Anda di halaman 1dari 61

Lampiran 1.

Jabung Operation Overview


PROPANE PROPANE PROPANE
DRYER TREATER STORAGE

NGL FROM
BGP PLANT
DEPROPANIZER
NGL STORAGE
AND PUMPING TOWER
NGL FROM
HAMILTON PLANT

BUTANE BUTANE
TREATER STORAGE
DEBUTANIZER
TOWER

CONDENSATE
STORAGE

Lampiran 2. NGF Simplified Flow Diagram


GAS TO
COMPRESSION HAMILTON
PROCESS PLANT

WELL SEPARATION
PROCESS GAS
INJECTION

GAS OIL
RECOVERY STORAGE

WATER WATER WATER


TREATMENT STORAGE WELL
INJECTION
WATER

Lampiran 3. CPS Simplified Flow Diagram


LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

DI PETROCHINA INTERNASIONAL JABUNG LTD

1 31 AGUSTUS 2016

Dibuat Untuk Memenuhi Persyaratan


Mata Kuliah Praktek Kerja Lapangan Pada Semester VI
Pada Program Studi Teknik Pengolahan Migas

OLEH :

YOGHA ANEKA PUTRA NPM : 1402021

RAYMONDO VELANDO. S NPM : 1402041

PROGRAM STUDI TEKNIK PENGOLAHAN MIGAS

POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG

2016

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas

rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan praktek kerja

lapangan ini tepat pada waktunya. Praktek kerja lapangan ini disusun sebagai

salah satu syarat untuk memenuhi persyaratan mata kuliah praktek kerja lapangan

pada semester VI pada program studi teknik pengolahan migas di Politeknik

Akamigas Palembang, yang dilaksanakan di PetroChina International Jabung

Limited Company.

Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi

bentuk maupun isinya, hal tersebut disebabkan terbatasnya pengetahuan dan

pengalaman yang penulis miliki. Oleh karena itu diharapkan saran dan kritik yang

membangun, guna untuk melengkapi kesempurnaan dari praktek kerja lapangan

ini.

Jambi, Agustus 2016

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN................................................................. ii
KATA PENGANTAR............................................................................. iii
DAFTAR ISI............................................................................................ iv
DAFTAR GAMBAR............................................................................... v
DAFTAR TABEL.................................................................................... vi

BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 1
1.1.Latar Belakang ................................................ 1
1.2.Tujuan dan Manfaat............................................. 2
1.2.1. Tujuan Penulisan.................................................................. 2
1.2.2.Manfaat Penulisan................................................................. 2
1.3.Batasan Masalah ..... 3
1.4.Metode Penulisan ... 3
1.5.Sistematika Penulisan ..... 4

BAB II TINJAUAN UMUM........................................ 6


2.1. Sejarah PetroChina International Jabung Ltd.......................... 6
2.2. Daerah Operasi dan Kegiatan Operasional............................... 7
2.3. Kondisi Geologi Lapangan Minyak Blok Jabung ........... 11
2.4. Struktur Organisasi Perusahaan .. 12
2.5. Departemen di PetroChina International Jabung Ltd.......... 13
2.5.1. Maintenance Departement ............................................... 13
2.5.2. NGF (North Geragai Fractination) Operation Departement ... 14
2.5.3. Production Operation Departement ..................................... 15
2.5.4. Administration Departement ........................... 15
2.5.5. HEO and Contruction Departement ............ 16
2.5.5.1. Surveyor .................................................................... 16
2.5.5.2. Drilling Construction ................................................ 17
2.5.5.3. Fabrication Shop ....................................................... 17
2.5.5.4. HEO Facilities .......................................................... 17
2.5.5.5. Civil Construction .................................................... 17
2.5.6. Logistic Departement ...................... 18
2.5.7. Health, Safety and Environment (HSE) Departement .. 18
2.5.8. BGP (Betara Gas Plant) Operation Departement ...... 19
2.5.9. Goverment and Public Reletion Departement .................... 19
2.5.10. Field Engineering Departement ................ 20
2.5.11. Marine Departement .................................... 20
2.6. Fasilitas Penunjang di Petrochina International Jabung Ltd............ 20
2.7. Deskripsi Proses Produksi................................................................ 21
2.7.1. Central Processing Station (CPS)............... 21

iv
2.7.1.1. Proses Pengolahan Crude Oil .................. 21
2.7.1.2. Proses Pengolahan Gas ............ 23
2.7.1.3. Proses Pengolahan Air ............. 24
2.7.2. Natural Gas Liquid Plant (NGL)......................................... 25
2.7.2.1. Hamilton Plant.................. 25
2.7.2.1.1. Hot Oil System.................. 25
2.7.2.1.2. Refrigeration System................. 26
2.7.2.1.3. Glycol System............... 26
2.7.3. Betara Gas Plant (BGP)........................................................ 27

BAB III TINJAUAN KHUSUS................. 30


3.1. North Geragai Fractination (NGF) Plant................................ 30
3.2. Produk dan Spesifikasinya............................................................. 37
3.3. Fasilitas Safety yang Terdapat pada NGF Plant............................. 39
3.4. Daftar Peralatan Utama di (NGF) Plant................................. 42

BAB IV PENUTUP................................................................. 49

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Peta Daerah Operasi PetroChina Internasional Jabunng Ltd... 9


Gambar 2.2. Skema Struktur Organisasi.. 15
Gambar 2.3. Sludge Catcher. 24
Gambar 2.4. Second Stage Separator.... 25
Gambar 2.5. Simplified Flow Diagram Hamilton Plant....... 28
Gambar 2.6. Betara Gas Plant (BGP)... 32
Gambar 3.1. NGL Storage Tank........................................................................... 33
Gambar 3.2. NGL Feed Pump.............................................................................. 34
Gambar 3.3. Depropanizer Tower......................................................................... 35
Gambar 3.4. Propane Treater................................................................................ 36
Gambar 3.5. Propane Sphere Tank...................................................................... 37
Gambar 3.6. Debutanizer Tower........................................................................... 38
Gambar 3.7. Butane Storage Tank........................................................................ 39

v
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Certificate Of Quality Propane............................................................ 33


Tabel 3.2. Certificate Of Quality Butane............................................................. 34
Tabel 3.3. Certificate Of Quality Condensate.................................................... 34

vi
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PetroChina International Companies Indonesia merupakan salah satu

perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas

bumi di Indonesia yang dikelola bersama antara SKK-Migas dan investor asing

(China National Petroleum Corporation) yang memiliki wilayah operasi meliputi

Kepala Burung Irian Jaya, Tuban Jawa Timur, dan Jambi. Untuk wilayah Jambi,

PetroChina International Companies Indonesia memiliki daerah operasi di Blok

Jabung yang terdiri dari North Jabung dan South Jabung. Produksi yang

dihasilkan dari block jabung tersebut terdiri dari gas dan minyak bumi.

PetroChina International Jabung Ltd juga memiliki unit pengolahan

minyak mentah dan unit pengolahan gas. Dalam proses pengolahan minyak

mentah, PetroChina International Jabung Ltd memiliki CPS (Central Processing

Station) Plant yang terletak di kecamatan Geragai. Sedangkan untuk dalam proses

pengolahan gas, PetroChina International Jabung Ltd memiliki dua Plant besar

yaitu, BGP (Betara Gas Plant) yang terletak di kecamatan Betara Kabupaten

Tanjung Jabung Barat dan NGF (North Geragai Fractination) yang terletak di

kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur.

PetroChina International Jabung Ltd terletak di Provinsi Jambi tepatnya

berlokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur,

merupakan suatu perusahaan eksplorasi dan produksi serta pemisahan minyak dan

gas bumi yang memiliki peralatan industri yang dirasa sangat cocok untuk

1
2

mahasiswa melaksanakan kerja praktek lapangan, sesuai dengan Program Studi

Teknik Pengolahan Migas Politeknik Akamigas Palembang. Inilah yang menjadi

latar belakang penulis memilih Praktek Kerja Lapangan di PetroChina

Internasional Jabung Ltd di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi.

1.2 Tujuan dan Manfaat

1.2.1 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan laporan praktek kerja lapangan adalah

sebagai berikut :

1. Untuk mengaplikasikan teori yang didapat selama perkuliahan dengan

yang ada dilapangan.

2. Untuk mengetahui dan memahami seluruh rangkaian kegiatan proses

pengolahan minyak dan gas bumi, peranan dan fungsi peralatan di

lingkungan PetroChina International Jabung Ltd.

3. Mengenali sistem proses kontrol dan instrumentasi yang digunakan

PetroChina International Jabung Ltd dalam menghasilkan produk yang

diinginkan.

4. Memahami prinsip dan pelaksanaan sistem keselamatan kerja di

PetroChina International Jabung Ltd khususnya dan keselamatan kerja di

industri perminyakan dan gas.

1.2.2 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penulisan ini antara lain :


3

1. Mahasiswa dapat mengaplikasikan antara teori yang di dapat selama

perkuliahan dengan aplikasi yang didapat dilapangan serta menambah

pengetahuan dan wawasan.

2. Mahasiswa dapat memahami proses produksi yang meliputi produk

utama, produk samping, serta sistem kontrol dan instrumentasi dan

proses pengolahan limbah pabrik, yang tersedia di PetroChina

International Jabung Ltd.

