Anda di halaman 1dari 10

Pengisi adalah bahan kertas yang paling penting.

Biasanya digunakan di pabrik kertas untuk


mengurangi biaya. Bergantung pada karakteristik kinerja dari filler tertentu dan juga
persentase yang menambahkan bahan-bahan ini dapat meningkatkan sifat fisik, optik,
kinerja harga & estetika dari kertas jadi. Pengisi digunakan dalam operasi pembuatan kertas
basah.
Sebuah pengisi kertas yang baik harus menunjukkan distribusi yang baik di dalam lembaran,
tidak ada debu, memaksimalkan kekuatan, memaksimalkan jumlah besar dll.
Salah satu survei menunjukkan bahwa pengisi yang digunakan di Amerika Utara PCC 70%,
GCC 13%, Kaolin 15%, TiO2 2%, Silika / Silikat 0,3%, talek 0,1% dan Aluminium Trihydrate
0,1%. Di Eropa yang menggunakan PCC meningkat dari hari ke hari.
Keuntungan dari pengisi kertas
Pengisi yang dominan diaplikasikan di pabrik kertas sebagian besar adalah mineral. Ada
cukup banyak alasan mengapa pengisi digunakan dalam pembuatan kertas. Alasan
utamanya adalah biaya rendah dibandingkan serat; Karena biaya pengisi kertas adalah
sepertiga atau seperempat serat. Aplikasi pengisi juga meningkatkan kecerahan, opasitas,
produktivitas, meningkatkan kemampuan cetak (kehalusan, penyerapan tinta, pertunjukkan),
gloss paper, formasi lembaran (fill void), stabilitas dimensi, penampilan kertas dll. Selain itu,
air drainase meningkat dan Tingkat pengeringan lembaran yang terbentuk.
Masalah penggunaan kertas filler
Ada beberapa efek negatif pada kertas dengan penggunaan pengisi seperti pengurangan
kekuatan kertas, meningkatkan permintaan untuk agen ukuran, retensi, abrasi, debu,
lembaran dua sisi dan bulk yang berkurang. Selain itu, filler Kalsium Karbonat tidak sesuai
untuk pembuatan kertas asam dan kertas yang mengandung kayu. Produk akhir dengan
kepadatan tinggi juga merupakan kelemahan.
Pemilihan bahan pengisi dan tingkat pemuatan ditentukan sesuai dengan jenis konfigurasi
bubur kertas, kertas, proses dan mesin kertas.
Karakteristik penting dari pengisi kertas
Ukuran partikel, bentuk partikel, luas permukaan spesifik, sifat penyerapan ringan, muatan
partikel, indeks bias dan abrasi adalah karakteristik bahan pengisi yang lebih penting.
Ukuran partikel: Ini memainkan peran penting pada sifat optik dari setiap pengisi kertas. Jika
ukuran partikel pengisi halus, maka itu berserakan cahaya yang bagus. Ukuran partikel juga
mempengaruhi kemampuan pengeringan dan pengurangan konsumsi uap yang dihasilkan.
Bentuk partikel: Bentuk partikel merupakan faktor signifikan untuk sifat optik. Hal ini juga
mempengaruhi nilai abrasi. Minor nilai abrasi lebih lama kawat-kehidupan.
Luas permukaan spesifik: Luas permukaan spesifik pengisi kertas tergantung pada ukuran
partikel, bentuk & derajat aglomerasi. Hal ini membantu dalam hamburan cahaya & juga
mempengaruhi karakteristik kekuatan dan pencetakan kertas.
Efek pada kekuatan kertas: bahan pengisi memiliki efek negatif pada kekuatan kertas. Jika
menggunakan pengisi lebih banyak, maka akan mengganggu serat untuk mengikat pengisi
di dalam lembaran. Dengan demikian formasi obligasi lemah, sehingga mengurangi
kekuatan kertas. Apalagi obligasi yang lemah akan meningkatkan kecenderungan debu.
Abrasi: Karakteristik kasar dari pengisi kertas meningkatkan keausan pada kawat pada
mesin kertas dan pelat cetak di mesin cetak. Sifat kristal, kekerasan, kotoran dan partikel
besar pengisi cenderung lebih abrasif.
Refraction Index: Refraction index adalah salah satu karakteristik penting dari filler kertas.
Penyebaran cahaya dipengaruhi oleh properti ini. Jika indeks bias filler lebih tinggi, maka
akan tercerai-berai lebih banyak cahaya. Akibatnya opasitas membaik.
Retensi: Kandungan material yang lebih baik dalam sistem air yang beredar mengurangi
retensi. Oleh karena itu beberapa alat bantu retensi harus digunakan, akibatnya biaya
produksi kertas meningkat
Bahan pengisi yang digunakan di pabrik kertas dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok.
Ini adalah pengisi anorganik dan pengisi organik. Pengisi kertas anorganik yang paling
umum digunakan di pabrik kertas adalah endapan kalsium karbonat (PCC), kalsium
karbonat tanah (GCC), lempung kaolin, talek dan titanium dioksida (TiO2). Pengisi kertas
anorganik lainnya yang terlihat adalah Alumina trihidrat, silika dan silikat yang diendapkan
(PSS), dll. Penumpuk kertas organik adalah polimer (pigmen plastik). Mereka adalah bola
mikro berongga atau pengisi berpori.
Di pabrik kertas kebanyakan digunakan bahan pengisi anorganik. Tapi bahan pengisi
organik jarang digunakan; Karena harganya yang mahal. Pengisi kertas organik digunakan
untuk kertas khusus.
Semua pengisi kertas tidak sesuai untuk semua pabrik kertas. Ini harus digunakan
berdasarkan jenis konfigurasi bubur kertas, kertas, proses dan mesin kertas. Kalsium
karbonat (GCC atau PCC) tidak sesuai untuk kertas asam atau kertas yang mengandung
kayu. Sangat cocok untuk media pembuat kertas yang bebas dari kayu atau netral. Titanium
dioksida sesuai untuk kertas khusus seperti offset tapi tidak bedak.

