Anda di halaman 1dari 24

Bahan Rapat

Panitia Antar Kementerian


Jakarta, 15 April 2015

1
ALUR PIKIR PENYELENGGARAAN SPAM

MAKSUD & TUJUAN


MAKSUD:
6 Prinsip Dasar Pembatasan Penyelenggaraan SPAM dimaksudkan untuk memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat untuk
pengelolaan SDA: memenuhi hak rakyat atas air

TUJUAN :
1. Pengusahaan atas air tidak boleh
1. tersedianya pelayanan air minum untuk memenuhi hak rakyat atas air;
menganggu, mengesampingkan
2. terwujudnya pengelolaan dan pelayanan air minum yang berkualitas dengan harga yang terjangkau;
apalagi meniadakan hak rakyat atas
3. tercapainya kepentingan yang seimbang antara pelanggan dan pengelola air minum; dan
air;
4. tercapainya penyelenggaraan air minum yang efektif dan efisien untuk memperluas cakupan pelayanan air
2. Negara harus memenuhi hak rakyat
minum.
atas air;
3. Kelestarian lingkungan hidup;
4. Pengawasan dan pengendalian
negara atas air bersifat mutlak;
5. Prioritas utama pengusahaan atas PENYELENGGARAAN SPAM
air diberikan kepada BUMN atau
BUMD; PENYELENGGARAAN
6. Apabila semua batasan telah Sistem Pengelola Air
terpenuhi, Pemerintah Penyediaan Air Minum
dimungkinkan untuk memberikan Minum
izin kepada usaha swasta untuk PERENCANAAN PENGELOLAAN
melakukan pengusahaan atas air PELAKSANAAN
PENGEMBANGAN
dengan syarat tertentu dan ketat. KONSTRUKSI
Pencegahan
terhadap PEMELIHARAAN & REHABILITASI Pemenuhan
Pengotoran Air Kebutuhan
PEMANTAUAN & EVALUASI
Sendiri
Dasar Hukum:
UU no 11 tahun 1974 tentang
Pengairan Pasal 3 ayat (2) dan Pasal Wewenang dan Pembiayaan & Hak & Kewajiban
10 BPPSPAM Tanggung Jawab Tarif Pelanggan
UU no 23 tahun 2014 tentang
pemerintahan Daerah Pasal 16 ayat
(1) Pembinaan &
Pengawasan

Gugatan Masyarakat
& Organisasi

2
SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

1 SPAM Jaringan Perpipaan

2 SPAM Bukan Jaringan Perpipaan Memberikan


kepastian kuantitas
dan kualitas air serta
kontinuitas
SUMUR DANGKAL, BAK PENAMPUNG TERMINAL AIR BANGUNAN
pengaliran air
SUMUR POMPA TANGAN AIR HUJAN PERLINDUNGAN
MATA AIR

3
PENGATURAN AMDK DAN AMIU

Izin Depot Air Minum (Air Isi Ulang) diatur dalam Peraturan Menteri yang
membidangi: (KEPMENPERINDAG No. 651/MPP/KEP/10/2004 tentang
Persyaratan Teknis Depot Air Minum dan Perdagangannya

Izin Air Minum Dalam Kemasan diatur dalam Peraturan Menteri yang
membidangi: Peraturan Menteri Perindustrian No. 96/M-IND/PER/12/2011
tentang Persyaratan Teknis Industri Air Minum

4
PENCEGAHAN TERHADAP PENGOTORAN AIR

Prinsip Penyelenggaraan
Sanitasi:
menjaga kelestarian
SPAM Penyelenggaraan Sanitasi : lingkungan;
peningkatan derajat
Pengelolaan Sampah kesehatan masyarakat;
SANITASI
pemenuhan standar
Penyelenggaraan SPAL pelayanan; dan
tidak menimbulkan
dampak sosial

Penyelenggaraannya
dilaksanakan secara
terpadu
Penyelenggaraan
SPAL domestik
Penyelenggaraan
SPAL nondomestik

5
PENYELENGGARAAN

Penyelenggaraan SPAM dilaksanakan


guna menjamin terpenuhinya
kebutuhan pokok air minum sehari-
hari bagi masyarakat yang
memenuhi standar kualitas,
kuantitas, dan kontinuitas. Pemantauan & Evaluasi

