Anda di halaman 1dari 74

UTAMAKAN KESELAMATAN

DAN KESEHATAN KERJA

CHECKLIST
PEMERIKSAAN PENGUJIAN K3 LISTRIK

Dikeluarkan oleh :

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
KATA PENGANTAR

Buku ini merupakan buku yang memuat panduan bagi Pegawai Pengawas Spesialis
K3 Listrik dalam melakukan fungsi pengawasan melalui pemeriksaan dan pengujian objek
pengawasan K3 listrik. Checklist yang ada dalam buku ini secara garis besar terdiri atas
checklist pemeriksaan dan pengujian awal serta checklist pemeriksaan dan pengujian
berkala.

Semoga buku ini dapat segera beredar di kalangan Pegawai Pengawas Spesialis K3
Listrik dalam menjalankan fungsi pengawasan yang lebih efektif dan komprehensif.

Kasubdit Pengawasan Norma K3


Konstruksi Bangunan, Instalasi Listrik dan
Penanggulangan Kebakaran

Ganjar Budiarto, ST
NIP. 160 021 572
DAFTAR ISI

1. Pemeriksaan Umum K3 Instalasi Listrik, Penyalur Petir dan Lift


2. Bentuk L.01 : Pemeriksaan dan Pengujian Unit Power Generator
3. Bentuk L.02 : Pemeriksaan dan Pengujian Unit Power Transformer
4. Bentuk L.03 : Pemeriksaan dan Pengujian Switchgear
5. Bentuk L.04 : Pemeriksaan dan Pengujian Motor Control Center
(MCC)
6. Bentuk L.01-B : Pemeriksaan dan Pengujian Berkala Unit Power
Generator
7. Bentuk L.02-B : Pemeriksaan dan Pengujian Berkala Unit Power
Transformer
8. Bentuk L.03-B : Pemeriksaan dan Pengujian Berkala Switchgear
9. Bentuk L.04-B : Pemeriksaan dan Pengujian Berkala Motor Control
Center (MCC)
10. Bentuk LF.01 : Panduan Pemeriksaan dan Pengujian Awal Eskalator dan
Lantai Jalan
11. Bentuk LF.01-B : Panduan Pemeriksaan dan Pengujian Berkala Eskalator
dan Lantai Jalan
12. Bentuk LF.01-K : Panduan Pemeriksaan dan Pengujian Khusus Eskalator
dan Lantai Jalan
13. Bentuk LF.02-K : Panduan Pemeriksaan dan Pengujian Khusus Resistans
Isolasi
PEMERIKSAAN UMUM PENERAPAN K3
INSTALASI LISTRIK, INSTALASI PENYALUR
PETIR DAN LIFT

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
PEMERIKSAAN UMUM PENERAPAN K3 INSTALASI LISTRIK,
PENYALUR PETIR DAN LIFT

A. PROSES/PROSEDUR
1. Mempersiapkan berkas/dokumen yang berkaitan dengan penerapan K3 instalasi listrik,
penyalur petir dan lift
2. Melakukan pemeriksaan terhadap berkas/dokumen surat permohonan pemakaian
instalasi listrik, penyalur petir dan lift
3. Melakukan pemeriksaan terhadap berkas/dokumen pengesahan instalasi listrik,
penyalur petir dan lift
4. Pemeriksaan terhadap berkas/dokumen teknisi instalasi listrik, penyalur petir dan lift
5. Pemeriksaan administratif terhadap objek di lapangan
6. Pembuatan laporan pemeriksaan

B. HASIL PEMERIKSAAN

ELEMEN PEMERIKSAAN TEMUAN


A. DOKUMEN :
1. Dokumen/berkas yang berkaitan dengan :
Instalasi Listrik, Penyalur Petir dan Lift
A Instalasi Listrik :
- Wiring Diagram / single line :
diagram
B Penyalur Petir :
- Gbr. Rencana :
- Gbr. Detil dg keterangan :
- Keterangan teknis :
o Jenis instalasi :
o Penggunaan instalasi :
o Jumlah penerima :
o Jumlah sumuran arde :
o Sistem pentanahan :
(grounding)
o Tinggi penerima :
o Ukuran penghantar :
o Tahanan sebaran tanah :
terbesar

C Lift :
- Izin Pemasangan :
- Gbr. Rencana :
- Wiring Diagram :
- Sert. Tali Baja :
- Perhit. Kekuatan :

2. Keabsahan surat permohonan :


Pengesahan Pengunaan Instalasi Listrik
dan Penyalur Petir
A Instalasi Listrik
ELEMEN PEMERIKSAAN TEMUAN
- No. Surat :
- Tgl. Surat :
- Nama Pemohon dan Jabatan :
Pemohon
B Penyalur Petir
- No. Surat :
- Tgl. Surat :
- Nama Pemohon :
- Jabatan Pemohon :

3. Kelengkapan dokumen teknis surat :


permohonan Pengesahan Penggunaan
Instalasi Listrik dan Penyalur Petir
A Instalasi Listrik
- Wiring Diagram / single line :
diagram
B Penyalur Petir
- Gbr. rencana pemasangan :
- Gbr. detil dg keterangan :

4. Keabsahan Pengesahan Penggunaan :


Instalasi Listrik dan Penyalur Petir
A Pengesahan Penggunaan Instalasi
Listrik
- No Pengesahan Penggunaan :
- Tanggal diterbitkan :
- Instansi penerbit :
- Catatan di Pengesahan
Penggunaan
B Pengesahan Penggunaan Penyalur
Petir
- No Pengesahan Penggunaan :
- Tanggal diterbitkan :
- Instansi penerbit :
- Catatan Pegawai Pengawas di :
Pengesahan Penggunaan
- Catatan Pegawai Pengawas di :
Laporan Hasil Pemeriksaan

5. Pelaksanaan Pemeriksaan Berkala yang :


terakhir
A Instalasi Listrik
- Sesuai dengan ketentuan :
Peraturan
- Nomor.Laporan , Tanggal :
Laporan Pemeriksaan
- Catatan / Pendapat Pegawai :
Pengawas
B Instalasi penyalur Petir :
- Sesuai dengan ketentuan :
Peraturan
- Nomor.Laporan , Tanggal :
ELEMEN PEMERIKSAAN TEMUAN
Laporan Pemeriksaan
- Catatan / Pendapat Pegawai :
Pengawas
6. Pemenuhan terhadap catatan-catatan :
pendapat pegawai pengawas yang ada
pada Pengesahan Penggunaan Instalasi
Lisrik dan Penyalur Petir
A Pengesahan Penggunaan Instalasi :
Listrik
- Dipenuhi/Belum dipenuhi :
- Dilaporkan/Tidak dilaporkan :
B Pengesahan Penggunaan Penyalur
Petir
- Dipenuhi/Belum dipenuhi :
- Dilaporkan/Tidak dilaporkan :

7. Keabsahan Sertifikat Teknisi Listrik :


- Nama :
- Nomor Seritifikat dan tanggal :
dikeluarkan
- Sesuai/Tidak sesuai dengan :
Kualifikasinya

8. Memeriksa Kasus Keselamatan Kerja :


Instalasi Listrik, Penyalur Petir dan Lift
1. Ada / Tidak ada :
2. Tindak lanjut penanganan kasus :
oleh pengurus/pengusaha
3. Dilaporkan / Tidak dilaporkan :

B. LAPANGAN :
1. Pengecheckan Pengesahan Penggunaan :
Instalasi Listrik dan Penyalur Petir
Sesuai Pengesahan Penggunaan :
Instalasi Listrik
Sesuai Pengesahan Penggunaan :
Penyalur Petir
Jumlah Instalasi Penyalur Petir
sesuai dg. Jumlah Pengesahan
Penggunaan

2. Pengecheckan Pemenuhan :
Catatan/Pendapat Pegawai Pengawas
Instalasi Listrik
Penyalur Petir

3. Pengecheckan Sertifikat Teknisi dengan :


orangnya
BENTUK L.01

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN UNIT POWER


GENERATOR

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
Bentuk L.01

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN UNIT POWER GENERATOR


Inspection Report of Power Generator Unit

IJIN/PENGESAHAN
No.

Pemilik
(Owner)
Lokasi Tanggal Verifikasi
(Location) (Verification Date)

I. DATA TEKNIS UNIT POWER GENERATOR

Uraian Penggerak Mula Pembangkit Tenaga Listrik


No. item
Pabrik Pembuat
Tipe / Model
No Seri
Tahun Pembuatan
No. Sertifikat Pabrik
Kapasitas
Putaran
Kelas Isolasi
Selungkup
Temperatur Ruang
Tegangan
Arus Nominal
Frekuensi
Faktor Daya
Tegangan Eksiter
Arus Eksiter

II. HASIL VERIFIKASI UNIT POWER GENERATOR

Verifikasi Hasil Verifikasi


No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Referensi
memenuhi

A. Penelaahan Dokumen
1 Gambar Diagram satu garis
2 Gambar diagram pengawatan
3 Daftar komponen
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Referensi
memenuhi
4 Gambar lay out
5 Gambar area klasifikasi
6 Data hasil uji pabrik pembuat
7 Buku manual
8 Buku pemeliharaan & operasi
9 Tanda peringatan
10 Sertifikat pabrik pembuat
B. Pemeriksaan Visual
1 Konstruksi unit pembangkit
tenaga
2 Dudukan pembangkit tenaga
3 Verifikasi plat nama
4 Area klasifikasi
5 Kelurusan poros
6 Perlengkapan start
7 Perlengkapan stop
8 Peralatan pengaman
9 Instrumen/meter pengukur
10 Lampu indicator
11 Peralatan alarm
12 Fasilitas keselamatan & tanda
bahaya
13 Terminal kabel utama &
penetralan
14 Kondisi air battery (dgn start
battery)
15 Kondisi tekanan angin start (dgn
start angin)
16 Minyak lumas penggerak mula
17 Terminal battery
18 Penempatan battery
19 Pemanas anti kondensasi
20 Kabel masuk termanal box
21 Kabel keluar termanal box
22 Air pendingin penggerak mula

