Anda di halaman 1dari 44

Panduan Pengguna

Piranti Lunak (Software) Peringatan Dini Surveilans


Penyakit Menular
Kata Pengantar

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan rahmat dan petunjuk-Nya
sehingga buku Panduan Pengguna Piranti Lunak (Software) Peringatan Dini Surveilans Penyakit
Menular ini selesai disusun melalui proses yang cukup panjang.

Buku tentang EWARS (Early Warning Alert and Respons System) terdiri dari tiga seri buku yaitu:
1. Buku Pedoman Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons
2. Buku Algoritma Diagnosis Penyakit dan Respons serta Format Penyelidikan Epidemiologi
3. Buku Panduan Pengguna Piranti Lunak (Software) Peringatan Dini Penyakit Menular

Buku ini ditujukan bagi petugas surveilans di tingkat Propinsi dan Kabupaten sebagai pedoman
dalam menjalankan piranti lunak peringatan dini surveilans penyakit menular. Buku ini disusun
secara sederhana dengan tambahan beberapa gambar visual seperti yang ditampilkan pada layar
monitor agar mudah dimengerti dan dapat dipraktekan bagi pengguna.

Akhirnya disampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam
penyusunan pedoman ini semoga pedoman ini dapat digunakan oleh seluruh propinsi dan
kabupaten di Indonesia sehingga Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon dapat berjalan lebih
optimal.

Jakarta, Februari 2009


Direktur SEPIM-KESMA

Dr. H. Andi Muhadir, MPH


Sambutan Direktur Jenderal PP & PL

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan rahmat dan petunjuk-Nya
sehingga buku Panduan Pengguna Piranti Lunak (Software) Peringatan Dini Surveilans Penyakit
Menular ini dapat terwujud.

Kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan salah satu anggota dari organisasi Persatuan
Bangsa-Bangsa (PBB) yang selalu mendukung kebijakan dari organisasi tersebut apabila tidak
bertentangan dengan kebijakan nasional maupun internasionalnya. Indonesia yang telah
meratifikaskasi IHR (International Health Regulation) tahun 2005 mau tidak mau harus mengikuti
dan menjalankan aturan tersebut. WHO telah menyatakan bahwa IHR 2005 mulai
diimplementasikan pada 15 Juni 2007 tetapi kepada seluruh negara masih diberikan waktu selama
5 tahun hal ini sesuai dengan IHR, Bab II, Pasal 5, ayat 1 dinyatakan bahwa Suatu Negara harus
mengembangkan, memperkuat, dan memelihara kemampuan untuk mendeteksi, menilai, dan
melaporkan kejadian sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran 1 IHR (Kapasitas Inti Bidang
Surveilans Dan Respons Yang Harus Dipenuhi), sedini mungkin dan paling lambat lima tahun sejak
diberlakukannya IHR.

Disamping itu Indonesia juga merupakan negara yang selalu komit terhadap komitmen global
seperti eradikasi polio, eliminasi TN, reduksi maupun eliminasi campak, eliminasi malaria,
pengendalian HIV/AIDS maupun TB Paru. Untuk eradikasi polio, Indonesia mengalami KLB Polio
tahun 2005 dengan jumlah sebanyak 349 kasus (termasuk 46 kasus VDVP tipe 1) dan dapat
ditangani dengan baik untuk memutus mata rantai penularan melalui PIN sehingga sampai saat ini
tidak ditemukan kembali virus polio. Untuk menjaring kasus polio maka surveilans AFP yang
optimal juga sangat berperan penting.

Dalam era globalisasi ini mobilisasi manusia maupun barang sudah sangat tinggi dan sangat cepat.
Tetapi kondisi ini juga dapat dilihat sebagai sebuah ancaman misalnya transmisi penyakit menular
dari suatu negara ke negara lain. Salah satu contoh adalah KLB Polio di Indonesia tahun 2005
terjadi karena ada import virus polio dari negara lain. Selain itu saat ini dunia telah mengalami
perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global yang semakin cepat. Kondisi ini juga
akan mempengaruhi pola dan jenis penyakit potensial wabah secara langsung maupun tidak
langsung misalnya seperti malaria, dbd, maupun penyakit new emerging seperti flu burung.

Indonesia yang letaknya strategis secara geografis masih memiliki beberapa penyakit potensial KLB
seperti malaria, DBD, diare, kolera, difteri, antrax, rabies, campak, pertusis, maupun ancaman flu
burung pada manusia. Penyakit-penyakit tersebut apabila tidak dipantau dan dikendalikan maka
akan mengancam kesehatan masyarakat Indonesia dan menyebabkan KLB yang lebih besar atau
bahkan dapat menyebar ke negara tetangga lainnya.

Dengan latar belakang itu semua maka sangat penting pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan
Respons ditingkatkan kembali di seluruh wilayah di Indonesia.
Kelebihan dari sistem yang dibangun ini, pada perangkat lunaknya adalah dapat menampilkan sinyal
alert adanya peningkatan kasus melebihi nilai ambang batas di suatu wilayah baik wilayah kerja
puskesmas, kabupaten maupun propinsi. Output yang dihasilkan dapat berupa tabel, grafik, maupun
peta.

Semoga buku ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan Sistem Kewaspadaan Dini
dan Respons di Indonesia.

