Anda di halaman 1dari 2

INTERNAL BENCHMARKING

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


011.PMKP.SPO.0205 00 1/2
RS.PANTI WALUYO
PURWOREJO

Ditetapkan di Purworejo
STANDAR PROSEDUR Tanggal Terbit: Direktur,
OPERASIONAL 5 Juni 2015
dr. Regowo, M.Kes

PENGERTIAN 1. Benchmarking adalah pendekatan yang secara terus menerus


mengukur dan membandingkan produk barang dan jasa, dan proses-
proses dan praktik-praktiknya terhadap standar yang ditetapkan oleh
para pesaing atau mereka yang dianggap unggul dalam bidang
tersebut. Dengan melakukan atau melalui benchmarking, suatu
organisasi dapat mengetahui telah seberapa jauh mereka dibandingkan
dengan yang terbaiknya.
2. Benchmarking Internal; Pendekatan yang dilakukan dengan
membandingkan operasi suatu bagian dengan bagian internal lainnya
dalam suatu organisasi
TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk Internal Benchmarking
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur No.0151/RSPWP-Kep.DIR/VI/2015 tentang
Kebijakan Pelayanan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien RS
Panti Waluyo Yakkum Purworejo
PROSEDUR 1. Komite mutu merencanakan topik sasaran mutu yang akan dilakukan
internal benchmarking.
2. Direktur menetapkan topik sasaran mutu dan unit internal yang akan
di benchmarking atas usulan dari Komite Mutu
3. Syarat dilakukannya internal benchmarking pada unit kerja di RS
Panti Waluyo Purworejo adalah :
a) Indikator sasaran mutunya sama
b) Unitnya setipe pada RS Panti Waluyo Purworejo
c) Jenis layanan setipe
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
STANDAR PROSEDUR
011.PMKP.SPO.0205 00 2/2
OPERASIONAL

d) Periode frekuensi pengukuran data sama


4. Sebelum melakukan benchmarking perusahaan hendaknya menjawab
beberapa pertanyaan berikut ini, yaitu:
a) Apa masalahnya .
b) Dimana posisi kita sekarang .
c) Apa yang akan di benchmark .
d) Apa yang menjadi dasar benchmark .
e) Apa yang akan terjadi sebagai akibat benchmark .
f) Bagaimana kita mempertahankan benchmark .
5. Menentukan apa yang akan di benchmark, yaitu berkaitan dengan
proses apa yang akan di benchmarking dengan mengidentifikasikan
kekuatan dan kelemahan proses perusahaan.
6. Menentukan perusahaan yang akan di benchmark, yaitu perusahaan
yang terbaik.
7. Mengumpulkan informasi, yaitu data yang berkaitan dengan apa yang
akan di benchmark.
8. Analisis data dan menentukan kesenjangan proses perusahaan dengan
proses perusahaan yang di benchmark.
9. Implementasi perubahan yang harus dilakukan dan sekaligus
melakukan pemantauan untuk memperbaiki benchmark .
UNIT TERKAIT 1.Komite Medik

Disusun Diperiksa
Nama Dwi Gandono, AMK Dr. Katharina P

Jabatan Sekretaris Komite Mutu KaBid Pelayanan

Tanda Tangan