Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

IBU HAMIL

Pokok Bahasan : Ibu Hamil


Sub Pokok Bahasan :
1. Antenatal Care (ANC)
2. Tanda dan Bahaya Ibu Hamil
3. Nutrisi Ibu Hamil
4. Persiapan Persalinan
Waktu : Jum'at, 11Agustus 2017
Sasaran : Ibu Hamil
Tempat : Home Visit Ibu Hamil Rusun Penjaringan Sari Blok C dan D
Jenis : Penyuluhan

A. TUJUAN
I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mendapatkan penyuluhan tentang ibu hamil diharapkan ibu mengerti dan
memahami lebih jelas tentang macam-macam kondisi ibu hamil
II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang ibu selama 20 menit, diharapkan
ibu mampu:
1. Menjelaskan antenatal care
2. Menyebutkan tanda dan bahaya ibu hamil
3. Menjelaskan nutrisi ibu hamil
4. Menjelaskan persiapan persalinan

B. STRUKTUR PENYULUHAN
1. Tempat : Home visit ibu hamil Rusun Penjaringan Sari Blok C dan D
2. Pelaksanaan : 08.00 WIB
3. Lama Penyuluhan : 20 menit
4. Jumlah anggota : 5 pasien
5. Alat dan sarana : Diary Ibu Hamil
6. Perilaku yang diharapkan dari ibu:
a. Ibu mampu memahami tentang antenatal care (ANC)
b. Ibu mampu memahami tentang tanda dan bahaya kehamilan
c. Ibu mampu memahami tentang nutrisi ibu hamil
d. Ibu mampu memahami tentang persiapan persalinan
7. Aturan penyuluhan:
a. Mahasiswa melakukan home visit pada ibu hamil
b. Ibu mampu berespon terhadap apa yang ada dihadapannya

C. PENGORGANISASIAN
1. Moderator, bertugas: Adi Sofyan
a. Memimpin dan mengorganisasikan jalannya penyuluhan mulai dari pembukaan
sampai selesai
b. Mengarahkan penyuluhan
c. Memandu proses penyuluhan
2. Penyaji, bertugas: Gita Retno Damayanti
a. Menyampaikan atau menjelaskan pokok bahasan penyuluhan
b. Menggali pengetahuan peserta
c. Membuat kriteria evaluasi
3. Fasilitator, bertugas: Ninik Comariyati, Maziatur Rohma, Irma Junita Sari
a. Memfasilitasi ibu untuk bersiap penyuluhan
b. Membimbing ibu untuk mengikuti jalannya penyuluhan
c. Memperhatikan respon ibu saat penyuluhan
4. Observer, bertugas: Dani Triatmo Prasetyo, Rahmad Tomi Wijaya
a. Mangawasi jalannya penyuluhan
b. Mencatat proses penyuluhan disesuaikan dengan rencana
c. Mencatat situasi penghambat dan pendukung proses penyuluhan
d. Menyusun laporan dan menilai hasil penyuluhan dibantu dengan moderator

D. KEGIATAN
WAKTU TAHAP RESPON
3 menit Pembukaan :
Mengucapkan salam Peserta menjawab salam
Memperkenalkan diri Peserta mengenal perawat
Menjelaskan maksud dan tujuan Peserta memperhaikan
Kontrak waktu dengan pasien dan Peserta menyetujui kontrak
keluarga waktu
10 menit Pelaksanaan :
Penyampaian materi Peserta memperhatikan
penyampaian materi
Menjelaskan tentang ANC Peserta mengetahui tentang
ANC
Menjelaskan tentang tanda dan Peserta mengetahui tanda
bahaya kehamilan dan bahaya kehamilan
Menjelaskan tentang nutrisi ibu Peserta mengetahui tentang
hamil nutrisi ibu hamil
Menjelaskan tentang persiapan Peserta mengetahui tentang
persalinan persiapan persalinan
5 menit Evaluasi :
Tanya Jawab Peserta bertanya dan
menjawab
Remodeling (menanyakan kembali Peserta memahami materi
kepada peserta) dan mampu menjawab
pertanyaan
2 menit Penutup:
Menutup pertemuan dengan Peserta mendengarkan
menyimpulkan materi yang telah kesimpulan
dibahas
Memberikan salam penutup Peserta menjawab salam

