Anda di halaman 1dari 22

3.

3 Gambaran Umum Provinsi Sulawesi Tengah

3.3.4 Gambaran Infrastruktur Pekerjaan Umum

3.3.4.1 Infrastruktur Sumber Daya Air

A. Kondisi Eksisting Infrastruktur Sumber Daya Air

B. Hasil Analisis Infrastruktur Sumber Daya Air

Analisis Kebutuhan Air Baku untuk Jaringan Irigasi

Dari tabel di bawah ini dapat disimpulkan bahwa kebutuhan air baku di provins
Sulawesi tengah, Pada Tahun 2019 yang memiliki total paling tinggi yaitu kabupaten
parigi mautong dengan total 45,89 m3/dtk. Dimana total tersebut terbagi dari beberapa
sumber diantaranya dari domestic 0,09 m3/dtk, dari Non Domestic 0,02 m3/dtk, dari
irigasi tidak tersedia data, dari fasilitas lainnya 0,01 m3/dtk dan losses nya 0,02 m3/dtk.
Sedangkan Pada Tahun 2038 yang memiliki total paling tinggi yaitu kabupaten parigi
mautong sama dengan tahun 2019, dengan total 46,21 m3/dtk. Dimana total tersebut
terbagi dari beberapa sumber diantaranya dari domestic 0,59 m3/dtk, dari Non
Domestic 0,12 m3/dtk, dari irigasi 45,31m3/dtk, dari fasilitas lainnya 0,06 m3/dtk dan
losses nya 0,14 m3/dtk.

Sedangkan total kebutuhan air baku pada tahun 2019 yang memiliki total paling rendah
yaitu kabupaten Banggai Laut dengan total 0,08 m3/dtk. Dimana total tersebut terbagi
dari beberapa sumber diantaranya dari domestic 0,05 m3/dtk, dari Non Domestic 0,01
m3/dtk, dari irigasi tidak tersedia data, dari fasilitas lainnya 0,01 m3/dtk dan losses nya
0,01 m3/dtk. Sedangkan Pada Tahun 2038 yang memiliki total paling rendah yaitu
kabupaten Banggai Laut sama dengan tahun 2019, dengan total 0,12 m3/dtk. Dimana
total tersebut terbagi dari beberapa sumber diantaranya dari domestic 0,08 m3/dtk, dari
Non Domestic 0,02 m3/dtk, dari irigasi tidak tersedia data, dari fasilitas lainnya
0,01m3/dtk dan losses nya 0,02 m3/dtk.

Tabel III.1 Analisis Kebutuhan Air Baku untuk Jaringan Irigasi


Di Provinsi Sulawesi Tengah
Kebutuhan Air Baku Tahun 2019 m3/dtk Kebutuhan Air Baku Tahun 2038 m3/dtk
Kab/Kota Non Fasilitas Non Fasilitas
Domestik Irigasi Losses Total Domestik Irigasi Losses Total
Domestik Lainnya Domestik Lainnya
Banggai
0,09 0,02 - 0,01 0,02 0,14 0,15 0,03 - 0,02 0,04 0,23
Kepulauan
Banggai 0,31 0,06 39,98 0,03 0,07 40,46 0,52 0,10 39,98 0,05 0,13 40,79
Morowali 0,10 0,02 7,46 0,01 0,02 7,61 0,17 0,03 7,46 0,02 0,04 7,73
Poso 0,22 0,04 38,22 0,02 0,05 38,55 0,40 0,08 38,22 0,04 0,10 38,83
Donggala 0,22 0,04 13,55 0,02 0,05 13,89 0,28 0,06 13,55 0,03 0,07 13,98
Tolitoli 0,18 0,04 22,31 0,02 0,04 22,58 0,25 0,05 22,31 0,02 0,06 22,70
Buol 0,13 0,03 5,66 0,01 0,03 5,85 0,21 0,04 5,66 0,02 0,05 5,99
Parigi
0,38 0,08 45,31 0,04 0,09 45,89 0,59 0,12 45,31 0,06 0,14 46,21
Moutong
Tojo Una-Una 0,11 0,02 3,00 0,01 0,03 3,17 0,15 0,03 3,00 0,02 0,04 3,23
Sigi 0,18 0,04 18,78 0,02 0,04 19,05 0,25 0,05 18,78 0,02 0,06 19,16
Banggai Laut 0,05 0,01 - 0,01 0,01 0,08 0,08 0,02 - 0,01 0,02 0,12
Morowali
0,09 0,02 7,09 0,01 0,02 7,23 0,13 0,03 7,09 0,01 0,03 7,29
Utara
Kota Palu 0,50 0,10 1,45 0,05 0,12 2,21 0,74 0,15 1,45 0,07 0,18 2,59