3. Mahasiswa dapat memahami prinsip dan pelasanaan sistem keselamatan

kerja di PetroChina International Jabung Ltd, serta mengaplikasikannya.

1.3 Batasan Masalah

Mengingat luasnya PetroChina International Jabung Ltd yang memiliki

dua proses yaitu unit pengolahan minyak mentah dan gas, namun dalam

pelaksanaan penyusunan laporan Praktek Kerja Lapangan ini dibatasi pada proses

pengolahan gas bumi di North Geragai Fractination (NGF) PetroChina

Internasional Jabung Ltd.

1.4 Metode Penulisan

Teknik pengumpulan data dalam mendapatkan data-data yang

berhubungan dengan objek yang dibahas, penulis menggunakan teknik

pengumpulan data sebagai berikut :


4

1. Pengamatan di Lapangan (Field Research)

Yaitu pengambilan data secara langsung, yang dilakukan oleh penulis

dengan mendatangi lokasi pengambilan data di PetroChina International

Jabung Ltd.

2. Wawancara (Interview)

Yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan komunikasi secara

langsung dengan pembimbing lapangan di PetroChina International

Jabung Ltd, yang berwenang memberikan informasi dan data-data yang

dibutuhkan dalam pembuatan laporan praktek kerja lapangan ini.

3. Pengumpulan Data Tertulis

Yaitu dengan melihat dan mengutip catatan-catatan, dokumen serta buku-

buku yang berhubungan dengan objek pembahasan yang akan digunakan

sebagai data penunjang.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ini dimaksudkan agar dapat memberikan gambaran

atau kerangka serta uraian singkat mengenai laporan praktek kerja lapangan ini

agar pembahasannya lebih terarah dan sistematis. Laporan ini terdiri dari beberapa

bab dimana satu sama lainnya mempunyai hubungan. Sistematika tersebut terdiri

dari :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini penulis menyampaikan tentang Latar Belakang, Tujuan dan

Manfaat Praktek Kerja Lapangan, Batasan Masalah, Metode penulisan dan

Sistematika Penulisan.
5

BAB II TINJAUAN UMUM

Bab ini menguraikan mengenai sejarah singkat perkembangan PetroChina

International Jabung Ltd, berikut tenaga kerja dan struktur organisasi serta sarana

prasarana dan fasilitas-fasilitas yang ada maupun proses pemisahan minyak dan

gas bumi secara umum.

BAB III TINJAUAN KHUSUS

Pada bab ini penulis menyampaikan pokok bahasan tentang aktivitas

kegiatan operasional, serta kondisi operasi, fungsi peralatan dan produk yang

dihasilkan NGF (North Geragai Fractination).

BAB IV KESIMPULAN

Dalam bab ini penulis menyampaikan beberapa kesimpulan dari uraian

semua proses yang telah dilaksanakan di PetroChina International Jabung Ltd.


BAB II

TINJAUAN UMUM

2.1 Sejarah Singkat PetroChina International Jabung Ltd

PetroChina International Jabung Ltd berlokasi di Provinsi Jambi

Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat. PetroChina

International Jabung Ltd merupakan suatu perusahaan eksplorasi minyak dan gas

bumi yang memiliki beberapa area produksi diantaranya North Geragai, Makmur,

Gemah, dan North Betara, North East Betara, South West Betara, West Betara,

South Betara, Ripah, Panen, dan Marmo.

Pada bulan Oktober 1970 Petromer Trend Corporation menyepakati

penandatanganan Production Sharing Contract (PSC) pertamanya dengan pihak

Pertamina yaitu untuk wilayah operasi daerah Kepala Burung Irian Jaya.

Kesepakatan ini sekaligus menandai awal kiprah perusahaan Santa Fe Energy

Resource Inc. yang berkantor pusat di Houston, Texas, Amerika Serikat.

Eksplorasi pertama pada Oktober 1972 di sumur Kashim 1 berhasil

menemukan minyak dengan kapasitas 1500 bbl/hari. Kemudian eksplorasi ini

dilanjutkan terhadap 7 sumur minyak dan 4 sumur gas, dimana total rata-rata

setiap sumur memproduksi 32000 bbl/hari.

Pada tanggal 1 September 1983 terjadi kesepakatan kontrak kerja antara

manajemen Santa Fe Energy Resource (SFER) dengan Petromer Trend

Corporation. Bulan Februari 1993, kerja sama antara Trend International Jabung

Ltd dan Anardako Indonesia Company menandatangani Production Sharing

Contract dengan Pertamina, dengan tujuan mengembangkan prospek lapangan

6
7

minyak di Blok Jabung Jambi. Selanjutnya nama Trend International Jabung Ltd

berganti menjadi Santa Fe Energy Resource Jabung Ltd dan bersama-sama

dengan Anardako Indonesia Co dan Kerr McGee Sumatera Ltd mengembangkan

lapangan North Geragai yang berlokasi di Blok Jabung di bawah pengoperasian

Santa Fe Energy Resource Jabung Ltd.

Sejak tahun 1995 sampai awal tahun 1996 telah dilakukan survey seismik,

geologi dan geofisik dengan kesimpulan bahwa Blok Jabung memiliki kandungan

hidrokarbon yang bernilai ekonomis. Akhir tahun 1997, sumur produksi di

lapangan North Geragai mulai diproduksikan yang kemudian dialirkan ke Central

Processing Station (CPS). Gas yang dihasilkan digunakan untuk gas lift, LPG,

Power Plant, dan sebagian dibakar di flare.

Tanggal 1 Juli 2001 Santa Fe Energy Resource berubah nama menjadi

Devon Energy Jabung Ltd dan setahun kemudian berubah lagi menjadi

PetroChina International Limited Companies Indonesia dengan wilayah operasi

meliputi Kepala Burung Irian Jaya, Tuban Jawa Timur dan Jambi.

2.2 Daerah Operasi dan Kegiatan Operasional

Wilayah operasi PetroChina International Limited Companies Indonesia

meliputi Kepala Burung Irian Jaya, Tuban Jawa Timur, dan Jambi. Untuk wilayah

Jambi, PetroChina International Limited Companies Indonesia memiliki daerah

operasi di Block Jabung yang terdiri dari South Jabung dan North Jabung.

South Jabung Tanjung Jabung Barat telah berhasil mengembangkan

beberapa lapangan, yaitu :

a. North Geragai

b. Makmur
8

Sedangkan di North Jabung lapangan Tanjung Jabung Barat yang berhasil

dikembangkan yaitu :

a. North Betara

b. North East Betara

c. Gemah

d. Ripah

e. South Betara

f. West Betara

g. South West Betara

h. Panen

i. Marmo

Produksi yang dihasilkan dari block jabung tersebut terdiri dari gas dan

crude oil. Daerah Operasi PetroChina International Jabung Ltd dapat dilihat pada

gambar 2.1.

Gambar 2.1 Peta Daerah Operasi PetroChina International Jabung Ltd


(Field Engineering Petrochina International Jabung Ltd.)
9

Dalam proses pengolahan gasnya PetroChina International Jabung Ltd

telah memiliki dua Plant besar yaitu :

1. Betara Gas Plant (BGP) yang terletak di kecamatan Betara, Kabupaten

Tanjung Jabung Barat.

2. North Geragai Fractination (NGF) yang terletak dikecamatan Geragai,

Tanjung Jabung Timur.

Sedangkan untuk proses pemisahan minyaknya PT PetroChina

International Jabung Ltd memiliki fasilitas fasilitas pemisahan minyak mentah

yaitu :

1. Central Processing Station (CPS)

CPS merupakan station tempat berkumpulnya minyak yang berasal dari

beberapa lapangan seperti North East Betara, South West Betara, Gemah Station

dan dari sumur sumur minyak yang berada di North Geragai dan Makmur Field.

Minyak dari Gemah Station dialirkan melalui pipeline sepanjang 34.8 km, CPS

juga menerima Pig Receiver dari Gemah Station, minyak yang dikumpulkan di

Station ini nantinya akan diolah , yaitu berupa pemisahan kandungan gas dan air

yang terdapat dalam minyak. CPS Station ini merupakan station utama untuk

pemisahan dan pengolahan minyak.

2. Gemah Station

Gemah Station merupakan tempat pengumpulan sementara dari NEB,

dimana dalam proses pengangkutan menggunakan jaringan pipeline. Gemah

Station juga menerima Pig dari NEB. Untuk minyak yang berasal dari Ripah,

NEB dan SWB akan diangkut menggunakan Vacuum Truck menuju Gemah

Station. Pada Germah Station akan dilakukan pemisahan tahap pertama antara
10

gas, minyak dan air, dimana gas akan langsung di kirim ke BGP, sedangkan

minyak akan dilakukan pengolahan tahap selanjutnya yang akan dilakukan di

CPS, untuk airnya akan di injeksikan ke Dispossal Well.

3. North East Betara Station (NEB)

NEB Station merupakan tempat berkumpul minyak yang berasal dari NB

Station yang berjarak 10.3 km.

NEB Station akan melakukan pemisahan antara campuran gas, minyak dan

gas. Gas akan langsung dikirim menuju Betara Gas Plant sedangkan campuran

minyak dan air akan dikirim ke Gemah Station.

4. North Betara Station

Minyak dari Station ini akan dikirim ke NEB dengan Vacuum Truck.