C. Verifikasi Hasil Pengujian


1 Pengujian Tahanan isolasi
2 Uji fungsi rangkaian listrik
2a 24 Voltage starter
2b 24 Voltage alternator
3 Pengujian fungsi local kontrol
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Referensi
memenuhi
3a Governor
3b Saklar pilih local
3c Start
3d Stop
3e Lampu indicator
4 Uji fungsi peralatan pengaman
5 Tegangan & arus tanpa beban
dan berbeban
6 Tingkat kebisingan
7 Analisa getaran
8 Uji jalan / unjuk kerja
9 Uji parallel (bila ada)

III. HASIL PENGUJIAN UNIT POWER GENERATOR

A. Pengujian Tahanan Isolasi

-Nama Alat Ukur :


-Pabrik Pembuat :
-Rating Tegangan :

1 3 phasa ground M
2 Phasa Phasa (R-S) M
3 Phasa Phasa (S-T) M
4 Phasa Phasa (R-T) M
5 Kondisi Pengukuran Basah Kering Dingin Panas
B. Pengujian Tegangan Tinggi

- Nama Alat ukur :


- Pabrik Pembuat :
- Rating Tegangan :

1 Waktu Menit
2 Tegangan Uji Volt
3 3 Phasa Ground
4 Phasa Phasa (R-T)
5 Phasa Phasa (R-S)
6 Phasa Phasa (S-T)
C. Pengujian Kecepatan Putar Lebih
1 Kecepatan Putar Nominal RPM
2 Kecepatan Putar Lebih RPM
3 Waktu Menit
D. Analisa Getaran
1 Kecepatan Putar RPM
Deskripsi Vertikal Horizontal Axial
2 Amplitudo / Ap
3 Velocity / Vrms, cm/s
4 Displacement / dp-p, mm
E. Pengukuran Tingkat Kebisingan
1 Kecepatan Putar RPM
2 Tingkat Kebisingan dBA
F. Pengujian Urutan Phasa
1 Phasa R Ground Ohm

Phasa S Ground Ohm

Phasa T - Ground Ohm


Catatan Inspektur

Tanggapan Pemilik, Tanggal:

Dievaluasi oleh Diperiksa /Diuji oleh


Pegawai Pengawas Spesialis K3 Listrik Ahli K3 Spesialis Listrik

NIP : SK No :
BENTUK L.02

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN UNIT POWER


TRANSFORMER

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
Bentuk L.02

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN UNIT POWER TRANSFORMER


Inspection Report of Power Transformer Unit

IJIN/PENGESAHAN
No.

Pemilik
(Owner)
Lokasi Tanggal Verifikasi
(Location) (Verification Date)

I. DATA TEKNIS

Uraian DATA
No. item
Pabrik Pembuat
Tipe / Model
No Seri
Tahun Pembuatan
No. Sertifikat Pabrik
Kapasitas KVA
Kelas Isolasi
Selungkup
Temperatur Ruang
Tegangan primer Volt
Tegangan sekunder Volt
Arus Nominal Primer Ampere
Arus Nominal Sekunder Ampere
Faktor Daya
Frekuensi Hz

II. HASIL VERIFIKASI

Verifikasi Hasil Verifikasi


No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Referensi
memenuhi
A. Penelaahan Dokumen
1 Gambar Diagram satu garis
2 Gambar diagram pengawatan
3 Daftar komponen
4 Gambar lay out
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Referensi
memenuhi
5 Gambar area klasifikasi
6 Data hasil uji pabrik pembuat
7 Buku manual
8 Buku pemeliharaan & operasi
9 Tanda peringatan
10 Sertifikat pabrik pembuat
11 Data penunjang lainnya

B. Pemeriksaan Visual
1 Konstruksi unit Power
Transformer
2 Dudukan Transformer
3 Verifikasi plat nama
4 Peralatan Pengaman
5 Instrument / meter pengukur
6 Lampu indicator
7 Peralatan alarm
8 Fasilitas keselamatan &
tanda bahaya
9 Terminal kabel utama &
penetralan
10 Kabel masuk terminal box
11 Kabel keluar terminal box
C. Verifikasi Hasil Pengujian
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Referensi
memenuhi
1 Pengujian Tahanan Isolasi
2 Uji Fungsi Rangkaian Listrik
3 Uji Fungsi Peralatan Pengaman
4 Tegangan & arus tanpa beban
dan berbeban
5 Tingkat kebisingan
6 Unjuk kerja
7 Catatan Inspector

III. LAPORAN PENGUJIAN

A. Pengujian Tahanan Isolasi (sebelum HV test)


-Nama Alat Ukur :
-Pabrik Pembuat :
-Rating Tegangan :

1 3 phasa ground M
2 Phasa Phasa (R-S) M
3 Phasa Phasa (S-T) M
4 Phasa Phasa (R-T) M
5 Kondisi Pengukuran Basah Kering Dingin Panas
6 Catatan Inspector

B. Pengujian Tegangan Tinggi


- Nama Alat ukur :
- Pabrik Pembuat :
- Rating Tegangan :

1 Waktu Menit
2 Tegangan Uji Volt
3 3 Phasa Ground
4 Phasa Phasa (R-T)
5 Phasa Phasa (R-S)
6 Phasa Phasa (S-T)
C. Pengujian Tahanan Isolasi (setelah HV test)
- Nama Alat Ukur :
- Pabrik Pembuat :
- Rating Tegangan :

1 3 phasa ground M
2 Phasa Phasa (R-S) M
3 Phasa Phasa (S-T) M
4 Phasa Phasa (R-T) M
5 Kondisi Pengukuran Basah Kering Dingin Panas
6 Catatan Inspector

D. Pengukuran Tingkat Kebisingan


1 Tingkat Kebisingan dBA
E. Pengujian Urutan Phasa
1 Phasa R Ground Ohm

Phasa S Ground Ohm

Phasa T - Ground Ohm


F. Pengukuran Tahanan Pentanahan / Pembumian
1 Phasa R Ground Ohm

Phasa S Ground Ohm

Phasa T - Ground Ohm

Catatan :

Pemilik, Inspektur

Tanggal : Tanggal:

Dievaluasi oleh Diperiksa /Diuji oleh


Pegawai Pengawas Spesialis K3 Listrik Ahli K3 Spesialis Listrik

NIP : SK No :
BENTUK L.03

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN


SWITCHGEAR

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
Bentuk L.03

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN SWITCHGEAR


Inspection Report of Switchgear

IJIN/PENGESAHAN
No.

Pemilik
(Owner)
Lokasi Tanggal Verifikasi
(Location) (Verification Date)

I. DATA TEKNIS

Uraian Data Uraian Data


No. item Tahun Pembuatan
Unit Switchgear utama No sertifikat pabrik
Unit Switchgear Pabrik pembuatan
darurat
No. gambar Phasa
Jumlah Tingkat selungkup
Pemasok Temperatur ruang
Tipe / Model Tegangan
No seri Frekuensi

II. HASIL VERIFIKASI

Verifikasi Hasil Verifikasi


No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Referensi
memenuhi

A. Penelaahan Dokumen
1 Gambar Diagram satu garis
2 Gambar diagram pengawatan
3 Daftar komponen panel
4 Gambar lay out panel
5 Gambar area klasifikasi
6 Perhitungan Arus hub. Singkat
7 Buku manual
8 Buku pemeliharaan & operasi
9 Tanda peringatan
10 Sertifikat pabrik pembuat
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Referensi
memenuhi
11 Data penunjang lainnya

B. Pemeriksaan Visual
1 Konstruksi unit Switchgear
2 Dudukan dan Penempatan
3 Verifikasi plat nama
4 Klasifikasi Area
5 Perlindungan terhadap kejutan
listrik & benda asing
6 Pintu panel dilengkapi penahan
saat posisi terbuka
7 Semua baut dan skrup telah
kuat
8 Busbar terisolasi dengan kuat
9 Minimal ruang main & jarak
rambat busbar
10 Pemasangan kabel
11 Kabel yang terpasang pada
pintu panel dilindungi terhadap
kerusakan
12 Semua sekering dapat diganti
dengan aman tanpa bahaya
listrik
13 Terminal kabel dilengkapi
dengan pelindung kabel / soket
14 Instrumen pengukur
mempunyai batas ukur yang
cukup dan diberi tanda pada
nilai nominal

15 Semua peralatan & terminal


diberi kode dan nama indikasi
16 Pemasangan kabel masuk &
keluar
17 Ukuran busbar
18 Busbar & perlengkapan yang
terpasang bersih tanpa kotoran
dan debu
19 Penandaan busbar (phasa)
20 Pemasangan kabel pembumian
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Referensi
memenuhi
21 Pemasangan semua pintu-pintu
panel
22 Suku cadang telah memenuhi
spesifikasi
23 Fasilitas keselamatan dan
tanda bahaya
24 Pemeriksaan data pemutus
daya
24a Rating arus
24b Rating tegangan
24c Rating arus pemutusan
24d Tegangan kontrol
24e Pabrik pembuat pemutus daya
24f Tipe
24g No seri
C. Verifikasi Hasil Pengujian
1 Pengujian tahanan isolasi
(sblm HV test)
2 Pengujian tegangan tinggi
3 Pengujian tahanan isolasi
(setelah HV test)
4 Pengukuran tahanan
pentanahan
5 Pengujian perlengkapan
pemutus daya
5a Trafo arus
5b Trafo tegangan
5c Instrument / meter pengukur
5d Rating sekering
5e Pemutus daya mekanikal
5f Busur api
5g Terminal kabel
5h Penandaan terminal
5i System interlock
5j Sakelar Bantu
5k Kerja trip mekanis
6 Uji trip tegangan jatuh
7 Uji relay daya balik
8 Uji relay arus lebih
9 Uji preference trip
10 Uji trip pemutus daya
11 Uji kenaikan temperatur
12 Uji fungsi pemanas panel
13 Uji fungsi lampu indicator
14 Kerja pemanas panel
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Referensi
memenuhi
15 Uji kesalahan / penyimpangan
meter
16 Uji fungsi sinkronisasi