Jakarta, Februari 2009


Direktur Jenderal PP & PL

Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama


1. Daftar Isi
1. Daftar Isi ........................................................................................................................................... 3
2. Pendahuluan .................................................................................................................................... 6
2.1. SKD & Respons........................................................................................................................... 6
3. Konsep dari Tampilan Grafis Pengguna (Graphical User Interface)................................................. 7
3.1. Pendahuluan .............................................................................................................................. 7
3.2. Tampilan Pohon (Tree view) ...................................................................................................... 7
4. Fungsi Aplilasi/Software ................................................................................................................... 9
4.1. Tampilan Layar Awal.................................................................................................................. 9
4.1.1. Backup ........................................................................................................................... 10
4.2. Manajemen Daerah ................................................................................................................. 10
4.2.1. Hierarki Manajemen Daerah ............................................................................................ 11
4.2.2. Detil Daerah (Lokasi) ........................................................................................................ 13
4.2.3. Detil Fasilitas .................................................................................................................... 14
4.2.4. Kontak .............................................................................................................................. 15
4.2.5. Informasi lainnya .............................................................................................................. 15
4.2.6. Daerah Administrasi dibawahnya .................................................................................... 15
4.2.7. Populasi Daerah ............................................................................................................... 16
4.3. Pemasukan Data (Data Entry).................................................................................................. 16
4.3.1. Memilih Ranting/Tingkat Node ..................................................................................... 16
4.3.2. Melihat dan memodifikasi laporan data .......................................................................... 18
4.3.3. Membuat tampilan layar pemasukan data baru ............................................................. 20
4.4. Laporan .................................................................................................................................... 22
4.4.1. Laporan ACCESS sesuai pengaturan pengguna ................................................................ 23
4.4.2. Laporan HTML dan WORD ............................................................................................... 23
4.5. Menelusuri data yang ada ....................................................................................................... 28
4.6. Extractor Cross Query .............................................................................................................. 30
4.6.1. Memilih daerah (lokasi) ................................................................................................... 31
4.6.2. Memilih Indikator ............................................................................................................. 34
4.6.3. Memilih kisaran tanggal dan penyakit ............................................................................. 35
4.6.4. Melihat dan mengekspor hasil ......................................................................................... 36
4.6.5. Menyimpan dan memanggil ulang queries...................................................................... 38
4.7. Impor dan ekspor .................................................................................................................... 40
4.7.1. Mengekspor data ke tingkat lebih tinggi ......................................................................... 41
4.7.2. Ekspor dan Pengiriman .................................................................................................... 42
4.7.3. Menimpor data dari tingkat yang lebih rendah - menggabungkan data ......................... 42
4.8. Kejadian ................................................................................................................................... 43
2. Pendahuluan

2.1. SKD & Respons

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons merupakan suatu system yang berfungsi untuk mengetahui
pergerakan suatu penyakit menular tertentu dari waktu ke waktu dengan memberikan sinyal alert
bila jumlah kasusnya melebihi nilai ambang yang telah ditentukan, sehingga membantu pengelola
program surveilans dalam mendeteksi adanya indikasi KLB yang mendorong program untuk
melakukan suatu respons cepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Fungsi peringatan dini surveilans penyakit menular menuntut data dikumpulkan dan dianalisis dalam
rentang waktu yang secepat mungkin untuk memastikan deteksi dini dari pola penyakit yang
membutuhkan verifikasi, investigasi dan respons.

Alat atau aplikasi ini dapat memperkuat sistem surveilans penyakit menular dengan menyediakan
kemampuan untuk memasukkan data, menukar data serta analisis otomatis rutin dari data surveilans
dalam situasi khusus dan terjadi peringatan yang membutuhkan tindakan serta respons cepat dari
epidemiolog yang bertanggungjawab.
3. Konsep dari Tampilan Grafis Pengguna (Graphical User
Interface)

3.1. Pendahuluan

Tampilan Grafis Pengguna (graphical user interface) telah dirancang dengan tujuan memberikan
pengguna kemampuan untuk:

- Navigasi dengan mudah pada layar


- Memasukan data (data entry) yang mudah

Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan tampilan Pohon (tree view) herarkis

Resolusi layer:
Resolusi layer minimal yang dibutuhkan adalah 1024 x 768.

3.2. Tampilan Pohon (Tree view)

Tampilan Pohon (tree-view) merupakan salah satu cara untuk menampilkan susunan herarkis, yang
akan memberikan kemampuan bagi pengguna untuk menavigasi peralatan yang berbeda dan juga
pada daerah (lokasi) herarkis, laporan data yang berbeda.
Sebagian dari tampilan pohon: tersebut telah ditentukan sebelumnya, akan tetapi sebagian lain
akan berubah ketikan data pengguna juga berubah.

Tampilan pohon (tree view) tersebut dapat tampil sebagai tampilan layer sebagai berikut:

Adapun tiga tindakan yang dapat diperbuat dengan tampilan pohon (tree view) berikut:
Mengembangkan ranting: Dengan meng-klik tanda [+] kecil didepan ranting, ranting tersebut akan
mengembang sehingga semua anak ranting dibawahnya akan terlihat. Ketika ranting dikembangkan,
tanda [+] kecil akan menjadi tanda [-] kecil.

Mengecilkan ranting: Dengan meng-klik tanda [-] kecil didepan ranting, ranting tersebut akan
mengecil sehingga semua anak ranting dibawahnya tidak akan terlihat lagi. Langkah ini digunakan
agar tampilan pohon (tree view) beraturan. Ketika terlalu banyak ranting dikembangkan, akan
mempersulit pengguna untuk menavigasi. Dengan demikian ketika pengguna sudah selesai
menggunakan anak ranting dari ranting induknya, ia semestinya mengecilkan ranting tersebut
kembali.