Sumber : hasil analisis tahun 2016


PETA INFRASTRUKTUR SUMBER DAYA AIR
3.3.4.2 Infrastruktur Bina Marga

A. Kondisi Eksisting Infrastruktur Bina marga

B. Hasil Analisis Infrastruktur Bina Marga


3.3.4.3 Infrastruktur Cipta Karya
A. Kondisi Eksisting Infrastruktur Cipta Karya

B. Hasil Analisis Infrastruktur Cipta Karya

Analisis Kebutuhan Air Minum

Target pencapaian SPM air minum yang aman melalui SPAM dengan jaringan
perpipaan dan bukan jaringan perpipaan perpipaan terlindungi dengan kebutuhan
pokok minimal 60 liter/orang/hari pada tahun 2019 yaitu 81,77%

RPJMN 2015-2019 mengamanahkan tercapainya 100% akses air minum, 0% kawasan


kumuh dan 100% sanitasi layak di tahun 2019.

Indikator kualitas layanan sistem air limbah antara lain;

Persentase penduduk yang terlayani sistem air limbah setempat yang memadai,

Persentase penduduk yang tarlayani sistem air limbah terpusat

Rumus SPM air minum


akhir thn pencapaianSPM
Masyarakat terlayani
SPM cakupan pelayanan

akhir thn pencapaianSPM
Proyeksi total masyarakat

Dari tabel di bawah dapat di simpulkan bahwa pada tahun 2019 kabupaten yang
memiliki nilai kebutuhan air minum paling tinggi yaitu di kabupaten Banggai sebesar
309 lt/dtk dengan nilai Ketersediaan air pada tahun 2017 sebanyak 414,87 lt/dtk. Berarti
kabupaten banggai ketersediaan air nya masih mencukupi sampai tahun 2019.
Sedangkan pada tahun 2038 kabupaten banggai kebutuhan air minum mencapai
523,28 lt/dtk. Berarti pada tahun 2038 kabupaten banggai kekurangan akan
ketersediaan air sebesar 108,41 lt/dtk.

Kabupaten yang masih kekurangan akan ketersediaan air pada tahun 2019 yaitu
kabupaten Morowali, Poso, Buol, Parigi Moutong, Sigi, Banggai Laut, Morowali Utara,
dan Kota Palu. Sedangkan Kabupaten yang masih kekurangan akan ketersediaan air
pada tahun 2038 yaitu kabupaten Banggai Kepulauan Banggai, Morowali, Poso, Buol,
Parigi Moutong, Sigi, Banggai Laut, Morowali Utara dan Kota Palu

Analisis Timbulan Sampah Dan Kebutuhan Lahan TPA


Dari tabel di bawah ini dapat di simpulkan bahwa kabupaten yang memiliki nilai
timbulan sampah paling tinggi yaitu Kota Palu. Dimana nilai timbulan sampah pada
tahun 2016 memiliki nilai sebesar 1.027,92 m3/hari, pada tahun 2019 memiliki nilai
sebesar 1.130,04 m3/hari, pada tahun 2028 memiliki nilai sebesar 1.334,28 m3/hari,
pada tahun 2032 memiliki nilai sebesar 1.504,49 m3/hari, pada tahun 2038 memiliki
nilai sebesar 1.674,69 m3/hari, sedangkan untuk kbutuhan lahan di Kota Palu sendiri,
lahan TPA yang ada masih mencukupi kebutuhan lahan untuk tahun 2016 sampai
tahun 2038.