Pemeliharaan & Rehabilitasi

Pengembangan

Pengelolaan

Pelaksanaan Konstruksi

Perencanaan
6
PENGELOLA AIR MINUM

Penyelenggaraan SPAM menjadi


tanggung jawab Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah guna
memenuhi kehidupan yang sehat,
bersih, dan produktif sesuai
dengan peraturan perundang-
Kelompok undangan;
masyarakat
Prioritas utama pengusahaan atas
BUMN / BUMD air diberikan kepada BUMN atau
UPTD BUMD yang dibentuk oleh
UPTD Pemerintah atau pemerintah
daerah sesuai dengan
kewenangannya;

Dalam hal penyelenggaraan SPAM


belum dapat dilayani oleh BUMN
atau BUMD, maka Pemerintah
Pusat atau Pemerintah Daerah
dapat membentuk UPT atau UPTD.

7
BPPSPAM

BPPSPAM

Tujuan :
Peningkatan kualitas
Pengelolaan pelayanan
BUMN/BUMD
SPAM BUMN/BUMD yang
sehat dan mandiri

8
PEMENUHAN KEBUTUHAN SENDIRI OLEH MASYARAKAT

Kelompok masyarakat dapat berperan serta dalam


penyelenggaraan SPAM untuk memenuhi kebutuhan
sendiri pada kawasan yang belum terjangkau
pelayanan air minum oleh Pengelola Air Minum.

Kelompok masyarakat dapat membentuk


koperasi/kelompok/himpunan/badan pengelola
Kelompok
SPAM
masyarakat/Bada
n Usaha
Koperasi/kelompok/himpunan/badan pengelola harus
menyampaikan laporan kepada Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota melalui Kepala Desa untuk
BUMN / BUMD mendapatkan pencatatan sebagai Pengelola Air
UPT
UPTD Minum
D
Kelompok masyarakat Penyelenggara SPAM berhak
mendapatkan pendampingan dari Pemerintah Pusat
dan/atau Pemerintah Daerah untuk menjamin
kualitas penyelenggaraan SPAM sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan

Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah dapat


memberikan dukungan pembiayaan dalam
penyelenggaraan SPAM kepada
koperasi/kelompok/himpunan/badan pengelola SPAM
9
PEMENUHAN KEBUTUHAN SENDIRI OLEH BADAN USAHA

Badan usaha dapat melakukan Dalam pelaksanaan penyelenggaraan SPAM untuk


penyelenggaraan SPAM untuk memenuhi kebutuhan sendiri oleh badan usaha,
memenuhi kebutuhan sendiri maka berlaku ketentuan:
pada kawasan yang belum
terjangkau pelayanan air minum a. Tarif ditentukan oleh pemerintah
oleh Pengelola Air Minum b. Pengawasan dilakukan oleh pemerintah
c. penyampaian laporan pengelolaan secara berkala
kepada pemerintah
Kebutuhan sendiri bagi badan d. pelaksanaan audit oleh institusi yang ditunjuk oleh
usaha adalah pemenuhan pemerintah
kebutuhan air minum untuk
menunjang usaha yang bukan
merupakan usaha penyediaan air
minum, hanya berada pada
wilayah usahanya, tidak Badan usaha berhak mendapatkan pembinaan serta
dikerjasamakan dengan badan perlindungan aset dari pemerintah
usaha lain, dan tidak melayani
masyarakat umum

Pelaksanaannya wajib dilakukan berdasarkan izin penyelenggaraan


dari Pemerintah

10
WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB

Menetapkan Kebijakan dan Strategi Melaksanakan penyelenggaraaan SPAM dan SPAL


Nasional lintas Kab/Kota
Menyusun Kebijakan dan Strategi penyelenggaraan
Menetapkan Norma, Standar, Prosedur, SPAM dan SPAL Provinsi
dan Kriteria

Pemerintah Daerah Provinsi


Menyusun Rencana Induk Penyelenggaraan SPAM
dan SPAL lintas kabupaten/kota
Pemerintah Pusat

Melaksanakan penyelenggaraan SPAM


yang bersifat KHUSUS, kepentingan Membentuk BUMD dan/atau UPTD provinsi sebagai
strategis nasional, dan lintas provinsi pengelola air minum dan air limbah

