Anda di halaman 1dari 119

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PENGUJIAN DAN PEMELIHARAAN ISOLASI


MINYAK TRANSFORMATOR DAYA DI PT. INDAH
KIAT PULP AND PAPER TBK PERAWANG

Oleh:

Rudi Setiawan
NIM : 1307113224

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO S1


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
2017
LAPORAN KERJA PRAKTEK

PENGUJIAN DAN PEMELIHARAAN ISOLASI


MINYAK TRANSFORMATOR DAYA DI PT. INDAH
KIAT PULP AND PAPER TBK PERAWANG

(Periode 01 Februari 2017 s.d 28 Februari 2017)

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Pelaksanaan Kerja Praktek


Strata Satu Program Studi Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro
Universitas Riau

Oleh:

Rudi Setiawan
NIM : 1307113224

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO S1


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
2017

i
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

NAMA : RUDI SETIAWAN


NIM/NIS : 1307113224
JURUSAN : TEKNIK ELEKTRO
ASAL SEKOLAH : UNIVERSITAS RIAU
JUDUL : PENGUJIAN DAN PEMELIHARAAN
ISOLASI MINYAK TRANSFORMATOR
DAYA DI PT. IKPP TBK PERAWANG
WAKTU : 01 FEBRUARI 2017 - 28 FEBRUARI 2017
TEMPAT (Seksi/Dept) : PDM-UNIT/MTD

DISAHKAN OLEH

PEMBIMBING I PEMBIMBING II

SUDARTONO MOCH MUDHOFIR


KEPALA SEKSI PEMBIMBING LAPANGAN

MENGETAHUI
a/n PIMPINAN KOORDINATOR PKL
PT. IKPP Tbk. PERAWANG PT. IKPP Tbk. PERAWANG

Ir. KETUT PITER F.G SYAIFUL YUSRI


MANAGER COMMUNITY COMMUNITY DEVELOPMENT
DEVELOPMENT

ii
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kerja Praktek dengan Judul Pengujian dan Pemeliharaan Isolasi Minyak
Transformator Daya di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Perawang

Yang dipersiapkan dan disusun oleh


Rudi Setiawan
NIM : 1307113224

Program Studi Teknik Elektro S1, Fakultas Teknik Universitas Riau,

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Tim Pengujian dan diterima sebagai


bagian persyaratan yang diperlukan untuk Pelaksanaan Kerja Praktek
pada tanggal, 3 Maret 2017

Mengetahui Mengesahkan
Koordinator Program Studi Teknik Elektro S1 Dosen Pembimbing

Dr. Indra Yasri, ST,, MT Dr. Fri Murdiya, ST.,MT


NIP. 19740307 200212 1 002 NIP. 19800205 200312 1 001

iii
PERNYATAAN

Saya, yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Rudi Setiawan


NIM : 1307113224

menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa laporan kerja praktek saya yang


berjudul

PENGUJIAN DAN PEMELIHARAAN ISOLASI MINYAK


TRANSFORMATOR DAYA DI PT. INDAH KIAT PULP AND
PAPER TBK. PERAWANG

adalah hasil karya sendiri dan bukan jiplakan hasil karya orang lain.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Jika di kemudian


hari terbukti bahwa laporan kerja praktek saya merupakan hasil jiplakan maka
saya bersedia menerima sanksi apapun yang diberikan.

Pekanbaru, 3 Maret 2017

Rudi Setiawan

iv
PRA KATA

PPengujian syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan Laporan Kerja Praktek ini.
Penulisan Laporan Kerja Praktek ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu
syarat untuk kelulusan mata kuliah Kerja Praktek di Program Studi Teknik
Elektro S1 Fakultas Teknik Universitas Riau.

Kerja Praktek dengan Judul Pengujian dan Pemeliharaan Isolasi Minyak


Transformator Daya di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Perawang.

Penulis menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, dari
masa perkuliahan sampai pada penyusunan Laporan Kerja Praktek, sangatlah sulit
bagi penulis untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1. Orang tua beserta keluarga dari penulis yang telah memberikan dukungan dan
doa dalam pelaksanaan kerja praktek ini, baik moril maupun materil.
2. Bapak Dr. Fri Murdiya, ST., MT, selaku dosen pembimbing Kerja Praktek.
Terima kasih atas bimbingan dan motivasi kepada penulis.
3. Bapak Firdaus, ST., MT, selaku dosen penguji seminar Kerja Praktek.
4. Bapak Febrizal, ST., MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas
Teknik Universitas Riau.
5. Bapak Dr. Indra Yasri, ST., MT, selaku Koordinator Program Studi S1
Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Riau.
6. Bapak Dr. Dahliyusmanto, S.Kom., M.Sc, selaku Koordinator Kerja Praktek.
7. Bapak Sudartono, sebagai kepala seksi Predictive Maintenance (PDM-Unit)
yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis selama
pelaksanaan kerja praktek ini.
8. Bapak Moch Mudhofir selaku mentor kerja praktek di Predictive
Maintenance (PDM-Unit), terimakasih atas bimbingan, motivasi dan arahan
yang telah diberikan kepada penulis selama pelaksanaan kerja praktek ini.

v
9. Bapak Ir. Ketut Piter F.G dan Bapak Syaiful Yusri sebagai Manager
Community Development dan Koordinator PKL di PT.IKPP Tbk. Perawang,
terimakasih telah memberi kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan
Kerja Praktek.
10. Bapak Rido Rahmadani dan Bapak Ibrahim, yang membantu penulis
memperkenalkan dan mengajarkan tentang pekerjaan dilapangan mengenai
pengujian dan pemeliharaan isolasi minyak transformator yang selama ini
penulis belum ketahui.
11. Seluruh pegawai di PDM-Unit yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu
terimakasih telah membantu penulis dalam semua hal yang tidak bisa penulis
sebutkan.
12. Teman-teman seperjuangan Teknik Elektro UR angkatan 2013 dan semua
pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu atas bantuannya dan dukungannya.

Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih terdapat kekurangan. Oleh
karena itu, saran dan kritik untuk kemajuan sangat penulis harapkan. Atas
perhatiannya penulis ucapkan terima kasih.

Pekanbaru, 3 Maret 2017

Rudi Setiawan

vi
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN PERUSAHAAN ..................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM STUDI ............................................. iii
HALAMAN PERNYATAAN .............................................................................. iv
PRA KATA .............................................................................................................v
DAFTAR ISI ........................................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................................x
DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiv

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ..................................................................................................1
1.2. Perumusan masalah .........................................................................................2
1.3. Batasan Masalah................................................................................................2
1.4. Tujuan Kerja Praktek .......................................................................................3
1.5. Metode Pengumpulan Data ...............................................................................3
1.6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek ................................................3

BAB II PROFIL PERUSAHAAN


2.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan ...........................................................4
2.2. Visi dan Misi Perusahaan ..................................................................................8
2.3. Lokasi Perusahaan .............................................................................................8
2.4. Struktur Organisasi PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perawang ....................9
2.5. Ruang Lingkup Pekerjaan ...............................................................................13
2.5.1. Struktur Organisasi MTD ....................................................................13
2.5.1.1. Struktur Organisasi PDM .......................................................14
2.6. Tenaga Kerja ...................................................................................................14
2.6.1. Karyawan Tetap ..................................................................................14

vii
2.6.2. Mitra Kerja ..........................................................................................15
2.6.3. Waktu Kerja dan Sistem Control Kerja Karyawan .............................15
2.6.4. Fasilitas Karyawan ..............................................................................16

BAB III DASAR TEORI


3.1. Transformator Daya ........................................................................................18
3.1.1. Jenis Transformator. ............................................................................19
3.2. Komponen Transformator Daya .....................................................................19
3.2.1. Komponen Utama. ..............................................................................19
3.2.2. Komponen Bantu.................................................................................23
3.3. Minyak Transformator ....................................................................................25
3.4. Pengujian Dissolved gas Analysis (DGA).......................................................27
3.4.1. Gas Terlarut Pada Minyak Transformator ..........................................28
3.4.2. Jenis Kegagalan Pengujian DGA ........................................................29
3.4.3. Batasan dan Penyebab Gangguan .......................................................30
3.4.4. Langkah Pengujian DGA. ...................................................................30
3.4.4.1. Pengambilan Sampel ..............................................................30
3.4.4.2. Metode Ekstrasi Gas. .............................................................31
3.4.4.3. Metode Interpretasi Data Pengujian DGA. ............................32
3.4.4.4. Diagram Alir Pengujian DGA. ...............................................37
3.5. Pengujian Breakdown Voltage (BDV) ............................................................37
3.5.1. Teori Kegagalan Isolasi Cair. ..............................................................38
3.5.2. Standar Pengujian BDV ......................................................................39
3.5.3. Diagram Alir Pengujian BDV. ............................................................40
3.6. Pengujian Tangent Delta (Tan ) ....................................................................40
3.6.1. Standar Pengujian Tan ......................................................................42
3.6.2.1. Batas Isolasi Minyak Baru. ....................................................43
3.6.2.2. Batas Isolasi Minyak Pemakaian............................................43
3.6.2. Diagram Alir Pengujian Tan ............................................................43
3.7. Purifikasi Isolasi Minyak Transformator. .......................................................44
3.7.1. Diagram Purifikasi. .............................................................................44

viii
BAB IV PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
4.1. Pengujian Isolasi Minyak Transformator di PT. Indah Kiat Pulp and Paper
Tbk Perawang (PT. IKPP)................................................................................46
4.1.1. Pengujian DGA di PT. IKPP ...............................................................48
4.1.1.1. Pengambilan Sampel ..............................................................48
4.1.1.2. Ekstrasi Gas ............................................................................48
4.1.1.3. Interpretasi dan Analisis Data Pengujian ...............................49
4.1.2. Pengujian BDV di PT. IKPP ...............................................................57
4.1.3. Pengujian Tan di PT. IKPP ..............................................................59
4.2. Pemeliharaan Isolasi Minyak Transformator di PT. IKPP..............................60
Predictive Maintenance .........................................................................................60
4.3. Penyebab Pemburukan Minyak Transformator ..............................................61
4.4. Dampak Pemeliharaan Yang Tidak Tepat ......................................................61
4.5. Pemeliharaan Isolasi Minyak Transformator dengan Purifikasi (sirkulasi) di
PT. IKPP ..........................................................................................................62
4.5.1. Purifikasi (sirkulasi) di PT. IKPP .......................................................62
4.6. Hasil dan Analisa Isolasi Minyak Transformator Setelah Purifikasi ..............63
4.6.1. Hasil dan Analisa Pengujian DGA Setelah Purifikasi ........................63
4.6.2. Hasil dan Analisa Pengujian BDV Setelah Purifikasi ........................68
4.6.3. Hasil dan Analisa Pengujian Tan Setelah Purifikasi ........................69
4.7. Perbandingan Analisa Hasil Sebelum dan Setelah Purifikasi .........................69
4.8. Diagram Alir Pengujian dan Pemeliharaan. ....................................................72

BAB V KESIMPULAN
5.1. Kesimpulan .....................................................................................................73
5.2. Saran ................................................................................................................75

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................76

LAMPIRAN

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Struktur Organisasi MTD ..................................................................13


Gambar 2.2. Struktur Organisasi PDM ..................................................................14
Gambar 3.1. Transformator Daya di PT. IKPP ......................................................18
Gambar 3.2. Arus Bolak Balik Mengelillingi Inti Besi .........................................18
Gambar 3.3. Prinsip Kerja Transformator..............................................................19
Gambar 3.4. Inti Besi .............................................................................................20
Gambar 3.5. Kumparan Fasa RST Pada Transformator .......................................20
Gambar 3.6. Bushing ..............................................................................................21
Gambar 3.7. Jenis-Jenis Tangki Transformator .....................................................21
Gambar 3.8. Tangki Konservator ...........................................................................21
Gambar 3.9. Silicagel .............................................................................................22
Gambar 3.10. Konstruksi Konservator dengan Rubber Bag ..................................22
Gambar 3.11. Tap Changer ....................................................................................24
Gambar 3.12. Minyak Transformator ....................................................................25
Gambar 3.13. Alat DGA (TRANSPORT X) di PT. IKPP .....................................28
Gambar 3.14. Struktur Kimia Minyak Isolator dan Gas-gas Terlarut pada Minyak
Isolator....................................................................................................................29
Gambar 3.15. Syringe .............................................................................................31
Gambar 3.16. Metode Gas Chromatograph ..........................................................31
Gambar 3.17. Metode Photo Acoustic Spectroscopy .............................................32
Gambar 3.18. Batas konsentrasi Gas Terlarut berdasarkan IEEE std.C57-104.2008
................................................................................................................................32
Gambar 3.19. Metode Key Gas berdasarkan IEEE std.C57-104.2008 ..................35
Gambar 3.20. Metode Rogers Ratio berdasarkan IEEE std.C57-104.2008..........36
Gambar 3.21. Metode Segitiga Duval berdasarkan IEEE std.C57-104.2008 ........36
Gambar 3.22. Diagram Alir Pengujian DGA .........................................................37
Gambar 3.23. Alat Pengujian BDV di PT.IKPP ....................................................38
Gambar 3.24. Diagram Alir Pengujian BDV .........................................................40

x
Gambar 3.25. Rangkaian ekivalen paralel dari material dielektrik dan diagram
fasor Ir dan Ic .........................................................................................................41
Gambar 3.26. Peralatan DTA di PT. IKPP ............................................................42
Gambar 3.27. Single Line Diagram Pengujian Tan .............................................42
Gambar 3.28. Diagram Alir Pengujian Tan ........................................................43
Gambar 3.29. Alat Sirkulasi (Purifikasi) Minyak Transformator di PT. IKPP .....44
Gambar 3.30. Diagram Purifikasi ..........................................................................45
Gambar 4.1. Indikator Temperatur Isolasi Minyak Transformator di PT. IKPP ...46
Gambar 4.2. Indikator Temperatur Winding Transformator di PT. IKPP .............46
Gambar 4.3. Indikator Level Isolasi Minyak Transformator di PT. IKPP .............47
Gambar 4.4. Standar Warna Isolasi Minyak Transformator di PT. IKPP..............47
Gambar 4.5. Pengambilan Sampel Minyak DGA di PT. IKPP .............................48
Gambar 4.6. Ektrasi Gas Menggunakan Alat TRANSPORT X di PT. IKPP ........49
Gambar 4.7. Nilai Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 di PT.
IKPP .......................................................................................................................50
Gambar 4.8. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 di PT. IKPP
Menggunakan Metode Key Gas .............................................................................51
Gambar 4.9 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 di PT. IKPP
Menggunakan Metode Rogers Ratio ....................................................................52
Gambar 4.10. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 di PT.
IKPP Menggunakan Metode Segitiga Duval .........................................................52
Gambar 4.11. Nilai Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 di PT.
IKPP .......................................................................................................................54
Gambar 4.12. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 di PT.
IKPP Menggunakan Metode Key Gas ...................................................................55
Gambar 4.13. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 di PT.
IKPP Menggunakan Metode Rogers Ratio ...........................................................56
Gambar 4.14. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 di PT.
IKPP Menggunakan Metode Segitiga Duval .........................................................56
Gambar 4.15 Pengujian BDV di PT. IKPP ............................................................57
Gambar 4.16 Pengujian Tan di PT. IKPP ...........................................................59

xi
Gambar 4.17. Hasil Pengujian Tan Isolasi Minyak Transformator Daya IP 154-
T02 di PT. IKPP .....................................................................................................60
Gambar 4.18. Transformator yang Mengalami Kerusakan ....................................62
Gambar 4.19. Purifikasi (Sirkulasi) Isolasi Minyak Transformator di PT. IKPP ..62
Gambar 4.20. Nilai Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 setelah
purifikasi di PT. IKPP ............................................................................................63
Gambar 4.21. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 setelah
purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Key Gas ........................................64
Gambar 4.22. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 setelah
purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Rogers Ratio ...............................65
Gambar 4.23. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 setelah
purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Segitiga Duval ..............................65
Gambar 4.24. Nilai Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 setelah
purifikasi di PT. IKPP ............................................................................................66
Gambar 4.25. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 setelah
purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Key Gas ........................................67
Gambar 4.26. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 setelah
purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Rogers Ratio ...............................68
Gambar 4.27. Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 setelah
purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Segitiga Duval ..............................68
Gambar 4.28. Diagram Alir Pengujian dan Pemeliharaan Isolasi Minyak
Transformator di PT.IKPP .....................................................................................73

xii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Level Karyawan PT IKPP Perawang ....................................................15