5. Ripah Station

Hasil gas dari Ripah dikirim ke PT PLN yang akan diolah di PLTG dan

sebagian lagi akan di bakar di flare.

6. South West Betara (SWB) Station

Untuk minyak yang berasal dari SWB akan dikirim menuju ke Gemah

Station menggunakan jalur pipa.

Produk yang dihasilkan oleh PetroChina International Jabung Ltd

diantaranya adalah :

1. Crude Oil

2. Dry Gas/Sales Gas (Metane and Etane)

3. Propane

4. Butane

5. Condensate
11

Semua Produksi minyak maupun gas dikumpulkan di CPS. Setelah

terkumpul dan diolah minyak di kirim ke Floating Storage Offloading (FSO) di

selat Berhala melalui jalur pipa ukuran 10 sepanjang 57.97 km. Sedangkan

produksi gas dikirim ke NGL plant dan sebagian lagi di injeksikan ke formasi

untuk Pressure Maintenance dan Gas Lift. Air hasil produksi diinjeksikan

kembali ke dalam formasi. Proses penginjeksian air ini digunakan untuk

mambantu mencegah pencemaran lingkungan dan mempertahankan tekanan

reservoir, selain untuk membuang hasil sisa produksi yang berupa air Disposal

Well.

2.3 Kondisi Geologi Lapangan Minyak Blok Jabung

Lapangan North Jabung berlokasi di bagian selatan Blok Jabung, terletak

lebih kurang 50 km ke arah kota Jambi. Blok Jabung digambarkan sebagai bagian

dari paparan sunda bagian selatan. Hasil dari perpotongan patahan kulit bumi

Sumatera dan Jawa, setelah mengalami berbagai macam proses geologi dan

zaman Miocene pertengahan hingga Miocene akhir terbentuklah suatu jenis

struktural Trap yang lebih dikenal sebagai sunda Fold.

Lapangan South Jabung merupakan gabungan dari pergeseran antiklin

formasi air benakat dan gumai atas pada zaman Miocene pertengahan. Resevoir-

nya sendiri merupakan kombinasi antara Sandstone, Clay, Shale, dan Limestone.

Dimana pada lapangan ini tidak ditemukan adanya Formasi Talang Akar.

Lapisan produktif pada lapangan South Jabung khususnya lapangan

North Geragai adalah Formasi Gumai, sedangkan untuk lapangan makmur adalah

Formasi Air Benakat, dimana kedua lapisan tersebut mempunyai karakteristik

batuan yang hampir sama, tetapi berbeda dari segi umur dan letaknya . Sedangkan
12

Lapangan North Jabung lapisan produktifnya adalah Formasi Talang Akar, namun

Formasi Air Benakat tidak ditemukan di sana. Lapisan produktif pada North

Jabung umumnya adalah Reservoir Gas, lapangan ini merupakan lapangan yang

kompleks akan permasalahan dimana lapangan ini banyak terdapat Foult

(patahan) dan diantara Foult tersebut terdapat adanya Seal, yang menyebabkan

lapisan produktif satu dan yang lainnya tidak berhubungan sehingga untuk

korelasi sumur sumurnya sedikit susah, dan juga tidak banyak dibuat sumur

sumur injeksi. Untuk lapangan seperti ini idealnya dilakukan pembuatan sumur

injeksi setiap satu sumur mempunyai satu sumur injeksi, tapi hal tersebut akan

membutuhkan dana yang sangat besar.

2.4 Struktur Organisasi Perusahaan

PetroChina International Companies Indonesia merupakan perusahaan

holding company tertinggi dalam perusahaan inti dengan kantor pusat yang

berkedudukan di Jakarta. PetroChina International Companies Indonesia memiliki

wilayah operasi meliputi kepala Burung Irian Jaya, Tuban Jawa Timur, dan Jambi.

Pada setiap wilayah operasi penanggung jawab utama kegiatan dilapangan

dipegang oleh Field Manager. Dalam melaksanakan tugasnya Field Manager

dibantu oleh para Superintendent yang membawahi para Supervisor (Division)

dimana dalam melaksanakan tugasnya. Supervisor yang dibantu oleh para

karyawan PetroChina International Jabung Ltd. Adapun karyawan-karyawan yang

dipekerjakan, selain dibawah dari Management PetroChina International Jabung

Ltd sendiri ada juga melalui kontraktor lain.

Field Manager membawahi beberapa departemen diantaranya Field

Admin Departement, HSSE, Production Departement, Maintenance Departement,


13

HEO Construction Departement, Marine Departement, Logistic Departement.

Departemen departemen ini dipimpin oleh Superintendent yang melaksanakan

tugas Field Manager.

Adapun skema dari organisasi dapat dilihat pada gambar 2.2.

Field Manager

Managenement
Secretary

Production NGF Operation Field Production HEO


Maintenance Superintendent Administration Construction
Superintendent Superintendent Superintendent Superintendent

Logistic H.S.E And Betara Gas Plant Government & Field Engineering
Security Operation Public Relation Superintendent
Superintendent Superintendent Superintendent Superintendent

Marine
Operation
Superintendent

Gambar 2.2 Skema Struktur Organisasi

2.5 Departemen yang Terdapat Di PetroChina International Jabung Ltd.

PetroChina International Jabung Ltd menginginkan sistem pengawasan

dan manajemen produksi yang baik, maka untuk mendukung hal tersebut

dibentuklah Departemen pendukung proses produksi yang dibagi menjadi

beberapa bagian, diantaranya:

2.5.1 Maintenance Departement

Departemen ini dipimpin oleh Maintenance Superintendent. Departemen

ini tebagi atas tiga ruang lingkup kerja, yaitu: mechanical maintenance, electrical

maintenance, dan instrument maintenance dibentuk bersamaan dengan

terbentuknya HSE departement di PetroChina International Jabung Ltd. Tugasnya


14

menjaga agar kegiatan produksi di perusahaan dapat berlangsung secara terus

menerus.

1. Mechanical Maintenance

Bertugas untuk memelihara dan memperbaiki peralatan yang dipakai.

Adapun pemeliharaan dan perbaikan peralatan-peralatannya adalah peralatan

produksi, transportasi serta peralatan-peralatan di Base Camp. Mechanical

Maintenance juga berhubungan dengan Power Generator, Pump dan Compressor.

Semua kerja alat tersebut akan selalu dikontrol oleh Mechinal Maintenance.

2. Electrical Maintenance

Electrical maintenance berhubungan dengan kelistrikan dan semua sistem

operasi.

3. Instrument Maintenance

Kegiatan yang dilakukan oleh instrument maintenance adalah:

a. Memperbaiki dan preventif maintenance seluruh system instrument.

b. Mengkalibrasi seluruh peralatan-peralatan instrument.

c. Sebagai Safety System dan sebagai Control System untuk semua peralatan

seperti tanki penampungan, Heater, Valve dan Fire water System.

d. Kalibrasi gas dengan Kromatografi untuk mendeteksi kandungan gas.

Dalam pelaksanaan tugasnya, instrument maintenance menggunakan suatu

system computer untuk mengatur secara otomatis alat-alat produksi.

2.5.2 NGF (North Geragai Fractination) Operation Departement & Hamilton

North Geragai Fractination dipimpin oleh NGF Operation Superintendent.

NGF Operation merupakan tempat proses produksi pengolahan Natural Gas

Liquid (NGL) menjadi Propane, Butane, Condensate dan Fuel Gas. NGL dari
15

semua sumber dikirim melalui pipa ke NGF dan selanjutnya dilakukan proses

pemisahan zat zat hidrokarbon yang terkandung didalamnya. Setelah diproses

hingga mendapat produk Propane, Butane dan Condensate yang spesifikasinya

sesuai dengan standar penjualan maka produk tersebut telah siap dikirim melalui

pipa menuju Floating Storage Off Loading (FSO) Petrostar. Sebelum masuk ke

FSO Petrostar, produk propane dan butane terlebih dahulu masuk ke unit Fixed

Process Unit (FPU) untuk menstabilkan kembali produk yang telah berubah

sebagian menjadi gas sehingga aman saat di tampung di FSO.

2.5.3 Production Operation Departement

Production Operation Departement merupakan departemen yang

dipimpin oleh Production Superintendent yang bertugas melakukan proses

produksi minyak mentah dan gas bumi yang berasal North Jabung, dan South

Jabung. Umumnya minyak mentah diproduksikan dari South Jabung Field, dan

gas bumi umumnya diproduksikan dari North Jabung Field, dan kemudian

dikumpulkan di CPS yang berlokasi di North Geragai, Tanjung Jabung Timur.

Untuk Minyak Mentah, dan Betara Gas Plant yang berlokasi di Betara Tanjung

Jabung Barat.

Unit ini membawahi seluruh proses pengolahan minyak dan gas yang ada

di Blok Jabung. Tugas lainnya yaitu menjalankan proses pengolahan, memberikan

laporan produksi harian juga mengawasi setiap aliran yang masuk dari seluruh

field.

2.5.4 Administration Department

Administration Departement dipimpin oleh Field Administration

Superintendent. Departemen ini memiliki tugas utama yang sama pada semua
16

departemen administrasi lain yaitu mengurus seluruh masalah administrasi dari

tingkat blok atas hingga ke tingkat divisi, selain itu administration departement

juga mengurus segala macam pelatihan (training) ataupun praktek kerja beserta

segala administrasinya pada Blok Jabung ini. Untuk divisi Admin dan Personal,

Cost Control, Training Development, Community Development, IT (Information

Technology) & Communication, Accounting, Contract Admin, Camp Area serta

Land condemnation juga berada di bawah Administration Departement.