Memilih ranting: Dengan meng-klik pada bagian teks dari ranting tersebut, ranting tersebut akan
berubah menjadi warna biru dan halaman yang terkait dengannya akan tampil pada sebelah kanan
layer. Masing-masing ranting mempunyai halaman terkait yang berbeda-beda; masing-masing
halaman tersebut akan dibahas pada bab berikutnya. Ketika tidak terdapat halaman yang terkait
dengan sebuah ranting, maka halaman pertama yang akan tampil.
4. Fungsi Aplilasi/Software

4.1. Tampilan Layar Awal

Layar utama yang tampil paling awal ketika aplikasi di jalankan adalah sebagai berikut;

Elemen yang terdapat pada tampilan layer awal ini antara lain:

Tampilan pohon (tree view) yang dijelaskan pada bab sebelumnya (pada sisi kiri layar)
Daftar dengan pilihan bahasa yang dapat digunakan (di tengah layer)
Tombol Backup yang dapat digunakan untuk backup data dalam database
Tombol Close application untuk menutup aplikasi dengan benar.
4.1.1. Backup

Administrator aplikasi telah sebelumnya mendefinisikan daerah dimana salinan data tersimpan
ketika tindakan backup dilakukan. Pesan berikut ini akan muncul ketika backup dilakukan dengan
sempurna.:

Apabila pesan seperti yang berikut ini tidak muncul ketika melakukan tindakan backup, segera
hubungi administrator untuk memeriksa lokasi penyimpanan data backup serta ketersediaan ruang
yang memadai di harddisk.

4.2. Manajemen Daerah

Modul aplikasi ini memberikan kemampuan pengguna untuk membuat daftar unit pelaporan serta
daerah/lokasi yang dapat melaporkan data kepada system data pusat. Daftar daerah/lokasi tersebut
disebut sebagai hierarki. Angka didepan daerah/lokasi tersebut menunjukkan tingkatan (contoh. 1 =
Propinsi, 2 = Kota/Kabupaten, 3 = Kecamatan dan 4 = Puskesmas).
4.2.1. Hierarki Manajemen Daerah

Hubungan hierarcki dari Manajemen daerah digambarkan pada tampilan pohon (tree view) pada
bagian Manajemen Daerah dan akan terlihat seperti ini:

Dengan mengembangkan dan mengkecilkan unit ranting seperti dijelaskan pada bab sebelumnya,
pengguna dapat bernavigasi dalam heirarki manajemen daerah.
Masing-masing daerah dimana aplikasi software ter-install akan tertampilkan heirarki daerah sesuai
lokasi daerahnya. Contohnya, seperti diatas, bila software ter-install untuk untuk Provinsi Lampung
maka akan tersedia tampilan heirarki daerah sebagai berikut:
4.2.2. Detil Daerah (Lokasi)

Ketika pengguna meng-klik pada sebuah daerah, daerah tersebut akan terseleksi (tertandai garis
biru) dan bagian kanan layar akan berubah menjadi layar yang memperbolehkan pengguna membaca
dan mengubah informasi (bila mode administrasi di-aktifkan) terkait dengan daerah yang terseleksi
seperti tampilan layar berikut ini:

Pada tampilan layar ini, pengguna dapat merubah informasi antara lain dari:

Nama dan singkatan daerah


Nama daerah (wajib diisi)

Kode geografis/administrasi
ID kode identitas (terhasilkan secara otomatis):
Merupakan kode khusus dalam keseluruhan database. Kode tersebut terhasilkan secara
otomatis ketika lokasi daerah baru dimasukkan dan tidak dapat dirubah secara manual.
ID singkat (terhasilkan secara otomatis):
Kode tersebut terhasilkan secara otomatis ketika lokasi daerah baru dimasukkan dan tidak
dapat dirubah secara manual.
ID regional:
Bagian ini diisi dengan teks. Pada bagian ini kode dapat diisi dengan kode
negara/daerah/lokasi yang sesungguhnya digunakan (contoh. Kode administrative atau kode
pos).
ID regional singkat:
Bagian ini diisi dengan kode singkat dari kode negara/daerah/lokasi yang sesungguhnya
digunakan (contoh. Kode administrative atau kode pos).
Geocode HM:
Kode ini mewakili kode/angka yang digunakan untuk mengidentifikasi bentuk polygon dari
peta elektronik bila tersedia.

4.2.3. Detil Fasilitas

Tampilan layar ini berisi informasi yang terkait dengan satu daerah/lokasi.

Informasi data yang dapat ditampilkan dan dirubah tergantung pada daftar yang disediakan oleh
administrator.
Contoh diantaranya adalah:
Tipe struktur (contoh. umum atau swasta)
Tipe surveilans (contoh. mingguan)
Tipe kekhususan (contoh. umum)
Tipef facilitas (contoh. kabupaten, provinsi)

4.2.4. Kontak
Bagian ini berisikan infomasi kontak yang dapat dihubungi dengan informasi antara lain:
Nama kontak tersebut
Alamat e-mail kontak tersebut
No telpon kontak tersebut

4.2.5. Informasi lainnya

Bagian ini berisikan informasi lebih lanjut terkait dengan informasi daerah (lokasi):

Apabila suatu daerah (lokasi) aktif atau tidak dalam sistem surveilans ini, dan kita tetap ingin
menyimpan informasi mengenai daerah (lokasi) tersebut serta data yang sudah terkumpulkan. Maka,
daripada menghapuskan sama sekali semua informasi dan data dari daerah (lokasi) tersebut, kita
dapat mengatur agar daerah tersebut tidak aktif dalam system dengan cara menghilangkan tanda
centang pada kotak Dipakai.