Tabel 3.1. Kondisi Keterangan Transformator ......................................................33
Tabel 3.2. Tindakan Pengambilan Sampel Berdasarkan Standar IEEE C57.104-
2008 kondisi TDCG ...............................................................................................33
Tabel 3.3. Standar IEC 156 Pengujian BDV Isolasi Minyak .................................39
Tabel 3.4. Standar C57 106.2006 Pengujian Tan Isolasi Minyak Baru ...........43
Tabel 3.5. Standar C57 106.2006 Pengujian Tan Isolasi Minyak Pemakaian .43
Tabel 4.1. Spesifikasi Transformator Daya IP154-T02 .........................................49
Tabel 4.2. Spesifikasi Transformator Daya IP254-T02 ........................................53
Tabel 4.3. Hasil Pengujian BDV Isolasi Minyak Transformator Daya IP154-T02
di PT. IKPP ............................................................................................................58
Tabel 4.4. Hasil Pengujian BDV Isolasi Minyak Transformator Daya IP254-T02
di PT. IKPP ............................................................................................................58
Tabel 4.5. Hasil Pengujian BDV Isolasi Minyak Transformator Daya IP154-T02
Setelah Purifikasi di PT. IKPP ...............................................................................69
Tabel 4.6. Hasil Pengujian BDV Isolasi Minyak Transformator Daya IP254-T02
Setelah Purifikasi di PT. IKPP ...............................................................................70
Tabel 4.7. Perbandingan Hasil Pengujian dan Pemeliharaan Sebelum dan Setelah
Purifikasi (Sirkulasi) ..............................................................................................71

xiii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Data SOP Pengujian dan Pemeliharaan Transformator di PT. IKPP


Lampiran 2. Data Pengujian dan Pemeliharaan Isolasi Minyak Transformator
Daya IP154-T02 di PT. IKPP
Lampiran 3. Data Pengujian dan Pemeliharaan Isolasi Minyak Transformator
Daya IP254-T02 di PT. IKPP
Lampiran 4. Log Book Kerja Praktek
Lampiran 5. Monitoring Kerja Praktek PT IKPP

xiv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Transformator Daya adalah peralatan listrik yang sangat vital dalam


pembangkitan energi listrik. Dalam dunia industri apalagi perusahaan besar
seperti yang di jalankan oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Perawang (PT.
IKPP Tbk), penyediaan sumber energi listrik haruslah handal dan
berkesinambungan, sebab energi listrik yang dialirkan tidak boleh terdapat
hambatan atau gangguan. Gangguan yang diakibatkan pada transformator daya ini
dapat mengakibatkan pemutusan daya yang mengakibatkan produksi yang
dihasilkan akan cacat, rusak bahkan berhenti. Hal ini akan mengakibatkan
kerugian yang cukup besar bagi perusahaan industri. Untuk meningkatkan
keandalan sistem secara ekonomis dan efisien bukan merupakan pilihan yang
tepat untuk mengganti transformator daya, karena transformator memiliki aset
yang sangat mahal. Oleh karena itu diperlukan pengecekan dan pemeliharaan pada
bagian yang mengalami gangguan, salah satunya yang paling membutuhkan
perhatian dan pemeliharaan yaitu isolasi minyak transformator.
Isolasi minyak transformator sangat diperlukan sebagai media pendingin
dan media isolasi. Untuk menjaga keandalan dari transformator daya perlu
dilakukan suatu pengujian dan pemeliharaan terhadap isolasi minyak
transformator daya. Pengujian dan pemeliharaan yang dilakukan yaitu dapat
menganalisis kandungan-kandungan gas yang berada pada isolasi minyak
transformator dengan pengujian Dissolved Gas Analysis (DGA), menganalisis
tegangan tembus minyak transformator dengan pengujian Breakdown Voltage
(BDV) dan menganalisis kualitas isolasi minyak transformator dengan pengujian
Tangent Delta (Tan ). Sehingga hasil dari analisis pengujian-pengujian tersebut
dapat mengetahui kondisi isolasi minyak transformator daya dalam keadaan baik
atau tidak.

1
2

Pemeliharaan isolasi minyak juga dapat dilakukan dengan cara pemurnian


(purifikasi) yaitu bertujuan mengurangi moisture didalam isolasi kertas pada
transformator (Standar ASTM 1533 < 50 ppm). Dengan mengurangi moisture
didalam isolasi akan berdampak menurunkan moisture didalam minyak. Sehingga
tegangan tembus minyak akan naik, dapat mengurangi gas-gas didalam minyak
dan benda-benda (kotoran yang terapung) dalam minyak.
Melihat hal-hal diatas, maka penulis mengangkatnya menjadi judul
Pengujian dan Pemeliharaan Isolasi Minyak Transformator Daya di PT. Indah
Kiat Pulp and Paper Tbk. Perawang.

1.2 Perumusan Masalah

Dalam penulisan laporan kerja praktek ini, rumusan masalah yang dibahas
adalah adalah:
1. Mengetahui pengujian dan pemeliharaan isolasi minyak transformator
daya di PT. IKPP Tbk. Perawang.
2. Mengetahui analisis keadaan transformator daya berdasarkan pengujian
dan pemeliharaan isolasi minyak transformator di PT. IKPP Tbk.
Perawang.
3. Mengetahui jadwal yang tepat untuk melakukan pengujian dan
pemeliharaan isolasi minyak transformator daya di PT. IKPP Tbk.
Perawang.
4. Mengetahui penanganan isolasi minyak transformator daya ketika terjadi
indikasi kegagalan dengan menggunakan alat sirkulasi (purifikasi) di PT.
IKPP Tbk. Perawang.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam pengerjaan laporan kerja praktek ini adalah


sebagai berikut:
1. Membahas tentang pengujian dan pemeliharaan isolasi minyak
transformator daya di PT. IKPP Tbk. Perawang.
2. Membahas cara mengatasi kegagalan isolasi minyak transformator daya di
PT. IKPP Tbk. Perawang menggunakan alat sirkulasi (purifikasi).
3

1.4 Tujuan Kerja Praktek

1. Tujuan Umum
a. Mengetahui keadaan dunia kerja sesungguhnya sehingga mengetahui
implementasi atas teori-teori yang diperoleh didalam perkuliahan.
b. Membuka peluang bagi mahasiswa untuk dapat menambah pengalaman
terutama dibidang teknik elektro, kemampuan berkomunikasi dan
kemampuan bersosialisasi dengan pihak lain yang nantinya menjadi faktor
penting dalam dunia kerja.
2. Tujuan Khusus
a. Meninjau sistem pengujian dan pemeliharaan isolasi minyak transformator
daya di PT. IKPP Tbk. Perawang.
b. Mengetahui cara mengatasi ketika isolasi minyak dalam keadaan tidak
baik atau terindikasi gangguan dan lain-lain.

1.5 Metode Pengumpulan Data

Dalam penyusunan laporan kerja praktek ini, metode yang digunakan


untuk mengumpulkan data adalah sebagai berikut:
1. Metode Interview
Yaitu penyusun melakukan tanya jawab secara langsung mengenai suatu
masalah yang akan dipelajari kepada pembimbing di lapangan dan
karyawan - karyawan PT. IKPP Tbk. Perawang.
2. Metode Observasi
Yaitu terjun langsung untuk mengamati dan mencatat apa saja yang
dianggap penting guna melengkapi data data.
3. Metode Studi Literatur
Data dikumpulkan dari buku dan dokumen yang berada di ruang
Predictive Maintenance Unit (PDM-Unit) di PT. IKPP Tbk. Perawang.

1.6 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek


Kerja praktek ini dilaksanakan selama satu bulan mulai dari tanggal 1
Februari 2017 28 Februari 2017 bertempat di Predictive Maintenance Unit
(PDM-Unit) PT. IKPP Tbk. Perawang.
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

PT. Indah Kiat Pulp and Paper (PT. IKPP) adalah perusahaan yang
bergerak di industri pulp dan kertas terpadu. PT. IKPP didirikan oleh Bapak
Soetopo Janarto. Bapak Soetopo Janarto lahir di Pematang Siantar, Sumatra Utara
pada tanggal 1 Juni 1934. Pada tahun 1975 Bapak Soetopo melakukan kerja sama
dengan perusahaan asal Taiwan untuk mengambangkan perusahaannya. Sehingga
berkembang pesat dibeberapa daerah antara lain, pabrik kertas serpong,
tanggerang, jawa timur, jambi dan daerah lainnya.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper Corporation pertama kali dipelopori oleh
SOETOPO JANANTO (YAP SUI KEI). Saat itu beliau memimpin BERKAT
GROUP. Tahun 1975, BERKAT GROUP yang memiliki banyak anak perusahaan
tersebut mengajak:
a. Chung Hwa Pulp Corporation, Taiwan.
b. Yuen Foong Yu Paper Manufacturing, Taiwan.
Kemudian mereka melakukan survei pertama untuk studi kelayakan
dengan lokasi pendirian:
a. Pabrik kertas di Serpong, Tangerang, Jawa Barat.
b. Pabrik Pulp di Jawa Tengah, Jambi, Riau serta tujuh daerah lainnya.
Pada tanggal 11 September 1976, Presiden RI memberikan surat izin
rokemendasi pendirian pabrik pulp dan kertas yang berstatus Penanaman Modal
Asing (PMA). Setelah berselang 12 hari, tanggal 23 September 1976, Menteri
Perindustrian memberikan sirat izin pendirian pabrik pulp dan kertas. Pada
tanggal 17 Desember dihadapan notaris Bapak Ridwan Soesilo, SH dibuat akta
pendirian perusahaan dengan nama PT. Indah Kiat Pulp and Papercorp. Nama
indah kiat mengandung arti cara-cara (kiat) yang jujur. Indah merupakan nama
yang di ambil dari istri beliau yaitu Indah Berliani Soetopo.

4
5

Maka studi lanjutan dilakukan di Jalan Raya Minas KM 26, Desa Pinang
Sebatang Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak Sri Indrapura Riau.
Riau dipilih sebagai lokasi pabrik dengan merpertimbangankan bahan baku dan
cukup dekat dengan sungai Siak sebagai sungai terdalam di Indonesia. Sungai
tersebut sangat tepat untuk pelabuhan guna memperlancar transportasi. Selain itu
harga tanah pada daerah tersebut masih cukup murah dan proyeksi
perkembangannya sangat menjajikan. Diantaranya adalah dekat dengan daerah
pemasaran yaitu Singapura dan Malaysia, lokasi darat dan laut cukup fleksibel,
dekat dengan lokasi pabrik PT. Caltex Pasifik Indonesia atau sekarang dikenal
dengan PT. Chevron dan dekat dengan ibukota propinsi Riau, Pekanbaru.
Seiring perkembangannya, pabrik kertas Tanggerang menambah satu unit
mesin lagi pada tahun 1982, sehingga kapasitas produksi menjadi 150 ton/hari.
Disisi lain di Riau sedang dilaksanakan land clearing dan dibangun dermaga
khusus untuk melayani kapal kapal besar serta pada tahun yang sama dipesan dua
buah unit mesin pulp dari Taiwan.
Pada tahun 1983 dibangunlah pondasi pabrik dan dipasang dua unit mesin
pulp, namun sebelum pabrik beroprasi, Bapak Soetopo meninggal dunia dan
kepemimpinan pabrik beralih kepada putra beliau Boediano Jananto. Pada tanggal
24 Mei 1984 ditetapkan sebagai hari ulang tahun perusahaan PT. IKPP Perawang
yang sekaligus diresmikan oleh Presiden RI Bapak Soeharto. Dan pada hari itu
juga dilakukan percobaan produksi mesin pulp berkapasitas 300 ADT/hari. PT.
Indah Kiat Pulp and Paper merupakan pabrik pulp sulfat atau dikenal dengan
proses kraft yang berbahan baku kayu pertama di Indonesia. Pada tahun yang
sama dibangun Hutan Tanaman Indonesia (HTI) seluas 300.000 Ha yang
bekerjasama dengan PT. Arara Abadi. Jenis kayu yang ditanam antara lain
Accasia mangium, Accacia crassicarpa, dan Eucaliptus urophylia. Untuk bahan
baku tambahan lainnya digunakan kayu-kayu hardwood campuran atau Mix
Tropical Hardwood (MTH).
Pada tahun 1985 harga pulp dan kertas menurun sehingga perusahaan rugi
besar, maka dari itu PT. IKPP mengundang PT. Satri Perkasa Agung milik Sinar
Mas Group untuk bergabung. Setelah itu presiden direktur dipegang oleh Bapak
6

