Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : MTs. Negeri Reok


Tema/Sub Tema : Sistem reproduksi pada manusia
Kelas/Semester : IX/1 (Ganjil)
Materi Pokok : Sistem reproduksi pada manusia
Alokasi Waktu : 12 JP

A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong-
royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3: Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4: Mengolah, menyaji, dan manalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah
dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


a. Kompetensi Dasar
3.1 Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada sistem
reproduksi dengan penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan
reproduksi.
4.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait
kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pada organ reproduksi.
b. Indikator Pencapaian Kompetensi
Siswa mampu menjelaskan fase-fase pembelahan mitosis dan meiosis
Siswa mampu menjelaskan ciri setiap fase pembelahan mitosis dan meiosis
Siswa mampu menyebutkan karakter atau sifat sel anakan hasil pembelahan
mitosis dan meiosis.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Mengidentifikasi pembelahan mitosis dan meiosis
Mengidentifikasi fungsi organ-organ penyusun sistem reproduksi pada laki-laki dan
perempuan.
Mengumpulkan informasi tahapan pembentukan sel sperma (spermato-genesis)
dan sel telur (oogenesis) serta proses menstruasi
Mengidentifikasi tahapan-tahapan menstruasi
Mengamati fertilisasi dan perkembangan embrio
Mengumpulkan informasi tentang kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi.
Membuat laporan tertulis tentang kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pada
organ reproduksi.

D. MATERI PEMBELAJARAN
Pembelahan sel sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Ada
3 alasan mengapa sel mengalami pembelahan, yaitu untuk pertumbuhan, perbaikan,
dan reproduksi.
Menurut teori sel, semua sel hidup berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya
(omnis cellula e cellula). Teori ini dinyatakan oleh Rudolf Virchow pada tahun 1855.
Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah ada sebelumnya dapat
terjadi melalui proses pembelahan sel. Pembelahan sel dibedakan menjadi
pembelahan mitosis dan meiosis.

1
Pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel
anakan yang mempunyai karakter sama dengan sel induk. Jumlah kromosom yang
dimiliki oleh sel anakan adalah 2n atau disebut dengan diploid. Sel diploid adalah sel
yang kromosomnya berpasangan (2n). Tahapan pada pembelahan mitosis yaitu
profase, metafase, anafase, dan telofase. Pembelahan ini terjadi pada sel-sel tubuh
(sel somatik) makhluk hidup.
Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anakan yang
memiliki kromosom haploid (n) yang berasal dari sel induk diploid (2n). Sel haploid
adalah sel yang kromosomnya tidak berpasangan (n). Pembelahan meiosis
berlangsung dalam dua tingkat yaitu, meiosis I dan meiosis II. Tahapan pembelahan
pada meiosis I yaitu, profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I. Tahapan
pembelahan pada meiosis II yaitu, profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II.
Pembelahan ini hanya terjadi pada organ kelamin.
Sistem reproduksi sangat rawan terhadap kelainan dan penyakit. Kelainan dan
penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, maupun
virus. Kelainan dan penyakit ini dapat ditularkan dari orang tua (yang terinfeksi) ke
pada anaknya, akibat transfusi darah yang terinfeksi, ditularkan akibat gaya hidup
yang tidak baik seperti gaya hidup seks bebas dan menggunakan jarum suntik untuk
obat terlarang atau narkoba. Oleh karena itu ayo kita hindari gaya hidup seks bebas
dan hindari mengkonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba).
Beberapa contoh penyakit yang terjadi pada sistem reproduksi manusia antara lain
Gonorhoe, Sifilis, Herpes Simplex Genitalis, HIV / AIDS, Keputihan, dan Epididimitis.
Sistem reproduksi pada manusia harus dijaga sebaik-baiknya. Selain untuk
kesehatan, hal ini dilakukan sebagai salah satu cara kita mengagungkan ciptaan
Tuhan. Penyakit pada sistem reproduksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor.
Faktor pertama adalah kurang menjaga kebersihan organ reproduksi. Apabila
kebersihan organ reproduksi kurang dijaga, akan dapat terjangkit oleh penyakit
yang disebabkan oleh jamur, bakteri ataupun parasit. Nah, berikut ini ada beberapa
upaya untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur,
bakteri ataupun parasit.
Faktor selanjutnya adalah perilaku seks bebas dan penggunaan narkoba. Walaupun
ada juga yang disebabkan oleh transfusi darah yang sudah terinfeksi penyakit atau
melalui proses kehamilan dan kelahiran. Agar kamu dapat mencegah terjadinya
penyakit pada sistem reproduksi yang disebabkan oleh faktor tersebut, kamu harus
dapat menjaga pergaulan dan memilih gaya hidup yang sehat agar tidak terjebak
pada seks bebas. Selain itu, gunakan internet secara arif dan bijaksana,

