Anda di halaman 1dari 4

II.

TINJAUAN UMUM

2.1 Lokasi dan Kesampaian Daerah


Lokasi penelitian di dua tempat yaitu :
- untuk analisa terowongan dilakukan didaerah sibaganding 5 km dari
parapat dan ditempuh selama 20 menit dari parapat dengan menggunakan
sepeda motor maupun kendaran roda empat.
Kondisi daerah penyelidikan Penduduk terdiri dari suku Batak Toba dan
Simalungun
(mayoritas) serta suku lainnya suku Jawa, Minang, Melayu, Aceh, Karo dan Nias.
Bahasa yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah bahasa Toba dan
Bahasa Indonesia.. Penduduk tersebut mempunyai Kesenian Khas Toba dan
Simalungun dan Kesenian yang paling diminati masyarakat adalah seni tari dan
seni suara.. Jumlah Penduduk menurut Agama pada tahun 2008: Kristen Protestan
: 9.707 orang, Katolik : 2.882 orang, Islam : 1.689 orang, Buddha : 46 orang.
Daerah ini secara umum terletak pada 0,2 69 LU dan 98 92 BT dengan batas -
batas
sebagai berikut :
_ Sebelah Utara : Kecamatan Dolok Panribuan
_ Sebelah Barat : Kabupaten Samosir
_ Sebelah Selatan : Kabupaten Toba Samosir
_ Sebelah Timur : Kecamatan Hatonduhan

2.2 Kondisi Geologi Parapat


Pada daerah danau toba banyak terdapat batuan sedimen terutama batugamping
yang merupakan hasil rombakan dari evaporasi air laut. Pada terowongan tersebut,
terowongan dibentuk dari batugamping, batugamping mendapatkan lipatan,
sehingga terjadilah seperti sekarang ini.

2.3 Geologi Umum Sumatra Utara


Pulau Sumatra merupakan pulau keenam terbesar didunia. Secara ekpresi
fisiografis pulau ini memiliki orientasi berarah baratlaut tenggara. Luas area dari
pulau ini 435.000 km, dengan panjang terhitung 1.650 km dari Banda Aceh
bagian utara hingga tanjungkarang bagian selatan. Lebar yang terhitung sekitar
100 200 km dibagian utara dan 350 km dibagian selatan. Penggunungan Barisan
yang berada sepanjang bagian barat membangi pantai barat dan timur pulau
Sumatra. Lereng yang berarah Samudra Hindia umumnya curam sehingga
menyebabkan bagian barat biasanya berupa penggunungan dengan pengeculian 2

II-1
embyment pada Sumatra utara yang memiliki lebar 20 km. dimana bagian timur
pada pulau ini di tutupi formasi tersier dan dataran rendah alluvial (Darman dan
Sidi, 2000)

2.4 Struktur Geologi Sumatra Utara


Struktur geologi adalah segala unsur dari bentuk arsitektur kulit bumi / gamabaran
geometri (bentuk dan hubungan) yang diakbatkan gejala gejala gaya endogen.
Secara umum terdapat unsur unsur dari struktur geologi yaitu, Bidang
perlapisan, Lipatan, Patahan, dan kekar atau join. Adapun struktur geolgi
penyusun Sumatra utara, ialah Batuan yang dominan di Cekungan Sumatra Utara
terdiri dari :
Batu pasir
Batu gamping atau dolomit
Daerah ini merupakan bagian dari Lempeng Sunda yang meliputi suatu jalur
sempit yang terbentang dari Medan sampai ke Banda Aceh. Di sebelah barat jalur
ini jelas dibatasi oleh singkapan singkapan Pra Tersier. Dapat di katakan
bawah yang dikenal sebagai lempung hitam dan batupasir bermika, mungkin
merupakan pengendapan non-marin. Transgresi baru dimulai dengan batupasir
Belumai. Yang tertindih oleh Formasi Telaga. Formasi regesi diwakili oleh
Formasi Seureula yang merupakan lapisan reservoir utama. Daerah ini juga terdiri
dari cekungan yang dikendalikan oleh patahan batuan dasar. Semua cekungan
tersbut adalah pendalam paseh (paseh deep). Disini juga letak daerah terangkat
blok Arun. Yang dibatasi oleh patahan yang menjurus ke utara-selatan. Pola
struktur di Sumatra di kontrol oleh aktifitas tumbukan menyorong antara lempeng
Eurasia dengan Lempeng Hindia-Australia. Sehigga pola struktur yang terbentuk
didominasi oleh sesar mendatar dekstral. Sesuai dengan posisi jalur tumbukan
lempengnya, maka arah dari jalur sesar mendatarnya berarah baratlaut-tenggara.
Sesr sesar tua yang sudah terbentuk pada batuan dasar mengalami reaktifitasi
menjadi sesar sesar normal dibawah pengaruh sistem tengasan trasntensional .
Tektonik inilah yang menghasilkan sejumlah cekungan sedimen tersier diwilayah
tersebut. Selanjutnya pada akhir tersier mengalami pengaktifan kembali dibawah
pengaruh tektonik transpresional. Tektonik yang terhakir inilah yang
menyebabkan seluruh batuan sedimen terlipat tersesarkan dengan kuat. Serta di
ikuti dengan aktivitas magmatis/volkanis. Seluruh aktivitas tektonik ini
menghasilkan jalur tinggian yang dikenal sebagai Penggunungan Barisan. dan
potensi tambang di Sumatra Utara yang merupakan daerah yang paling kaya
minyak dan gas bumi. Basin Sumatra Utara terletak di kaki timur laut bukit
barisan. Basin ini dikenal sebagai daerah minyak dan gas bumi di Sumatra Utara
antara lain Rantau.