Informasi tambahan yang dapat diberikan antara lain:


Jumlah Bangsal/Bagian
Jumlah tempat tidur yang tersedia
Populasi

4.2.6. Daerah Administrasi dibawahnya

Bagian ini merupakan daftar daerah (lokasi) yang berada di dibawa daerah (lokasi) yang tertampil
pada bagian atas layar, dengan informasi antara lain:
Nama
Pilihan (kotak centang) apakah daerah (lokasi) tersebut dipakai atau aktif
Penambahan daerah (lokasi)
Menghapus daerahh (lokasi), click pada kotak didepan baris dan kemudian pilih Delete.

Catatan: sebuah daerah (lokasi) tidak dapat dihapus apabila di dalam database system daerah (lokasi)
tersebut memiliki tingkat administrasi dibawahnya, yang terkait dengan daerah (lokasi) tersebut. Bila
anda tetap menginginkan menghapus daerah (lokasi) tersebut semua daerah (lokasi) dibawahnya
serta data yang terkait harus dihapuskan terlebih dahulu.
4.2.7. Populasi Daerah

Bagian ini berisi informasi mengenai daerah (lokasi) pada waktu yang tertentu dan tersedia
(informasi ini terkait dengan daerah (lokasi) yang tertampil pada bagian atas layar).

Cattata: Data populasi hanya perlu diisi untuk tingkat daerah (lokasi) yang paling rendah dimana data
tersedia. Perhitungan dan kalkulasi untuk daerah (lokasi) yang berada di tingkatan diatasnya akan
dilakukan secara otomatis (lihat bagian daerah (lokasi) pada panduan administrator)

4.3. Pemasukan Data (Data Entry)


Modul atau tampilan layar ini, merupakan tampilan layar dimana pengguna dapat melihat, membuat
(entry) dan memodifikasi data masing-masing daerah (lokasi).

4.3.1. Memilih Ranting/Tingkat Node

Pada tampilan pohon tree view yang terdapat pada bagian kiri layar, pengguna dapat melihat
cabang ranting/tingkat Root node yang disebut Pemasukan Data (Entry Data).
Dengan mengembangkan cabang ranting/tingkat tersebut, pengguna kemudian dapat melihat
hierarki daerah (lokasi) seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya. Formulir pemasukkan data
dapat dibuka untuk daerah (lokasi) yang aktif dilihat (ter-kotaki).
Bila data telah dimasukkan untuk system untuk sebuah daerah (lokasi), maka akan muncul
ranting/tingkat baru dengan judul laporan yang sudah ada yang berurutan berdasarkan tahun dan
tanggal.
4.3.2. Melihat dan memodifikasi laporan data
Bila data telah dimasukkan untuk system untuk sebuah daerah (lokasi), maka akan muncul
ranting/tingkat baru dengan judul laporan yang sudah ada, pengguna dapat kemudian melihat
daftar berdasarkan tahun yang mewakili tahun dimana data tersedia untuk tempat yang terseleksi.

Dengan mengembangkan ranting/tingkat yang terpilih berdasarkan tahunnya, pengguna kemudian


dapat melihat daftar laporan data berdasarkan dan sesuai unit waktu yang digunakan dalam
pemasukan data. Tergantung dari pengaturan sistem unit waktu yang dapat dipilih antara lain:

Harian
Mingguan
Bulanan
Tri-wulan (per tiga bulan)
Tahunan

Dengan memilih salah satu dari unit waktu yang tersedia tersebut, pengguna dapat melihat tampilan
layer sedikit berbeda sesuai dengan konfigurasi yang telah ditetapkan oleh administrator. Layar
tersebut memberikan kemampuan pengguna untuk melihat dan memodifikasi informasi berikut ini:
Nama daerah (lokasi) dan tingkatan kedudukannya (tidak dapat dimodifikasi)
Tipe unit waktu (Mingguan, harian)
Tahun (pengaturan ini secara otomatis sesuai tahun yang sedang berlangsung)
Unit waktu sesuai unit waktu yang telah terpilih dalam pengaturan and hari pertama dari unit
waktu yang digunakan (contoh. Hari pertama dalam minggu untuk unit waktu mingguan)
Hari pertama dari unit waktu yang terpilih (dalam bentuk tanggal) akan tertampilkan
Kode khusus dari daerah/lokasi (tidak dapat dimodifikasi)
Tanggal pelaporan data dimasukan ke dalam system, yang telah diseleksi. Tanggal tersebut
tidal dapat dimodifikasi lagi.
Tanggal data diterima (tanggal dimana data untuk laporan diterima).
Tanggal modifikasi terakhir dari pelaporan tersebut. Tanggal ini kemudian digunakan
dikemudian hari untuk menentukan laporan data mana yang akan diekspor ke tingkat lebih
tinggi.

