Anda di halaman 1dari 14

Penjelasan Pengertian bola basket lengkap

SUTOYO SO 19.16 PENGERTIAN , PENGERTIAN BOLA BASKET , PENGERTIAN OLAHRAGA , STRATEGI


DAN TRIK ,STRATEGI PERMAINAN BOLA BASKET , TEKHNIK DASAR OLAHRAGA , TEKNIK DASAR
BERMAIN BOLA BASKET

BASKET

Pengertian Bola Basket


Bola basket ialah jenis olahraga yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang
yang bertujuan bertanding mencetak poin dengan
memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket
sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di
ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan
yang kecil. permainan bola basket juga lebih enak
dilihat karena tempo permainan lebih cepat jika
dibandingkan dengan olahraga bola yang lain, seperti voli
dan sepak bola.
Jumlah pemain dalam sebuah tim basket adalah 12 orang
dan 5 orang diantaranya adalah pemain utama atau starter,
dan 7 pemain lainnya merupakan pemain pengganti atau
cadangan.
Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan
penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan juga
di Indonesia. Banyak kompetisi bola basket yang diselenggarakan setiap tahun, seperti British
Basketball League (BBL) di Inggris, National Basketball Association (NBA) di Amerika, dan National
Basketball League (NBL) di Indonesia.

Posisi dalam permainan basket


Ada 3 posisi utama dalam bermain basket, yaitu :
- Forward adalah pemain yang tugas utamanya adalah mencetak poin dengan memasukkan bola ke
keranjang lawan
- Defense adalah pemain yang tugas utamanya adalah menjaga pemain lawan agar pemain lawan
kesulitan memasukkan bola
- Playmaker adalah pemain yang menjadi tokoh kunci permainan dengan mengatur alur bola dan
strategi yang dimainkan oleh rekan-rekan setimnya.

Teknik Dasar bermain bola basket


Teknik dasar dalam permainan Bola Basket ada 4 :
- Teknik Dribling
- Teknik Passing
- Teknik Pivot
- Teknik Shooting
- Teknik Rebound

Berikut adalah penjelasannya :

1. Teknik Dribbling (menggiring)


Teknik dribbling pada bola basket bertujuan sama dengan teknik dribbling pada sepak bola, yaitu
untuk membawa bola menghindari lawan dan menyerang lawan. Perbedaannya ialah dribbling pada
bola basket dilakukan dengan memantul-mantulkan bola dengan satu telapak tangan terbuka,
jangan menggunakan dua tangan dan jangan menggunakan tangan yang mengepal. Ada dua jenis
teknik dribbling dalam basket, yaitu :
- Dribble tinggi
Dilakukan untuk menggiring bola secara cepat memasuki pertahanan lawan dengan cara jalan cepat
/ lari, teknik ini digunakan ketika pemain lawan cukup jauh dari pemegang bola.
- Dribble Rendah
Teknik ini dilakukan untuk mempertahankan bola dari rebutan lawan main. Teknik ini digunakan
ketika sedang berhadapan langsung dengan lawan dan ingin membuat sebuah terobosan yang
memanfaatkan celah yang dibuat oleh lawan ketika lengah.
melakukan kedua teknik dribbling ini kamu harus memantulkan bola setelah melakukan 3 langkah
pergerakan, karena lebih dari itu dianggap pelanggaran.

2. Teknik Passing (mengoper)


Teknik Passing adalah salah satu teknik dasar permainan bola basket yang harus kamu kuasai
betul agar bisa bermain secara kolektif. Teknik passing / mengumpan merupakan gerakan melempar
bola kepada teman yang masih dalam satu tim. Passing bisa dilakukan dengan menggunakan dua
tangan atau satu tangan saja, tujuan dari melakukan passing adalah untuk menjaga bola dari rebutan
lawan dan menyusun serangan dengan terobosan matang atau gerak tipuan. Setidaknya ada 6 jenis
passing yang bisa dilakukan yaitu:
a. Overhead Pass
Teknik passing yang dilakukan dengan posisi bola dari atas kepala. Umpan jenis ini dilakukan untuk
melakukan counter attack dengan melemparkan bola jauh ke daerah pertahanan lawan.
b. Chest Pass
Teknik Passing yang dilakukan dengan posisi bola didepan dada, teknik ini biasanya menggunakan
lemparan dua tangan dengan tujuan operan lurus terhadap teman yang satu tim.
c. Baseball Pass
Teknik ini dinamakan baseball pass karena gayanya mirip melalukan lemparan baseball. Lemparan
dilakukan menggunakan tenaga yang cukup kuat dan hanya dengan satu tangan saja.
d. Bounce Pass
Teknik passing yang dilakukan dengan memantulkan bola kebawah kemudian diterima oleh teman
satu tim, teknik ini sebenarnya untuk menghindari hadangan lawan.
e. Hook Pass
Teknik passing yang dilakukan dengan satu tangan yang membentuk seperti hook (pancing, kait).
f. Under Pass
Teknik passing yang dilakukan dari bawah atau lebih tepatnya se-pinggang dengan bola diarahkan
secara lurus ke teman yang masih datu tim, teknik ini bisa diterapkan ketika ingin melakukan operan
jarak pendek.
3. Teknik Pivot
Seperti namanya pivot berarti tumpuan, teknik pivot biasanya digunakan untuk melakukan gerak
tipu yaitu dengan cara mengerakkan badan dengan tumpuan salah satu kaki dengan kedua tangan
yang menjaga bola dari lawan.
4. Teknik Shooting
Dalam basket tentu saja kamu memerlukan shooting / tembakan langsung ke ring untuk mencetak
poin. Ada banyak cara untuk melakukan teknik shooting, diantaranya :
Menembak dengan teknik set shoot(posisi berdiri diam ditempat) dengan satu tangan
Menembak dengan teknik set shoot dua tangan
Menembak dengan teknik jum shot ( disertai dengan lompatan)
Menembak dengan teknik lay up ( gerakan lari, langkah dan meloncat)
5. Teknik Rebound
Teknik rebound merupakan teknik dasar permainan bola basket yang bisa membuat tambahan poin
dari lemparan temanmu yang gagal. Teknik ini bisa sebagai strategi tipuan atau memanfaatkan
lemparan bola yang memantul dari papan pantul untuk dimasukkan kedalam ring. Dengan
melompat tinggi pada saat bola memantul dari papan pantul bisa menambah 2 poin untuk tim.