E. METODE PEMBELAJARAN
Pembelajaran saintifik
Observasi (Pengamatan Langsung di Lapangan)
Diskusi,
Ceramah Plus.

F. MEDIA PEMBELAJARAN
Slide/Video pembelajaran proses pembelahan sel secara mitosis dan meiosis
Gambar / Carta proses pembelahan sel secara mitosis dan meiosis
Slide/Video pembelajaran kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi

G. SUMBER BELAJAR
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015. Buku Guru Ilmu Pengetahuan
Alam SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs
Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2
H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

1. PERTEMUAN KE-1 (2 JP)


a. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
Motivasi:Bagaimana cara makhluk hidup dapat melestarikan hidupnya?
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan kita pelajari

b. Kegiatan Inti (60 menit)


Mengamati:
Peserta didik mengamati gambar/carta sistem reproduksi pada manusia
Menanya :
Peserta didik menanyakan tentang apa yg diamati pada gambar sistem
reproduksi pada manusia
Mengumpulkan data/informasi :
Peserta didik mencari literatur tentang sistem reproduksi pada manusia beserta
fungsinya.
Menganalisis
Peserta didik berdiskusi tentang sistem reproduksi pada manusia
Mengkomunikasikan
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok secara individu

c. Penutup (10 menit)


Siswa dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran.
Siswa dan guru merefleksikan hasil kegiatan.
Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang berkinerja baik.
Pemberian tugas untuk mengetahui daya serap materi siswa.

2. PERTEMUAN KE-2 (3 JP)


Pembelahan Sel
Pendahuluan (10 Menit)
Menyiapkan peserta didik untuk belajar
Guru melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaanproses apa yang
terjadi pada tubuh manusia yang pada mulanya hanya berasal dari 1 sel
namun pada saat lahir dan dewasa dapat memiliki sekitar 200 triliun sel?
Berdasarkan pernyataan tersebut, kemudian peserta didik diminta untuk
menjelaskan satu alasan mengapa sel mengalami pembelahan?
Guru menyampaikan indikator pencapaian kompetensi dan rencana kegiatan.
Guru membagi peserta didik dalam kelompok

Kegiatan Inti (90 Menit)

Guru menjelaskan awal mulanya manusia lalu, Peserta didik menyimak cerita
guru tentang awal mulanya manusia berasal dari satu sel, selanjutnya sel
tersebut mengalami pembelahan secara terus menerus, sehingga pada saat
dewasa manusia memiliki sekitar 200 triliun sel
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin masalah yang berkaitan dengan cerita yang telah disimak
di atas, sampai peserta didik dapat berfikir dan bertanya
Guru memfasilitasi peserta didik untuk mengajukan pertanyaan berdasarkan
apa yang telah diamati melalui cerita guru. Contoh: bagaimana sel
membelah?,Apa penyebab sel mengalami pembelahan?.
Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk mencari jawaban
atas pertanyaan yang telah dirumuskan dengan cara:
Melakukan pengamatan melalui gambar tentang proses pembelahan
mitosis dan meiosis utamanya mengenai fase-fase pembelahan mitosis
dan meiosis, sifat atau karakter hasil anakan yang dihasilkan dari
pembelahan mitosis dan meiosis dan tempat terjadinya pembelahan
mitosis dan meiosis.

3
Menjawab pertanyaan yang ada pada fitur Ayo, Kita Pikirkan
Membaca literature/bahan bacaan tentang pembelahan sel.
Peserta didik berdiskusi untuk mengolah informasi yang diperoleh dari hasil
pengamatan gambar dan dari hasil menjawab pertanyaan yang ada pada fitur
Ayo Kita Pikirkan
Peserta didik memeriksa secara cermat rumusan pertanyaan yang telah dibuat
pada awal pembelajaran
Peserta didik mencocokan benar atau tidaknya jawaban yang telah
disimpulkan
Peserta didik mengomunikasikan dengan cara mempresentasikan di depan
kelas

Penutup (20 Menit)


Peserta didik dan guru mereviu hasil kegiatan pembelajaran
Peserta didik diberi tugas untuk persiapan selanjutnya.

