Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATAN NEUROBLASTOMA

Di susun
oleh :

1. Amri Rumaleang
2. Daviq Rifqi Riza Anasa 1410014

3. Oktovianus F Ora 1410037

4. Saiful Anam

5. Marlen Amelia Behuku

6. Maria Rerebain 1610057

7. Apriliana Deta

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


ARTHA BODHI ISWARA
SURABAYA
2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Segala puji bagi Allah yang telah


memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan asuhan keperawatan ini.
Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi
Muhammad SAW.Asuhan keperawatan ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu
tentang "MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN NEUROBLASTOMA ", yang kami
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada asuhan keperawatan


ini.oleh karena itu kami berharap pembaca dapat memberikan keritik dan saran yang
bersifat membangun untuk penulisan asuhan keperawatan selanjutnya. Terima kasih

Surabaya, maret 2017

Kelompok IV
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ 2


DAFTAR ISI ...................................................................................................................................... 3
BAB 1 ................................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN .............................................................................................................................. 4
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................................ 4
1.2 Tujuan ..................................................................................................................................... 5
1.3 Manfaat ................................................................................................................................... 5
BAB II ................................................................................................................................................ 6
TINJAUAN TEORI ............................................................................................................................ 6
2.1 Pengertian ............................................................................................................................... 6
2.2 Etiologi ................................................................................................................................... 7
2.4 Manifestasi Klinis ................................................................................................................... 8
2.5 Komplikasi ............................................................................................................................... 8
2.6 Klasifikasi ................................................................................. Error! Bookmark not defined.
2.7 Pemeriksaan Diagnostik ......................................................................................................... 8
2.8 Penatalaksanaan ...................................................................................................................... 8
2.9 Woc .......................................................................................... Error! Bookmark not defined.
B A B III ........................................................................................................................................... 10
ASUHAN KEPERAWATAN TEORI.............................................................................................. 10
3.1 Pengkajian............................................................................................................................. 10
3.2 Pemeriksaan fisik ..................................................................... Error! Bookmark not defined.
3.3 Diagnosa Keperawatan ............................................................ Error! Bookmark not defined.
BAB V .............................................................................................................................................. 14
PENUTUP ........................................................................................................................................ 14
4.1 Kesimpulan ................................................................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... 15
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Neuroblastoma merupakan tumor lunak, padat yang berasal dari sel-sel crest neuralis
yang merupakan prekusor dari medula adrenal dan sistem saraf simpatis. Neuroblastoma
dapat timbul di tempat terdapatnya jaringan saraf simpatis. Meninfestasi klinis
neuroblastoma berkaitan dengan lokasi timbulnya tumor dan metastasisnya. Kebanyakan
pasien saat datang sudah stadium lanjut.
Neuroblastoma adalah tumor ganas yang terjadi pada sistem persyarafan yang
berasal dari sel sel saraf yang terdapat pada medula adrenal dan sistem saraf simpatik.

Penyakit ini memiliki kekhasan dapat remisi spontan dan transformasi ke tumor jinak,
terutama pada anak dalam usia 1 tahun. Terapi meliputi operasi, radioterapi, kemoterapi
dan terapi biologis. Survival 5 tahun untuk stadium I dan II pasca terapi kombinasi adalah
90% lebih, stadium III kira-kira 40%-50%, stadium IV berprognosis buruk yaitu hanya
15%-20%.
Neuroblastoma adalah tumor padat ekstrakranial pada anak yang paling sering,
meliputi 8-10% dari seluruh kanker masa kanak-kanak, dan merupakan neoplasma bayi
yang terdiagnosis adalah 2 tahun, 90% terdiagnosis sebelum 5 tahun. Insiden tahunan 8,7
perjuta anak, atau 500-600 kasus baru tiap tahun di Amerika Serikat. Insiden sedikit lebih
tinggi pada laki-laki dan pada kulit putih.Ada kasus-kasus keluarga dan neuroblastoma
telah didiagnosis pada penderita dengan neurofibrogematosis, nesidioblastosis dan
penyakit Hischrung. Angka ketahanan hidup bayi dengan penyakit neuroblastoma yang
berstadium rendah melebihi 90% dan bayi dengan penyakit metastasis mempunyai angka
ketahanan hidup jangka panjang 50% atau lebih. Anak dengan penyakit stadium stadium
rendah umumnya mempunyai prognosis yang sangat baik, tidak tergantung umur.Makin
tua umur penderita dan makin menyebar penyakit, makin buruk prognosisnya.Meskipun
dengan terapi konvensional atau CST yang agresif, angka ketahanan hidup bebas penyakit
untuk anak lebih tua dengan penyakit lanjut jarang melebihi 20%.