Teguh Ganda Wijaya (Oei Tjie Goan). Dibawah bendera Sinar Mas Group (APP),
PT. IKPP berkembang pesat. Pada April 1987 pabrik kertas Tanggerang
menambah kapasitas menjadi 250 ton/hari. Pada tahun 1988 PT. IKPP Perawang
memulai pembangunan fase I dengan mesin kertas budaya (Wood free printing
and writing paper) dari Italia.
Pada tanggal 14 Desember 1989 pabrik kertas perawang memproduksi
komersial dengan kapasitas 200 ton/hari. Adanya pabrik kertas ini menjadikan PT.
IKPP sebagai pabrik pulp dan kertas terpadu. Pada tahun 1989 ini juga dilakukan
pembangunan pabrik pulp fase II di Perawang.
Pembangunan pabrik pulp fase II Perawang dilakukan peresmian oleh
Presiden RI Bapak Soeharto bertempat di Lokseumawe, Aceh dengan nama KKA.
Kemudian tahun 1990, pembangunan pabrik fase II di Pinang Sebatang dimulai
dengan pemasangan mesin kertas berkapasitas 500 ton/hari yang merupakan salah
satu mesin kertas budaya terbesar di Asia.
Produksi percobaan pabrik fase II melakukan penjualan saham kepada
masyarakat serta koperasi-koperasi dengan pembagian saham:
a. PT. Putri Nusa Eka Persada 54,39 %
b. Chung Hwa Pulp Corperation 19,99 %
c. Yuen Fong Yu Paper Manufacturing 8,69 %
Proses persiapan pelaksanaan program Bapak Anak Angkat dilakukan
yaitu merupakan program keterkaitan industri besar dengan industri kecil oleh
Departemen Perindustrian dan Pemda Dati I Riau. Pengukuhan Anak Angkat
dilakukan menyangkut industri kerajinan kulit, industri sepatu kulit, kerajinan
batik, konveksi pakaian, pengecoran logam, tenun tradisional Siak, cat logam dan
lain-lain.
Pada tahun 1991 PT. IKPP menjalankan pabrik kertas II yang berproduksi
komersial dengan kapasitas 575 ton/hari. Dengan total produksi 725 ton/hari PT
IKPP merupakan pabrik kertas terbesar dan tercanggih di kawasan Asia Tenggara.
Pada tahun ini juga PT. IKPP membeli pabrik kertas Sinar Dunia Makmur yang
berada di Serang pada lokasi KM 76 Jl. Raya Serang Desa Kragilan Kecamatan
Sentul Kabupaten Serang Jawa Barat dengan kapasitas produksi 900 ton/hari.
7

Pada tahun 1992 dilakukan persiapan dan pembangunan pabrik pulp fase
III yang dimulai dan diPengujian coba pada akhir tahun 1993. Pabrik pulp fase III
(Pabrik Pulp Making 8) berproduksi komersial dengan kapasitas 1300 adt/hari.
Pada tahun 1994 pabrik Pulp Making I dan Pulp Making II digabungkan dan
dimodifikasi menjadi kapasitas 1200 adt/hari sehingga kapasitas total produksi
menjadi 2500adt/hari.
Pada tahun 1995 dilakukan pembangunan fase IV pabrik pulp. Pada
tanggal 16 November 1995, PT. IKPP dipercaya memegang sertifikat ISO 9002
mengenai manajemen mutu yang berlaku selama 3 tahun. Pada bulan Desember
1996 pabrik pulp fase V (Pulp Making 9) berproduksi komersial dengan kapasitas
1600 adt/hari sehingga kapasitas total menjadi 4100 adt/hari.
Pada bulan November 1997 PT. IKPP kembali memperoleh sertifikat ISO
14.001 mengenai sistem lingkungan, maka tanggal 25 Juni 1998 ditetapkan
kewajiban memakai helm jika memasuki pabrik. Pada tanggal 11 september 1998
PT. IKPP dipercaya memperoleh sertifikat Sistem Menajemen Kesehatan dan
keselamatan kerja (SMK3) dari PT. Sucipindo. Pada bulan ini juga pabrik kertas
fase III (Pabrik kertas 9) beroperasi dengan kapasitas 1600 ton/hari. Dengan
demikian kapasitas produksi total pulp 4500 adt/hari dan kertas 2125 ton/hari.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper Corporation adalah salah satu badan hukum
swasta nasional yang dipercaya untuk mengusahakan hutan dan industri hasil
hutan dalam bentuk HPH Group:
a. PT. Arara Abadi luas konsesi 265.000 Ha.
b. PT. Wira Karya Sakti luas konsesi 220.000 Ha.
c. Mapala Rabda luas konsesi 155.000 Ha.
d. PT. Dexter Timber Perkasa Indonesia luas konsesi 166.000 Ha.
e. PT. Murini Timber luas konsesi 116.000 Ha.

Pada tahun 2006 2007 PulpMaking 9 memodifikasi proses chip feeding


dengan menambah IMPBIN sehingga kapasitas produksi bertambah menjadi 3500
ADT/hari. Ditambah produksi dari PulpMaking 8 pada tahun 2012 sekitar 2000
ADT/hari, PulpMaking 1A sekitar 650 ADT/hari dan PulpMaking 2 sekitar 550
8

ADT/hari. Maka kapasitas produksi pulp total PT. IKPP terpasang saat ini
sekitar6700 adt/hari, 201.000 adt/bulan, dan 2.412.000 adt/tahun.

2.2 Visi dan Misi Perusahaan

Visi dan Misi dari perusahaan PT. Indah Kiat Pulp & Paper Perawang
adalah sebagai berikut:
1. Visi PT. Indah Kiat Pulp & Paper Perawang
Yang menjadi visi PT. Indah Kiat Pulp & Paper adalah menjadikan
perusahaan bubur kertas nomor satu di Indonesia yang berdedikasi menyediakan
nilai-nilai yang terbaik bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan
masyarakat.
2. Misi PT. Indah Kiat Pulp & Paper Perawang
Misi PT. Indah Kiat Pulp & Paper adalah mempertahankan posisinya
sebagai produsen pulp dan kertas dengan biaya rendah serta pelaku utama di pasar
Indonesia dan Asia yang tumbuh pesat dengan mengandalkan keuntungan pada
sumber bahan baku, efisiensi produksi, serta jaringan distribusi yang luas.
3. Tujuan PT. Indah Kiat Pulp & Paper Perawang
Tujuan yang dimiliki oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk adalah
menghasilkan pulp dan produk kertas dengan kualitas sesuai persyaratan secara
konsisten, menghasilkan produk-produk dengan harga yang wajar dan bersaing,
pengiriman dan pelayanan yang tepat waktu.

2.3 Lokasi Perusahaan

PT. IKPP mempunyai dua lokasi utama yaitu lokasi kantor dan lokasi
pabrik. Lokasi kantor terletak di Jalan Teuku Umar No 51 Pekanbaru, sedangkan
lokasi pabrik berada di Jalan Raya Minas Perawang Km 26 Desa Perawang
Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Sri Indrapura, Riau. Kota kecil bernama
Tualang Perawang lebih dikenal dengan Perawang dengan jumlah penduduk
sekitar 102.306 jiwa merupakan kota industri di pinggir sungai siak.
Kota perawang terletak antara 0o32- 0o51 Lintang Utara dan 101o28
101o52 Bujur Timur. Ketinggian dari pernukaan laut antara 0,5-5 meter dengan
suhu udara sekitar 22oC sampai 33oC. Wilayah Perawang seperti halnya wilayah
9

Siak pada umumnya terdiri dari dataran rendah dan stuktur tanah yang cenderung
podsolik merah kuning dari batuan dan aluvial endapan serta tanah organosol
yang gley humus dalam bentuk tanah rawa-rawa atau tanah bawah (gambut).
Bentuk wilayahnya lebih kurang 75% datar sampai berombak dan 25% berombak
sampai berbukit.
Wilayah lain yang berbatasan dengan kota Perawang antara lain
1. Sebelah utara : Kecamatan Mandau, Minas.
2. Sebelah selatan : Kecamatan Kerinci Kanan, Pekanbaru.
3. Sebelah barat : Kecamatan minas.
4. Sebelah timur : Kecamatan Sei, Mandau, Kecamatan Koto Gasib.

PT. IKPP merupakan sektor industri yang menjadi motor penggerak


perekonomian dominan di Perawang dan juga sektor andalan bagi Kabupaten
Siak. Sehingga pantas disebut daerah industri.

2.4 Struktur Organisasi PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perawang

PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perawang memiliki 3 lokasi pabrik,
yaitu di Tangerang, Serang dan Perawang. Masing-masing pabrik dikepalai oleh
Wakil Presiden Direktur yang bertanggung jawab langsung Presiden Direktur di
tingkat pusat. Presiden Direktur bertanggung jawab langsung kepada Dewan
Komisaris, sedangkan kekuasaan tertinggi berada ditangan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS). Bentuk organisasi PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
Perawang disusun berdasarkan organisasi yang merupakan suatu kerangka yang
memperlihatkan sejumlah tugas dan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan
perusahaan yang masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab yang
jelas. Wakil Presiden Direktur membawahi semua devisi yang berada dilokasi
pabrik. Divisi yang terdapat dilokasi pabrik PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
Perawang terdiri dari 17 divisi yaitu sebagai berikut:
1. Finance & Accounting Division
Membawahi:
1. Treasury & General Account Departement

2. Cost Accounting Department


10

2. Tax Service Division


Membawahi:
1. Mill Tax Departement
2. Foresty Tax Departement
3. Application Research Departement
4. Hardware Maintenance Departement

3. Quality Assurance Division


Membawahi:
1. Laboratory Departement
2. R & D Pulp& Raw Material Departement
3. Quality Control Departement
4. Application R & D Paper Departement

4. Administrasi Division
Membawahi:
1. Public Relation Departement
2. General Affairs Departement
3. Industrial Safety Departement
4. Security Risk Management Departement

5. Warehouse & Supply Division


Membawahi:
1. General Material Departement
2. Raw Material Departement
3. Procurement Departement

6. Project Supporting Division


Membawahi:
1. Project Mechanical Departement
2. Design Departement
3. Civil Work Departement

7. Pulp Production Division


Membawahi:
11

1. Pulp Making-1 Departement


2. Pulp Making-2 Departement
3. Pulp Machine Departement

8. Power Division
Membawahi:
1. Power Boiler Departement
2. Power Generating Departement

9. Chemical & Enviromental Division


Membawahi:
1. Chemical Making Departement
2. Chlorine Alkali Departement
3. Water Supply Departement
4. Environmental Protection Departement

10. Recovery Boiler Division


Membawahi:
1. Recovery Boiler-01 Departement
2. Recovery Boiler-02 Departement
3. Recausticize Departement

11. Mechanical Maintenance Division


Membawahi:
1. Pulp Corrective & Preventive Departement
2. Power Corrective & Preventive Departement
3. Chemical Recovery Corrective & Preventive Departement
4. Chemical, Water & Env Corrective & Preventive Departement
5. Wood Corrective & Preventive Departement
6. Workshop Departement

12. Electric & Instrument Division


Membawahi:
1. Fiber Line Electric&Instrument Departement
2. Power Plant Electric&Instrument Departement
12

3. Chem & Water Electric&Instrument Departement


4. Automation & Analyzer Departement

13. Paper Production Division


Membawahi:
1. Paper Production 01Departement
2. Paper Production 02 Departement
3. Paper Production 03 Departement
4. Paper Production 04 Departement
5. Paper Finishing 01 Departement
6. Paper Finishing 02 Departement
7. Paper Packaging Departement
8. Paper Finishing 03 Departement

14. Paper Maintenance Division


Membawahi:
1. Paper Maintenance Mechanical Departement
2. PaperProject Departement
3. Finishing Maintenance Departement
4. Technical Support Departement
5. Paper Maintenance Electrical Departement

15. Paper Sales & Marketing Division


Membawahi:
1. Marketing Intelligent Departement

16. BMC Division


Membawahi:
1. Bussines & Information Ctrl. Departement
2. Harbour Departement
3. Finished Good Departement

17. Wood Supply Division


Membawahi:
1. Raw Wood Departement
13

2. Pallet Production Departement


3. Wood Preparation 02 Departement
4. Wood Preparation 08 Departement
5. Wood Preparation 09 Departement

2.5 Ruang Lingkup Pekerjaan

MTD (Maintenance Division) merupakan salah satu divisi di PT. Indah


Kiat Pulp and Paper Tbk. Yang memiliki tanggung jawab kerja bagian
Maintenance. Divisi MTD memiliki unit atau group kerja dengan tanggung jawab
berbeda-beda, salah satu unit atau group yang ada di Divisi MTD adalah PDM
yang bertanggung jawab terhadap Predictive Maintenance.

2.5.1 Struktur Organisasi MTD

Gambar 2.1 Struktur Organisasi MTD


14

2.5.1.1 Struktur Organisasi PDM

Gambar 2.2 Struktur Organisasi PDM

2.6 Tenaga Kerja

2.6.1 Karyawan Tetap


Karyawan ini menerima gaji tiap bulan sesuai pengaturan gaji dari
perusahan dan menerima tunjangan serta premi. Karyawan tetap di bagi dua yaitu
karyawan shift dan karyawan nonshift. Karyawan tetap juga dibagi menjadi
karyawan lokal dan karyawan asing. Jumlah total karyawan PT. IKPP adalah
kurang lebih 10.000 jiwa belum termasuk mitra kerja. Karyawan tetap mempunyai
batas umur maksimal 55 tahun. Setelah itu karyawan pensiun dan mendapat
pesangon dari perusahaan. Untuk karyawan asing batas umur tidak terlalu
diperhatikan. Dalam hal salary karyawan asing digaji dengan mata uang dolar
Amerika Serikat. Di PT. IKPP karyawan asing cendrung berasal dari negara
Taiwan, Malaysia, India, dan China.
15

2.6.2 Mitra Kerja

Mitra kerja merupakan subkontraktor yang bekerjasama dengan PT. IKPP.