Sedangkan Kabupaten yang memerlukan lahan TPA paling besar yaitu kabupaten
Banggai Laut Pada tahun 2016 Sebesar 0,85 Ha, Pada Tahun 2019 sebesar 0,93 Ha,
Pada Tahun 2028 Sebesar 1,11 Ha, Pada Tahun 2032 sebesar 1,26 Ha, dan Pada
Tahun 2038 sebesar 1,41 Ha.
Tabel III.2 Analisis Kebutuhan Air Minum
Di Provinsi Sulawesi Tengah
Kapasitas Eksisting Kapasitas Eksisting Ketersediaan Kebutuhan Kebutuhan GAP GAP
Air Minum Air Minum Air Minum Tahun Tahun Indikasi Penanganan
Kab/Kota (lt/dtk) PDAM (lt/dtk) Non PDAM
Tahun 2017 2019 2038 2019 2038
Terpasang Produksi Terpasang Produksi (lt/dtk) (lt/dtk) (lt/dtk) (lt/dtk) (lt/dtk) PDAM SPAM Non PDAM
Peningkatan
Banggai
145 57 42,8 42,8 99,8 94 150,4 0 50,6 Produksi 88 -
Kepulauan
lt/dtk
Peningkatan
produksi eksisting
Peningkatan
21,92 lt/dtk,
Banggai 244 201 235,79 213,87 414,87 309 523,28 0 108,41 Produksi 43
Pembangunan
lt/dtk
dengan kapasitas
43,49 lt/dtk
Pembangunan
Pembangunan
dengan
Morowali - - 39,45 27,13 27,13 98 174,58 71,36 147,45 dengan kapasitas
kapasitas
12,32 lt/dtk
135,13 lt/dtk
Peningkatan
peningkatan
produksi eksisting
produksi
Poso 205 105 152,87 84,22 189,22 217 397,97 27,37 208,75 68,65 lt/dtk,
kapasitas 100
pembangunan
lt/dtk
40,1 lt/dtk
Donggala 351 249 415,47 251,78 500,78 218 279,79 0 0 - -
Tolitoli 190 103 180 150 253 176 248,9 0 0 - -
peningkatan
produksi 11,4
Peningkatan
lt/dtk,
Buol 119 42 40 28,6 70,6 126 213,03 55,67 142,43 Produksi 77
pembangunan
lt/dtk
dengan kapasitas
54,03 lt/dtk
Pembangunan
Parigi dengan peningkatan
- - 30 25 25 378 586,76 352,66 561,76
Moutong kapasitas 556 produksi 5 lt/dtk
lt/dtk
Tojo Una-
235 100 159 56 155,83 111 150,89 0 0 - -
Una
Pembangunan
peningkatan
dengan
Sigi - - 80 64,07 64,07 178 249,95 113,61 185,88 produksi 15,93
kapasitas
lt/dtk
169,9 lt/dtk
Kapasitas Eksisting Kapasitas Eksisting Ketersediaan Kebutuhan Kebutuhan GAP GAP
Air Minum Air Minum Air Minum Tahun Tahun Indikasi Penanganan
Kab/Kota (lt/dtk) PDAM (lt/dtk) Non PDAM
Tahun 2017 2019 2038 2019 2038
Terpasang Produksi Terpasang Produksi (lt/dtk) (lt/dtk) (lt/dtk) (lt/dtk) (lt/dtk) PDAM SPAM Non PDAM
Pembangunan
Banggai dengan
- - - - 0 52 78,65 52,18 78,65 -
Laut kapasitas
78,65 lt/dtk
Pembangunan
Morowali dengan
- - - - 0 89 127,97 88,91 127,97 -
Utara kapasitas
127,97 lt/dtk
peningkatan
peningkatan
produksi 10 lt/dtk,
dengan
Kota Palu 56 24 136 126 150 498 743,72 348,49 593,72 pembangunan
kapasitas 32
dengan kapasitas
lt/dtk
551,72lt/dtk
Sumber : hasil analisis tahun 2016

Tabel III.3 Analisis Timbulan Sampah dan Kebutuhan Lahan TPA


Di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2016 - 2038
Timbulan Sampah (m3/hari) Kebutuhan lahan TPA (Ha)
No Kabupaten/Kota Indikasi Penanganan
2016 2019 2028 2032 2038 2016 2019 2028 2032 2038

Peningkatan kapasitas
Banggai
1 324,76 358,74 426,69 483,32 539,95 0,85 0,93 1,11 1,26 1,41 dan teknologi menjadi
Kepulauan
sanitary landfill