2.5.5 HEO and Construction Departement

Departemen yang dipimpin oleh HEO Contruction Superintendent ini

membawahi beberapa devisi, diantaranya Surveyor, Drilling Contruction,

Fabrication Shop, HEO Facilities, Civil Contruction. Departemen ini bertugas

untuk men-support semua departement yang membutuhkan alat berat untuk

menyelesaikan tugas lapangan, mengoperasikan alat alat berat dan

pengawasannya. Alat tersebut ada yang di sewa dan ada milik PetroChina

International Jabung Ltd. HEO juga mengawasi operasional mobil mobil kecil,

bertanggung jawab memperbaiki jalan, pelabuhan, jalan dan Well Pad.

2.5.5.1 Surveyor

Surveyor memiliki peranan dalam peninjauan lokasi-lokasi yang nantinya

akan menjadi lokasi pengeboran sumur. Surveyor bekerja sama dengan ahli

seismik yang telah mendapatkan lokasi yang berpotensi adanya minyak dan gas

bumi yang nantinya akan membuat SOR (Statement Of Requirement) yang

menjabarkan mengenai lokasi sumur yang akan di survey beserta nama sumur dan

titik koordinatnya (Easting (x) dan Northing (y)). Setelah mendapat SOR maka
17

tim surveyor akan melakukan tahapan survey dan menyusun lokasinya sesuai

prosedur yang diberikan oleh drilling construction.

2.5.5.2 Drilling Contruction

Drilling construction berperan untuk melanjutkan proses persiapan

pengeboran sumur yang mendapatkan data dari surveyor mengenai gambaran

lokasi yang akan dilakukan persiapan pengeboran. Jika semua persiapan telah

selesai, biasanya PetroChina International Jabung Ltd. Meng-kontrak pihak ke 2

dalam hal pengeboran sumur baru yang dibawah pengawasan oleh tim Drilling

construction.

2.5.5.3 Fabrication Shop

Fabrication Shop memiliki tugas dalam mempersiapan pipelines, sehingga

mereka akan membuat pipelines sesuai spesifikasi yang diminta.

2.5.5.4 HEO Facilities

HEO Facilities mengambil alih dalam men-support alat-alat berat yang

masuk dalam perngerjaan, baik dalam proyek pembuatan jalan, pembangunan

rumah/gedung, dan perataan tanah.

2.5.5.5 Civil Construction

Civil Construction bertugas dalam pengerjaan pembangunan-

pembangunan rumah, gedung, lemari, pebuatan jalan, dan jembatan. Dalam hal ini

Civil Construction di-support oleh HEO Facilities dalam hal mempersiapkan

transportasi untuk membawa barang dan alat yang diperlukan dalam proses

pembangunan.
18

2.5.6 Logistic Departement

Logistic Departement dipimpin oleh Logistic Superintendent. Departmen

ini mengelola barang-barang dan peralatan yang dibutuhkan perusahaan seperti

pengaturan barang masuk atau keluar hingga ke tangan konsumen menjadi

tanggung jawab departmen ini. Masuk keluarnya barang by system, terkecuali

adanya hal yang bersifat Emergency. Dalam departemen ini terdapat beberapa

jenis barang yang dikelola yaitu:

1. Barang Stok

Barang stok adalah barang yang di record berdasarkan kode barang

kemudian digudangkan dan tidak langsung di pakai. Contohnya: Pipe Drilling,

Tubing, Casing Rig dan sebagainya.

2. Barang Non stock

Barang non stok adalah barang yang tidak di record dan langsung dipakai

oleh user. Misalnya mesin las, generator dan sebagainya.

3. Barang Rental

Barang Rental adalah barang yang milik pihak lain yang digunakan untuk

kepentingan perusahaan dimana pembayaran dilakukan setelah pemakaian yang

sesuai dengan kontrak.

2.5.7 Health, Safety and Environment (HSE) Departement

Health , Safety and Environmet Departement merupakan departemen yang

dipimpin oleh HSE Superintendent. Departemen ini memiliki tugas melakukan

antisipasi maupun penanggulangan terhadap berbagai kemungkinan bahaya yang

menimpa karyawan, lingkungan maupun aset perusahaan secara umum. Kebijakan

kebijakan yang dikeluarkan oleh departemen ini mencakup siapapun yang akan
19

berhubungan dengan atau melakukan aktivitas didalam lingkup perusahaan.

Berbagai peralatan keselamatan dan personil-personil yang telah terlatih disebar

diberbagai area kerja. Untuk divisi Security dan Klinik Kesehatan juga berada di

bawah HSE Departement.

2.5.8 BGP (Betara Gas Plant) Operation Departement

Betara Gas Plant merupakan tempat pengolahan gas utama yang ada di

blok Jabung yang dipimpin oleh Betara Gas Plant Operation Superintendent.

Pada plant ini terdapat pengolahan gas hingga gas yang diproduksi benar-benar

bersih dan siap pakai. Gas yang ada di BGP, Hamilton Plant dan JT Plant inilah

yang akan dikirim ke Singapore Power melalui jalur pipa-pipa bawah laut.

2.5.9 Government and Public Reletion Departement

Departemen yang dipimpin Government and Public Relation Departement

Superintendent ini membawahi beberapa devisi diantaranya Public Relation, Land

Condemnation dan Formality. Departemen ini pada dasarnya bertugas dengan

segala pekerjaan yang berurusan dengan pemerintah ataupun dengan masyarakat

umum. Tujuan dari divisi ini adalah menciptakan, mempertahankan, dan

melindungi reputasi perusahaan, menampilkan citra citra yang mendukung

sehingga akan tercipta komunikasi yang baik antara perusahaan dengan

pemerintah atau masyarakat umum.

Land condemnation (pengadaan tanah) adalah setiap kegiatan

mendapatkan tanah untuk keperluan operasi minyak dan gas bumi dengan cara

memberikan ganti kerugian kepada yang berhak. Tujuannya adalah untuk

memenuhi kebutuhan tanah secara efektif, bertanggung jawab dan sesuai

ketentuan yang berlaku serta untuk mengantisipasi timbulnya permasalahan dalam


20

proses pengadaan tanah dipandang perlu adanya suatu pedoman yang dapat

dipakai sebagai acuan yang baku dalam pengadaan tanah bagi Badan Usaha Tetap

(BU/BTU) untuk keperluan operasi minyak dan gas bumi termasuk mitra

kerjanya.

2.5.10 Field Engineering Departement

Departemen yang dipimpin oleh Field Engineering Superintendent ini

membawahi beberapa section diantaranya Laboratory, Quality Control dan

Production Engineering. Di PetroChina Internasional Jabung Ltd terdapat dua

Laboratory yaitu, NGF Laboratory dan BGP Laboratory. Keduanya bekerja

untuk menganalisa sifat fisik dan sifat kimia dari fluida produksi. Namun, Daily

Work dari Laboratory tersebut adalah menganalisa watercut pada crude oil dan

menganalisa komposi gas untuk gas bumi.

2.5.11 Marine Departement

Departemen yang dipimpin oleh Marine Operation Superintendent ini

memonitor kelancaran operasional perusahaan di lepas pantai. Namun pada

Jabung blok, tidak ada sumur atau pengeboran sumur minyak di laut, departemen

ini hanya mengurus bagian penjualan hasil produksi melalui kapal tanker untuk

selanjutnya dibawa oleh pembeli.

2.6 Fasilitas penunjang di Petrochina International Jabung Ltd

1. Fasilitas Kesehatan : Klinik, Ambulance

2. Fasilitas Ibadah : Masjid

3. Fasilitas Olahraga : Tenis, Tenis Meja, Gym, Billiard, Badminton, Futsal,

Sepak Bola, Catur.

4. Fasilitas Penginapan : Geragai Base Camp dan Betara Base Camp


21

5. Fasilitas Konsumsi : Mess Hall

2.7 Deskripsi Proses Produksi

PetroChina International Jabung Ltd memiliki tiga production facilities

utama, yaitu:

1. Central Processing Station (CPS)

2. North Geragai Fractination (NGF)

3. Betara Gas Plant (BGP)

Ketiga fasilitas produksi ini mengolah hasil minyak dan atau gas bumi dari

wilayah North Geragai Field, Makmur Field, Gemah field, North Betara, North

East Betara Field, Ripah Field, South Betara Field, West Betara Field, dan South

West Betara Field.

2.7.1 Central Processing Station (CPS)

CPS merupakan Station tempat berkumpulnya minyak yang berasal dari

Gemah station, NEB, SWB, SB dan dari sumur-sumur minyak yang berada di

Geragai dan Makmur. Minyak dari Gemah station dialirkan melalui jalur pipa.

Minyak yang dikumpulkan di Station ini nantinya akan diolah, dimana akan

dipisahkan kandungan gas dan air yang terdapat dalam minyak. Station ini

merupakan Station utama untuk pemisahan dan pengolahan minyak. Station ini

memiliki tiga proses pengolahan, yaitu proses pengolahan minyak mentah, gas,

dan air.

