Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KEGIATAN PENGEMBANGAN DAERAH TUJUAN WISATA


PEKERJAAN PERENCANAAN LAPANGAN FUTSAL DAN BASKET

latar Alun-alun adalah tanah lapang yang luas dimuka istana, biasanya
belakang dimuka tempat kediaman resmi gubernur, Bupati atau walikota (kamus
Tata Ruang, 1998 : 2).
Lapangan alun-alun biasanya menjadikan ciri khas atau keunikan dari
suatu kota/kabupaten, bahkan pada tempat inilah citra atau kualitas
dari suatu kawasan bisa dilihat.
Alun-alun merupakan sebuah area umum yang menjadi pusat
keramaian suatu kota atau kabupaten. Di alun-alun, warga biasanya
melakukan aktifitas berolahraga, bermain, bahkan kegiatan kegiatan
yang bersifat formal bagi pemerintahan setempat. Untuk itu
pemerintah biasanya selalu memperhatikan keberadaan alun-alun
sebagai perwujudan citra kotanya.
Sebagai tempat yang selalu digunakan oleh kalangan umum, alun-alun
perlu diperhatikan dari segi penataan dan pengelolaan sehingga
tercipta suasana visual yang nyaman dan menyenangkan pada saat
pengunjung datang. Ditempat ini selain berbagai kegiatan yang bersifat
sosial dan budaya, juga sebagai tempat untuk kegiatan perekonomian
warga. Sebagai area yang selalu dikunjungi masyarakat, alun-alun
harus mempunyai fasilitas yang bersifat umum dengan tampilan visual
yang menarik dan berkualitas di antaranya yaitu lapangan futsal dan
basket. Untuk itu, diperlukan dokumen-dokumen teknis sebagai
panduan untuk mewujudkan fasilitas tersebut.
maksud dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) perencanaan ini dimaksudkan untuk
tujuan membantu memberi arah bagi konsultan teknik perencana di dalam
menerjemahkan keinginan user terutama data informasi sebagai
masukan serta beberapa ketentuan mengenai sasaran/obyek, kriteria,
batasan dan keluaran yang dituntut oleh garis besar kegiatan harus
dipenuhi, diperhatikan dan diterjemahkan lebih lanjut agar konsultan
perencana yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya dengan baik.
Diharapkan akan menghasilkan perencanaan teknis yang baik dari sisi
arsitektur, konstruksi, pembiayaan yang efisien, dapat dilaksanakan
dengan waktu yang tersedia serta memenuhi azas manfaat yang bagi
pemakai selebihnya kepada masyarakat
Sasaran Sasaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah:
1. Tersedianya personil tenaga ahli di bidang perencana bangunan dan
tenaga pendukung untuk Perencanaan Lapangan Futsal dan Basket
2. Terlaksananya pembangunan Lapangan Futsal dan Basket yang
1
memenuhi spesifikasi sesuai anggaran biaya dan selesai sesuai waktu
pelaksanaan
lokasi Alun-Alun Ngawi
pekerjan
sumber APBD Kabupaten Ngawi Tahun Anggaran 2016
pendanaan
nama dan Nama PPK : Drs. Mahmud Rosadi
organisasi Satker : Dispariyapora Kab. Ngawi
PPK
data dasar a. Sebelum memulai pekerjaan perencanaan, Konsultan Perencana
wajib melakukan :
1. Persiapan, mencari dan menghimpun data di lapangan dengan pihak
yang terkait yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan
dilaksanakan/direncanakan
2. Survey dan pengukuran lahan
b. Jenis pencarian dan pengumpulan data antara lain :
1. Instalasi listrik, kondisi bangunan yang ada dan bangunan
disekitarnya.
2. Sumber-sumber bahan bangunan
3. Sumber Tenaga
4. Kondisi lapangan yang berkaitan dengan lingkup pekerjaan yang
akan dilaksanakan
standar A. tampilan bangunan
teknis 1. Tampilan Arsitektur bangunan yang akan dirancang dan fasilitas
penunjangnya harus berpedoman dengan bangunan yang telah ada.