Neuroblatoma adalah tumor padat ektrakranial yang palin umum terjadi pada anak
anak dan merupakan neoplasma yang paling umum pada bayi. Kira kira 500 kasus baru
di diagnosis setiap tahunnya di Amerika Serikat. Perkiraan insiden adalah 1 dari 10.000
kelahiran.Fenomena unik regresi dan maturasi tumor secara spontan menjadi bentuk jinak
menyebabkan banyak kasus neuroblastoma tidak dapat terdeteksi.Prognosisnya baik jika
diagnosis ditegakkan sebelum erusia 12 bulan,dan jika pnyakit berada pada tahap I,II,atau
IVS(lihat bagian penatalaksaan medis pada bab ini ).

Mengingat penyakit neuroblastoma adalah penyakit yang perlu diwaspadai dan


dapat dicegah kemunculannya, maka sebagai calon perawat sangat penting untuk
mengetahui tentang apakah neuroblastoma dan bagaimana kita melakukan asuhan
keperawatan yang baik dan benar pada anak dengan neuroblastoma.Oleh karena itu, kami
menyusun makalah neuroblastoma ini sebagai bahan acuan pembelajaran bidang neurologi
pada anak. Diharapkan dengan adanya makalah ini, dapat membantu proses belajar
mahasiswa dan akhirnya mahasiswa mampu melaksanakan asuhan keperawatan dengan
baik dan benar pada anak dengan gangguan neuroblastoma.

1.2 Tujuan

1. Menjelaskan definisi neuroblastoma


2. Menjelaskan etiologi neuroblastoma
3. Menjelaskan patofisiologi neuroblastoma
4. Menjelaskan manifestasi klinis neuroblastoma
5. Menjelaskan pemeriksaan diagnostik neuroblastoma
6. Menjelaskan penatalaksanaan neuroblastoma
7. Menjelaskan komplikasi neuroblastoma
8. Menjelaskan WOC neuroblastoma

1.3 Manfaat

Meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang neuroblastoma untuk memudahkan mereka


ketika praktik di rumah sakit.
BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian

Neuroblastoma adalah tumor ganas yang terjadi pada sistem persyarafan yang
berasal dari sel sel saraf yang terdapat pada medula adrenal dan sistem saraf simpatik. (
suriadi & rita 2006 )

Neuroblastoma adalah tumor padat ekstrakranial pada anak yang paling seringg
terjadi, meliputi 8-10% dari seluruh kanker masa kanak-kanak, dan merupakan
neoplasma bayi yang terdiagnosis paling sering ( victor M. 2012 )
Neuroblastoma berasal dari embrionyc neural crest dan kelenjar adrenal merupakan
sering terkena, tumor ini mempunyai keganasan yang tinggi pada bayi dan anak.Biasanya
di temukan tempat yang pada anak usia 2-4 tahun (prof. DR Iskandar W, 1985).

2.2 Etiologi
Penyebabnya tidak diketahui.Mungkin berhubungan dengan faktor keturunan karena
pada sel-sel tumor ditemukan kelainan genetik tertentu dan sering kali ditemukan
abnormalitas pada kromosom No.1. Prognosis tergantung kepada usia anak, ukuran tumor
dan luasnya penyebaran tumor. Pada anak yang berumur kurang dari 1 tahun dan tumornya
kecil serta belum menyebar, prognosisnya sangat baik.
Beberapa penderita mengalami regresi spontan, dimana jaringan tumor mengalami
pematangan dan berkembang menjadi ganglioneuroma jinak, yang dapat diangkat melalui
pembedahan.Neuroblastoma paling sering mulai selama masa kanak-kanak awal, biasanya
pada anak-anak yang lebih muda dari umur 5 tahun.Ia adakalanya terbentuk sebelum
kelahiran namun bisanya ditemukan di kemudian hari, ketika tumor mulai tumbuh dan
menyebabkan gejala-gejala. Pada kasus-kasus yang jarang, neuroblastoma mungkin
ditemukan sebelum kelahiran dengan ultrasound fetus.Pada waktu neuroblastoma
terdiagnosa, kanker biasanya telah menyebar (metastasized), paling sering pada nodul-
nodul limfa, tulang-tulang, sumsum tulang, hati, dan kulit.

2.3 Patofisiologi

Sel sel kanker yang berasal dari medula adrenal dan sistem saraf simpatik
berproliferasi, menekan jaringan sekitarnya, kemudian menginvasi sel-sel normal
sekitarnya.
Tahap pada neuroblastoma :

Tahap I : Tumor terlokalisasi pada daerah asal tumor, nodus limfe belum
terkena.
Tahap II : Tumer unilateral, nodus limfe belum terkena.
Tahap III : Tumor menginfiltrasi kearah tengah tepi, tumer unilateral dengan
terkenanya nodus limfe, tumor mengenai seluruh nodus limfe.
Tahap IV : Tumor menginfasi nodus limfe lebih jauh, mengenai tulang, sumsum
tulang, hati dan organ lain.
Tahap IV S : Tumor dengan ciri tahap I atau II tetapi dengan metastase pada
hati, sumsum tulang atau kulit.