Peraturan permaian Bola Basket


- Pergantian pemain bola basket
cara pergantian pemain:
Pemain yang akan pengganti akan melapor kepada pengawas meja, yang selanjutnya disampaikan
kepada wasit tiga. Wasit akan memberikan aba-aba dengan tanda yaitu tangan menyilang sebagai
tanda jika ada pergantian pemain.
Pemain yang mengganti harus menunggu pemain yang akan diganti dipinggir atau luar lapangan,
setelah pemain yang diganti keluar, maka pemain pengganti segera memasuki arena.

Tidak ada batasan dalam pergantian pemain.


- Peraturan 3 detik
Merupakan suatu aturan dimana seorang pemain penyerang tidak diperbolehkan berdiri berada
daerah bersyarat selama 3 detik. Peraturan 3 detik gugur jika:
- Terjadi tembakan atau shot
Merupakan suatu aturan kesempatan untuk pemain menyelesaikan tembakan jika bola telah
dikuasai oleh pemain penahan
- Peraturan 8 detik
Merupakan suatu aturan Regu yang menguasai bola tidak dibolehkan untuk memainkan bola lebih
dari 8 detik di dalam lapangan bertahan tepatnya belakang.
- Peraturan 24 detik
Merupakan suatu aturan pelanggaran teerjadi ketika melakukan serangan lebih dari 24 detik (NBA)
atau 30 detik (FIBA) yaitu sebelum bola menyentuh ring atau papan ring.
- Jump ball
Merupakan suatu aturan Bola yang dilemparkan ke udara oleh wasit dan dua orang pemain basket
dari masing-masing tim saling berebut untuk mendapatkan bola. Peraturan Jump ball ini dilakukan
untuk mengawali sebuah permainan atau ketika terjadi pelanggaran dan wasit ragu-ragu akan
memberikan bola kepada tim mana.
- Free throw
Merupakan suatu aturan peraturan tembakan bebas. Jika ada pelanggaran kemudian dilakukan
tembakan bebas atau free throw. Setiap bola masuk akan mendapatkan 1 point/ nilai.
- Side ball
Merupakan suatu aturan Bola yang berada di samping lapangan, dan itulah disebut bola mati
- Technical foul
Merupakan suatu aturan Kesalahan teknik (technical foul) adalah mengabaikan teguran para wasit
atau menggunakan taktik tidak sportif serta meninggalkan sopan santun.
- Time out
Merupakan suatu aturan dimana kedua tim berhak untuk meminta penghentian waktu permainan
(waktu jeda). Kedua tim tersebut mempunyai hak untuk memintak waktu jeda maksimal sebanyak 3
kali, dengan waktu jeda adalah 30 detik.
- Double
Merupakan suatu aturan Pelanggaran yang terjadi karena si pemain mendriblle bola kembali setelah
berhenti melakukan dribble.
- Back ball
Merupakan suatu aturan Pemain yang berada di bagian depan menerima atau sedang menguasai
bola, tidak diperkenankan mendrible atau mengoper bola ke arah belakang (lapangannya sendiri).
Hukumannya adalah lemparan ke dalam.
- Rebound
Merupakan suatu aturan terjadi saat pemain melakukan pengulangan tembakan atas bola yang
gagal masuk ke dalam keranjang.
- Travelling
Merupakan suatu aturan Sebuah pelanggaran dilakukan seorang pemain yang tidak mendribble bola
dalam 3 langkah saat lari maupun berjalan.
- Pushing
Merupakan suatu aturan Sebuah pelanggaran yang terjadi disebabkan seorang pemain mendorong
lawan dengan keras sehingga menyebabkan lawan terjatuh dengan keras sehingga mengalami
cidera.
- Jumping
Merupakan suatu aturan Sebuah pelanggaran dimana pemain akan melakukan tembakan atu shoot
sambil melakukan lompatan, tapi kemudian tidak jadi melakukan tembakan.
- Illegal guarding
Merupakan suatu aturan Merupakan suatu pelanggaran dimana seorang pemain defensif melakukan
atau merebut bola dari pemain ofensif dari belakang badan pemain ofensif.
- Illegal screening
Merupakan suatu aturan sebuah pelanggaran yang terjadi ketika pemain defensif menghalangi
pemain ofensif yang tidak membawa bola dengan badan pemain tersebut (menghalangi terus-
menerus).