Memberikan izin kepada badan usaha untuk


Membentuk BUMN dan/atau UPT melakukan penyelenggaraan SPAM untuk memenuhi
pengelola air minum dan/atau kebutuhan sendiri
pengelola air limbah
Melakukan pemantauan dan evaluasi
memberikan izin kepada badan usaha penyelenggaraan SPAM dan SPAL kabupaten/kota di
untuk melakukan penyelenggaraan wilayahnya
SPAM untuk memenuhi kebutuhan
sendiri Menyampaikan laporan hasil pemantauan dan
evaluasi penyelenggaraan SPAM dan SPAL kepada
Memberikan pembinaan, Pemerintah Pusat
pengendalian, dan pengawasan kepada
Pemerintah Daerah
Memberikan pembinaan, pengendalian, dan
pengawasan kepada Pemerintah Daerah kab/kota

dapat memfasilitasi penyediaan air minum di


kabupaten/kota dalam rangka pemenuhan SPM 11
WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB
(lanjutan)

Melaksanakan penyelenggaraan SPAM dan SPAL di Memberi pembinaan, pengendalian, dan


wilayahnya pengawasan kepada pemerintah desa, serta
kelompok masyarakat di wilayahnya dalam
Menyusun kebijakan dan strategi penyelenggaraan SPAM dan penyelenggaraan SPAM dan SPAL
SPAL kabupaten/kota
Pemerintah Daerah Kab/Kota

Menyusun rencana induk penyelenggaraan SPAM dan SPAL Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap
kabupaten/kota penyelenggaraan SPAM dan SPAL di wilayahnya

Membentuk BUMD dan/atau UPTD pengelola air minum dan Menyampaikan laporan hasil pemantauan dan
pengelola air limbah evaluasi penyelenggaraan SPAM dan SPAL kepada
Pemerintah Daerah Provinsi

Memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di wilayahnya


sesuai dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan Melakukan pembinaan dan
pengawasan terhadap penyelenggaraan

Pemerintah
SPAM dan SPAL di tingkat kelompok
Melakukan pencatatan untuk koperasi/ kelompok/
masyarakat

Desa
himpunan/ badan pengelola SPAM yang menyampaikan
laporan sebagai Pengelola Air Minum
Menyampaikan laporan hasil
pengawasan penyelenggaraan SPAM
Memberikan izin kepada badan usaha untuk melakukan dan SPAL di wilayahnya kepada
penyelenggaraan SPAM untuk memenuhi kebutuhan sendiri Pemerintah Daerah kabupaten/kota

Memenuhi akses pelayanan masyarakat terhadap air limbah terkait penyelenggaraan SPAM, pemerintah
di wilayahnya sesuai dengan standar pelayanan minimal yang kab/kota dapat melakukan kerjasama antar
ditetapkan daerah sesuai dengan peraturan perundang-
undangan 12
PEMBIAYAAN DAN TARIF / RETRIBUSI / IURAN

Pembiayaan

Pembiayaan penyelenggaraan Tarif


BUMN
SPAM menjadi tanggung jawab (KEPMEN)
Pemerintah Pusat dan/atau
Pemerintah Daerah sesuai BUMD Tarif
dengan kewenangannya (Perkada)

Sumber Dana
Retribusi
UPT
Pemerintah Pusat dan/atau (KEPMEN)
Pemerintah Daerah;
BUMN atau BUMD; Retribusi
UPTD
dana masyarakat; dan/atau (Perda)
sumber dana lain yang sesuai
dengan peraturan perundang-
undangan
Kelompok Iuran Masyarakat
Masyarakat (Kesepakatan Bersama)

13
PELIBATAN SWASTA

1. Dalam hal BUMN atau BUMD pengelola air minum belum mampu mengembangkan
SPAM baik di dalam maupun di luar wilayah pelayanannya, maka masih dapat
diizinkan untuk melakukan sebagian penyelenggaraan SPAM oleh badan usaha dengan
prinsip tertentu.

2. Penyelenggaraan SPAM oleh badan usaha harus di bawah penugasan BUMN atau BUMD
pengelola air minum sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

3. Penyelenggaraan SPAM oleh Badan Usaha hanya dapat dilakukan berdasarkan Surat
Izin Pengambilan Air yang dimiliki oleh BUMN/BUMD.

