Memberikan usulan program kerja dan anggaran Unit Loundry
4. Mensosialisasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi RS Service Excellence
untuk seluruh staf Unit Loundry
5. Mengembangkan kemampuan SDM Unit Loundry
6. Mengatur, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan dinas kerja staf bawahannya
7. Memberikan laporan tertulis secara berkala (bulanan, triwulan, tahunan) disertai
analisa dan rekomendasi kepada Manager Umum.
8. Merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi semua alat alat
inventaris dan barang barang kebutuhan loundry
9. Menjalin komunikasi dan kerjasama secara aktif dengan unit-unit kerja yang terkait
sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien
10. Melaksanakan koordinasi kerja dan evaluasi kinerja team engineering dan team
bulding melalui pertemuan internal setiap bulan, dan membuat dokumentasinya untuk
diserahkan kepada manajer umum
11. Melaksanakan tugas-tugas lain dari atasan
7. Wewenang :
1. Menyetujui/menolak ijin/cuti staf bawahannya
2. Menyetujui/menolak kerja lembur staf bawahannya
3. Membina/membimbing staf bawahannya khususnya staf baru
4. Menetapkan nilai prestasi kerja staf bawahannya
5. Memberikan teguran secara lisan terhadap staf bawahannya
6. Mengajukan permintaan barang-barang keperluan unit Loundry kepada pihak terkait
sesuai prosedur yang berlaku
7. Menetapkan/menyetujui suatu tindakan yang dianggap perlu dilakukan dalam suatu
keadaan tertentu
8. Tanggung jawab :
1. Terhadap upaya pencapaian Visi dan Misi RS
2. Terhadap upaya menjunjung tinggi value perusahaan
3. Terhadap Brand Image RS dan Zahirah Service Excellence
4. Terhadap patient safety
5. Terhadap pengembangan SDM unit Loundry
6. Terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi manajemen unit ipsrs
7. Terhadap kebenaran, ketepatan dan keakuratan laporan kinerja unit Loundry
8. Terhadap kinerja staf unit Loundry
9. Terhadap kebenaran penilaian kinerja (PPK) staf unit Loundry
10. Terhadap kelengkapan, ketersediaan dan kualitas sarana, prasarana dan peralatan
(SPP) unit Loundry
11. Terhadap komunikasi dan kerjasama dengan unit-unit kerja yang terkait langsung dan
tidak langsung dengan pelayanan unit Loundry

I. STAFF LAOUNDRY
1. Persyaratan : SMU
2. Bertanggung jawab kepada : Kepala Unit
3. Uraian Tugas
1) Mengambil linen kotor dari unit unit terkait
2) Mengembalikan linen yang telah bersih ke unit unit terkait
3) Mencuci linen sesuai dengan standar yang berlaku
4) Melaporkan kebutuhan barang barang yang dibutuhkan pada saat mencuci
kepada kepala unit
5) Melakukan pencatatan setiap terdapat barang masuk dan keluar
4. Tanggung jawab :
1) Menjaga kebersihan diri dan ruangan, karena hal tersebut merupakan cerminan
dari kebersihan linen
2) Menjaga inventaris yang dimiliki unit loundry

BAB V
TATA HUBUNGAN KERJA UNIT LOUNDRY

1. RAWAT INAP
1)Petugas loundry akan mengambil linen kotor dan mengambil linen bersih selama 2 kali
dalam sehari, pada saat pagi dan sore

2)Jika tempat penyimpanan linen kotor telah melebihi kuota, petugas rawat inap dapat
menghubungi petugas loundry untuk mengambil walaupun diluar waktu pengambilan
rutin.

2. OK/VK

1)Petugas loundry akan mengambil linen kotor dan mengambil linen bersih selama 2 kali
dalam sehari, pada saat pagi dan sore

2)Jika tempat penyimpanan linen kotor telah melebihi kuota, petugas rawat inap dapat
menghubungi petugas loundry untuk mengambil walaupun diluar waktu pengambilan
rutin.

3. UNIT LAINNYA

1) Jika terdapat linen yang perlu untuk dibersihkan, petugas unit tersebut dapat
mengantarkan ke loundry untuk di cuci.

BAB VI
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

I. Definisi
Ketentuan yang mengatur penentuan jumlah kebutuhan petugas loundry di unit loundry
dengan mempertimbangkan jumlah tenaga dan kualifikasi yang diharapkan.

II. Tujuan
1. Menentukan jumlah dan komposisi tenaga di unit loundry berdasarkan kualifikasi.
2. Melakukan perhitungan agar memenuhi kebutuhan.
3. Mengatur agar penyediaan ketenagaan tetap efektif dan efisien.