III. LAPORAN PENGUJIAN

A. Pengujian Tahanan Isolasi (sebelum HV test)

-Nama Alat Ukur :


-Pabrik Pembuat :
-Rating Tegangan :

1 3 phasa - ground M
2 Phasa Phasa (R-S) M
3 Phasa Phasa (S-T) M
4 Phasa Phasa (R-T) M
5 Kondisi Pengukuran Basah Kering Dingin Panas

B. Pengujian Tegangan Tinggi

-Nama Alat ukur :


-Pabrik Pembuat :
-Rating Tegangan :

1 Waktu Menit
2 Tegangan Uji Volt
3 3 Phasa Ground
4 Phasa Phasa (R-T)
5 Phasa Phasa (R-S)
6 Phasa Phasa (S-T)

C. Pengujian Tahanan Isolasi (setelah HV test)

-Nama Alat Ukur :


-Pabrik Pembuat :
-Rating Tegangan :

1 3 phasa - ground M
2 Phasa Phasa (R-S) M
3 Phasa Phasa (S-T) M
4 Phasa Phasa (R-T) M
5 Kondisi Pengukuran Basah Kering Dingin Panas
D. Pengujian trip Tegangan Turun
1 Tegangan pemutus daya (CB) trip Volt
2 Tegangan pemutus daya (CB) tutup Volt
E. Pengujian Relay Daya Balik
1 Kapasitas Daya balik Kw
2 Persentasi Daya balik %
F. Pengujian Relay Arus Lebih
1 Arus Nominal Ampere
2 Arus Setting Ampere
3 Arus uji Ampere
4 Arus Trip Ampere
G. Pengujian Preference Trip
1 Arus Trip Ampere
2 Beban Pemutus Daya Trip

H. Pengujian Trip Pemutus Daya


1 Arus Trip Ampere
2 Waktu Trip Detik
I. Pengujian Urutan Phasa
1 Phasa R Ohm

Phasa S Ohm

Phasa T Ohm
Catatan :

Pemilik, Inspektur

Tanggal : Tanggal :

Dievaluasi oleh Diperiksa /Diuji oleh


Pegawai Pengawas Spesialis K3 Listrik Ahli K3 Spesialis Listrik

NIP : SK No :
BENTUK L.04

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN MOTOR


CONTROL CENTER (MCC)

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
Bentuk L.04

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN MOTOR CONTROL CENTER


(MCC)
Inspection Report of Certification Motor Control Center (MCC)

IJIN/PENGESAHAN
No.

Pemilik
(Owner)
Lokasi Tanggal Verifikasi
(Location) Verification Date

I. DATA TEKNIS
Uraian Data Uraian Data
No. Item Tahun pembuatan
Pabrik pembuatan Temperatur Ruang
Pemasok Temperatur Ruang
No Gambar Phasa
Jumlah Tingkat selungkup IP
Tipe/Model Tegangan Volt
No. Seri Frekuensi Hz

II. HASIL PEMERIKSAAN


Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
A. PENELAAHAN DOKUMEN
1 Gambar diagram satu garis
2 Gambar diagram pengawatan
panel
3 Daftar komponen panel
4 Gambar lay out panel
5 Gambar area klasifikasi
6 Perhitungan arus hubung
singkat
7 Buku manual
8 Buku pemeliharaan &
operational
9 Tanda peringatan
10 Sertifikat pabrik pembuat
B. PEMERIKSAAN VISUAL
1 Konstruksi Unit MCC
2 Dudukan dan penempatan
3 Pelat nama
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
4 Klasifikasi area
5 Perlindungan terhadap kejutan
listrik & benda asing
6 Pintu panel dilengkapi penahan
saat posisi terbuka
7 Semua baut/ sekrup telah kuat
8 Bus-bar terisolasi dan kuat
9 Minimal ruang main & jarak
rambat bus-bar
10 Pemasangan kabel
11 Kabel yang terpasang pada
pintu panel dilindungi terhadap
kerusakan
12 Semua sekering dapat diganti
dengan aman tanpa bahaya
listrik
13 Terminal kabel dilengkapi dgn
pelindung kabel/soket
14 Instrumen pengukur
mempunyai batas ukur yang
cukup dan diberi tanda pada
nilai nominal
15 Semua peralatan & terminal
diberi kode dan nama indikasi
16 Pemasangan kabel masuk dan
keluar
17 Ukuran Busbar
18 Busbar & Perlengkapan yang
terpasang bersih tanpa debu
dan kotoran
19 Penandaan busbar (phasa)
20 Pemasangan kabel pembumian
21 Pemasangan semua pintu-pintu
panel
22 Suku cadang memenuhi
spesifikasi
23 Fasilitas keselamatan dan
tanda bahaya
24 Pemeriksaan data pemutus
daya
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
25 Data pemutus daya
25a Rating arus
25b Rating Tegangan
25c Rating arus pemutusan
25d Type
25e No. Seri
C. VERIFIKASI HASIL PENGUJIAN
1 Pengujian tahanan isolasi
(sebelum uji teg.tinggi)
2 Pengujian tegangan tinggi
3 Pengujian tahanan isolasi
4 Pengukuran tahanan
pentanahan/pembumian
5 Perlengkapan pemutus daya
5a Trafo arus
5b Trafo tegangan
5c Relay/Meter pengukur
5d Terminal kabel
5e Penandaan terminal
5f Sistem interlock
5g Kerja trip mekanis
6 Uji kenaikan temperatur
7 Uji fungsi lampu indicator
8 Uji fungsi pemanas panel
9 Kerja pemanas panel
10 Uji kesalahan/penyimpangan
meter

III. LAPORAN PENGUJIAN


A. PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
-. Nama alat ukur :
-. Pabrik pembuat :
-. Rating tegangan :
1 3 Phase Ground M
2 Phasa Phasa (R-S) M
3 Phasa Phasa (R-T) M
4 Phasa Phasa (S-T) M
5 Kondisi pengukuran Basah kering Dingin Panas
B. PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
-. Nama alat ukur :
-. Pabrik pembuat :
-. Rating tegangan :
1 Waktu Menit
2 Tegangan uji Volt
3 3 Phase Ground M
4 Phasa Phasa (R-S) M
5 Phasa Phasa (R-T) M
6 Phasa Phasa (S-T) M
C. PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
-. Nama alat ukur :
-. Pabrik pembuat :
-. Rating tegangan :
1 3 Phase Ground M
2 Phasa Phasa (R-S) M
3 Phasa Phasa (R-T) M
4 Phasa Phasa (S-T) M
5 Kondisi pengukuran Basah kering Dingin Panas
D. PENGUJIAN URUTAN PHASA
1 Phasa R
Phasa S
Phasa T
E. PENGUKURAN TAHANAN PENTANAHAN/PEMBUMIAN
1 Phasa R Ground Ohm
Phasa S Ground Ohm
Phasa T - Ground Ohm

Catatan :

Inspector, Inspector,
Pemilik/Owner PJIT

..
Tanggal : Tanggal :

Dievaluasi oleh Diperiksa /Diuji oleh


Pegawai Pengawas Spesialis K3 Listrik Ahli K3 Spesialis Listrik

NIP : SK No :
BENTUK L.01-B

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN BERKALA


UNIT POWER GENERATOR

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
Bentuk L.01-B

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN UNIT POWER GENERATOR


Inspection Report of Power Generator Unit

IJIN/PENGESAHAN ULANG (RE-SERTIFIKASI)


No.

Pemilik
(Owner)
Lokasi Tanggal Verifikasi
(Location) (Verification Date)

I. DATA TEKNIS

Uraian Penggerak Mula Pembangkit Tenaga Listrik


Description Prime Mover Generator
No item
Item Number
Pabrik Pembuat
Manufacture
Tipe / Model
Type / Model
No. Seri
Serial Number
Tahun Pembuatan
Year of Built
Kapasitas
Capacity
Putaran
Revolution
Kelas Isolasi
Isolation Class
Selungkup
Enclosure
Temperatur Ruang
Ambient Temperature
Tegangan
Voltage
Arus Nominal
Nominal Current
Frekuensi
Frequency
Faktor Daya (Cos )
Power Factor (Cos )
Tegangan Eksiter
Exciter Voltage
Arus Eksiter
Exciter Current
II. HASIL VERIFIKASI

Verifikasi Hasil Verifikasi


No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
A. PENELAAHAN DOKUMEN
1 Sertifikat SKPP lama
Previous Certificate
2 Gambar diagram satu garis
One line diagram drawing
3 Gambar diagram pengawatan
Wiring diagram drawing
4 Kartu riwayat
History card
5 Buku Manual
Manual Book
6 Buku pemeliharaan & operasi
Maintenance & operational book
7 Tanda peringatan
Warning sign
8 Sertifikat pabrik pembuat
Manufacture certificate
9. Data Penunjang Lainnya

Verifikasi Hasil Verifikasi


No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
B. PEMERIKSAAN VISUAL
1 Konstruksi unit pembangkit
tenaga
Power generator unit construction
2 Dudukan pembangkit tenaga
Generator mounting
3 Verifikasi plat nama
Nameplate verification
4 Peralatan pengaman
Safety equipment
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
5 Instrument / meter pengukur
Instrument / metering
6 Lampu indicator
Indicator lamp
7 Peralatan alarm
Alarm equipment
8 Fasilitas keselamatan & tanda
bahaya
Safety & warning sign facilities
9 Terminal kabel utama &
penetralan
Main cable and neutral
10 Kondisi air battery (dgn start
battery)
Battery condition (with start
battery)
11 Minyak lumas penggerak mula
Prime mover lubrication
12 Terminal battery (diberi grease)
Battery terminal (with grease)
13 Penempatan battery (dikotak
khusus)
Battery arrangement (special box)
14 Pemanas anti kondensasi
Heater anti condensation
15 Peralatan start
Starting equipment
16 Peralatan stop
Stopper equipment
17 Air pendingin penggerak mula
Prime mover cooling water
C. VERIFIKASI HASIL PENGUJIAN
1 Pengujian tahanan isolasi
Isolation resistance testing
2 Uji fungsi peralatan pengaman
Safety equipment function test
3 Tegangan & arus tanpa beban dan
berbeban
Voltage & current with load and
no load
4 Tingkat kebisingan
Noise Level