Tombol Hapus formulir laporan data memungkinkan pengguna untuk menghapus secara utuh
formulir laporan data beserta semua data yang terkait dengan daerah (lokasi) yang terseleksi dan
tanggal-nya.
4.3.3. Membuat tampilan layar pemasukan data baru

Bila pengguna melihat dan memilih nama daerah (lokasi) pada tampilan pohon tree view,
pengguna disediakan oleh tampilan layar yang berisikan informasi sebagai berikut:
Nama daerah (lokasi) dan tingkat kedudukannya (tidak dapat dimodifikasi)
Tipe unit waktu yang digunakan (tidak dapat dimodifikasi)
Tahun yang berjalan (ini secara otomatis tertera sesuai tahun yang berjalan)
Unit waktu sesuai dengan unit waktu yang digunakan dalam pengaturan serta hari pertama
dari unit waktu yang digunakan (contoh. bila terpilih mingguan, hari pertama yang digunakan
dalam minggu tersebut).
Ini secara otomatis ditetapkan hari berikutnya (minggu, bulan..) setelah pemasukan data
paling kini. Contoh, bila pengguna memasukkan data untuk tanggal 2006-06-11, secara
otomatis hari berikutnya adalah 2006-06-12.
Hari pertama dan terakhir dari unit waktu yang dipilih (dalambentuk tanggal) akan tertampil
dibagian bawah layar.
Kode Negara dan GeoKode dari sebuah daerah (lokasi) (tidak dapat dimodifikasi)

Daerah (lokasi) yang terpilih menentukan untuk daerah (lokasi) mana tampilan pemasukan data akan
digunakan. Dengan meng-klik tombol Masukkan laporan databaru, sebuah laporan data baru
akan tertampilkan berisikan informasi secara otomatis, antara lain:
Nilai dari tampilan layar sebelumnya akan diulang (tidak dapat dimodifikasi)
Tanggal pemasukan data pada saat laporan data tersebut dibuat (tidak dapat dimodifikasi)
Tanggal diterima (tanggal dimana formulir laporan diterima)
Tanggal perubahan/modifikasi terakhir dari laporan tersebut.

Setelah pengguna telah menentukan daftar informasi data, data tersebut dapat dimasukkan kedalam
table data, seperti angka kasus dan kematian.Data yang telah dimasukkan secara otomatis disimpan
bila menekan tombol Enter () atau tombol Tab atau dengan mengaktifkan baris (sel) baru
dengan mouse. Tombol panah () dan tombol Tab dapat juga digunakan untuk berpindah
dari sel satu ke lainnya.

Tombol Hapus formulir pemasukan data memberikan pengguna untuk menghapus secara utuh
formulir pemasukan data beserta semua data yang terkait dengan daerah (lokasi) dan tanggal
tersebut.

Perhatian: Bila formulir pemasukan data baru dibuka dan ditutup lagi tanpa memasukkan data
apapun kedalamnya maka pengguna akan diberi peringatan untuk memilih menyimpan atau
menghapus formulir pemasukan data yang kosong tersebut.
Catatan:
Bila semua atau hampir semua nilai data yang akan dimasukkan berupa angka 0, pengguna dapat
menggunakan tombol Isi dengan angka 0 yang akan secara otomatis mengisikan semua baris yang
kosong dengan angka 0. Penggunaan tombol tersebut harus dengan teliti dan hati-hati untuk
menghindari kesalahan dalam pemasukan data. Cara yang terbaik untuk menggunakan fasilitas
tersebut adalah dengan mengisikan data/angka yang bukan 0 terlebih dahulu, kemudian diperiksa
ulang pemasukkan data yang telah dilakukan dilanjutkan dengan menggunakan tombol Isi dengan
angka 0.

4.4. Laporan

Dengan meng-klik ranting/tingkat Laporan, pengguna akan melihat tampilan layar berikut ini:

Terdapat 3 tipe laporan yang dapat diciptakan:

Laporan ACCESS sesuai pengaturan pengguna


Laporan dalam bentuk HTML interaktif yang panjang
Laporan singkat (Laporan Morbiditas / Mortalitas) (Dalam format HTML atau WORD)
4.4.1. Laporan ACCESS sesuai pengaturan pengguna

Laporan Acces yang sebelumnya dibuat sesuai pengaturan administrator dapat dibuat dan
ditambahkan dalam ranting/tingkat Laporan. Pada contoh tampilan layar diatas laporan dengan
bentuk seperti ini dinamakan Place-List. Dengan meng-klik ranting ranting/tingkat teresbut
akan membukan tampilan layar seperti diatas.
Dengan meng-klik tombol Launch report, laporan tersebut dapat:
Tertampilkan pada layar bila kotak print directly tidak dicentang.
Secara langsung dicetak ke printer bila kotak print directly telah tercentang

4.4.2. Laporan HTML dan WORD

Agar dapat menghasilkan laporan dalam bentuk HTML dan Word, parameter-parameter berikut
harus terisi:
Tipe unit waktu (merupakan frekuensi waktu dasar dari pemasukkan data)
Tahun yang terpilih
Unit waktu yang terpilih (unit waktu yang akan digunakan dalam pembuatan laporan)
Tipe agregasi data (mingguan atau bulanan, dst)
Informasi tambahan tersedia termasuk unit waktu (minggu minggu keberapa dari tahun tanggal
mulainya minggu tersebut). Bila hari terakhir dari minggu yang terpilih berada di waktu yang akan
datang dari unit waktu yang terpilih maka akhir dari unit waktu yang terpilih akan berwarna merah.
Laporan HTML interaktif panjang:

Parameter-parameter tambahan terkait jumlah unit waktu (contoh. jumlah minggu) yang akan
digunakan dalam tabel dan grafik dapat juga ditentukan sesuai kebutuhan pengguna. Secara default
nilai yang telah ditentukan dalam pengaturan awal merupakan nilai yang digunakan.
Setelah laporan HTML diciptakan, tampilan layar awal (Halaman Index) secara otomatis akan terbuka
dalam browser HTML yang default pada komputer.