3. PERTEMUAN KE-3 (2JP)


Sistem reproduksi pada manusia
Pendahuluan (10 Menit)
Menyiapkan peserta didik untuk belajar
Guru mengingatkan siswa dengan materi yang telah dipelajari sebelumnya.
Guru menyampaikan indikator pencapaian kompetensi dan rencana kegiatan.
Guru membagi peserta didik dalam kelompok

Kegiatan Inti (60 Menit)


Guru memulai materi dengan mengingatkan bahwa pada awalnya, manusia
berasal dari satu sel. Akan tetapi, karena sel tersebut mengalami pembelahan,
maka jumlah sel manusia pada saat dewasa sekitar 200 triliun. Selanjutnya,
sel-sel tersebut mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Sel yang memiliki
bentuk dan fungsi yang sama akan bergabung menjadi satu bentuk
membentuk suatu jaringan. Kemudian, guru meminta peserta didik untuk
menceritakan kepada teman sebangkunya tentang hierarki kehidupan dari
mulai sel hingga individu
Guru memberikan beberapa pertanyaan untuk mengarahkan peserta didik
memasuki materi Sistem Reproduksi pada Manusia. Berikut ini contoh
pertanyaan yang dapat disampaikan oleh guru, bagaimana ibu dapat
mengandung? Apakah ibu dapat mengandung tanpa kehadiran ayah kita?
Setelah siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, guru memberikan
penjelasan sebagai berikut. Ibu kita dapat mengandung karena adanya ayah.
Dari pernikahan ayah dan ibu dihasilkan keturunan yaitu lahirnya kamu. Ayah
dan ibu dapat mempunyai keturunan karena memiliki sistem reproduksi.
Tanpa sistem reproduksi ini maka niscaya kita tidak dapat lahir di dunia dan
umat manusia akan punah.
Guru mengajak siswa secara berkelompok untuk melakukan aktivitas
melengkapi gambar organ-organ penyusun sistem reproduksi laki-laki dan
perempuan. Siswa diminta mengidentifikasi fungsi organ reproduksi dengan
mengamati tabel yang terdapat pada buku siswa.
Guru dapat menugaskan peserta didik untuk membaca paparan materi tentang
organ-organ penyusun sistem reproduksi laki-laki dan perempuan yang
terdapat pada Buku Siswa
Guru meminta peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang tersedia dalam
Buku Siswa pada fitur Ayo Kita Pikirkan.

Penutup (10 Menit)


Peserta didik dan guru mereviu hasil kegiatan pembelajaran
Peserta didik diberi tugas untuk persiapan selanjutnya.

4
4. PERTEMUAN KE-4 (3 JP)
Spermato-genesis, oogenesis serta proses menstruasi
Pendahuluan (10 Menit)
Menyiapkan peserta didik untuk belajar
Guru mengingatkan kembali tentang materi sistem reproduksi pada manusia
yang telah dipelajari sebelumnya.
Guru menyampaikan indikator pencapaian kompetensi dan rencana kegiatan.
Guru membagi peserta didik dalam kelompok

Kegiatan Inti (90 Menit)


Seperti materi pembelahan sel, Guru mengajak siswa untuk melakukan diskusi
kelas. Agar peserta didik dapat dengan mudah memahami materi
spermatogenesis dan oogenesis secara bersamaan, guru dapat meminta
peserta didik mencermati Gambar yang terdapat pada Buku Siswa.
Guru membimbing peserta didik untuk menyelesaikan tugas dalam Buku
Siswa pada fitur "Ayo kita pikirkan' diminta untuk menjelaskan tujuan dari
diciptakannya kepala sperma yang meruncing pada bagian depannya. Selain
itu, peserta didik juga diminta untuk menjelaskan fungsi bagian ekor sperma.
Guru meminta peserta didik untuk membaca Buku Siswa pada fitur Tahukah
Kamu tentang materi fungsi hormon estrogen dan progesteron.
Guru menugaskan peserta didik untuk mempelajari Siklus Menstruasi yang
terdapat pada Buku Siswa. Peserta didik diminta untuk mencermati Gambar
tentang Siklus yang terjadi pada Dinding Rahim.
Guru membimbing siswa dalam kelompoknya untuk menyelesaikan tugas
membuat grafik level hormon dalam sisklus menstruasi.
Guru meminta peserta didik untuk membaca materi tentang sisa metabolisme
hormon LH (Luteinizing Hormone) pada urin yang dapat digunakan sebagai
bahan uji untuk mengetahui waktu ovulasi.
Guru menugaskan peserta didik untuk membaca Buku Siswa pada bagian
fertilisasi dan kehamilan. Agar peserta didik dapat dengan mudah memahami
materi tersebut, guru dapat meminta peserta didik untuk mencermati gambar
yang terdapat di Buku Siswa tentang skema proses fertilisasi dan implantasi.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan siswa dapat memahami tentang proses
fertilisasi dan implantasi hingga terjadi kehamilan.
Selanjutnya, peserta didik mempelajari tentang proses perkembangan janin
selama masa kehamilan. Setelah itu, peserta didik ditugaskan untuk menjawab
pertanyaan pada fitur Ayo Selesaikan untuk memahami fungsi air ketuban.