Peningkatan kapasitas
2 Banggai 1.026,27 1.180,48 1.488,91 1.745,93 2.002,95 0,11 0,61 1,62 2,46 3,29 dan teknologi menjadi
sanitary landfill

Pembangunan TPA
3 Morowali 326,83 375,84 473,85 555,53 637,21 0,85 0,98 1,23 1,45 1,66
Sanitary Landfill

Peningkatan kapasitas
4 Poso 697,13 826,5 1.085,24 1.300,86 1.516,47 cukup 0,09 0,93 1,63 2,33 dan teknologi menjadi
sanitary landfill
Timbulan Sampah (m3/hari) Kebutuhan lahan TPA (Ha)
No Kabupaten/Kota Indikasi Penanganan
2016 2019 2028 2032 2038 2016 2019 2028 2032 2038
5 Donggala 796,07 833,79 909,23 972,1 1.034,96 0,31 0,44 0,68 0,89 1,09 Peningkatan kapasitas
6 Tolitoli 623,06 669,97 763,78 841,96 920,13 cukup 0,15 0,45 0,71 0,96 Peningkatan kapasitas
Peningkatan menjadi
7 Buol 424,71 481,86 596,17 691,42 786,68 cukup cukup cukup cukup 0,12
sanitary landfill

Peningkatan kapasitas
8 Parigi Moutong 1.290,62 1.441,15 1.742,20 1.993,08 2.243,95 1,49 1,98 2,96 3,78 4,6 dan teknologi menjadi
sanitary landfill

Peningkatan menjadi
9 Tojo Una-Una 400,82 422,43 465,65 501,67 537,68 cukup cukup cukup cukup cukup
sanitary landfill

Pembangunan TPA
10 Sigi 631,95 678,04 770,23 847,05 923,87 1,65 1,77 2,01 2,21 2,41
Sanitary Landfill

Peningkatan kapasitas
11 Banggai Laut 187,96 199,1 221,4 239,97 258,55 0,49 0,52 0,58 0,63 0,67 dan teknologi menjadi
sanitary landfill

Pembangunan TPA
12 Morowali Utara 318,53 339,28 380,78 415,37 449,95 0,83 0,88 0,99 1,08 1,17
Sanitary Landfill

Penambahan sapras
13 Kota Palu 1.027,92 1.130,04 1.334,28 1.504,49 1.674,69 cukup cukup cukup cukup cukup
penunjang
Sumber : hasil analisis tahun 2016
Keterangan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 01/PRT/M/2014 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL
BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
2,65 liter/jiwa/hari atau 0,00265 m3/jiwa/hari. Kebutuhan Lahan TPA : Setiap 307m3 sampah memerlukan 1 Ha lahan TPA, timbulan sampah untuk
perhitungan kebutuhan lahan TPA sudah dikurangi 20% target pengurangan sampah menggunakan 3R
PETA INFRASTRUKTUR CIPTA KARYA
3.3.4.4 Infrastruktur Perumahan

A. Kondisi Eksisting Infrastruktur Perumahan

B. Hasil Analisis Infrastruktur Perumahan

Dari tabel di bawah ini dapat di simpulkan bahwa kebutuhan rumah sederhana pada
tahun 2038 yang harus di bangun yang paling banyak berada di kabupaten Parigi
Moutong sebanyak 14.892 Unit dengan luas sebesar 893.520 m2. Sedangkan
kebutuhan rumah yang harus di bangun yang paling sedikit berada di kabupaten Buol
sebanyak 4.164 Unit dengan luas sebesar 249.840 m2. Dan Kebutuhan rumah
sederhana di Sulawesi tengah Pada tahun 2038 sebanyak 77.201 Unit dengan luas
sebesar 4.632.060 Ha.

Dari tabel di bawah ini dapat di simpulkan bahwa kebutuhan rumah Susun pada tahun
2038 yang harus di bangun yang paling banyak berada di kabupaten Parigi Moutong
sebanyak 150 Unit. Sedangkan kebutuhan rumah susun yang harus di bangun yang
paling sedikit berada di kabupaten Sigi sebanyak 17. Dan Kebutuhan rumah Susun di
Sulawesi tengah Pada Tahun 2038 sebanyak 662 Unit.