Syarat Peralatan Olahraga Basket


- Bola
- Lapangan
- Keranjang Bola

Berikut adalah Ukuran Bola Basket dan Peralatan Bola Basket :

1. Bola
Ukuran Bola Basket yang digunakan untuk bermain harus memnuhi Standar dengan ketentuan
sebagai berikut.
- Bola terbuat dari bahan karet yang mempunyai lapisan sejenis kulit.
- Berat bola : 600 650 gram.
- Keliling bola : 75 78 cm.
- Tekanan udara yang ada dalam bola harus mampu melambungkan bola dengan ketinggian 120
140 cm.
2. Ukuran Lapangan permainan bola basket :
- Bentuk lapangan : persegi panjang.
- Lebar lapangan : 15 meter.
- Panjang lapangan : 28 meter.
Lapangan bola basket diberi batas garis yang disebut garis samping dan garis pendek disebut garis
akhir atau garis belakang. Setiap garis tebalnya 5 cm.

3. Ukuran Papan Pantul dan Keranjang Bola Basket


Penggunaan Papan pantul dan keranjang bola basket mempunyai aturan :
- Tebal Papan pantul 3 cm, Papan terbuat dari kayu, mempunyai lebar 120 cm, panjang 180 cm, dan
tinggi papan 2,75 cm; dipasang di belakang ring; jaraknya diberi jala.
- Keranjang dibuat dari besi yang melingkar yang diberi jala.
- Ring besi dengan garis tengah 45 cm, jala yang dibuat dari sebangsa tali yang berwarna putih yang
digantungkan di ring dengan panjangnya berukuran 40 cm.

Sejarah bola basket


Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru
olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru olahraga asal Kanada yang mengajar di
sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat
Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk
mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England. Terinspirasi dari
permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang
sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok
untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar,
menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa
untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di
tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang
muridnya. Olahraga ini pun segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik
ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun
dilaksanakan di seluruh kota-kota negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya
dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar
yang ditulis sendiri oleh James Naismith.

Materi Lengkap Pengertian Bulu Tangkis


Bulu Tangkis September 28, 2015 0 Angga
Pengertian Bulu Tangkis
Badminton / permainan bulu tangkis adalah cabang olahraga yang dimainkan oleh dua pemain atau
dua pasang pemain yang saling berlawanan dalam suatu lapangan berbentuk persegi yang dibatasi
oleh net / jaring yang terletak pada bagian tengah lapangan yang membagi lapangan menjadi 2
bagian yang sama. Pemain menggunakan raket untuk melakukan serangan ke daerah lawan atau
menangkis shuttlecock agar tidak jatuh kedaerah sendiri. Nama bulu tangkis sendiri secara harfiah
didapatkan dari proses bagaimana olahraga ini dimainkan yaitu bulu yang diambil dari
wujud shuttlecock, yang biasanya terbuat dari bulu angsa, sedangkan kata tangkis merupakan kata
dasar menangkis.