Proses Pembuatan Kertas

Berikut ini adalah Cara atau Proses Pembuatan Kertas. Kertas yang sering kita
gunakan itu biasanya terbuat dari kayu yang diolah dengan teknologi modern sehingga
sampai ketangan kita. Untuk lebih mengenal kertas yang kita gunakan mari kita pelajari
proses pembuatan kertas.

PROSES PEMBUATAN BUBUR KERTAS (PULP)

Proses pembuatan kertas

Proses Pembuatan Pulp


Proses pembuatan pulp

Proses pembuatan pulp ada dua macam yaitu secara kimia (chemical pulping) dan
proses mekanikal (mechanical pulping). Tapi di sini akan dibahas secara garis besar
saja agar lebih mudah dipahami.

Kertas yang sering kita gunakan itu terbuat umumnya terbuat dari kayu atau lebih
tepatnya dari serat kayu dicampur dengan bahan-bahan kimia sebagai pengisi dan
penguat kertas. Kayu yang digunakan di Indonesia umumnya jenis Akasia. Kayu jenis ini
berserat pendek sehingga kertas menjadi rapuh. Di mesin pembuat kertas (paper
machine), serat kayu ini dicampur dengan kayu yang berserat panjang contohnya pohon
pinus.

Proses pembuatan pulp dimulai dari penyediaan bahan baku, dengan cara mengambil
dari hutan tanam industri kemudian disimpan dengan tujuan untuk pelapukan dan
persediaan bahan baku. Kayu yang siap diolah ini disebut dengan Log. Kemudian log di
kupas kulitnya dengan alat yang berbentuk drum disebut Drum barker.

Setelah itu log melewati stone trap (alat yang berbentuk silinder berfungsi untuk
membuang batu yang menempel pada log), setelah itu log dicuci.

Log yang sudah bersih ini kemudian di iris menjadi potongan-potongan kecil yang di
sebut dengan chip. Chip kemudian dikirim ke penyaringan utama untuk memisahkan
chip yang bisa dipakai (ukuran standar 25x25x10mm) dengan yang tidak. Chip yang
standar disimpan ditempat penampungan.
Dari tempat penampungan chip dibawa dengan konveyor ke bejana pemasak (digester).
Steam dimasak dengan beberapa tahap. Pertama di kukus (presteamed), kemudian
baru dipanaskan dengan steam di steaming vessel. chip di masak dengan cairan
pemasak yang disebut dengan cooking liquor.