Untuk tiap bagian dalam laporan waktu ketika laporan tersebut diciptakan tercatat dibawah serta
masing-masing link halaman HTML memiliki tanggal kapan tercipta pada bagian atas halaman.

Halaman Awal dari laporan HTML dapat kapanpun diakses menggunakan tombol Buka Laporan
HTML yang tercipta. Daftar, yang kemudian akan tampil, memperbolehkan penggunauntuk memilih
dan membuka salah satu laporan yang sudah tersimpan, sebgai contoh dapat berupa salah satu
laporan mingguan atau bulanan.

Catatan: Harus diingat bahwa data yang baru dimasukkan hanya akan tampak bila laporan dibuat lagi
dari awal. Pembuatan dari laportan HTML akan membutuhkan beberapa menit sesuai dengan
pengaturan awal sistem dan piranti keras (hardware) dari komputer anda. Baik untuk masing-masing
tanggal, peringatan penyakit, tabel dan grafik akan terbaharui dan dibuat.

Laporan pendek, morbiditas / mortalitas dalam format HTML dan WORD.

Pada tampilan layar ini tampak juga jumlah unit waktu (contoh. minggu) yang akan dipilih untuk
dimasukkan dalan tabel dan grafik dapat diatur. Secara default nilai yang akan tampil merupakan nilai
yang ditentukan dalam pengaturan awal.
Laporan morbiditas / mortalitas akan terbuat dalam dalam format HTML dan Word pada saat yang
bersamaan.

Setelah laporan selesai dibuat maka laporan HTML tersebut akan terbuka secara otomatis. Laporan
dalam format Word yang juga terbuat akan tersimpan dalam folder Report dari di dalam aplikasi.
Laporan dalam format Word tersebut dapat dengan mudah di-edit. Contoh. Untuk menyediakan
informasi lebih detil mengenai wabah penyakit yang sedang berlangsung dst.

Laporan HTML dan Word yang telah tersimpan dapat kapanpun diakses dan dibuka menggunakan
tombol Bukan Laporan HTML / WORD yang ada. Daftar yang kemudian tampil memperbolehkan
pengguna untuk memilik salah satu dari laporan yang ada (contoh.) dapat berupa laporan HTML
mingguan atau bulanan atau salah satu laporan Word yang tersedia.

Catatan: Harus diingat bahwa data yang baru dimasukkan hanya akan tampak bila laporan dibuat lagi
dari awal. Pembuatan dari laportan HTML akan membutuhkan beberapa menit sesuai dengan
pengaturan awal sistem dan piranti keras (hardware) dari komputer anda. Baik untuk masing-masing
tanggal, peringatan penyakit, tabel dan grafik akan terbaharui dan dibuat.
4.5. Menelusuri data yang ada

Dengan memilih meng-klik ranting/tingkat Penelusuran, pengguna diberikan tampilan layar yang
memperbolehkan pengguna untuk menelusuri laporan data yang ada.

Pengguna tidak wajib mengisi semua parameter penelusuran untuk memulai penulusuran, hanya
parameter sesuai dengan keinginan penelusurannya.

Tampilan layar penelusuran, dapat tampak sedikit berbeda tergantung pengaturan administrator.

Pengguna dapat memilih criteria-kriteria antara lain:

Penyakit
Kelompok umur
Indikator (kasus, kematian, dst.)
Tipe unit waktu
Tahun
Unit waktu
Nilai/angka yang telah dimasukkan pengguna dalam pembuatan laporan tersebut.
Kotak yang dapat dicentang dengan keterangan Hanya laporan tanpa data dapat digunakan untuk
menulusuri laporan-laporan dimana semua baris tidak terisi sama sekali.

Ketika pengguna meng-klik tombol Telusuri, aplikasi akan menelusuri database untuk mencari
semua laporan data yang memenuhi kriteria yang telah diatur sebelumnya.

Bila tidak ada laporan data yang memenuhi kriteria, tidak akan ada laporan yang ditampilkan pada
sebelah kiri layar. Bila dalam penelusuran ditemukan satu atau lebih laporan yang memenuhi kriteria
yang telah ditentukan sebelumnya, laporan-laporan tersebut akan tertampilkan pada tampilan pohon
tree view sebagai ranting/tingkat titik penelusuran. Tulisan warna merah mengindikasi bahwa tidak
ada data yang telah dimasukkan untuk daerah (lokasi) tersebut.

Dengan meng-klik laporan data tersebut, pengguna dapat membuka data terkait tersebut untuk
kemudian melihat, memodifikasi atau menghapus sama sekali laporan tersebut, sesuai langkah yang
telah dijelaskan sebelumnya.
4.6. Extractor Cross Query

Dengan meng-klik ranting/tingkat Extractor Cross Query, pengguna diberikan tampilan layar yang
memperbolehkan pengguna untuk:

Menentukan dan mengatur data yang akan di extracted


Mengagregasi data pada tingkat yang ditentukan
Mengagregasi data pada unit waktu yang ditentukan
Mengekspor data ke MS Excel atau MS Access
Menyimpan query yang telah dibuat

Tampilan layar ini dapat tampak berbeda sesuai dengan pengaturan administrator (beberapa bagian
dapat tidak tertampilkan).
Tampilan layar dibawah ini menunjukkan contoh dari tampilan extractor cross query:

4.6.1. Memilih daerah (lokasi)


Bila pengguna tidak mengubah pengaturan pada tampilan layar ini, maka semua daerah (lokasi) akan
terpilih untuk ekstraksi data.
Dibawah kolom Semua daerah (lokasi), pengguna dapat melihat daftar heirarki lengkap daerah
(lokasi) yang ada.