5 Analisa Getaran
Vibratipon analysis
6 Uji jalan / unjuk kerja
Running test / performance test
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
7 Uji parralel (bila ada)
Parallel test (if any)

III. LAPORAN PENGUJIAN

A. PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI


Insulation resistances Test

- Nama Alat ukur :


Name of Eqpt.
- Pabrik Pembuat :
- Rating Tegangan :
Voltage Rating

1 3 Phasa Ground
M
3 Phase - Ground
2 Phasa Phasa (R S)
M
Phase Phase (R S)
3 Phasa Phasa (R T)
M
Phase Phase (R T)
4 Phasa Phasa (S T)
M
Phase Phase (S T)
5 Kondisi Pengukuran Basah Kering Dingin Panas
Measuring Condition Wet Dry Cold Hot
B. ANALISA GETARAN
Vibration Analysis
1 Kecepatan Putar 1800 RPM
Speed
Description Vertical Horizontal Axial
2 Amplitudo / p
Amplitudo / p
3 Velocity / Vrms, cm/s

4 Displacement / dp p, mm

C. PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN


Noise Level Measurement
1 Kecepatan Putar RPM
Speed
2 Tingkat Kebisingan dBA
Noise Level
Catatan :
Note

Pemilik / Owner Inspektur / Inspector

Tanggal : Tanggal :

Dievaluasi oleh Diperiksa /Diuji oleh


Pegawai Pengawas Spesialis K3 Listrik Ahli K3 Spesialis Listrik

NIP : SK No :
BENTUK L.02-B

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN BERKALA


UNIT POWER TRANSFORMER

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
Bentuk L.02-B

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN UNIT POWER TRANSFORMER


Inspection Report of Power Transformer Unit

IJIN/PENGESAHAN ULANG (RE-SERTIFIKASI)


No.

Pemilik
(Owner)
Lokasi Tanggal Verifikasi
(Location) Verification Date

I. DATA TEKNIS
Uraian Data
No. Item
Pabrik Pembuat
Tipe/Model
No. Seri
Tahun Pembuatan
No. Sertifikat SKPP
Kapasitas KVA
Kelas Isolasi
Selungkup
Temperatur Ruang
Tegangan Primer Volt
Tegangan sekunder Volt
Arus Nominal Primer Amper
Arus Nominal Sekunder Amper
Frekuensi Hz
Factor Daya (Cos )

II. HASIL VERIFIKASI


Verifikasi Hasil Verifikasi
No. Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
A. PENELAAHAN DOKUMEN
1 Sertifikat SKPP Lama
2 Gambar diagram satu garis
3 Gambar diagram pengawatan
4 Data hasil uji pabrik pembuat
5 Buku manual
6 Buku pemeliharaan &
operational
7 Tanda peringatan
B. PEMERIKSAAN VISUAL
1 Konstruksi Unit Power
Transformer
2 Dudukan transformer
3 Verifikasi plat nama
4 Peralatan Pengaman
5 Instrumen/Meter Pengukur
6 Lampu Indikator
7 Peralatan alarm
8 Fasilitas Keselamatan dan Tanda
Bahaya
9 Terminal Kabel Utama dan
Penetralan
10 Kabel masuk Terminal
11 Kabel Keluar Terminal
C. VERIFIKASI HASIL PENGUJIAN
1 Tegangan & Arus tanpa beban
dan berbeban
2 Tingkat Kebisingan
3 Unjuk Kerja

III. LAPORAN PENGUJIAN


A. PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN
1 Tingkat Kebisingan (dBA) dBA
B. PENGUKURAN TAHANAN PENTANAHAN/PEMBUMIAN
1 Phasa R Ground Ohm
Phasa S Ground Ohm
Phasa T - Ground Ohm

Catatan :
Inspector, Inspector,
Pemilik/Owner PJIT

..
Tanggal : Tanggal :

Dievaluasi oleh Diperiksa /Diuji oleh


Pegawai Pengawas Spesialis K3 Listrik Ahli K3 Spesialis Listrik

NIP : SK No :
BENTUK L.03-B

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN BERKALA


SWITCHGEAR

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
Bentuk L.03-B

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN SWITCHGEAR


Inspection Report of Power Switchgear Unit

IJIN/PENGESAHAN ULANG (RE-SERTIFIKASI)


No.

Pemilik
(Owner)
Lokasi Tanggal Verifikasi
(Location) Verification Date

I. DATA TEKNIS
Uraian Data Uraian Data
No. Item Tahun pembuatan
Unit Switchgear Utama Sertifikat SKPP lama
Unit Switchgear Darurat Pabrik pembuatan
Jumlah Tingkat selungkup IP
Pemasok Temperatur ruang
Tipe/Model Tegangan Volt
No. Seri Frekuensi Hz

II. HASIL PEMERIKSAAN


Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
A. PENELAAHAN DOKUMEN
1 Sertifikat SKPP lama
2 Gambar diagram satu garis
3 Gambar diagram
pengawatan panel
4 Buku manual
5 Buku pemeliharaan &
operational
6 Tanda peringatan
B. PEMERIKSAAN VISUAL
1 Konstruksi Unit Switchgear
2 Pelat nama
3 Perlindungan terhadap
kejutan listrik & benda
asing
4 Pintu panel dilengkapi
penahan saat posisi terbuka
5 Semua baut/sekrup telah
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
kuat
6 Bus-bar terisolasi dan kuat
7 Minimal ruang main & jarak
rambat bus-bar
8 Pemasangan kabel
9 Kabel yang terpasang pada
pintu panel dilindungi
terhadap kerusakan
10 Semua sekering dapat
diganti dengan aman tanpa
bahaya listrik
11 Terminal kabel dilengkapi
dgn pelindung kabel/soket
12 Instrumen pengukur
mempunyai batas ukur yang
cukup dan diberi tanda pada
nilai nominal
13 Semua peralatan & terminal
diberi kode dan nama
indikasi
14 Kabel masuk dan keluar
15 Busbar & perlengkapan
yang terpasang bersih tanpa
debu dan kotoran
16 Penandaan bus-bar (phasa)
17 Kabel pembumian
18 Fasilitas keselamatan dan
tanda bahaya
C. VERIFIKASI HASIL PENGUJIAN
1 Pengujian tahanan isolasi
2 Pengukuran tahanan
pentanahan/pembumian
3 Uji fungsi lampu indicator
4 Uji fungsi pemanas panel
5 Kerja pemanas panel
6 Uji
kesalahan/penyimpangan
meter
7 Uji fungsi sinkronisasi (bila
ada)
III. LAPORAN PENGUJIAN
A. PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
-. Nama alat ukur :
-. Pabrik pembuat :
-. Rating tegangan :
1 3 Phase Ground M
2 Phasa Phasa (R-S) M
3 Phasa Phasa (R-T) M
4 Phasa Phasa (S-T) M
5 Kondisi pengukuran Basah kering Dingin Panas
B. PENGUKURAN TAHANAN PENTANAHAN/PEMBUMIAN
1 Phasa R Ground Ohm
Phasa S Ground Ohm
Phasa T Ground Ohm

Catatan :

Inspector, Inspector,
Pemilik/Owner PJIT
..
Tanggal : Tanggal :

Dievaluasi oleh Diperiksa /Diuji oleh


Pegawai Pengawas Spesialis K3 Listrik Ahli K3 Spesialis Listrik

NIP : SK No :
BENTUK L.04-B

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN BERKALA


MOTOR CONTROL CENTER (MCC)

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
Bentuk L.04-B

PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN MOTOR CONTROL CENTER


(MCC)
Inspection Report of Motor Control Center (MCC)

IJIN/PENGESAHAN ULANG (RE-SERTIFIKASI)


No.

Pemilik
(Owner)
Lokasi Tanggal Verifikasi
(Location) Verification Date

I. DATA TEKNIS
Uraian Data Uraian Data
No. Item Tahun pembuatan
Pabrik pembuatan Temperatur Ruang
No Gambar Phasa
Jumlah Tingkat selungkup IP
Tipe/Model Tegangan Volt
No. Seri Frekuensi Hz

II. HASIL PEMERIKSAAN


Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
A. PENELAAHAN DOKUMEN
1 Sertifikat SKPP lama
2 Gambar diagram satu garis
3 Gambar diagram pengawatan
panel
4 Buku manual
5 Buku pemeliharaan &
operational
6 Tanda peringatan
B. PEMERIKSAAN VISUAL
1 Konstruksi Unit MCC
2 Dudukan dan penempatan
3 Pelat nama
4 Perlindungan terhadap kejutan
listrik & benda asing
5 Bus-bar terisolasi dan kuat
6 Pemasangan kabel
7 Kabel yang terpasang pada
pintu panel dilindungi
Verifikasi Hasil Verifikasi
No Item Verifikasi Tidak
Ya Tidak Memenuhi Keterangan
Memenuhi
terhadap kerusakan
8 Semua sekering dapat diganti
dengan aman tanpa bahaya
listrik
9 Terminal kabel dilengkapi
dgn pelindung kabel/soket
10 Instrumen pengukur
mempunyai batas ukur yang
cukup dan diberi tanda pada
nilai nominal
11 Semua peralatan & terminal
diberi kode dan nama indikasi
12 Kabel pembumian
13 Fasilitas keselamatan dan
tanda bahaya
C. VERIFIKASI HASIL PENGUJIAN
1 Pengujian tahanan isolasi
2 Pengukuran tahanan
pentanahan/pembumian
3 Uji fungsi lampu indicator
4 Uji fungsi pemanas panel
5 Kerja pemanas panel
6 Uji kesalahan/ penyimpangan
meter

III. LAPORAN PENGUJIAN


A. PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
-. Nama alat ukur :
-. Pabrik pembuat :
-. Rating tegangan :
1 3 Phase Ground M
2 Phasa Phasa (R-S) M
3 Phasa Phasa (R-T) M
4 Phasa Phasa (S-T) M
5 Kondisi pengukuran Basah kering Dingin Panas
B. PENGUKURAN TAHANAN PENTANAHAN/PEMBUMIAN
1 Phasa R Ground Ohm
Phasa S Ground Ohm
Phasa T Ground Ohm
Catatan :

Inspector, Inspector,
Pemilik/Owner PJIT

..
Tanggal : Tanggal :

Dievaluasi oleh Diperiksa /Diuji oleh


Pegawai Pengawas Spesialis K3 Listrik Ahli K3 Spesialis Listrik

NIP : SK No :
BENTUK LF.01

PANDUAN PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN AWAL


ESKALATOR DAN LANTAI JALAN

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN AWAL-SERAH TERIMA
ESKALATOR DAN LANTAI-JALAN

Persyaratan I.1 Panduan Pemeriksaan dan Pengujian

Semua instalasi yang baru selesai terpasang dan baru selesai dilakukan perubahan harus
diperiksa dan diuji untuk memastikan pengaman-pengamanannya memenuhi ketentuan
dari peraturan (panduan) ini, sebelum dioperasikan. Pemeriksaan dan pengujian harus
mencakup awal dan berkala dan apa-apa yang dirinci dalam syarat I.2.

