Anda di halaman 1dari 7

DRAMA KOLOSAL PERPISAHAN

NYI MAS GANDASARI

SINOPSIS :
Alkisah pada suatu hari hiduplah seorang yang sedang melakukan pertapaan bermunajat
kepada sang Ilahi memohon diberikan seorang anak yang selama ini sangat diinginkannya. Dia
adalah Ki kuwu Cirebon yang telah lama menginginkan penerus keturunan, hingga suatu ketika
doanya pun terjawab. Datanglah para bidadari utusan Tuhan membawakan seorang bayi imut
berjenis kelamin perempuan yang kemudian dititipkannya bayi itu kepada Ki Kuwu Cirebon untuk
diangkat sebagai seorang anak. Ki Kuwu Pun Sangat senang dengan apa yang telah ia dapat dan
berjanji akan merawat dengan baik selayaknya anak sendiri. Anak itupun diberi nama Panguragan
alias Ganda Sari alias Nyi Mas Gandasari.
Waktupun berlalu seorang bayi yang dahulu imut sekarang menjadi gadis belia yang mahir
akan pencak silat, ketekunannya membuat ia dikenal sebagai seorang yang ahli dalam bela diri.
Setelah usianya menginjak dewasa Ki Kuwu Cirebon kemudian membawa Panguragan untuk
menimba ilmu agama kepada Sunan Gunung Jati. Beberapa lama setelah panguragan pulang berguru
dan mendapatkan ilmu yang diinginkannya, lalu ia pun kembali ke kampung halamannya.
Kepulangannya membuat geger daerah setempat, karena beredar kabar di masyarakat jika
panguragan telah tumbuh menjadi gadis cantik jelita dan membuat penasaran para Gedeng di
pelosok daerah.
Pada saat diperjalanan menuju kampung halaman, Panguragan bertemu dengan para
penjahat yang mengganggu dirinya, sontak perlakuan kasar para penjahat itupun dibalasnya dengan
perkelahian dan akhirnya merekapun tersungkur tak bisa mengalahkan kehebatan Panguragan.
Setelah itu panguragan bertemu dengan Ki Kuwu Cirebon dan melepaskan kerinduannya.
Kepulangan Panguragan sontak menjadi daya tarik para Gedeng untuk menaklukan hati si
Panguragan. Perselisihan pun terjadi diantara para Gedeng, hingga keributanpun sering terjadi.
Melihat situasi tersebut akhirnya penguragan memberikan syarat kepada para Gedeng, barangsiapa
yang bisa mengalahkan dirinya maka orang itu akan menjadi jodohnya dan para Gedengpun
bersemangat menjadi orang yang bisa mengalahkan panguragan.
Dimulailah pertarungan itu, dimulai dari Ki Gedeng Plumbon yang besar mulutnya tak bisa
menangkis serangan dari Panguragan, hingga tersungkurlah ia tak berdaya. Pertarungan dilanjutkan
oleh KI Gedeng Plered yang kaya raya dan memiliki ilmu silatnya yang tinggi. Tapi apalah daya saat
tendangan bersarang di perutnya membuat ia tersungkur dan membuatnya tak mampu melanjutkan
pertarungan. Setelah Ki Plered kalah maka dilanjutkan oleh Ki Gedeng Sedong yang mencoba
kedigdayaan Panguragan, meskipun dengan beberapa ajian yang dikeluarkannya lagi-lagi tak bisa
menangkis kerasnya pukulan panguragan hingga akhirnya tanahlah yang menjadi akhir
kesombongannya. Pertarungan masih berlanjut kali ini dengan seorang yang tampan rupawan,
merupakan anak seorang kanjeng gusti rama Indramayu yang bernama Jaya Kusuma yang ikut
menjajal kehebatan Panguragan, pertarungan sengitpun terjadi. Ternyata jaya kusuma seorang yang
berilmu tinggi sehingga membuat Panguragan kuwalahan, tangkisan dan pukulan mengiringi usaha
jaya kusuma, tapi apalah daya saat kaki Panguragan mendarat di perutnya yang membuat ia
tersungkur dan akhirnya tak mampu melanjutkan pertarungannya.
Dari sekian banyak orang yang berusaha mengalahkan Panguragan, tak seorangpun yang
bisa mengalahkan dirinya. Hingga sampai akhirnya datang seorang berketurunan Arab meminta
untuk mencoba kehebatan Panguragan. Setelah di setujui maka berlanjutlah pertarungan, kali ini
sepertinnya panguragan bertemu dengan seorang yang seimbang ilmunya. Seluruh kemampuan
sudah keluarkan tapi ternyata masih juga belum bisa dikalahkan, hingga akhirnya dijatuhkanlah
Panguragan yang menandai kekalahnya. Setelah dikalahkan akhirnya panguraganpun sudi untuk
dipersunting olah seorang yang tak dikenal itu. Kemudian ia memberi tahukan kepada Ki Kuwu
Cirebon bahwa orang tersebutlah yang dapat mengalahkan dirinya, dan sesuai janjinya ia pun mau
dipersunting olehnya. Ki Kuwu Cirebon penasaran siapakan gerangan, ternyata anak muda gagah
dan mempesona yang bernama Ki Gedeng Karangkendal alias Sarif Palsu alias Syeh Magelung yang
sakti mandraguna dari negeri Syam yang sedang berguru kepada Sunan Gunung Jati.
DRAMA KOLOSAL DAERAH CIREBON
NYI MAS GANDA SARI