Poin dalam bulu tangkis dihitung oleh juri yang mengawasi jalannya pertandingan di bagian tengah
lapangan dan dibantu oleh asisten wasit yang berada dibagian belakang pemain. Perhitungan point
dilakukan dengan cara menghitung shuttlecock yang masuk kedalam daerah lawan / ketika lawan
melakukan kesalahan sehinggashuttlecock keluar dari lapangan atau saat pemain lain gagal
mengembalikan shuttlecock karena jatuh di daerah pertahanan sendiri. Dalam pengertian bulu
tangkis yang dikeluarkan oleh BWF, olahraga ini dibagi menjadi 5 partai, adapun pembagiannya
adalah sebagai berikut :
1. Tunggal Putra
Partai tunggal putra dalam olahraga bulu tangkis dimainkan oleh 2 pemain yang saling berlawanan.
Pada partai ini dipertandingkan antara satu pemain putra dengan satu lagi pemain putra untuk
memperebutkan juara. Tunggal putra yang telah mengharumkan nama Indonesia di antaranya Taufik
Hidayat, Heryanto Arbi, Ardy Wiranata, Liem Swie King, Rudy Hartono, Tan Joe Hok.
2. Tunggal Putri
Tunggal putri adalah pemainan bulu tangkis yang dilakukan oleh 2 pemain yang saling berlawanan.
Berbeda dengan tunggal putra, tunggal putri adalah partai yang dimainkan oleh satu pemain putri
melawan satu pemain putri. Tunggal putri telah mencatatkan nama Susi Susanti sebagai tunggal
putri yang melegenda.
3. Ganda Putra
Berbeda dengan partai tunggal, partai ganda dimainkan oleh dua pasang pemain yang saling
berlawanan. Hal ini berarti setiap regu memainkan dua orang untuk melawan 2 pemain lawan di tim
yang berbeda. Sesuai namanya ganda putra berarti 2 pasang pemain dalam tim tersebut dimainkan
oleh 2 pemain laki-laki. Saat ini kita memiliki Hendra Setyawan & Mohammad Ahsan yang masuk di
ranking 2 dunia versi BWF yang mewakili Indonesia di partai ganda putra.
4. Ganda Putri
Berbeda dengan ganda putra, pada ganda putri dua pemain dalam satu tim haruslah wanita
sehingga akan ada 4 wanita yang dibagi menjadi 2 pasang tim yang akan saling memperebutkan
kemenangan. Saat ini kita juga mempunyai wakil ganda putri yang masuk sepuluh besar ranking BWF
atas nama Nitya Krishinda Maheswari dan Greysia Polii yang menduduki ranking 5 dunia.
5. Ganda Campuran
Pada partai ganda campuran terdapat 2 tim yang akan saling bertanding, dimana setiap regu / tim
harus memainkan 1 pemain laki-laki dan 1 pemain wanita. Saat ini Indonesia memiliki 2 pasang
ganda campuran yang masuk 10 besar ranking dunia versi BWF, yaitu atas nama Tantowi Ahmad &
Liliyana Natsir (ranking 2 dunia) serta Praven Jordan & Debby Susanto (ranking 9 dunia).
Perlengkapan Dalam Permainan Bulu Tangkis
Perlengkapan dalam olahraga bulu tangkis selalu menjadi bagian dalam pembahasan materi
pengertian bulu tangkis. Agar permainan bulu tangkis bisa berjalan dengan lancar, berikut ini jenis
peralatan yang biasa digunakan oleh pemain bulu tangkis :
1. Lapangan
Lapangan bulu tangkis berukuran 13,41 x 6,1 m yang terbagi atas dua wilayah dan dipisah oleh net.
Tinggi netlapangan bulu tangkis yakni 155 cm. Net merupakan batas dimana perhitungan point
dilakukan. Pemain yang berhasil memasukkan shuttlecock ke daerah pertahanan lawan maka akan
mendapatkan poin. Setiap shuttlecockyang keluar dari lapangan karena gagal
menangkis shuttlecock atau melakukan kesalahan servis sehinggashuttlecock keluar lapangan baik
diarea sendiri maupun area lawan bisa menimbulkan penambahan point untuk lawan.
2. Pakaian yang nyaman
Pakaian yang dipakai oleh atlet bulu tangkis tidak boleh sembarangan. Berhubung mobilitas pemain
cukup tinggi maka dibutuhkan pakaian yang ringan dan nyaman untuk digunakan. Biasanya pakaian
tersebut berbentuk celana pendek dan t-shirt.
3. Sepatu bulu tangkis
Sepatu merupakan bagian penting dalam permainan bulu tangkis. Sepatu dan kaus kaki yang
nayaman akan membantu pemain dalam setiap langkah penting baik untuk kestabilan saat
menyerang maupun bertahan dari smash lawan. Pijakan yang kuat bisa menghindarkan pemain dari
cedera.
4. Raket
Raket merupakan peralatan yang wajib ada jika ingin bermain bulu tangkis. Raket digunakan untuk
memukul dan menangkis shuttlecock agar tidak jatuh di daerah pertahanan. Raket yang bagus
adalah raket yang ringan dan memiliki ketegangan senar yang sesuai.
5. Shuttlecock / kok
Yang membedakan permainan bulu tangkis dengan olahraga lainnya adalah shuttlecock. Tenis
mungkin juga menggunakan raket meskipun bentuknya beda dengan raket badminton, namun
tenis tidak akan pernah menggunakan istilah shuttlecock untuk peralatan yang digunakan oleh
pemain. Shuttlecock atau orang jawa biasa menyebutnya dengan istilah kok merupakan elemen
penting dalam olehraga bulu tangkis. Shuttlecock sendiri biasanya terbuat dari bulu angsa.
Sejarah Singkat Bulutangkis
Tak lengkap rasanya jika membahas mengenai pengertian bulu tangkis tanpa mengulas sejarah bulu
tungkis. Sejarah mencatat bahwa olahraga ini sebenarnya sudah ada pada abad 2000 SM di Mesir
kuno dan China. Dulu rakyat di China menggunakan nama Jianzi untuk menyebut bulu tangkis.
Perkembangan bulu tangkis mulai pesat ketika pada era modern rakyat Inggris melakukan
permainan yang diberi nama battledores, hingga akhirnya pada abad ke-19 para tentara Britania
menyempurnakan permainan bulu tangkis ini dengan menambahkan net / jaring yang dipasang
untuk memisahkan pemain yang saling berlawanan di wilayah Pune, India. Permainan di India
tersebut dinamakan dengan Poon.
Perkembangan bulu tangkis semakin pesat hingga akhirnya pada tahun 1934 dibentuklah Federasi
Bulu tangkis Internasional / IBF dibentuk. Pada tahun itu Anggota IBF adalah Inggris, Wales, Irlandia,
Skotlandia, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru dan Perancis, dengan India. Turnamen-
turnamen besar mulai dilakukan dengan sebutan Piala Thomas , Piala Uber, Piala Sudirman dan
kejuaraan dunia lainnya.
Demikian informasi yang bisa saya sampaikan, semoga materi mengenai pengertian bulu tangkis ini
menambah wawasan kita dan mendukung penuh atlet-atlet Indonesia untuk berjuang
mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional melalui bulu tangkis. Lengkapi wawasan
anda dengan materi teknik dasar bulu tangkis.

Pengertian Tolak Peluru Beserta Gaya dan Jenisnya


December 10, 2016 Olahraga

Tolak peluru merupakan diantara dari banyak cabang


olahraga atletik. Bola besi yang berat harus dilemparkan
oleh atlet tolak peluru dengan sejauh mungkin. Peluru yang
berbentuk bola besi ini adalah alat utama dalam bidang
olahraga ini, yakni sebuah besi bulat berbentuk bola.
Peluru besi berbentuk bola tersebut dilemparkan dengan
cara di tolakkan ke arah tujuan. Dalam melakukan
tolakanya dapat menggunakan gaya menyamping atau
membelakangi sektor lemparan.
Beberapa ukuran dan berat peluru disesuaikan dengan penggunaan dan
kelasnya, diantaranya ialah :
Senior Putra : 7,257 kg
Senior Putri : 4 kg
Junior Putra : 5 kg
Junior Putri : 3 Kg
UKURAN LAPANGAN TOLAK PELURU

annoornisa.blogspot.com
Lingkaran Tolak Peluru berkonstruksi terbuat dari besi,
baja atau bahan lainya yang sejenis untuk di lengkungkan.
Pada bagian atasnya harus rata dengan muka tanah
luarnya. Bagian lingkaran dalam tolak terbuat dari semen,
aspal dan bahan lainya yang sejenis berbentuk padat
namun tidak licin.
Ukuran permukaan dalam lingkaran tolak harus data
antara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Lebar garisnya 5 cm terbuat
diatas lingkaran besi menjulur panjang 0.75 m pada sisi-sisinya lingkaran garis ini terbuat dari cat
atau kayu. Bagian diameter dalam lingkaran tolak adalah 2.135 m.
Ukuran tebal besi lingkaran minimum 6 mm berwarna putih. Balok penahan terbuat dari kayu atau
bahan yang mendekati agar bisa sesuai lengkungan busur maka tepi dalam menghimpit pada
lingkaran dalam tolak, sehingga lebih kokoh, ukuran lebar balok 11,2-30 cm, ukuran panjangnya
1,21-1,23 m di dalam, dan tebalnya 9,8-10,2 cm