2.4 Manifestasi Klinis

Teraba massa pada abdomen


Inkontenensia urine atau retensi urine jika sel-sel kanker mengenai kandung kemih.
Ekimosis pada subraorbital, edema pada periorbital, exopthalamus.
Nyeri tulang.

2.5 Komplikasi

a. Metastase
b. Prognosis buruk

2.6 Pemeriksaan Diagnostik

CT scan untu, mengetahui keadaan tulang pada tengkorak, leher , dada dan
abdomen
Punksi sumsung tulang untuk mengetahui lokasi tumor aatau metaste tumor
Analisa urine untuk mengetahui adanya Vanillylmandelicacid (VMA0 homovillic
acid (HVA), dopamine, norepinephrine.
Analisa kromosom untuk mengetahui adanya gen N myc
Meningkatkan ferritin, neuron specific enolase ( NSE), ganglioside (GDZ)

2.7 Penatalaksanaan Terapeutik

Pembedahan pada saat perkembangan tumor pada tahap I & II


Radioterapi pada saat tumor berada pada tahap III
Kemoterapi dapat dilakukan baik pada tumor pada tahap awal maupun tahap lanjut.
Obat obat pilihan diantaranya adalah vincridtin, doxorubicin, cyclophosphamide,
adriamycin, cisplatin

2.8 Penatalaksanaan Perawatan Pengkajian


Pemeriksaan fisik
Riwayat penyakit
Kaji adanya rasa nyeri, demam, kelemahan, berat badan menurun, anemia
Kaji adanya massa di abdomen, inkontinensia atau retensi urin, ekimosis pada
supraorbital, exopthalamus, paralisis akibat kompresi pada saraf spinal.
B A B III

ASUHAN KEPERAWATAN TEORI

3.1 Pengkajian

3.1.1 Anamesa
1. Data Demografi
Identitas pada klien yang harus diketahui di antaranya:
nama, umur, agama, pendidikan, pekerjaan, suku/ bangsa, alamat jenis
kelamin, status perkawinan, dan penanggung biaya.
2.Keluhan Utama
Pasien yang datang kerumah sakit biasanya mengeluh dengan adanya rasa
nyeri, demam, kelemahan, berat badan menurun, anemia
3.Riwayat penyakit dahulu : -

4.Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang kerumah sakit biasanya mengeluh dengan adanya rasa nyeri,
demam, kelemahan, berat badan menurun, anemia, dengan di dukung wajah
yang pucat, Keluarnya banyak keringat juga dialami oleh pasien. Pasien selalu
mengeluh nyeri yang di tandai dengan Anak Selalu rewel.

3.2 Diagnosa Keperawatan


1. Risiko mengalami kerusakan fisik dan gangguan kesehatan akibat terjatuh b.d
proses mengganasnya tumor, proliferasi sel, dan dampak pengobatan.
2. Risiko infeksi b.d menurunnya sistem pertahanan tubuh
3. Risiko mengalami penurunan, peningkatan atau percepatan perpindahan cairan dari
intravaskuler, interstisial atau intraselular b.d mual dan muntah
4. Risiko mengalami asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
metabolisme b.d tidak ada atau berkurangnya selera makan
5. Kerusakan integritas kulit b.d pemberian kemoterapi, atau radioterapi
6. Nyeri b.d dilakukannya pemeriksaan diagnostik, efek fisiologis neoplasma
7. Perubahan dalam hubungan atau fungsi keluarga b.d memiliki anak dengan kondisi
yang mengancam kehidupan

3.3 Perencanaan
1. Anak tidak akan mengalami komplikasi dari kemoterapi
2. Anak tidak memperlihatkan gejala-gejala infeksi
3. Anak tidak akan mengalami mual atau muntah
4. Anak akan menerima supply nutrisi yang adekuat
5. Anak akan menunjukan efek negatif kemoterapi yang minimal
6. Anak dapat mengurangi rasa nyeri sesuai dengan tingkat adaptai anak
7. Keluarga akan mendapatkan dukungan yang adekuat