Tabel III.4 Analisis Kebutuhan Rumah Sederhana


Di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2038

Jumlah Rumah Khusus Kebutuhan rumah sederhana (36/60)


Kabupaten/Kota
Tahun 2015 (unit)
unit luas (m2)
Banggai Kepulauan 40 5.608 336.480
Banggai - 6.490 389.400
Morowali 40 6.768 406.080
Poso - 7.930 475.800
Donggala - 9.512 570.720
Tolitoli - 5.892 353.520
Buol - 4.164 249.840
Parigi Moutong 100 14.892 893.520
Tojo Una-Una - 5.546 332.760
Sigi - 5.298 317.880
Kota Palu 31 5.101 306.060
Jumlah 211 77.201 4.632.060
Sumber : hasil analisis tahun 2016
Asumsi 1 KK = 5 orang
1 rumah sangat sederhana adalah type 36/60
1 rusun = 100 unit
Tabel III.5 Analisis Kebutuhan Rumah Susun
Di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2038
Kabupaten/Kota Jumlah Rusun Eksisting Tahun 2015 Kebutuhan Rusun Tahun
(unit) 2038 (unit)
Banggai Kepulauan - 56
Banggai - 65
Morowali - 68
Poso 12 67
Donggala 6 89
Tolitoli - 59
Buol - 42
Parigi Moutong - 150
Tojo Una-Una 6 49
Sigi 36 17
Kota Palu 124 0
Jumlah 184 662
Sumber : hasil analisis tahun 2016
Asumsi 1 KK = 5 orang
1 rumah sangat sederhana adalah type 36/60
1 rusun = 100 unit

3.4 Gambaran Umum Provinsi Sulawesi Barat

3.4.4 Gambaran Infrastruktur Pekerjaan Umum

3.4.4.1 Infrastruktur Sumber Daya Air

A. Kondisi Eksisting Infrastruktur Sumber Daya Air

B. Hasil Analisis Infrastruktur Sumber Daya Air

Analisis Kebutuhan Air Baku untuk Jaringan Irigasi

Jumlah kebutuhan air baku untuk irigasi di Sulawesi Barat sebesar 2.869.200.108 m3
atau 90,97 m3/detik sedangkan potensi jumlah ketersediaan air adalah 864,539
m3/detik.

Dari tabel di bawah ini dapat disimpulkan bahwa kebutuhan air baku di provins
Sulawesi Barat, Pada Tahun 2019 yang memiliki total paling tinggi yaitu kabupaten
Mamuju Tengah dengan total 13,240 m3/dtk. Dimana total tersebut terbagi dari
beberapa sumber diantaranya dari domestic 0,093 m3/dtk, dari Non Domestic 0,192
m3/dtk, dari irigasi sebesar 90,970m3/dtk, dari fasilitas lainnya 0,116 m3/dtk dan losses
nya 0,231 m3/dtk. Sedangkan Pada Tahun 2038 yang memiliki total paling tinggi yaitu
kabupaten Mamasa dengan total 35,864 m3/dtk. Dimana total tersebut terbagi dari
beberapa sumber diantaranya dari domestic 0,145 m3/dtk, dari Non Domestic 0,029
m3/dtk, dari irigasi 35,638 m3/dtk, dari fasilitas lainnya 0,017 m3/dtk dan losses nya
0,035 m3/dtk.

Sedangkan total kebutuhan air baku pada tahun 2019 yang memiliki total paling rendah
yaitu kabupaten Majene dengan total 2,813 m3/dtk. Dimana total tersebut terbagi dari
beberapa sumber diantaranya dari domestic 0,121 m3/dtk, dari Non Domestic 0,024
m3/dtk, dari irigasi sebesar 2,624 m3/dtk, dari fasilitas lainnya 0,015 m3/dtk dan losses
nya 00,029 m3/dtk. Sedangkan Pada Tahun 2038 yang memiliki total paling rendah
yaitu kabupaten Majene sama dengan total 2,869 m3/dtk. Dimana total tersebut terbagi
dari beberapa sumber diantaranya dari domestic 0,157 m3/dtk, dari Non Domestic
0,031m3/dtk, dari irigasi sebesar 2,624 m3/dtk, dari fasilitas lainnya 0,019 m3/dtk dan
losses nya 0,038 m3/dtk.