E. ANTISIPASI MASALAH
Jika pada saat kegiatan berlangsung terjadi masalah seperti:
1. Apabila ada peserta yang akan meninggalkan proses penyuluhan: mencegah pasien
dan menganjurkan peserta untuk duduk kembali dan menjelaskan kepada peserta
tentang pentingnya penyuluhan ibu hamil
2. Apabila tidak ada peserta yang bertanya: memancing responden agar bertanya dengan
cara menanyakan keluhannya, sehingga responden akan termotivasi untuk bertanya
3. Apabila responden tidak menjawab saat diberikan pertanyaan: penyaji sedikit
mengulang dan menjelaskan apa yang telah disampaikan lalu anjurkan peserta untuk
mengulang apa yang sudah disampaikan
4. Apabila peserta ramai saat penyuluhan berlangsung: fasilitator memberikan instruksi
kepada peserta agar tidak ramai dan kembali fokus pada penyuluhan
F. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Kesiapan SAP
b. Kesiapan media dan tempat
c. Peserta yang hadir minimal 70% dari jumlah peserta di undang
d. Pengorganisasian dilakukan 1 hari sebelumnya
2. Evaluasi Proses
a. Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan waktunya
b. Kegiatan berjalan sesuai dengan SAP
c. Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job description
d. Peserta antusias terhadap penyuluhan yang dilakukan
e. Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan selesai
f. Peserta terlibat aktif dalam kegiatan diskusi
3. Evaluasi hasil
a. Peserta mampu memahami maksud dan tujuan dari diadakannya penyuluhan
tentang peran keluarga merawat pasien waham
b. Peserta mengetahui pokok masalah yang telah di diskusikan yaitu peran keluarga
dalam merawat pasien waham
c. Peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan

G. MATERI
(Terlampir)
IBU HAMIL
A. ANTENATAL CARE (ANC)
1. Pengertian Antenatal Care (ANC)
Antenatal care adalah: Pelayanan kesehatan atau perawatan kepada ibu selama masa
kehamilan (DepKes RI, 1997 : 26).
Menurut Prawiroharjo S. (1994 : 72) antenatal care adalah: pengawasan terhadap ibu
hamil dengan mempersiapkan sebaik-baiknya fisik dan mental ibu dalam kehamilan,
persalinan dan nifas sehingga selalu dalam keadaan sehat dan normal.
2. Tujuan Antenatal Care (ANC)
Menurut Reeder S.J. : tujuan antenatal care adalah melindungi dan menjagakesehatan serta
kehidupan ibu dan janin selama kehamilan dengan mempertimbangkan sosio
a. kultural keluarga (meliputi status ekonomi, tingkat pendidikan dan support system).
b. Sedangkan tujuan utama pelayanan antenatal care di Indonesia adalah
1) Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat kehamilan,
persalinan dan nifas.
2) Mengenal dan menangani penyakit yang menyerati kehamilan, persalinan dan nifas.
3) Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, laktasi
dan keluarga berencana.
4) Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.
3. Frekuensi Kunjungan Antenatal Care (ANC)
Dalam pelaksanaan ANC terdapat kesepakatan adanya standar minimal yaitu dengan
pemeriksaan ANC 4 kali selama kehamilan dengan distribusi sebagai berikut:
- Minimal satu kali pada trimester I
- Minimal satu kali pada trimester II
- Minimal dua kali pada trimester III (Dep Kes RI)