Sehingga desain yang diterapkan harus merupakan kesan satu
kesatuan dengan karakter arsitektur dengan bangunan yang telah ada.
2. Oleh karena itu Konsultan Perencana wajib mengadakan peninjauan
dan mengidentifikasi karakter arsitektur yang sudah ada di sekitar
lingkungannya.
3. Persyaratan utama dalam penampilan ruang adalah pemenuhan
standar sesuai dengan fungsinya. Hal ini dapat terpenuhi dalam hal
pengaturan posisi ruang, ukuran ruang, material yang akan digunakan,
dan jaringan mekanikal dan elektrikal dan spesifikasi peralatan yang
akan ditampung dalam ruang tersebut.
B. struktur bangunan
1. Perancangan bangunan yang sudah ada di sekitarnya dapat
dijadikan suatu referensi bagi Konsultan Perencana. Namun Demikian
Konsultan Perencana harus bisa membuat suatu studi alternatif
struktur bangunan yang mungkin lebih ekonomis relatif kuat dan

2
mudah dikerjakan, dan dapat menunjang peningkatan kualitas gedung-
gedung yang telah ada.
2. Macam, jenis dan kualitas bahan bangunan harus sesuai dengan
kebutuhan/kegiatan maupun fasilitas yang ada nantinya didalam
bangunan dan memenuhi Standart Mutu NI maupun SIL atau mutu
internasionalnya
lingkup Lingkup Pekerjaan yang harus ditangani oleh Konsultan Perencana
pekerjaan meliputi penyusunan dokumen Perencanaan Lapangan Futsal dan
Basket
Keluaran Perencanaan memuat :
1. Gambar Pelaksanaan/DED (Bestek)
2. Spesifikasi Teknis
3. Rencana Anggaran Biaya (RAB) berikut analisa Rencana Anggaran
Biaya (RAB) dan Daftar Harga Satuan Pekerjaan.
Peralatan, 1. Menyiapkan data di lingkungan Satuan Kerjanya yang dibutuhkan
material, untuk mendukung kegiatan perencanaan.
personil dan 2. Menyediakan surat pengantar survey ke SKPD terkait untuk
fasilitas dari inventarisasi data sekunder dan data lapangan.
PPK
3. Menyediakan fasilitas ruang rapat untuk diskusi pembahasan
laporan hasil kegiatan perencanaan
lingkup a. Tugas Konsultan Perencana sesuai dengan Pejabat Pembuat
kewenangan Komitmen (PPK). Pekerjaan yang dilaksanakan adalah Perencanaan
penyedia jasa Lapangan Futsal dan Basket
b. Sebelum memulai pekerjaan perencanaan, Konsultan Perencana
wajib :
1. Membuat Program Kerja Perencanaan
2. Persiapan, mencari dan menghimpun data dilapangan dengan pihak
yang terkait yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan
dilaksanakan/direncanakan.
3. Mengadakan survey dan pengukuran lahan
Jenis pencarian dan pengumpulan data antara lain :
1. Sumber-sumber bahan bangunan
2. Sumber Tenaga
3. Kondisi lapangan yang berkaitan dengan lingkup pekerjaan yang
akan dilaksanakan
c. Perencana wajib memberikan pengetahuan yang dimilikinya dalam
membuat perencanaan bangunan dan harus dapat
dipertanggungjawabkan baik secara arsitekturnya, teknis dan
ekonomisnya.