2.7.1.1 Proses Pengolahan Crude Oil

Proses ini dimulai dari pengumpulan dan pemisahan fluida dari berbagai

sumur di Manifold. Dari Manifold, Fluida dipisahkan menjadi dua kategori, sumur

yang bertekanan tinggi dan sumur yang bertekanan rendah. Untuk sumur yang
22

bertekanan rendah akan mengalami pemisahan awal di 1st Stage Separator(150

Psi) antara minyak, gas, dan air. Khusus untuk fluida yang dihasilkan dari sumur-

sumur Makmur Field sebelum masuk 1st Stage Separator, fluida harus ditreatment

terlebih dahulu di Slug Catcher (gambar 2.3) yang berfungsi untuk memisahkan

padatan-padatan yang terproduksi bersama fluida tersebut misalnya pasir. Hal ini

dilakukan karena fluida dari Makmur field banyak mengandung pasir.

Gambar 2.3 Slug Catcher

Minyak dari Test Separator (150 Psi) dan 1st Stage Separator akan masuk

ke Heater (150F, 50 Psi) yang berfungsi untuk memanaskan minyak agar sistem

emulsi air-minyak dapat dipecah. Setelah keluar dari Heater minyak akan masuk

ke 2nd Stage Separator (47 Psi) untuk pemisahan lebih lanjut antara gas, minyak,

dan airnya. 2nd Stage Separator dapat dilihat pada gambar 2.4

Dari 2nd Stage Separator ini minyak yang sudah dipisahkan tadi dialirkan

ke Oil Storage Tank (95F) yang terdiri dari tiga unit dengan kapasitas masing-

masing 10.000 bbls, tetapi sebelum minyak dialirkan ke Oil Storage Tank (95F),

minyak ini di Treatment terlebih dahulu di Gas Boot untuk pemisahan lebih lanjut

terhadap gas-gas yang masih terlarut dalam minyak. Di Oil Storage Tank minyak

yang belum memenuhi syarat akan di recycle kembali ke Heater, tetapi jika sudah
23

memenuhi syarat maka bisa langsung dipompa dengan Shipping Pump melalui

Pipeline sepanjang 57.97 km ke FSO (Floating Storage Off Loading) Federal I

yang memiliki kapasitas 1.000.000 bbls.

Gambar 2.4 Second Stage Separator

2.7.1.2 Proses Pengolahan Gas

Proses pengolahan gas pada CPS ini sendiri yang bertekanan rendah yang

telah mengalami pemisahan di Separator kemudian dialirkan ke Compressor.

Untuk gas yang dihasilkan dari 2nd Stage Separator harus dikompresi terlebih

dahulu di Booster Compressor (CP-5000/5050) yang bertujuan untuk

meningkatkan tekanan gas dari outlet 2nd Stage Separator yaitu dari 39 Psi

sehingga sama dengan tekanan Outlet 1st Stage Separator yaitu 145 Psi, baru

digabung untuk dialirkan ke Suction Compresor (CP-5100/5200/5300/K-600).

Begitupula dengan gas yang berasal dari Test Separator yang bertekanan

145 psi, gas akan bergabung dengan gas yang berasal dari 1st Stage Separator dan

2ndStage Separator yang juga telah bertekanan 145 psi masuk ke Compressor

(CP-5100/5200/5300/K-600), gas yang telah masuk ke 1st Stage Compressor akan

naik tekanannya dari 145 psi menjadi 450 psi yang kemudian akan dialirkan ke

Hamilton Plant. Setelah diproses, gas selanjutnya dikirim ke Betara Gas Metering
24

System dalam bentuk Dry Gas, Metane (C1) dan Etane (C2) dan langsung dikirim

ke Singapura melalui Pipe Line PGN.

Sebagian gas lagi dikirim ke Hamilton Plant untuk pengolahan lebih

lanjut. Gas yang dihasilkan juga digunakan untuk pengangkatan buatan yaitu Gas

lift melalui 2nd Discharge Compressor (CP-5100/5200/5300/K-600) yang

memiliki tekanan 1.100 Psi.

Terkadang kondisi mengharuskan plant untuk berhenti berkerja (Shut

Down) karena adanya suatu masalah, untuk itu produksi gas atau oil harus

dialirkan ke sistem flare untuk dilakukan pembakaran. Pembakaran ini dilakukan

dengan tujuan agar gas dan minyak tidak menyebar ke lingkungan sekitar yang

bisa berakibat fatal. Sistem Flare ini terdiri dari dua saluran, yang pertama yaitu

Low Pressure Flare yang berasal dari Gas Boot dan yang kedua High Pressure

Flare yang berasal dari Separator.

2.7.1.3 Proses Pengolahan Air

Air yang sudah terpisah dari minyak dan gas di 1st Stage Separator, 2nd

Stage Separator, dan Test Separator, akan disalurkan ke Production Water Skim

Tank (TK-121) dengan kapasitas 10.000 bbls. Kemudian dengan Feed Pump 121

A/B/C, air yang masih mengandung minyak dialirkan ke Media Filter untuk

disaring, di dalam Media Filter terdapat media penyaring yang disebut Walnut.

Air yang masuk akan melewatinya, sehingga kotoran dari air akan terpisah. Air

yang keluar dari Media Filter akan masuk ke Production Storage Tank (TK-126)

yang berkapasitas 10.000 bbl, selanjutnya air akan pompakan dengan pompa

Charge Pump (Booster Pump) yang bertujuan untuk membatu Reda Pump,

setelah itu akan dipompa oleh Reda Pump kedalam sumur injeksi yang bertujuan
25

untuk mempertahankan tekanan formasi (pressure maintenance) dan sisanya di

alirkan ke Disposal Well. Sedangkan minyak yang tersaring oleh media filter akan

dikirim ke Disposal Pit untuk diproses kembali. Pada proses regenerasi media

filter, impurities yang ter-regenerasi tidak dapat langsung di drain ke disposal

well dikarenakan tidak memenuhi standar dari BLKH, maka akan diolah di unit

pengolahan limbah Waste Water Treatment Facilities (WWTF).

2.7.2 Natural Gas Liquid (NGL) Plant

2.7.2.1 Hamilton Plant

Fasilitas NGL Plant di PetroChina International Jabung Ltd didesain untuk

memisahkan C1, C2 dan C3+ dari gas yang berasal dari CPS. Sales Gas (C1 dan

C2) yang telah dipisahkan langsung di kirim ke PGN/TGI untuk dijual, dan

sebagian kecil digunakan untuk Fuel Gas dan Gas Blanket. Adapun maksud gas

blanket ini ialah untuk mengatur tekanan didalam tanki agar tidak terjadi vakum.

Begitu pula Sales Gas yang berasal dari BGP. Sedangkan C3+ masuk ke NGL

Sphere Tank yang nantinya akan diproses di North Geragai Fractionation Plant.

Simplified Flow Diagram Hamilton Plant dapat dilihat pada gambar 2.5.

2.7.2.1.1 Hot Oil System

Hot Oil System adalah sebuah sistem tertutup yang didesain untuk

menyuplai panas pada Reboiler dan Rekonsentrator di dalam fasilitas proses ini.

Transfer panas dengan minyak (Lube Oil jenis Thermia B) dari sistem pemanas ini

dipompakan dengan menggunakan Hot Oil Pump, menuju hot oil heater dimana

suhu minyak (Lube Oil jenis Thermia B) yang mengalir dari fasilitas proses

dipanaskan hingga sekitar 400 0F.


26

PROPANE
REFRIGERATION

CHILLING
SALES
INLET & DE-ETHANIZER GAS
SEPARATOR

HILLHILL CHILL
GLYCOL NGL STORAGE
HOT OIL
DRYER NGF PLANT
SYSTEM

Gambar 2.5 Simplified Flow Diagram Hamilton Plant

2.7.2.1.2 Refrigeration System

Pendingin (Refrigerant) yang merupakan media pendinginan yang

menggunakan Propane produk. Proses pembuatan produk ini di peroleh dari

Propane Storage dialirkan ke Vessel atau tanki penampung yang kemudian di

alirkan ke Exchanger (Chiller) System ini didesain untuk beroperasi pada suhu 2
0
atau 5 F. Yang akhirnya masuk ke Suction Refrigerant Compressor, melalui

tiga bagian proses alat di kompresor (stage). Setelah itu di alirkan masuk ke

Refrigerant Condenser yang bertujuan untuk merubah vapour atau gas menjadi

liquid agar lebih mudah masuk kembali ke Vessel atau tangki penampungan.

Begitulah sirkulasi media pendinginan (Refrigerant). Penggunaan media produk

Refrigerant ini bertujuan untuk menghindari kompresor beroperasi keadaan

kosong.

2.7.2.1.3 Glycol System

Sistem dehidrasi gas menghilangkan uap air dari aliran gas pada

temperatur terendah. dimana air mulai terkondensasi dari aliran. Temperatur ini
27

disebut Dew Point. Untuk menghilangkan uap air dalam Feed Gas, diinjeksikan

Chemical Glycol sebelum memasuki Gas To Gas Exchanger.