Dalam sistem rekruitment dilaksanakan seleksi, baik itu seleksi tes dan
wawancara. Selanjutnya adalah proses penempatan pada jabatan yang baru dan
atau berbeda. Dalam lingkungan PT. IKPP telah berdiri tiga sarikat kerja (SP)
yang berfungsi menyerap aspirasi karyawan. SP yang terkenal antara lain SP
IKPP, SP IKPP Raya, dan SP IKPP Kahutindo.
Berdasarkan level jabatan, PT. IKPP memiliki 16 level jabatan antara lain
sebagai berikut.
Tabel 2.1 Level Karyawan PT. IKPP Perawang

2.6.3 Waktu Kerja dan Sistem Kontrol Kerja Karyawan

Karyawan tetap nonshift dan mitra kerja memiliki hari kerja mulai dari
hari senin sampai jumat, hari sabtu dan minggu libur. Waktu kerja 8 jam dimulai
dari jam 7 pagi sampai jam 17.00, dengan istirahat mulai dari jam 11.00 sampai
jam 13.00. Khusus untuk hari jumat istirahat dimulai dari jam 11.30 sampai
jam13.30.

Karyawan tetap shift memiliki 4 waktu shift yaitu


1. Jam 23.00 7.00
2. Jam 7.00 15.00
3. Jam 15.00 23.00
4. Off (Istirahat)
16

Untuk menjaga disiplin karyawan dan semangat karyawan PT. IKPP


menjalankan prisip reward and punishment. Reward diberikan dalam bentuk
premi dan perlombaan inovasi antara departemen. Punishment diberikan atas
pelanggaran-pelanggaran terkait dengan proses kerja dan pelanggaran lalu lintas
di dalam pabrik. Pelanggaran proses kerja antara lain pelanggaran jika
telatmaupun meninggalkan lokasi kerja tampa izin, pelanggaran safety jika tidak
memakai alat pengaman diri (Helm dan sepatu safety) dan pelanggaran terhadap
kualitas kerja yang buruk. Disetiap lokasi strategis pabrik selalu di pasang kata-
kata penyemangat karyawan dan peringatan keselamatan diri.
Pelanggaran dapat berupa denda langsung ditempat, pemotongan gaji
sesuai pelanggaran yang dikenakan, maupun surat peringatan. Sedangkan premi
ditambahkan pada tanggal 30 setiap bulannya bedasarkan persen target kerja yang
dicapai. Samua pelanggaran, sistem administrasi kehadiran, lembur kerja, dan
lain-lainnya sudah terkomputerisasi secara berkala untuk menghindari terjadinya
kecurangan dalam lingkungan kerja.

2.6.4 Fasilitas Karyawan

Karyawan tetap PT. IKPP mempunyai fasilitas memadai dalam hal


sandang, pangan, dan papan. Dalam hal sandang, karyawan PT. IKPP mendapat
dua buah baju dalam setahun, sepatu safety, dan masker anti ClO2. Untuk sepatu
safety dan masker diberikan secara optional tergantung keperluan. Dalam hal
pangan, karyawan indah kiat mendapat tunjangan susu, telur, dan beras setiap
bulannya. Dalam hal papan, karyawan lajang mendapatkan tempat tinggal asrama
karyawan atau mess. Fasilitas asrama antara lain, kamar, tempat tidur, bangku,
meja, dan sebuah exhaust udara. Fasilitas di dalam asrama karyawan antara lain
terdapat rumah ibadah, keamanan, dan kolam renang. Sedangkan untuk karyawan
tetap senior yang sudah menikah diberikan tawaran KPR (Kredit Perumahan
Rakyat) PT. IKPP atau diberikan uang perumahan ditempat lain. PT. IKPP
mempunyai 2 buah unit KPR yaitu KPR 1 dan KPR 2. Setiap KPR memiliki
fasilitas keamanan, ruang bermain, tempat olahraga, dan tempat ibadah. Setiap
karyawan mempunyai asuransi kesehatan untuk dirinya dan keluarganya.
17

PT. IKPP mempunyai kelembagaan ekonomi dan pendidikan untuk para


karyawannya. Untuk lembaga ekonomi PT. IKPP terdapat Koperasi karyawan dan
lembaga pendidikan terdapat Yayasan Persada Indah yang mengurusi SD, SMP,
dan SMK.
BAB III
DASAR TEORI

3.1 Transformator Daya

Gambar 3.1 Transformator Daya di PT. IKPP

(a) Transformator Daya Step Up dan (b) Transformator Daya Step Down

Transformator Daya merupakan peralatan listrik yang berfungsi untuk


menyalurkan daya/tenaga dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau
sebaliknya. Transformator menggunakan prinsip hukum induksi faraday dan
hukum lorentz dalam menyalurkan daya, dimana arus bolak balik yang mengalir
mengelilingi suatu inti besi maka inti besi itu akan berubah menjadi magnet. Dan
apabila magnet tersebut dikelilingi oleh suatu belitan maka pada kedua ujung
belitan tersebut akan terjadi beda potensial (gambar 3.2).

Gambar 3.2 Arus Bolak Balik Mengelillingi Inti Besi

18
19

Arus yang mengalir pada belitan primer akan menginduksi inti besi
transformator sehingga didalam inti besi akan mengalir flux magnet dan flux
magnet ini akan menginduksi belitan sekunder sehingga pada ujung belitan
sekunder akan terdapat beda potensial (Gambar 3.2).

Gambar 3.3 Prinsip Kerja Transformator

3.1.1 Jenis Transformator

Berdasarkan fungsinya, transformator tenaga dapat dibedakan menjadi:


Transformator pembangkit
Transformator gardu induk / penyaluran
Transformator distribusi
Sedangkan transformator tenaga berdasarkan fungsi penyaluran dapat dibedakan
menjadi:
Transformator besar
Transformator sedang
Transformator kecil

3.2 Komponen Transformator Daya


3.2.1 Komponen Utama

1. Electromagnetic Circuit (Inti Besi)

Inti besi digunakan sebagai media jalannya flux yang timbul akibat induksi
arus bolak balik pada kumparan yang mengelilingi inti besi sehingga dapat
menginduksi kembali ke kumparan yang lain. Dibentuk dari lempengan-
lempengan besi tipis berisolasi yang disusun sedemikian rupa.
20

Gambar 3.4 Inti Besi

2. Kumparan Transformator

Kumparan transformator adalah beberapa lilitan kawat berisolasi yang


membentuk suatu kumparan atau gulungan. Kumparan tersebut terdiri dari
kumparan primer dan kumparan sekunder yang diisolasi baik terhadap inti besi
maupun terhadap antar kumparan dengan isolasi padat seperti karton, pertinak dan
lain-lain. Kumparan tersebut sebagai alat transformasi tegangan dan arus.

Gambar 3.5 Kumparan Fasa RST Pada Transformator

3. Bushing

Bushing merupakan sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator dan


aksesori vital sebuah transformator, bushing adalah susunan set konektor yang
menghubungkan outlet winding transformator ke jaringan transmisi atau distribusi
21

serta grounding. Bushing sekaligus berfungsi sebagai penyekat atau isolator antara
konduktor tersebut dengan tangki transformator.

Gambar 3.6 Bushing


4. Tangki
Pada umumnya bagian-bagian dari transformator yang terendam minyak
berada (ditempatkan) dalam tangki. Untuk menampung pemuaian minyak trafo,
tangki dilengkapi dengan konservator.

Gambar 3.7 Jenis-Jenis Tangki Transformator

Gambar 3.8 Tangki Konservator


22

Saat terjadi kenaikan suhu operasi pada transformator, minyak isolasi akan
memuai sehingga volumenya bertambah. Sebaliknya saat terjadi penurunan suhu
operasi, maka minyak akan menyusut dan volume minyak akan turun.
Konservator digunakan untuk menampung minyak pada saat transformator
mengalamui kenaikan suhu.
Seiring dengan naik turunnya volume minyak dikonservator akibat
pemuaian dan penyusutan minyak, volume udara didalam konservator
akanbertambah dan berkurang. Penambahan atau pembuangan udara didalam
konservator akan berhubungan dengan udara luar. Agar minyak isolasi
transformator tidak terkontaminasi oleh kelembaban dan oksigen dari luar, maka
udara yang akan masuk kedalam konservator akan difilter melalui silicagel.

Gambar 3.9 Silicagel

Untuk menghindari agar minyak transformator tidak berhubungan


langsung dengan udara luar, maka saat ini konservator dirancang dengan
menggunakan brether bag/rubber bag, yaitu sejenis balon karet yang dipasang
didalam tangki konservator (SPLN, 2007).

Gambar 3.10 Konstruksi Konservator dengan Rubber Bag


23

5. Dielektris (Isolasi Minyak Transformator dan Isolasi Kertas)

a. Isolasi Minyak Transformator


Isolasi minyak pada transformator berfungsi sebagai media isolasi,
pendingin dan pelindung belitan dari oksidasi. Isolasi minyak transformator
merupakan minyak mineral yang secara umum terbagi menjadi tiga jenis, yaitu
parafinik, napthanik dan aromatik. Antara ketiga jenis minyak dasar tersebut
tidak boleh dilakukan pencampuran karena memiliki sifat fisik maupun kimia
yang berbeda.

b. Kertas Isolasi Transformator


Isolasi kertas berfungsi sebagai isolasi, pemberi jarak, dan memiliki
kemampuan panas.

3.2.2 Komponen Bantu

1. Pendingin
Pada inti besi dan kumparan - kumparan akan timbul panas akibat rugi-
rugi tembaga. Maka panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang
berlebihan, ini akan merusak isolasi, maka untuk mengurangi kenaikan suhu yang
berlebihan tersebut transformator perlu dilengkapi dengan alat atau sistem
pendingin untuk menyalurkan panas keluar transformator.
Media yang digunakan pada sistem pendinginan dapat berupa udara atau
gas, minyak dan air. Pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara :
a. ONAN (Oil Natural Air Natural) / OA
Sistem pendingin ini menggunakan sirkulasi minyak dan udara secara
alamiah. Sirkulasi minyak yang terjadi disebabkan oleh perbedaan berat jenis
antara minyak yang dingin dengan minyak yang panas.
b. ONAF (Oil Natural Air Force)
Sistem pendingin ini menggunakan sirkulasi minyak secara alami
sedangkan sirkulasi udaranya secara buatan, yaitu dengan menggunakan
hembusan kipas angin yang digerakkan oleh motor listrik. Pada umumnya
operasi trafo dimulai dengan ONAN atau dengan ONAF tetapi hanya sebagian
24

kipas angin yang berputar. Apabila suhu trafo sudah meningkat maka kipas
angin yang lainnya akan berputar secara bertahap.
c. OFAF (Oil Force Oil Force)
Sistem ini menggunakan sirkulasi minyak yang digerakkan oleh
kekuatan pompa sedangkan sirkulasi udara menggunakan kipas angin.

2. Tap Changer
Tap changer merupakan perubah perbandingan transfomator untuk
mendapatkan tegangan operasi sekunder berubah-ubah. Hal ini dilakukan dengan
cara menghubungkan suatu terminal dengan terminal tertentu untuk mendapatkan
tegangan yang di inginkan. Tap changer dapat dilakukan baik dalam keadaan
berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak berbeban (off-load), tergantung dari
jenisnya.

Gambar 3.11 Tap Changer

3. Alat Pernapasan
Karena pengaruh naik turunnya beban transformator maupun suhu udara
luar, maka suhu minyak pun akan berubah- ubah mengikuti keadaan tersebut. Bila
suhu makin tinggi maka minyak akan memuai dan mendesak udara di atas
permukaan minyak keluar dari dalam tangki sebaliknya bila suhu turun minyak
akan menyusut sehingga udara luar akan masuk ke dalam tangki. Kedua proses di
atas disebut dengan pernafasan transformator. Permukaan minyak akan selalu
bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan tembus minyak
transformator, maka untuk mencegah hal tersebut, pada ujung pipa penghubung
udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat higroskopis.
25

4. Indikator
Untuk mengawasi selama transformator berada dalam kondisi beroperasi,
maka perlu adanya indikator yang digunakan sebagai alat untuk memantau
kondisi transformator, ada beberapa alat indikator yang digunakan yaitu sebagai
berikut:
a. Indikator suhu minyak
b. Indikator permukaan minyak
c. Indikator sistem pendingin
d. Indikator kedudukan tap

3.3 Minyak Transformator

Bahan isolasi pada peralatan tegangan tinggi terdiri dari bahan isolasi
padat, gas, dan cair, dimana bahan-bahan isolasi ini memiliki kekuatan dielektrik
yang lebih tinggi dibandingkan dengan kekuatan dielektrik udara. Minyak isolasi
merupakan salah satu bahan dielektrik yang mempunyai peranan penting dalam
sistem kelistrikan bidang peralatan tegangan tinggi khususnya sebagai bahan
isolasi.

Gambar 3.12 Minyak Transformator


Minyak isolator yang digunakan dalam taranformator daya mempunyai
beberapa tugas utama, yaitu:

Media isolator
Media pendingin
Media/alat untuk memadamkan busur api
26

Perlindungan terhadap korosi dan oksidasi

Isolasi minyak terdiri dari beberapa jenis, baik dari segi pembuatannya
maupun jenis bahannya. Isolasi minyak yang sering digunakan adalah:
A. Minyak mineral
B. Minyak sintesis

A. Minyak Mineral
Minyak mineral adalah minyak yang berbahan dasar dari pengolahan
minyak bumi yaitu antara fraksi minyak diesel dan turbin yang mempunyai
struktur kimia yang sangat kompleks. Isolasi minyak hasil distilasi ini masih harus
dimodifikasi agar tahanan isolasinya tinggi, stabilitas panasnya baik, serta
memenuhi syarat-syarat teknis lainnya. Selain pada transformator daya isolasi
minyak bahan mineral ini banyak digunakan pada pemutus tenaga (CB), dan
kapasitor, dimana selain selain berfungsi sebagai bahan dielektrik dan sebagai
pendingin (penyerap panas).

