Anda di halaman 1dari 39

Apa Yang Dimaksud Hidroponik?

Hidroponik atau Hydroponic adalah kata yang berasal dari bahasa


Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya.
Hidropinik dalam dunia pertanian dikenal juga dengan istilah
budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah atau disebut
soilless culture.

Jadi dapat kami simpulkan pengertian dari hidropnik adalah salah


satu budidaya tanaman dengan memanfaatkan air namun tidak
menggunakan media tanah dalam rangka untuk menekankan pada
kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

citycrop.io
Dalam kajian bahasa, hydro memiliki makna air sedangkan ponos
artinya kerja. Jadi, apabila kita artikan secara bahasa. Hidroponik
adalah suatu cara membudidayakan tanaman flora dengan lebih
menekankan terhadap pemenuhan kebutuhan nutrsi tanaman atau
lebih simpelnya bercocok tanam tanpa media tanah melainkan
dengan air.
Sistem hidropnik dilatar belakangi terhadap tingginya animo
masyarakat akan sangat pentingnya kebutuhan pupuk bagi
perkembangan tanaman.

Bagaimana Sejarah Munculnya Hidroponik?

thecoolist.com
Pada buku yang berjudul Sylva Sylvarum karangan Francis
Bacon yang dicetak tahun 1628 menyebutkan bahwa awal
mulanya bercocok tanam dengan sistem tanpa menggunakan
media tanah adalah tahun 1627.

Di tahun tersebut teknik budidaya dengans istem hidroponik


menjadi penelitian yang sangat populer. Kemudian 77 tahun
setelahnya seorang bernama John Woodward melakukan
ekperimen budidaya air dengan spearmint.

Dia menyatakan bahwa tanaman yang tumbuh dengan media air


kurang murni lebih baik dari tanaman yang tumbuh dengan air
murni.

Lalu pada tahun 1842, dua orang berkebangsaan jerman Julius


von Saches dan Wilhem Knop menyusun 9 daftar elemen yang
sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman.
Dan tidak lama setelah itu yakni tahun 1859-1865 penggunaan
sistem tanam tanpa menggunakan tanah mengalami
perkembangan yang sangat signifikan.

Teknik ini merupakan suatu teknik dalam membudidayakan


tanaman yang lebih menekankan pada kebutuhan nutrisi bagi
tanaman. Sehingga dengan model ini menjadi suatu standar
penelitian dan sebagai sebagai teknik pembelajaran.

Dewasa ini Solution cukture merupakan sutau teknik media


tanam tanpa menyediakan unsur hara melainkan.

Belum ada berselang 1 abad yakni pada tahun 1929, Seorang


peneliti asal Universitas California bernama William Frederick
Gericke secara resmi mempromosikan Solution culture sebagai
solusi untuk menghasilkan dan membudidayakan tanaman
pertanian.

Akan tetapi awalnya dia menyebutnya dengan istilah aquaculture


(budidaya perairan) namun nama ini ternyata sudah populer
dalam pembudidayaan hewan air.

Pada eksperimen perdananya dia melakukannya pada tanaman


tomat yang mampu tumbuh menjalar setingggi 25 kaki di
belakang rumahnya. Dia memanfatakan larutan nutrient sebagai
mineral selain tanah.

Jadi istilah hidroponik pertama sekali dipopulerkan oleh peneliti


Universitas California yakni William Frederick Gericke sebagai
cara bercocok tanam dengan menggunakan air.

Dalam perkembangannya teknik dengan sistem hidroponik


banyak dilakukan hanya dalam segala kecil sebagai hobi atau
sekedar kesukaan di masyarakat khususnya Indonesia.

Namun tidak sedikit juga telah mengkomersilkan hasil tanaman


hidroponik ini. Tetapi mempertimbangkan aspek sosial dan
ekonomis.
Adapun jenis tanaman yang sering dibudidayakan dengan sistem
hidropnik yakni paprika, tomat, timun jepang, melon, terong dan
selada.

Apa Yang Dimaksud Media Tanam Hidroponik?

epagma.eu
Setalah kam imenjelaskan tentang pengertian dan sejarah muncul
hidroponik sekarang saaatnya untuk menjelaskan pengertian
media tanam hidroponik.

Median tanam hidroponik adalah suatu media yang terbuat dari


material atau bahan selain tanah yang digunakan sebagai tempat
tumbuh dan berkembangnya akar tanaman.

Dari pengertian diatas maka media tanam hidroponik berfungsi


sebagai tempat menopang tanaman agar mampu berdiri tegak
sehingga tidak mudah roboh.

Disinlah dapat kita pahami bahwa perbedaan yang sangat


mencolok antara menanam dengan cara konvensional dengan
sistem hidroponik. Yaitu terletak pada media tanam yang
digunakan.

Kalau cara konvensional sebagaimana yang sudah lazim


menggunakan tanah. Namun pada sistem hidroponik
menggunakan media non tanah.

Dalam mengkomersilkan atau sekedar hobi, maka lebih baik


sebelum bercocok tanam menggunakan sistem hodroponik
sebaiknya kenali dulu berbagai macam media tanam yang
digunakan.