Persyaratan I.2 Panduan Rincian Pemeriksaan dan Pengujian

I.2a Ketentuan umum pencegahan kebakaran


(1) Pelindung atas bukaan lantai dan dinding harus diperiksa untuk memastikan
kesesuaiannya dengan ketentuan untuk escalator dan lantai-jalan.
(2) Alat pelindung (selubung/shutter) atas badan rangka dan ruang mesin harus diperiksa
untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan.

I.2b Ketentuan konstruksi.


Ketentuan konstruksi harus diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan-
ketentuan dari syarat untuk escalator atau untuk lantai jalan.

I.2c Ban Pegangan.


Periksa lokasi, perpanjangan, dan toleransi dari ban pegangan untuk memenuhi syarat.

I.2d Pencahayaan.
Periksa pencahayaan agar memenuhi syarat.

I.2e Plat sisir dan uji beban.


Lendutan pada bagian sisir, plat sisir, dan plat landas harus diuji dengan membebani berat
159 kg pada plat 200 mm x 300 ditengah-tengah. Ukuran 300 mm harus pararel dengan
arah gerak escalator, harus dijalankan kedua arah untuk mematikan raktian tersebut tidak
menyinggung step (anak tangga).

I.2f Dek rintangan.


Periksa dek rintangan apakah memenuhi syarat.

I.2g Dinding pelindung (balustrade).


Periksa ukuran dan konstruksi dinding pelindung apakah memenui syarat.

I.2h Langit-langit dan tudung.


Periksa ukuran dan pemasangan langit-langit dan tudung apakah memenuhi syarat.

I.2i Pelindung instalasi diluar gedung.


Periksa selubung penutup apakah memenuhi syarat.

I.2j Ruang Mesin.


Periksa apakah cara-cara (fasilitas) keluar masuk (akses keruang mesin) memenuhi syarat.
I.2k Saklar henti.
Periksa saklar henti ruang mesin apakah memenuhi syarat.

I.2l Kendali dan Pengawatan.


Periksa pengawatan, tegangan (voltase), saklar pemutus dan instalasi listrik apakah
memenuhi syarat.

I.2m Governor.
Periksa batas kecepatan lebih apakah memenuhi syarat dan penyetelan harus diikuti
penyegelan (sealed) dan pemasangan segel logam memuat tanggal governor diuji dengan
nama tekniisi Penguji atau perusahaan jasa pemeriksa, ditempel secara permanen pada
governor.

I.2n Pengamanan step atau palet datar.


Uji posisi step dan palet atas permukaan yang mendatar dengan cara mengangkat sisi-sisi
step 4 mm dan cermati apakah hal tersebut akan menghentikan eskalator.

I.2o Step, palet, rantai, dan rangka badan.


Periksa apakah tapak lintas cukup dapat mencegah keluarnya step/palet dalam situasi rantai
putus. Periksa benda yang masuk dalam kotnruksi rangka.

I.2p Uji kecepatan.


Kecepatan nominal harus diuji untuk memastikan kesesuainnya dengan syarat.

Persyaratan I.3 Pemeriksaan dan pengujian pada instalasi yang dirubah

Semua instalasi yang dirubah harus diperiksa dan diuji untuk memastikan kesesuainnya
dengan ketentuan dari peraturan (panduan) ini, sebelum dioperasikan. Pemeriksaan dan
pengujian harus mencakup rutin dan berkala dan apa-apa yang terinci dibawah ini :

(a) Dimana perubahan telah terjadi atas pelindung bukaan lantai atau dinding harus
diperiksa agar memenuhi syarat untuk escalator dan syarat untuk lantai-jalan.

(b) Dimana perubahan telah terjadi atas panel penutup rangka (cladding), harus diperiksa
agar memenuhi syarat untuk escalator dan syarat untuk lantai-jalan.

(c) Dimana suatu perubahan menyangkut perubahan sudut inklinasi atau ukuran
geometri dinding, semua harus diperiksa agar memenuhi syarat untuk escalator dan
syarat untuk lantai-jalan.

(d) Dimana ban pegangan telah dirubah, maka harus diperiksa agar memenuhi geometri
dinding pelindung, semua harus diperiksa agar memenuhi syarat untuk escalator dan
syarat untuk lantai-jalan.

(e) Dimana system anak tangga atau system tapak lintas (track) telah dirubah harus
diperiksa agar menyesuaikan dengan syarat untuk eskalator dan syarat untuk lantai-
jalan.

(f) Dimana plat sisir atau plat batas telah dirubah, harus diperiksa agar memenuhi syarat
untuk eskalator dan syarat untuk lantai-jalan.

(g) Dimana suatu perubahan menyangkut rangka, balok, atau struktur pendukung, harus
diperiksa dan diuji aar memenuhi syarat untuk lantai jalan.
(h) Dimana tapak lintas (track), roda step danm sistemnya dirubah, harus diperiksa dan
diuji agar memenuhi syarat untuk eskalator dan syarat untuk lantai-jalan.

(i) Dimana perubahan menyangkut kapasitas dan/atau kecepatan nominal harus


diperiksa dan diuji agar memenuhi persyaratan.

(j) Dimana motor mesin penggerak atau rem dirubah, maka diperiksa dan diuji agar
memenuhi syarat untuk escalator dan syarat untuk lantai-jalan.

(k) Dimana pesawat pengaman atau operasi kerja dirubah atau ditambah, harus diperiksa
dan diuji agar memenuhi syarat untuk escalator dan syarat untuk lantai-jalan.

(l) Dimana perubahan atau penambahan pencahayaan, akses masuk atau pekerjaan
kelistrikan tersangkut, harus diperiksa agar memenuhi syarat untuk escalator dan
syarat untuk lantai-jalan.
BENTUK LF.01-B

PANDUAN PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN


BERKALA ESKALATOR DAN LANTAI JALAN

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN BERKALA
ESKALATOR DAN LANTAI-JALAN

Persyaratan I.1 Jangka Pemeriksaan dan Pengujian

Sebagai kelanjutan (tambahan) pemeriksaan dan pengujian rutin, pemeriksaan dan


pengujian harus dilaksanakan tidak lebih dari jangka waktu 1 (satu) tahun.

Persyaratan I.2 Pemeriksaan dan Pengujian Tahunan

I.2a Ruang mesin.


Pintu masuk (akses) keruang mesin, pencahayaan, stop kontak operasi dan kondisi harus
diperiksa.

I.2b Saklar henti.


Saklar henti di kamar mesin harus diuji.

I.2c Kendali dan pengawatan.


Kendali dan pengawatan harud diperiksa.

I.2d Mesin penggerak dan rem.


Mesin penggerak dan rem harus diuji dan diuji termasuk tegangan puntir (torque) dari rem.

I.2e Governor.
Kecepatan mekanis governor, jika terpasang hrus diuji secara manual kerja mekanisme
penjeratan (trip mechanism).

I.2f Saklar rantai-tenaga dan pesawat pengaman motor.


Kerja pengaman atas putusnya rantai-tenaga harus diuji secara manual pada
mekanismenya.

I.2g Saklar arah balik.


Saklar penghenti arah balik (untuk menghindari arah balik ketika operasi turun) harus diuji
secara manual untuk memastikan berfungsi dengan betul.

I.2h Alat pengaman rantai step.


Alat ini harus diperiksa dan diuji secara operasi manual (eskalator terhenti jika rantai
kendor).

I.2i Pengaman lonjakan step.


Pengaman lonjakan step ini harus diuji secara manual dengan mengangkat step,
menyebabkan pengaman bekerja.

I.2j Pengaman step atau palet hilang.


Pengaman step atau palet yang hilang harus diuji dengan cara melepas satu step atau palet
dan cermati pengaman berfungsi dengan baik.

I.2k Pengaman step atau palet datar.


Pengaman step atau palet datar harus diuji dengan cara simulasi permukaan yang miring
(tidak datar) dan cermati apakah pengaman berfungsi dengan benar.
I.2l Step dan rantai-Step.
Semua step, palet rantai dan rangka harus diperiksa secara visual atas kemungkinan cacat,
kondisi mekanis dan apakah ada penimbun material (sampah) yang mudah terbakar.

I.2m Ban Pegangan.


Mekanisme penggerak ban pegangan harus diperiksa secara visual atas kondisi dan saklar
henti pengaman ban pegangan diuji dengan memutuskan sensor.

I.2n Operasi gandegnan.


Jika escalator atau lantai-jalan berderet seri, cermati bahwa escalator pembawa penumpang
akan berhenti, jika dimukanya ada escalator yang dimuati penumpang terhenti. Juga
cermati dua unit escalator berderet seri tersebut bekerja dengan arah yang sama.

I.2o Eskalator dan lantai-jalan dengan penggerak motor DC.