Dibawah kolom Daerah terpilih, pengguna data melihat daftar daerah (lokasi) yang telah ditentukan
untuk ekstraksi data.
Ketika pengguna memilih sebuah daerah (lokasi) pada kolom Semua daerah (lokasi), pengguna dapat:
Memindahkan daerah (lokasi) tersebut pada kolom daftar Daerah terpilih dengan cara
meng-klik tambahkan Daerah (lokasi)
Memindahkan daerah (lokasi) tersebut beserta daerah (lokasi) dibawahnya pada kolom daftar
Daerah terpilih dengan cara meng-klik tambahkan dengan tingkat dibawahnya.
Ketika pengguna memilih dan memindahkan sebuah daerah (lokasi) ke daftar Daerah terpilih,
pengguna dapat menghapuskannya dari daftar Daerah terpilih dengan cara meng-klik Hapus
Daerah atau untuk menghapuskan semua daerah (lokasi) pada daftar tersebut dengan meng-klik
Hapus Semua Daerah.
Contohnya, pada tampilan layar berikut ini:
Banteay Mean Chey telah terseleksi dan tombol "add place and related places" telah di-klik.
4.6.2. Memilih Indikator

Pengguna dapat memilih indicator-indikator yang akan di ekstraksi dengan menggunakan tampilan
layar bagian ini:

Pada contoh ini, telah ditentuk hanya akan diekstrak data yang terkait dengan kasus.
4.6.3. Memilih kisaran tanggal dan penyakit

Dengan menggunakan bagian parameter ini, pengguna dapat menentukan:


Kisaran dari dan sampai/ke berapa data akan diekstrak
Penyakit (bila dibiarkan kosong semua data penyakit akan diikutsertakan untuk diekstrak)
Tingkat geografis/administrative dimana data akan diagregasi
Tipe unit waktu (harian, mingguan, bulanan, dst) dimana datan akan diagregasi
4.6.4. Melihat dan mengekspor hasil

Dengan meng-klik tombol Lihat Hasil, pengguna akan kemudian melihat tampilan layar dengan
tabel yang menunjukkan informasi berikut ini untuk data yang terpilih:

Judul garis merupakan informasi mengenai daerah (lokasi) serta tanggalnya


Judul kolom merupakan kombinasi dari singkatan penyakit, indicator (contoh. kasus) dan kelompok
umur (contoh > tahun).

Catatan: Harus mengingat untuk menutup tampilan window hasil untuk kembali ke aplikasi agar
menghindari eror.

Contoh dibawah ini menunjukkan hasil dari analisis untuk Lampung berdasarkan minggu, kasus dari
penyakit akut diare.

Ekspor ke MS Excel

Dengan meng-klik tombol ekspor ke MS Excel, pengguna harus melakukan penelusuran terlebih
dahulu untuk menentukan filedimana data akan di ekspor
Catatan: Nama File tersebut harus diisi dengan ekstensi ".xls" . Seperti yang ditunjukkan pada
contoh diatas.

Sebuah File Excel akan terbuat dengan informasi yang sama seperti yang tertampil ketika menekan
tobol Lihat Hasil
File Excel tersebut akan secara otomatis terbuka apabila MS Excel ter-install pada computer
tersebut.

Ekspor ke Access MDB

Tombol Export as .mdb memperbolehkan pengguna untuk menyimpan data yang diekstrak kedalam
File Access (.mdb).

Pengguna harus sebelumnya menelusuri terlebih dahulu untuk menentukan dimana File MS Access
(.mdb) akan dibuat dan disimpan seperti yang dijelaskan pada bagian ekspor ke Excel.
4.6.5. Menyimpan dan memanggil ulang queries

Ketika pengguna meng-klik tombol Simpan query, pengguna harus memberikan nama dan
deskripsi kepada query ini:

Ketika ini dilakukan, sebuah ranting/tingkat baru terbuat dibawah Cross query extractor dengan
nama query yang telah dibut.

Ketika pengguna memilih query yang tersimpan, pengguna akan melihat tampilan layar berikut ini:

Lihat Hasil
Ekspor ke MS Excel
Ekspor ke mdb
Tombol Hapus query digunakan untuk menghapus query yang tersimpan tersebut.
4.7. Impor dan ekspor

Modul berikut ini dari aplikasi memberikan kemampuan kepada pengguna untuk melakukan
penukaran data antara berbagai daerah (lokasi).
Dengan modul ini pengguna dapat:

Mengirim laporan data ke tingkat diatasnya untuk diperbaharui


Mengimpor laporan data dari tingkat dibawahnya

Dengan meng-klik ranting/tingkat Impor/Ekspor, pengguna akan melihat tampilan layar seperti
berikut ini:
4.7.1. Mengekspor data ke tingkat lebih tinggi
Agar dapat mengekspor data ke tingkat lebih tinggi, pengguna harus:
Memilih laporan dan rentang tanggal (kisaran tanggal dimana data ekspor akan dilakukan)

Meng-Klik tombol Ekspor

Ketika melakukan itu, sebuah file akan terbuat dalam Folder yang sudah ditentukan terlebih dahulu
oleh administrator (contoh. EWARNIND/EXPPORT) yang akan tampil pada bagianalur Ekspor dan
pesan berikut akan muncul:

Bila pesan ini tidak muncul, mohon hubungi administrator anda.