Karena pemilihan media tanam akan sangat mempengaruhi hasil


yang ditanam. Dan juga pastikan media tanam yang dipilih sesuai
dan mudah diperoleh serta sesuai dengan budget.

Apa Ciri-Ciri Atau Kriteria Media Tanam


Hidroponik?

growweedeasy.com
Sebelum menggunakan media tanam maka hal yang tak boleh
dihindari adalah kriteria dalam memilih media tanam hidroponik.
Sedikitnya ada 6 kriteria diantaranya:
Media tanam tersebut bersifat mudah menyerap air yang
berlebih atau poros.
Media tanam itu memiliki struktur material yang gembur,
subur dan mampu menyimpan persidiaan air yang cukup
untuk dialirkan pada tanaman.
Media tanam tidak mengandung NaCl atau garam atau kadar
salinitasnya sangat rendah.
Tingkat keasamaan media tanam mencapai titik netral atau
setidaknya pH diantara 6-7.
Media tanam tidak mengandung suatu jenis organisme yang
menimbulkan hama atau penyakit sehingga bisa merusak
tanaman.
Media tanam juga harus memiliki setidaknya kandungan
kapur atau unsur kalium. Karena sebagai nutrisi bagi tanaman.

Apa Saja Macam-Macam Media Tanam


Hidroponik?

Dari penjelasan kriteria diatas maka kita dapat mengetahui media


tanam apa saja yang pantas untuk tanaman hidroponik. Sehingga
dengan pemilihan ini sebagai langkah awal bagi kita untuk
memulai bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Apa sajakah
itu?

#1 Media Tanam Hidroponik: Mineral Wool Atau


Rockwool
hydroponics-hydroponics.com
Banyak kita temukan para petani Indonesia menggunakan media
tanam yang satu ini. Kenapa? Karena rckwool adalah media
tanam berbentuk semacam busa dan mempunyai serabut halus
serta beratnya sangat ringan.

Mineral wool merupakan jenis media tanam yang berasal dari


batuan basalt yang telah dilelehkan dengan suhu yang sangat
tinggi.

Katika batu tersebut mencair maka serat yang halus akan


terbentuk. Lalu kemudian dicetak dengan bentuk lempengan atau
blok dengan ukuran yang besar.

Nah, ketika proses pencetakan selesai maka mineral wool


tersebut dipotong sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya
mineral wool dijual dalam bentuk lempengan atau block dengan
ukurang yang sangat besar.

Kegunaaan media tanam dengan menggunakan mineral wool atau


rock wool adalah dapat dugunakan sebagai media semai dan
media tanam.

#2 Media Tanam Hidroponik: Arang Sekam


ichsantirtonotolife.wordpress.com
Media tanam yang cukup populer digunakan oleh para petani
hidro adalah arang sekam. Karena arang sekam memiliki dua
keunggulan yakni bisa digunakan untuk teknik hidroponik dan
dapat juga digunakan di dalam pot.

Dengan membakar hasil limbah dari penggilingan padi maka


akan dapat menghasilkan arang sekam. Dengan mengunakan
arang sekam pada media tanam maka akan sangat baik dan steril
dari bakteri dan cendawan.

Sama halnya dengan rockwool arang sekam juga dapat digunakan


sebagai media semai dan media tanam. Keunikan dari media
sekam ini adalah mampu bertahan cukup lama sebab tidak terurai
dan dapat juga digunakan berulang-ulang.
#3 Media Tanam Hidroponik: Hydroton

advancednutrients.com
Hydroton adalah media tanam yang memiliki pH yang stabil dan
netral yang terbuat dari bahan dasar lempung yang dipanskan.

Hydroton memiliki ukuran yang sangat kecil yakni dengan


diameter 1-2,5 cm dan tekstur bulat dan berpori-pori kecil.

Pori yang terdapat pada hydroton berfungsi sebagai media


menyerap air yang nantinya akan digunakan sebagai penyedia
nutrisi untuk makanan tumbuhan.
Bentuknya yang bulat dan tidak memiliki sudut maka akan
menjamin tanaman tidak akan rusak yang biasa disebabkan
karena bersentuhan dengan hdroton yang lain.

Selain itu hydroton juga media tanam yang baik karena mampu
menyediakan oksigen sehingga sangat tepat untuk akar tanaman.
Sama halnya dengan arang sekam, hydroron juga dapat
dugunakan berulang kali.

Yaitu dengan cara mencuci hingga bersih agar dapat


menghilangkan kotoran seperti lumut yang menempel pada sisi
bagian hydroton.
#4 Media Tanam Hidroponik: Serbuk Sabut Kelapa

greglo.com
Media tanam kali ini adalah bersifat organikdan juga dapat
digunakan dalam sistem hidroponik. Nama lain media tanam ini
adalah cocopeat.

Dimana cocopeat mampu menyerap air dengan penyerapan yang


cukup tinggi. Dan juga kadar keasamaannya yakni cukup stabil
yaitu 5,0 6,8.

Akan tetapi ketika menggunakan media serbuk sabut kelapa ini


maka mesti menambahkan media tanam lain seperti arang sekam
bakar dengan perbandingan 50:50.