III. Jumlah, komposisi dan kualifikasi tenaga di ruang laboratorium


Berdasarkan data kepegawaian per januari 2014 maka jumlah petugas di unit loundry
ada 4 orang. Komposisi dan kualifikasi tenaga yang bekerja di unit loundry adalah
sebagai berikut :

Daftar komposisi & kualifikasi tenaga di unit gizi


No Komposisi tenaga Jumlah Kualifikasi
1 Kepala Unit 1 SMU/SMK
2 Petugas loundry 3 SMU/SMK

IV. Perhitungan ketenagaan


Kualifikasi sumber daya manusia di Unit loundry terdiri dari Kepala Unit dan petugas
loundry. Dari hasil perhitungan kebutuhan tenaga yang dihitung dapat dilihat kebutuhan
tenaga sebagai berikut :
1. Kepala Unit loundry
Dinas harian kepala unit loundry yaitu Senin sampai Jumat pukul 08.00-17.00.
2. Petugas loundry
Dinas harian petugas enggineering terdiri dari 2 shift yaitu shift pagi, siang, Perhitungan
ketenagaan petugas enggineering adalah sebagai berikut :
Pagi : 1 orang
Siang : 1 orang

BAB VII
KEGIATAN ORIENTASI

I. PENDAHULUAN
Program orientasi merupakan salah satu kegiatan Unit loundry bekerja sama dengan
Bagian HRD dan Bagian Umum dalam rangka memberikan pengarahan dan bimbingan
serta mempersiapkan petugas loundry agar dapat bekerja sesuai dengan peran dan
fungsinya.
Petugas loundry baru umumnya lulusan SMU/SMK yang belum mengenal
lingkungan kerja serta peraturan atau kebijakan yang ada di RS Zahirah.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu diadakan program orientasi bagi petugas
loundry baru guna kelancaran dalam bekerja.

II. LATAR BELAKANG


Seiring dengan upaya RS RSIA PROF FARID untuk menjalankan tujuannya menjadi
rumah sakit yang unggul dalam pelayanan dengan manajemen dan sumber daya manusia
yang professional dan berpengalaman. Dengan bertambahnya kebutuhan akan tenaga
loundry, maka RS perlu melakukan pengenalan pada petugas loundry baru guna
memenuhi tuntutan tersebut.

III. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Memberikan pengetahuan dan gambaran tentang loundry RS
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan pengetahuan dan professionalisme dalam lingkup kerja.
b. Meningkatkan pengetahuan tentang visi, misi, tujuan dan falsafah serta motto RS
c. Meningkatkan wawasan tentang ruangan dan lingkup loundry RS.
d. Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan kesehatan di loundry RS
IV. KEGIATAN POKOK
- Kegiatan pokok : mengadakan orientasi baru di unit loundry RS.
- Rincian kegiatan :
1. Menyusun kebijakan tentang program orientasi petugas loundry baru di RS
2. Melakukan pencatatan, pelaporan, evaluasi, analisa dan tindak lanjut dari program
orientasi petugas ipsrs baru di loundry RS
3. Menyelenggaran orientasi petugas loundry baru di RS

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Membuat permohonan penambahan petugas loundry baru ke management RS
2. Menyusun program orientasi tenaga petugas loundry baru
3. Melakukan perekrutan petugas ipsrs baru RS meliputi :
Perekrutan petugas ipsrs baru meliputi tes tulis dan wawancara
Orientasi atau pengenalan RS
Penempatan petugas ipsrs baru di loundry
Orientasi ruang petugas loundry
Orientasi alat alat non medis
Orientasi administrasi petugas ipsrs
Membuat laporan
4. Rapat koordinasi

VI. SASARAN
Sasaran orientasi adalah karyawan baru di loundry RS

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No Kegiatan Tahun 2015


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Penyusunan program orientasi X
2 Perekrutan tenaga petugas loundry X X X X X X X X X X X X
3 Pelaksanaan orientasi petugas X X X X X X X X X X X X
loundry baru
4 Evaluasi kegiatan orientasi X X X X
5 Pelaporan hasil kegiatan orientasi X

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN KEGIATAN

1. Setiap unit di rumah sakit membutuhkan petugas loundry baru dilakukan pembuatan
evaluasi pelaksanaan kegiatan
2. Setelah selesai pelaksanaan kegiatan orientasi membuat laporan ke HRD.
Program orientasi kepada petugas ipsrs baru akan dilaksanakan setiap RS Zahirah
melakukan perekrutan pegawai baru (petugas loundry).