3
d. Perencana harus menyajikan hasil perencanaan lengkap dengan
gambar- gambar, Perhitungan Konstruksi apabila diperlukan dan
syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan perencanaan sedemikian rupa,
sehingga dokumen yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagai dasar
oleh Pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan di lokasi
pekerjaan.
e. Perencana harus membuat Perkiraan Biaya Pembangunan. Selain
RAB Perencana harus juga menyediakan atau menyiapkan bill of
quantity atau bill of item terperinci berikut analisa pekerjaan.
f. Bila diminta Perencana menghadiri dalam rapat penjelasan
pekerjaan, penjelasan lapangan, atau memberikan pendapat terkait
Hasil Perencanaan yang dibuat pada saat Penyedia meminta
penjeleasan mengenai Dokumen Perencanaan Teknis.
g. Konsultan perencana berkewajiban memberikan saran dan
pendapat terutama pada saat :
1. Dimulainya pekerjaan dilapangan dalam menentukan titik-titik posisi
bangunan dan detail-detail bangunan agar tidak menyimpang dari
rencana
2. Terjadinya persoalan yang menyangkut perancanaan/desain dan
struktur selama masa pelaksanaan pekerjaan
jangka waktu Jangka waktu Pelaksanaan untuk pekerjaan Perencanaan ini
penyelesaian maksimum 45 (empat puluh lima) hari kalender terhitung mulai
pekerjaan dikeluarkannya Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa. Perubahan
waktu penyerahan pekerjaan, harus ada permintaan secara tertulis
oleh PIHAK KEDUA dengan mengemukakan alasan-alasan yang cukup
kuat dan sesudah dipertimbangkan oleh PIHAK KESATU maka dapat
diperpanjang dengan Surat Pemberitahuan. Dan Kemudian dibuat
Revisi/ Addendum surat Perjanjian Kerja (Kontrak).
personil no. posisi jumlah
tenaga ahli
1 team leader 1
2 tenaga ahli arsitektur 1
3 tenaga ahli struktur 1
tenaga pendukung
1 asisten 1
2 operator komputer 1
3 administrasi 1
4 drafter 1
5 surveyor 1
6 driver 1
jadwal 1. Persiapan perencanaan, seperti mengumpulkan data dan informasi
tahapan lapangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, membuat
4
pelaksanaan interpretasi secara garis besar terhadap Kerangka Acuan Kerja, dan
pekerjaan selalu berkonsultasi dengan pemberi tugas dan SKPD setempat
mengenai peraturan terkait dengan pelaksanaan pekerjaan
2. Penyusunan pra rencana Desain bangunan
3. Penyusunan pengembangan rencana, seperti membuat : Rencana
arsitektur, beserta visualisasi dua dan (tiga dimensi bila diperlukan),
seperti membuat Rencana Struktur, Rencana utilitas, Perkiraan biaya.
4. Penyusunan rencana detail, seperti membuat gambargambar
detail, rencana kerja dan syarat-syarat, rincian volume pelaksanaan
pekerjaan serta rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi, dan
menyusunan laporan akhir perencanaan.
laporan 1. laporan awal perencanaan
laporan diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kalender
sejak SPMK diterbitkan sebanyak 3 buku.
2. laporan akhir/final, memuat :
a. DED
b. RAB
c. Spesifikasi teknis
laporan diserahkan selambat-lambatnya 45 (empat puluh lima) hari
kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 3 buku.
3. laporan dalam bentuk CD.
laporan diserahkan selambat-lambatnya 45 (empat puluh lima) hari
kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 3 keping.
produksi Semua Pekerjaan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan
dalam negeri di dalam wilayah Negara Republik Indonesia, dengan semaksimal
mungkin memanfaatkan produk dalam negeri.
pedoman Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut:
pengumpulan 1. Untuk melaksanakan tugasnya konsultan harus mencari informasi
data yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala
lapangan Satuan Kerja termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini.
2. Konsultan harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan
dalam Pelaksanaan tugasnya, baik yang berasal dari Kepala Satuan
Kerja,maupun yang dicari sendiri. Kesalahan kelalaian pekerjaan
perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi
tanggung jawab konsultan
alih Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk
pengetahuan menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih
pengetahuan kepada personil satuan kerja PPK.