Hal ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pasokan oksigen


yang diperuntukkan pada akar tanaman. Dengan begitu semakin
tinggi tingkat aerasi maka semakin bagus pula pasokan oksigen
pada akar tanaman tersebut.
Media tanam serbuk sabut kelapa sangat baik sehingga sangat
berpengaruh positif dalam pertumbuhan akar pada tanaman.

#5 Media Tanam Hidroponik: Spons

hidroponikpangandaran.blogspot.com
Sering kita jumpai benda yang satu ini berada di dapur. Namun
tahukah kamu bahwa spons sendiri memiliki fungsi lain yakni
sebagai media tanam yang baik untuk hidroponik.

Hal ini dikarenakan pori-pori yang dimilikinya dapat dijadikan


sarana dalam mengalirkan air yang berisi nutrisi ke akar
tumbuhan.

Spons merupakan media tanam hidroponik yang sangat mudah


ditemukan. Bisa ditemukan pada bagian lapisan sofa maupun jok
kendaran. Keunggulan spon ialah mampu menyerap air dan juga
menahan serapan yang cukup tinggi.

Keunggulan lainnya sppon juga memiliki 2 fungsi lain yakni


sebagai media tanam hidroponik dan media semai. Karena
mudahnya diperoleh maka akan menghemat biaya dalam
#6 Media Tanam Hidroponik: Perlite

virtogroup.com
Apa itu perlite? Perlite adalah sejenis bebatuan yang berwarna
putih dan berasal dari batu silica yang telah dipanaskan dengan
suhu yang sangat tinggi.

Dengan memanaskan batu silica dengan suhu yang sangat tinggi


maka akan berubah bentuk menjadi cairan lalu dicetak dengan
ukuran yang sangat kecil.

Dengan menggunakan perlite ini maka akan menghasilkan aerasi


yang cukup bagus. Dan juga nilai atau kadar keasaaman pH
adalah netral atau stabil. Disamping itu juga ukuran dari perlite
ini sangat ringan seperti gabus.

Dari kriteria diatas, secara umum perlite sudah memenuhi kriteria


yang baik untuk media tanam hidroponik yang juga memiliki
daya serap yang cukup tinggi.

Namun apabila ingin mendapat hasil yang lebih baik maka ada
bagusnya menambahkan media tanam lain seperti cocopaet.
#7 Media Tanam Hidroponik: Vermiculite

phuthinhjsc.vn
Nah, media tanam yang ketujuh ini banyak petani hidropnik tidak
mengetahuinya. Padahal secara sifat vermiculite mirip dengan
perlite yang sama-sama dihasilkan daerah proses pemanasan batu.

Perbedaannya yaitu terletak pada daya serap yang lebih tinggi


daripada perlite. Yang kedua ukuran vermiculite lebih berat
dibandingkan perlite dan memiliki tekstur seperti kerang laut.

Sama halnya seperti perlite untuk mendapatkan hasil yang bagus


maka perlu menambahkan media tanam lain seperti arang sekam
maupun cocopeat.
#8 Media Tanam Hidroponik: Akar Pakis

fietha.wordpress.com
Media tanam organik lainnya selain cocopeat dan arang sekam
adalah akar pakis. Akar pakis merupakan media tanam yang
tergolong mudah untuk mendapatkannya.

Akan tetapi akar pakis merupakan media tanam yang kurang baik
sebab memiliki daya serap kurang baik dan mudah membusuk.

Namun bukan berarti buruk keseluruhan, dalam


pengaplikasiannya akar pakis bisa ditambahkan dengan arangs
ekam atau cocopeat sehingga dapat menghasilkan tanaman
hidroponik yang baik.

#9 Media Tanam Hidroponik: Kapas


berkahkhair.com
Media tanam yang ke-9 ini boleh digunakan sebagai awal saja
yakni kapas. Kapas merupakan media tanam yang sangat baik
sebagai langkah awal dalalm penyemaian benih.

Kenapa? Karena daya serap kapas terhadap air sangat tinggi


sehingga pemberian nutrisi untuk tanaman hidroponik sangat
bagus.

Dalam pengaplikasiannya yakni selain deberi air yang cukup dan


juga pupuk sebagai penunjang tanaman maka akan mendapatkan
hasil yang menjanjikan hingga akhirnya siap untuk dipindahkan
di media tanaman lain.

#10 Media Tanam Hidroponik: Hydrogel


berkahkhair.com
Berbeda dari hydroton yang terbuat dari batu-bata. Media tanam
kali ini sangat tepat apabila diletakkan di ruang tamu. Karena
memiliki warna yang beraneka ragam dan cantik.

Dia adalah hydrogel. Hydrogel pada umumnya media tanam


hydropinik bukan untuk pembudiyaan. Akan tetapi media tanam
dengan jenis bunga atau tanaman sejenisnya.

Dengan bentuknya yang bundar dan warna-warnu maka akan


membuat suasana ruang tamu menjadi lebih fresh, nyaman dan
terkesan unik. Dan satu lagi dengan media tanam yang ini maka
bisa menggunakan ukuran tanaman yang cukup besar.

#11 Media Tanam Hidroponik: Kerikil


tavip1708.wordpress.com
Kerikil adalah media tanam yang cukup baik dan biasanya
digunkan di dalam pot atau vas bunga. Bentuknya yang kecil-
kecil akan membuat ruang tamu menjadi unik dan segar.