B. Minyak Sintesis
Minyak jenis ini mempunyai sifat lebih menguntungkan antara lain tidak
mudah terbakar dan tidak mudah teroksidasi. Namun beracun dan dapat melukai
kulit.
Penggunaan minyak isolasi mineral masih mengalami keterbatasan, karena
sifatnya yang mudah beroksidasi dengan udara, mengalami pemburukan yang
cepat dan sifat kimia dapat berubah akibat kenaikan temperatur yang terjadi akibat
pemadaman busur api atau saat peralatan beroperasi.
Minyak sintesis adalah isolasi minyak yang diolah dengan proses kimia
yang tepat untuk mendapatkan karakteristik yang bila dibandingkan dengan isolasi
minyak bahan mineral.
Sifat isolasi minyak sintesis bila dibandingkan dengan isolasi minyak
bahan mineral adalah:
1. Kekuatan dielektriknya di atas 40 kV.
2. Harganya lebih murah.
3. Berat jenisnya 1,56 dan jika bercampur dengan air, minyak isolasi sintesis
27

berada dibawah permukaan air sehingga mempermudah dalam proses


pemisahan dan pemurnian kadar air dalam minyak.
4. Untuk kondisi pemakaian yang sama dengan minyak mineral, uap lembab
akan menyebabkan oksidasi yang lebih pada isolasi minyak sintesis dan
penurunan dielektrik yang lebih cepat dibandingkan dengan isolasi minyak
isolasi mineral tetapi karena umurnya panjang dan sifat pendinginnya lebih
baik maka pada beberapa pemakaian isolasi minyak sintesis banyak
digunakan.
Berikut adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh minyak transformator
agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, antara lain:
Kekuatan isolasi tinggi
Massa jenis (density) yang rendah
Viskositas kinematik rendah
Titik nyala (falsh Point) tinggi
Titik ruang (pour point) serendah mungkin
Angka kenetralan yang baik
Stabilitas oksidasi tinggi
Kandungan air yang rendah
Tegangan tembus (breakdown voltage) tinggi
Faktor kebocoran dielektrik (DDF) yang baik
Tahanan jenis (resistivity) tinggi

3.4 Pengujian Dissolved Gas Analysis (DGA)

Definisi DGA : analisis kondisi transformator yang dilakukan


berdasarkan jumlah gas terlarut pada minyak transformator. Pengujian DGA
adalah salah satu langkah perawatan yang wajib dilakukan dengan interval
pengujian paling tidak satu kali dalam satu tahun (annually). Dilakukan dengan
mengambil sampel minyak dari unit transformator kemudian gas-gas terlarut
tersebut diekstrak untuk diidentifikasikan komponen-komponen individualnya.
Pengujian DGA akan memberikan informasi-informasi terkait akan kesehatan dan
kualitas kerja transformator secara keseluruhan.
28

Alat yang digunakan pengujian DGA salah satunya adalah TRANSPORT


X. TRANSPORT X menggunakan teknik photo-acoustic spectroscopy (PAS)
untuk melakukan analisis DGA dengan kualitas sangat tinggi, memberikan
pengukuran semua gas gangguan plus moisture.

Gambar 3.13 Alat DGA (TRANSPORT X) di PT. IKPP

Keuntungan pengujian DGA : Deteksi dini akan adanya fenomena


kegagalan yang ada pada transformator yang di ujikan.

Kelemahan pengujian DGA : Diperlukan tingkat kemurnian yang tinggi


dari sampel minyak yang di ujikan.

3.4.1 Gas Terlarut Pada Minyak Transformator

Minyak transformator merupakan sebuah campuran kompleks dari


molekul-molekul hidrokarbon, dalam bentuk linear atau siklis, yang mengandung
kelompok molekul CH3, CH2 dan CH yang terikat. Pemecahan beberapa ikatan
antara unsur C-H dan C-C sebagai hasil dari kegagalan termal ataupun elektris
akan menghasilkan fragmen-fragmen ion seperti H*, CH3*, CH2*, CH* atau C*,
yang nantinya akan berekombinasi dan menghasilkan molekul-molekul gas seperti
hidrogen (H-H), metana (CH3-H), etana (CH3-CH3), etilen (CH2=CH2) ataupun
asetilen (CHCH). Gas-gas ini dikenal dengan istilah fault gas.
29

Gambar 3.14 Struktur Kimia Minyak Isolator dan Gas-gas Terlarut pada Minyak
Isolator

3.4.2 Jenis Kegagalan Pengujian DGA

Berbagai kasus kegagalan (fault) yang terjadi pada transformator dan di


deteksi melalui uji DGA, maka kegagalan pada transformator dapat digolongkan
menjadi beberapa kelas, yaitu:
1. Partial Discharge (PD)
Pelepasan muatan (discharge) dari plasma dingin (corona) pada
gelembung gas ataupun tipe percikan.
2. Discharge of Low Energy (D1)
PD tipe percikan/spark (menyebabkan karbonisasi pada isolasi kertas
dalam skala yang lebih besar). Arcing pada energi rendah memacu perforasi
karbon pada permukaan isolasi kertas sehingga muncul banyak partikel karbon
pada minyak.
3. Discharge of High Energy (D2)
Discharge yang mengakibatkan kerusakan karbonisasi yang meluas
pada kertas minyak.
4. Thermal Fault, T < 300 C (T1) dan Thermal Fault, 300 < T < 700 C (T2)
Isolasi kertas berubah warna menjadi coklat pada temperatur > 200 C
(T1) dan pada temperatur > 300 C terjadi karbonisasi kertas munculnya
formasi partikel karbon pada minyak (T2).
30

5. Thermal Fault, T > 700 C (T3)


Munculnya formasi partikel karbon pada minyak secara meluas,
pewarnaan pada metal (200 C) ataupun penggabungan metal (> 1000 C).

3.4.3 Batasan dan Penyebab Gangguan

Batasan dan penyebab gangguan yang terjadi di dalam transformator


berdasarkan standar IEEE C57.104-2008 adalah sebagai berikut:

Hydrogen (H2) < 100 : Terjadi karena ada corona/partial


discharge.
Oksigen (O2) = 0.2 3.5% : Selalu nampak.
Nitrogen (N2) = 1 - 1 0% : Selalu nampak.
Carbon monoxide (CO) < 350 : Pernah atau sedang overheat
cukup lama.
Carbon dioxide (CO2) < 2.500 : Pernah atau sedang overheat
cukup lama.
Methane (CH4) < 120 : Ada sparking.
Ethylene (C2H4) < 50 : Pernah atau sedang overheat
cukup lama.
Ethane (C2H6) < 65 : Ada lokal overheating.
Acetylene (C2H2) = 1 : Pernah atau sedang ada burning
kebakaran isolasi.

3.4.4 Langkah Pengujian DGA

3.4.4.1 Pengambilan Sampel

Prosedur sampling yang dilakukan dengan standar internasional IEC 567


untuk analisis gas terlarut. Sampling isolasi minyak dengan benar penting untuk
memastikan bahwa sampel yang diperoleh akan memberikan hasil yang akurat
dari keseluruhan kondisi minyak dalam alat. Metode yang direkomendasikan
disini untuk memastikan bahwa sampel sampling yang didapat aman dan siap
untuk di injeksi ke alat DGA tanpa resiko kontaminasi, post atau sampling ulang.
31

Alat yang digunakan untuk mengambil sampel minyak DGA adalah


Syringe (lihat gambar 3.15). Syringe adalah suntikan dengan wadah berbahan kaca
untuk pengambilan sampel minyak DGA. Maksud penggunaan Syringe dan
adalah agar minyak tidak terkontaminasi dengan udara luar, dan menghindari
hilangnya gas-gas ringan yang mudah lepas seperti H2.

Gambar 3.15 Syringe

3.4.4.2 Metode Ekstraksi Gas

1. Gas Chromatograph
Teknik memisahkan zat-zat tertentu dari sebuah senyawa gabungan
berdasarkan tingkat penguapannya (volatility).

Gambar 3.16 Metode Gas Chromatograph


32

2. Photo Acoustic Spectroscopy


Dengan radiasi gelombang elektromagnetik dalam menentukan
konsentrasi gas terlarut.

Gambar 3.17 Metode Photo Acoustic Spectroscopy

3.4.4.3 Metode Interpretasi Data Pengujian DGA

Terdapat beberapa metode untuk melakukan interpretasi data dan analisis


seperti yang tercantum pada IEEE std.C57 104.2008 yaitu:

1. Standar IEEE (TDCG)

Analisa jumlah total gas terlarut yang mudah terbakar / TDGC (Total
Dissolved Gas Analysis) akan menunjukkan keadaan transformator.

Gambar 3.18 Batas konsentrasi Gas Terlarut berdasarkan IEEE std.C57-


104.2008
33

Tabel 3.1 Kondisi Keterangan Transformator

TDCG pada kondisi ini mengindikasikan bahwa operasi


Kondisi 1
transformator normal
TDCG pada kondisi ini menandakan komposisi gas sudah
Kondisi 2 melebihi batas normal. Bila salah satu gas sudah melebihi
batas level, harus diinvestigasi secara cepat.
TDCG pada level ini mengindikasikan pemburukan tingkat
tinggi. Bila salah satu gas melebihi batas level, harus
Kondisi 3
diivestigasi dengan cepat. Lakukan tindakan untuk
mendapatkan trend gangguan.
TDCG pada level ini mengindiksikan pemburukan yang
Kondisi 4 sangat tinggi. Melanjutkan operasi transformator akan
mengarah pada kerusakan transformator.

Catatan: (*) uncombustible gas = tidak termasuk dalam TDCG

Berikut merupakan gambar tindakan pengambilan sampel berdasarkan


standar IEEE C57.104-2008 kondisi TDCG adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Tindakan Pengambilan Sampel Berdasarkan Standar IEEE C57.104-


2008 kondisi TDCG

Tingkat Nilai Pengambilan sampel dan Prosedur operasi


TDCG TDCG
Pengambilan
Prosedur operasi
(L/L) (L/L/day) Sampel

>30 Per-hari Pertimbangan untuk


melakukan perbaikan
(service).
10 to 30 Per-hari Menyarankan penggantian.
Kondisi 4 >4630
Ekstra hati-hati.
Menganalisis individual
<10 Per- minggu gas.
Rencana pemadaman.
Menyarankan penggantian.
34

>30 Per- minggu Ekstra hati-hati.


1921 10 to 30 Per- minggu Menganalisis individual
Kondisi 3 sampai gas.
4630 <10 Per- bulan Rencana pemadaman.
Menyarankan penggantian.
>30 Per- bulan Ekstra hati-hati.
721 10 to 30 Per- bulan Menganalisis individual
Kondisi 2 sampai gas.
Per- tiga
1920 <10 Rencana pemadaman.
bulan
Menyarankan penggantian.
Ekstra hati-hati.
Menganalisis individual
>30 Per- bulan gas.
Menentukan
Kondisi 1 720
ketergantungan beban.
Per- tiga
10 to 30
bulan Kondisi operasi normal.
<10 Per- tahun

2. Metode Key Gas


Key gas didefinisikan oleh IEEE std.C57 104.2008 sebagai gas-gas yang
tebentuk pada transformator pendingin minyak yang secara kualitatif dapat
digunakan untuk menentukan jenis kegagalan yang terjadi, berdasarkan jenis gas
yang khas atau lebih dominan terbentuk pada berbagai temperatur.
35

Gambar 3.19 Metode Key Gas berdasarkan IEEE std.C57-104.2008

3. Metode Rogers Ratio

Magnitude rasio lima jenis fault gas digunakan untuk menciptakan tiga
digit kode. Kode-kode tersebut akan menunjukkan indikasi dari penyebab
munculnya fault gas.
36

Gambar 3.20 Metode Rogers Ratio berdasarkan IEEE std.C57-104.2008

4. Metode Segitiga Duval

Duval memaparkan analisis tentang konsentrasi gas yang terkandung di


dalam minyak dan jenis gangguan yang terjadi pada isolasi minyak.

Kode gangguan yang dapat dideteksi dengan Dissolved Gas Analysis


(DGA) menggunakan metode segitiga ini:
PD = Discharge sebagian
D1 = Discharge energi rendah
D2 = Discharge energi tinggi
T1 = Thermal faults pada temperatur < 300 C
T2 = Thermal Faults pada temperatur 300 C< T <700 C
T3 = Thermal Faults pada temperatur > 700 C
Zona DT = campuran termal dan electrical fault.

Gambar 3.21 Metode Segitiga Duval berdasarkan IEEE std.C57-104.2008


37

3.4.4.4 Diagram Alir Pengujian DGA

Berikut merupakan gambar diagram alir pengujian Dissolved Gas Analysis


(DGA):

Gambar 3.22 Diagram Alir Pengujian DGA

3.5 Pengujian BDV (Breakdown Voltage)

Pengujian BDV atau pengujian tegangan tembus dilakukan untuk


mengetahui kemampuan isolasi minyak dalam menahan stres tegangan. Dengan
kata lain pengujian ini dapat menjadi indikasi keberadaan kontaminan seperti
kadar air dan partikel. Rendahnya nilai BDV dapat mengindikasikan keberadaan
salah satu kontaminan tersebut dan tingginya BDV belum tentu juga
mengindikasikan bebasnya minyak dari semua jenis kontaminan.
38

Alat pengujian yang digunakan untuk mengetahui BDV pada isolasi


minyak transformator di PT. IKPP adalah Megger OTS80PB, Kapasitas maksimal
80 kV, jenis elektroda mushroom dan jarak sela elektroda 2.50 mm.

Gambar 3.23 Alat Pengujian BDV di PT.IKPP

3.5.1 Teori Kegagalan Isolasi Cair

Karakteristik pada isolasi cair akan berubah jika terjadi ketidakmurnian di


dalamnya. Hal ini akan mempercepat terjadinya proses kegagalan. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kegagalan isolasi antara lain adanya partikel padat, uap air
dan gelembung gas. Teori kegagalan zat isolasi cair dapat dibagi menjadi empat
jenis sebagai berikut:

a. Teori Kegagalan Zat Murni atau Elektronik


Teori ini merupakan perluasan teori kegagalan dalam gas, artinya proses
kegagalan yang terjadi dalam zat cair dianggap serupa dengan yang terjadi
dalam gas. Oleh karena itu supaya terjadi kegagalan diperlukan elektron awal
yang dimasukkan ke dalam zat cair. Elektron awal inilah yang akan memulai
proses kegagalan.
b. Teori Kegagalan Gelembung Gas
Kegagalan gelembung atau kavitasi merupakan bentuk kegagalan yang
disebabkan oleh adanya gelembung-gelembung gas didalam isolasi cair.
39

Gelembung-gelembung udara yang ada dalam cairan tersebut akan memanjang


searah dengan medan. Hal ini disebabkan karena gelembung-gelembung
tersebut berusaha membuat energi potensialnya minimum. Gelembung
gelembung yang memanjang tersebut kemudian akan saling sambung-
menyambung dan membentuk jembatan yang akhirnya akan mengawali proses
kegagalan.
c. Teori Kegagalan Bola Cair
Jika suatu zat isolasi mengandung sebuah bola cair dari jenis cairan lain,
maka dapat terjadi kegagalan akibat ketidakstabilan bola cair tersebut dalam
medan listrik. Medan listrik akan menyebabkan tetesan bola cair yang tertahan
di dalam minyak yang memanjang searah medan dan pada medan yang kritis
tetesan ini menjadi tidak stabil. Setelah menjadi tidak stabil bola air akan
memanjang, dan bila panjangnya telah mencapai dua pertiga celah elektroda
maka saluran-saluran lucutan akan timbul sehingga kemudian kegagalan total
akan terjadi.
d. Teori Kegagalan Tak Murnian Padat
Kegagalan tak murnian padat adalah jenis kegagalan yang disebabkan oleh
adanya butiran zat padat (partikel) di dalam isolasi cair yang akan memulai
terjadi kegagalan.