Penutup (20 Menit)


Peserta didik dan guru mereviu hasil kegiatan pembelajaran
Guru menugaskan peserta didik untuk membaca materi tentang proses
kelahiran dan peristiwa bayi kembar yang terdapat pada fitur "Tahukah
Kamu" di rumah.

5. PERTEMUAN KE-5 (2 JP)


Kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi
Pendahuluan (10 Menit)
Menyiapkan peserta didik untuk belajar
Guru mengingatkan siswa dengan materi sistem reproduksi yang telah
dipelajari sebelumnya.
Guru melakukan apersepsi dengan memberi pertanyaan tentang upaya apa
saja yang dapat dilakukan oleh peserta didik untuk menjaga kesehatan organ
reproduksinya dari beberapa penyakit yang terjadi pada sistem reproduksi.
Guru menyampaikan indikator pencapaian kompetensi dan rencana kegiatan.
Guru membagi peserta didik dalam kelompok

5
Kegiatan Inti (60 Menit)
Guru memberikan tugas untuk melakukan studi lapangan tentang penyakit
pada sistem reproduksi.
Setiap kelompok diharuskan untuk menyusun daftar pertanyaan yang akan
ditanyakan kepada petugas kesehatan.
Sebelum peserta didik berangkat menuju pusat-pusat kesehatan, guru
mengingatkan peserta didik agar bersikap sopan dan santun ketika melakukan
wawancara dengan tugas kesehatan.
Peserta didik kembali ke kelas dan mengomunikasikan hasil yang mereka
dapatkan dengan cara mempresentasikannya di depan kelas

Penutup (10 Menit)


Peserta didik dan guru mereviu hasil kegiatan pembelajaran
Peserta didik diberi tugas untuk persiapan selanjutnya.

I. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN


Teknik penilaian yang digunakan yaitu sebagai berikut:
Metode/Teknik Bentuk Instrumen
Penilaian
Observasi Lembar pengamatan sikap dan rubrik
Tes Tertulis Tes Uraian
Instrumen Penilaian:
Tes Tulis
1. Jelaskan fase-fase pembelahan sel secara mitosis!
Kunci Jawaban : Proses pembelahan sel secara mitosis terdiri dari 4 fase,
yaitu: profase; metaphase;Anaphase; dan telofase.
Pada tahap Profase, benang kromatin menjadi kromosom, lalu
kromosom mengganda menjadi dua kromatidtetapi masih melekat dalam
satu sentromer, membran inti dan nukleolus lenyap, sentrosom memisah
menjadi dua sentriole, dan diantaranya terbentang benang spindel
Pada tahap metafase, kromosom tampak paling jelas terlihat
sehinggajumlahnya mudah diidentifikasi. Metafase adalah tahap yang
memerlukan energiterkecil dan waktu yang paling singkat.
Pada tahap anafase, anafase sentromer membelah, lalu benang spindel
menarik kromosommenuju kutub sel yang berlawanan. Pergerakan
kromosom tersebut dipengaruhioleh enzim dynein.
Pada tahap telofase, Kromosom berubah menjadi benang kromatin,
Membran inti dan nukleolus terbentuk kembali, Terjadi sitokinesis
(pembagian sitoplasma) sehingga dihasilkan dua sel yangidentik dengan
sel semula.