Ditambah lagi apabila dipsangai vas bunga yang trasparan maka


akan menambah keunikan dalam ruangan. Tetapi perlu diingat,
umumnya ini hanya digunakan untuk tanaman jenis bunga.

#12 Media Tanam Hidroponik: Pasir


fietha.wordpress.com
Pasir juga merupakan media tanam yang baik sama halnya
dengan hydrogel dan kerikil. Kebanyakan orang lebih
menggunakan pasir daripantau ataupun pengunungan.

Karena kedua jenis pasir ini memiliki tekstur yang lebih lembut
dan warnanya kehitaman dan bening. Sama seperti kerikil dan
hydrogel dapat jadikan media tanam untuk disandingkan dengan
pot dan diletakkan di dalam ruang tamu.

#13 Media Tanam Hidroponik: Pumice


berkahkhair.com
Pumice adalah media tanam hidropnik yang tepat sebagai
pembudidayaan. Pumice berasal dari letusan gunung berapi yakni
batuan jenis basalt. Namun dalam pengaplikasiannya pumice
dapat dicampur dengan media tanam lain seperti arangs ekam
bakar atau vermiculite.

#14 Media Tanam Hidroponik: Expended Clay


serbahidroponik.blogspot.com
Media tanam kali ini adalah berasal dari tanah liat yang telah
mengandung unsur hara maupun mineral. Dalam
pengaplikasianya pumice sangat tepat digunakan sebagai langkah
awal dalam pemyemaian benih.
#1 Sistem Hidroponik Aeroponik

gardenculturemagazine.com
Aeroponik berasal dari dua kata yakni aero adalah udara dan
poniq adalah cara budidaya. Jadi aeroponik adalah suatu sistem
penanaman sayuran yang paling baik dengan menggunakan udara
dan ekosistem air tanpa menggunakan tanah.

Teknik ini merupakan metode penanaman hidroponik dengan


menggunakan menggunakan bantuan teknologi. Dengan
menempatkan tanaman sedemikian rupa hingga akar tanaman
terlihat menggantung.

Prinsip kerja aeroponik sistem adalah dengan memanfaatkan air


dan nutrisi yang diberikan ke tanaman dalam bentuk butiran kecil
ataupun kabut.

Adapun proses pengkabutan ini berasal dari sebuah pompa air


yang diletakkan di bak penampungan dan disermprotkan dengan
menggunakan nozzle. Sehingga dengan begitu nutrisi yang
diberikan ke tanaman akan lebih cepat diserap akar tanaman yang
menggantung.
Sistem aeroponik merupakan langkah yang tepat dan baik dalam
pembudidayaan tanaman sebab dari teknik ini tanaman akan
mendapatkan dua hal yaitu nutrsi serta oksigen secara bersamaan.

Banyak petani senang dengan menggunakan teknik ini. Karena


kualitas sayuran yang ditanam dengan teknik ini terbukti
mempunyai kualitas yang baik, higeinis, segar, renyah, beraroma
dan disertai juga dengan citarasa yang tinggi.

Keunggulan dari sistem ini yakni terletak pada proses


oksigenisasi yang langusng sampai ke akar yang dimulai dari tiap
butiran kabut halus yang sudah dicampur unsur haranya.

Jadi banyak di negara berkembang menggunakan sistem ini


termasuk di Idnonesia. Kelebihan dari sistem ini ada 8
diantaranya:

Tidak perlu menggunakan lahan yang luas, Cukup dengan


lahan yang kecil saja.
Sistem aeroponik sangat ramah lingkungan karena dapat
menghemat air.
Dengan akar yang menggantung di udara maka akan lebih
banyak dalam penerimaan oksigen.
Dapat mengurangi jumlah tenaga kerja.
Mengurangi pertumbuhan pathogen yang berbahaya.
Tanaman akan lebih mudah melakukan fotosintesis sebab
tanaman tersebut akan memanfaatkan karbon dioksida yang
kaya akan oksigen.
Tidak perlu menggunakan tanah, sebab dengan aor yang
cukup maka sudah bisa membudi dayakan tanaman ini.
Mampu menghasilkan tanaman yang memenuhi 3K yaitu
kualitas, kuantitas dan kontinuitas.
Nah, kekurangan sistem ini adalah apabila dalam sistem
pengkabutan tidak dikontrol dengan benar maka akar yang
menggantung akan cepat mengering sebab mengganggu
proses pengabutan.
#1.1 Cara Menaman Dengan Sistem Aeroponik

berkahkhair.com
Sebelum kami terangkan cara menanam sistem hidroponik, maka
lebih utama dulu mengenal bahan atau alat yang diperlukan. Ada
9 alat dan bahan yang perlu disediakan. Diantaranya:

Jaringan irigasi sprinkler


Pompa air atau jet pump (sanyo)
Nozzle sprinkler
Pipa paralon
Pipa etilen
Rockwool
Gabus atau Styrofoam
Larutan nutrisi
Dan bibit tanaman.
Fungsi dari sprinkler adalah sebagai alat untuk menjamin
ketepatan waktu dalam penyiraman, jumlah air yang digunakan
dan keseragaman dalam mendistribusikan air seluruh permukaan
akar tanaman.

