Anda di halaman 1dari 3

TATALAKSANA VULNUS

No. Dokumen /SOP/C/0102/II/2017


No. Revisi 00
SOP
Tanggal Terbit Februari 2017
Halaman 1 dari 3

PUSKESMAS SUKASARI dr. Gumilar Farto Siswoyo


KECAMATAN CILAKU NIP.198202012010011013

1. Pengertian Vulnus adalah keadaan terjadinya diskontinuitas jaringan, dapat


ditimbulkan oleh berbagai macam akibat trauma, meliputi luka robek
(laserasi) , luka akibat gesekan (abrasi) , luka akibat tarikan (avulsi), luka
tembus (penetransi), gigitan, luka bakar dan pembedahan
2. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah untuk tatalaksana pasien dengan jenis-
jenis vulnus yang berobat di Puskesmas Sukasari.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukasari Nomor Tahun 2017
Tentang Standar Layanan Klinis
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 5 tahun 2014
tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer
5. Alat dan Bahan 1. Alat:
a. Tensimeter
b. Stetoskop
c. ATK
d. Minor set
2. Bahan:
a. Larutan yodium povidon 1%
b. Larutan klorheksidin %
c. Alcohol
d. Cairan Nacl 0,9%
e. Kasa
6. Langkah-langkah 1. Petugas melakukan anamnesa dan mengalinya berdasarkan
mekanisme trauma, terdiri dari:
a. Vulnus Puctum (luka tusuk)
Penyebab adalah benda runcung tajam atau sesuatu yang
masuk ke dalam kulit, merupakan luka teerbuka dari luar
tampak kecil tapi didalam mungkin rusak berat, jika yang
mengenai abdomen/thorax disebut vulnus penetrosum (luka
tembus)
b. Vulnus scissum/insivum (luka sayat)
Penyebab dari luka jenis ini adalah sayatan benda tajam atau
jarum merupakan luka terbuka akibat dariterapi untuk
dilakukan tindakan invasive, tepi luka tajam dan licin.
c. Vulnus schlopetrum (luka Tembak)
Penyebabnya adalah tembakan, granat. Pada pinggiran luka
tampak kehitam-hitaman, bias tidak teratur kadang ditemukan
corpus alienum.
d. Vulnus morsum (luka gigitan)
Penyebab adalah gigitan binatang ata manusia, kemungkinan
infekasi besar bentuk luka tergantungg dari bentuk gigi.
e. Vlnus perforatum (luka tembus)
Jenis luka ini merupakn luka tembus atau luka jebol.
Penyebab oleh Karen apanah, tombak atau oleh proses
infeksi yang meluas hingga melewati selaput serosa/epithel
organ jaringan.
f. Vulnus Amputatum (Luka Terpotong)
Luka potong, pancung dengan penyebab benda tajam ukuran
besar/berat, gergaji. Luka membentuk lingkaran sesuai
dengan organ yang dipotong. Perdarahan hebat, resiko infeksi
tinggi, terdapat pathom limb

Trauma tumpul yang menyebabkan luka tertutup (vulnus occlusum),


atau uka terbuka (vulnus apeterum), misalnya:
a. Vulnus laceratum (Laserasi/robek)
Jenis luka ini disebabkan oleh karena benturan dengan benda
tmpul, dengan ciri luka tepi luka tidak rata dan perdarahan
sedikit luka dan meningkatkan resiko infeksi
b. Vulnus Excroriasi (luka lecet)
Penyebab luka karena kecelakaan atau jatuh yang
menyebabkan lecet pada permukan kulit merupakan luka
terbuka tetapi yang terkena hanya daerah kulit
c. Vulnus Cpntussum (luka Lecet)
Penyebabnya: benturan benda yang keras. Luka ini
merupakan luka tertutup, akibat dari kerusakan pada soft
tissue dan rupture pada pembuluh darah menyebabkan nyeri
dan berdarah (hematoma) bila kecil maka akan diseraop oleh
jaringan disekitarnya jika organ dalam terbentur dapat
menyebabkan akibat yang serius.

Trauma termal, (vulnus Combustion-luka bakar), yaitu kerusakan


kulit karena suhu yang ekstrim, misalnya air panas, api, sengatan
lisrik,bahan kimia, radiasi atau suhu yang sangat dingin (frostbite)
Jaringan kulit rusak dengan berbagai derajat mulai Dari melepuh
(bula), sampai karbonisasi(hangus). Terdapat sensai nyeri dan atau
anesthesia.

Macam-macam luka menurut tipenya luka dibedakan menjadi 4 tipe


luka yaitu :
a. Luka bersih
Luka bersih adalah luka karena tindakan opretasi dengan
teknik steril, misalnya pada daerah diding perut, dan jaringan
lain yang letaknya lebih dalam (non contaminated deep
tissue), misalnya tiroid, kelenjar, pembuluh darah, otak dan
tulang
b. Luka bersih kontaminasi
Merupkan luka yang terjadi karena benda tajam, bersih
danrapih, lingkungan tidak steril atau operasi yang mengenai
daerah usus halus dan brochial
c. Luka kontaminasi
Luka ini tidak rapih, terkontaminasi oleh lingkungan kotor,
opreasi pada saluran terinfeksi (usus besar, rectum, infeksi
bronchial, saluran kemih)
d. Luka infeksi (infected wound)
Jenis luka ini diikuti oleh adanya infeksi, kerusakan jaringan,
serta kurangnya vaskularisasi pada jaringan luka.
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, untuk menemukan tanda-
tanda berikut:
a. Inspeksi: adanya kerusakan jaringan didaerah trauma, adanya
perdarahan, edema sekitar area trauma, melepuh, kulit warna
kemerahan sampai kehitaman
b. Palpasi: nyeri tekan, anesthesia
3. Petugas melakukan penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis
dan pemeriksaan.
4. Petugas melakukan tatalaksana:
a. Pertama dilakukan anestesi setempat atau umum, tergantung
berat dan letak luka, serta keadaan penderita, luka dan sekitar
luka dibersihkan dengan antiseptic. Bahan yang dapat dipakai
adalah larutan yodium povidon 1% dan larutan klorheksidin %,
laruan yodium 3% atau alcohol 70% hanya digunakan untuk
membersihkan luka disekitar luka
b. Kemudian daerah disekitar lapangan kerja tertutup dengan kain
steril dan secara steril dilakukan kembali pembersihan luka dan
kontaminasi secara mekanis, misalnya pembungan jaringan mati
dengangunting atau pisau dan dibersihkan dengan bilasan atau
guyuran Nacl 0,9%
c. Akhirnya dilakukan penjahitan bila memungkinkan, dan luka
tertutup dengan mengandung vaselin ditambah dengan kassa
penyerap dan dibalut dengan pembalut elastatis.
5. Petugas memberikan konseling dan edukasi kepada pasien dan
keluarganya
a. Control secara teratur
b. Menjaga luka tetap bersih dan hygiene
7. Bagan Alir
8. Hal-hal Yang Perlu
Diperhatikan
9. Unit Terkait Ruang BP Umum, RGD 24 jam
10. Dokumen Terkait Rekam Medis
11. Riwayat Perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tgl diberlakukan
Dokumen