Lakon :
1. Nyimas Gandasari : Annisa Aulia
2. Nyimas Gandasari Kecil : Cyndi
3. Ki Kuwu Cirebon : Hafidz Ebril
4. Bidadari : PNDY, Intan, Nuri, Afni
5. Penjahat : Miske, Amanda
6. Ki Gedeng Plumbon : Adel
7. Ki Gede Plered : Annisa AW
8. Ki Gedeng Sedong : Adeayu
9. Jaya Kusuma : Marshel
10. Ki Gedeng Karangkendal : Ari
11. Sunan Gunung Jati : Hasna
12. Ngaji : Dian, Azkia
13. Teman Gandasari : Isnani dan Dwi

Karakter :
1. Nyimas Gandasari :
2. Nyimas Gandasari Kecil :
3. Ki Kuwu Cirebon :
4. Bidadari :
5. Penjahat :
6. Ki Gedeng Plumbon :
7. Ki Gede Plered :
8. Ki Gedeng Sedong :
9. Jaya Kusuma :
10. Ki Gedeng Karangkendal :
11. Sunan Gunung Jati :
12. Ngaji :
13. Teman Ganda Sari :

Properti yang dibutuhkan :


1. Baju-baju yang sesuai dengan karakter
2. Senjata dari masing-masing gedeng
3. Aksesoris tambahan seperti : tasbih, tongkat, dsb
4. Alat make up
NASKAH DRAMA KOLOSAL PERPISAHAN
NYI MAS GANDASARI

ADEGAN I
Latar : Disebuah pantai ( suara debuaran ombak pantai )
Musik instrumental etnik sunda mengawali pembuka, Ki Kuwu Cirebon masuk dan duduk bersilah
bermunajat. Kemudian datanglah para bidadari membawa seorang bayi yang akan diberikan kepada
Ki Kuwu Cirebon.

( dua bidadari menari, seorang membawa bayi


dan seorang lagi menaburkan bunga kearah bayi tersebut )
~ Musik 2 menit ~

Bidadari 1 :
Wahai pertapa agung bukalah matamu, doamu telah terkabulkan, kutitipkan si Jabang bayi ini
kepadamu. Didiklah ia seperti anakmu sendiri.

Kuwu :
Alhamdulillah, terimakasih kanjeng nyai akhirnya doaku terkabul, ya saya berjanji akan menjaga dia
seperti kura-kura menjaga rumahnya.

( Musik intrumental dan para bidadari keluar panggung, diikuti Ki Kuwu )

ADEGAN II
Setting : Halaman rumah Ki Kuwu Cirebon

Musik Instrumental Beladiri Pencaksilat


Gandasari kecil masuk panggung dan langsung melakukan adegan silatnya.
Gerakannya sangat lincah. Durasi 2 Menit
Setelah beberapa lama, Gandasari kecil keluar panggung dan masuklah tiga orang (Gandasari besar,
dua temannya ) kemudian mereka menari adegan beladiri dan gandasari mengalahkan dua orang
temannya. Durasi 2 Menit.
Ki kuwu kemudian masuk panggung (terlihat lebih tua).

Ki Kuwu :
Panguaragan kemarilah, saatnya engkau aku bawa ke tempat untuk memperdalam agamamu.
Disana engkau akan diberi bekal untuk kehidupanmu kelak. Akan aku bawa engkau berguru kepada
sunan Gunung Jati.

Panguragan :
Ya rama, apapun perintahmu aku siap.

Ki Kuwu :
Bersiaplah, mari ikut bersamaku.

Panguaragan dan ki Kuwu keluar meninggalkan panggung.