Sehingga dengan cara tersebut akan sangat membantu dalam


menciptakan uap air di udara yang mengenai semua tanaman dan
memberikan lapisan air pada akar dan juga akan menurunkan
suhu disekitar daun serta mampu mengurangi evantranspirasi.
Pertama atur sistem pancaran atau pengabutan pada sprinkler jet
spray secara intermittend. Dengan memanfaatkan tombol on-off
yang telah disetting dengan menggunakan timer.

Kemudian apabila proses pengabutannya mati tidak lebih dari 15


menit maka tanaman akan tetap tumbuh namun perlu
diperhatikan juga apabila pompa air mati lebih dari 20 menit
maka akan menyebabkan akar tanaman mongering dan akhirnya
mati.

Ada 5 kelebihan yang dapat diperoleh dari sistem ini yakni:

Mampu mengendalikan akar tanaman.


Mampu memenuhi kebutuhan air dengan baik dam juga mudah.
Keseragaman nutrisi dan juga kadar konsentrasi nutrisi da pat
diatur sesuai dengan umur dan jenis tanaman.
Tanaman dapat diproduksi hingga beberapa kali dengan periode
yang pendek.
Dapat dijadikan sebagai media eksoerimen sebab adanya variabel
yang dapat dikontrol sehingga dapat memungkinkan hasil
tanaman high planting density.
Namun sistem ini memerlukan investasi dan biaya perawatan
yang sangat mahal. Selain itu sangat tergantung pada energy
listrik dan juga mudah terserang penyakit apabila tidak dirawat
dengan baik dan benar.

#2 Sitem Hidroponik Nutrient Film Technique (NFT)


instructables.com
Sistem Nutrient Film Technique (NFT) adalah teknik baru dalam
hal bercocok tanam hidroponik di Indonesia. Sistem ini sangat
tepat apabila diaplikasikan pada lahan yang tidak subur dan
namun dapat diterapkan di dataran tinggi maupun rendah.

Intinya tujuan akhir dari sistem ini adalah memperoleh panen


yang berkualitas. Ada sedikit perbedaan penerapan sistem NFT
dengan aeroponik.

Perbedaannta yakni terletak pada peletakan akar tanaman di atas


lapisan air yang dangkal. Akan tetapi air tersebut telah
mengalami proses sirkulasi dan mengandung sejumlah nutrient
sesuai dengan kebutuhan tanaman,

Sehingga dengan begitu akar tanama akan terus berkembang


sebab dikelilingi oleh lapisan nutrisi. Keungulan dan kelemahan
teknik ini yakni terletak pada pasokan daya listrik.

Apabila pasokan listrik baik itu pompanya mengalami kerusakan


maka akar tanaman akan cepat kering yang kemudian
terganggunya nutrisi dan menyebabkan kematian.
Namun dengan cara ini akan lebih menjamin tanaman dapat
tumbuh dan berproduksi lebih maksimal dan berhasil.

#2.1 Cara Menaman Dengan Sistem Nutrient Film


Technique (NFT)

berkahkhair.com
Cara menanam teknik ini yaitu pertama apabila telah selesai
proses pembuatan media tanam dan pecampuran nursi beserta air,
maka larutan nutrsi dipompakan ke dalam growing tray.

Growing tray merupakan tempat bisa berupa keranjang maipun


pot untuk tumbuhan yang umumnya adalah tabung. Jadi larutan
nutrisi akan mengalir melewati akar tanaman lalu selanjut akan
kembali lagi ke bak penampungan.

Biasanya sistem ini ditempatkan apda keranjang plastik yang


mana akar menggantung ke dalam larutan nutrisi. Namun cara ini
ternyata kurang efektif, sebab harus melewati penyemaian biji
hingga ditempatkan ke sistem NFT.

Apabila cara diatas kurang bisa dipahami, maka dapat dilakukan


salah satu dari 2 metode metode berikiut ini:

Cara pertama: Siapkan alat dan bahan dengan spesifikasi berikut


ini. Sediakan talang air sepanjang satu meter sebanyak 6 buah.
Lalu gabus atau Styrofoam dengan ukuran 1 meter sedikitnya 6
buah.
Gunanya dua alat ini yaitu sebagai tempat aliran air. Apabila
telah selesai alat dan bahannya. Maka buatlah lubang pada gabus
dan dijadikan tempat tanamn sebanyak 5 buah.

Dengan tiap buah masing-masing berdiameter 6 cm perlubang.


Kemudian tempelkan gabus itu pada talang air yang telah
dipasangi pipa di kedua ujung talang.

Nah, cara ini dapat disusun secara vertical maupun horizontal


tergantung kreatifitas. Metode cara pertama ini tergolong mudah
sebab hanya tinggal meletakkan bibit tanaman dan media tanam
rockwoll.