3.5.2 Standar Pengujian BDV

Dalam menganalisa nilai tegangan tembus (BDV) terhadap isolasi minyak


transformator yang digunakan adalah standar IEC 156.

Tabel 3.3 Standar IEC 156 Pengujian BDV Isolasi Minyak

Tegangan Operasi Jarak Gap Nilai Minimum


( kV ) ( mm ) ( kV )

Un 36 2,5 30
36 Un 70 2,5 35
70 Un 170 2,5 40
Un 170 2,5 50
40

3.5.3 Diagram Alir Pengujian BDV

Berikut merupakan gambar diagram alir pengujian Breakdown Voltage


(BDV):

Gambar 3.24 Diagram Alir Pengujian BDV

3.6 Pengujian Tangent Delta (Tan )

Salah satu karakteristik penting dalam material isolasi adalah faktor rugi-
rugi dielektrik (tan ). Nilainya dapat digunakan sebagai petunjuk tentang keadaan
sebenarnya dari kualitas dielektrik tersebut.
41

Gambar 3.25 Rangkaian ekivalen paralel dari material dielektrik dan diagram
fasor Ir dan Ic
Berdasarkan vektor pada gambar 3.25 maka tan dapat ditentukan
berdasarkan nilai Ic dan Ir sebagai berikut:

tan =

Jika Ir = Vr/R dan IC = VC/XC maka


/
tan = / dimana XC = 1/jC

Karena rangkaian ekivalen suatu dielektrik merupakan rangkaian paralel

maka nilai Vr = VC. Dengan demikian maka persamaan tan menjadi:


1

tan = tan =

1
tan =

Dari persamaan di atas jelas terlihat bahwa besarnya tan dipengaruhi oleh nilai
hambatan (R) dan nilai kapasitansi (C).

Alat Pengujian yang digunakan untuk mengetahui kualitas dielektrik


isolasi minyak transformator adalah Doble Test Assistant (DTA) M4100 dan
software M4000.
42

Gambar 3.26 Peralatan DTA di PT. IKPP

Gambar 3.27 Single Line Diagram Pengujian Tan

3.6.1 Standar Pengujian Tan

Dalam menganalisa nilai kualitas isolasi minyak transformator (uji tan )


dapat dilihat pada IEEE std.C57 106.2006.
43

1. Batas Isolasi Minyak Baru

Tabel 3.4 Standar C57 106.2006 Pengujian Tan Isolasi Minyak Baru

Pengujian dan Metode Tingkat Tegangan


ASTM D924 230 kV - < 345 kV > 345 kV
25 C, % maksimum 0.05 0.05
100 C, % maksimum 0.30 0.30

2. Batas Isolasi Minyak Pemakaian

Tabel 3.5 Standar C57 106.2006 Pengujian Tan Isolasi Minyak Pemakaian

Pengujian dan Metode Tingkat Tegangan


ASTM D924 69 kV 69 kV - < 230 kV > 230 kV
25 C, % maksimum 0.5 0.5 0.5
100 C, % maksimum 5.0 5.0 5.0

3.6.3 Diagram Alir Pengujian Tan


Berikut merupakan gambar diagram alir pengujian Tangent Delta (Tan ):

Gambar 3.28 Diagram Alir Pengujian Tan


44

3.7 Purifikasi Isolasi Minyak Transformator

Tujuan utama purifikasi adalah mengurangi moisture didalam isolasi


kertas pada transformator (Standar ASTM 1533 < 50 ppm). Dengan mengurangi
moisture didalam isolasi akan berdampak menurunkan moisture didalam minyak
juga. sehingga tegangan tembus minyak akan naik. Disamping tujuan utama
mengurangi moisture didalam isolasi kertas, juga mengurangi gas-gas yang
terdapat dalam minyak dan benda-benda (kotoran yang terapung) dalam minyak.
Proses purifikasi ini tidak dapat menghilangkan gas-gas (DGA), karena gas-gas
(DGA) itu terjadi karena adanya gangguan didalam transformator tersebut. jadi
selama gangguan tidak diselesaikan atau diatasi maka gas-gas (DGA) tersebut
akan muncul dan terus muncul. Purifikasi juga tidak bisa memperbaiki warna,
acid, IFT dan lain-lain yang terjadi pada minyak.

Gambar 3.29 Alat Sirkulasi (purifikasi) Minyak Transformator di PT. IKPP


45

3.7.1 Diagram Purifikasi

Gambar 3.30 Diagram Purifikasi

Keterangan:
AV : AIR VENT VALVE PS : PRESSURE SWITCH
CG : COPOUND GAUGE RV : RELIEF VALVE
CV : CHECK VALVE RVP : VACUUM PUMP
DV : DRAIN VALVE SG : SIGHT GAS
EV : ELECTRIC VALVE STR : STRAINER
FLT : FILTER SV : SAFETY VALVE
FM : FLOW METER TIC : TEMP. CONTROLLER
FS : FLOW SWITCH TR : VACUUM TRAP
GP : OIL PUMP TV : SAMPLING VALVE
H : OIL HEATER V : MANUAL VALVE
LC : LEVEL SWITCH VC : VACUUM CHAMBER
MB : MECHANICAL BOOSTER VG : VACUUM GAUGE
MS : MIST SEPARATOR VGP : PIRANI VACUUM GAUGE
MV : MOTOR VALVE VS : VACUUM SWITCH
NV : NEEDLE VALVE VV : VACUUM SYSTEM VALVE
BAB IV
PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

4.1 Pengujian Isolasi Minyak Transformator di PT. Indah Kiat Pulp and
Paper Tbk Perawang (PT. IKPP)

Pengujian-pengujian isolasi minyak transformator yang dilakukan di PT.


IKPP adalah sebagai berikut:
1. Pengujian Dissolved Gas Analysis (DGA)
2. Pengujian Breakdown Voltage (BDV)
3. Pengujian Tangent Delta (Tan )
Sebelum melakukan pengujian-pengujian diatas diperlukan untuk
melakukan pengecekan visual terhadap transformator:
a. Pengecekan Temperatur Isolasi Minyak Transformator

Gambar 4.1 Indikator Temperatur Isolasi Minyak Transformator di PT. IKPP

b. Pengecekan Temperatur Winding Transformator

Gambar 4.2 Indikator Temperatur Winding Transformator di PT. IKPP

46
47

c. Pengecekan Level Isolasi Minyak Transformator

Gambar 4.3 Indikator Level Isolasi Minyak Transformator di PT. IKPP

d. Pengecekan Warna Isolasi Minyak Transformator

Gambar 4.4 Standar Warna Isolasi Minyak Transformator di PT. IKPP

Standar warna isolasi minyak transformator di PT. IKPP dapat di lihat


pada gambar 4.4. Berikut merupakan keterangan dari standar warna isolasi
minyak transformator di PT. IKPP:

Keterangan:
1. Jernih : Kondisi minyak yang baru
2. Kuning pucat : Kondisi minyak yang baik
3. Kuning : Kondisi minyak operasi
4. Kuning cerah : Kondisi minyak memburuk
5. Kecoklatan : Kondisi minyak buruk
6. Coklat : Kondisi minyak amat buruk
7. Coklat gelap : Kondisi minyak sangat buruk
48

4.1.1 Pengujian DGA di PT. IKPP

4.1.1.1 Pengambilan Sampel

Berikut merupakan gambar pengambilan sampel minyak DGA yang


dilakukan di PT. IKPP:

Gambar 4.5 Pengambilan Sampel Minyak DGA di PT. IKPP

Pengambilan sampel merupakan salah satu poin yang penting karena akan
menentukan hasil pengujian. Pengambilan sampel secara sembarang akan
memberikan data yang keliru sehingga memberikan kesimpulan yang salah pula.
Hal yang terpenting adalah alat yang digunakan dalam pengambilan sampel harus
bersih dan kering seperti botol minyak, syringe, dan selang minyak. Sampel
minyak diambil dari tanki bagian bawah yakni melalui drain valve. Bila tidak
terdapat drain valve maka dapat diambil dari oil filing plug/lubang pengisi minyak
pada cover tanki.

4.1.1.2 Ekstrasi Gas

Berikut merupakan gambar ektrasi gas menggunakan alat TRANSPORT X


yang dilakukan di PT. IKPP:
49

Gambar 4.6 Ektrasi Gas Menggunakan Alat TRANSPORT X di PT. IKPP

Ekstrasi gas memiliki 2 tahapan yaitu: 1). Teknik memisahkan zat-zat


tertentu dari sebuah senyawa gabungan berdasarkan tingkat penguapannya
(volatility). 2). Dengan radiasi gelombang elektromagnetik dalam menentukan
konsentrasi gas terlarut.

4.1.1.3 Interpretasi dan Analisis Data Pengujian DGA

Interpretasi dan analisis data pengujian DGA pada isolasi minyak


transformator yang mengalami gangguan atau terindikasi kegagalan yang
diperlukan untuk pemeliharaan sebagai studi kasus pada bulan februari tahun
2017 di PT. IKPP yaitu pada Transformator Daya IP154-T02 dan Transformator
Daya IP254-T02.

A. Transformator Daya IP154-T02

Tabel 4.1 Spesifikasi Transformator Daya IP154-T02

Electrical Data Transformator


Tag No Description
Unit kV Spesification
Merk TATUNG
Year 1992
(TRANSF KVA 14000 / 17000
IP154-T02 FOR FEEDER ES 1 SN 9220082
11/3,3
No.IP ET100369
3.3 kV TG5-6) Type Co ONAN/ONAF
Type Oil MINERAL
Oil Qtt 5960
50

Berikut merupakan nilai pengujian DGA pada Transformator Daya IP154-


T02 di PT.IKPP menurut standar IEEE C57.104-2008:

Gambar 4.7 Nilai Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 di PT. IKPP

Menurut standar IEEE C57.104-2008 dari gambar 4.7 diatas dijelaskan


bahwa pengujian DGA pada tanggal 02/01/2017: Nilai Water > 50 ppm,
Hydrogen < 100 ppm, Methane < 120 ppm, Acetylene < 1, Ethylene > 50 ppm,
Ethane < 65 ppm, Carbon Monoxide > 350 ppm, Carbon Dioxide > 2500 ppm
dan TDCG < 720. Dari hasil semua kandungan gas, nilai yang paling berpengaruh
adalah TDCG (Total Dissolved Gas Analysis), karena merupakan total
penjumlahan dari keseluruhan gas. Dari hasil yang diperoleh nilai TDCG < 720
ppm yaitu berada pada kondisi 1 (688 ppm) artinya belum terjadi indikasi
gangguan gas terlarut (normal), akan tetapi nilai water melebihi 50 ppm (standar
ASTM 1533 < 50 ppm), maka diperlukan pemeliharaan untuk menghilangkan
kandungan water karena berpengaruh terhadap tegangan tembus isolasi minyak
transformator.
Dari data Pengujian DGA di PT. IKPP maka dapat dianalisis dengan
metode-metode sebagai berikut:
51

1. Metode Key Gas


Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya
IP154-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Key Gas:

Gambar 4.8 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 di PT.


IKPP Menggunakan Metode Key Gas

Dari hasil analisa Metode Key Gas pada gambar 4.8 menunjukkan bahwa
kandungan gas:
C2H2 (Acetylene) disebabkan Arcing bernilai 1 %.
H2 (Hydrogen) disebabkan Corona dan Partial Discharge bernilai 0 %.
C2H4 (Ethylene) disebabkan Overhead Oil bernilai 16 %.
CO (Carbon Dioxide) disebabkan Overheated Paper bernilai 98 %.
Dapat disimpulkan bahwa gangguan terbesar yang terjadi didalam
transformator daya dengan metode key gas adalah Overhead Paper yaitu sebesar
98 %.

2. Metode Rogers Ratio

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP154-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Rogers Ratio:
52

Gambar 4.9 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 di PT.


IKPP Menggunakan Metode Rogers Ratio

Dari hasil analisa Metode Rogers Ratio pada gambar 4.9 menunjukkan
bahwa terdiagnosis 4 artinya terjadi Thermal < 700 C pada transformator daya.

3. Segitiga Duval

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP154-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Segitiga Duval:

Gambar 4.10 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 di PT.


IKPP Menggunakan Metode Segitiga Duval
53

Dari hasil analisa Metode Segitiga Duval pada gambar 4.10 menunjukkan
bahwa terdiagnosis T3 artinya terjadi Thermal fault > 700 C pada transformator
daya.

Analisis Data Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02

Dari studi kasus data pengujian DGA pada gambar diatas. Berdasarkan
standar IEEE C57.104-2008. TDCG masih berada pada kondisi satu yang
mengindikasikan transformator normal, tapi terjadi pembentukan Individual Gas
Carbon dioxide ( CO2), Ethylene (C2H4) dan Water Contains yang melebihi
batasan normal , Dari hasil analisa Metode Key Gas, Rogers Ratio, dan Segitiga
Duval mengindikasikan terjadinya pemburukan pada isolasi kertas (Degradation
of cellulose) dan Overhead Oil transformator. Kemungkinan transformator ini
sedang atau pernah mengalami overheating dalam waktu yang cukup lama.
Pengecekan visual dilapangan terjadi masalah pada pernafasan transformator
dikarenakan tabung silica gel ditutup menggunakan cairan silicon sehingga
pernafasan transformator tidak maksimal sehingga level indikator temperatur
mencapai 55 oC.