3.4 Intervensi
1. Mencegah risiko jatuh
Berikan kemoterapi sesuai dengan anjuran
Bantu anak dalam program radioterapi
Siapkan anak dan keluarga jika akan dilakukan tindakan pembedahan
Observasi tanda tanda cystitis
Berikan intake cairan sebanyak 3000 ml/hari atau sesuai kebutuhannya
2. Mencegah risiko infeksi
Tempatkan anak dalam ruangan khusus untuk meminimalkan terpaparnya anak
dari sumber infeksi
Anjurkan pengunjung atau staf melakukan teknik mencuci tangan yang baik
Gunakan teknik aseptik untuk seluruh prosedur invasive
Monitor suhu tubuh anak
Evaluasi keadaan anak terhadap tempat tempat munculnya infeksi seperti
tempat penusukan jarum, ulserasi mukosa, dan masalah gigi
Berikan diet nutrisi secara lengkap
Berikan vaksinasi dari virus tang tidak diaktifkan (misalnya vaksin polio salk,
influenza)
Kolaborasi untuk pemberian volume cairan
3. Mencegah risiko mengalami penurunan, peningkatan atau percepatan perpindahan
cairan dari intravaskuler, interstisial atau intraselular
Berikan antiemetik awal sebelum dilakukan kemoterapi
Berikan antiemetik secara beraturan pada waktu program kemoterapi
Kaji respon anak terhadap antiemetik
Hindari memberikan makanan yang memiliki aroma yang merangsang mual
dan muntah
Anjurkan makan dengan cairan infus untuk mempertahankan hidrasi
4. Memberikan nutrisi yang adekuat
Berikan dorongan pada orang tua untuk tetap rileks pada saat anak makan
Ijinkan anak untuk memakan makanan yang dapat di toleransi anak,
rencanakan untuk memperbaiki kualitas gizi pada saat selera makan anak
meningkat
Berikan makanan yang diseratai dengan suplemen nutrisi untuk meningkatkan
kualitas intake nutrisi
Ijinkan anak untuk terlibat dalam persiapan dan pemilihan makanan
5. Mencegah kerusakan integritas kulit
Berikan perawatan kulit khususnya daerah perianal dan mulut
Ganti posisi dengan sering
Anjurkan intake dengan kalori dan protein yang adekuat
6. Mencegah atau mengurangi nyeri
Kaji adanya kebutuhan klien untuk mengurangi rasa nyeri
Evaluasi efektif terapi pengurangan rasa nyeri dengan melihat derajat
kesadaran dan sedasi
Berikan teknik mengurangi rasa nyeri nonfarmakolagi
Berikan pengobatan anti nyeri secara teratur untuk mencegah timbulnya nyeri
yang berulang
7. Memberikan support pada keluarga
Jelaskan alasan dilakukannya setiap tindakan
Hindari untuk menjelaskan hal hal yang tidak sesuai dengan kenyataan yang
ada
Jelaskan orang tua tentang proses penyakit
Jelaskan seluruh tindakan yang dapat dilakukan oleh anak
Jadwalkan waktu bagi keluarga dan anak bersama sama tanpa diganggu oleh
staf RS
Dorong keluarga untuk mengekspresikan perasaannya sebelun anak di
diagnosis menderita keganasan dan prognosis anak buruk
Diskusikan dengan keluarga bagaiman mereka akan mengatakan kepada anak
tentang pengobatan anak, dan kemungkinan terapi tambahan.

3.5 Perencanaan pemulangan


Jelaskan terapi yang diberikan : dosis, efek samping, tujuannya
Berikan support lingkungan yang aman
Instruksikan untuk menginformasikan jika terdapat gejala-gejala kekambuhan
BAB V

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Neuroblastoma adalah tumor ganas yang terjadi pada sistem persyarafan yang
berasal dari sel sel saraf yang terdapat pada medula adrenal dan sistem saraf simpatik. (
suriadi & rita 2006 )

Penyebabnya tidak diketahui.Mungkin berhubungan dengan faktor keturunan


karena pada sel-sel tumor ditemukan kelainan genetik tertentu dan sering kali
ditemukan abnormalitas pada kromosom No.1. Prognosis tergantung kepada usia anak,
ukuran tumor dan luasnya penyebaran tumor. Pada anak yang berumur kurang dari 1
tahun dan tumornya kecil serta belum menyebar, prognosisnya sangat baik.

Sel sel kanker yang berasal dari medula adrenal dan sistem saraf simpatik
berproliferasi, menekan jaringan sekitarnya, kemudian menginvasi sel-sel normal
sekitarnya.
DAFTAR PUSTAKA

Suriadi & Rita Yulliani, 2006 Asuhan keperawatan pada anak Edisi 2 . Jakarta : CV.
SAGUNG SETO.

Abdoerrachman.,Alatas.,Ali Dahlan., dkk (1985). Buku kuliah ilmu kesehatan


anak. FKUI. Jakarta : Info medika.

Nelson.2000. Ilmu Kesehatan Anak Edisi 15 Jilid 3. Jakarta: EGC.

Cecily, dkk. 2002. Buku Saku Keperawatan Pediatri Edisi 3. Jakarta: EGC

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), 2016 Standar diagnosis keperawatan


Indonesia Edisi 1. Jakarta7