Rubrik:
No. Aspek / Indikator Skor Kriteria
1. Menjelaskan fase-fase Menuliskan 4 tahap pembelahan sel secara
20
pembelahan sel secara mitosis dan penjelasannya secara rinci
mitosos. Menuliskan 4 tahap pembelahan sel secara
15
mitosis tapi penjelasannya tidak rinci
Menuliskan 4 tahap pembelahan sel secara
10
mitosis tapi penjelasannya kurang
Menuliskan 4 tahap pembelahan sel secara
5
mitosis tapi tidak ada penjelasan

6
Observasi Terhadap Diskusi/ Tanya Jawab
Instrumen :
Format observasi terhadap diskusi dan tanya jawab
PPernyataan
Nama Pengungkapan Kebenaran Ketepatan Dll
Peserta gagasan yang konsep penggunaan
Didik original istilah
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

Skor yang diperoleh


1. Ya = 1 Tidak = 0
2. Jadi skor yang diperoleh :


3. 4 =

Penilaian Produk
Tugas Produk: Membuat CARTA tentang Proses Pembelahan Sel secara Mitosis
dan Meiosis
Instrumen :
Membuat CARTA tentang Proses Pembelahan Sel secara Mitosis dan Meiosis
NO KOMPONEN SKORT( 1 3 )
1 Kelengkapan bahan
2 Kebenaran Konsep
3 Hasil Produk (penampilan carta)
Catatan:
*) Skor diberikan dengan rentang skor 1 sampai dengan 5, dengan ketentuan
Semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses pembuatan maka
semakin tinggi nilainya.

Rubrik Penilaian Produk (Pembuatan CARTA)


No Komponen Skor Skor
1 Kelengkapan Bahan 4 Ada Kertas Karton
Ada pensil gambar
Ada Sipdol Warna
Ada contoh gambar fase-fase pembelahan meiosis dan
mitosis
3 Ada 3 indikator terpenuhi
2 Ada 2 Indikator terpenuhi
1 Ada 1 indikator terpenuhi
2 Kebenaran konsep Gambar sesuai dengan tahap-tahap pembelahan sel
Petunjuk gambar sesuai dengan pada tahap-tahap
pembelahan sel
Penjelasan Gambar sesuai dengan tahap-tahap pembelahan
sel
Gambar dapat dibaca
3 Ada 3 indikator terpenuhi
2 Ada 2 Indikator terpenuhi
1 Ada 1 indikator terpenuhi
3 Hasil Produk 4 Gambar jelas pada setiap fase pembelahan
(tampilan carta) Gambar diberi warna untuk membedakan bagian-bagian
pada setiap fase pembelahan
Tampilan gambar terlihat rapi
Tampilan gambar secara keseluruhan bersih
3 Ada 3 indikator terpenuhi
2 Ada 2 Indikator terpenuhi
1 Ada 1 indikator terpenuhi

7
Penilaian Unjuk Kerja
Tugas: Studi Lapangan tentang Penyakit pada Sistem Reproduksi
Rubrik Penilaian Studi Lapangan tentang Penyakit pada Sistem Reproduksi
No Komponen Skor Skor
1 Kerjasama kelompok 3 Masing-masing anggota memiliki tugas
Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas
Kompak dalam mengambil keputusan kelompok
2 Ada 2 Indikator terpenuhi
1 Ada 1 indikator terpenuhi
2 Penyajian data dalam Laporan disusun dengan rapi
bentuk laporan Laporan terstruktur dengan baik
Data yang disajikan lengkap
2 Ada 2 Indikator terpenuhi
1 Ada 1 indikator terpenuhi
3 Kelengkapan data 4 Tersedia gambar/foto aktivitas
pendukung Tersedia video aktivitas
Sumber/narasumber dijelaskan dalam laporan
2 Ada 2 Indikator terpenuhi
1 Ada 1 indikator terpenuhi

Observasi Terhadap Diskusi/ Tanya Jawab


Instrumen :
Format observasi terhadap diskusi dan tanya jawab
PPernyataan
Nama Pengungkapan Kebenaran Ketepatan
Peserta gagasan yang konsep penggunaan Aspek lain-lain
Didik original istilah
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

Skor yang diperoleh


4. Ya = 1 Tidak = 0
5. Skor yang diperoleh :


6. 4 =

Mengetahui Reo, Juli 2017


Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

Fetosarif Nggapang, S.Pd Sulastri Maulidina, S.Pd


NIP.19690115 199703 1 001 NIP. 19861115 201101 2 012

8
LEMBAR AKTIVITAS SISWA
Mengidentifikasi Organ-organ Penyusun
Sistem Reproduksi Laki-laki
Coba perhatikan dan pahami keterangan organ-organ penyusunsistem reproduksi laki-laki
yang terdapat pada tabel 1.1! Kemudianperhatikan Gambar tentang struktur organ penyusun
sistemreproduksi pada laki-laki dan lengkapilah nama organ-organ tersebutsesuai dengan
keterangan yang terdapat pada tabel 1.1!