Cara kedua:
Dipotong paralon 3 inci menjadi 4 bagian yang masing-masing
bagian telah diberi lubang dengan cara dibor. Sebelum dibor
sebaiknya diukur terlebih dahulu jarak antar lubang.
Pada masing-masing ujung paralon, beri penutup dan pastikan
sesuai dengan drat yang digunakan.
Setalah itu susun paralon secara vertical yang telah dibuat
instlasinya. Lalu pasang pipa air di kedua ujung paralon. Model
isntlasi ini sesuai dengan kreatifitas. Kemduian pasanglah drat.
Selanjutnya masukkan pompa air yang telah diberi larutan nutrsi
dan disambungkan dengan selang agar air tersebut dapat mengalir
ke bagian atas.
Setalah urusan diatas selesai, maka baru kemudian masukkan
media tanam ke bagian plastik yang telah sebelumnya dilubangi
dan diletakkan bibit tanaman.
Dan terakhir gula plastik tersebut dimasukkan kedalam pipa
paralon.
#3 Sistem Hidroponik Drip System
wpcextrusionmachine.com
Sistem Drip atau Sistm tetes adalah sistem hidroponik banyak
diterapkan di rumah-rumah yang sebeneranya tujuan utamanya
yaitu hanya sekedar hobi namun tidak tutup kemungkinan juga
untuk dikomersilkan.

Sistem ini tergolong sederhana sebab tidak membutuhkan begitu


banyaj perlengkapan, serta multifungsi dan efektif.

Banyak sekali variasi yang dapat kita rancang serta bangun. Dan
semuanya hanya tergantung pada kreativitas dan inovasi.

Sesuai dengan namanya sistem ini menerapkan tetesan larutan


nutrisi ke setiap akar tanaman dengan tujuan agar lembab dan
juga basah.

Teknik ini bisa dirancang sesuai kebutuhan dan lahan, bisa dari
skala kecil maupun skala besar. Akan tetapi lebih efektif cara ini
untuk tanaman yang agak besar yang membutuhkan ruang yang
lebih untuk pertumbuhan akar.

Dan juga teknik ini tidak begitu banyak membutuhkan air dalam
sistem pengairannya serta pipa ataupun selang dapat ditarik
secara memanjang. Kekurangan hanya media tanam yang banyak
agar mudah diserap dan disimpan.
Kenapa menggunakan tanaman besar? Karena tanaman besar
tahan terhadap tekanan atau stress dan tidak sensitif terhadap
keterlambatan waktu pengairan.

Ada dua jenis tes dalam menggunakan sistem drip yaitu:

#3.1 Sistem Drip Putar (Sirkulasi)

berkahkhair.com
Sistem model ini paling banyak diaplikasika di perumahan.
Karena prinsip kerjanya yang cukup sederhana. Yaitu dengan
mengalirkan air di dalam tandon yang telah dicampurkan nutrisi
untuk membasahi media tanam dan akar tanaman.

Lalu air yang dialirkan dengan sendirinya akan turun ke bawah


yang mana telah disediakan bak penampungan (tendon). Nah,
sirkulasi dari proses inilah yang dapat dipakai secara berulang-
ulang sehingga dapat membasahi setiap tanaman.

Namun kekurangan teknik ini yaitu harus dilakuakan pengecekan


rutin terhadap air yang digunakan. Karena dengan terlalu
banyaknya sirkulasi air maka akan bisa mengubah tingkat
keasaman (pH) air serta perubahan warna larutan air.

#3.1 Sistem Drip Habis (Non-Sirkulasi)


Kalau sistem drip tetes banyak digunakan di perumahan yang
hanya sekedar hobi. Sistem ini banyak diterapkan untuk skala
komersil dan cara kerjanya juga sedikit berbeda.

Air nutrisi yang digunakan di dalam tendon tidak dialirkan lagi


melainkan langsung dibuang apabila ada kelebihan.

Meskipun terbilang boros akan tetapi air yang dibuang tersebut


tidak begitu banyak. Sistem ini bisa tercapai yakni dengan
menggunakan timer.

Sehingga dengan begitu tetesan air dapat diatur hingga sampai ke


detik berapa. Dan sistem pengairan ini cukup dengan meneteskan
larutan nutrisi selama berapa waktu yang dibutuhkan dan cukup
membasahi media tanam saja.

Air tetesan tersebut yang kemudain akan diserap dan disimpan


oleh media tanam yang mana nantinya akan dapat dimanfaatkan
media tanam.

Dalam berapa hari media tanam yang digunakan tanaman harus


dibersihkan agar endapan nutrisi tidak mengganggu proses
pertumbuhan tanaman. Lagi pula sistem in terbilang
perawatannya lebih sedikit dibandingkan sistem sirkulasi.

Karena air tetesan yang telah ditampung langsung dibuang jadi


tidak perlu lagi untuk selalu mengecek kadar keasamaan air dan
jumlah nutrisi di dalam tendon.

Yang perlu diingat dan dicatat adalah larutan nutrisi di dalam


tendon mesti diaduk agar tidak terjadi pengendapan mineral yang
akan berdampak pada pertumbuhan tanaman.

#4 Sistem Hidroponik Pasang Surut (Ebb And Flow


System)
berkahkhair.com
Sistem pasang surut adalah sistem bercocok tanam hidroponik
dimana tanaman mendapatkan air, oksigen serta nutrisi melalui
pemompaan bak penampung yang nantinya akan membasahi akar
atau istilahnya pasang.

Kemudian selang beberapa waktu nutrisi kembali lagi ke bak


penampungan atau istilahnya surut. Nah, waktu pasang atau
surutnya ini bisa diatur sesuai kebutuhan tanaman sehingga tidak
terjadi genangan ataupun kekurangan air.

