Anda di halaman 1dari 5

ROLE PLAY PENERIMAAN PASIEN BARU, SENTRALISASI OBAT DAN

DISCHAGE PLANNING

Prolog
Pada hari rabu jam 09.00 seluruh perawat (PP dan PA) shift pagi serta kepala ruangan
berkumpul di nurse station, untuk melakukan penerimaan pasien baru

1. Sesi I sebelum pasien datang


Perawat UGD (menelpon ruangan dan memberitahukan bahwa akan ada pasien baru)

Perawat UGD : assalamualaikum, selamat pagi dengan Ruang HCU ?


Karu : wa'alaikumsalam, dengan saya Ners yusril, iya betul ada yang bisa
dibantu?
Perawat UGD : Ini dari UGD dengan saya Ners Dany mau menyampaikan bahwa
ada pasien baru atas nama Ny N dengan diagnose medis Dyspepsia +
Decom, apakah ada satu kamar HCU kosong?
Karu : iya ners ada diruang HCU 5
Perawat UGD : baik lah ners saya pesan satu kamar tolong disiapkan, nanti saya akan
hubungi kembali
Karu : iya ners akan saya siapkan. Ada lagi yang harus saya siapkan ners?
Perawat UGD : siapkan saja tabung O2, pasien terpasang O2
Karu : iya Ners

Di ruangan Ners stasion


Karu : (Karu memanggil Perawat Primer) Ners Gita tolong siapkan kamar
HCU 5 karena akan ada pasien baru
PP : siap Pak karu
PP menginstruksikan kepada PA untuk menyiapkan kamar
PP: Ners irma tolong siapkan kamar di ruangan HCU 5 karena akan ada
pasien baru
PA : baik ners
Perawat UGD : (panggilan telepon) Assalamualaikum ini dari UGD dengan saya Ners
Danny
Karu : Wa'alaikumsalam Ners, dengan saya ners yusril di ruang HCU
Perawat UGD : Bagaimana ners yusril apakah sudah siap untuk kamarnya?
Karu : Iya ners, kamarnya sudah siap untuk HCU 5
Perawat UGD : OK ners sebentar lagi saya akan antarkan pasiennya ke ruangan. Saat
ini pasienya dengan keluhan nyeri dada , pada saat datang di IGD skala
nyeri 4, sekarang berkurang 3 setelah mendapatkan injeksi santagesik.
Lalu saat ini pasien terpasang O2 nasal kanul 3 lpm.
Karu : Baik ners terimakasih
(Karu mengecek kelengkapan seperti monitor, elektroda dan juga ecg)

(Perawat UGD mengantar pasien ke ruangan rawat inap)


Perawat UGD :assalamualaikum, ners Gita ini pasien dari UGD dengan diagnose
dispepsia dan dekompensasi cordis

PP langsung ke pasien
PP :Assalamualaikum, namanya siapa bu? (sambil memegang gelang
pasien),
Pasien : Nama saya Ny. N, sus
PP. : Selamat datang di Ruang Rawat Jantung, sekarang ibu berada di
gedung Al-Aqsa lt 3 rumah sakit haji Surabaya

(Setelah mengidentifikasi pasien PP mengajak PA Untuk merekan ECG dan memasang


elektroda, mengobservasi TTV)
PP : Ners irma pasien baru atas nama Ny N tolong di cek EKG,
Pasang elektroda dan observasi TTV, setelah itu lakukan pemeriksaan
fisik ya ners irma
PA : Iya Ners

Perawat UGD melakukan serah terima pasien baru di Ners Station


Perawat UGD : nama pasien Ny N, Usia 52 thn, DPJP dr Donny., Spjp, diagnosa
medis dispepsia dan dekompensasi cordis, background : keluhan saat
datang nyeri dada disertai dengan dada berdebar-debar. TD: 200/90
mmHg, N: 112 x/ mnt, S: 36,3 Oc, RR: 18 x/ mnt skala nyeri saat datang
4 sekarang menjadi 3. Pasien sudah terpasang dower kateter dengan
cc
residu 300 dan infus pz 500cc/ 24 jam. Terpasang O2 nasal kanul 3
lpm. Pasien sudah di injeksi santagesik 1x2ml, ceftriaxone 1x1 g.