Musik pengiring.
ADEGAN III
Setting : Di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati

Suasana Pondok dan suara mengaji dan sholawat


Terlihat Sunan Gunung Jati sedang mengajarkan Qiroah kepada dua orang muridnya. Durasi 2 Menit.
Beberapa lama masuklah Ki Kuwu dengan Panguragan.

Ki Kuwu :
Assalamualaikum

SGJ :
Waalaikumsalam

Kemudian Ki Kuwu dan panguragan masuk dan kemudian duduk

KI Kuwu :
Kanjeng sunan, saya mohon agar sunan berkenan menerima anak saya menimba ilmu disini,
namanya Panguragan. Saya mohon agar dia didik menjadi anak yang sholehah.

SGJ :
Insyaallah, akan ku didik dia seperti anaku sendiri.

Ki Kuwu :
Baiklah kalau begitu saya izin pulang.
(SGJ manggut2 dan Ki Kuwupun meninggalkan panggung)

Musik instrumental khas islami

SGJ :
Berdirilah nak, anak zaman sekarang harus benar-benar diajarkan ilmu agama, agar kelak ia dapat
terhindar dari kemaksiatan. Nauzubillah.

Musik Latar mengiringi SGJ dan Panguragan serta santrinya meninggalkan pondok.

ADEGAN III
Setting : Disebuah jalan pedesaan yang sepi
Musik instrumen Pengiring pedesaan.

2 orang penjahat masuk kearah panggung dan menari kegirangan. Durasi 2 Menit.
Setelah musik berhenti Panguragan masuk dan diganggu oleh dua orang penjahat.
Pada saat tangannya dipegang oleh penjahat kemudian panguragan menghentikan langkahnya. Dan
mengibaskan tangan penjahat terebut.
Panguragan Tampil dengan Senjata di Tubuhnya.

Penjahat 1 :
Euleuh..euleuhh.. eneng geulis ini galak.. masa tangan kakang dilempar-lempar gitu. Sini eneng
jangan malu-malu.

Panguragan :
Jangan kurang ajar kalian, atau saya...
Penjahat 2 :
Akan apa hayooo... duh eneng gadis secantik eneng ga boleh galak, harus baik-baik jawabnya. Sini
sama akang aja. Akang uangnya banyak loh.

Panguragan :
Kurang ajar kalian

Penjahat 1 :
Jangan sok jual mahal kau.. sini kalau berani

Terjadilah perkelahian diantara mereka bertiga, dan perkelahian itu dimenangkan oleh Panguragan.
Penjahat itupun lari meninggalkan panggung.
Kemudian masuklah Ki Kuwu Cirebon. Senang melihat penguragan telah kembali ke desanya.

Ki Kuwu :
Panguragan kau telah kembali

Panguragan :
Iya Rama, senang bisa ketemu rama kembali.

Adegan pelukan yang dilakukan oleh Ki Kuwu kepada Panguragan, tapi... eits ga kena..

Ki Kuwu :
Anaku kepulanganmu sudah dinantikan oleh para Gedeng, mereka bersiap mempersuntingmu..
Saya tidak bisa menolaknya.. kalau menolak maka habislah desa kita.

Panguragan :
Tatatapi rama saya tidak ingin menikah cepat..cepat.. (kemudian terdiam)
Baiklah kalau memang begitu, siapa yang bisa mengalahkanku dialah yang akan menjadi jodohku.
Mari rama kita temui mereka.

Ki Kuwu dan Panguragan pun keluar panggung diiringi musik pengiring.

ADEGAN IV
Setting : Dirumah Ki Kuwu Cirebon
Musik Pengiring latar / Instrumental

Merebak isu kepulangan Panguragan dari pondok SGJ membuat penasaran para Gedeng-Gedeng,
kecantikan Panguragan membuat siapapun ingin mempersuntingnya. Namun apalah daya para
Gedeng lebih berkuasa.
Masuklah 4 orang yang akan memperebutkan Panguragan. Mereka adalah para Gedeng yang
memiliki ilmu silat dan dari golongan kaya dan penguasa.

Ber 4 Menari tarian yanng menunjukan kehebatan mereka.


Kemudian ...

Ki Plumbon :
Hahahahaaa.. takan mungkin Panguragan akan memilih orang lain, lihat saya, tampan, gagah,
hahhaa.. tidak akan mungkin dia menolaku... Karena aku Ki Gedeng Plumbon penguasa alam raya
dan alam gaib.
Ki Plered :
Apa.. dia mau sama kamu?? Tidak mungkin.. lihatlah saya.. orang terkaya di dunia.. mau apa saja
bisa aku miliki... berapa..berapa... haha... belum kenal sama Ki Gedeng Plered..