2.7.3 Betara Gas Plant (BGP)

BGP dapat dilihat dari gambar 2.6 merupakan tempat proses gas yang

berasal dari kawasan North Jabung menjadi produk Sales Gas dan NGL. Gas yang

memiliki tekanan yang kurang dari 500 psi berasal dari sumur gas Gemah, sumur

gas North East Betara, Gemah GRF (Gas Recovery Fasility), dan North East

Betara GRF (Gas Recovery Fasility), akan masuk ke dalam Low Pressure Slug

Catcher untuk memisahkan gas dari liquid, liquid yang terpisah akan masuk ke

dalam inlet separator dan akan dipisahkan lagi dari gas-gas yang ikut masuk ke

dalam Inlet Separator. Sedangkan gas yang berasal dari Low Pressure Slug

Catcher akan masuk ke dalam KO Drum untuk dipisahkan lagi Liquid yang

terbawa oleh gas tersebut. Liquid akan masuk ke Inlet Separator dan gas akan

masuk ke Compressor untuk dinaikkan tekanannya menjadi lebih dari 700 psi.

Begitu pula dengan sumur sumur gas yang bertekanan tinggi lebih dari 700 psi,

yang berasal dari North East Betara. Gas yang terproduksi akan masuk ke dalam

High Pressure Slug Catcher yang akan memisahkan gas dengan Liquid, kemudian

Liquid akan masuk ke dalam Inlet Separator yang bergabung dengan Liquid yang

berasal dari Low Pressure Slug Catcher dan KO Drum. Sedangkan gas akan

masuk ke proses Pretreatment. Inlet Separator memiliki pemisahan tiga fasa, gas,

minyak, dan air. Liquid yang dipisahkan di Inlet Separator akan masuk ke

Condensate Stripper untuk dipisahkan lagi gas yang masih ikut yang masih ikut

tercampur, liquid dari Condensate Stripper akan dikirim langsung ke NGL


28

Storage dengan komposisi C3+ dari Propane, Butane untuk dikirim atau

dipompakan ke Geragai. Air yang berasal dari Inlet Separator akan dialirkan ke

Water Tank. Sementara itu gas yang dipisahkan disini akan dialirkan bersama gas

yang berasal dari inlet Separator menuju ke KO Drum. Gas yang telah melewati

KO Drum selanjutnya masuk ke Compressor untuk dinaikkan tekanannya.

Sedangkan Liquid kembali masuk ke Inlet Separator untuk dipisahkan lagi.

Setelah itu gas akan terkumpul di After KO Drum yang kemudian gas akan

bercampur dengan gas yang berasal dari pemisahan Low Pressure dan High

Pressure Slug Catcher menuju proses pretreatment.

Pretreatment merupakan proses pendinginan yang menandakan bahwa

sedang terjadi pemisahan fraksi-fraksi C1, C2, dengan C3+ .produk C3+ akan

terpisah dan masuk ke Condensate Stipper yang akan di proses kembali, produk

NGL akan dikirim ke NGL Storage. Produk C1 dan C2 dari pretreatment akan

diproses masuk ke membranes. Membranes merupakan proses untuk mengurangi

kadar gas CO2 yang tercampur di dalam C1 dan C2 . Karena CO2 merupakan zat

pengotor yang akan mengurangi kualitas dari produk C1 dan C2. CO2 yang masih

terkandung pada proses Membranes kurang lebih sekitar 14%, CO2 yang sudah

terpisah akan masuk ke dalam Thermal Oxidizer untuk dibakar di dalam Oxidizer.

C1 dan C2 yang meleweati membranes akan di proses lagi ke Amine Contractor.

Amine Contractor berfungsi untuk menghilangkan kandungan CO2 yang masih

terkandung didalam C1 dan C2 sehingga menjadi kurang dari 5% sesuai dengan

permintaan konsumen. CO2 dihilangkan dengan menggunakan chemical berupa

Amine. Amine berfungsi untuk mengikat CO2, CO2 akan dialirkan ke Thermal

Oxidizer.
29

Gambar 2.6 Betara Gas Plant (BGP)

Selanjutnya C1 dan C2 akan diproses ke Dehydration. Dehydration

berfungsi untuk menghilangkan air yang masih terkandung di dalam C1 dan C2.

Kemudian C1 dan C2 akan dilanjutkan ke Turbo Expander untuk menurunkan

temperatur dan akan diteruskan menuju ke Low Temperature Separation. Low

Temperature Separation kembali memisahkan C3+ yang masih terbawa dan

dialirkan ke Deethanizer. Deethanizer adalah Vessel atau Tower yang mempunyai

dua produk. Dimana Top Product adalah Ethane sedangakan Bottom Product

adalah C3+.Bottom product masuk ke Preheather Iinlet Separator untuk memanasi

atau adanya pertukaran panas dan ke NGL storage. Gas yang berasal dari Low

Temperature Separation akan dikompres di sales gas Compressor untuk diproses

menjadi C1 dan C2 yang murni (Sales Gas) yang sudah mencapai spesifikasi yang

telah ditentukan sesuai dengan pemasaran produk tersebut.

Produk berupa Dry Gas mengalir melalui Sales Gas Metering untuk

dilakukan pengukuran jumlah gas yang di transportasikan. Gas tersebut


30

dipasarkan untuk konsumen di Singapura dengan pendistribusian melalui jalur

PGN. Selain itu gas yang berasal dari Compressor dialirkan ke Fuel Gas System.
BAB III

TINJAUAN KHUSUS

3.1 North Geragai Fractination (NGF) Plant

Feed yang digunakan pada proses pemisahan gas pada NGF Plant berasal

dari NGL Plant (Hamilton Plant dan JT Plant) sekitar 2000 bbls dan dari BGP

sekitar 24.000 bbls, jadi seluruh feed yang masuk ke NGF Plant adalah sekitar

26.000 bbls. Feed tersebut masih mengandung rantai hidro karbon berupa C3, C4,

C5, C6 dan C7+ beserta impurities-nya. Feed tersebut ditampung di NGL Storage

Tank (V-131A/B), untuk selanjutnya dipisahkan antara Propane, Butane dan

Condensate. Simplified Flow Diagram NGF dapat dilihat pada Lampiran 2

Simplified Flow Diagram NGF. NGL Storage Tank (V-131A/B) dapat dilihat

pada gambar 3.1

Gambar 3.1 NGL Storage Tank

30
31

Dari NGL Storage Tank Feed akan dipompa dengan NGL Feed Pump (P-

101A/B/C) ke Condensate Exchanger (E-102A/B), gunanya untuk menaikkan

temperatur feed dengan memanfaatkan panas dari condensate. NGL Feed Pump

pada gambar 3.2

Gambar 3.2 NGL Feed Pump

Selanjutnya Feed yang masuk ke Depropanizer Tower (C-101) pada

gambar 3.3 akan mengalami proses pemisahan fraksi ringan yaitu pada overhead

produk propane (C3H8) dan fraksi berat pada bottom butane (C4H10).

Depropanizer Tower merupakan sebuah Reflux Tower atau tempat aliran

balik yang di desain untuk dapat menghasilkan produk akhir Propane dengan

tingkat kemurnian 96%Vol.


32

Gambar 3.3 Depropanizer Tower

Tower ini dijaga oleh sistem pendingin dan pemanas yaitu Condenser (E-102)

dan dua buah Reboiler (E-103A/B) pada bagian bawah. Propane yang keluar dari

Depropanizer Tower akan masuk ke Condenser yang memiliki 16 buah fan untuk

mendinginkan tube yang dilewati Propane, sehingga akan terjadi penurunan suhu
33

dan peruubahan fasa. Kemudian Propane dari Condenser mengalir ke Refluks

Accumulator (V-201). Sebagian Propane akan dipompa menuju Propane Treater

(V-202) pada gambar 3.4, sebagiannya lagi akan dipompakan kembali sebagai

Reflux ke bagian atas Column Depropanizer Tower, gunanya untuk menjaga

temperatur di tower agar yang menguap naik ke atas benar-benar murni Propane.

Gambar 3.4 Propane Treater

Propane dilewatkan pada Propane Dehydration System agar Propane yang

dihasilkan benar-benar kering dan tidak mengandung kandungan air, lalu

dilewatkan pada Propane Treater gunanya untuk memisahkan partikel partikel

yang masih terdapat didalam Propane, seperti kandungan merkuri. Sulfur, dan
34

impiurities lainnya. Media yang digunakan adalah katalis yang disusun acak

didalam Propane Treater. Selanjutnya Propane dipompa ke tangki penyimpanan

Propane Sphere Tank (V-203). Propane Sphere Tank dapat dilihat pada gambar

3.5.

Gambar 3.5 Propane Sphere Tank

Butane dan fraksi yang lebih berat lainnya adalah Bottom Product dari

Depropanizer Tower dan akan masuk ke Debutanizer Tower (C-102) gambar 3.6,

produk atasnya akan masuk ke Debutanizer Condenser (E-105) yang memiliki 12

fan untuk mendinginkan Butane yang lewat Condenser, sehingga terjadi


35

penurunan suhu, dari Condenser Propane akan dialirkan ke Debutanizer Reflux

Accumulator.

Gambar 3.6 Debutanizer Tower

Sebagian Butane akan masuk kembali ke Debutanizer Tower sedangkan

untuk menghilangkan partikel partikel dari Butane, maka Butane harus masuk

ke Butane Treater terlebih dahulu, baru kemudian dipompa lagi ke Butane

Storage Bullet (V-320/330/340/350/360/370/380/390/400) (Gambar 3.7).