CARA MEMEGANG PELURU


walpaperhd99.blogspot.com
Untuk mencapai hasil yang maksimal dan tidak jatuh dalam menolak peluru, maka perlu
diperhatikan tata cara memegang peluru yang baik dan benar. Berikut cara memegang peluru,
diantaranya adalah :
Pada telapak tangan di letakan peluru lalu di pegang menggunakan jari-jari tangan.
Diatas jari telunjuk, tengah, dan manis peluru diletakan, sedangkan disamping di tahan oleh ibu jari
serta kelingking untuk menahan peluru.
Ibu jari sebagai penahan yang mana peluru di letakan diatas jari-jari.
CARA MELETAKAN PELURU
Peluru telah dipegang dengan baik sesuai cara diatas, maka selanjutnya peluru ditempelkan di leher
pada bawah rahang dan didukung dengan tangan. Peluru bagian atas ditempelkan pada dagu dan
siku pada 90 derajat.
CARA MENOLAK PELURU

ikusnul.blogspot.com
1. Persiapan
Berdiri santai sambil mengangkang selebar bahu,
dengan posisi menyamping pada tolakan. Tangan
kanan menggengam peluru lalu diletakan pada leher
bagian bawah rahang dan menempel pada bahu.
Bagian siku tangan kiri dibengkokan pada dada
dengan pandangan ke arah tolakan.
2. Gerakan
Gerakanlah kaki yang terdekat dengan sektor
lemparan untuk ayunan persiapan menolak. Ketika kaki mengayun ke depan, putarlah pinggang
mengarah ke sektor lemparan, maka pinggul membantu untuk mendorong terhadap arah depat
atas, dan tubuh akan condong ke depan dengan pandangan tetap fokus ke arah tolakan.
3. Akhir
Gerakan kaki kanan ke depan untuk menggantik kaki kiri sebagai tumpuan. Luruskan kaki kiri ke
belakang dengan santai, lalu lutut kaki kanan agak sedikit menekuk dan pastinya dengan pandangan
yang tetap tertuju ke arah tolakan.

GAYA DAN JENIS TOLAKAN


Terdapat beberapa gerakan dan jenis gaya tolak peluru, diantaranya ialah :
MACAM DAN GAYA DALAM TOLAK PELURU
Gaya depan, sebelum melakukan awalan sikap pemula posisi badan menghadap kearah sasaran. tapi
gaya tersebut tidak effisien, sekarang sudah jarang sekali di pakai gaya tersebut.
Gaya samping, sikap pemula berdiri miring dengan menggunakan tangan kanan. Gaya tersebut
masih umum digunakan, terutama untuk para atlite pemula termasuk untuk anak sekolah baik SMP,
SMA dan sederajat.
Gaya belakang, sikap permulaan badan harus membelakangi arah tolakkan. Gaya tersebut yang
hingga kini banyak digunakan para atlet senior dan profesional
Gaya putaran lempar cakram, gaya tersebut hampir sama seperti gaya belakang. namun gerakan
kaki tidak mirip gaya belakang, tetapi mirip pada gerakakkan kaki terhadap lempar cakram. Gaya
tersebut agak sulit, hingga saat ini tidak begitu banyak penggunanya.
Dari keempat macam dan gaya ini terbagi dua gaya yang akan dibahas, ialah gaya samping dan gaya
belakang.

TOLAK PELURU GAYA SAMPING / ORTODOKS


Cara melakukan dan teknik tolak peluru gaya samping ialah sebagai berikut :
Peluru siap dipegang pada tangan kanan lalu diletakkan dipangkal leher seperti yang disebutkan
diatas yakni cara memegang peluru pada tolak peluru.
Sikap permulaan berdiri agak miring, arah tolakkan berada disebelah kiri badan. Lutut kaki kanan
ditekuk, kaki kiri diarahkan menjulur kebelakang lurus namun tetap santai dan lemas lalu berpijak
pada ujung kaki. Lengan kiri diangkat santai hingga setinggi bahu atau lebih. sebagian besar berat
badan tertumpu pada kaki kanan, namun pandangan kedepan dan agak ke bawah.
Sebelum meluncurkan kekiri, baiknya kaki kiri di angkat ke depan serta melingkar ke sisi kiri dan
kembali mempijakan ditempat semula. Ayunkan kaki kiri ini untuk mendapat gerakkan pendahuluan,
hanya untuk mendapatkan pendahuluan (seperti kuda-kuda). Maka gerakkan pendahuluanya untuk
mendapatkan keseimbangan. lalu gerakan pendahuluan tersebut cukup dilakukan 2 sampai 3 kali.
Setelah badan seimbang dan cukup kuat, maka pada ayunan kaki yang terakhir, kaki kiri tersebut
tidak harus diletakkan ditanah, namun lebih baik lagi agak ditarik kekanan sehingga posisi pangkal
betis kiri berada dibelakang betis atau kaki kanan, bahkan lebih ke kanan lagi seperti menyilang. Kaki
kiri digoyangkan secara cepat kesisi kiri sambil menolakan kaki kanan. Tolakan kaki kanan tersebut
agak datar dan rendah, bukan meloncat atau melambung. Akhir dari gerakkan meluncur ke kiri ini,
kaki kanan turun terlebih dulu kira-kira seperti pada pusat lingkaran, bahkan kaki kiri terus dijulurkan
jauh kesisi kiri, seperti saat mempijakan ditanah ujung telapak kaki mendekati sedikit menyentuh
bidang pada balok penahan. Saat seperti itu sikap posisi menolak seperti yang telah disebutkan
diatas.
Dari posisi menolak ini, perlu segera di tolakkan dengan yang telah diuraikan diatas.
TEKNIK TOLAK PELURU OBREIN / GAYA
BELAKANG