B. Transformator Daya IP254-T02

Tabel 4.2 Spesifikasi Transformator Daya IP254-T02

Electrical Data Transformator


Tag No Description
Unit kV Spesification
Merk KOREA
Year 1989
(TRANSF KVA 14000/17000
IP254-T02 FOR FEEDER ES 1 SN W881184
11/3,3
No.IP ET100382
50HZ BUS-B) Type Co ONAN/ONAF
Type Oil MINERAL
Oil Qtt 5960

Berikut merupakan nilai pengujian DGA pada Transformator Daya IP254-


T02 di PT.IKPP menurut standar IEEE C57.104-2008:
54

Gambar 4.11 Nilai Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 di PT. IKPP

Menurut standar IEEE C57.104-2008 dari gambar 4.11 diatas dijelaskan


bahwa pengujian DGA pada tanggal 11/01/2017: Nilai Water < 50 ppm,
Hydrogen > 100 ppm, Methane > 120 ppm, Acetylene > 1, Ethylene > 50 ppm,
Ethane > 65 ppm, Carbon Monoxide < 350 ppm, Carbon Dioxide > 2500 ppm
dan TDCG > 720. Dari hasil semua kandungan gas, nilai yang paling berpengaruh
adalah TDCG (Total Dissolved Gas Analysis), karena merupakan total
penjumlahan dari keseluruhan gas. Dari hasil yang diperoleh nilai TDCG melebihi
> 720 ppm yaitu berada pada kondisi 3 (4587 ppm) artinya pada level ini
mengindiksikan pemburukan yang sangat tinggi sehingga diperlukan penangan
jika transformator tetap beroperasi maka akan terjadi kerusakan yang fatal.

Dari data pengujian DGA di PT. IKPP maka dapat dianalisis dengan
metode-metode sebagai berikut:

1. Metode Key Gas

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP254-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Key Gas:
55

Gambar 4.12 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 di PT.


IKPP Menggunakan Metode Key Gas

Dari hasil analisa Metode Key Gas pada gambar 4.12 menunjukkan bahwa
kandungan gas:
C2H2 (Acetylene) disebabkan Arcing bernilai 11 %.
H2 (Hydrogen) disebabkan Corona, Partial Discharge bernilai 10 %.
C2H4 (Ethylene) disebabkan Overhead Oil bernilai 98 %.
CO (Carbon Dioxide) disebabkan Overheated Paper bernilai 5 %.
Dapat disimpulkan bahwa gangguan terbesar yang terjadi didalam
transformator daya dengan metode key gas adalah Overhead Oil yaitu sebesar 98
%.

2. Metode Rogers Ratio

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP254-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Rogers Ratio:
56

Gambar 4.13 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 di PT.


IKPP Menggunakan Metode Rogers Ratio

Dari hasil analisa Metode Rogers Ratio pada gambar 4.13 menunjukkan
bahwa terdiagnosis 5 artinya terjadi Thermal > 700 C pada transformator daya.

3. Segitiga Duval

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP254-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Segitiga Duval:

Gambar 4.14 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 di PT.


IKPP Menggunakan Metode Segitiga Duval
57

Dari hasil analisa Metode Segitiga Duval pada gambar 4.14 menunjukkan
bahwa terdiagnosis T3 artinya terjadi Thermal fault > 700 C pada transformator
daya.

Analisis Data Pengujian DGA Transformator IP254-T02

Indikasi terjadi dekomposisi tingkat tinggi dari sistem isolasi berarti ada
gangguan dan harus segera dilakukan suatu tindakan agar tidak menjadi lebih
buruk. Terjadi pembentukan individual gas Ethylene (C2H4), Ethane (C2H6),
Acetylene (C2H2) yang melebihi batasan normal yang mengindikasikan thermal
decompisition Thermal Fault of High temperature range > 700 C yang
kemungkinan berasal dari masalah mekanis atau electrical transformator. Kondisi
ini memerlukan inspeksi lebih lanjut.

4.1.2 Pengujian BDV di PT. IKPP

Gambar 4.15 Pengujian BDV di PT. IKPP

Transformator yang mengalami gangguan atau terindikasi kegagalan pada


isolasi minyak transformator yang diperlukan untuk pemeliharaan sebagai studi
kasus pada bulan februari tahun 2017 di PT. IKPP yaitu pada Transformator Daya
IP154-T02 dan Transformator Daya IP254-T02.
58

A. Transformator Daya IP154-T02

Tabel 4.3 Hasil Pengujian BDV Isolasi Minyak Transformator Daya IP154-T02
di PT. IKPP

Tanggal Jumlah Hasil Pengujian BDV Nilai Rata-


Pengujian Pengujian (kV) Rata (kV)
1 13.4
2 09.7
3 11.6
17/02/2017 11.6
4 11.8
5 12.4
6 10.6

Analisis Data Pengujian BDV Transformator Daya IP154-T02

Analisis dari pengujian BDV minyak isolasi Transformator Daya IP154-


T02 berkapasitas 11 kV. Nilai rata-rata pengujian BDV isolasi minyak
transformator < 30 kV (standar IEC 156). Sehingga diperlukan pemeliharaan
dengan purifikasi untuk menaikkan tegangan BDV isolasi minyak.

B. Transformator Daya IP254-T02

Tabel 4.4 Hasil Pengujian BDV Isolasi Minyak Transformator Daya IP254-T02
di PT. IKPP

Tanggal Jumlah Hasil Pengujian BDV Nilai Rata-


Pengujian Pengujian (kV) Rata (kV)
1 14.0
2 13.4
3 12.9
09/02/2017 13.0
4 12.4
5 13.4
6 11.8
59

Analisis Data Pengujian BDV Transformator Daya IP254-T02

Analisis dari pengujian BDV minyak isolasi Transformator Daya IP254-


T02 berkapasitas 11 kV. Nilai rata-rata pengujian BDV isolasi minyak
transformator < 30 kV (standar IEC 156). Sehingga diperlukan pemeliharaan
dengan purifikasi untuk menaikkan tegangan BDV isolasi minyak.

4.1.3 Pengujian Tan di PT. IKPP

Gambar 4.16 Pengujian Tan Isolasi Minyak Transformator Daya IP 154-T02 di


PT. IKPP

Pengujian Tan untuk mengetahui kualitas isolasi minyak transformator.


Transformator yang mengalami gangguan atau terindikasi kegagalan yang
diperlukan untuk pemeliharaan sebagai studi kasus pada bulan februari tahun
2017 di PT. IKPP yaitu pada Transformator Daya IP154-T02.
Berikut merupakan hasil pengujian Tan pada Transformator Daya IP154-
T02 di PT. IKPP:
60

Gambar 4.17 Hasil Pengujian Tan Isolasi Minyak Transformator Daya IP154-
T02 di PT. IKPP

Analisis Data Pengujian Tan Transformator Daya IP154-T02


Secara umum Nilai Power factor untuk Insulation Fluid Test masih dalam
keadaan baik pada pengujian 5 kV (0.133 %) sedangkan 10 kV (0.141 %) yang
berarti dibawah batasan limit (0.5%), untuk nilai transformator yang sudah pernah
dioperasikan.

4.2 Pemeliharaan Isolasi Minyak Transformator di PT. IKPP

Menurut jenisnya, pemeliharaan pada isolasi minyak transformator dapat


dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:
1. Predictive maintenance
2. Preventive maintenance
3. Proactive maintenance
4. Breakdown maintenance
Sedangkan di PT. IKPP pemeliharaan yang dilakukan terhadap isolasi
minyak transformator daya adalah Predictive Maintenance.

4.2.1 Predictive Maintenance

Metode pemeliharaan jenis ini dilakukan dengan cara mendeteksi


kerusakan transformator yaitu dengan melakukan pengecekan isolasi minyak
transformator secara rutin. Pemeliharaan jenis ini merupakan dasar dari Condition
Monitoring. Dengan menggunakan metode ini, maka kerusakan fatal dan
Secondary Damage dapat dihindari, stop mesin yang tidak terencana dapat
dikurangi, semua pekerjaan dan spare part dapat terencana, memperpanjang usia
61

pemakaian transformator dan biaya pemeliharaan yang dapat berkurang. Namun


dalam metode ini memerlukan biaya yang besar, yaitu untuk pembelian alat ukur
Dissolved Gas Analysis (DGA), Breakdown Voltage (BDV), Tangent Delta (Tan
) dan orang yang ahli untuk mendeteksi dan menganalisa kerusakan
transformator.
Predictive Maintenance pada isolasi minyak transformator dibagi menjadi
2 yaitu:
1. Online predictive maintenance
Online predictive maintenance adalah pemeliharaan isolasi minyak
transformator saat transformator beroperasi yang dapat dilakukan secara
rutin yaitu setiap hari atau setiap minggu.
2. Offline predictive maintenance
Offline predictive maintenance adalah pemeliharaan isolasi minyak
transformator yang dilakukan ataupun diharuskan pada saat transformator
dalam keadaan offline/mati.

4.3 Penyebab Pemburukan Minyak Transformator

Penyebab pemburukan isolasi minyak transformator terbagi menjadi tiga


yaitu:
1. Penyebab dari luar
a. Air
b. Oksigen
2. Penyebab dari minyak sendiri
a. Fiber dari isolasi kertas.
b. Material yang terkandung dalam isolasi.
c. Karbon dan partikel metal.
3. Panas saat operasi
a. Akan menyebabkan gangguan internal mekanik atau listrik.

4.4 Dampak Pemeliharaan Yang Tidak Tepat

Dampak dari pemeliharaan yang tidak tepat pada transformator adalah


sebagai berikut:
62

1. Dapat memperpendek umur transformator.


2. Menyebabkan kerusakan awal dan kehancuran.
3. Menyebabkan ledakan hebat.

Gambar 4.18 Transformator yang Mengalami Kerusakan

4.5 Pemeliharaan Isolasi Minyak Transformator dengan Purifikasi


(sirkulasi) di PT. IKPP

4.5.1 Purifikasi (sirkulasi) di PT. IKPP

Berikut merupakan gambar purifikasi (sirkulasi) isolasi minyak


transformator daya secara online di PT. IKPP:

Gambar 4.19 Purifikasi (sirkulasi) Isolasi Minyak Transformator di PT. IKPP


63

Pemeliharaan isolasi minyak transformator dengan purifikasi (sirkulasi)


yang dilakukan sebagai studi kasus pada bulan februari tahun 2017 di PT. IKPP
yaitu pada Transformator Daya IP154-T02 dan Transformator Daya IP254-T02.

4.6 Hasil dan Analisa Isolasi Minyak Transformator Setelah Purifikasi

4.6.1 Hasil dan Analisa Pengujian DGA Setelah Purifikasi


A. Transformator Daya IP154-T02
Berikut merupakan nilai pengujian DGA setelah purifikasi pada
Transformator Daya IP154-T02 di PT.IKPP menurut standar IEEE C57.104-2008

Gambar 4.20 Nilai Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 Setelah


Purifikasi di PT. IKPP

Menurut standar IEEE C57.104-2008 dari gambar 4.20 diatas dijelaskan


bahwa pengujian DGA pada tanggal 22/02/2017: Nilai Water < 50 ppm,
Hydrogen < 100 ppm, Methane < 120 ppm, Acetylene < 1, Ethylene < 50 ppm,
Ethane < 65 ppm, Carbon Monoxide < 350 ppm, Carbon Dioxide < 2500 ppm
dan TDCG < 720. Dari hasil yang diperoleh nilai TDCG < 720 ppm yaitu berada
pada kondisi 1 (189 ppm) artinya setelah dilakukan pemeliharaan purifikasi
kondisi menjadi lebih normal dikarenakan kandungan gas terlarut dan water sudah
normal kembali (< 50 ppm).
Dari data pengujian DGA di PT. IKPP maka dapat dianalisis dengan
metode-metode sebagai berikut:
64

1. Metode Key Gas

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP154-T02 setelah purifikasi di PT. IKPP menggunakan Metode Key Gas:

Gambar 4.21 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 Setelah


Purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Key Gas

Dari hasil analisa Metode Key Gas pada gambar 4.12 menunjukkan bahwa
kandungan gas:
C2H2 (Acetylene) disebabkan Arcing bernilai 2 %.
H2 (Hydrogen) disebabkan Corona, Partial Discharge bernilai 1 %.
C2H4 (Ethylene) disebabkan Overhead Oil bernilai 29 %.
CO (Carbon Dioxide) disebabkan Overheated paper bernilai 92 %.
Dapat disimpulkan bahwa transformator daya dengan metode key gas
masih terjadi Overhead Paper yaitu sebesar 92 %.

2. Metode Rogers Ratio

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP154-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Rogers Ratio:
65

Gambar 4.22 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 Setelah


Purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Rogers Ratio

Dari hasil analisa Metode Rogers Ratio pada gambar 4.22 menunjukkan
bahwa terdiagnosis indeterminate artinya indikasi gas terlarut tidak tentu.

3. Segitiga Duval

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP154-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Segitiga Duval:

Gambar 4.23 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 Setelah


Purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Segitiga Duval
66

Dari hasil analisa Metode Segitiga Duval pada gambar 4.23 menunjukkan
bahwa terdiagnosis T3 artinya terjadi Thermal fault > 700 C pada transformator
daya.

Analisis Data Pengujian DGA Transformator Daya IP154-T02 Setelah


Purifikasi

Indikasi operasi Transformator Daya IP154-T02 dalam keadaan normal.


Setelah dilakukan purifikasi, nilai TDCG sudah kembali normal tetapi, nilai water
contains masih sedikit melebihi batas normal (Acceptable).

B. Transformator Daya IP254-T02


Berikut merupakan nilai pengujian DGA setelah Purifikasi pada
Transformator Daya IP254-T02 di PT.IKPP menurut standar IEEE C57.104-2008:

Gambar 4.24 Nilai Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 Setelah


Purifikasi di PT. IKPP

Menurut standar IEEE C57.104-2008 dari gambar 4.24 diatas dijelaskan


bahwa pengujian DGA pada tanggal 10/02/2017: Nilai Water < 50 ppm,
Hydrogen < 100 ppm, Methane > 120 ppm, Acetylene > 1, Ethylene > 50 ppm,
Ethane > 65 ppm, Carbon Monoxide < 350 ppm, Carbon Dioxide > 2500 ppm
dan TDCG > 720. Dari hasil yang diperoleh nilai TDCG melebihi > 720 ppm
yaitu 810 ppm berada pada kondisi 2, artinya pada level ini mengindiksikan sudah
67

melebihi batas normal. Bila salah satu gas sudah melebihi batas level, harus
diinvestigasi secara cepat.