Tahap selanjutnya setelah setelah bubur kertas siap kemudian dicuci dengan tujuan
untuk memisahkan cairan sisa hasil pemasakan dan mengurangi dampak terhadap
lingkungan.

Proses selanjutnya pulp di saring (screaning) agar terbebas dari bahan-bahan pengotor
yang dapat mengurangi kualitas pulp. Proses penyaringan ini ada dua tahap, yaitu
penyaringan kasar dan penyaringan halus. Proses akhir dari penyaringan berada pada
sand removal cyclones yang berfungsi untuk memisahkan pasir dari pulp.

Kemudian bubur kertas dicampur dengan oksigen (O2) dan sodium hidroksida (NaOH)
di dalam delignification tower sebelum di cuci didalam washer. Tujuan dari pencampuran
ini adalah untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia pada tahap
pengelantangan (bleacing), mengurangi kandungan lignin, serta memutihkan pulp.

Bubur kertas ini kemudian dikelantang (bleacing) dengan bahan kimia di dalam proses
bleacing untuk mencapai derajat keputihan sesuai standar ISO. Pulp kemudian
disimpan atau dikirim ke paper machine untuk diolah menjadi kertas.

Proses Pembuatan Kertas (Paper machine)


Paper Machine

Sebelum masuk keareal paper machine pulp diolah dulu pada bagian stock
preparation. bagian ini berfung si untuk meramu bahan baku seperti: menambahkan
pewarna untuk kertas (dye), menambahkan zat retensi, menambahkan filler (untuk
mengisi pori - pori diantara serat kayu), dlln. Bahan yang keluar dari bagian ini di sebut
stock 9campuran pulp, bahan kimia dan air)

Dari stock preparation sebelum masuk ke headbox dibersihkan dulu dengan alat yang
disebut cleaner. Dari cleaner stock masuk ke headbox. headbox berfungsi untuk
membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) diatas fourdinier table.

Fourdinier berfungsi untuk membuang air yang berada dalam stock (dewatering). Hasil
yang keluar disebut dengan web (kertas basah). Kadar padatnya sekitar 20 %.

Press part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar padatnya mencapai
50 %. Hasilnya masuk ke bagaian pengering (dryer). Cara kerja press part ini adalah.
Kertas masuk diantara dua roll yang berputar. Satu roll bagian atas di beri tekanan
sehingga air keluar dari web. Bagian ini dapat menghemat energi, karena kerja dryer
tidak terlalu berat (air sudah dibuang 30 %).

Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai 6 %. Hasilnya
digulung di pop reel sehingga berbentuk gulungan kertas yang besar (paper roll). Paper
roll ini yang dipotong - potong sesuai ukuran dan dikirim ke konsumen.

Pulp and paper making

Mari kita menggunakan kertas jangan berlebihan, jaga bumi kita dari pemanasan global,
mengapa? karena kebanyakan kertas dibuat dengan bahan dasar kayu, semoga
bermanfaat, jangan lupa di share

TAHAPAN PROSES PEMBUATAN KERTAS


Labels: Pendidikan Matematika

Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp.
Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa. Kertas
dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang
dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan,
kebersihan ataupun toilet. Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang
menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa
dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban
bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar
yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau. Tahukah anda
bagaimana proses pembuatan kertas sebenarnya??? prosesnya lumayan rumit, berikut ini tahapan-
tahapannya...

Adapun proses pembuatan kertas melalui beberapa tahap yaitu:

1. Proses membuat pulp atau bubur kertas; dari skema diatas dimulai dari woodyard sampai
dengan proses pemutihan atau bleaching.
2. Proses membuat lembaran kertas; dimulai saat bubur kertas atau pulp mulai masuk ke mesin
kertas atau paper mesin sampai dengan lembaran kertas tergulung rapi dalam gelondongan
atau roll.