B. TANDA DAN BAHAYA KEHAMILAN


1. Pengertian Tanda dan Bahaya Kehamilan
Tanda bahaya kehamilan adalah suatu kehamilan yang memiliki suatu tanda bahaya atau
risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya penyakit
atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan (Tiran, 2007).
Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi
dalam keadaan bahaya. Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan
adanya bahaya yang terjadi selama kehamilan/periode antenatal, yang apabila tidak
dilaporkan atau tidak terdeteksi akan menyebabkan kematian ibu (Pusdiknakes, 2003).
2. Macam-Macam Tanda dan Bahaya Kehamilan
Macam tanda bahaya kehamilan menurut Tiran (2007) terdiri dari:
a. Perdarahan Pervaginam
Perdarahan semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi. Jika
terjadi perdarahan yang lebih (tidak normal) yang menimbulkan rasa sakit pada ibu.
Perdarahan ini bisa berarti aborsi, kehamilan molar atau kehamilan ektopik. Pada akhir
kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak dan kadang-kadang tetapi
tidak selalu disertai dengan rasa nyeri.
b. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala sering dirasakan pada awal kehamilan dan umumnya disebabkan oleh
peregangan pembuluh darah diotak akibat hormon kehamilan, khusunya hormone
progesteron. Jika ibu hamil merasa lelah, pusing atau tertekan atau pandangan mata
bermasalah, sakit kepala akan lebih sering terjadi atau makin parah, jika sebelumnya
menderita migrain kondisi ini dapat semakin bermasalah selama 3 sampai 4 bulan pertama
kehamilan.
c. Masalah visual
Karena pengaruh hormonal, ketajaman visual ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubahan
yang kecil adalah normal. Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam
jiwa adalah perubahan visual mendadak, misalnya pandangan kabur atau
berbayangan/berbintik-bintik. Perubahan visual ini mungkin disertai dengan sakit kepala
yang hebat. Perubahan visual mendadak mungkin merupakan tanda pre eklamsia.
d. Bengkak pada muka dan tangan
Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya
muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau meletakkan lebih tinggi.
Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan tidak
hilang setelah beristirahat dan diikuti dengan keluhan fisik yang lain.
e. Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal.
Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa
adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah beristirahat. Hal ini bisa berarti
apendisitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks,persalinan preterm, gastritis,
penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi plasenta,infeksi saluran kemih atau infeksi
lain.
f. Bayi kurang bergerak seperti biasa
Ibu mulai merasakan gerakan bayinya selama bulan ke-5 atau ke-6. Jika bayi tidur,
gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam.
Gerakan bayiakan lebih mudah terasa jika berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan
minum dengan baik. Apabila ibu tidak merasakan gerakan bayi seperti biasa, hal ini
merupakan suatu risiko tanda bahaya. Bayi kurang bergerak seperti biasa dapatdikarenakan
oleh aktivitas ibu yang terlalu berlebihan, keadaan psikologis ibu maupun kecelakaan
sehingga aktivitas bayi di dalam rahim tidak seperti biasanya.
g. Ibu mengalami muntah terus menerus dan tidak bisa makan sama sekali
Pada kehamilan ada perubahan hormon tubuh yang berguna untuk mempertahankan
pertumbuhan dan menjaga kehamilan. Namun pada beberapa ibu hamil hal ini dapat
mengakibatkan muntah berlebihan bahkan hingga kesadaaran menurun akibat kekurangan
cairan dan zat makanan.
h. Keluar air ketuban
Bagi ibu hamil dalam usia kehamilan berapapun bila mengalami ada cairan keluar dari jalan
lahir baik itu merembes maupun mengalir segera menuju ke tempat pelayanan kesehatan
untuk memastikan apakah ibu mengalami pecah ketuban. Jangan lupa perhatikan warna air
ketuban atau perembesan air ketuban, beritahukan pada bidan saat memeriksa misalnya
banyaknya air ketuban hingga membasahi sprei atau berapa kali ganti pembalut, warna dan
baunya.
i. Demam tinggi
Ibu hamil baik dalam usia kehamilan berapapun bila mengalami panas atau demam tinggi
perlu segera di bawa kepada tenaga kesehatan atau pelayanan kesehatan untuk mendapatkan
pertolongan. Keterlambatan penanganan dapat menimbulkan bahaya bagi ibu akibat infeksi.
Selain itu bayi berpotensi mengalami keguguran dan terlahir prematur bahkan kematian bayi
dalam kandungan.

