Anda di halaman 1dari 2

ANESTESI INFILTRASI

No. Dokumen SOP/UKP/PAD/IGD/221


No. Revisi 00
SOP
Tanggal Terbit 15 Juni 2016
Halaman 1 dari 2
BLUD PUSKESMAS Dara Pahlarini
KECAMATAN
NIP.196511101992022001
PADEMANGAN

1. Pengertian Anestesi infiltrasi adalah penyuntikan analgetika lokal yang bertujuan


untuk menimbulkan anestesi ujung saraf melalui injeksi pada atau
sekitar jaringan yang akan dianestesi sehingga mengakibatkan
hilangnya rasa di kulit dan mukosa
2. Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan tindakan anestesi infiltrasi subkutan
pada pasien di BLUD Puskesmas Kec. Pademangan
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala BLUD Puskesmas Kecamatan Pademangan
Nomor 053 Tahun 2016 Tentang Kebijakan Pelayanan Klinis BLUD
Puskesmas Kecamatan Pademangan
4. Referensi Buku Kuliah Anestesi, Penulis : dr. Ardi Pramono, Sp.An, M.Kes,
Penerbit : EGC
5. Alat dan Bahan 1. Lembar Informed Consent
2. Lembar konsul internal
3. Handscoon
4. Spuit 2 5 ml dengan ukuran jarum 21 25G
5. Bak spuit
6. Kapas alcohol
7. Betadine
8. Bengkok
9. Lidocaine injeksi
6. Langkah-langkah 1. Petugas menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada
pasien/keluarga pasien
2. Petugas meminta pasien/keluarga pasien untuk mengisi dan
menandatangani informed consent
3. Petugas menanyakan adakah riwayat alergi obat anestesi
sebelumnya
4. Petugas menulis lembar konsul internal dan meminta
pasien/keluarga pasien untuk menyelesaikan biaya administrasi di
bagian loket
5. Petugas mencuci tangan sesuai SOP Kewaspadaan Universal
6. Petugas menyiapkan alat dan bahan yang digunakan
7. Petugas mengatur posisi pasien, lepaskan pakaian pada daerah
yang akan disuntik
8. Petugas menandai lokasi tubuh yang akan dilakukan tindakan
anestesi blok dengan micropore
9. Petugas memakai APD sesuai SOP Kewaspadaan Universal
10. Lakukan disinfeksi area kulit yang akan ditusuk dengan kapas
alcohol, melingkar dari tempat tusukan ke luar dengan diameter kira-
kira 5 cm
11. Ulangi diinfeksi dengan cara yang sama tapi dengan betadine
12. Petugas mengambil spuit yang telah diisi dengan obat yang akan
disuntikkan dan cek ada tidaknya udara dalam spuit
13. Petugas membuka penutup jarum spuit dan menyuntikkan obat
lidocaine injeksi dengan sudut jarum sekitar 10 - 200 di jaringan luka
atau daerah sekitar yang akan dilakukan tindakan pembedahan di
jaringan kulit maupun mukosa
14. Petugas menarik pengisap sedikit ke belakang untuk melihat apakah
jarum masuk ke dalam vena dengan memperhatikan darah yang
keluar
15. Jika tidak ada darah yang keluar, petugas menyuntikkan isi spuit
dengan mendorong pengisap ke depan tanpa mengubah posisi
jarum
16. Setelah semua obat sudah masuk, petugas meletakkan kapas
alcohol diatas jarum
17. Tariklah spuit kearah belakang sampai jarum ke luar dari kulit,sambil
menekankan kapas pada lubang di kulit untuk mencegah
perdarahan
18. Menutup kembali jarum spuit dan meletakkan ke dalam bengkok
19. Petugas melakukan pengecekan rangsang nyeri untuk melihat reaksi
obat
20. Jika reaksi yang diinginkan sudah terjadi, maka dapat dilakukan
tindakan pembedahan sesuai prosedur
21. Setelah selesai melakukan tindakan petugas membuang spuit dan
jarum secara aman di safety box
22. Melepaskan sarung tangan dan mencuci tangan sesuai SOP
Kewaspadaan Universal
23. Mencatat kegiatan dan hasil observasi dalam rekam medis dan
lembar monitoring anestesi dan pembedahan
7. Unit Terkait 1. Ruang Tindakan
2. Poli Umum
3. Poli Pelayanan 24 Jam
8. Dokumen Terkait 1. Rekam Medis
2. SOP Informed Consent
3. SOP Kewaspadaan Universal
4. SOP Eksisi Tumor Jinak Kulit
5. Lembar monitoring anestesi dan pembedahan
9. Riwayat Perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tgl diberlakukan
Dokumen

Anestesi Infiltrasi

SOP/UKP/PAD/IGD/221 2