Fraksi yang lebih berat dari Butane akan keluar dari Debutanizer Tower

menuju NGL Feed/Condensate Exchanger untuk didinginkan, hingga

temperaturnya turun. Dari Condensate Exchanger, Condensate akan masuk ke

Condensate Cooler yang memiliki 2 fan sebagai media pendingin, selanjutnya


36

Gambar 3.7 Butane Storage Tank

Condensate akan dialirkan ke tangki penyimpanan Condensate yang

berkapasitas 10.000 bbls di CPS (Central Processing Station).


37

3.2 Produk dan Spesifikasinya

Produk dan spesifikasi yang dihasilkan dari NGF, yaitu :

1. Propane

Propane yang dihasilkan dari proses pemisahan pada NGF, dikirim

melalui jalur pipa ke Floating Storage Off Loading (FSO) Petrostar.

Untuk spesifikasi produk propane dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1 Certificate Of Quality Propane


Sumber : Field Engineering Laboratory Petrochina International Jabung Ltd tahun 2016
38

2. Butane

Butane yang dihasilkan dari proses pemisahan pada NGF, dikirim melalui

jalur pipa ke Floating Storage Off Loading (FSO) Petrostar.

Untuk spesifikasi produk butane dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.2 Certificate Of Quality Butane


Sumber : Field Engineering Laboratory Petrochina International Jabung Ltd tahun 2016
39

3. Condensate

Condensate yang dihasilkan dari proses pemisahan pada NGF, dikirim

melalui jalur pipa ke Floating Storage Off Loading (FSO) Petrostar.

Untuk spesifikasi produk butane dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.3 Certificate Of Quality Condensate


Sumber : Field Engineering Laboratory Petrochina International Jabung Ltd tahun 2016

3.3 Fasilitas Safety yang Terdapat pada NGF Plant

Fasilitas safety yang terdapat pada NGF Plant, antara lain :

1. Emergency Shutdown System (ESD)

Sistim ESD selalu dipasang dan berguna apabila proses fasilitas produksi

baik proses didarat ataupun anjungan minyak dilepas pantai mengalami situasi

darurat.
40

ESD sistem adalah sebuah sistem untuk mematikan sistem produksi

hydrokarbon dengan menarik tombol, dengan ditariknya tombol ESD bekerja

secara tekanan angin (pneumatic) dan menutup semua valve yang dioperasikan

dan mematikan seluruh sistem produksi baik itu anjungan lepas pantai ataupun

proses fasilitas produksi didarat termasuk pemutusan listrik ke Reda Pump untuk

beberapa field yang menggunakan sumersible pump, ESD sistem harus dapat

dioperasikan setiap saat baik dalam kondisi pengeboran/ service ulang sumur atau

dalam kondisi normal produksi.

2. Pressure Safety Valve (PSV)

PSV atau juga Pressure Safety Valve adalah sebuah peralatan yang berfungsi

sebagai mana terminologi dari arti kata katanya adalah sebagai alat pengaman dari

bahaya tekanan dari dalam. Sehingga akan secata otomatis PSV membuang

tekanan yang melebihi kapasitas dari suatu alat/unit di plant dan yang perlu

ditekankan disini adalah tekanan dari dalam, karena tidak bisa menahan tekanan

dari luar.

3. Hydrant System

Hydrant system adalah suatu system yang dioperasikan secara manual oleh

manusia. Media pemadamnya menggunakan air. Disepanjang instalasi pemipaan

mengandung air bertekanan sampai pada titik Hydrant Valve, Hose reel, Hydrant

Pillar atau perangkat lainnya.

4. APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

APAR adalah Alat pemadaman yang digunakan / dioperasikan secara

manual dan langsung diarahkan pada posisi dimana api berada. APAR dikenal

sebagai alat pemadam api portable yang mudah dibawa, cepat dan tepat di dalam
41

penggunaan untuk awal kebakaran, selain itu karena bentuknya yang portable dan

ringan sehingga mudah mendekati daerah kebakaran. Dikarenakan fungsinya

untuk penanganan dini, peletakan APAR pun harus ditempatkan di tempat-tempat

tertentu sehingga memudahkan didalam penggunaannya.


42

3.4. Daftar Peralatan Utama di (NGF) Plant

No Kode Item Nama Item Fungsi Spesifikasi


1 770-V-131A/B Storage Sphere Penampungan Size 16250 mm ID
NGL dari BGP
dan Hamilton
plant

2 770-P- NGL Liquid Feed Untuk Capacity 605 USgpm


101A/B/C Pump mengalirkan Dicharge 306.6 Psig
NGL ke NGL Pressure
Feed/Condensat Absorbed 167 hp
e Exchanger Power
3 710-E-101A/B NGL Menaikkan suhu Duty 23.4
Feed/Condensate NGL feed MMBtu/h
Exchanger dengan Press. Shell 472 Psig
pertukaran Temp. Shell 207 F
panas antara Oper. 300
NGL feed dan Press/Temp Psig/87 F
Condensate Press. Tube 420 Psig
Temp. Tube 328 F
Oper. 79 Psig/
Press/Temp 292 F
4 710-C-101 Depropaniser Fraksinasi yang ID x TT 3000/3800 x
memisahkan 40219 mm
antara C3 dan Pressure 275 Psig
C4 Temp./Min 331/24 F
Oper. 250 Psig/
Press/Temp 295 F
5 710-E-103A/B Depropaniser Memanaskan Duty 73.4
Reboilers kembali feed MMBtu/h
yang berada Press. Shell 275 Psig
pada bottom Temp. Shell 331 F
Depropaniser Oper. 250
Press/Temp Psig/295 F
Press. Tube 245 Psig
Temp. Tube 464 F
Oper. 94
Press/Temp Psig/428 F
6 710-E-102 Depropaniser Menurunkan Type Forced Draft
Condenser suhu dan Duty 52.6
merubah fasa MMBtu/h
menjadi cair dari Pressure 275 Psig
overhead Temperatur 331 F
product Oper. 243
depropaniser Press/Temp Psig/124.5 F
(C3)
43

7 710-V-201 Depropaniser Menampung ID x TT 2750 x 7150


Reflux Drum propane yang mm
telah di Pressure 275 Psig
kondensasikan Temperatur 161F
Oper. 240 Psig/
Press/Temp 121.2 F
8 710-P-101A/B Depropaniser Mengalirkan Capacity 1904 Usgpm
Reflux Pumps refluk sebagian Dicharge 290.5 psig
ke depropaniser Pressure
tower dan ke Adsorbed 69.4 hp
Propane Treater Power
9. 710-C-102 Debutaniser Fraksinasi yang ID x TT 2600 x 40000
memisahkan Mm
antara C4 dan Pressure 94.3-fv psig
C5 Temperatur 328/60 F
Oper . 72 psig
Press/Temp 292 F
10. 710-E-106 Debutaniser Duty 27.1 mmBtu/h
reboiler Memanaskan Press. Shell 94.3 psig
kembali feed Temp. Shell 328/60 F
yang berada Oper. 79 psig /
pada bottom Press/Temp 292 F
Debutaniser Press. Tube 110 psig
Temp. Tube 464/32 F
Oper. 94 psig /
Press/Temp 428 F
11. 710-V-203 Debutaniser Menampung ID x TT 2350 x 5350
Reflux Drum butane yang mm
telah di Pressure 94.3 FV psig
kondensasikan Temperatur 165 F
Oper . 68 psig /
Press/Temp 120.4 F
12. 710-E-105 Debutaniser Menurunkan Type Forced Draft
Condenser suhu dan Duty 39.8 mmBtu/h
merubah fasa Pressure 94.3-FV psig
menjadi cair dari Temperatur 328 F
overhead Oper. 75 psig /
product Press/Temp 129 F
debutaniser
(C4)
13. 710-P-102 A/B Debutaniser Mengalirkan Capacity 2 x 1044
Reflux Pumps refluk sebagian each Usgpm
ke debutaniser Disch.Press 139.8 psig
tower dan ke Adsorbed 53.8 hp
butane treater Power
44

14. 710-V-202 Propane Treater Mengurangi ID x TT 2400 x 9400


partikel mm
partikel Pressure 331 psig
impurities dalam Temperatur 161 / 73 F
propane seperti Oper . 290 psig /
sulfur, merkuri, Press/Temp 121 F
dan impurities
lainnya
15. 710-v-204 Butane Treater Mengurangi ID x TT 1600 x 4000
partikel mm
partikel Pressure 159 psig
impurities dalam Temperatur 161 / 73 F
butane seperti Oper . 139 psig /
sulfur, merkuri, Press/Temp 120 F
dan impurities
lainnya
16. 710-F-101 A/B Propane Dryer Menyaring ID x TT 584.2 x 1600
Prefilter partikel mm
partikel yang Pressure 410 psig
terbawa oleh Temperatur 212/-42 F
propane Oper. 291 psig
Press/Temp /121 F
17. 710-V-205 Propane Dryer Menyerap ID x TT 1550 x 2500
A/B/C Adsorber moisture yang mm
terbawa oleh Pressure 410 psig
propane Temperatur 486/-42 F
Oper. 286 psig /
Press/Temp 121 F
18. 710-F-102 A/B Propane Dryer Menyaring ID x TT 584.2 x 1600
Product Filter partikel yang mm
terbawa oleh Pressure 410 psig
propane dari Temperatur 212/-42 F
molsive Oper. 281 psig /
Press/Temp 121 F
19. 710-P-103 A/B Propane Dryer Mengalirkan Capacity 35 Usgpm
Regeneration propane ke Each
Pump media pemanas Discharge 304.4 psig
press
Instaled 5 HP
power
20. 710-E-107 Propane Dryer Menaikkan suhu Duty 0.76
Vaporizer propane heating mmBtu/hr
Press. Shell 410 psig
Temp. Shell 486/-42 F
Oper. 121/146 F
Press/Temp
Press. Tube 316 psig
Temp. Tube 464/32 F
Oper. P/T 428/337 F
45