Tabel III.6 Analisis Kebutuhan Air Baku untuk Jaringan Irigasi


Di Provinsi Sulawesi Barat
Kebutuhan Air Baku Tahun 2019 m3/dtk Kebutuhan Air Baku Tahun 2038 m3/dtk
Kab/Kota Non Fasilitas Non Fasilitas
Domestik Irigasi Losses Total Domestik Irigasi Losses Total
Domestik Lainnya Domestik Lainnya
Majene 0,121 0,024 2,624 0,015 0,029 2,813 0,157 0,031 2,624 0,019 0,038 2,869

Polewali
Mandar 0,309 0,062 25,579 0,037 0,074 26,061 0,382 0,076 25,579 0,046 0,092 26,176

Mamasa 0,112 0,022 35,638 0,013 0,027 35,813 0,145 0,029 35,638 0,017 0,035 35,864

Mamuju 0,203 0,041 9,73 0,024 0,049 10,047 0,293 0,059 9,73 0,035 0,07 10,187

Mamuju Utara 0,122 0,024 4,306 0,015 0,029 4,496 0,186 0,037 4,306 0,022 0,045 4,596

Mamuju
Tengah 0,093 0,019 13,094 0,011 0,022 13,24 0,136 0,027 13,094 0,016 0,033 13,307

0,961 0,192 90,97 0,116 0,231 92,47 1,3 0,26 90,97 0,156 0,312 92,998
Jumlah

Sumber : hasil analisis tahun 2016


PETA INFRASTRUKTUR SUMBER DAYA AIR
3.4.4.2 Infrastruktur Bina Marga

A. Kondisi Eksisting Infrastruktur Bina marga

B. Hasil Analisis Infrastruktur Bina Marga


3.4.4.3 Infrastruktur Cipta Karya

A. Kondisi Eksisting Infrastruktur Cipta Karya

B. Hasil Analisis Infrastruktur Cipta Karya

Analisis Kebutuhan Air Minum

Dari tabel di bawah dapat di simpulkan bahwa pada tahun 2019 kabupaten yang
memiliki nilai kebutuhan air minum paling tinggi yaitu di kabupaten Mamuju Utara
sebesar 92,02 lt/dtk dengan nilai Ketersediaan air pada tahun 2017 sebanyak 12 lt/dtk.
Berarti kabupaten Mamuju Utara memerlukan tambahan air pada tahun 2019.
Sedangkan pada tahun 2038 kabupaten Mamuju Utara kebutuhan air minum mencapai
220,25 lt/dtk. Berarti pada tahun 2038 kabupaten banggai kekurangan akan
ketersediaan air sebesar 42 lt/dtk.

Kabupaten yang masih kekurangan akan ketersediaan air pada tahun 2019 yaitu
kabupaten Mamuju Utara, dan Mamuju Tengah. Sedangkan Kabupaten yang masih
kekurangan akan ketersediaan air pada tahun 2019 yaitu kabupaten Majene, Polewali
Mandar, Mamuju, Mamuju Utara, dan Mamuju Tengah.