4. Prinsip tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah:

a. penyelenggaraan SPAM oleh badan usaha tidak boleh untuk penyelenggaraan SPAM secara
keseluruhan;

b. penyelenggaraan SPAM oleh badan usaha hanya dapat dilakukan dalam bentuk-bentuk sebagai
berikut

14
PRINSIP PENYELENGGARAAN SPAM BERDASARKAN KEPUTUSAN MK

Prioritas pengusahaan air dilakukan oleh BUMN/BUMD

15
OPSI PELIBATAN SWASTA

BUMN/BUMD

Unit
Pembelian
Air Curah
Sistem Distribusi
Sistem
Transmisi
Air Baku

Reservoir
Sumber IPA Investasi dan/atau pengoperasian
Air Baku
oleh badan usaha

UNIT AIR BAKU UNIT PRODUKSI UNIT DISTRIBUSI UNIT PELAYANAN

16
OPSI PELIBATAN SWASTA (Lanjutan)

BUMN/BUMD

Reservoir
IPA

Sumber Sistem Distribusi


Investasi jaringan
Air Baku Sistem perpipaan oleh swasta
Transmisi
Air Baku

UNIT AIR BAKU UNIT PRODUKSI UNIT DISTRIBUSI UNIT PELAYANAN

17
OPSI PELIBATAN SWASTA (Lanjutan)

BUMN/BUMD

Reservoir
IPA

investasi dan/atau
Sumber Sistem Distribusi
Air Baku Sistem
pengoperasian
Transmisi teknologi
Air Baku

UNIT AIR BAKU UNIT PRODUKSI UNIT DISTRIBUSI UNIT PELAYANAN

Penerapan teknologi
pada unit SPAM
18
OPSI PELIBATAN SWASTA (Lanjutan)

BUMN/BUMD

Reservoir
IPA

kombinasi skema yang


Sumber Sistem Distribusi disesuaikan dengan
Air Baku Sistem
Transmisi kondisi lapangan
Air Baku

UNIT AIR BAKU UNIT PRODUKSI UNIT DISTRIBUSI UNIT PELAYANAN

19
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

Pemerintah Pemerintah
Pusat Daerah

Pengelola BUMN
Pemerintah
Air Minum dan Kelompok Masyarakat
Pusat
UPT
Pembinaan meliputi :

Pengawasan
Pembinaan

koordinasi dalam pemenuhan


kebutuhan air minum*
pemberian norma, standar,
BUMD
prosedur, dan kriteria
pemberian bimbingan, Pemerintah UPTD
supervisi, dan konsultasi Daerah
pemberian bantuan teknis Kelompok
dan bantuan program Masyarakat
pendidikan dan pelatihan

Pemerintah/Pemerintah Daerah dapat


mengambil alih sementara BUMN/BUMD
yang tidak memenuhi kinerjanya

* Hanya dilakukan oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah 20


GUGATAN MASYARAKAT DAN ORGANISASI

Masyarakat yang dirugikan sebagai akibat penyelenggaraan SPAM, berhak


mengajukan gugatan perwakilan ke pengadilan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan

Organisasi yang bergerak pada bidang sumber daya air berhak


mengajukan gugatan terhadap orang atau badan usaha yang
melakukan kegiatan yang menyebabkan kerusakan prasarana dan
sarana penyediaan air minum.
Gugatan terbatas pada gugatan untuk melakukan tindakan tertentu
yang berkaitan dengan keberlanjutan fungsi SPAM dan/atau gugatan
membayar biaya atas pengeluaran nyata.

21
KETENTUAN PERALIHAN

Pemenuhan kebutuhan sendiri oleh badan usaha dalam


penyelenggaraan SPAM yang telah ada atau diterbitkan sebelum
ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini harus diselesaikan dalam waktu
2 (dua) tahun setelah Peraturan Pemerintah ini ditetapkan

Perjanjian penyelenggaraan SPAM dan perizinan yang berkaitan dengan


pengelolaan air minum yang telah dibuat atau diterbitkan sebelum
ditetapkannya Peraturan Pemerintah harus diselesaikan dalam waktu 2
(dua) tahun setelah Peraturan Pemerintah ini ditetapkan

22
TERIMA KASIH
KEWENANGAN LINTAS KEMENTERIAN

NO KEMENTERIAN MATERI PENGATURAN PASAL


1 Kementerian Kualitas air yang dihasilkan Pasal 5
Kesehatan penyelenggaraan SPAM
2 Kementerian Penyelenggaraan SPAL Pasal 12
Lingkungan Hidup Nondomestik
3 Kementerian Dalam Pedoman pengaturan tarif air Pasal 43 ayat (8)
Negeri minum