21. 710-E-108 Propane Dryer Menaikkan suhu Duty 0.63


Superheater propane heating mmBtu/hr
Press. Shell 410 psig
Temp. Shell 486/-42 F
Oper. 146/325 F
Press/Temp
Press. Tube 316 psig
Temp. Tube 464/32 F
Oper. 428/338 F
Press/Temp
22. 710-HE-101 Propane Dryer Menaikkan suhu Duty 0.36
Electric Heater propane heating mmBtu/hr
108 kv
Pressure 410 psig
Temperatur 572/-42 F
Oper. 325/428 F
Press/Temp
23. 710-E-109 Propane Dryer Mengkondensasi Type Forced Draft
Condenser kan propane Duty 1.71
heating mmBtu/hr
Pressure 410 psig
Temperatur 486-42 F
Oper. 392/113 F
Press/Temp
24. 710-V-206 Propane Dryer Memisahkan ID x TT 482.6 x 2500
Coalescer propane yang mm
digunakan untuk Pressure 410 psig
regenerasi dari Temperatur 212/-42 F
ai Oper. 289/113
Press/Temp psig/F
25. 770-P-103 Propane Pipeline Mentransfer Capacity 338 USpgm
A/B/C Pumps propane produk Disch. 458 psig
ke FPU unit Press
Adsorbed 93.3 hp
Power
26. 710-T-101 Condensate Penampungan ID x TT 13750 x
Storage Tank condensate 11000 mm
produk Nominal/ca 1630 / 10000
pacity /barrels
Pressure 1 psig
Temperatur 200/0 F
Oper. 4 OZ/ in
Press/Temp /120
46

27. 770-V-203 Propane Storage Penampungan ID 9600 mm


Sphere propane product Nominal/ca 460/2830
pacity /barrels
Pressure 300 psig
Temperatur 200 F
Oper. 250 psig /
Press/Temp 126 F
28. 770-V-104 A/B Butane pipeline Mentransfer Capacity 379.2 USgpm
Pumps butane produk Discharge 518.4 psig
ke FPU unit press
Adsorb 149 hp
Power
29. 770-VL-102 Butane Pipeline Sebagai pig OD x OAL 219 x 2450
Launcher awal pengiriman mm
butane
Temperatur 200 F / 1350
psig
Oper. 470 psig /
Press/Temp 120 F
30. 770-VL-101 Propane Pipeline Sebagai pig OD x OAL 273 / 2450
Launcher awal pengiriman mm
butane Temperatur 200 F
Oper. 458 psig /
Press/Temp 121 F
31. 770-VR-101 NGL Pipeline Sebagai pig OD x OAL 273/2450 mm
Reciver awal Temperatur 200 F
penerimaan Oper. 120 psig /
NGL Press/Temp 100 F
32. 790-GTC-101 Gas Turbin Pembangkit Rating 4.5 mw
A/B Generator tenaga listrik
33 790-T-102 Diesel tank fuel Untuk Dimension 1800 x 1800 x
storage menanpung 1500 mm
diesel fuel. capacity 1020 USgalon
Temperatur 150 F
Oper. Amb/Atm
Press/Temp
34 790-DEG-101 Gas Generator Pembangkit Rating 591 kw
tenaga listrik
35 795-P-101 Hot Oil Make Mengalirkan Capacity 10 USgpm
Up Pump feed sebagai Discharge 52.8 psig
media hot oil press
Adsorb 3 hp
Power
36 795-V-202 Hot Oil Untuk ID x TT 1650 x 4550
Exspasion Vessel menstabilkan Pressure 44 psig
hot oil yang ter- Temperatur 464 F
uapkan. Oper. 6/315 F
Press/Temp
47

37 795-V-204 A/B Additional Hot Sebagai ID x TT 736 x 800


Oil Expansion penampung Pressure 44 psig
Vessel sementara hot Temperatur 464 F
oil yang akan
dialirkan ke
heater
Oper. 6/315 F
Press/Temp
38 795-P-102 Hot Oil Mensirkulasi Capacity 3 x 2095
A/B/C Circulation Pump aliran hot oil ke USgpm
unit yang Discharge 148 psig
membutuhkan press
Adsorb 190 hp
Power
39 795-P-104 Emergency Hot Sebagai pompa Capacity 620 USgpm
Oil Pump yang digunakan Discharge 33.1 psig
pada keadaan press
darurat pada hot Adsorb 3.53 hp
oil pump Power
40 795-F-101 Hot Oil Filter Sebagai OD x TT 610 x 1443
penyaringan
partikel yang Pressure 136 psig
terbawa oleh hot
oil Temperatur 464/0 F
41 795-PK-101 A- Hot Oil heater Dapur pemanas Duty 50.2
B hot oil yang MMBtu/h
akan disalurkan Pressure 191 psig
ke unit yang Temperatur 464 F
memerlukannya Oper. 109 psig
Press/Temp /428 F
42 795-V-203 HP Flare Ko Berperan untuk ID x TT 3000 x 7500
Drum penampungan mm
sementara gas Pressure 125 psig
buang yang Temperatur 200/5.2 F
berasal dari Oper. 25 psig /
semua unit di Press/Temp 124 F
NGF dan NGL
43 795-P-103 A/B Hp Flare ko Digunakan Capacity 58 Usgpm
Drum Pumps untuk men-drain Disch press 36 psig
liquid gas yang Adsorbed 2.6 hp
ada pada HP Power
flare KO drum
48

44 795-V-201 Fuel Gas Menyerap uap OD x T/FF 600 x 1550


Scrubber air dengan cara mm
menggabungkan
molekul air yang Pressure 500 psig
kecil menjadi
besar dan
tertampung pada Temperatur 150/-18 F
bottom scrubber
45 795-UH-101 Fuel Gas Untuk Duty 0.4156
Superheater memanaskan MMBtu/hr
gas sebelum 42.67 kw
masuk ke GTG Pressure 500 psig
Temperatur 150/-18 F
Oper. Press 310 psig
Oper. Temp 1 61/ F
46 795-PK-106 Air Compressor Untuk Capacity 517 scfm
Packages mengkompres Disch press 120 psig
udara sebagai Power 95 kw
air instrument
47 795-PK-104 Air Dryer Untuk Capacity 590 scfm
A/B Package mengeringkan
udara dari
48 795-F-102 Instrumen Air Menyerap Filtration 1 micron
A/B/C/D Pre-Filter partikel air dan Size
partikel padatan
lainnya
49 795-F-103 Instrumen Air Menyerap Filtration 0.01 micron
A/B/C/D Post-Filter partikel air dan Size
partikel padatan
lainnya
50. 795-V-207 Instrument Air Tempat ID x TT 2340 x 6000
Reciever penampungan mm
air instrument Pressure 160 psig
yang akan Temperatur 180 F
didistribusikan Oper. Press 80 120 psig
Oper. Temp 110 F
BAB IV

PENUTUP

Dari Praktek Kerja Lapangan yang telah di laksanakan, maka dapat disimpulkan :

1. Produk-produk yang dihasilkan PetroChina International Jabung Ltd

adalah minyak mentah, Sales Gas (C1 dan C2), Propane (C3), Butane (C4),

dan Condensate.

2. Terdapat tiga Operation Production Facilities utama di PetroChina

International Jabung Ltd, yaitu Central Processing Station (CPS), North

Geragai Fractination (NGF) dan Betara Gas Plant (BGP).

3. Terdapat beberapa peralatan utama yang di lengkapi dengan proses kontrol

dan instrumentasi di PetroChina International Jabung Ltd, antara lain

Separator, Deethanizer, Depropanizer, Debutanizer, serta peralatan

pendukungnya antara lain, Heat Exchanger, Gas Boot, Knock Out Drum,

Compressor, dll.

4. NGF Plant memisahkan feed yang berupa NGL yang berasal dari

Hamilton dan BGP Plant menjadi Propane (C3), Butane (C4), dan

Condensate yang di kirim ke FPU Petrostar.

5. Penerapan manajemen K3 di PetroChina International Jabung Ltd sangat

baik, dimana dalam pelaksanaannya karyawan maupun visitor telah diberi

materi Safety Induction sebagai pedoman kesehatan dan keselamatan kerja

maupun dalam penerapannya di lapangan.

49
DAFTAR PUSAKA

PetroChina International Jabung Ltd dan PT. Chiyoda Intenational Indonesia.


Process Data Sheet NGF Plant Rev. 5. 2007.
PetroChina International Jabung Ltd. Filosofi Central Processing Station. 2016
PetroChina. (2016). About PetroChina International Ltd. Diakses dari:
html://www.petrochina.co.id/.
PetroChina International Jabung Ltd. Filosofi Gemah, NEB, & SWB Station.
2016

v
LAMPIRAN

Lampiran 1. Jabung Operation Overview


Lampiran 2. NGF Simplified Flow Diagram
Lampiran 3. CPS Simplified Flow Diagram