Pada prakteknya kedua proses besar diatas tidaklah perlu menjadi satu kesatuan proses dalam suatu
pabrik kertas atau terintegrasi. Bukannya tidak umum suatu pabrik kertas harus membeli bubur kertas
dari perusahaan pulp. Pabrik kertas tersebut hanya memiliki mesin kertas saja. Demikian pula suatu
pabrik bubur kertas atas pertimbangan strategi bisnisnya, hanya mempunyai mesin "pulping" bubur
kertas saja. Walaupun proses pembuatan pulp dan kertas adalah dua proses yang berbeda, namun
mereka terkait erat satu sama lain dan saling mempengaruhi dalam proses dan produksi lembaran
kertas. Seperti air sungai dimana air di hilir dipengaruhi oleh sumber di hulu.
Proses pulping atau pembuatan bubur kertas dapat diuraikan menjadi 9 bagian atau tahapan yaitu
sebagai berikut:

1. Woodyard, dimana sebuah lapangan luas umumnya terbuka tempat menerima dan menyimpan
kayu gelondongan yang selanjutnya proses pengkulitan, pemotongan kecil-kecil & penyaringan
potongan kayu.
2. Barker, dalam proses penghilangan kulit kayu ini glondongan kayu dimasukkan dalam
"debarking drums", gelondongan silinder berputar mengakibatkan gelondongan kayu ikut
berputar dan bergesekan satu dengan yang lain melucuti kulit kayunya.
3. Chipper, mesin memotong gelondongan kayu menjadi ukuran kecil yaitu kurang dari 2 cm dan
setipis 1/2 cm.
4. Screen, diperlukan filter penyaring untuk memisahkan potongan kayu yang lebih besar dari
target ukuran diatas, dan menghilangkan debu mesin potong yang tidak perlu.
5. Digester, prinsipnya seperti panci masak didapur tempat ibu atau istri anda masak. Potongan
kayu yang disebut chips dimasak dengan suhu dan tekanan yang tinggi dalam suatu larutan
kimia penghancur. Larutan dan proses masak ini akan melembutkan dan akhirnya memisahkan
serat kayu yang diinginkan dari "lignin" yaitu unsur kayu semacam lem yang menahan serat
kayu bersatu.Chemical Recovery and Regeneration.
6. Proses sampingan kimia inorganik yang diolah ulang dari proses "memasak" sebelumnya,
untuk memasak kembali. Bahan kimia buangan dari proses memasak sebelumnya masih dapat
diproses ulang, tidak dibuang begitu saja.
7. Blow Tank , ibaratnya setelah selesai dimasak maka makanan disimpan dalam panci
penyimpan untuk disajikan kemudian sesuai selera masing-masing individu, apa mau sedikit
asin, manis, indah didekorasi dan lain sebagainya. Disini serat kayu sudah terpisah satu sama
lain, secara resmi mereka sudah disebut pulp atau bubur kertas.
8. Washing, "mesin cuci" ini akan membersihkan sisa-sisa larutan kimia dan ligin yang masih
tertinggal, yang dikirim keproses nomor 6 yaitu chemical recovery process. Ibaratnya saat anda
masak nasi, maka beberapa kali anda mentiriskan air beras yang anda cuci sebelum dimasak
supaya kotoran hilang. Harap diingat disini anda bukan bertujuan membuatnya menjadi putih
bersih! Pada tahap ini bubur kertas secara alami berwarna coklat dan umunya digunakan untuk
membuat kertas kantong dan corrugated box yang coklat.
9. Bleaching, proses pemutihan bubur kertas menggunakan kimia pemutih atau bleach, yang
tujuan utamanya khusus untuk membuat kertas cetak atau kertas budaya. Jadi proses
pemutihan sangat relatif tergantung pada jenis kertas yang akan dibuat.

Dengan selesainya proses pemutihan atau bleaching dari proses besar pertama pulping, maka anda
memasuki tahapan proses besar kedua yaitu proses di mesin kertas. Ada dua kemungkinan kondisi
bubur kertas yang disuplai ke mesin kertas yaitu:

1. Bubur kertas basah


2. Bubur kertas kering berupa lembaran yang dibundel dalam bentuk bal

Baik basah atau kering, bubur basah tetap diproses atau dipersiapkan oleh tahapan wet end sebelum
kemudian masuk ke dry end.