Analisis Timbulan Sampah Dan Kebutuhan Lahan TPA

Dari tabel di bawah ini dapat di simpulkan bahwa kabupaten yang memiliki nilai
timbulan sampah paling tinggi yaitu Kabupaten Polewali Mandar. Dimana nilai timbulan
sampah pada tahun 2019 memiliki nilai sebesar 943,38 m3/hari, pada tahun 2023
memiliki nilai sebesar 990,45 m3/hari, pada tahun 2028 memiliki nilai sebesar 1.049,28
m3/hari, pada tahun 2033 memiliki nilai sebesar 1.108,12 m3/hari, pada tahun 2038
memiliki nilai sebesar 1.166,95 m3/hari, sedangkan untuk kebutuhan lahan di
Kabupaten Polewali Mandar sendiri untuk lahan TPA masiih membutuhkan lahan TPA
sebesar 1,90 Ha pada tahun 2019 dan 1,56 Ha pada tahun 2038 untuk menampung
sampah di kabupaten tersebut
Tabel III.7 Analisis Kebutuhan Air Minum Tahun 2019
Di Provinsi Sulawesi Barat
Kapasitas Eksisting Jumlah Penduduk Kebutuhan
Gap
(l/dtk) Tahun 2015 (Jiwa) Ketersediaan Air Minum
Tahun Indikasi Penanganan Tahun
No Kabupaten Air Minum Tahun 2018-2019
Wilayah 2019
Terpasang Produksi Terlayani 2017 (lt/dtk) 2019
Pelayanan (lt/dtk)
(lt/dtk)
Peningkatan Kapasitas Produksi
1 Majene 200 160 93.440 49.465 160 121,29 38,71 PDAM 40 lt/dtk
Polewali Peningkatan Kapasitas Produksi
2 220 200 313.256 74.600 330 309,02 20,98 PDAM 20 lt/dtk
Mandar
Peningkatan Kapasitas Produksi
3 Mamasa 110 100 25.975 143 112,29 30,71 PDAM 10 lt/dtk
Peningkatan Kapasitas Produksi
4 Mamuju 210 170 156.417 57.975 210 203,43 6,57 PDAM 40 lt/dtk
Peningkatan Kapasitas Produksi
Mamuju - PDAM 30 lt/dtk dan
5 30 0 2.560 12 128,23 Pembangunan IPA Kapasitas
Utara 116,23
86,23 lt/dtk
Peningkatan Kapasitas Produksi
Mamuju PDAM 10 lt/dtk dan
6 30 20 3.400 30 98,03 -68,03 Pembangunan IPA Kapasitas
Tengah
58,03 lt/dtk
Provinsi
800 650 563.113 213.975 885 972,3 -87,3
Sulawesi Barat
Sumber : hasil analisis tahun 2016

Tabel III.8 Analisis Kebutuhan Air Minum Tahun 2038


Di Provinsi Sulawesi Barat
Kapasitas Eksisting Jumlah Penduduk Tahun Kebutuhan Gap
Ketersediaan
(l/dtk) 2015 (Jiwa) Air Minum Tahun Indikasi Penanganan
No Kabupaten Air Minum Tahun 2038
Wilayah Tahun 2038 2038
Terpasang Produksi Terlayani 2019 (lt/dtk)
Pelayanan (lt/dtk) (lt/dtk)
1 Majene 200 160 93.440 49.465 200 156,78 43,22
Kapasitas Eksisting Jumlah Penduduk Tahun Kebutuhan Gap
Ketersediaan
(l/dtk) 2015 (Jiwa) Air Minum Tahun Indikasi Penanganan
No Kabupaten Air Minum Tahun 2038
Wilayah Tahun 2038 2038
Terpasang Produksi Terlayani 2019 (lt/dtk)
Pelayanan (lt/dtk) (lt/dtk)
Polewali Pembangunan IPA
2 220 200 313.256 74.600 350
Mandar 382,26 -32,26 Kapasitas 32,26 lt/dtk
3 Mamasa 110 100 25.975 153 144,86 8,14
Pembangunan IPA
4 Mamuju 210 170 156.417 57.975 250
292,96 -42,96 Kapasitas 42,96 lt/dtk
Mamuju Pembangunan IPA
5 30 0 2.560 42
Utara 220,25 -92,02 Kapasitas 92,02 lt/dtk
Mamuju Pembangunan IPA
6 30 20 3.400 40
Tengah 161,49 -63,46 Kapasitas 63,46 lt/dtk
Provinsi -
800 650 563.113 213.975
Sulawesi Barat 1.035 1.358,58 179,32
Sumber : hasil analisis tahun 2016