C. NUTRISI IBU HAMIL


1. Pengertian Nutrisi Ibu Hamil
Nutrusi ibu hamil adalah makanan bergizi seimbang yang diperlukan oleh ibu hamil untuk
menjaga kesehatan dan kelangsungan pertumbuhan normal bayi dalam kandungan sehingga
bayi sehat.
2. Pentingnya Gizi Pada Ibu Hamil
Untuk memenuhi zat-zat gizi janin dalam kandungan dan kebutuhan gizi sang ibu sendiri
a. Meningkatkan berat badan janin dalam kandungan
b. Mengurangi resiko dan komplikasi pada ibu.
c. Menghinadari terjadinya komplikasi anemi dan praklamsi
d. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak menjadi sempurna
(Hamilton, Persisi Mery. 1995)
3. Tabel Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil

D. PERSIAPAN PERSALINAN
1. Kapan harus memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan terdekat?
Segera setelah mengetahui kehamilan, hendaknya segera memeriksakan diri ke
dokter/bidan/puskesmas atau pusat kesehatan terdekat. Pengawasan sejak dini yang dilakukan
oleh ahli akan membantu unutk memantau adanya kelainan pada kehamilan sehingga bisa
diatasi sejak dini.
2. Posisi tidur yang baik menjelang persalinan
a. Tidur dengan posisi tengkurap
Aman saja bagi ibu hamil s/d 14 minggu, dengan adanya pembesaran payudara dan perut
sangat tidak nyaman karena ibu akan menyokong paha dengan bantal untuk dapat tidur
tengkurap.
b. Tidur dengan posisi terlentang
Diperbolehkan untuk ibu dengan kehamilan kurang dari 16 minggu. Tidak dianjurkan untuk
kehamilan lebih dari 16 minggu. Karena posisi tidur ini akan meletakkan seluruh berat rahim
ke bagian belakang , usus, pembuluh darah bagian belakang (vena kava inferior) sehingga
akan meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, ganguan pencernaan, gangguan pernafasa
dan sirkulasi peredaran darah. Kadang untuk beberapa wanita akan penurunan tekanan darah
sehingga mempunyai keluhan pusing dan untuk yang lain, malah meningkatkan tekanan
darah (kasus ini dilarang untuk tidur terlentang)
c. Posisi tidur miring kekiri
Posisi ini memberi keuntungan untuk bayi mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang
maksimal ke placenta, karena adanya pembuluh darah besar (vena Kava inverior) di bagian
belakang sebelah kanan yang mengembalikan darah dari bagian tubuh bagian bawah ke
jantung. Juga dapat membantu ginjal membuang sisa produk cairan dari tubuh ibu sehingga
mengurangi pembengkakan kaki, pergelangan kaki dan tangan.
d. Posisi tidur miring ke kanan
Juga baik, karena posisi tidur miring kiri dan kanan untuk membuat ibu tidur lebih nyaman
3. Prinsip makanan yang yang baik bagi ibu hamil
a. Jangan diet selama hamil
b. Makan dengan porsi kecil tapi sering
c. Minum vitamin secara teratur.
d. Minum air yang cukup
e. Makanan berserat, buah-buahan dan sayur
f. Hindari kotoran kucing dan bermain dengan kucing
g. Kenaikan berat badan berkisar antara 10 15 kg
4. Perubahan Tubuh ibu menjelang persalinan atau kehamilan trimester ke-3
5. Kenali tanda persalinan
a. Lendir campur darah
b. Air ketuban pecah
c. Kontraksi yang teratur