Dari data pengujian DGA di PT. IKPP maka dapat dianalisis dengan
metode-metode sebagai berikut:

1. Metode Key Gas

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP254-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Key Gas:

Gambar 4.25 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 Setelah


Purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Key Gas

Dari hasil analisa Metode Key Gas pada gambar 4.25 menunjukkan bahwa
kandungan gas:
C2H2 (Acetylene) disebabkan Arcing bernilai 9 %.
H2 (Hydrogen) disebabkan Corona, Partial Discharge bernilai 8 %.
C2H4 (Ethylene) disebabkan Overhead Oil bernilai 99 %.
CO (Carbon Dioxide) disebabkan Overheated paper bernilai 5 %.
Dapat disimpulkan bahwa transformator daya dengan metode key gas
masih terjadi Overhead Oil yaitu sebesar 99 %.
68

2. Metode Rogers Ratio

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP254-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Rogers Ratio:

Gambar 4.26 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 Setelah


Purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Rogers Ratio

Dari hasil analisa Metode Rogers Ratio pada gambar 4.26 menunjukkan
bahwa terdiagnosis 5 artinya terjadi Thermal > 700 C pada transformator daya.

3. Segitiga Duval

Berikut merupakan gambar analisa pengujian DGA transformator daya


IP254-T02 di PT. IKPP menggunakan Metode Segitiga Duval:

Gambar 4.27 Analisa Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 Setelah


Purifikasi di PT. IKPP Menggunakan Metode Segitiga Duval
69

Dari hasil analisa Metode Segitiga Duval pada gambar 4.27 menunjukkan
bahwa terdiagnosis T3 artinya terjadi Thermal fault > 700 C pada transformator
daya.

Analisis Data Pengujian DGA Transformator Daya IP254-T02 Setelah


Purifikasi
Indikasi adanya sedikit dekomposisi dari sistem isolasi dan harus
dilakukan suatu tindakan terhadap gangguan yang baru terjadi agar tidak
berlanjut.
Setelah dilakukan purifikasi minyak transformator nilai individual gas dan
TDCG masih tinggi, Nilai Methane (CH4), Ethane (C2H6), Ethylene (C2H4) dan
Acetylene (C2H2) melebihi batas normal yang mengindikasikan terjadinya
Thermal Decomposition "Thermal Fault of High temperature range > 700 degC "
yang kemungkinan berasal dari masalah yang terjadi pada mekanis transformator.
kondisi ini memerlukan inspeksi lebih lanjut.

4.6.2 Hasil dan Analisa Pengujian BDV Setelah Purifikasi


A. Transformator Daya IP154-T02

Tabel 4.5 Hasil Pengujian BDV Isolasi Minyak Transformator Daya IP154-T02
Setelah Purifikasi di PT. IKPP

Tanggal Jumlah Hasil Pengujian BDV Nilai Rata-


Pengujian Pengujian (kV) Rata (kV)
1 71.2
2 68.6
3 53.4
17/02/2017 67.5
4 76.4
5 59.9
6 75.6
70

Analisis Data Pengujian BDV Transformator Daya IP154-T02 Setelah


Purifikasi

Setelah dilakukan sirkulasi (purifikasi), nilai pengujian BDV isolasi


minyak Tranformator Daya IP154-T02 > 30 kV. Sehingga isolasi minyak
transformator kembali pada kondisi yang baik.

B. Transformator Daya IP254-T02

Tabel 4.6 Hasil Pengujian BDV Isolasi Minyak Transformator Daya IP254-T02
Setelah Purifikasi di PT. IKPP

Tanggal Jumlah Hasil Pengujian BDV Nilai Rata-


Pengujian Pengujian (kV) Rata (kV)
1 57.1
2 64.9
3 61.7
09/02/2017 55.4
4 54.0
5 47.5
6 47.1

Analisis Data Pengujian BDV Transformator Daya IP254-T02 Setelah


Purifikasi

Setelah dilakukan sirkulasi (purifikasi), nilai pengujian BDV isolasi


minyak Tranformator Daya IP254-T02 > 30 kV. Sehingga isolasi minyak
transformator kembali pada kondisi yang baik.

4.6.3 Hasil dan Analisa Pengujian Tan Setelah Purifikasi

Untuk hasil dan analisa pengujian tan setelah purifikasi pada


Transformator Daya IP154-T02 tidak dilakukan pengujian lagi, dikarenakan
isolasi minyak transformator masih dalam kondisi baik.

4.7 Perbandingan Hasil Pengujian dan Pemeliharaan

Perbandingan hasil pengujian dan pemeliharaan transformator daya dapat


dilihat pada tabel 4.7 berikut:
71

Tabel 4.7 Perbandingan Hasil Pengujian dan Pemeliharaan Sebelum dan Setelah Purifikasi (Sirkulasi)

Pengujian dan Pemeliharaan Isolasi Minyak Sebelum dan Setelah Dilakukan Purifikasi (Sirkulasi)
Pengujian DGA (ppm) Pengujian BDV (kV) Pengujian Tan (%)
(TDCG < 720) (< 30) (< 0.5)
No. Trafo
Sebelum Setelah
Sebelum Setelah Sebelum Setelah
5 kV 10 kV 5 kV 10 kV

Water = 54.6 Water = 45.7

Hydrogen = 1.6 Hydrogen = 0.6

Methane = 4.1 Methane = 4.2

Acetylen = 0.0 Acetylen = 0.4

IP154-T02 Ethylen = 83.1 Ethylen = 26.7 11.6 69.5 0.133 0.141 - -

Ethane = 48.2 Ethane = 41.0

Carbon Monoxide = 552.0 Carbon Monoxide = 115.9

Carbon Dioxide = 9996 Carbon Dioxide = 2062

TDCG = 688 TDCG = 189


72

Water = 44.2 Water = 34.9

Hydrogen = 122.7 Hydrogen = 10.9

Methane = 1083.9 Methane = 161.5

Acetylen = 20.6 Acetylen = 3.1

IP254-T02 Ethylen = 2674.2 Ethylen = 483.8 13.0 55.4 - - - -

Ethane = 511.3 Ethane = 123.2

Carbon Monoxide = 174.4 Carbon Monoxide = 27.4

Carbon Dioxide = 4451 Carbon Dioxide = 598

TDCG = 4587 TDCG = 810


73

4.8 Diagram Alir Pengujian dan Pemeliharaan


Berikut merupakan gambar diagram alir pengujian dan pemeliharaan
isolasi minyak transformator daya di PT. IKPP:

Kelayakan Uji Coba


Transformator
(Commissioning)

Purifikasi
Operasi Transformator
(Sirkulasi)

Pengujian DGA Pengujian BDV Pengujian Tan

Perkiraan
Kondisi

Ya
Normal?

Tidak

Pengecekan Khusus
(Monitoring Secara Intensif)

Gangguan Besar Gangguan Kecil

Korektif
Maintenance

Mahal Murah
Perkiraan Biaya
Diafkirkan Work Shop
Perbaikan

Gambar 4.28 Diagram Alir Pengujian dan Pemeliharaan Isolasi Minyak


Transformator di PT. IKPP
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari laporan kerja praktek ini adalah
sebagai berikut:
1. Jenis-jenis pengujian untuk mendeteksi gangguan pada transformator daya
yang disebabkan oleh isolasi minyak transformator adalah:
a. Pengujian DGA (Dissolved Gas Analysis)
b. Pengujian BDV (Breakdown Voltage)
c. Pengujian Tan (Tangent Delta)
2. Analisis pengujian dan pemeliharaan isolasi minyak transformator daya di
PT. IKPP adalah:
a. Pengujian DGA
Untuk mendeteksi kegagalan awal yang mulai terjadi berdasarkan
hasil uji dan pengukuran gas-gas yang terlarut seperti didalam isolasi
minyak transformator daya berdasarkan IEEE std.C57 104-2008. Berikut
merupakan metode yang digunakan:
TDCG
Kondisi 1 : 720 ppm (Kondisi normal), Kondisi 2 : 721 > 1920 ppm
(Melebihi kondisi normal, harus diinvestigasi secara cepat), Kondisi 3
: 1921 > 4630 ppm (Kondisi pemburukan tingkat tinggi, tindakan
untuk mendapatkan trend gangguan) dan Kondisi 4 : > 4630 ppm
(Kondisi pemburukan sangat tinggi, transformator harus off atau
diberhentikan operasi, jika tidak akan mengarah pada kerusakan).
Metode Key Gas.
Metode Rogers Ratio.
Metode Segitiga Duval.

Kandungan gas yang terlarut didalam isolasi minyak transformator


adalah Hydrogen (H2), Oksigen (O2), Nitrogen (N2), Carbon monoxide

74
75

(CO), Carbon dioxide (CO2), Methane (CH4), Ethane (C2H6) dan


Acetylene (C2H2).

b. Pengujian BDV
Untuk mengetahui nilai tegangan tembus (BDV) isolasi minyak
transformator daya di PT. IKPP berdasarkan standar IEC 156. (Pada
tegangan operasi < 36 kV = 30 kV), (Pada tegangan operasi 36 > 70 kV =
35 kV), (Pada tegangan operasi 70 > 170 kV = 40 kV) dan (Pada tegangan
operasi > 170 kV = 50 kV). Pengujian BDV dilakukan sebanyak 6 kali
untuk mengambil nilai rata-rata dari isolasi minyak.
c. Pengujian Tan
Untuk mengetahui kualitas isolasi minyak transformator daya dari
pengujian faktor rugi-rugi daya yang terdisipasi, semakin besar nilai nilai
tan maka semakin besar daya yang terdisipasi yang berarti kualitas
isolasi minyak semakin buruk dengan analisa berdasarkan IEEE std.C57
106-2006. Untuk isolasi minyak baru pada temperatur 25 C hasil yang
diperoleh harus < 0.05% sedangkan pada temperatur 100 C hasil yang
diperoleh harus < 0.30%. Dan untuk isolasi minyak pemakaian pada
temperatur 25 C hasil yang diperoleh harus < 0.5% sedangkan pada
temperatur 100 C hasil yang diperoleh harus < 5.0%.

3. Jadwal yang tepat untuk melakukan pengujian dan pemeliharaan isolasi


minyak transformator daya di PT. IKPP adalah dengan melihat tingkat
kondisi dari TDCG. Kondisi 1 (Per-tahun/Per-tiga bulan), kondisi 2 (Per-tiga
bulan/Per-bulan), Kondisi 3 (Per-bulan/Per-minggu) dan kondisi 4 (Per-
minggu/Per-hari).

4. Penanganan isolasi minyak transformator daya ketika terjadi indikasi


kegagalan yaitu dengan cara purifikasi yaitu bertujuan untuk mengurangi
moisture didalam isolasi kertas pada transformator (Standar ASTM 1533 < 50
ppm). Dengan mengurangi moisture didalam isolasi kertas akan berdampak
menurunkan moisture didalam minyak. Sehingga tegangan tembus minyak
akan naik, gas-gas didalam minyak berkurang dan benda-benda (kotoran yang
76

terapung) dalam minyak hilang. Proses purifikasi ini tidak dapat


menghilangkan gas-gas (DGA). Dikarenakan gas-gas (DGA) timbul atau
terjadi dari gangguan didalam transformator itu sendiri.

5.2 Saran

Beberapa saran yang dapat penulis berikan untuk penyempurnaan laporan


kerja praktek ini antara lain:

1. Dengan melihat kondisi pengujian dan pemeliharaan isolasi minyak


transformator daya di PT. IKPP sudah berjalan sangat efektif dan tepat. Akan
tetapi perlu ditingkatkan kembali terhadap pengujian kualitas isolasi minyak
(Pengujian Tan ), agar menjadi data pendukung yang otentik apakah kualitas
isolasi minyak transformator benar-benar masih dalam keadaan baik atau
tidak. Sehingga kesalahan pengujian yang terjadi dapat lebih minimal dan
kinerja semakin lebih efektif dan tepat dalam memprediksi atau menganalisa.
2. Dalam mengatasi gangguan yang diakibatkan gas terlarut tidak hanya cukup
dengan melakukan purifikasi isolasi minyak karena dengan cara ini
kandungan gas DGA tidak dapat dihilangkan. Mungkin dapat ditambah lagi
mengatasinya dengan cara reklamasi dan regenerasi agar penanganan tidak
berdampak kerusakan yang berkelanjutan.
77

DAFTAR PUSTAKA

Abduh, Syamsir., (2003) Teori Kegagalan Isolasi, Universitas Trisakti.


Faishal, Muhammad., (2011) Analisis Indikasi Kegagalan Transformator
Dengan Metode Dissolved Gas Analysis, Universitas Diponegoro.
IEEE Std C57.104-2008.,Guide for the Interpretation of Gases Generated in Oil-
Immersed Transformers.
IEEE Std C57.106-2006.,Guide for Acceptance and Maintenance of Insulating
Oil in Equipment.
Sinuhaji, P, Y.,(2012) Analisis Keadaan Minyak Isolasi Transformator Daya 150
Kv Menggunakan Metode Dissolved Gas Analysis (DGA) dan Fuzzy Logic
Pada Gardu Induk Wilayah Sidoarjo Universitas Jember.
78

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Data SOP Pengujian dan Pemeliharaan Transformator di PT. IKPP

1. Pemeriksaan dan Perawatan Transformator Daya


79

2. Pengambilan Sampel Oli Transformator untuk DGA Transformator


80

3. Pengujian Oli Transformator dengan Menggunakan GE KELMAN


TRANSPORT X
81

4. Prosedur Pengoperasian Mesin Filteration Oil Transformer


82

Lampiran 2. Data Pengujian dan Pemeliharaan Isolasi Minyak Transformator


Daya IP154-T02 di PT. IKPP
1. Sebelum Purifikasi

2. Setelah Purifikasi

1. Pengujian DGA Sebelum Purifikasi


83
84

2. Setelah Purifikasi
85

Lampiran 3. Data Pengujian dan Pemeliharaan Isolasi Minyak Transformator


Daya IP254-T02 di PT. IKPP
1. Sebelum Purifikasi
86

2. Setelah Purifikasi
87

Lampiran 4. Log Book Kerja Praktek


88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100

Lampiran 5. Monitoring Kerja Praktek PT. IKPP


101
102
103
104