II-2
2.5 Geomorfologi Sumatra utara
Shcurman menggambarkan bagian paleogene kedalam pnggunungan Batak
Lands, membentuk rangkaian penggunungan pre-tersier sampai timur laut.

Pilo-pliocene
Sesudah penggangkatan Intra Miosen pada zone umum nya tidak terbentuk
eendapan marine. Selama akhir Neogen, rangkaian penggunungan barisan
membentuk rangkaian gunung api antara basin indiogosinklinal Sumatra
Timur dan Sumatra Hindia.
Pilo-pleistosen Diatropisme
Pada akhir Neogen rangkaian penggunungan barisan mengalami gerakan
disertai dwengan blok faulting dan erupsi poxymal magma asam (gantik).
Pada waktu yang sama lembah Sumatra Timur diisi dengan akumulasi
sedimen yang sangat besar, kemudian ditekan dan dilipat.
Barisan Zone Semangko
Satu dari banyak kenampakan yang menarik dari Bukit Barisan adalah rift
zone longitudinal yang memanjang dari teluk Semangko Selatan sampai
lembah Aceh Selatan. Zone graben pada puncak geantiklinal barisan
dihasilkan dari tekanan,berhubungan dengan lengkungan atas.

Penggunungan sebelah barat graben tengah terdiri dari batuan massif yang
berumur kuarter dan sejumlah formasi vulkanik muda paelozoik dan cristalin
schist. Batak culmination di Bukit Barisan Sumatra Utara dekat dengan Sungai
Wampu dan Sungai Barumuadi Bukit Barisan terdapat kulminasi berbentuk khas
disebut Batak Timor.

Danau Toba dari geolgi nya termasuk vulkano tektonik. Kenampakan morfologi
Toba lebih mudah dari lembah Asahan. Lembah Asahan merupakan aliran tuff
dan memotong dekat porsea oleh kawah Toba. Pusat patahan blok Toba, setelah
runtuh Kawah Toba mengalami patahan. Kemeringan terus menerus sepanjang
waktu juga dikelilingi blok. Ketinggian maksimum Danau Toba lebar 500 m dan
tinggi 1400 m(air danau toba). Volume kawah sekitar 1000-2000 cb/km dan terisi
oleh piroklastik. Depresi Toba telah ada sebelum ledakan. Daerah sekeliling Toba
merupakan lereng curam. Aliran ignimbetrstes pada Pre-Tersier dan Batuan
Neogen menurun kesalatan dengan lereng danau yang terjal antara 1600 m.

2.6 Statigarafi Sumatra Utara


Secara fisiografis, daerah Langkat merupakan bagian dari cekungan Sumatra
Utara bagian Selatan. Cekungan Sumatra Utara dibatasi penggunungan Bukit
Barisan dibagian Barat, Paparan Malaka di bagian Timur, Lengkungan Asahan di
bagian selatan, Laut Adaman di bagian Utara. Penampang yang berarah baratdaya
timur laut yang memperlihatkan bagaimana pengaruh subduksi yang mengontrol

II-3
tatanan tektonik setting dari cekungan Sumatra Utara. Cekungan Sumatra Utara
merupakan backarc basin yang memiliki orientasi baratlaut-tenggara, mengikuti
sistem cekungan Neogen. Cekungan ini terbentuk akibat Tumbukan Lempeng
India-Australia dengan Lempeng Eurasia. Cekungan Sumatra Utara terdiri dari
bebarapa subcekungan, yaitu :
Subcekungan Aceh di bagian utara.
Subcekungan Aru di bagian tengah.
Subcekungan Langkat di bagian tenggara.
Pembentukan statigarafi pada Cekugan Sumatra Utara dimulai sejak proses
sedimentasi pada kala tersier. Cekungan Sumatra Utara secara litostatigrafi
tersusun atas 8 unit litostatigrafi yaitu :
Batuan Dasar
Formasi Tampur (Eosen Akhir)
Formasi Parapat (Oligosen Awal)
Formasi Bampo (Oligosen Awal-Oligosen Akhir)
Formasi Bruksah (Oligosen Awal- Oligosen Akhir)
Formasi Belumai (Miosen Awal)
Formasi Bahong (Miosen Tengah)
Formasi Keutapang (Miosen Akhir)
Formasi Seurela (Pliosen Awal)
Formasi Julurayeu (Pliosen Akhir)

II-4