volimaniak.com
Peluru siap untuk dipegang dan ditaruh tepat pada
pangkal leher menggunakan tangan kanan.
Sikap pemula berdiri membelakangi pada arahh tolakkan.
Menegakkan kaki kanan, kaki kiri persis terjulur lurus dan
santai ke belakang memijak di ujung kaki. Berat badan sebagian besar tertumpu pada kaki kanan.
Pandangan melihat kebawah dan kedepan sekitar 5-10 meter. Dengan posisi tersebut pada seluruh
bagian badan santai dan konsentrasi untuk mengatur pernapasan.
Pada Waktu yang sama, badan di arahkan agak miring kedepan lalu kaki kiri diangkat santai ke
menghadap atas mendekati dengan datar tanah, Sisi lengan kiri turun agak lurus dan lemas
menghadap ke depan lalu bawah. Selanjutnya lutut kanan dan kiri ditekuk, hingga paha kanan
hampir menyentuh bagian dada. Dengan posisi tersebut, lutut kiri untuk segera meluruskan,
digerakan dan diayunkan secara cepat ke belakang dan dibarengi tolakkan kaki kanan lutut samping
dengan lurus. Tolakkan kaki kanan kebelakang tersebut harus rendah dan sebisa mungkin cepat
bahkan agar gerakkan meluncur gerakkan ini lancar dan tidak lambung. Selama peluncuran ke
belakang, baiknya badan untuk terus direndahkan dan miring ke depan serta tetap membelakangi
arah pada tolakkan.
Akhir pada luncuran ke belakang tersebut berawal dengan mendaratkan kaki kanan terlebih dulu
kurang lebih pada pusat lingkaran, lalu dilanjutkan dengan kaki kiri memijak disebelah kiri dan garis
tengah, pada bagian ujung kaki agak sedikit bersentuhan dengan bidang pada balok penahan. Ketika
kaki ini berpijak, maka terjadi sikap untuk siap posisi menolak.
Dengan sikap dan posisi menolak tersebut, peluru bisa langsung ditolakkan dengan cara yang telah
disebutkan diatas.
BERIKUT BEBERAPA YANG MENJADI KEGAGALAN DALAM TOLAK PELURU PADA
UMUMNYA :
1. Mengenai batas pada balok bagian atas
2. Mengenai lingkaran di luar tanah
3. Keluar atau masuk lingkaran dari muka garis tengah
4. Ketika dipanggil selama kurang lebih 3 menit sebelum menolak
5. Menaruh peluru dibelakang kepala
6. Peluru terjatuh di luar sektor lingkaran
7. Menginjak garis lingkaran lapangan
8. Keluar lewat depan garis lingkaran
9. Keluar lingkaran tidak berjalan dengan tenang
10. Gagal melempar peluru sebanyak 3 kali lemparan.

PENCAK SILAT
Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni
bela diri ini secara luas dikenal diIndonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan,
danThailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara. Berkat peranan
para pelatih asal Indonesia, kini Vietnamjuga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh. Induk
organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia(IPSI). Organisasi yang
mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan Pencak Silat
Antara Bangsa(Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei
Darussalam.
Pencak silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi. Ada pengaruh budaya
Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat. Biasanya setiap daerah di Indonesia
mempunyai aliran pencak silat yang khas. Misalnya, daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran
Cimande dan Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih dan di Jawa Timur ada
aliranPerisai Diri. Setiap empat tahun di Indonesia ada pertandingan pencak silat tingkat nasional
dalam Pekan Olahraga Nasional. Pencak silat juga dipertandingkan dalam SEA Games sejak
tahun 1987. Di luar Indonesia juga ada banyak penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda,
Jerman, dan Amerika.
Di tingkat nasional olahraga melalui permainan dan olahraga pencak silat menjadi salah satu alat
pemersatu nusantara, bahkan untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas
bangsa. Olahraga pencak silat sudah dipertandingkan di skala internasional. Di Indonesia banyak
sekali aliran-aliran dalam pencak silat, dengan banyaknya aliran ini menunjukkan kekayaan budaya
masyarakat yang ada di Indonesia dengan nilai-nilai yang ada didalamnya.
Etimologi
Istilah silat dikenal secara luas di Asia Tenggara, akan tetapi khusus di Indonesia istilah
yang digunakan adalah pencak silat. Istilah ini digunakan sejak 1948 untuk
mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang berkembang di
Indonesia. Nama "pencak" digunakan di Jawa, sedangkan "silat" digunakan di Sumatera,
Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Dalam perkembangannya kini istilah "pencak"
lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan gerakan, sedangkan "silat"
adalah inti ajaran bela diri dalam pertarungan.
Sejarah

Nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki cara pembelaan diri yang ditujukan
untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya dari
tantangan alam. Mereka menciptakan bela diri dengan menirukan gerakan binatang
yang ada di alam sekitarnya, seperti gerakan kera, harimau, ular, atau burung
elang. Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan juga berkembang dari
keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan
menggunakan parang, perisai, dan tombak, misalnya seperti dalam tradisi
suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.
Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi
asal mulanya belum dapat ditentukan secara pasti. Kerajaan-kerajaan besar,
seperti Sriwijaya danMajapahit disebutkan memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai
ilmu bela diri dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam pembelaan diri
dapat diandalkan. Peneliti silat Donald F. Draeger berpendapat bahwa bukti adanya seni bela diri
bisa dilihat dari berbagai artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik (Hindu-Budha) serta pada
pahatan relief-relief yang berisikan sikap-sikap kuda-kuda silat di candi Prambanan dan Borobudur.
Dalam bukunya, Draeger menuliskan bahwa senjata dan seni beladiri silat adalah tak terpisahkan,
bukan hanya dalam olah tubuh saja, melainkan juga pada hubungan spiritual yang terkait erat
dengan kebudayaan Indonesia. Sementara itu Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa
terdapat pengaruh ilmu bela diri dariCina dan India dalam silat. Hal ini karena sejak awal
kebudayaan Melayu telah mendapat pengaruh dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang
maupun perantau dari India, Cina, dan mancanegara lainnya.
Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai
nama.Di semenanjung Malaysia danSingapura, silat lebih dikenal dengan nama alirannya
yaitu gayong dan cekak.Di Thailand, pencak silat dikenal dengan namabersilat, dan di Filipina selatan
dikenal dengan nama pasilat. Dari namanya, dapat diketahui bahwa istilah "silat" paling banyak
menyebar luas, sehingga diduga bahwa bela diri ini menyebar dari Sumatera ke berbagai kawasan di
rantau Asia Tenggara.

Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid,
sehingga catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Sejarah silat dikisahkan melalui
legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Legenda Minangkabau, silat (bahasa
Minangkabau: silek) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di
kaki Gunung Marapi pada abad ke-11. Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para
perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. Demikian pula cerita rakyat mengenai asal mula silat
aliran Cimande, yang mengisahkan seorang perempuan yang mencontoh gerakan pertarungan
antara harimau dan monyet. Setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan (pendekar) yang
dibanggakan, misalnyaPrabu Siliwangi sebagai tokoh pencak silat Sunda Pajajaran, Hang
Tuah panglima Malaka, Gajah Mada mahapatih Majapahit[rujukan?] dan Si Pitung dari
Betawi.[rujukan?]
Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh
kaum penyebar agama Islam padaabad ke-14 di nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersama-
sama dengan pelajaran agama di surau atau pesantren. Silat menjadi bagian dari latihan
spiritual. Dalam budaya beberapa suku bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan bagian tak
terpisahkan dalam upacara adatnya. Misalnya kesenian tari Randai yang tak lain adalah
gerakan silek Minangkabau kerap ditampilkan dalam berbagai perhelatan dan acara adat
Minangkabau. Dalam prosesi pernikahan adat Betawi terdapat tradisi "palang pintu", yaitu
peragaan silat Betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara kecil. Acara ini biasanya digelar
sebelum akad nikah, yaitu sebuah drama kecil yang menceritakan rombongan pengantin pria dalam
perjalanannya menuju rumah pengantin wanita dihadang oleh jawara (pendekar) kampung
setempat yang dikisahkan juga menaruh hati kepada pengantin wanita. Maka terjadilah pertarungan
silat di tengah jalan antara jawara-jawara penghadang dengan pendekar-pendekar pengiring
pengantin pria yang tentu saja dimenangkan oleh para pengawal pengantin pria.
Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela
negara untuk menghadapi penjajah asing. Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda,
tercatat para pendekar yang mengangkat senjata, seperti Panembahan Senopati, Sultan
Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta para
pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.
Silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para
penduduk daerah pesisir pulauSumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok
etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah
di Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau lain-lainnya yang juga mengembangkan
beladiri ini.
Menyadari pentingnya mengembangkan peranan pencak silat maka dirasa perlu adanya organisasi
pencak silat yang bersifat nasional, yang dapat pula mengikat aliran-aliran pencak silat di seluruh
Indonesia. Pada tanggal 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kini IPSI
tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia.
Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M.
Nalapraya (Indonesia), yang saat itu menjabat ketua IPSI. Acara tersebut juga dihadiri oleh
perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keempat negara itu
termasuk Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri Persilat.
Beberapa organisasi silat nasional antara lain adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di
Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia, Persekutuan Silat
Singapore (PERSIS) di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam(PERSIB) di Brunei. Telah
tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara
resmi masuk sebagai cabang olah raga dalam pertandingan internasional, khususnya
dipertandingkan dalam SEA Games.
Istilah dalam Pencak Silat