Lakukan pengujian kecepatan atas unit pesawat memakai motor DC.

I.2p Pemanas.
Eskalator dan lantai-jalan yang dipasang diluar gedung dan yang memerlukan pemanas,
harus diuji pemanas dan kondisinya.
BENTUK LF.01-K

PANDUAN PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN


KHUSUS ESKALATOR DAN LANTAI JALAN

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
PENGUJIAN KEMAMPUAN TEKNIS
DAN PENGUJIAN JENIS KHUSUS

LINGKUP

Bagian ini meliputi pengujian kemampuan teknis dan jenis yang diharuskan untuk elemen
tertentu dalam perakitan yang tercakup dalam panduan ini.

A. Pengujian Kemampuan Teknis Peredam Kereta dan Bobot Imbang

Persyaratan I.1 Umum

Panduan ini memperinci pengujian kemampuan teknis atas peredam minyak kereta dan
bobot ibang.

Persyaratan I.2 Gambar Data, dan Rekor (record)

I.2a Gambar dan data yang harus diserahkan.


Sebelum pengujian, pabrik produsen tiap-tiap peredam (buffer) yang akan diuji harus
menyerahkan ke laboratirium hal-hal berikut ini :

(1) Dua set gambar rakitan dan detail dari peredam, menunjukkan.
(a) Konstruksi yang nyata dari peredam
(b) Semua ukuran dari tiap-tiap bagian
(c) Semua informasi yang relevan seperti bahan-bahan yang digunakan dan
toleransi.
(d) Data seperti yang tercantum pada label peredam seperti ketentuan dalam
syarat.
(2) Data lengkap dari aliran minyak hubungannya dengan langkah peredam yang efektif.

I.2b Kearsipan (filling) gambar-gambar dan data pengujian.


Laboratorium akan menyimpan gambar-gambar menunjukkan rekayasa peredam yang
lulus bersama dengan rekor asli hasil pengujian, data, kurva kinerja dan sertifikasi
pengujian sebagai suatu catatan permanen untuk rujukan dimasa yang akan datang. Periksa
apakah dokumen dimaksud tersedia

I.2c Perubahan rancangan peredam setelah sertifikasi.


Apapun perubahan yang terjadi atas rancangan (desain) peredam oleh produsen setelah
sertifikasi, gambar yang menunjukkan perubahan harus diserahkan/disimpan bersama
dengan aslinya yang telah bersertigfikasi dari lab. Lab akan menerbitkan perubahan
sertifikat kepada produsen. Perubahan yang tidak berpengaruh pada kinerja peredam dapat
disetujui tanpa pengujian sertifikasi dari lab. Perubahan dalam rancangan (desain) yang
akan mempengaruhi kinerja, persetujuannya hanya dapat dikeluarkan oleh lab yang
menerbitkan sertifikat.
Persyaratan I.3 Peralatan Pengujian

Peralatan pengujian harus direncanakan sedemikian rupa agar pelaksanaan pengujian


sesuai dengan perincian berikut ini, agar ketentuan peredam sesuai dengan syarat untuk
peredam minyak dan sesuai dengan hal-hal berikut ini :

(a) Kaliberas bobot uji


Kaliberasi bobot beban yang ditetapkan untuk pengujian jatuh bebas harus tepat
dalam toleransi 1%.
(b) Penempatan bobot uji
Bobot uji harus ditempatkan dilokasi tertentu untuk meyakinkan apabila jatuh
menimpa peredam arah harus vertical.
(c) Instrumen pengujian
Instrumen yang digunakan dalam pengujian harus memenuhi persyaratan berikut :
(1) Harus dari jenis yang dapat mencatat data
(2) Menghasilkan data angka plot untuk membuat kurva : selang waktu jarak lintas,
kecepatan bobot dan reaksi penahanan bobot selama peredam melangkah, yang
harus diliti/akurat, dalam batas-batas toleransi berikut ini :
(a) Alat pencatata waktu dapat merekor perjalanan waktu minimal 1 per 60
detik selama peredam melangkah.
(b) Perjalanan waktu dan jumlah waktu tercatat dengan kesalahan tidak lebih
dari 0.5%.
(c) Posisi bobot uji tiap kali harus dicatat dengan kesalahan kurang dari 0.1%.
(d) Tempo, lintas kecepatan dan reaksi penahanan, harus ditentukan dengan
cara-cara oleh suatu alat yang akan menghasilkan ketepatan yang dituntut.

Persyaratan I.4 Pemasangan Peredam dan Persiapan Pengujian

I.4a Tumpuan dan lokasi peredam.


Suatu peredam yang dilengkapi dengan pegas harus ditempatkan pada bidang tumpuan
yang direncanakan dapat menahan reaksi tanpa perubahan nyata atas gaya yang dihasilkan
dari penahanan peredam pada pengujian jatuh bebas. Peredam harus dipasang dalam posisi
vertical dan ditengah-tengah dimana bobot uji dijatuhkan.

I.4b Pengencangan peredam.


Pengencangan peredam harus sesuai dengan gambar dari produsen atau dengan cara yang
setara, pada :

(1) Pondasi bidang tumpuan uintuk jenis peredam yang dilengkapi pegas pemulihan
torak.
(2) Bagian bawah dari tengah-tengah bobot uji untuk peredam yang dilengkapi bandul
pemberat.
Garis tengah peredam jika telah dipasang kencang ditempatnya harus vertical dalam
toleransi 0.25 mm dari jarak langkah peredam.

I.4c Pengisian peredam dengan minyak.


Setelah peredam terpasang, diisi minyak sampai batas permukaan atau diantara dua garis
penunjuk produsen. Minyak harus sesuai dengan ketentuan dalam syarat 201.4i dan data
yang terinci pada label.
Setelah pengisian minyak, prosedur yang digariskan dibawah ini harus diikuti untuk
meyakinkan permukaan minyak tetap terjaga.
(1) Peredam harus ditekan penuh secara perlahan, kemudian dibiarkan kembali keposisi
awal dalam jangka waktu sampai minimal 10 menit. Permukaan minyak diperiksa.
(2) Jika permukaan minyak berubah dari posisi awal oleh sebab pembuangan udara yang
terjebak didalam peredam, prosedur harus diulang sampai diperoleh permukaan
minyak yang tetap, saat torak pada posisi awal.
(3) Jika permukaan minyak cenderung tetap diatas batas garis semula saat diisi, lbang
udara (jika ada) harus dicermati kemungkinan adanya halangan (buntu).
(4) Apabila permukaan minyak telagh mantap, maka permukaan tersebut harus disetel ke
garis terendah yang ditetapkan oleh produsen dan dicatat sebelum uji coba jatuh
(drop test) dilaksanakan.

Persyaratan I.5 Pengujian Peredam

Tiap jenis peredam [dengan system aliran (porting)] yang telah diserahkan harus diuji atas
reaksi penahanan, kekuatan, kebocoran, kembalinya torak, dan pergeseran torak
menyimpang, sebagai berikut :

I.5a Pengujian reaksi penahanan.


Pengujian reaksi penahanan berikut atas tiap-tiap peredam dengan aliran minyak (porting)
terinci dalam syarat 201.4g 1) harus dilakukan dari ketinggian sedemikian, sampai saat
bobot uji membentur, berkecepatan 115% dari kecepatan nominal kereta sesuai dengan
desain dari peredam :

(1) Tiga kali uji jatuh dengan bobot uji sama dengan kapasitas nominal lift dari produsen
untuk jenis aliran (porting) yang didesain.
(2) Satu kali uji jatuh dengan bobot uji sama dengan kapasitas minimum lift dari
produsen, untuk jenis aliran (porting) yang didesain.

Setelah uji jatuh tyersebut diatas, peredam harus dijaga tetap dalam keadaan ditekan
selama 5 menit dan kemudian boleh dibebaskan kembali keposisi awal selama 30 menit
untuk membiarkan minyak mengalir kembali ke bejana cadangan dan membiarkan udatra
yang terjebak dalam minyak keluar.

Pada masing-masing pengujian, reaksi penahanan rata-rata selama peredam lmelangkah


tidak boleh melebihi 9.81 m/s2 (=g); dan pncak reaksi terjadi tidak lebih dari satu per 25
(1/25) detik (saat benturan), tidak lebih dari 24.5 m/s 2 (=2,5 g). setelah selesai pelaksanaan
uji jatuh, tidak satupun bagian-bagian peredam yang menampakkan perubahan bentu
permanen ataupun rusak.

I.5b Pengujian kekuatan


(1) Dua uji jatuh harus dilakukan sebagai berikut :
(a) Satu uji jatuh harus dilakukan dengan system aliran (porting) sebagai terinci
dalam syarat 201.4g (1) (a) dengan bobot uji sama dengan 120% dari kapasitas
maksimal dan ketinggian sedemikian sehinghga saat membentur kecepatan
mencapai 125% dari kecepatan nominal lift. Dalam uji jatuh ini reaksi
penahanan (retardation) harus dicermati, dan atas kemungkinan melebihi nilai
tersebut dalam syarat.
Segera setelah pengujian ini, peredam harus diteliti bagian luar secara kasad
mata atas perubahan ataupun kerusakan. Jika tidak nampak cacat, kemudian
peredam ditekan peralatan (kecepatan rendah) dan dilepas kembali, untuk
meyakinkan torak kembali keatas pada posisi awal.
(b) Kemudian pengujian kedua dilakukan dengan cara-cara yang sama pada I.5a (1)
diatas, selama pengujian reaksi penahanan peredam yang terjadi tidak boleh
melebihi 5% dari hasil pada I.5a (1).
(2) Jika untuk suatu langkah tertentu terdapat lebih dari satu system pengaliran minyak
(porting), konstruksi peredam beragam untuk jenis porting, maka pengujian kekuatan
sama seperti pada syarat I.5b 91) (a) harus dilakukan untuk porting yang mempunyai
kemampuan beban minimal untuk mana porting telah didesain seperti syarat.
Kelanjutan dari tiap-tiap uji jatuh, peredam ditahan tetap tertekan selama 5 menit
kemudian dilepas sampai torak kembali ke posisi awal untuk selama 30 menit, untuk
membiarkan minyak kembali megalir ke tangki cadangan dan melepas udara yang
terjebak.