Proses pada Mesin


Secara kondisi stock atau bubur kertas diproses, maka proses di mesin kertas dibagi dua yaitu wet end
and dry end. Namun secara urutan proses maka ada sembilan bagian proses yaitu:

1. Beater
2. Refiners
3. Cleaners and Screeners
4. Headbox
5. Wire
6. Presses
7. Dryers
8. Size press
9. Reel

Bagian Stock preparation


Stock preparation adalah proses mengkondisikan bubur kertas sedemikian rupa sehingga serat serat
siap untuk diproses pada mesin kertas sesuai dengan target produktifitas, efisiensi dan kualitas kertas
yang ingin dicapai. Bubur kertas pada tahapan ini banyak mengandung air dilakukan dalam kondisi
basah atau Wet End, untuk memudahkan proses dan menjadi media proses itu sendiri. Pada
puncaknya di bagian Head Box, kandungan air bisa sekitar 99.5% sementara sisanya 0.5% yang
disebut stock adalah serat dan bahan penambah lainnya (wet end additives).

Ada 3 proses secara umum yaitu:

1. Memisahkan serat dari satu sama lain, memotong dan menghaluskan; ada 2 bagian yang
digunakan yaitu, Beater dan Refiner.
2. Membersihkan serat dari kotoran, yaitu menggunakan Cleaner (centrifugal) dan Screener
dimana kedua alat ini ditemukan terpisah satu sama lain. Cleaner sebagai tahap pembersih
pertama dan relatif serat berukuran lebih besar dari serat pada Screener. Screener terletak
sebelum Headbox dimana ukuran serat jauh lebih halus.
3. Menambahkan bahan penambah - wet end additives, ada beberapa bahan penambah
diantaranya; filler, sizing, color dye, optical brightening agent (OBA), deformer dll.
Bagian Wet End
1. Refiners

Alat penghalus serat dimana bubur kertas dipotong dan dihancurkan kecil-kecil. Proses ini bertujuan
meningkatkan properti kekuatan dan "bonding" serat (bersatunya serat satu sama lain). Sistim Jordan
memompa dan mendesak campuran bubur melewati rongga yang sangat sempit dalam proses
penghalusan serat. Bila digunakan pulp kering, maka pabrik menggunakan Pulp Beater, dimana pulp
yang kering dimasukkan kedalam tangki penghancur dan dicampur air untuk dibasahkan sebelum
campuran bubur masuk ke refiner.

2. Cleaners

Alat pembersih serat, dimana serat pulp yang bersih akan terangkat keatas dan kotoran yang lebih
berat akan turun kebawah tabung pembersih. Alat pembersih ini menggunakan "centrifugal force"
(kuatan putar) menyebabkan material yang berat dan solid kehilangan momentum pada sisi dinding
dalam cleaner. Efek ini membuat material berat tadi lebih cepat turun kebawah tabung dibanding fiber
yang ringan. Sebelum fiber masuk ke Headbox, serat di saring kembali dengan Screener untuk
mendapatkan ukuran serat dan bahan yang lain yang seragam agar siap didistribusikan pada mesin
pembentuk lembaran kertas selanjutnya.

3. HeadboxBubur kertas yang bersih dan bercampur dengan filler dan kimia penambah lainnya atau
disebut stock, kemudian dicampur dengan air untuk membuat "furnish." Furnish adalah 99.5% air dan
0.5% stock. Furnish disalurkan kedalam Headbox, dimana diregulasi sedemikian rupa agar stock
terdistribusi merata disepanjang box dan stock tidak bergumpal.

4. Wire (dari mesin kertas Fourdriner)


Berfungsi membentuk bentangan lembaran kertas dengan menyaring furnish terhadap air yang menjadi
media pembawa. Air disaring sedemikian rupa lewat lobang halus (mesh) permukaan wire, dan furnish
terdiri dari serat dan filler tertahan diatasnya.

Sumber:

http://id.wikipedia.org//wiki/kertas diakses tanggal 2 Desember 2009

http://www.kertasgrafis.com/?menu=IndustriKertas&nid=idj4k&id=66, diakses tanggal 2 Desember


2009