Anda di halaman 1dari 4

No INDIKATOR ANALISIS

1. JUDUL JURNAL Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre
Operasi Appendictomy Di RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari Kabupaten Mojokerto

2. NAMA PENELITI Binarti Dwi, Agus Suhardi

3. METODOLOGI Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik korelasional dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional.
PENELITIAN

4. SAMPLE DAN Populasi dari penelitian ini adalah Semua pasien apendiktomi di RSUD prof. Dr soekandar kab. mojokerto pada bulan
POPULASI Bulan januari juni tahun 2014. pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling sehingga didapatkan jumlah
sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 15 responden.
5. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan selama 6 bulan dari tanggal 14 januari s/d 13 juni 2014 di RSUD Prof. Dr.
SOEKANDAR MOJOKERTO, dapat ditarik kesimpulan bahwa dari 15 responden kebanyakan mendapatkan dukungan
keluarga tingkat baik yaitu sebnyak 12 responden atau sekitar 80%. Sedangkan untuk tingkat kecemasan kebanyakan
responden mengalami kecemasan tingkat sedang, yaitu sebanyak 9 orang atau sekitar (60%). Dari hasil uji statistik korelasi
Spearman, didapatkan hasil Pvalue = 0,002 lebih kecil dari = 0,05. Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan signifikan
antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi apendiktomi di RSUD Prof. Dr.
SOEKANDAR MOJOKERTO
6. REFERENSI
Ainun. 2012.Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Appendictomy
Di Ruang Flamboyan Rsud Tarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.(internet).Available from (
http://www.old.fk.ub.ac.) (accessed 29 november 2013)

Akhmadi.2009.dukungan keluarga. (Internet) 9 Agustus 2009. Available from: (http://www.rajawana.com) (Accessed 21


Oktober 2013)

Alimul H. Aziz (2007), Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah, Edisi kedua. Jakarta ; Salemba Medika
KEASLIAN PENELITIAN

nama peneliti judul penelitian metode penelitian hasil

nurpeni, ratih hubungan dukungan keluarga dengan jenis penelitian termasuk penelitian didapatkan nilai r - 0,493
khrisna made, ns. tingkat kecemasan pada kuantitatif (non eksperimental). dengan tingkat signifikansi 0,000 ( <
ni ketut guru pasien kanker payudara (ca mammae) di desain 0,05). parameter negatif ( - ) menunjukkan
prapti, s.kep., ruang angsoka iii rsup penelitian merupakan deskriptif arah hubungan yang terbalik dengan
mns, ni ketut sanglah denpasar. korelasional. pendekatan kekuatan korelasi sedang. sehingga ho
kusmarjathi, menggunakan ditolak dan ha diterima. jadi ada
s.kp,. m.fis pendekatan cross sectional. hubungan antara dukungan keluarga
dengan tingkat kecemasan pada pasien
kanker payudara. dalam penelitian ini
berarti peningkatan dukungan keluarga
diikuti oleh penurunan tingkat kecemasan,
hal ini menunjukkan semakin baik
dukungan keluarga semakin berkurang
tingkat kecemasan pasien kanker payudara
(ca mammae).

ruspina jenita hubungan dukungan keluarga desain penelitian yang digunakan hasil penelitian diperoleh bahwa dukungan
nadeak adalah desain studi korelasional. keluarga yang terbesar adalah kategori baik 53,2%
dengan tingkat kecemasan pasien besar sampel adalah 62 orang dengan dan paling sedikit adalah kategori kurang 17,7%.
metode pengambilan sampel yang untuk tingkat kecemasan kategori tertinggi adalah
pre operasi di ruangan rb2 rsup ham digunakan adalah purposive ringan 46,8% dan yang paling sedikit adalah
sampling. analisa data yang kategori berat 24,2%. untuk peneliti keperawatan
medan digunakan adalah statistik univariat selanjutnya disarankan agar dapat melakukan
dan statistik bivariat. pendidikan kesehatan dan memberikan
motivasi kepada keluarga dalam memberikan
dukungan pada pasien pre operasi untuk
mengurangi tingkat kecemasan pasien pre operasi
IMPLIKASI KEPERAWATAN

1. Dukungan keluarga adalah hal yang paling terpenting dalam menurunkan tingkat kecemasan
2. Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan dukungan
3. Teknik relaksasi merupakan cara yang paling mudah dilakukan dalam mengontrol ataupun mengurangi nyeri. Selain mudah

dilakukan, teknik ini tidak membutuhkan banyak biaya dan konsentrasi yang tinggi dan dengan menggunakan pengukuran

skala wajah, pasien mampu mengekspresikan nyeri yang dialaminya dengan mudah
4. Pemberian teknik relaksasi di lakukaan sesuai dengan kondisi pasien