Ketika pengguna mengekspor untuk kedua kalinya File yang terekspor sebelumnya akan
terpindahkan dan akan tersimpan kedalam direktori yang telah ditentukan dalam Backup path
(contoh. EWARNIND/Backup/ExportBackup), file-file yang terdapat dalam Folder ini dapat
dihapus secara manual atau otomatis (sesuai pengaturan administrator) dari waktu ke waktu agar
membebaskan ruang pada hard disk anda.

Laporan data yang diekspor merupakan:


Laporan data yang telah dibuat untuk mendefinisikan kisaran tanggal.
File ini harus kemudian dikirim secara elektronis kepada tingkat yang lebih tinggi.

Sebuah file dapat dimasukkan kedalam email atau disimpan dalam floppy disk atau media
penyimpanan lain.
File tersebut dapat ditemukan dalam folder Export (contoh. EWARN/Export).

4.7.2. Ekspor dan Pengiriman

Dengan meng-klik tombol ini aplikasi akan melakukan proses sesuai dengan yang dijelaskan diatas.
Setelah file tersebut dibuat maka sebuah pesan email akan terbuat dalam Microsoft Office Outlook
dengan file yang terekspor tersebut dalam attachment. Sehingga pengguna hanya perlu meng-
klik tombol Send untuk mengirimkan data tersebut ke tingkat lebih tinggi.

Catatan: Semua alamat email kontak tersimpan dalam daftar email, sehingga bila ingin
menambahkan atau memodifikasi daftar tersebut maka klik tombol Daftar Email
Perhatian: Pastikan Microsoft Outlook terbuka sebelum melakukan ekspor.

4.7.3. Menimpor data dari tingkat yang lebih rendah -


menggabungkan data

Agar dapat melakukan kegiatan impor, tingkatan diatasnya harus mengkopi file yang terkirim oleh
tingkatan dibawahnya kedalam folder yang tertera pada alur impor (contoh. EWARN/Import).
Ekstensi file berupa .Zip.
Kemudian pengguna harus meng-klik tombol Impor. Data dari semua file dalam folder ini akan
diimpor.

Proses impor ini akan membuat laporan-laporan data yang baru dan akan memperbaharui laporan-
laporan yang telah dirubah.
Catatan: Hanya data baru yang dikenal sistem atau data yang telah dimodifikasi akan di impor. Data
yang sudah diimpor untuk sebuah daerah (lokasi) akan diabaikan (kecuali pada saat ini telah dirubah)

Bila sudah terimpor, file tersebut akan dikopi dalam direktori yang telah ditentukan dalam Import
copy path (contoh. EWARN/Backup/ImportBackup) file-file dalam folder ini dapat dihapus
secara manual atau secara otomatis (yang telah diatur oleh administrator) dari waktu ke waktu untuk
membebaskan ruang dalam hard disk anda.
Catatan: Tindakan ini harus dilakukan hany setelah Backup telah dilakukan.
4.8. Kejadian

Dengan meng-klik ranting/tingkat Kejadian, pengguna dapat melihat tampilan layar yang
memberikan kemampuan pengguna untuk membuat, menghapus dan memodifikasi dafatar kejadian.
Pada tampilan formulir ini sebuah kejadian terkait dengan data yang terkoleksi juga dari berbagi
sumber informasi yang memiliki potensi resiko terhadap kesehatan masyarakat dimana observasi
atau tindakan diperlukan.

Kotak pilihan Show only unclosed events menyaring data untuk menampilkan hanya data yang
belum ditutup.

Informasi yang dapat dimasukkan antara lain:


Tanggal kejadian: Tanggal ketika kejadian tersebut berlangsung
Deskripsi: Deskripsi dari kejadian tersebut. Ini dapat berupa deskripsi awal maupun deskripsi
follow up contoh:
2005/11/11: Wabah diare pada sebuah TK. 10 anak sakit
2005/11/13: Informasi bahwa 15 anak juga sakit yang berada pada sekolah tetangga
2005/11/13: Sampel feces telah diambil.
Tipe informasi: Tipe informasi contoh. Register (berdasarkan kasus atau agregasi data
surveilans), laporan dari harian kabar atau media lain (rumor) dst.
Asal sumber: Orang atau sumber dari informasi tersebut: contoh. Dokter pribadi dr. X atau
institusi kesehatan masyarakat lain
Risiko Kesehatan Masyarakat: Apakah kejadian tersebut merupakan resiko terhadap
kesehatan masyarakat?
Tipe tindakan yang dibutuhkan: Tindakan awal apa yang dibutuhkan, ini dapat berupa
(contoh.) investigasi, observasi, tidak memerlukan tindakan, dst. Keterangan lebih detil
deskripsinya dapat diisi pada kotak deskripsi.
Langkah yang telah diambil: Langkah-langkah awal apa yang sudah diambil. Contoh.
Menelpon ke Petugas Kesehatan Kabupaten. Keterangan lebih detil deskripsinya dapat diisi
pada kotak deskripsi.
Orang yang bertanggung jawab: Orang yang bertanggung jawab untuk follow-up kejadian
ini.
Tanggal penutupan kejadian: Ini merupakan tanggal dimana kejadian ditutup. Ini berarti tidak
ada tindakan lanjutan yang dibutuhkan atau memungkinkan.