Ki Sedong :
Sombong sekali kalian... Panguragan akan menjadi milik saya.. karena saya adalah keturunan raja
Galuh.. putra terbaik dari daerah pasundan

Arya Kusuma :
Mohon kisanak jangan berlebihan memuji diri sendiri, biarkanlah Panguragan yang akan memilih..

KI Plumbon :
Ah.. mendingan kalian yang pergi.. serahkan Panguragan padaku

Ki Plered, Ki Plumbon, Ki Sedong :


Ah tidak... tidak... di pasti memilihku... (saling bergantian)

Terjadilah perselisihan diantara mereka. Tarian perkelahian untuk laki-laki.


Kemudian Panguragan memasuki panggung. Melihat apa yang terjadi kemudian panguragan
memberi syarat kepada mereka.

Panguragan :
Hentikan !!! siapapun yang sanggup mengalahkanku maka dialah jodohku.

Mendengar apa yang dikatakan panguragan sontak para Gedeng dan Arya Kusuma merasa tertarik
untuk mencoba melawannya.

Musik Instrumental. Pengiring perkelahian


Dimulai dari Ki Gedeng Plumbon yang mencoba melawan Panguragan. Dengan tingkahnya yang aneh
membuat ia kuwalahan melawan Panguragan dan akhirnya diapun kalah.
Berlanjut oleh Ki gedeng Plered, dengan kemampuan beladirinya yang tinggi masih belum bisa
melawan panguragan, dan akhirnya ia pun tersungkur.
Dilanjutkan oleh Ki Gedeng Sedong, dengan ajian-ajiannya masih belum mampu melawan
Panguragan.
Terakhir arya kusuma mencoba kehebatan Panguragan. Ternyata ilmu Arya kusuma cukup tinggi
membuat panguragan merasa kuwalahan. Dengan berbagai jurus yang dikeluarkan oleh arya kusuma
belum bisa menaklukan Panguragan. Akhirnya arya kusuma pun kalah.

Panguragan :
Huh.. ternyata tidak ada satu orangpun yang bisa mengalahkanku.. mereka tidak layak menjadi
pendamping hidupku.

Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang merasa penasaran dengan kejadian yang terjadi, dan
bermaksud untuk mencoba melawan panguragan.

Ki Karang Kendal
Maaf kisanak, saya tertarik dengan sayembara ini, izinkan saya untuk mencobanya..

Panguragan :
Silahkan kalau kamu mau mengalahkanku maka bersiaplah menerima pukulanku...
Adegan perkelahianpun terjadi, panguragan menerima banyak pukulan begitupun Ki Karang kendal
yang menerima tendangan dari Panguragan. Pertarungan sengit terjadi, berbagai ajian dikeluarkan
oleh mereka berdua.. tapi kali ini Ki Karangkendal lebih beruntung dan pukulan kearah wajahnya
menyudahi perkelahian. Panguragan terjatuh dipangkuan Ki Karang kendal menimbulkan pandangan
pertama yang menggoda. ( Musik Pandangan pertama. )
Panguragan masih belum bisa menerima kekalahannya, hingga akhirnya Panguragan mengakui
kekalahan dari Ki Karangkendal. Sehingga ia mau menerima karang kendal sebagai jodohnya.
Durasi 5 menit.

Panguragan :
Baiklah aku akui kekalahanku, maka akan aku tepati janjiku, kau boleh mempersuntingku.

Ki Kuwu :
Bagaimana Panguragan apakah kamu sudah menemukan orang yang bisa mengalahkanmu??

Panguragan :
Su..sudah rama.. dialah orangnya..

Ki Kuwu :
Siapakah kisanak gerangan dan dari daerah mana ?

Ki Karang Kendal :
Saya Ki Gedeng Karang Kendal dari syam.

Ki Kuwu :
Baiklah, karena kamu telah mengalahkan putriku maka aku restui kamu menjadi calon suaminya.

KI Kuwu, Ki karang Kendal dan Panguragan saling bergandeng tangan dan menyudahi pertunjukan.

Narasi :
Akhirnya dengan kekalahan panguragan menandakan Ki KarangKendal adalah calon suaminya. Dan
akhirnya mereka menikah, dan hidup bahagia. Bagi masyarakat daeran Cirebon
Panguragan lebih dikenal sebagai Nyi Mas Ganda Sari dan Ki Gedeng karang kendal sebagai Syeh
Magelung.

Terima kasih