I.5c Pengujian kebocoran minyak.


Pengujian kebocoran minyak ini berjalan bersamaan dengan pengujian-pengujian penahan
peredam dalam syarat I.5a, dan uji jatuh dalam syarat I.5b (1) (b), untuk memastikan
kehilangan minyak selama pengujian.

Permukaan minyak harus diperhatikan setelah torak kembali keposisi awal seteloah
selesainya tiap-tiap uji jatuh dan setelah berlaku selag waktu yang ditetapkan dalam syarat
I.5a.

Penurunan permukaan tidak menunjukkan kehilangan minyak jika tidak melebihi 1.6 mm
untuk tiap 305 mm (foot) langkah sepanjang peredam, tetapi tanpa kecuali kehilangan
minyak tidak boleh melampaui sampai batas terendah dari torak, atau melampaui dibawah
batas lokasi lbang-lubang orifice teratas. Apabila volume minyak diatas dari porting terjadi
terlaku sedikit, padahal peredam telah diisi sampai ke batas permukaan kerja normal maka
lab boleh melakukan uji ulang untuk kebocoran minyak.

I.5d Pengujian atas kembalinya torak.


Pengujian atas kembalinya torak selama uji jatuh tersebut dalam syarat I.5a dan I.5b,
tempo yang diperlukan torak kembali bergerak keatas diukur sejak beban uji diangkat dari
peredam sampai saat torak kebali sempurna ke posisi awal. Tempo yang diperlukan tidak
lebih dari 90 detik.

Sekiranya torak gagal kembali atau sekiranya torak kembali melebihi tempo yang
ditetapkan, maka produsen boleh menyerahkan peredam lain (duplication) atau memasang
silinder tekan dan piston baru dan uji torak diulang. Jika ternyata torak masih tidak mau
kembali (bergerak keatas) memenuhi persyaratan, maka peredam tersebut ditolak (gagal).
Peredam yang dilengkapi dengan pegas pendorong kembali torak harus diuji dengan
beban 22.7 kg diatasnya. Torak harus ditekan 51 mm dan apabila dilepas akan kembali ke
posisi awal sepenuhnya dalam tempo 30 detik.

I.5e Pengujian atas gerakan goyang.


Pengujian atas gerakan goyang tersebut dibawah ini harus dilakukan untuk gerakan
goyang.
(1) Peredam dengan pegas pendorong kembali
Gerakan goyang dari torak saat mencapai keatas penuh harus diukur secara akurat
pada ujung atas dan digoyang dengan tangan kekiri dan kanan sekuat mungkin.
Setengah dari geraka dapat dianggap sebagai giyangan murni dari torak dan tidak
boleh lebih dari 1.6 mm untuk tiap-tiap langkah satu foot (305 mm stroke).

(2) Peredam dengan bobot gravity. Pengujian dilakukan sama dengan diatas.
Pengukuran dilakukan pada bagian bawah torak, apabila torak bagian atas dilegkapi
dengan penguat (braced) untuk menghindari goyangan. Setengah dari gerakan yang
diukur tidak boleh lebih dari 1.6 mm untuk tiap-tiap langkah satu foot (305 mm
stroke).
I.5f Sertifikasi.
Apabila peredanm telah menjalani semua pengujian dan semua catatan (record) dan data
memenuhi ketentuan, maka Laboratorium menerbitkan sertifikat kepada produsen disertai
laporan pengujian yang menyatakan bahwa peredam tertentu dengan jatuh langkah tertentu
dan dan piortingnya telah memenuhi semua persyaratan dengan beban-beban maksimum
dan minimum.
B. Pengujian Kemampuan Teknis Terhadap Kunci Kaki Pintu Lantai,
Kunci Kombinasi Mekanikal dengan Kontak Listrik, dan Kontak
Pintu Lantai dan Pintu Kereta

Persaratan I.1 Umum

Bagian ini memperinci pengujian kemampuan teknis atas kunci kait (interlock) kunci
kombinasi mekanikal dan elektrikal, dan kontak listrik dari pintu lantai dan pintu kereta,
dilakukan dibawah pengawasan laboratorium penguji sebagai ditetapkan oleh syarat.

Persyaratan I.2 Penelitian oleh Lab Sebelum Pengujian

Sebelum pelaksanaan pengujian, lab penguji akan meneliti tiap-tiap peralatan yang
diserahkan untuk meyakinkan bahwa peralatan tersebut memenuhi semua ketentuan.

Persyaratan I.3 Ketentuan Umum

I.3a Penyambungan untuk pengujian bagian-bagian listrik.


Selama pengujian yang terinci dalam syarat I.4 (a), (c) dan (d) peralatan harus
dihubungkan dengan jaringan listrik yang tidak tercemar oleh induksi, mempunyai tahanan
listrik yang konstan dan arus listrik dua kali nila arus yang dipakai dan dengan tegangan
nominal (rated voltage). Jaringan listrik harus tertutup, tetapi dapat terbuka (terputus) oleh
kontak didalam peralatan pada tiap-tiap siklus operasi selama pengujian.

I.3b Uji-ulang kontak listrik yang telah teruji.


Jika kontak listrik dari peralatan (untuk diuji) telah diuji sebagai bagian dari peralatan lain,
dan telah memenuhi dengan baik persyaratan (bab I), maka pengujian elektrikal atas
kontak tersebut tidak perlu diulang.

I.3c Pengujian atas tuas pelepas (retiring cam) atau peralatan sejenis.
Pengujian atas peralatan-peralatan tersebut diatas tidak diperlukan.

I.3d Pengujian kunci kombinasi mekanik dan elektrikal dan kontak-kontak listrik.
Peralatan pengujian harus dikenakan pada bagian kunci mekanis dari kunci kombinasi
mekanikal dan kontak elektrikal untuk membuka kunci tia-tiap siklus operasi selama
pengujian, yang dirinci oleh syarat I.4 (a) (c) dan (d).

Persyaratan I.4 Ketentuan pengujian dan prosedur

Tiap-tiap peralatan yang diserahkan harus menjalani dan lulus pengujian-pengujian sebagai
berikut :
(a) Uni ketahanan (enduranceI) peralatan dilumas sesuai instruksi produsen, harus
mengalami 960.000 (sembilan ratus enam puluh ribu) kali siklus operasi tanpa gagal
apapun, tanpa keausan erlebihan atau bagian-bagian menjadi longgar atau tanpa
terjadi cacat bakar pada kontak.

(b) Uji gangguan arus. Setelah selesai pegujian tersebut pada I.4 (a) peralatan tadi (yang
telah teruji) mengalami tambahan pengujian kemampuan memutus arus hidup.
Pengujian dilaksaakan dengan posisi kunci sesuai dengan gambar dari produsen. Jika
gambar menunjukkan beberapa posisi maka lab memilih satu posisi yang paling
gawat.
Peralatan contoh uji harus dilegkapi dengan tutup pelindung dan pengawatan listrik
sesuai dengan gambar dari produsen.

(1) Alat pengunci AC, bagian listriknya harus dihubungkan ke rangkaian induksi
degan power faktor 0.7 0.05 dimana arus 11 (sebelas) kali arus nominal, pada
tegangan 110% dari tegangan nominal. Alat pengunci AC harus buka tutup
(putus-sambung) berulag-ulang 50 kali dengan kecepatan normal, interval 5
sampai 10 detik dengan kontak saa menyambung berlangsung selama 0.5 detik
(minimal).

(2) Alat pengunci DC bagian listriknya harus dihubungkan dengan rangkaian induksi
dimana arus mencapai 95% dari nilai konstan 110% arus nominal dalam 300
milisekon pada tegangan 110% tegangan nominal. Alat pengukur DC harus
buka tutup (putus-sambung) berulag-ulang 20 kali dengan kecepatan normal,
interval 5 sampai 10 detik dengan kontak saa menyambung berlangsung 0.5
detik.

(3) Hasil pengujian dianggap memuaskan jika tidak ada kejadian isolaso rusak
karena bunga api atau terjadi tarikan dan jika tidak ad kelainan yang dapat
membahayakan keselamatan.

( c) Pengujian tanpa pelumas. Setelah selesai pengujian tersebut pada syarat I.4 (b),
peralatan yang sama mejalani pengujian berikut. Peralatan kemudian dibongkar dan
dibebaskan dari pelumas dengan cara dicuci dengan cairan pembersih yang tidak
mudah terbakar, kecuali bantalan-bantalannya yang tidak perlu pelumasan. Setelah
diartikan kembali, peralatan mejalani 25000 kali siklus operasi tanpa keagalan, tanpa
terjadi keausan yang berlebihan atau bagian-bagian longer atau tanpa terjadi cacat
bakar pada kontak.

(d) Pengujian pada usara lembab. Setelah selesai pengujian tersebut pada syarat I.4 (c)
peralatan yang sama harus menjalani pengujian berikut. Peralatan harus mengalami
keberadaan di dalam ruang tanpa bentilasi, suatu atmorfer yang jenuh dengan 3.5%
larutan sodium chloride selama 72 jam terus menerus. Selama masa itu peralatan
beroperasi 10 kali siklus pada tiap-tiap akhir 24 jam pertama dan kedeua dan
dibolehkan berada pada udara terbuka selama 24 jam, dan harus tidak bole gagal
dalam arti menimbulkan kondisi berbahaya. Peralatan tersebut dilumasi kembali dan
tanpa penyetelan ataupun perhatrian menjalani 15000 kali siklus operasi tanpa gagal
dalam bentuk apapun.