IX. PENCATATAN, PELAPORAN, DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Unit kerja wajib mencatat dan melaporkan hasil kegiatan ke bagian HRD
2. Bagian HRD menganalisa hasil kegiatan ke direktur
3. Evaluasi kegiatan program orientasi dilaksanakan setiap unit dari rumah sakit
BAB VIII
PERTEMUAN/ RAPAT

Dalam lingkup Rumah Sakit RSIA Prof.dr.H.M.Farid selalu dilakukan rapat. Pertemuan
rapat ini sangat bermanfaat untuk masing-masing unit guna memberikan informasi dan
pengetahuan yang berhubungan dengan peningkatan pelayanan rumah sakit. Kegiatan rapat ini
bisa dilakukan hanya dalam unit loundry sendiri atau bisa juga dilakukan rapat antar unit lainnya.
Kegiatan rapat ini biasanya dihadiri oleh seluruh staf unit loundry maupun oleh Manager Umum.
Kegiatan yang dibahas meliputi banyak kegiatan baik dari pelaporan kerja, kebutuhan
sarana dan prasarana dilapangan, maupun berbagai hal yang menyangkut kelangsungan unit
masing- masing. Sehingga dengan dilakukan rapat rutin ini dapat dilakukan tindaklanjut untuk
kendala yang dihadapi dilapangan maupun yang dihadapi di unit internal itu sendiri. Dalam
kegiatan rapat ini dibuat undangan berupa internal memo, daftar hadir dan notulen hasil rapat
yang nantinya dilaporkan kepada Manager Umum RS
Kegiatan pertemuan/ rapat intern biasanya dilakukan setiap 1 bulan sekali di hadiri oleh
seluruh karyawan Unit loundry, waktu dan hari ditentukan. Pertemuan rutin lainnya seperti
morning report dilakukan setiap bulan di hadiri oleh seluruh kepala Unit beserta Direktur rumah
sakit untuk membahas masalah-masalah yang terjadi di unit kerja dan lapangan. Kegiatan rapat
lain yang biasa dilakukan di RS RSIA.Prof.dr.H.M.Farid misalnya rapat tentang Pasien Safety,
K3RS, Koordinasi dengan unit lain,dll.
BAB IX
PELAPORAN
Pencatatan dan pelaporan kegiatan gizi diperlukan dalam perencanaan, pemantauan, dan
evaluasi serta pengambilan keputusan untuk peningkatan pelayanan loundry. Untuk itu kegiatan
ini harus dilakukan secara cermat dan teliti, karena kesalahan dalam pencatatan dan pelaporan
akan mengakibatkan kesalahan dalam menetapkan suatu tindakan.

A. PENCATATAN
Pencatatan kegiatan ipsrs dilakukan sesuai dengan jenis kegiatannya.
Ada 3 jenis pencatatan, yaitu :
1) Pencatatan kegiatan pecucian linen
2) Pencatatan pernintaan barang
3) Pencatatan inventaris unit

B. PELAPORAN
Pelaporan kegiatan pelayanan loundry terdiri dari :
1) Laporan kegiatan rutin harian
Laporan harian ini dilakukan setiap hari. Kegiatan pelaporan harian ini dilakukan
oleh kepala unit loundry ataupun petugas loundry baik secara lisan maupun tulisan.
Pelaporan harian ini seperti laporan mengenai jumlah petugas ipsrs yang dinas
dengan jumlah kegiatan yang ditangani dan kendala yang dihadapi setiap harinya,
pelaporan keluhan pasien atau pegawai yang berhubungan dengan sarana dan
prasarana di rumah sakit. Pelaporan harian ini biasanya disampaikan kepada unit atau
kepala bidang terkait.
2) Laporan kegiatan rutin bulanan
Laporan bulanan dilakukan setiap bulan sebagai tindak lanjut dari laporan
kejadian setiap hari dalam kegiatan rutin loundry. Pelaporan ini biasanya menyangkut
kegiatan program kerja yang dilakukan unit loundry dalam kurun waktu setahun.
Pelaporan ini dapat berupa: laporan rapat bulanan intern, laporan inventaris
pemeliharaan barang alat, laporan penilaian karyawan, laporan indikator mutu,
laporan evaluasi program kerja, laporan kebutuhan karyawan, laporan kejadian
K3RS, dll.

3) Laporan Tahunan
Laporan tahunan biasanya dilakukan setiap akhir tahun. Tujuan laporan tahunan
ini untuk mengevalusi seluruh laporan harian dan bulanan sehingga dapat dilihat total
kegiatan yang berlangsung dalam kegiatan ipsrs sehingga dapat dilakukan tindak
lanjut dari evaluasi laporan tahunan ini. Laporan tahunan kegiatan kegiatan ipsrs
dapat berupa rekapitulasi total sarana dan prasarana yang di pemeliharaan dan
perbaiki
4) Laporan khusus ( misalnya : audir internal loundry)
5) Laporan pemeriksaan (kartu control)

Anda mungkin juga menyukai