Anda di halaman 1dari 1

2.

Metode

Kami meneliti tentang disfungsi keluarga antara kedua kelompok pasien skizofrenia dan bipolar
disorder I. Penelitian ini menggunakan case control dan sampel yang terdiri dari pasien skizofrenia
dan gangguan bipolar yang dirawat inap di Rumah Sakit Ibne-Sina di Masyhad pada tahun 2014
dengan usia lebih dari 20 tahun. Mereka dikumpulkan oleh psikiater dan memiliki IQ di atas 70
yang telah ditentukan dengan menggunakan skala kecerdasan Wechsler dan tidak memiliki
gangguan kepribadian ataupun gangguan kejiwaan lainnya.

Data dikumpulkan melalui wawancara dengan anggota keluarga pasien skizofrenia dan bipolar
disorder I menggunakan Kuesioner Keluarga (FAD-I). Kelompok kontrol dipilih secara acak dan
tidak memiliki gangguan kejiwaan yang signifikan berdasarkan The symptom Ckecklist 90 (SCL-
90). kemudian penilaian wawancara dilakukan oleh kuesioner Keluarga (FAD-I). Keluarga dengan
skor kurang dari 109,81 dianggap memiliki disfungsi keluarga yang parah.

Symptom checklist -90 (SCL-90) kuesioner adalah salah satu alat diagnostik psikiatri [9] .
Dalam menganalisis data, tes yang sesuai Symptom checklist -90 (SCL-90). Normalitas distribusi
dipelajari dengan menggunakan sampel uji Kolmogorov-Smirnov. Dalam kasus distribusi tidak
normal digunakan tes Kruskal-Walis. SPSS version 21 software digunakan dalam penelitian ini
dan tingkat signifikansi uji dianggap kurang dari 5%.

P. Hashemian, ME Sedaghati

pertimbangan etis: informasi pasien dirahasiakan