Lakukanlah dengan teliti dan cermat pada saat kamu meyimak Tabel 1.1 dan melengkapi
Gambar 1.4. Selain itu, jangan lupa untuk bekerja sama dengan teman satu kelompokmu.

Tabel 1.1 Struktur dan Fungsi Organ-organ Penyusun Sistem Reproduksi padaLaki-Laki

No Nama Organ Keterangan Struktur


1 Penis Bagian luar organ reproduksi laki-laki yang berfungsi sebagai
saluran kencing (urin) dan saluran sperma.
2 Skrotum Bagian seperti kantung yang di dalamnya terdapat testis.
Berfungsi menjaga suhu testis agar sesuai untuk produksi
sperma.
3 Testis Bagian yang bentuknya bulat telur yang tersimpan dalam
skrotum. Berfungsi untuk memproduksi sperma dan hormon
testosteron
4 Epididimis Saluran yang keluar dari testis yang berbentuk seperti tanda
koma dengan ukuran 4 cm. Berfungsi sebagai tempat
penyimpanan sperma sementara.
5 Vas Deferens Saluran panjang yang mengarah ke atas dan merupakan
lanjutan dari epididimis. Berfungsi menghubungkan
epididimis dan uretra.
6 Uretra Saluran yang terdapat dalam penis, merupakan akhir dari
saluran reproduksi. Berfungsi sebagai saluran keluarnya
sperma dan urin.
7 Kelenjar Vesikula Bagian yang berbentuk seperti kantung kecil berukuran
Seminalis 5 cm yang terletak di belakang kantung kemih. Berfungsi
menghasilkan zat-zat yang diperlukan untuk perkembangan
sperma.
8 Kelenjar Prostat Bagian yang berbentuk seperti kue donat yang terletak di
bawah kantung kemih. Berfungsi menghasilkan cairan
bersifat asam.
9 Kelenjar Cowper Bagian yang berbentuk seperti kacang yang terletak di
bawah kelenjar prostat. Berfungsi menghasilkan lendir dan
cairan bersifat basa.

9
LEMBAR AKTIVITAS SISWA
Melengkapi Gambar Organ-organ Penyusun
Sistem Reproduksi Perempuan

Coba Coba perhatikan dan pahami keterangan organ-organ penyusun sistem reproduksi
perempuan yang terdapat pada Tabel 1.2!Kemudian perhatikan gambar tentang struktur organ
penyusunsistem reproduksi pada perempuan dan leng kapilah nama organorgantersebut
sesuai dengan keterangan yang terdapat pada Tabel1.2!

Lakukanlah Selesaikanlah dengan cermat dan teliti bersama kelompokmu!

Tabel 1.1 Struktur dan Fungsi Organ-organ Penyusun Sistem Reproduksi padaLaki-Laki
No Nama Organ Keterangan Struktur
1 Ovarium Struktur berbentuk seperti telur, berjumlah dua buah,
terletak di samping kanan dan kiri Rahim (uterus) dan
berfungsi menghasilkan sel telur (ovum).
2 Saluran telur (Tuba Saluran dengan panjang 10 cm yang
fallopi/Oviduk) menghubungkan ovarium dengan Rahim (uterus).
3 Infundibulum Struktur berjumbai dan merupakan pangkal
dari tuba fallopi
4 Rahim (uterus) Struktur seperti buah pir yang berfungsi sebagai
tempat berkembangnya janin selama kehamilan.
5 Endometrium Lapisan yang membatasi rongga rahim dan
meluruh saat menstruasi.
6 Vagina Saluran yang menghubungkan lingkungan luar dengan
rahim, saluran mengalirnya darah menstruasi, dan
saluran keluarnya bayi.
7 Servik Struktur rahim bagian bawah yang menyempit dan
membuka ke arah vagina.

10