Kuda-kuda: adalah posisi menapak kaki untuk memperkokoh


posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kokoh enting untuk
mempertahankan posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan.
Kuda-kuda juga penting untuk menahan dorongan atau menjadi
dasar titik tolak serangan (tendangan atau pukulan).
Sikap dan Gerak: Pencak silat ialah sistem yang terdiri
atas sikap (posisi) dan gerak-gerik(pergerakan). Ketika seorang
pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah
mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera
setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan
dengan suatu serangan yang cepat.
Langkah: Ciri khas dari Silat adalah penggunaan langkah. Langkah ini penting di dalam permainan
silat yang baik dan benar. Ada beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya langkah tiga dan
langkah empat.
Kembangan: adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan sambil memperhatikan,
mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus mengintai celah pertahanan musuh. Kembangan utama
biasanya dilakukan pada awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau mengelabui
musuh. Seringkali gerakan kembangan silat menyerupai tarian atau dalam maenpoSunda
menyerupai ngibing (berjoget). Kembangan adalah salah satu bagian penilaian utama dalam seni
pencak silat yang mengutamakan keindahan gerakan.
Buah: Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Secara
tradisional istilah teknik ini dapat disamakan dengan buah. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku,
lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan,
sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.
Jurus: pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian
atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik
lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan.
Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat
digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.
Sapuan dan Guntingan: adalah salah satu jenis buah (teknik) menjatuhkan musuh dengan
menyerang kuda-kuda musuh, yakni menendang dengan menyapu atau menjepit (menggunting) kaki
musuh, sehingga musuh kehilangan keseimbangan dan jatuh.
Kuncian: adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar tidak berdaya, tidak dapat bergerak, atau
untuk melucuti senjata musuh. Kuncian melibatkan gerakan menghindar, tipuan, dan gerakan cepat
yang biasanya mengincar pergelangan tangan, lengan, leher, dagu, atau bahu musuh.

Aspek dan bentuk

Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:


Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan
mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang.
Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu
seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek
kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi
keilmuannya.
Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat
penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan
musik dan busana tradisional.
Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri
dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri
pencak silat.
Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba
menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi
pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.
Bentuk pencak silat dan padepokannya (tempat berlatihnya) berbeda satu sama lain, sesuai dengan
aspek-aspek yang ditekankan. Banyak aliran yang menemukan asalnya dari pengamatan atas
perkelahian binatang liar. Silat-silat harimau dan monyet ialah contoh dari aliran-aliran tersebut.
Adapula yang berpendapat bahwa aspek bela diri dan olah raga, baik fisik maupun pernapasan,
adalah awal dari pengembangan silat. Aspek olah raga dan aspek bela diri inilah yang telah
membuat pencak silat menjadi terkenal di Eropa.
Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa pokok-pokok dari pencak silat terhilangkan, atau
dipermudah, saat pencak silat bergabung pada dunia olah raga. Oleh karena itu, sebagian praktisi
silat tetap memfokuskan pada bentuk tradisional atau spiritual dari pencak silat, dan tidak mengikuti
keanggotaan dan peraturan yang ditempuh oleh Persilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat
sedunia.
Senjata

Selain bertarung dengan tangan kosong, pencak silat juga mengenal berbagai macam
senjata. antara lain:
Keris: sebuah senjata tikam berbentuk pisau kecil, sering dengan bilah bergelombang yang dibuat
dengan melipat berbagai jenis logam bersama-sama dan kemudian cuci dalam asam.
Kujang: pisau khas Sunda
Samping/Linso: selendang kain sutera dipakai sekitar pinggang atau bahu, yang digunakan dalam
penguncian teknik dan untuk pertahanan terhadap pisau.
Galah: tongkat yang terbuat dari kayu, baja atau bambu .
Cindai: kain, biasanya dipakai sebagai sarung atau dibungkus sebagai kepala gigi. Tradisional
perempuan menutupi kepala mereka dengan kain yang dapat diubah menjadi cindai.
Tongkat/Toya: tongkat berjalan yang dibawa oleh orang tua, pengelana dan musafir.
Kipas: kipas lipat tradisional yang kerangkanya dapat terbuat dari kayu atau besi.
Kerambit/Kuku Machan: sebuah pisau berbentuk seperti cakar harimau yang bisa diselipkan di
rambut perempuan.
Sabit/Clurit: sebuah sabit, biasa digunakan dalam pertanian, budidaya dan panen tanaman.
Sundang: sebuah ujung pedang ganda Bugis, sering berombak-berbilah
Rencong: belati Aceh yang sedikit melengkung
Tumbuk Lada: belati kecil yang juga sedikit melengkung mirip rencong, secara harfiah berarti
"penghancur lada".
Gada: senjata tumpul yang terbuat dari baja.
Tombak: lembing yang terbuat dari bambu, baja atau kayu yang kadang-kadang memiliki bulu yang
menempel di dekat pisau.
Parang/Golok: pedang pendek yang biasa digunakan dalam tugas sehari-hari seperti memotong
saat menyisir hutan.
Trisula: tiga sula atau senjata bercabang tiga
Chabang/Cabang: trisula bergagang pendek, secara harfiah berarti "cabang".
Tata tertib pencak silat

Sejalan dengan norma dan nilai budaya khususnya di Indonesia, terdapat beberapa
peraturan yang harus diperhatikan dan dilakukan dengan seksama ketika berlatih
pencak silat, di antaranya sebagai berikut.[6]
Upacara pembukaan latihan yang terdiri atas:
Menyiapkan barisan;
Berdoa dipimpin oleh pelatih;
Pembacaan "prasetya pesilat Indonesia"
Penghormatan kepada pelatih, dipimpin oleh pemimpin barisan.
Pemanasan
Latihan inti
Pendinginan
Upacara penutupan latihan diakhiri dengan penghormatan dan berjabat tangan.

Nilai positif pencak silat


Beberapa nilai positif yang diperoleh dalam olahraga beladiri pencak silat adalah:[2]
Kesehatan dan kebugaran;
Membangkitkan rasa percaya diri;
Melatih ketahanan mental;
Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi;
Membina sportifitas dan jiwa ksatria;
Disiplin dan keuletan yang lebih tinggi.