Anda di halaman 1dari 1

Nama : Debora Clara Ompusunggu

Nim : 1461050126

Tugas Pengamatan Komunikasi


Tempat : RSU UKI (Farmasi)
Tanggal : Sabtu, 18 Oktober 2014
Pada tanggal 18 Oktober 2014, saya mengunjungi RSU UKI untuk mengamati
komunikasi yang terjadi di sana. Saya mengamati pada bagian Loket Farmasi RSU UKI. Di
sana terdapat 1 orang petugas farmasi, 5 orang yang sedang mengantri untuk mengambil
obat.

Di tempat tersebut memang tidak terlalu banyak aktivitas yang terjadi karena hari
sabtu. Menurut pengamatan saya komunikasi yang dilakukan petugas farmasi ini kurang
efektif, karena petugas ini tidak melakukan pengarahan dengan baik. Salah satu contohnya,
ada seorang ibu menaruh resep pada tempat resep sebelum mengambil resep terlebih dahulu
ibu itu harus membayar agar dapat mengambil obat, kemudian yang dikatakan petugas
tersebut adalah Bayar di sana(sambil menunjuk arah administrasi dengan jari telunjuk, serta
nadanya lumayan tinggi). Hal yang dilakukan petugas farmasi ini menunjukkan
ketidaksopanan dalam berkomunikasi serta tidak adanya empati di dalam komunikasi yang
terjalin. Setelah ibu tersebut membayar, ibu itu kembali dengan bukti administrasi untuk
mengambil obat, kemudian obat tersebut diberikan oleh petugas farmasi yang sama kemudian
ibu tersebut pergi tanpa dijelaskan pemakaian obat yang dibeli. Untuk kejadian ini
komunikasi yang terjadi antara petugas farmasi dengan pasien tidak efektif karena dapat
menimbulkan perbedaan presepsi antara kedua pihak.

Sikap yang saya ambil jika di posisi dokter yaitu saya akan menghampiri petugas
farmasi tersebut serta mengajak kerja sama untuk memperlakukan pasien atau pihak keluarga
pasien dengan baik karena mereka datang ke rumah sakit dengan harapan untuk sembuh
tanpa beraksud untuk menggurui siapapun. Kemudian untuk komunikasi yang akan terjalin
nantinya, saya berharap saya dapat menjadi dokter yang memiliki sikap menghargai pasien
terlebih dahulu agar mendapat kepercayaan dari pasien maupun pihak keluarga pasien,
kemudian menimbulkan rasa empati sehingga saya dapat mengetahui tindakan yang tepat
untuk menghadapi komunikasi antara dokter dengan pasien, setelah komunikasi terjalin, saya
harus dapat memastikan presepsi yang ada pada saya sudah diterima dan pasien maupun
pihak keluarga memiliki presepsi yang sama. Dan menurut saya komunikasi seperti itu tidak
hanya dilakukan oleh dokter tetapi juga harus dilakukan oleh seluruhh pihak yang bekerja di
rumah sakit sehingga pasien maupun pihak keuarga pasien dapat percaya kepada rumah sakit
tersebut.