Jadi pompa air ini nantinya akan dibenamkan ke dalam larutan


nutrisi lalu dipasang timer yang telah diatur waktunya . Dan air
yang di dalam kolam atau bak penampung akan dipompa dan
diteruskan ke penampungan tanaman (grow tray).

Baru kemudian timer mati dan air secara otomatis aka turun
kembali ke bak penampungan. Dalam hal ini timer dapat diatur
beberapa kali sesuai kebutuhan. Intinya nutrisi pada tanaman
harus terpenuhi secara baik.
berkahkhair.com
Dalam aplikasinya sistem hidroponik dengan teknik ini dapat
diterapklan untuk beberapa media pertumbuhan. Dan media yang
lazim untuk menyimpan air secara baik adalah rockwool dan
vermiculite.

Kelebihan dari teknik ini yaitu tanaman akan memperoleh nutrisi


berupa air dan oksigen secara periodic. Kedua adalah oksogen
yang dibawa melalui pompa mempunyai kualitas yang baik. Dan
penyiraman yang dilakukan secara otomatis dapat menghemat
tenaga dan waktu.

Namun kekurangan menggunakan metode ini yaitu budget yang


dikeluarkan cukup mahal. Tergantung pada posakan listrik,
apabila listrik padam maka tumbuhan bisa mati. Dan pemberian
nutrisi berkali-kali tidak sebaik pemberian nutrisi di awal.

#5 Hidroponik Sistem Deep Flow Technique System


(DFT)
berkahkhair.com
Sistem DFT secara singkat adalah sistem hidroponik yang
meletakkan akar tanaman pada lapisan air pada kedalaman air
berkisar 4-6 cm.

Sama dengan sistem yang lain, sistem DFT juga membutuhkan


tenaga listrik untuk mensirkulasikan air ke dalam talang-talang
dengan menggunakan pompa air. Kemudian untuk menghemat
listrik maka dapat menggunakan timer yang dapat atur waktu
hidup dan mati.

berkahkhair.com
Keunggulan sistem hidroponik daripada sistem yang lain adalah
terletak pada saat listrik padam namun kebutuhan nutrisi untuk
tanaman tetap tersedia. Karena sistem ini diatur ke dalam
nutrisinya sampai 6 cm.

Akan tetapi kekurangannya adalah memerlukan kebutuhan nutrisi


yang cukup banyak apabila disbanding dengan sistem NFT.

#6 Hidroponik Sistem Sumbu (Wicks System)

berkahkhair.com
Sistem sumbu atau wicks system adalah sistem hidroponik yang
paling sederhana yakni dengan memanfaatkan sumbu yang
kemudian dihubungkan antara larutan nutrisi pada bak
penampung dengan media tanam.

Dan hal yang laing sederhana lagi yakni sistem ini bersifat pasif
dalam artian tidak ada bagian yang bergerak.

Jadi larutan nutrisi akan ditarik ke media yang selanjutnya


disalurkan ke media tanam dari bak atau tangki penampungan
melewati sumbu. Dengan memanfaatkan daya kapilaritas sumbu
maka air dan nutrisi dapat mencapai akar tanaman.

Sistem sumbu adalah sistem yang sangat ideal bagi yang sangat
menginginkan tanaman di pekarangan dapur, ruang tamu dan
bahkan di halaman rumah yang luasnya tidak begitu lebar.

Dalam aplikasinya wick system dapat dicampurkan media tanam


lain seperti perlite, vermiculite, arang sekam padi dan kerikil
pasir.

Cara menaman dengan sistem sumbu dapat memanfaatkan sumbu


kompor, kapas atau kain bekas. Intinya media tersebut dapat
menyerap air dengan baik. Boleh media dari yang kami sebutkan.

berkahkhair.com
Pertama akar tanaman tidak dicelupkan langsung ke dalam air
akan tetapi akar tersebut tumbuh dalam beberapa bahan penahan
air seperti misaknya rockwool atau bisa juga sabut kelapa.

Kemudian ujung sumbu ditempatkan di dalam reservoir yang


telah diisi larutan nutrisi. Kemudian ujung lainnya ditempatkan
dalam media tanam. Dan bahkan lebih dekat ke akar tanaman.

Karena media ini lebih dominan menggunakan sumbu maka


membutuhkan banyak air dan nutrisi. Maka sumbu disusun ke
media penahana air sebagai kapiler.

Dengan begitu tanaman akan mengambil larutan nutrisi melalui


ujung sumbu dan efeknya media tanam yang dilewati sumbu
menjadi lembab.
Teknik sumbu ini udara akan tersedot oleh akar beriringan
dengan larutan nutrisi. Dengan begitu akan memastikan bahwa
tanaman menerima cukup udara.

Apabila reservoir habis maka dapat diisi dengan cara manual.


Dan ini keunggulannya karena tidak perlu menggunakan pompa
sebagaimana sistem hidroponik lainnya.

#7 Hidroponik Sistem Rakit Apung (Water Culture


System)

hydroponiccentral.com.au
Sistem hidroponik yang ke tujuh ini merupakan sistem yang
paling sederhana diantara sistem hidroponik yang aktif.