Tabel III.9 Analisis Timbulan Sampah dan Kebutuhan Lahan TPA


Di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2019 - 2038
Tahun (m3/jiwa/hari) Kebutuhan Lahan TPA (Ha) Indikasi Penanganan Sampai
No Kabupaten
2019 2023 2028 2033 2038 2019 2023 2028 2033 2038 Tahun 2038
Peningkatan Kapasitas TPA dan
1 Majene 370,28 393,09 421,6 450,11 478,62 0,86 1,28 1,37 1,47 1,56 Teknologi menjadi Sanitary
Landfill
Peningkatan Kapasitas TPA dan
Polewali
2 943,38 990,45 1.049,28 1.108,12 1.166,95 1,9 3,23 3,42 3,61 3,8 Teknologi menjadi Sanitary
Mandar
Landfill
Peningkatan Kapasitas TPA dan
3 Mamasa 342,81 363,74 389,9 416,06 442,22 0,51 1,18 1,27 1,36 1,44 Teknologi menjadi Sanitary
Landfill
Peningkatan Kapasitas TPA dan
4 Mamuju 621,03 678,57 750,49 822,42 894,34 Cukup 2,21 2,44 2,68 2,91 Teknologi menjadi Sanitary
Landfill
Tahun (m3/jiwa/hari) Kebutuhan Lahan TPA (Ha) Indikasi Penanganan Sampai
No Kabupaten
2019 2023 2028 2033 2038 2019 2023 2028 2033 2038 Tahun 2038
Peningkatan Kapasitas TPA dan
Mamuju
5 372,83 413,96 465,37 516,78 568,19 0,55 1,35 1,52 1,68 1,85 Teknologi menjadi Sanitary
Utara
Landfill
Mamuju Pembangunan TPA Sanitary
6 285,03 312,73 347,35 381,98 416,61 0,93 1,02 1,13 1,24 1,36
Tengah Landfill
Sumber : hasil analisis tahun 2016
Keterangan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 01/PRT/M/2014 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL
BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
2,65 liter/jiwa/hari atau 0,00265 m3/jiwa/hari. Kebutuhan Lahan TPA : Setiap 307m3 sampah memerlukan 1 Ha lahan TPA, timbulan sampah untuk
perhitungan kebutuhan lahan TPA sudah dikurangi 20% target pengurangan sampah menggunakan 3R
PETA INFRASTRUKTUR CIPTA KARYA
3.4.4.4 Infrastruktur Perumahan
A. Kondisi Eksisting Infrastruktur Perumahan
B. Hasil Analisis Infrastruktur Perumahan

Dari tabel di bawah ini dapat di simpulkan bahwa kebutuhan rumah sederhana pada
tahun 2038 yang harus di bangun yang paling banyak berada di kabupaten Polewali
Manadar sebanyak 17.700 Unit dengan luas sebesar 1.062.000 m2. Sedangkan
kebutuhan rumah yang harus di bangun yang paling sedikit berada di kabupaten
Mamuju Utara sebanyak 1.840 Unit dengan luas sebesar 110.400 m2. Dan Kebutuhan
rumah sederhana di Sulawesi tengah Pada tahun 2038 sebanyak 37.980 Unit dengan
luas sebesar 2.278.800 Ha.

Dari tabel di bawah ini dapat di simpulkan bahwa kebutuhan rumah Susun pada tahun
2038 yang harus di bangun yang paling banyak berada di kabupaten Polewali Mandar
sebanyak 146 Unit. Sedangkan kebutuhan rumah susun yang harus di bangun yang
paling sedikit berada di kabupaten Mamuju Utara sebanyak 18 Unit. Dan Kebutuhan
rumah Susun di Sulawesi tengah Pada Tahun 2038 sebanyak 380 Unit.

Tabel III.10 Analisis Kebutuhan Rumah Sederhana


Di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2038
Kebutuhan Rumah Sederhana Tahun
Jumlah Penduduk Miskin 2038
Kabupaten
Tahun 2014 (jiwa)
Unit Luas (m2)
Majene 24.740 6.160 369.600
Polewali Mandar 75.680 17.700 1.062.000
Mamasa 21.110 6.200 372.000
Mamuju 25.920 6.080 364.800
Mamuju Utara 7.250 1.840 110.400
Mamuju Tengah N/A - -
Sulawesi Barat 154.700 37.980 2.278.800
Sumber : hasil analisis tahun 2016
Asumsi 1 KK = 5 orang
1 rumah sangat sederhana adalah type 36/60
1 rusun = 100 unit

Tabel III.11 Analisis Kebutuhan Rumah Susun


Di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2038
Jumlah Rusun Tahun 2015 Kebutuhan Rusun Tahun 2038
Kabupaten
(unit) (unit)
Majene 62
Polewali Mandar 31 146
Mamasa 62
Mamuju 61
Mamuju Utara 18
Mamuju Tengah -
Sulawesi Barat 380
Sumber : hasil analisis tahun 2016
Asumsi 1 KK = 5 orang
1 rumah sangat sederhana adalah type 36/60
1 rusun = 100 unit