Anda di halaman 1dari 2

TATALAKSANA GLAUKOMA AKUT

No. Dokumen /SOP/C/0102/II/2017


No. Revisi 00
SOP
Tanggal Terbit Februari 2017
Halaman 1 dari 2

PUSKESMAS SUKASARI dr. Gumilar Farto Siswoyo


KECAMATAN CILAKU NIP.198202012010011013

1. Pengertian Pengertian glaukoma akut adalah glaukoma yang diakibatkan peninggian


tekanan intraokular yang mendadak. Glaukoma akut dapat bersifat atau
sekunder. Glaukoma primer timbul dengan sendirinya pada orang yang
mempunyai bakat bawaan glaukoma, sedangkan glaukoma sekunder
timbul sebagai penyulit penyakit mata lain ataupun sistemik. Umumnya
penderita glaukoma telah berusia lanjut, terutama bagi yang memiliki
resiko. Bila tekanan intaokular yang mendadak tinggi ini tidak diobati
segera akan mengakibatkan kehilangan penglihatan sampai kebutaan
yang permanen
2. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah untuk tatalaksana pasien glaukoma
yang berobat di Puskesmas Sukasari.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukasari Nomor Tahun 2017
Tentang Standar Layanan Klinis.
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 5 tahun 2014
tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer
5. Alat dan Bahan a. Tensimeter
b. Stetoskop
c. ATK
d. Senter
e. Snellen Chart
6. Langkah-langkah 1. Petugas melakukan anamnesa dan mengalinya
a. Keluhan:
1) Mata merah
2) Tajam penglihatan turun mendadak
3) Rasa sakit atau nyeri pada mata yang dapat menjalar ke
kepala
4) Mual dan muntah (pada tekanan bola mata yang sangat
tinggi)
b. Faktor resiko yaitu bintik mata depan yang dangkal.
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, untuk menemukan tanda-
tanda berikut:
a. Penglihatan menurun.
b. Tekanan intraokular meningkat.
c. Konjungtiva bulbi: hiperemia kongesti, kemosis dengan injeksi
silier, injeksi konjungtiva.
d. Edema kornea
e. Bilik mata depan dangkal
f. Pupil mid-dilatasi, refleks pupil negatif.
3. Petugas menegakkan diagnosa berdasarkan anamnesa dan
pemeriksaan fisik
4. Petugas melakukan tatalaksana
a. Non-medikamentosa : pembatasan asupan cairan untuk menjaga
agar tekanan intraokular tidak semakin meningkat.
b. Medikamentosa :
1) Asetazolamid HCl 500 mg, dilanjutkan 4 x x250 mg/hari
2) KCl 0.5 gr 3 x/hari
3) Timolol 0.5 2 x 1 tetes/hari
4) Tetes mata kombinasi kortikosteroid + antibiotik 4-6 x 1 tetes
sehari
5) Terapi simptomatik
5. Petugas memberikan konseling dan edukasi kepada pasien dan
keluarganya
a. Memberitahu keluarga bahwa kondisi mata dengan glaukoma
akut tergolong kedaruratan mata, dimana tekanan intraokular
harus segera diturunkan.
6. Petugas memberikan rujukan setelah penanganan awal di layanan
primer.
7. Bagan Alir
8. Hal-hal Yang Perlu
Diperhatikan
9. Unit Terkait Ruang BP Umum, RGD 24 jam
10. Dokumen Terkait Rekam Medis
11. Riwayat Perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tgl diberlakukan
Dokumen