Karena dengan memanfaatkan platform yang terbuat dari media


tanam yang mengapung sehingga kebutuhan nutrisinya langsung
didapatkan oleh akar.

Kemudian kebutuhan oksigen yang diperlukan akar tanaman


dapat menggunaka pompa aquarium yang telah dimasukkan ke
dalam bak penampung nutrisi hidroponik.

Akan tetapi dengan menerapkan sistem ini tidak dapat bekerja


efektif untuk tanaman dengan ukuran yang besar dan jangka
panjang. Hanya tanaman kecil saja, seperti seledri, sawi dan lain-
lain.

#7.1 Cara Menaman Dengan Sistem Rakit Apung

berkahkhair.com
Pertama pastikan terlebih dahulu tanaman yang ditanam adalah
jenis tanaman yang relatif singkat. Contohnya kangkung dan
sawi. Kemudian lakukan teknik semai dengan media tanam aram
sekam bakar selama lebih kurang 2-3 hari.

Alat dan bahan yang mesti dipersiapkan adalah sebagai berikut:

Bak plastik dengan ukuran 5030 cm dan tinggi 20 cm yang


berfungsi sebagai penampung larutan nutrisi.
Rockwool yang berfungsi sebagai media tanam.
Gelas air mineral berfungsi sebagai media tumbuh tanaman.
Cutter berfungsi sebagai pemotong stayrofoam.
Aluminum foil berfungsi sebagai pelapis stayrofoam.
Dan paku yang dapat berfungsi untuk melubangi bagian dari
gelas mineral.
Ingat prinsip utama menggunakan sistem rakit apung adalah
dengan menempatkan tanaman mengapung di atas caitan
nutrisi.
Nah, keunggulan cara ini adalah tanaman nantinya akan
mendapatkan pasokan nutrisi berupa air dan oksigen secara rutin
dan juga akan memudahkan dalam hal perawatan.

Tahapan sistem rakit apung dapat digambarkan seperti berikut


ini:

Potong sesuai dengan ukuran bak penampung/plastik lalu


lapisi dengan aluminium foil.
Lubangi stayrofoam dengan jarak kira-kira tidak rapat.
Lubang ini nantinya berfungsi sebagai tempat meletakkan
gelas air mineral. Lalu lubangi juga bagian bawah gelas air
mineral dengan paku.
Atur net pot ke dalam lubang gabus tersebut. Dan beri tekanan
sedikit hingga gelas air mineral menyentuh sedikit permukaan
larutan nutrisi. Atau dapat diatur dengan ukuran rata-rata 5
cm.
Dan terakhir potong rockwool menyerupai kubus dengan
ukuran 3x3x3 cm. Lalu gunting agar dapat membentuk celah.
Disinilah nantinya bibit cangkung diletakkan. Selanjutnya
tempatkan bibit kangkung di dasar pot.

#8 Sistem Fertigasi (Fertilizer And Drip Irigation


System)
Sistem fertigasi adalah sistem hidroponik yang paling banyak
diterapkan di dunia. Karena sistem ini menggunakan drip
irrigation atau irigasi tetes dimana tanaman akan disiram dengan
cara meneteskan air.

Sistem fertigasi tidak hanya aor saja yang diteteskan namun air
tersebut telah dicampur larutan nutrisi. Sehingga pertumbuhan
tanaman tetap terjaga.

Artinya dalam satu tetes sudah mengandung nutrisi yang lengkap.


Kemudian pengoperasiannya juga tergolong mudah.
Kelebihan sistem ini diantaranya: (1) dalam pemberian nutrisi
dapat diatur sesuai dengan kedewasaan tanaman. (2) Aman dari
penyakit dan dijamin bersih. (3) Mengatasi problem tanah.

(4) Mampu meningkatkan hasil dari pendapatan. (5) Kualitas dari


hasil tanam jauh lebih baik. (6) Penggunaan pupuk yang tepat
sasaran dan (7) Mampu menghasilkan tanaman yang banyak
(kuantitas).

Kekurangan sistem ini setidak ada empat yakni: (1) Modal yang
dibutuhkan terlalu tinggi. (2) Perlu pengetahuan yang cukup
untuk memulai dengan teknik ini. (3) Harus diurus secara berkala
dan berkelanjutan. (4) Apabila kerusakan dalam sistem pengairan
akan berpengaruh dalam hasil pertanian.

#8.1 Cara Menaman Dengan Sistem Fertigasi


Siapkan dripper set yaitu dripper, nipper dan microtube.
Siapkan bak penampungan nutrisi semacam tendon dan juga
jet pump (pompa air). Beri lubang untuk aliran air dan juga
untuk sirkulasi udara.
Kemudian pasanglah pipa nurisi yang dekat dengan polybag.
Panjang dan kekuatan pipa tergantung kebutuhan.
Apabila semua telah terpasang dengan benar. Maka lakukan
pengujian dengan menempatkan gelas plastik di masing-
masing kedua ujung dripper.
Hidupkan pompa dan ukur air yang keluar selama 5 menit
untuk mendapatkan air ukuran 100 ml atau bisa juga sesuai
kebutuhan.
Setrelah itu uji dengan tes waktu. Kapan dan berapa lama
proses penetasannya.