PP : oke nanti akan saya konsulkan ke dokter penanggung jawabnya

Perawat UGD : Terimakasih, Ners


PA : (menyerahkan hasil pengkajian) ners ini laporan hasil
pengkajian pasien baru
PP :Iya ners, terima kasih

PP kontak dengan Keluarga Ny nunik untuk menjelaskan penerimaan pasien baru sesuai
dengan cek list yang disediakan

Setelah itu PP menelepon DPJP


PP : assalamualaikum dokter saya Ners Gita. Ini ada pasien baru pindahan
dari IGD pasien atas nama Ny N, Usia 52 thn, dengan diagnosa medis
Dispepsia dan dekompensasi cordis background : keluhan saat nyeri
dada disertai dengan dada berdebar-debar. TD: 200/90 mmHg, N: 112
x/ mnt, S: 36,3Oc, RR: 18 x/ mnt. Pasien sudah terpasang dower kateter
cc
dengan residu 300 dan infus pz 500cc/ 24 jam. Terpasang O2 nasal
kanul 3 lpm. Pasien sudah di injeksi santagesik 1x2ml, ceftriaxone 1x1
g.
Dokter : walaikumsallam Ners Gita, lanjutkan terapi dari IGD saja
PP : baik dokter saya bacakan kembali ya. Pasien terpasang o2 nasal kanul
3 lpm, infus pz 500cc/ 24 jam. injeksi santagesik 1x2ml, ceftriaxone 1x1
g.
Dokter : Iya Ners Gita
PP : Baik dokter terima kasih, assalamu'alaikum
Dokter : wa'alaikum salam
Sentralisasi obat
PP menulis terapi yang telah di adviskan oleh dokter dpjp pada lembar sentralisasi obat. PP
mendatangi paisen untuk memberikan obat karena tiba waktunya

PP : Assalamualaikum
Pasein : Wa'alaikum salam
PP : Ibu sudah makan siang bu ?
Pasien : sudah sus
PP : Kalau sudah saya akan menyuntik ibu. Ibu namanya siapa? (sambil mengecek
gelang pasien), ini obatnya ada 2 macam bu santagesik untuk nyeri dada dan
ceftriaxone ini antibiotic. Saya suntik ya bu (Sambil mengecek nama pasien
dan no rm pasien serta usia dengan barcode yang ada di spuit)
Pasien : iya sus
PP : Ibu kan sudah saya suntik, sekarang saya minta paraf atau tanda tangan ibu
disini.
Pasien : sudah sus, terima kasih ya
PP : iya bu sama-sama. Selamat beristirahat
Discharge planing
Tahap I
PP :Assalamualaikum, Ny N, apakah tadi sudah dijelaskan mengenai
sakitnya di IGD tadi?
Pasien : sudah sus
PP : ooh ya sudah, terima kasih bu
Pasien : Iya sus, sama-sama

Tahap 2:
PP : Ny N bagaimana apakah masi nyeri dada?
Pasien : Masih nyeri sus, tapi saya tidak betah di tempat tidur
PP : Begini bu kalau ibu masih nyeri jangan turun dari tempat tidur
sambil digerakan saja badanya pelan-pelan. O2 masi terpakai jangan
dilepas. Nanti kalau ada apa-apa ibu bisa memanggil perawatanya di
ruang perawat.
Pasien : iya sus, terima kasih

Tahap 3
PP : bagaimana ny. N, apakah masih terasa sakit atau nyeri dada
Pasien : sudah agak mendingan sus
PP : Ya sudah bu, kalau butuh apa-apa, ibu bisa menanggil kami
Pasien : iya sus terima kasih

Tahap 4:
PP : Bagaimana bu apakah ada keluhan?
Paisen : tidak sus, tidak ada keluhan kan mau pulang hehehehh
PP : ibu kalau tidak pusing bisa turun dari tempat tidur, latihan untuk bak
ke kamar mandi. Kalau masih nyeri ibu bisa istirahat. Tetapi setelah
nanti di rumah tiba-tiba timbul nyeri ibu bisa minum obat isorbid
yang cara minumnya dimasukan dibawah lidah yang di ulang selama
3x dimana jeda minumnya 5 menit. Jika sudah minum isorbid tetapi
nyeri tidak berkurang ibu bisa pergi ke igd. Bagaiman bu ada
pertanyaan ?
Pasien : tidak sus, terima kasih
PP : iya sama-sama, jaga kesehatan bu