Anda di halaman 1dari 1

Memindahkan/Memasukkan Kalium ke Dalam Sel

1. Berikan bolus insulin reguler 8 unit dalam 50 mL cairan D40. Di Surabaya,


ilmu "turun-temurun" mengajarkan untuk memberikan drip 2 unit insulin reguler
dalam 25 mL cairan D40, yang dapat diulang tiap 30 menit. Setelah itu, pasien
diinfus dengan cairan D5 atau D10 sambil dimonitor gula darah.
2. Natrium bicarbonat dapat diberikan 150 mEq dalam 1 L D5 dengan kecepatan
250 mL/jam. Jangan berikan Natrium bicarbonat satu IV Line bersama dengan
Kasium Glukonas.

Umumnya diberi 50 ml glukosa 50% bersama 12 Unit insulin secara intravena. Pemberian infus
glukosa dan insulin (50 ml glukosa 50% dengan 10 U insulin kerja cepat) selama 15 menit dapat
menurunkan kalium 1-2mEq/L dalam waktu 30-60 menit. Insulin bekerja dengan menstimulasi
pompa N-K-ATPase pada otot skelet dan jantung, hati dan lemak, memasukkan kalium kedalam
sel. Glukosa di tambahkan guna mencegah hipoglikemia untuk menangani hiperkalemia.
Glukosa dan insulin mendorong kalium ke dalam sel-sel, sehingga kadar serum kalium menurun
sementara sampai kalium diambil melalui proses dialysis. Kalium akan keluar dari sel dan
kembali meningkat sampai ketingkat yang berbahaya kecuali di ambil melaui proses dialysis.

Stabilisasi Membran Jantung dengan Kalsium

1. Kalsium Glukonas diberikan hanya untuk hiperkalemia dengan perubahan


EKG yang bermakna atau aritmia berat yang disebabkan hiperkalemia
2. Berikan Kalsium Glukonas 1000 mg (10 mL soulusi 10%) bolus intravena
secara perlahan dalam 2-3 menit.
3. Terapi Kalsium Glukonas dapat diberikan berulang dalam 5 menit bila
perubahan EKG menetap. Pasien dianjurkan dalam monitor kardiak.

Mula-mula di berikan kalsium intravena (Ca glukonat) 10% sebanyak 10 ml yang dapat di ulangi
sampai terjadi perubahan gelombang T. Belum jelas cara kerjanya, kadar kalium tak berubah,
kerja obat ini pada jatung berfungsi untuk menstabilkan membran. Pengaruh obat ini hanya
sekitar 20-60 menit. Pemberian kalsium menjadi kontraindikasi di kondisi klien yang
hiperkalsemia