(e) Ji kemencengan
(1) Semua jenis pintu. Peralatan harus bekerja dengan efektif apabila tuas kereta
(atau alat yang digunakan dalam pengujian) digeser horizontal dari posisi
normal, berturut-turut sebagai berikut :
(a) Arah tegak lurus terhadap bidang bukaan pintu :
(1) kebelakang 6.3 mm
(2) kedepan 6.3 mm
(b) Arah sejajar dengan bidang bukaan pintu
(1) kebelakang 6.3 mm
(2) kedepan 6.3 mm
(2) Pintu sorong horizontal. Peralatan harus bekerja dengan efektif.
(a) Apabila bagian bawah pintu digeser dari posisi normal kereta tegak lurus
terhadap bidang bukaan pintu :
(1) kebelakag 6.3 mm
(2) kedepan 6.3 mm
(b) Apabila bagian atas pintu digeser dari posisi normal kearah tegak lurus
terhadap bidang bukaan pintu :
(1) kebelakang 3.2 mm
(2) kedepan 3.2 mm

(3) Pintu ayun/dorong (berengsel vertical) perlatan harus bekerja dengan efektif
apabila bagian pembenturan tepi depan digeser.
(a) Tegak lurus terhadap bidang bukaan pintu :
(1) kebelakang 3.2 mm
(2) kedepan 3.2 mm
(b) Sejajar (pararel) terhadap bidang bukaan pintu :
(1) 3.2 mm kearah kanan
(2) 3.2 mm kearah kiri
(3) 3.2 mm keatas
(4) 3.2 kebawah

(4) Pintu sorong vertical. Peralatan harus bekerja dengan efektif apabila pintu telah
digeser.
(a) Tegak lurus terhadap bidang bukaan pintu :
(1) kedepan 3.2 mm
(2) kebelakang 3.2 m
(b) Sejajar terhadap bidang bukaan pintu :
(1) 3.2 mm kearah kanan
(2) 3.2 mm kearah kiri

(f) Uji isolasi (insulation). Isolasi dari bagian-bagian listrik tahan terhadap pengujian
dengan nilai rata-rata (toot-mean-square) voltase dua kali lipat viltase nominal
ditambah 1000 V, 60 Hz, dijalankan selama 1 (satu) menit.

(g) Pengujian gaya dan gerakan. Jika peralatan yang diuji adalah jenis yang dilepas oleh
tuas (retring cam), maka besaran gaya untuk melepas bagian-bagian peralatan oleh
tuas harus diukur, dengan peralatan tersebut dipasang pada posisi seperti desain dari
produsen. Pengukuran gaya dilaksanakan sebelum dan sesudahnya seperti dirinci
dalam persyaratan I.4 (a).

Gaya dan gerakan perlu dicatat (record) adalah merupakan :


(1) Gaya maksimal diukur secara horizontal yang dikenakan pada bagian peralatan
yang langsung bersinggungan dengan tuas untuk melepas kait bagian peralatan,
dari kedudukannya.
(2) Jarak yang diproyeksikan pada bidang horizontal dimana kait itu bergerak dari
posisinya ke osisi saat kait tersebut terlepas dari peralatan oleh sebab didorong
oleh tuas.
Gaya dan gerakan yang tercantum pada persyaratan 111.6e (5) tidak boleh lebih
kecil dari pada besaran gaya dan gerakan dicatat selama pengujian.

(h) Uji statis. Setelah selesai dilaksanakan pengujian ketaanan (endurance) tersebut pada
persyaratan I.4 (a) sejenis ujian perlu dilaksanakan untuk mencari kebenaran (verify)
kemampuan bukaan dari peralatan kunci. Pengujian terdiri dari gaya statis dikenakan
pada kunci selama 300 detik dengan senantiasa menambah gaya secara bertahap.
Arah gaya sesuai dengan arak bukaan pintu pada lokasi sedekat mungkin denga
elemen kunci (tidak melebihi 300 mm) dengan kekuatan 1000 N (pintu sorong).
Untuk pintu dorong ayun, gaya mengaraj tegak lurus dengan bukaan pintu dengan
kekuatan 3000 N merata pada bidag bulat maupun persegi seluas 25 cm2.

(i) Pengujian jarak-jarak elektrikal. Jarak elektrikal harus memenuhi CSA.B44.1 atau
ASME A17.5 section 16.

(j) PengujianOperasi. Periksa keakuratan (ketelitian) bahwa pelu jarak 7 mm elemen-


elemen pengunci akan bertemu singgung, sebelum saklar kunci kait dari pintu lantai
menyambung arus (kontak).
C. Pengujian Kebakaran Pintu

Persyaratan I.1 Pengujian Rakitan Pintu Jenis Sorong Horizontal dan


Dorong Ayun

Pengujian atas rakitan pintu lift jenis sorong horizontal dan dorong ayun harus dilasanakan
sesuai dengan ASTM E 152. UL 10B, atau NFPA252. pengujian rakitan pintu harus
disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan.

Persyaratan I.2 Pengujian rakitan pintu jenis sorong vertical

Pengujian atas rakitan pintu lift dan lift pelayanan (dumbwaiter) jenis sorong vertical harus
dilaksanakan sesuai degan ASTM E152, UL 10B atau NFPA252.
D. Pengujian Kemampuan Teknis Step Eskaltor dan Palet Lantai-Jalan

1. (a) Uji kemampuan step atas fatugue (kelelahan)


pengujian boleh dilaksanakan ditempat pabrik pembuat atau dilaboratorium
pengujian. Hasil pengujian akan dinyatakan dalam sertifikat oleh tenaga ahli
yang telah memiliki lisensi.

(c) Step harus didudukan dengan posisi tapaknya mendatar, seperti layakya
terpasang pada escalator dan pengikatannya dengan rantai. Palet lantai-jalan
harus didudukan seperti layaknya, kondisi horizontal dari lantai-jalan dan
pengikatannya dengan rantai.

(d) Gaya tersebut harus dikenakan pada bidang plat tebal 25 mm, lebar 200 mm x
300 mm panjang, yang ditaruh di tengah-tengah step atau palet dengan posisi
panjangnya plat searah dengan jalannya step.

(e) Step atau palet tidak boleh mengalami keretakan atau lendutan permanen
yang melebihi 4 mm, setelah menjalani pengujian. Lendutan 4 mm tersebut
tidak termasuk perubaan atau keausan roda pendukung.

(f) Pengujian harus dilakukan pada berbagai jenis lebar step.


BENTUK LF.02-K

PANDUAN PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN


KHUSUS RESISTANS ISOLASI

DIREKTORAT PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


DITJEN PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAN
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

JAKARTA, 2007
PANDUAN PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN KHUSUS
RESISTANS ISOLASI

A. Antara dua Penghantar (Phase-Netral/nol)

Pelaksanaan :

1. Buka / lepaskan lengkapan dari jala-jala (cabut sekering, alat ukur volt meter dan
saklar utama / induk).

2. Buka semua saklar dari alat-alat pemakaian dan cabut semua steker (tusuk kontak)
dari stop kontak (kotak kontak) serta beban lampu.

3. Ukur resistans antara semua penghantar.


B. Antara Penghantar dan Tanah (Phase-Bumi/Tanah)

Pelaksanaan :

1. Buka / lepaskan lengkapan dari jala-jala (cabut sekering, alat ukur volt meter dan
saklar utama).

2. Buka semua saklar dari alat-alat pemakaian dan cabut semua tusuk kontak dari stop
kontak serta beban lampu.

3. Ukur resistans antara jala-jala (penghantar) dan tanah.


C. Antara seluruh lengkapan (phasa) dan bumi (phasa + beban dan bumi)

Pelaksanaan :

1. Buka / lepaskan lengkapan dari jala-jala (cabut sekering, alat ukur volt meter dan
saklar utama).

2. Tutup semua saklar dari alat-alat pemakaian.

3. Ukur tahanan antara salah satu penghantar / phasa dan bumi.


D. Antara Netral (nol) dan Bumi

Pelaksanaan :

1. Buka / lepaskan lengkapan dari jala-jala (cabut sekering dan saklar utama).

2. Lepaskan beban lampu, sambungan alat ukur, voltmeter dan saklar motor.

3. Ukur resistans antara penghantar netral dan bumi.


HASIL PENGUJIAN PENGUKURAN TAHANAN RESISTANS
ISOLASI INSTALASI LISTRIK

NAMA PERUSAHAAN:
ALA MAT :
TANGGAL :

No
PANEL RESISTANS TAHANAN ISOLASI ( M )
. KETERANGAN
R-S R-T S-T R-N S-N T-N R-G S-G T-G

Disaksikan oleh : Mengetahui Pelaksana


Ahli K3 Pengawas Ketenagakerjaan

_______________ _______________ _______________

Catatan : Alat yang digunakan :


- SANWA Resistans Meter DM506s 0 1000 MOhm
- Pengujian Resistance isolasi dari bagian instalasi dalam ruangan basah/lembab harus mempunyai sekurang- kurangnya 100
Ohm/volt tegangan Nominal.
- Pengujian Resistance isolasi dari bagian instalasi ruangan kering harus mempunyai sekurang-kurangnya 1000 Ohm /volt
tegangan Nominal
- Hasil pengujian tahanan sebaran tanah Instalasi listrik Ohm
HASIL PENGUJIAN PENGUKURAN
RESISTANS TAHANAN SEBARAN TANAH

NAMA PERUSAHAAN:
ALA MAT :
TANGGAL :
JENIS SEBARAN TANAH INST.LISTRIK / INST. PETIR

RESISTANS TAHANAN
LOKASI SEBARAN TANAH ( ) KETERANGAN
No.
R1 R2 R3

Disaksikan oleh : Mengetahui Pelaksana


Ahli K3 Pengawas Ketenagakerjaan

_______________ _______________ _______________

Catatan :
Alat yang digunakan :
1.

2. Besar tahanan (Resistance) Pembumian pada tiap-tiap bangunan Maksimum 5 (lima) Ohm .
Permenaker 02/Men /1989
HASIL PENGUJIAN PENGUKURAN
BESARAN ARUS LISTRIK ( AMPHERE )

NAMA PERUSAHAAN:
ALA MAT :
TANGGAL :

BESARAN ARUS LISTRIK


LOKASI ( A) KETERANGAN
No.
R
S T

Disaksikan oleh : Mengetahui Pelaksana


Ahli K3 Pengawas Ketenagakerjaan

_______________ _______________ _______________